Anda di halaman 1dari 26

POLIMER

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS KELOMPOK PADA MATA


KULIAH ILMU BAHAN

OLEH :
KELOMPOK 6

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN (PTM)


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)
SEBELAS APRIL SUMEDANG
2013

DAFTAR NAMA KELOMPOK

Dede Nurwana
Hendi Rohendi
Wanda Suryaman
Yaya Suryadi
Yayan Suryana

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbilalamin, penulis panjatkan puji syukur kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya yang tak terhingga
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sebagai bentuk kepedulian
penulis terhadap betapa pentingnya pengetahuan tentang Ilmu Bahan sebagai
aspek dalam pengetahuan dasar mengenai berbagai jenis klasipikasi bahan, antara
lain logam, non logam dan komposit. Kali ini kami mencoba untuk mempelajari
tentang klasipikasi bahan non logam yakni bahan Polimer yang diharapkan bisa
bermanfaat dalam menempuh jenjang mata kuliah Ilmu Bahan. Shalawat serta
salam semoga terus Allah SWT limpahkan kepada nabi Muhammad SAW yang
telah memberi cahaya bagi kita, para keluarganya pada sahabatnya, tabiin, dan
umatnya sampai akhir zaman.
Setelah melalui pencarian informasi dari berbagai referensi akhirnya penulis
dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul POLIMER Makalah ini disusun
secara umum untuk menegaskan tentang apa saja yang termasuk kedalam polimer,
penggolongan polimer dan beberapa fakta tentang polimer lainnya, sedangkan tujuan
khususnya makalah ini bisa menjadi salah satu referensi dalam pembelajaran mata
kuliah Ilmu Bahan yang sedang penulis tempuh di Sekolah Tinggi Sebelas April
Sumedang.
Dalam kesempatan ini, penulis menghaturkan terimakasih yang sebesarbesarnya khususnya kepada :
1. Kedua orangtua yang telah memberikan restu.
2. Bapak Dadang Hapid, M.Pd. selaku Dosen yang telah memberikan motivasi dan
bimbingan.
3. Rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan masukan dan dukungan dalam
proses penyusunan makalah ini.
Mudah-mudahan segala kebaikan semua pihak mendapat pahala yang
setimpal dari Allat SWT.
Akhirnya penulis berharap semoga karya sederhana ini dapat bermanfaat
bagi semua pihak, dan penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat
membangun untuk perbaikan selanjutnya.

Sumedang, September 2013

Penulis
i

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..............................................................................................i
DAFTAR ISI ............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Maslah ...................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................................1
1.3 Batasan Masalah .............................................................................................2
1.4 Tujuan Penulisan ............................................................................................2
1.5 Metode Penulisan ...........................................................................................2

BAB II MENULIS SURAT


2.1 Pengertian .......................................................................................................3
2.2 Pengelompokan polimer .................................................................................3
2.2.1 Berdasarkan Asalnya .............................................................................4
2.2.2 Berdasrkan Proses pembemtukan..........................................................6
2.2.3 Berdasarkan Sifat Terhadap Panas ...................................................... 10
2.3 Polimer Buatan ............................................................................................. 10
2.3.1 Karet Sintetis ....................................................................................... 10
2.3.2 Serat Sintetis ....................................................................................... 11
2.3.3 Orlan .................................................................................................... 12
2.3.4 Plastik .................................................................................................. 12
2.4 Keunggulan Polimer..................................................................................... 13
2.4.1 Plastik Polietilentereftalat (PET)......................................................... 13
2.4.2 Plastik Polietena (PE).......................................................................... 14
2.4.3 Polivinil Klorida (PVC) ...................................................................... 14
2.4.4 Plastik Nilon ........................................................................................ 14
2.4.5 Karet Sintetik ...................................................................................... 14
2.4.6 Wol ...................................................................................................... 15
2.4.7 Kapas ................................................................................................... 15

ii

2.5 Dampak Bahaya dan Cara Meminimalisir Dampak Bahaya Polimer .......... 15
2.5.1 Dampak Bahaya .................................................................................. 15
2.5.2 Cara meminimalisir Dampak Bahaya Polimer .................................... 18
BAB III KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan .................................................................................................. 20
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 21

iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Polimer merupakan suatu golongan bahan kimia yang banyak digunakan dalam
kehidupan kita sehari-hari maupun dalam industri, polimer meliputi plastik, karet,
serat, dan nilon. Beberapa senyawa penting dalam tubuh makhluk hidup, yaitu
karbohidrat (polisakarida), protein, dan asam nukleat, juga merupakan polimer. Kita
akan melihat bahwa polimer adalah senyawa dengan molekul raksasa
(makromolekul) yang terbentuk dari molekul-molekul sederhana yang kita sebut
dengan monomer.
Proses pembentukan polimer dari monomernya kita sebut polimerisasi.
Maka surat merupakan salah satu bagian penting bagi kita dalam melakukan
interaksi berbahasa, inilah acuan dasar kenapa kita harus mempelajari tentang
menulis surat, agar kita faham bagaimana surat itu sendiri, aturan menulis surat,
jenis-jenis surat dan semacamnya yang berkenaan tentang surat.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah yang dijelaskan di atas, maka rumusan
masalah dalam pembahasan ini, yaitu:
1. Apa pengertian polimer itu ?
2. Bagaimana pengelompokan pilimer itu ?
3.

Apa kegunaan polimer itu ?

1.3 Batasan Masalah


Batasan masalah meliputi
1. Pengertian umum polimer.
2. Beberapa pengelompokan polimer.
3. Penjelasan kegunaan dan manfaat polimer.

1.4 Tujuan Penulisan


Sejalan dengan rumusan masalah di atas, pembahasan ini bertujuan untuk:
1.

Untuk mengetahui pengertian polimer.

2.

Untuk mengetahui beberapa jenis-jenis pengelompokan polimer menurut asal,


proses dan sifat terhadap panas.

3.

Untuk mengetahui apa kegunaan dan manfaat polimer bagi kehidupan seharihari.

1.5 Metode Penulisan


Dalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan metode bibliografi
(kepustakaan) melalui beberapa langkah diantaranya sebagai berikut:
Langkah pertama : Mengumpulkan

bahan-bahan

yang

berkaitan

dengan

bahasan.
Langkah kedua

: Mengklasifikasikan data atau bahan yang kemudian


disaring untuk menjadi bahan referensi.

Langkah ketiga

: Menganalisa sejumlah buku yang berhubungan dengan


bahasan kemudian menuliskannya dalam bentuk makalah

BAB II
POLIMER
2.1 Pengertian Polimer
Polimer adalah molekul raksasa yang disusun dari struktur yang
panjang dan rumit (makro molekul), polimer merupakan unit dari suatu
molekul kecil yang disebut monomer dan mempunyai berat molekul sekitar
500-10.000 kali berat molekul unit ulangnhya. Polimer yang telah kita kenal
dikehidupan sehari-hari adalah amilum dalam beras, jagung, kentang dll.
Selulosa dalam kayu, protein dalam daging, karet alam dari getah pohon
karet dsb. Sedangkan dari bahan sintetis atau buatan ialah plastik dan teflon
yang digunakan untuk peralatan rumah tanggaatau untuk mainan anak-anak,
dan masih banyak lagi.
Polimer

terbentuk

melalui

reaksi

polimerisasi

yaitu

reaksi

penggabungan monomer-monomer kemudian membentuk molekul besar


(makro molekul) yang terjadi melalui polimerisasi adisi dan kondensasi.
Polimer terdapat dari alam dan buatan atau sintetis, dan ada polimer yang
tahan terhadap panas (Termosting), dan ada yang tidak tahan panas
(Termoplas). Kegunaan polimer pada masa sekarang merupakan kebutuhan
yang hampir mendasar diperlukan oleh manusia, dari mulai peralatan
makan, olahraga, alat masak sampai dengan mainan anak-anak.

2.2 Pengelompokan Polimer


Dari berbagai jenis polimer yang banyak kita jumpai, polimer dapat
digolongkan berdasarkan asalnya, pembuatannya, jenis monomer, sifatnya
terhadap panas dan reaksi pembentukannya.

2.2.1 Berdasarkan Asalnya


Berdasarkan asalnya, polimer dapat dibedakan atas polimer alam dan
polimer sintesis.
1 Polimer Alam
Polimer alam adalah polimer yang terdapat di alam dan berasal dari
makhluk hidup. Contoh polimer alam dapat dilihat pada table di bawah ini

No

Polimer

Monomer

Polimerisasi Contoh

1.

Pati/amilum

Glukosa

Kondensasi

Biji-bijian, akar umbi

2.

Selulosa

Glukosa

Kondensasi

Sayur, Kayu, Kapas

3.

Protein

Asam
amino

Kondensasi

Susu, daging, telur,


wol, sutera

4.

Asam
nukleat

Nukleotida

Kondensasi

Molekul DNA
RNA (sel)

5.

Karet alam

Isoprena

Adisi

Getah pohon karet

dan

Sifat-sifat polimer alam kurang menguntungkan. Contohnya, karet


alam kadang-kadang cepat rusak, tidak elastis, dan berombak. Hal tersebut
dapat terjadi karena karet alamtidak tahan terhadap minyak bensin atau
minyak tanah serta lama terbuka di udara. Contoh lain, sutera dan wol
merupakan senyawa protein bahan makanan bakteri, sehingga wol dan
sutera cepat rusak. Umumnya polimer alam mempunyai sifat hidrofilik
(suka air), sukar dilebur dan sukar dicetak, sehingga sangat sukar
mengembangkan fungsi polimer alam untuk tujuan-tujuan yang lebih luas
dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

2. PolimerSintetis
Polimer sintesis atau polimer buatan adalah polimer yang tidak
terdapat di alam dan harus dibuat oleh manusia. Sampai saat ini, para ahli
kimia polimer telah melakukan penelitian struktur molekul alam guna
mengembangkan polimer sintesisnya. Dari hasil penelitian tersebut
dihasilkan polimer sintesis yang dapat dirancang sifat-sifatnya, seperti tinggi
rendahnya titik lebur, kelenturan dan kekerasannya, serta ketahanannya
terhadap zat kimia. Tujuannya, agar diperoleh polimer sintesis yang
penggunaannya sesuai yang diharapkan. Polimer sintesis yang telah
dikembangkan guna kepentingan komersil, misalnya pembentukan serat
untuk benang kain dan produksi ban yang elastisterhadap jalan raya. Ahli
kimia saat ini sudah berhasil mengembangkan beratus-ratus jenis polimer
sintesis untuk tujuan yang lebih luas. Contoh polimer sintesis dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :

No

Polimer

Monomer

Terdapat pada

1.

Polietena

Etena

Kantung,
plastik

2.

Polipropena

Propena

Tali, karung, botol


plastik

3.

PVC

Vinil klorida

Pipa paralon, pelapis


lantai

4.

Polivinil
alcohol

Vinil alcohol

Bak air

5.

Teflon

Tetrafluoroetena

Wajan atau panci anti


lengket

6.

Dakron

Metil tereftalat
etilena glikol

kabel

dan Pipa rekam magnetik,


kain atau tekstil (wol

sintetis)
7.

Nilon

Asam
adipat
dan Tekstil
heksametilena diamin

8.

Polibutadiena

Butadiena

Ban motor

9.

Poliester

Ester dan etilena glikol

Ban mobil

10.

Melamin

Fenol formaldehida

Piring dan
melamin

11.

Epoksi resin

Metoksi benzena
alcohol sekunder

dan Penyalut
epoksi)

cat

gelas

(cat

2.2.2 Berdasarkan Proses Pembentukan


Reaksi pembentukan polimer dinamakan polimerisasi, jadi reaksi
polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekul-molekul kecil (monomer)
membentuk molekul yang besar (polimer). Ada dua jenis polimerisasi, yaitu
polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.
1. Polimer Adisi
Seperti yang telah kita ketahui, bahwa reaksi adisi adalah reaksi
pemecahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal sehingga ada atom yang
bertambah di dalam senyawa yang terbentuk. Jadi, polimerisasi adisi adalah
reaksi pembentukan polimer dari monomer-monomer yang berikatan
rangkap (ikatan tak jenuh). Pada reaksi ini monomer membuka ikatan
rangkapnya lalu berikatan dengan monomer lain sehingga menghasilkan
polimer yang berikatan tunggal (ikatan jenuh). Artinya, monomer
pembentuk polimer adisi adalah senyawa yang ikatan karbon berikatan
rangkap seperti alkena, sterina, dan haloalkena. Polimer adisi ini biasanya
identik dengan plastik, karena hampir semua plastik dibuat dengan

polimerisasi adisi. Misalnya polietena, polipropena, polivinil klorida, teflon


dan poliisoprena.
Berikut beberapa contoh pembentukannya :
a.

Pembentukan polietena (polietilena) dari etena (etilena)


O2

nCH2 = CH2
etena

b.

- (CH2 - CH2)n tegangan tinggi

polietena

Pembentuka teflon dari tetrafluoro etena

nCF2 = CF2
tetrafluoroetena

c.

- (CF2 - CF2)n
politetraetilena (teflon)

Pembentukan polivinil dari isoprena (2-metil-1,3-butadiena)

nCH2 = CH2

- (CH2 - CH)n

Cl
d.

Cl
Pembentukan polisoprena dari isoprena (2-metil-1,3-butadiena)

CH3

CH3

nH2C = C CH = CH2

- (HC = C - CH = CH)n -

Pada pembentukan poliisoprena, mula-mula kedua ikatan rangkap


dari nomor 1 dan C nomor 3 terbuka, kemudian ikatan tunggal dari C nomor
2 dan C nomor 3 membentuk ikatan rangkap. Dari contoh-contoh reaksi di
atas, dapat disimpulkan bahwa pada polimerisasi adisi tidak terbentuk hasil
samping dan monomernya harus mengandung ikatan rangkap. Contoh
polimer adisi dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Monomer

Polimer

Nama polimer

Kegunaan

Polietilena

Tas plastik, botol,


mainan, isolasi listrik

Polipropilena

Karpet plastik, botol

Polistirena

Pernis kayu,
styrofoam, isolasi
plastik, gelas plastik,
mainan, bahan
pengepakkan

Polivinil klorida

Pipa, genteng plastik

Polivinil
dienklorida

Plastik wrap

Politetraetilena
(teflon)

Alat masak, isolasi


listrik (penutup
kabel)

Poliakrilonitril

Wig (rambut palsu),


cat, benang

Polivinilasetat

Tekstil, gumresin, cat

Polimetilmetakrilat

Bahan pembuat
gelas, pembuat bola
bowling

2. Polimer Kondensasi
Kondensasi merupakan reaksi penggabungan gugus-gugus fungsi
antara kedua monomernya. Artinya, polimerisasi kondensasi adalah reaksi
pembentukan polimer dari monomer-monomer yang mempunyai dua gugus
fungsi. Misalnya, senyawa polipeptida atau protein dan polisakarida

merupakan senyawa biomolekul yang dibentuk oleh reaksi polimerisasi


kondensasi. Berikut beberapa contoh pembentukan polimerisasi kondensasi
:
a) Pembentukan nilon
Nilon merupakan suatu polimer yang ditemukan oleh Wallace Hume
Carothers di tahun 1934 sewaktu bekerja di perusahaan Du Pont. Polimer
nilon

dibentuk

dari

monomer

asam

6-aminoheksanoat

(HOOCCH2(CH2)3CH2NH2). Dalam polimerisasi ini, gugus karboksil dari


monomer berikatan dengan gugus amino dari monomer tersebut.
Perhatikan

reaksi

tersebut,

setiap

dua

monomer

asam

6-

aminoheksanoat akan menghasilkan satu polimer dan dua molekul air.


Adapun nilon-66 dibentuk dengan heteropolimer (monomernya
beragam), yaitu antara heksametilena diamina, (1,6-heksana diamin) dengan
asam adipat (asam 1,6-heksanadioat).
Pada heteropolimer (kopolimer) setiap 2 monomer yang berlainan
bersatu akan dihasilkan 2 molekul air.

b) Pembentukan polyester (polietilena tereftalat) atau dakron


Sama halnya pada nilon-66, polyester dakron dibentuk oleh 2
polimer berlainan, yaitu dari etilena glikol (polialkohol) dengan dimetil
tereftalat (senyawa ester).
Dari contoh-contoh reaksi di atas dapat disimpulkan bahwa
polimerisasi kondensasi akan menghasilkan molekul kecil air dan
monomernya mempunyai gugus fungsi pada kedua ujung rantainya. Apabila
dirumuskan, secara umum reaksinya adalah sebagai berikut :
n monomer 1 polimer + (n - 1) H2O

10

2.2.3 Berdasarkan Sifat Terhadap Panas


Berdasarkan sifatnya terhadap panas, polimer dapat dibedakan
ataspolimer termoplas (tidak tahan panas, seperti plastik) dan polimer
termosting(tahan panas, seperti melamin).
1. Polimer Termoplas
Polimer termoplas adalah polimer yang tidak tahan panas. Polimer
tersebut apabila dipanaskan akan meleleh (melunak), dan dapat dilebur
untuk dicetak kembali (didaur ulang). Contohnya polietilene, polipropilena,
dan PVC.
2. Polimer Termosting
Polimer termosting adalah polimer yang tahan panas. Polimer
tersebut apabila dipanaskan tidak akan meleleh (sukar melunak), dan sukar
didaur ulang. Contohnya melamin dan bakelit.

2.3 Polimer Buatan


Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti banyak menggunakan
polimer buatan. Berikut ini beberapa contoh polimer buatan di sekitar kita :
2.3.1 Karet Sintetis
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan ban mobil dan
motor, ahli-ahli kimia organic telah mengembangkan pembuatan karet
sintetis untuk mempercepat perolehan kebutuhan tersebut.
Karet-karet sintetis tersebut dibuat dengan menggunakan bahan
dasar monomer, seperti butadiene dan stirena denganm cara kopolimerisasi.
Polibutadiena-stirena

disebut

juga

dengan Buna atau

nama

dagangnya SBR (stirena-butadiena rubber). Ada dua jenis Buna, yaitu BunaN dan Buna-S. tidak seperti polimer lain yang monomernya 1:1, pada BunaN perbandingan antara 1,3-butadiena dan stirena adalah 3:1, sedangkan

11

Buna-S perbandingan antara 1,3-butadiena dan stirena adalah 7:3. polimer


tersebutb merupakan karet sintetis yang kuat hamper menyamai karet alam
karena resisten oksidasi dan abrasi dibandingkan karet alam. SBR
mengandung ikatan rangkap dan dapat dicross-linked kan dengan sulfur
dengan proses vulkanisasi. Saat ini Buna banyak digunakan sebagai ban
mobil.
Jika karet yang divulkanisasi ini diregangkan, jembatan belerang
menahan rantai-rantai polimer sehingga tidak mudah putus, kemudian karet
tersebut akan kembali pada bentuk semula setelah meregang. Karet sintetis
lain

adalah

neoprene

yang

berasal

dari

monomer

kloropropena,

polibutadiena, dan Thiokol.


2.3.2 Serat Sintetis
Kapas merupakan serat alam yang merupakan polimer dari
karbohidrat (selulosa), dan polimer dari protein (wol dan sutera). Seperti
halnya karet, serat memiliki polimer sintetis, yaitu nilon dan poliester
(dakron).
Dakron atau tetoron merupakan polyester. Polimer ini yang sangat
kuat, sangat lentur dan transparan. Polimer ini juga digunakan untuk
membuat sintetis dan membuat lembaran film tipis yang dalam perdagangan
disebut mylar. Mylar banyak digunakan untuk pita rekam magnetic dan
untuk membuat gelembung balon yang dimanfaatkan dalam penelitian
cuaca di atmosfer.
Nilon-66 merupakan serat polimer yang titik leburnya tinggi.
Disebut nilon-66 karena polimernya tersususn dari enam atom C dari 1,6heksametilena diamina dan enam atom C dari molekul asam 1,6
heksanadioat. Nilon-66 digunakan untuk serat kain.

12

2.3.3 Orlon
Orlon merupakan polimer adisi dari monomer akrilonitril. Polimer
ini merupakan serat sintetis, seperti wol digunakan dalam tekstil sebagai
campuran wol, karpet, dan kaus kaki.
2.3.4 Plastik
Plastik merupakan polimer sintetis yang paling populer karena
banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Polietena (Polietilena)
Polietilena merupakan polimer plastik yang sifatnya ulet (liat),
massa jenis rendah, lentur, sukar rusak apabila lama dalam keadaan terbuka
di udara maupun apabila terkena tanah Lumpur, tetapi tidak tahan panas.
Polietena adalah plastik yang banyak diproduksi, dicetak lembaran untuk
kantong plastik, pembungkus halaman, ember, dsb.
2 Polipropena (Polipropilena)
Polipropena mempunyai sifat yang sama dengan polietena. Oleh
karena plastik ini juga banyak diproduksi, hanya kekuatannya lebih besar
dari polietena dan lebih tahan panas serta tahan terhadap reaksi asam dan
basa. Plastik ini juga digunakan untuk membuat botol plastik, karung, bak
air, tali, dan kanel listrik (insulator).
3 PVC (Polivinil Klorida)
PVC mempunyai sifat keras dan kaku digunakan untuk membuat
pipa plastik, pipa paralon, pipa kabel listrik, kulit sintetis, dan ubin plastik.
4 Teflon (Tetrafluoroetena)
Teflon merupakan lapisan tipis yang sangat tahan panas dan tahan
terhadap bahan kimia. Teflon digunakan untuk pelapis wajan (panic anti
lengket), pelapis tangki di pabrik kimia, pipa anti patah, dan kabel listrik.

13

5 Bakelit (Fenol Formaldehida)


Bakelit adalah suatu jenis polimer yang dibuat dari dua jenis
monomer, yaitu fenol dan formaldehida. Polimer ini sangat keras, titik
leburnya sangat tinggi dantahan api. Bakelit digunakan untuk instalasi listrik
dan alat-alat yang tahan suhu tinggi, misalnya asbak dan fiting lampu listrik.
6 Flexiglass (Polimetil Metakrilat)
Polimetil Metakrilat disingkat PMMA mempunyai nama dagang
flexiglass. Polimetil metakrilat merupakan polimerisasi adisi dari monomer
metil metakrilat (H2C = CH-COOH3). PMMA merupakan plastik yang kuat
dan transparan. Polimer ini digunakan untuk jendela pesawat terbang dan
lampu belakang mobil.

2.4 Kegunaan Polimer


Kegunaan polimer dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai
berikut :
2.4.1 Plastik Polietilentereftalat (PET)
Plastik PET merupakan serat sintetik poliester (dakron) yang
transparan dengan daya tahan kuat, tahan terhadap asam, kedap udara,
fleksibel, dan tidak rapuh. Dalam hal penggunaannya, plastik PET
menempati urutan pertama. Penggunannya sekitar 72 % sebagai kemasan
minuman dengan kualitas yang baik. Plastik PET merupakan poliester yang
dapat dicampur dengan polimer alam seperti : sutera, wol dan katun untuk
menghasilkan bahan pakaian yang bersifat tahan lama dan mudah
perawatannya.

14

2.4.2 Plastik Polietena/Polietilena (PE)


Terdapat dua jenis plastik PE, yaitu Low Density Polyethylene
(LDPE) dan High Density Polyethylene (HDPE). Plastik LDPE banyak
digunakan sebagai kantung plastik serta pembungkus makanan dan barang.
Plastik HDPE banyak digunakan sebagai bahan dasar membuat
mainan anak-anak, pipa yang kuat, tangki korek api gas, badan radio dan
televisi, serta piringan hitam.
2.4.3 Polivinil Klorida (PVC)
Plastik PVC bersifat termoplastik dengan daya tahan kuat. Plastik ini
juga bersifat tahan serta kedap terhadap minyak dan bahan organik. Ada dua
tipe plastik PVC yaitu bentuk kaku dan bentuk fleksibel.
Plastik bentuk kaku digunakan untuk membuat konstruksi bangunan,
mainan anak-anak, pipa PVC (paralon), meja, lemari, piringan hitam, dan
beberapa komponen mobil. Adapun plastik bentuk fleksibel, jenis ini
digunakan untuk membuat selang plastik dan isolasi listrik.
Dalam hal penggunaannya, plastic PVC menempati urutan ketiga
dan sekitar 68 % digunakan untuk konstruksi bangunan (pipa saluran air).
2.4.4 Plastik Nilon
Plastik nilon merupakan polimer poliamida (proses pembentukannya
seperti pembentukan protein). Plastik Nilon ditemukan pada tahun 1934
oleh Wallace Carothers dari Du Pont Company. Ketika itu, Carothers
mereaksikan asam adipat dan heksametilendiamin. Plastik yang bersifat
sangat Kuat (tidak cepat rusak) dan halus ini banyak digunakan untuk
pakaian, peralatan kemah dan panjat tebing, peralatan rumah tangga serta
peralatan laboratorium.
2.4.5 Karet Sintetik
Karet Sintetik yang terkenal adalah Styrene Butadiene Rubber
(SBR), suatu polimer yang terbentuk dari reaksi polemerisasi antara stirena
dan 1,3-butadiena. Karet sintetik ini banyak digunakan untuk membuat ban

15

kendaraan karena memiliki kekuatan yang baik dan tidak mengembang


apabila terkena minyak atau bensin.
2.4.6 Wol
Wol adalah serat alami dari protein hewani (keratin) yang tidak larut.
Struktur protein wol yang lentur menghasilkan kain dengan mutu yang baik,
namun kadang-kadang menimbulkan masalah karena dapat mengerut dalam
pencucian. Oleh karena itu, wol dicampur dengan PET untuk menghasilkan
kain yang bermutu baik dan tidak mengerut pada saat pencucian.

2.4.7 Kapas
Kapas merupakan serat alami dari bahan nabati (selulosa) yang
paling banyak digunakan (hamper 50 % pemakaian serat alami berasal dari
kapas). Kain katun dibuat dari serat kapas dengan perlakuan kimia sehingga
menghasilkan kain yang kuat, enak dipakai, dan mudah perawatannya.

2.5 Dampak Bahaya dan Cara meminimalisir dampak bahaya polimer.


2.5.1 Dampak Bahaya
1.PETE/PET.
PETE atau PET (polyethylene terephthalate). Botol jenis PETE/PET
ini disarankan hanya untuk sekali pakai. Bila terlalu sering dipakai, dan
digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan
lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat
karsinogenik yang bisa menyebabkan kanker dalam jangka panjang.
Bahan PETE ini berbahaya bagi pekerja yang berhubungan dengan
pengolahan maupun botol daur ulang botol PETE. Pembuatan PETE
menggunakan senyawa antimoni trioksida. Senyawa ini bisa masuk ke
dalam tubuh melalui sistem pernapasan dengan menghirup udara. Seringnya
menghirup senyawa ini bisa mengakibatkan iritasi kulit dan saluran

16

pernapasan. Bagi wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi


dan keguguran. Bila melahirkan, anak kemungkinan besar akan mengalami
pertumbuhan

yang

lambat

hingga

usia

12

bulan.

2.HDPE.
HDPE (high density polyethylene). Botol plastik jenis HDPE
memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan pada
suhu tinggi. Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk
digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan
plastik berbahan HDPE dengan makanan&minuman yang dikemasnya.
Sama seperti PETE, HDPE juga disarankan hanya untuk sekali pemakaian
karena pelepasan senyawa antimoni trioksidanya meningkat seiring waktu.

3.V
Kode V,atau lebih dikenal PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis
plastik yang paling sulit didaur ulang. Bahan ini ditemukan pada plastik
pembungkus (cling wrap) dan botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dan
makanan yang dikemas dengan plastik ini berbahaya untuk ginjal, hati dan
berat badan. PVC mengandung DEHA (diethylhydroxylamine) yang
berbahaya bagi tubuh, biasanya bahan ini bereaksi dengan makanan yang
dikemas dengan plastik berbahan PVC ini. DEHA ini bisa lumer pada suhu 15C.

4.LDPE
LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat
(thermoplastic, dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat
makanan, plastik kemasan, dan botol yang lembek. Sifat mekanis jenis
bahan LDPE ini adalah kuat, tembus pandang, fleksibel dan permukaan
agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia,
daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, bisa didaur ulang serta baik

17

untuk barang-barang yang memerlukan fleksibelitas tapi kuat. Bahan LDPE


ini sulit dihancurkan, tetapi baik untuk tempat makanan karena sulit
bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5.PP
Bahan jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik
terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat
menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.
Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk
menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman. Polipropilen lebih
kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik
terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.

6.PS
Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan
bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.
Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap
kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena
selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada
wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan
sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Bahan ini biasa
dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai,
danlain-lain.
7. O
Bahan untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu:
1. SAN,styrene acrylonitrile.
2. ABS,acrylonitrile butadiene styrene.
3. PC,polycarbonate.
4. Nylon.

18

Dapat dtemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum
olahraga, suku cadang mobil, alat rumah tangga, komputer, alat elektronik
dan plastik kemasan.

2.5.2 Cara meminimalisir dampak bahaya polimer


Hati-hatilah dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6 dan 7
(PC), sebab seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya
sekali pakai saja. Cukup aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4,
5 dan 7 (SAN atau ABS).

Tips bagi orang tua yang masih memerlukan botol susu untuk anaknya.

1. Pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik jenis 4 atau
5.
2. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik jenis 4 atau
5.
3. Untuk dot gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan
mengeluarkan zat karsinogenik,berbeda dengan dot berbahan latex.
4. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi yang mana tempat
hisapnya dari berbahan jenis 7 PC (polycarbonate).
5. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah,
janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.

19

Contoh gambar :

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan ruang lingkup permasalahan dan pembahasan pada bab
sebelumya, maka kesimpulan yang dapat diperoleh :
1.

Polimer adalah molekul raksasa yang disusun dari struktur yang panjang

dan rumit (makro molekul), polimer merupakan unit dari suatu molekul kecil yang
disebut monomer dan mempunyai berat molekul sekitar 500-10.000 kali berat
molekul unit ulangnhya.
2.

Polimer dapat digolongkan berdasarkan asalnya yaitu polimer alam dan

sintetis, sedangkan berdasarkan proses pembentukan yaitu polimerisasi adisi dan


kondensasi.
3.

berdasarkan sifatnya terhadap panas adalah polimer termoplas yakni

polimer yang tidak tahan panas dan polimer termosting polimer yang tahan panas.

20

DAFTAR PUSTAKA

http://www.chem-is-try.org/-polimer
Michael purba 2006