Anda di halaman 1dari 2

PENGAJUAN JUDUL

Objek Rancangan

: Resort

Judul

: Perancangan Resort Berbasis Ekowisata

Alasan Pemilihan Judul


Pasca tsunami yang melanda, Pemerintah Daerah Provinsi Aceh mulai berbenah diri untuk
mengembangkan dan menghidupkan kembali berbagai sector, salahsatunya sector pariwisata.
Salahsatu program pemerintah adalah Visit Aceh yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah
pengunjung atau wisatawan yang datang ke Aceh. Seiring program pemerintah ini, banyak
daerah mulai mengembangkan berbagai macam potensi yang ada pada daerah masing-masing.
Tragedi yang ada telah membuat dunia melihat Aceh sebagai sesuatu yang lebih dari hanya
sebagian kecil dari Indonesia yang memiliki konflik berkepanjangan. Masyarakat dunia datang
dan melihat apa yang ada di Aceh, apa yang ditawarkan oleh alam Aceh yang masih terjaga
kealamiannya.
Aceh memiliki banyak objek wisata berskala internasional seperti Pulau Weh (Sabang), Danau
Laut Tawar (Takengon), Pantai Lhok Nga (Banda Aceh), dan objek wisata lainnya.
Begitu pula dengan Aceh Singkil, sebagai salah satu daerah destinasi wisata di Aceh, Singkil
mempunyai potensi yang cukup besar dalam pengembangan pariwisata salahsatunya adalah
Kepulauan Banyak.
Pulau Banyak merupakan salah satu kecamatan dari Kabupaten Aceh Singkil dan merupakan
satu-satunya kecamatan berupa kepulauan dan memiliki jarak 26 mil laut ke arah barat dari
ibukota Kabupaten Aceh Singkil. Pulau Banyak merupakan gugusan pulau besar dan kecil
dengan luas sekitar 27.196 ha.
Pulau Banyak adalah destinasi wisata bahari yang diminati oleh wisatawan lokal dan
internasional beberapa tahun terakhir. Setiap tahun jumlah pengunjung semakin meningkat
terutama di musim-musim libur.
Sebagai daerah kepulauan, Kecamatan Pulau Banyak menyimpan objek wisata yang belum
terkelola dengan baik, seperti objek wisata pantai dengan pasir putihnya, wisata bahari dengan
laut yang begitu jernih, terumbu karang dan ikan hias berwarna-warni, yang merupakan potensi
yang sangat besar dan berpeluang untuk dikembangkan. Di salah satu pulau terdapat pula tempat
konservasi penyu hijau, yaitu Pulau Palambak.
Begitu banyak yang dapat disajikan oleh gugusan pulau ini, seperti pantai yang indah dengan
hamparan pasir putih, rekreasi menyelam dan melihat pemandangan bawah laut, ombak yang
tinggi untuk berselancar, tempat untuk menyaksikan matahari terbit dan tenggelam, tempattempat untuk snorkeling, kayaking, camping, bird watching & hiking, dan sebagainya.

Namun demikian, besarnya potensi yang dimiliki oleh Pulau Banyak tidak sebanding dengan
akomodasi dan fasilitas wisata yang ada. Karena adanya peningkatan jumlah pengunjung,
dibutuhkan sebuah wadah yang mampu mengakomodasikan para wisatawan, baik lokal maupun
internasional. Tetapi akomodasi ini diharapkan tidak merusak alam serta budaya yang ada di
wilayah ini.
Maka muncullah sebuah gagasan agar penyediaan akomodasi dan keinginan untuk
mempertahankan kealamian alam dan budaya tetap sejalan, yaitu Perancangan Resort Berbasis
Ekowisata. Diharapakan dengan adanya Ecotourism Resort ini mampu mengembangkan daerah
Aceh Singkil, khususnya Pulau Banyak yang memiliki alam yang sangat indah tetapi masih
kurang dalam pengelolaan dan penyediaan akomodasi.