Anda di halaman 1dari 1

PEKERJAAN TANAH

Pekerjaan tanah secara umum terdiri atas pekerjaan galian dan timbunan. Jika tanah galian memenuhi
spesifikasi sebagai tanah timbunan maka tanah galian akan langsung dipindahkan ke lokasi timbunan.
Sebaliknya, jika tanah galian tidak memenuhi spesifikasi sebagai tanah timbunan maka tanah galian akan
dibuang ke lokasi pembuangan. Pekerjaan galian dan timbunan ini secara umum meliputi proses berikut.
1. Excavation dan Loading
Tanah digali dengan menggunakan bulldozer atau excavator, kemudian dilakukan loading ke dump
truck.
2. Hauling
Tanah yang sudah digali dipindahkan ke lokasi timbunan atau ke tempat pembuangandengan
menggunakan dump truck atau scraper.
3. Spreading and Compacting
Tanah yang sudah tiba di lokasi disebarkan menggunakan motor grader hingga cukup rata kemudian
dilakukan proses pemadatan (kompaksi) sesuai dengan spesifikasi pemadatan yang diinginkan. Alat
yang digunakan untuk pemadatan dapat berupa Sheeps Foot Roller, Grid Roller, atau Smooth steel
Wheel Roller.
Untuk menetapkan lokasi pembuangan maka perlu dilakukan survei awal untuk mencari daerah-daerah
tempat pembuangan hasil galian yang tidak dapat dipakai sebagai material timbunan. Dari beberapa
alternatif yang ada, dipilih dan ditetapkan daerah-daerah pembuangan yang menguntungkan ditinjau
dari segi biaya dan waktu. Dalam banyak hal, daerah yang terdekat biasanya menjadi pilihan yang baik.
Jarak tempat pembuangan (Disposal Area) dari tempat galian diukur untuk dapat menghitung jumlah
dump truck yang diperlukan dan menghitung biaya angkutan.

Persiapan Lahan
Kegiatan stake out merupakan kegiatan penentuan posisi titik-titik yang telah direncanakan pada kondisi
di lapangan. Stake out dilakukan dengan melakukan pengukuran posisi relatif titik-titik tersebut
terhadap suatu titik acuan yang sudah ditentukan sebelumnya. Titik acuan tersebut dinamakan
benchmark. Benchmark, atau sering disebut dengan titik kontrol geodesi, merupakan titik acuan yang
dipakai dalam melakukan pengukuran. Benchmark adalah pilar yang dibuat sebagai titik tetap yang
menunjukkan posisi (X,Y) dan ketinggian (Z) lokasi tersebut sebagai titik kontrol. Benchmark biasanya
diletakkan di lokasi yang jelas terlihat, tetapi tidak berada di lokasi yang banyak terganggu. Benchmark
sebaiknya dibuat berpasangan dan antara 2 benchmark tersebut dapat saling melihat, diletakkan di
lokasi strategis yang dapat dijangkau dari seluruh penjuru.