Anda di halaman 1dari 6

OUTLINE DARI ARTIKEL UPAYA KLIEN DALAM MEMPENGARUHI HASIL AUDIT

BPK.
1.JUDUL:
UPAYA KLIEN DALAM MEMPENGARUHI HASIL AUDIT BPK. Aplikasi
Mixed Methods: Grounded-Theory Approach dan Persamaan Struktural
2.LATAR BELAKANG
Banyak kasus yang terjadi di Indoesia, berbagai macam upaya auditee mempengaruhi auditor
untuk memperbaiki hasil audit sesuai dengan keinginan auditee (klien). Berbagai macam cara
dapat dilakukan salah satunya adalah suap atau sogok (bribe). Upaya-upaya yang dilakukan oleh
para auditee dalam hal ini aparat pemerintah, dipengaruhi oleh berbagai motivasi, salah satunya
adalah keinginan untuk terhindar dari tuduhan penyalahgunaan keuangan atau ingin
memperoleh prestasi yang baik (opini WTP). Di Indonesia, penelitian tentang proses negosiasi
antara auditor BPK dengan aparatur pemerintah sebagai auditee dalam menentukan audit
judgment dari sudut pandang auditee, belum pernah ada yang meneliti. Oleh karena itu,
penelitian tentang proses negosiasi antara auditor BPK dengan aparatur pemerintah sebagai
auditee dalam menentukan audit judgment dari sudut pandang auditee perlu dilakukan di
Indonesia. Penelitian ini akan menggali variabel dependen dalam hal ini adalah keinginan
aparatur pemerintah sebagai auditee dalam mempengaruhi kebijakan audit oleh auditor BPK
dengan menggunakan Grounded-Theory. Secara kuantitatif, penelitian ini akan menguji
hipotesis, pengaruh berbagai variabel yang dapat mempengaruhi keinginan klien dalam
mempengaruhi hasil audit dengan berpijak dari beberpa penelitian sebelumnya yaitu penelitian
Iyer dan Rama (2004), Budiyanto dkk. (2005) dan Mulyaningsih dan Budyanto (2006).
3. RUMUSAN MASALAH
Badan pemeriksa keuangan (BPK) adalah lembaga Negara yang bertugas untuk memeriksa
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara. Pemeriksaan BPK mencakup Pemeriksaan
keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu sesuai dengan standard
pemeriksaan keuangan Negara yang hasil pemeriksaannya diserahkan kepada DPR, DPD, dan
DPRD. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan unsur pidana BPK melaporkan hal tersebut
kepada instansi yang berwenang. Dalam pelaksanaan audit tertentu terjalin sebuah komunikasi
dan kemungkinan muncul sebuah hasil negosiasi. Dalam hubungan negosiasi ini kadang muncul
keinginan klien untuk mempengaruhi kebijakan audit Yng dilakukan auditor.
Oleh karena itu dapat dirumuskan masalah sebagai berrikut:
Bagaimana upaya klien dalam mempengaruhi hasil audit BPK

4. TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk membangum sebuah teori yang berasal dari fenomena social
lapangan. Fenomena ini adalah upaya dari pejabat pemerintah pusat dan daerah untuk
mempengaruhi hasil laporan audit.
5. MANFAAT PENELITIAN
A. Peneliti
Dapat meningkatkan wawasan yang lebih luas tentang upaya klien dalam mempengaruhi hasil
audit dan peneliti dapat memecahkan masalah sehubungan dengan upaya klien dalam
mempengaruhi hasil audit.
B. bagi perusahaan
Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan oleh klien, auditor, serta perusahaan yang
berhubungan dengan upaya klien dalam mempengaruhi hasil audit.
C. bagi Akademis
Hasil penelitian diharapkan dapat berguna bagi pustakawan dan sebagai referensi bagi peneliti
selanjutnya.
6. KERANGKA KONSEPTUAL
Berdasarkan pembahasan dari hasil-hasil penelitian terdahulu dapat dibuatkan kerangka
pemikiran teoritis sebagai berikut:

Pengalaman
audit klien

Senioritas
auditor

Tekanan
pimoinan

Upaya klien
mempengaruhi
hasil audit

Proses audit melibatkan minimal dua pihak klien dan auditor. Dalam pelaksanaan audit tertentu
terjalin sebuah hubungan komunikasi dan kemunngkinan muncul sebuah hasil negosiasi. Dalam
hubungan negosiasi ini kadang muncul keinginan klien untuk mempengaruhi kebijakan audit
yang dilakukan auditor.
Mengacu pada gambar diatas dapat dilihat bahwa kerangka konseptual yang mendasari
penelitian yaitu pengalaman audit klien berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap upaya
klien untuk mempengaruhi hasil klien, tingkat senioritas berpengaruh secara negatif terhadap
keinginan klien untuk mempengaruhi hasil audit BPK. Dan tekanan pimpinan berpengaruh
terhadap keinginan klien untuk mempengaruhi hasil audit BPK.
7. METODE ANALISIS DATA
Penelitian ini merupakan kombinasi antara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Prenelitian
kualitatif menggunakan instrumen Graunded Teory. Penggunaan Graunded Teory untuk
membangun teori dari variable dependen, yaitu upaya klien untuk mempengaruhi hasil audit.
-

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengelola keuangan pada PPKD di lingkungan
pemerintah daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Sampelnya tiap pemerintah aderah diambil 5 sampel yaitu Kepala PPKD, bendahara umum,
kepala sub bagian anggaran, kepala sub bagian akuntansi dan satu orang staff bagian
akuntansi.
-

Alat analisis dan pengukian Hipotesis:

Alat analisis yang digunakan adalah persamaan structural (SEM) dengan menggunakan alat
stastistik Partial Least Square.

8. KESIMPULAN
Semakin tinggi pengalaman auditee atau klien dalam bidang keuangan dan audit,
semakin tinggi pengetahuan tentang motede-metode keuangan dan proses audit maka
semakin berpeluang klien untuk merekayasa laporan keuangan dan berpupaya untuk
mempengaruhi hasil audit. Kemudian variabel tingkat senioritas tidak bepengaruh
signifikan, artinya sebarapun tingkat senioritas, tidak mempengaruhi adanya upaya klien
untuk mempengaruhi hasil audit. Tekanan pimpinan berpengaruh signifikan terhadap

keinginan klien untuk mempengaruhi hasil audit, semakin tinggi tekanan dari pimpinan
semakin besar upaya klien atau auditee untuk mempengaruhi hasil audit.

9. KETERBATASAN
Keterbatasan penelitian ini antara lain adalah, objek penelitian hanya terbatas
pada wilayah Kalimantan Timur, sehingga memiliki tingkat generalisasi yang rendah.
Instrument yang digunakan hanya untuk klien aparat pemerintah yang menggunakan
anggaran negara, tidak dapat digeneralizir pada sampel yang lain yang menggunakan
angaran perusahaan. Tidak adanya variabel kontrol dalam penelitian ini, menyebabkan
kurang akuratnya prediksi terhadap variabel bebas. Ukuran pemerintah daerah yang
diukur dari total asset, jumlah APBD dan jumlah pegawai dapat dijadikan sebagai
variabel kontrol bagi penelitian berikutnya.

OUTLINE TERKAIT ARTIKEL:


UPAYA KLIEN DALAM MEMPENGARUHI HASIL AUDIT BPK. Aplikasi
Mixed Methods: Grounded-Theory Approach dan Persamaan Struktural

Di susun oleh :
Boki Nurlia Fabanyo
Firdha Alzagladi
Jeniffer Ratumurun
Lubna Alaydrus
Risna Rachman Ngesa
Misnawati
Nurmisary
Suflin Karim
Sapril Bin Umar
Syahrir
Nofgustheny R

2011 30 040
2011 30 098
2011 30 135
2011 30 115
2011 30 100
2011 30 127
2011 30 122
2011 30 106
2011 30 114
2011 30 120
2011 30 128

Fakultas Ekonomi Akuntansi


Universitas Pattimura
Ambon
2014