Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Hak asasi manusia merupakan hak dasar yang dimiliki manusia dan melekat pada diri
manusia sejak manusia itu lahir sampai manusia itu meninggal, maka dari itu hak asasi
manusia merupakan hak kodrati yang dimiliki manusia dan menjadi dasar hak dan
kewajibanlainnya. Hak asasi manusia merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Hak
asasi manusia yang melekat pada diri pribadi manusia tidak dapat diganggu gugat oleh orang
lain.

2. Rumusan Masalah
Hal-hal yang akan dibahas dalam pemaparan dapat terlihat dari rumusan masalahyang
dijabarkan. Rumusan masalah mengenai hak asasi manusia meliputi :
a. Pelanggaran HAM Internasional
b. Proses Peradilan HAM Internasional

3. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai penulis melalui makalah Hak Asasi Manusia ialah, agar
sipembaca mengetahuai tentang Pelanggaran dan Proses peradilan Hak asasi
manusiaInternasional.

BAB II
PEMBAHASAN
Pelanggaran dan Proses Peradilan HAM Internasional
A. Pelanggaran HAM ( Hak Asasi Manusia )
Beberapa kasus yang pernah terjadi tentang pelanggaran hak asasi manusia di
dunia adalah sebagai berikut:

Warga Negara diadili kasus Genosida irak


Frans van Anraat, dikenal dakwaan kejahatan perang dan genosida, dia adalah warga

belanda pertama yang diadili dalam kasus ini, yang dituduh menjual bahan kimia dari
amarika serikat dan jepang kepada irak yang digunakan untuk membuat gas syaraf dan gas
mustard yang digunakan dalam perang melawan iran tahun 1980-1988 dan terhadap warga
kurdi irak. Jaksa penuntut mengatakan PBB menggambarkan van Anraat seagai salah satu
perantara penting dalam pembelian bahan-bahan kimia oleh irak, namun dalam sebuah
wawancara yang dilakukan tahun 2003, van Anraat menyangkal tahu menahu soal serangan
itu. Laporan-laporan menyatakan saat itu dia member informasi kepada dinas rahasia Belanda
mengenai program senjata Saddam Hussein. Setelah irak diinvasi pada bulan Maret 2003, dia
kembali ke Belanda dan ditangkap pada bulan Desember 2004 di Amsterdam. PBB
mencurigai pengusaha itu adalah pemasok utama bahan-bahan kimia bagi rejim irak, dengan
mengirim 26 kali ke Negara itu.

Kasus Genosida, tokoh Khmer merah paling senior ditahan


Nuon Chea, tokoh Khmer merah paling senior, ditahan. Penahannannya adalah bagian

dari tindak lanjut penyelidikan kasus Genosida dikamboja beberapa tahun yang lalu. Dia akan
diajukan kepengadilan genosida yang mendapat dukungan PBB. Pengadilan akan dimulai
pada tahun depan. Banyak yang menilai, Noun Chea memiliki peran penting sebagai pembuat
keputusan dalam rezim tersebut. Rezim itu bermaksud menciptakan masyarakat agraria,
namun ternyata malah menimbulkan kematian lebih dari satu juta orang karena kelaparan,
penyakit, kerja paksa, dan eksekusi. Noun Chea pun telah berulang kali membantah ikut
bertanggung jawab atas kematian ribuan warga Negara tersebut. Meski demikian, pada awal
tahun ini dia menyatakan kesiapannya untuk menghadapi pengadilan. Terkait kasus genosida
tersebut, tersangka yang ditetapkan baru satu orang. Penahanan telah dilakukan atas Kang
Kek leu alias Duch pada juli lalu. Duch dituduh menjadi kerala penjara S21 di Phnom Penh.

Di penjara itulah diperkirakan telah terjadi penyiksaan secara brutal lebih dari
17.000perempuan, pria, dan anak-anak.

Mengadili Jiang Zemin


Secara hukum, untuk pertama kalinya praktisi Falun Gong menuntut jiang zemin di

pengadilan pederal Chicago, Amerika pada 22 oktober 2002. Ia telah dituntut dibawah hukum
HAM atas penganiayaan dan kejahatan genosida (kejahatan pemunahan bangsa atau ras)
yang dilakukannya.
Tiga alasan utama dalam tuntutannya terhadap Jiang Zemin adalah : penyiksaan kejam,
kajahatan kemanusiaan dan kejahatan genosida. Ketua organisasi itu, Philip Grand
menyatakan jian zemin dengan kepentingannya sendiri telah melakukan penindasan terhadap
pengikut Falun Gong, dan juga telah mendirikan lembaga yang khusus menangani kasus
Falun Gong yakni kantor 610 yang mirip gestaponya Adolf Hitler. Karena itu ia harus
bertanggung jawab atas kematian lebih dari 800 praktisi. Para praktisi Falun Gong juga
bergantung dengan pemerintah berbagai Negara mendesak mahkamah internasional PBB
untuk mengadili Jiang Zemin. Praktisi yang tersebar diseluruh dunia, saat ini sedang
mengumpulkan dan menata serangkaian bukti penindasan, meliputi kesaksian dari saksi mata,
dengan jelas menerangkan rincian dan kejadian sebagian pratiksi selama ditahan yang disiksa
dan dipukul hingga meninggal, foto-foto almarhum, dan sebuah daftar nama almarhum yang
paling jelas yang terakhir ini diketahui.

B. Proses peradilan hak asasi manusia internasional


Prose paradilan HAM internasionai meliputi beberapa tahapan, antara lain:

Pemeriksaan pendahuluan
Penuntut umum, setelah adanya laporan atau pengaduan dari salah satu Negara

peserta mengenai suatu kejahatan, kemudian melakukan evaluasi atas laporan tersebut.
Apalagi penuntut umum menyimpulkan bahwa ada dasar yang beralasan untuk menindak
lanjuti dengan penyidikan kepada majelis pra-peradilan dengan dilengkapi bahan-bahan yang
telah dikumpulkan. Dalam melakukan penyelidikan, tugas dan wewenang penuntut umum
adalah:
1. Mengumpulkan dan memeriksa bukti-bukti
2. Meminta kehadiran dan bertanya kepada orang yang sedang diselidiki, korban, dan
saksi

3. Mengadakan kerjasama dengan setiap Negara atau organisasi antar pemerintah yang
sesuai kewenangan
4. Membuat persiapan atau kesepakatan yang tidak bertentangan dengan undang-undang
untuk mempermudah kerjasama dengan Negara, organisasi antar pemerintah atau
orang
5. Menjaga kerahasiaan dokumen dan informasi yang diperoleh
6. Sebelum pemeriksa, penuntut umum boleh melanjutkan penyidikan dan dapat
mengubah atau mencabut setiap dakwaan.

Pemeriksaan pengadilan
Dalam pasal 61 International Criminal Court (ICC) ditentukan sebagai berikut:

1. Pada waktu pemeriksaan, penuntut umum harus mendukung setiap dakwaan dengan
bukti yang cukup.
2. Dalam proses pemeriksaan tersangka diperbolehkan:
- Menolak dakwaan
- Membantah bukti yang di ajukan oleh penuntut umum
- Mengajukan bukti
3. Dalam pimpinan mengangkat majelis pemeriksayang bertanggung jawab terhadap
pelaksana setiap persidangan berikutnya.
4. Terdakwa harus hadir selama pemeriksaan.bila terdakwa hadir dipengadilan terusmenerus menunggu persidangan, Majelis pemeriksa dapat mengeluarkan terdakwa
dan membuat penetapan baginya untuk mematuhi persidangan dan memberikan
intruksi kepada pengacaranya dari luar sidang dengan teknologi komunikasi
5. Dalam mulai persidangan, majelis pemeriksa membacakan kepada terdakwa dakwaan
yang sebelumnya telah dikonfirmasikan oleh majelis pra-peradilan. Majelis pemeriksa
memberi kesempatan kepada terdakwa untuk menyatakan pernyataan bersalah atau
tidak bersalah.
6. Hakim ketua memberi petunjuk pelaksanaan persidangan termasuk menjamin bahwa
persidangan dilaksanakan secara adil dan tidak memihak.
7. Majelis pemeriksa memiliki wewenang untuk:
- Mengatur mengenai diterimanya suatu bukti
- Mengambil suatu tindakan yang perlu untuk menjaga ketertiban selama
berlangsungnya pemeriksaan.

8. Bila majelis pemeriksa berpendapat bahwa diperlukan adanya fakta-fakta yang lebih
lengkap untuk kepentingan keadilan, terutama korban, maka dapat:
- Menuntut penuntut umum mengajukan bukti tambahan termasuk keterangan saksisaksi
- Memerintahkan agar pemeriksaan dilanjutkan
9. Putusan majelis pemeriksa harus berdasarkan evaluasi bukti dari seluruh persidangan

Upaya Banding
Berdasarkan pasal 74 International Criminal Court (ICC), putusan pengadilan dapat

diajukan banding oleh penuntut umum atau orang yang dihukum dengan alasan-alasan
sebagai berikut:
1. Kesalahan prosedur
2. Kesalahan fakta
3. Kesalahan hukum
4. Alasan lain yang mempengaruhi keadilan

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
a. Kasus yang pernah terjadi tentang pelanggaran HAM yaitu :
1. Warga Negara diadili kasus Genosida Irak
2. Kasus Genosida, tokoh Khmer merah paling senior ditahan
3. Mengadili Jiang Zemin
b. Tahapan proses peradilan HAM Internasional yaitu :
1. Pemeriksaan pendahuluan
2. Pemeriksaan pengadilan
3. Upaya banding

DAFTAR PUSTAKA

Saleki, Hamid Sultan. 2007. Pelanggaran Hak Asasi Manusia Amerika. Jakarta : Atase Pres
Kedubes Iran.
Natalegawa, Narty. 2009. Implikasi Pelanggaran Ham. Departemen Luar Negeri Republik
Indonesia Luar Negeri.
Kalsum, Umi. 2009. Kasus TKI Pertahun. Kedutaan Besar Republik Indonesia. Malaysia
Santosa, Teguh. 2007. Catatan Tentang Pelanggaran Hak Asasi Manusia Oleh Amerika
Serikat. Review On Books.
Astanta, Anas Padri. 2013. Pendidikan Kwearganegaraan SMA Kelas XI Semester 2.
Purworejo : MGMP Kewarganegaraan SMA Kabupaten Purworejo.
Budiyanto. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan Jilid 2 untuk SMA Kelas XI. Jakarta :
Erlangga