Anda di halaman 1dari 4

BAB I

TINJAUAN PUSTAKA
I.1 TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mahasiswa dapat memahami dan mampu melakukan analisis bahan alam dari Daun
Salam Badak dengan metode Maserasi
2. Memahami metode dan mampu melakukan identifikasi Flavonoid dan Polifenol dalam
Daun Salam Badak secara Kromatografi Lapis Tipis (KLT)
I.2 TEORI DASAR
1.2.1 Ekstraksi dengan Metode Maserasi
Maserasi merupakan cara penyarian sederhana yang dilakukan dengan cara
merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari selama beberapa hari pada
temperatur kamar dan terlindung dari cahaya.
Metode maserasi digunakan untuk menyari simplisia yang mengandung
komponen kimia yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak mengandung benzoin,
tiraks dan lilin.
Keuntungan dari metode ini adalah peralatannya

sederhana. Sedang

kerugiannya antara lain waktu yang diperlukan untuk mengekstraksi sampel cukup
lama, cairan penyari yang digunakan lebih banyak, tidak dapat digunakan untuk
bahan-bahan yang mempunyai tekstur keras seperti benzoin, tiraks dan lilin.
1.2.2 Krpmatografi Lapis Tipis (KLT)
Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran berdasarkan perbedaan
kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu. Hampi setiap campuran kimia,
mulai dari bobot molekul rendah sampai tinggi, dapat dipisahkan menjadi komponenkomponennya dengan beberapa metode kromatografi.
Pada kromatografi, komponen-komponennya akan dipisahkan antara dua buah
fase yaitu fase diam dan fase gerak. Jiak fase gerak digerakkan melalui fase diam untuk
menghasilkan pemisahan kromatografi. Proses ini dikenal sebagai pengembangan.
Setelah

senyawa-senyawa

dipisahkan

dengan

pengembangan,

hasilnya

dideteksi/divisualisasi (ditampakkan). Jika senyawa-senyawa yang dipisahkan benarbenar dikeluarkan dari sistem, maka senyawa itu telah dielusi.

Fase diam yang digunakan dalam KLT merupakan penjerap berukuran kecil
dengan diameter partikel antara 10-30 m. Semakin kecil ukuran rata-rata partikel fase
diam dan semakin sempit kisaran ukuran fase diam, maka semakin baik kinerja KLT
dalam hal efisiensi dan resolusinya.
Penjerap yang paling sering digunakan adalah Asam silikat (silica gel), Alumina
(aluminium oxyde), Kieselguhr (diatomeous earth), dan Selulosa, sementara mekanisme
sorpsi yang utama pada KLT adalah adsorpsi dan partisi.
Fasa gerak yang digunakan dalam KLT sering disebut dengan eluen. Pemilihan
eluen didasarkan pada polaritas senyawa dan biasanya merupakan campuran beberapa
cairan yang berbeda polaritas, sehingga didapatkan perbandingan tertentu. Eluen KLT
dipilih dengan cara trial and error.Kepolaran eluen sangat berpengaruh terhadap Rf
(faktor retensi) yang diperoleh. Faktor retensi (Rf) adalah jarak yang ditempuh oleh
komponen dibagi dengan jarak yang ditempuh oleh eluen. Rumus faktor retensi adalah:

Nilai Rf sangat karakterisitik untuk senyawa tertentu pada eluen tertentu. Hal
tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya perbedaan senyawa dalam
sampel. Senyawa yang mempunyai Rf lebih besar berarti mempunyai kepolaran yang
rendah, begitu juga sebaliknya. Hal tersebut dikarenakan fasa diam bersifat polar.
Senyawa yang lebih polar akan tertahan kuat pada fasa diam, sehingga menghasilkan
nilai Rf yang rendah. Rf KLT yang bagus berkisar antara 0,2 - 0,8. Jika Rf terlalu tinggi,
yang harus dilakukan adalah mengurangi kepolaran eluen, dan sebaliknya.
1.2.3 Klasifikasi Daun Salam Badak
1. Klasifikasi

Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom

: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Rosidae

Ordo

Famili

: Myrtaceae (suku jambu-jambuan)

Genus

: Syzygium

Spesies

: Syzygium polyanthum Wigh Walp

Sinonim

: Eugenia polyantha Wight

: Myrtales

2. Deskripsi/morfologi tanaman
Daun : berbentuk simpel, bangun daun jorong, pangkal daunnya tidak bertoreh
dengan bentuk bangun bulat telur (ovatus), runcing pada ujung daun, pangkal daun
tumpul (obtusus), terdapat tulang cabang dan urat daun, daun bertulang menyirip
(penninervis), tepi daun rata (integer). Daun majemuk menyirip ganda (bipinnatus)
dengan jumlah anak daun yang ganjil, daging daun seperti perkamen (perkamenteus),
daunnya duduk, letak daun penumpu yang bebas terdapat di kanan kiri pangkal tangkai
daun disebut daun penumpu bebas (stipulae liberae), tangkai daunnya menebal di pangkal
dan ujung, beraroma wangi dan baru dapat digunakan bila sudah dikeringkan.
Batang : tinggi berkisar antara 5-12m, bercabang-cabang, biasanya tumbuh liar
di hutan. Arah tumbuh batang tegak lurus (erectus), berkayu (lignosus) biasanya keras
dan kuat, bentuk batangnya bulat (teres), permukaan batangnya beralur (sulcatus), cara
percabangannya monopodial karena batang pokok selalu tampak jelas, arah tumbuh
cabang tegak (fastigiatus) sebab sudut antar batang dan cabang amat kecil, termasuk
dalam tumbuhan menahun atau tumbuhan keras karena dapat mencapai umur bertahuntahun belum juga mati.
Akar : termasuk akar tunggang (radix primaria), berbentuk sebagai tombak
(fusiformis) karena pangkalnya besar dan meruncing ke ujung dengan serabut-serabut
akar sebagai percabangan atau biasa disebut akar tombak, sifatnya adalah akar tunjang
karena menunjang batang dari bagian bawah ke segala arah.
3. Kandungan Kimia
Terdapat beberapa kandungan yang ada didalam pohon salam antara lain
minyak essensial, minyak atsiri, tanin dan flavonoid. Dengan kandungan
tersebut maka pohon salam banyak dimanfaatkan dengan mengolahnya untuk

mengobati berbagai macam penyakit antara lain melancarkan peredaran darah,


mengatasi asam urat, kolesterol tinggi, radang lambung, diare, gatal-gatal,
stroke,

Sumber

kencing

manis.

: http://thryadi.blogspot.com/2013/12/klasifikasi-deskripsi-dan-khasiat-

daun.html#ixzz34oSzS49d

http://chemistry35.blogspot.com/2011/04/ekstraksi-pengertian-prinsipkerja.html 16 juni 14
http://kimiaunand2012.blogspot.com/2013/12/kromatografi-lapis-tipis.html
http://www.ilmukimia.org/2013/05/kromatografi-lapis-tipis-klt.html