Anda di halaman 1dari 4

8

BAB II
Higiene Perusahaan, Ergonomi, Kesehatan dan Keselamatan
Kerja

2.1 Sanitasi Lingkungan Industri


Bangunan PIRT kopi luwak ini terdiri dari satu lantai. Tata letak bangunan
produksi terdiri dari satu buah ruangan untuk penyimpanan bahan baku biji kopi
yang sudah siap diolah, dan satu buah ruangan untuk pengolahan bahan baku
hingga pengemasan, adapun halaman digunakan untuk menjemur dan menumbuk
biji kopi, dan satu buah kandang besar yang berisikan delapan buah kandang kecil
yang berisikan 8 ekor luwak pada setiap kandanganya.
Sumber air untuk minum bersatu dengan sumber air untuk mandi Pekerja
yang berasal sebuah sumur yang airnya berasal dari mata air gunung, air dalam
keadaan tidak berbau dan tidak berwarna.
Limbah yang dihasilkan dari produksi kopi ini beruba kulit biji kopi yang
terlepas saat ditumbuk, dan limbah ini dibuang kepembuangan sampah bersama
dengan sampah rumah tangga lainnya tanpa mendapat perlakuan khusus.
2.1.1

Tempat Penyimpanan Bahan Baku


Tempat penyimpanan bahan baku sebelum dilakukan pengolahan lebih

lanjut adalah beruba plastik kontainer berwarna putih yang berukuran 80 x 30 cm


dengan sebuah tutup plastik, dan disimpan didalam sebuah ruangan terpisah
dengan ruangan pengolahan biji kopi.

2.2 Perilaku Pekerja dalam Pengolahan Hasil Industri


2.2.1 Kesehatan Pekerja

Pekerja yang dibolehkan untuk bekerja adalah pekerja yang dalam keadaan
sehat. Apabila terdapat pekerja yang sakit maka pemilik usaha membiarkan
pekerja untuk beristirahat dan tidak masuk kerja. Namun tidak ada jaminan
kesehatan dari pemiliki usaha untuk kesehatan para pekerja.

2.2.2

Kebersihan Pekerja
Pekerja terlihat cukup menjaga kebersihan badannya. Pekerja juga

menggunakan pakaian yang cukup bersih.


Para pekerja sudah melakukan pelatihan mencuci tangan sebelum dan
setelah melakukan pekerjaan. Namun hingga saat ini para pekerja belum
menggunakan alat pelindung diri pada saat bekerja, baik itu masker ataupun
sarung tangan.
2.2.3

Kebiasaan Pekerja
Para pekerja tidak ada yang merokok pada saat melakukan pekerjaan, dan

para pekerja sudah mendapat pelatihan mencuci tangan sebelum dan setelah
bekerja, sehingga untuk kebersihan para pekerja selama produksi sudah cukup
baik.
2.3 Ergonomi
Pekerja mengumpulkan kotoran luwak dan juga biji kopi di kandang
dengan posisi membungkuk ataupun jongkok dua kali sehari, dan beban kotoran
yang harus di angkat pada posisi seperti ini berkisar antara 20-40 kilogram. Secara
ergonomi posisi ini tidak baik untuk bekerja dalam waktu yang cukup lama,
tentunya harus diikuti dengan latihan sebelum melakukan kegiatan dengan posisi
seperti ini.
Pekerja yang melakukan penumbukan biji kopi adalah dengan posisi
berdiri. Penumbukan kopi ini dapat dilakukan selama 3-5 jam sekali dikerjakan
tergantung jumlah biji kopi yang akan ditumbuk. Secara ergonomi posisi ini tidak

10

baik untuk dilakukan dalam waktu yang lama, sehingga para pekerja harus dapat
berisistirahat ditengah kegiatan agar tidak berdiri secara terus menerus.
Pekerja yang melakukan pengolahan biji kopi hingga pengemasan hanya
memasukkan biji kopi kedalam sebuah alat dan kemudian menunggu hasilnya
setelah waktu yang tentukan, namun alat ini membutuhkan pengawasan selama
aat bekerja, tetapi pada tempat pengolahan tidak tersedia kursi untuk para pekerja
duduk, hanya tersedia tikar di lantai.
2.4 Kesehatan Kerja
Jaminan kesehatan untuk pekerja tidak ditanggung oleh perusahaan,
namun dari hasil wawancara, sejauh ini belum ada kesakitan yang ditimbulkan
oleh pekerjaan mereka sebagai pembuat kopi luwak.
Selama ini para pekerja ketika sakit hanya datang ke puskesmas terdekat
untuk berobat, para pekerja hingga saat ini sudah masuk ke dalam BPJS, tetapi
fasilitas BPJS yang dimiliki bukan dari perusahaan.
Penyakit akibat kerja yang dapat terjadi pada pekerja industry ini antara
lain :
1. Infeksi akibat kurangnya alat pelindung diri pada saat membersihkan kandang
luwak
2. Rabies akibat gigitan luwak, karena kurangnya alat pelindung diri saat
merawat luwak
3. HNP akibat kegiatan dengan posisi jongkok dan membungkuk saat
membersihkan kandang, dan berdiri dengan posisi yang selama dalam waktu
lama.
4. Cedera muskuloskeletal seperti nyeri pinggang dan nyeri bahu akibat terlalu
lama duduk, membungkuk dan jongkok.
2.5 Keselamatan Kerja

11

Pada lingkungan kerja terdapat beberapa faktor yang dapat menimbulkan


kecelakaan kerja, kemungkinan kecelakaan kerja yang dapat terjadi pada
lingkungan kerja industri kopi luwak ini diantaranya adalah :
1. Kemungkinan cedera gigitan akibat gigitan luwak.