Anda di halaman 1dari 2

2.

1 Analisa Situasi Upaya Kesehatan Gizi Puskesmas Ciwidey


Disusun oleh : Ravanno Fanizza Harahap (12100113005)
Upaya kesehatan gizi dilaksanakan melalui upaya tenaga sukarelawan, dalam
hal ini yang menjadi adalah kader yang kemudian menjalankan posyandu yang
tersebar di desa-desa untuk melakukan penimbangan dan pencatatan perkembangan
gizi bayi dan balita di desa-desa tersebut yang kemudian hasil dari penimbangan akan
dicatat dan dikumpulkan secara berkala ke petugas gizi di puskesmas. Upaya ini
merupakan salah satu program dari 6 program wajib puskesmas. Pelaksanaan upaya
tersebut diantaranya adalah melaksanakan bulan penimbangan bayi dan balita, bulan
pemberian Vit A untuk bayi dan balita, bulan pemberian Fe bagi ibu hamil dan nifas,
serta pendataan ASI eksklusif.
Dari hasil pelaksanaan program tersebut dalam periode 2012-2013 ditemukan
beberapa program yang belum mencapai target, antara lain program keluarga sadar
gizi terdapat kesenjangan sebesar -16.22%, balita yang ditimbang D/S terdapat
kesenjangan sebesar -21.75%, distribusi Vit A bagi anak 12-59 bulan terdapat
kesenjangan sebesar -5.78%, dan cakupan ASI eksklusif terdapat kesenjangan sebesar
-11.85%. (data lengkap pada tabel)
Data analisa situasi upaya kesehatan gizi, Sumber daya manusia belum
mencukupi sehingga pelaksanaan kegiatan upaya kesehatan gizi belum optimal,
penanggung jawab program kesehatan gizi hanya satu orang yang harus mendata 74
posyandu yang tersebar di 3 desa, dan kader yang tersebar di posyandu belum
mencukupi

serta

belum

mendapatkan

pelatihan

khusus

untuk

melakukan

penimbangan dan pencatatan. Kerja sama dan sosialisasi posyandu dengan


masyarakat dan tokoh masyarakatpun belum optimal. Selain itu sarana dan prasarana
pada setiap posyandu masih belum mencapai jumlah yang seharusnya, sehingga
kinerja pada setiap posyandu belum optimal. Proses pencatatan dan pelaporan
kesehatan gizi dari setiap posyandu ke puskesmas masih dilakukan secara manual
sehingga pencatatan dan pelaporan kesehatan gizi membutuhkan waktu yang lebih
lama. (data lengkap pada tabel)
Program yang tidak mencapai target yaitu, keluarga sadar gizi, balita yang
ditimbang D/S, distribusi Vit A bagi anak 12-59 bulan, dan cakupan ASI eksklusif,
kemudian dilakukan penghitungan matriks agar didapatkan prioritas masalah pada
upaya kesehatan gizi. Berdasarkan hasil dari penghitungan matriks didapatkan bahwa

balita yang ditimbang D/S menjadi prioritas masalah di upaya kesehatan gizi. (data
lengkap pada tabel)
Kemungkinan penyebab dari masalah tersebut adalah pada waktu pelaksanaan
program pada setiap posyandu dilakukan pada jam kerja orang tua, sehingga orang tua
tidak dapat mengantar anak mereka ke posyandu untuk melakukan penimbangan berat
badan. Adapun kemungkinan penyebab dari masalah yang lain adalah kurangnya
jumlah kader pada setiap posyandu, sehingga posyandu tidak berjalan dengan
seharusnya. Kemungkinan penyebab dari masalah yang lain adalah kurangnya
pastisipasi atau kesadaran ibu balita untuk datang ke posyandu dan melakukan
penimbangan. Setelah dianalisa menggunakan matriks didapatkan alternatif
penyelesaian masalah yang utama, yaitu alternatif penyelesaian masalah kurangnya
partisipasi atau kesadaran ibu balita untuk datang ke posyandu dan melakukan
penimbangan, aletrnatif penyelesaian masalah yaitu berupa pemicuan masyarakat
berupa penyuluhan bagi ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita untuk melaksanakan
penimbangan secara berkala ke posyandu yang sudah tersedia pada setiap desa. (data
lengkap pada tabel)