Anda di halaman 1dari 15

1.

Kecemasan
a. Definisi
Kecemasan atau dalam Bahasa Inggrisnya anxiety berasal dari Bahasa Latin
angustus yang berarti kaku, dan ango, anci yang berarti mencekik (Trismiati, 2004).
Kecemasan menurut Maramis (2005) adalah ketegangan, rasa tidak aman, dan
kekhawatiran yang timbul karena dirasakan akan terjadi sesuatu yang tidak
menyenangkan, tetapi sumbernya sebagian besar tidak diketahui. Menurut Zulkarnaen
(2008) cemas adalah perasaan takut terus-menerus terhadap bahaya yang seolah-olah
terus mengancam yang sebenarnya tidak nyata tetapi hanya dalam perasaan penderita
saja. Kecemasan biasanya timbul jika suatu perasaan tidak enak ditekan dan penderita
menjadi takut, dapat juga berasal dari perasaan tidak puas, tidak aman, dan juga
timbul dari pertentangan antara penderita dengan lingkungan sekitarnya (Zulkarnaen,
2008).
Suatu perasaan cemas atau kecemasan dapat dikatakan normal jika hampir
seluruh atau sebagian besar orang lain juga mengalami kecemasan dan individu itu
sendiri tidak merasa terganggu secara emosional akan perasaan cemasnya.
(Tupattinaja, 2003).
Walaupun merupakan hal yang normal dialami namun kecemasan tidak boleh
dibiarkan karena lama-kelamaan dapat menjadi neurosa cemas melalui mekanisme
yang diawali dengan kecemasan akut, yang berkembang menjadi kecemasan
menahun akibat represi dan konflik yang tak disadari. Adanya stres pencetus dapat
menyebabkan penurunan daya tahan dan mekanisme untuk mengatasinya sehingga
mengakibatkan neurosa cemas (Maramis, 2005)

b. Epidemiologi dan Prevalensi


Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja sekarang ternyata
memiliki rasa cemas yang jauh lebih besar bila dibanding generasi bapak atau kakek
neneknya di tahun 50-an. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of
Personality and Social Psychology edisi bulan Desember 2000 ini juga menyebutkan
bahwa anak-anak tahun 80-an yang sehat mengalami kecemasan yang lebih tinggi
bila dibandingkan 30 tahun sebelumnya. Analisis tersebut didasarkan pada penelitian
yang melibatkan lebih dari 60.000 anak dan siswa perguruan tinggi selama empat
dasawarsa (Mery, 2000)
Menurut Hawari (2008) diperkirakan bahwa jumlah yang menderita kecemasan
akut maupun kronik 5% dari populasi, dengan perbandingan antara wanita dan pria
2 : 1. Kemudian 2%-4% di antara penduduk, di suatu saat dalam kehidupannya
pernah mengalami gangguan cemas

c. Etiologi
Ada beberapa teori mengenai penyebab kecemasan :
1) Teori Psikologi
a) Teori Psikoanalitik
Freud menyatakan bahwa kecemasan merupakan suatu sinyal kepada
ego yang memberitahukan adanya suatu dorongan yang tidak dapat diterima
dan menyadarkan ego untuk mengambil tindakan defensif terhadap tekanan
dari dalam tersebut

b) Teori Perilaku
Teori ini menyatakan bahwa kecemasan disebabkan oleh stimuli
lingkungan spesifik. Penderita gangguan cemas cenderung menilai lebih
terhadap derajat bahaya dalam situasi tertentu dalam menilai rendah
kemampuan dirinya untuk mengatasi ancaman

c) Teori Eksistansial
Teori ini menyebutkan bahwa kecemasan tidak terdapat stimulus yang
dapat diidentifikasikan secara spesifik untuk suatu perasaan kecemasan yang
kronis
2) Teori Biologi
a) Sistem Saraf Otonom
Stresor dapat menyebabkan pelepasan epinefrin dari adrenal melalui
mekanisme sebagai berikut :
Ancaman dipersepsi oleh panca indra, diteruskan ke korteks serebri sistem
limbic Reticular Activating System (RAS) hipotalamus hipofisis
kelenjar adrenal melepaskan katekolamin stimulasi saraf otonom
(Mudjadid, 2006).
b) Neurotransmitter
(1) Norepinefrin
Pasien yang menderita gangguan kecemasan memiliki sistem
noradrenergik

yang

teregulasi

secara

buruk.

Badan

sel

sistem

noradrenergik yang terutama berlokasi di lokus seruleus di pons rostral


dan aksonnya keluar ke korteks serebri, sistem limbik, batang otak, dan
medula spinalis. Pasien yang memiliki gangguan kecemasan memiliki
kadar 3-methoxy-4-hydroxyphenylglycol (MHPG) yang tinggi dalam
cairan serebrospinalis dan urin.
(2) Serotonin
Badan sel pada sebagian besar neuron serotonergik berlokasi di
nukleus raphe di batang otak rostral dan berjalan ke korteks serebral,
sistem limbik, dan hipothalamus. Beberapa laporan menyebutkan bahwa
obat-obatan yang menyebabkan pelepasan serotonin, menyebabkan
peningkatan kecemasan pada pasien dengan gangguan kecemasan.
(3) Gamma-Aminobutyric Acid (GABA)
Beberapa pasien yang memiliki gangguan kecemasan diduga
memiliki fungsi reseptor GABA yang abnormal. Peranan GABA dalam
gangguan

kecemasan

dibuktikan

oleh

manfaat

benzodiazepine.

Benzodiazepine yang bekerja meningkatkan aktivitas GABA pada


reseptor GABA terbukti dapat mengatasi gejala gangguan kecemasan
umum (Kaplan dan Saddock, 2005).

d. Gejala
Keluhan dan gejala umum yang berkaitan dengan kecemasan dapat dibagi
menjadi gejala somatik dan psikologis.
1) Gejala somatik

a) Keringat berlebih
b) Ketegangan pada otot skelet: sakit kepala, kontraksi pada bagian belakang
leher atau dada, suara bergetar, nyeri punggung
c) Sindrom hiperventilasi : sesak nafas, pusing, parestesi
d) Gangguan fungsi gastrointestinal : nyeri abdomen, tidak nafsu makan, mual,
diare, konstipasi
e) Iritabilitas kardiovaskuler : hipertensi, takikardi
f) Disfungsi genitourinaria : sering buang air kecil, sakit saat berkemih, impoten,
sakit pelvis pada wanita, kehilangan nafsu seksual. Penderita dengan
gangguan kecemasan umum dapat pula menunjukkan disfungsi seksual atau
berkurangnya rangsangan seksual (Kendurkar dan Kaur, 2008)
2) Gejala psikologis
a) Gangguan mood : sensitif sekali, cepat marah, mudah sedih
b) Kesulitan tidur : insomnia, mimpi buruk, mimpi yang berulang-ulang
c) Kelelahan, mudah capek
d) Kehilangan motivasi dan minat
e) Perasaan-perasaan yang tidak nyata
f) Sangat sensitif terhadap suara : merasa tak tahan terhadap suara-suara yang
sebelumnya biasa saja
g) Berpikiran kosong, tidak mampu berkonsentrasi, mudah lupa
h) Kikuk, canggung, koordinasi buruk
i) Tidak bisa membuat keputusan : tidak bisa menentukan pilihan bahkan untuk
hal-hal kecil

j) Gelisah, resah, tidak bisa diam


k) Kehilangan kepercayaan diri
l) Kecenderungan untuk melakukan segala sesuatu berulang-ulang
m) Keraguan dan ketakutan yang mengganggu
n) Terus-menerus memeriksa segala sesuatu yang telah dilakukan (Conley,
2006)

e. Cara Pemeriksaan Kecemasan


Cara pemeriksaan kecemasan terutama untuk mengukur tingkat kecemasan
seseorang dapat menggunakan Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) merupakan
kuesioner yang terdiri dari 50 butir pertanyaan yang kesemuanya menunjukan skor
kecemasan yang muncul.
Kuesioner TMAS dengan 50 butir pertanyaan dengan pilihan jawaban iya
atau tidak. Responden menjawab sesuai dengan keadaan dirinya dengan memberi
tanda (X) pada kolom jawaban ya atau tidak. Pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam
instrumen T-MAS kemudian dibuat kisi-kisi dengan tujuan untuk memudahkan
penghitungan dimana apabila responden menjawab item favourable dengan jawaban
ya mendapat nilai 1 tetapi bila menjawab tidak mendapat nilai 0. Sebaliknya bila
pada item unfavourable menjawab ya mendapat nilai 0 tetapi bila menjawab
tidak mendapat nilai 1. Kemudian seluruh skor dijumlahkan dan dicari rata-ratanya.
Responden dinyatakan cemas jika nilai total rata-rata dan tidak cemas jika nilai
total < rata-rata.

TMAS merupakan kuesioner yang memilki derajat validitas yang tinggi, namun
juga dipengaruhi oleh kejujuran dan ketelitian responden dalam mengisinya (Azwar,
2007). Untuk menghindari penghitungan hasil yang invalid karena ketidakjujuran
responden dalam pengisian kuesioner, maka peneliti menggunakan tes Lie Minnesota
Multhiphasic Personality Inventory (L-MMPI) yang merupakan tes kepribadian yang
terbanyak penggunaannya di dunia sejak tahun 1942. Tes ini dikembangkan oleh
Hathaway dan Mc Kinley dari Universitas Minnesota, Minneapolis, USA sejak tahun
1930-an (Butcher, 2005)
Tes L-MMPI terdiri dari 15 soal dengan jawaban ya atau tidak atau tidak menjawab
dengan nilai batas skala adalah 10, artinya bila jumlah jawaban tidak atau tidak menjawab
melebihi 10 maka jawaban tersebut dikatakan invalid karena kesalahan atau ketidakjujuran
subjek penelitian.

Arief, Mochammad. 2004. Pengantar Metodologi Penelitian Untuk Ilmu Kesehatan. Klaten:The
Community Of Self Help Group Forum,pp:58-60.
Azwar. 2007. Konsep Pengukuran Validitas. Jakarta : Gunadharma Press, p:60.
Butcher, James N.2005.A Beginners Guide To The MMPI-2.2nd ed. Washington D.C:American
Psychological Association, pp:3-5.
Conley, Terry. 2006. Breaking free from the anxiety trap. http://www.wshg.org.uk.
Gunarsa, S.D., Yulia. 2008. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Cetakan ke-13. Jakarta :
BPK Gunung Mulia, p : 170
Hariwijaya M., Triton P.B. 2007. Pedoman Penulisan Ilmiah Proposal dan Skripsi. Yogyakarta:
Tugu Publisher, pp : 65-72.
Hawari, D. 2008. Manajemen Stress, Cemas, dam Depresi. Edisi kedua. Cetakan I. Jakarta :FKUI, pp
: 130-2

Hurlock, Elizabeth B, [terj]; Sijabat, Ridwan Max. 2002. Psikologi Perkembangan. Surabaya:
Erlangga, p: 33-35
Kaplan H.I., Sadock B.J., Grebb, J.A. 2005. Sinopsis Psikiatri. 8th ed. Jakarta: Bina Rupa Aksara,
pp : 1-8.
Kendurkar, K., Kaur, B. 2008. Major depressive disorder, obsessive compulsive disorder, and
generalized anxiety disorder : do the sexual dysfunctions differ? Prim Care Companion J
Clin
Psychiatry.
10(4):
299-305.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2528235/pdf/i1523-5998-10-4-299.pdf (2
Februari 2012)
Maramis, Willy F. 2005. Catatan Ilmu Kesehatan Jiwa. Surabaya: Airlangga University Press,
pp: 252-258, 745.
Maramis, W.F. 2009. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa Edisi 2. Surabaya : Airlangga University
Press, p : 77-78
Mery, H. 2000. Kecemasan Melanda Anak Jaman Sekarang Psikologi Anak dan Remaja.
www.apa.org/journals/psp.html

Mudjaddid, E. 2006. Pemahaman dan Penanganan Psikosomatik Gangguan Ansietas dan


Depresi di Bidang Ilmu Penyakit Dalam. In : Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Jakarta : Pusat
Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
p : 913.
Murti B. 2006. Desain dan Ukuran Sampel Untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang
Kesehatan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Santrock, John W, [terj]; Adelar, Shinto B. 2003. Perkembangan Remaja. Jakarta. Erlangga

Sarwono, Sarlito W. 2004. Psikologi Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada


Sastroasmoro, Sudigdo & Sofyan Ismael. 2002. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis.
Jakarta : CV. Sagung Seto
Sunarto & Agung, Hartono. 2002. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : PT. Rineka Cipta, pp :
122
Sujanto A., Lubis H. 2009. Psikologi Kepribadian. Jakarta : Bumi Aksara, p: 52-54
Tim Disbintalad. 2002. Al Quran dan Terjemahan Indonesia. Cetakan XVII. Jakarta : P.T. Sari
Agung, p : 92
Trismiati. 2004. Perbedaan tingkat kecemasan antara pria dan wanita akseptor kontrasepsi
mantap di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta.
http://www.psikologi.binadarma.ac.id/jurnal/jurnal_trismiati.pdf. (25 Januari 2012)
Tupattinaja, Maria R. 2003. Cemas Normal dan Tidak Normal.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1925/1/D0300172.pdf (30 Januari 2012)
Zulkarnaen. 2008. Buku Ajar Simptomatologi Psikiatri. Lampung: Departement of Psikiatri
Medical Faculty, p:12-6

KUESIONER T-MAS
Petunjuk: Berilah tanda (X) pada kolom jawaban (YA) bila anda setuju dengan
pernyataan ini atau bila anda merasa pernyataan ini berlaku atau mengenai anda. Sebaliknya
berilah tanda (X) pada kolom jawaban (TIDAK) bila anda tidak setuju dengan pernyataan ini
atau bila anda merasa pernyataan ini tidak berlaku atau tidak mengenai anda.
No.

PERNYATAAN

1.

Saya tidak cepat lelah

2.

Saya seringkali mengalami perasaan mual

3.

Saya yakin, saya tidak lebih penggugup dari


kebanyakan orang lain

4.

Saya jarang sakit kepala

5.

Saya sering merasa tegang waktu sedang bekerja

6.

Saya mengalami kesukaran mengadakan konsentrasi


mengenai suatu masalah

7.

Saya khawatir kalau memikirkan masalah

8.

Saya sangat merasa gemetar bila saya mencoba


untuk berbuat sesuatu

9.

Kalau terjadi sesuatu pada diri saya, saya tidak


mudah tersipu

10.

Saya mengalami diare (mencret) satu kali atau lebih


dalam sebulan

11.

Saya merasa khawatir bila akan terjadi kegagalan


atau kesialan menimpa saya

12.

Saya tidak pernah tersipu-sipu bila terjadi sesuatu


pada diri saya

13.

Saya sering merasa takut kalau-kalau muka saya


menjadi merah malu

14.

Saya seringkali mengalami mimpi yang menakutkan


pada waktu tidur di malam hari

15.

Tangan dan kaki saya biasanya cukup hangat

16.

Saya mudah berkeringat meskipun hari tidak panas

YA

TIDAK

17.

Ketika saya merasa malu, kadang-kadang keringat


saya bercucuran, hal ini sangat menjengkelkan saya

18.

Saya hampir tidak pernah berdebar-debar dan saya


jarang bernapas tersengal-sengal

19.

Saya sering merasa lapar terus-menerus

20.

Saya jarang terganggu untuk rasa sembelit (sakit


perut) karena sukar buang air besar

21.

Saya sering terganggu oleh sakit perut

22.

Ketika saya mengkhawatirkan sesuatu, seringkali


saya tidak dapat tidur

23.

Tidur saya sering terganggu dan tidak nyenyak

24

Seringkali saya bermimpi tentang sesuatu yang


sebaiknya tidak diceritakan kepda orang lain

25.

Saya mudah merasa segar

26.

Saya merasa lebih sensitif dari kebanyakan orang


lain

27.

Saya seringkali mengkhawatirkan diri saya terhadap


suatu hal

28.

Saya menginginkan kebahagiaan seperti orang lain


yang saya lihat

29.

Biasanya saya selalu tenang dan tidak mudah kecewa


atau putus asa

30.

Saya mudah menangis

31.

Saya seringkali mencemaskan terhadap sesuatu hal


atau seseorang

32.

Saya merasa gemetar tiap waktu

33.

Menunggu membuat saya gelisah

34.

Pada waktu-waktu tertentu, saya merasa tidak


tenang, sehingga tidak dapat duduk terlalu lama atau
diskusi terlalu lama

35.

Kadang-kadang saya merasa gembira sekali sehingga


saya sulit untuk tidur

36.

Kadang-kadang saya merasa bahwa saya mengalami


kesukaran yang bertumpuk-tumpuk

37.

Saya mengetahui bahwa saya kadang-kadang merasa


khawatir tanpa suatu alasan

38.

Bila dibandingkan dengan teman-teman saya yang


lain, maka saya tidak sepenakut mereka

39.

Saya seringkali merasa khawatir terhadap sesuatu hal


yang saya tahu bahwa hal itu tidak akan menyulitkan
saya

40.

Pada suatu saat yang seringkali merasa sebagai orang


yang tidak berguna

41.

Saya mengalami kesukaran untuk merumuskan


perhatian terhadap sesuatu pekerjaan

42.

Saya biasanya pemalu

43.

Biasanya saya yakin pada diri sendiri

44.

Saya seringkali dalam keadaan tenang

45.

Hidup ini merupakan beban bagi saya setiap waktu

46.

Kadang-kadang saya berpikir bahwa saya tidak


punya apa-apa

47.

Saya benar-benar merasa kurang percaya diri

48.

Kadang-kadang saya merasa bahwa diri saya akan


hancur

49.

Saya merasa takut akan kesukaran-kesukaran yang


harus saya hadapi dalam krisis

50.

Saya sepenuhnya percaya diri saya sendiri

Lampiran 5
KUNCI JAWABAN T-MAS

No.
1.
Saya tidak cepat lelah

(tidak)

2.

Saya seringkali mengalami perasaan mual

( ya )

3.

Saya yakin, saya tidak lebih penggugup dari kebanyakan orang lain. ( tidak)

4.

Saya jarang sakit kepala.

5.

Saya sering merasa tegang waktu sedang bekerja.

6.

Saya mengalami kesukaran mengadakan konsentrasi mengenai suatu masalah. ( ya )

7.

Saya khawatir kalau memikirkan masalah. ( ya )

8.

Saya sangat merasa gemetar bila saya mencoba untuk berbuat sesuatu. ( ya )

9.

Kalau terjadi sesuatu pada diri saya, saya tidak mudah tersipu.( tidak )

10.

Saya mengalami diare (mencret) satu kali atau lebih dalam sebulan.

11.

Saya merasa khawatir bila akan terjadi kegagalan atau kesialan menimpa saya. ( ya )

12.

Saya tidak pernah tersipu- sipu bila terjadi sesuatu pada diri saya. ( tidak )

13.

Saya sering merasa takut kalau- kalau muka saya menjadi merah malu. ( ya )

14.

Saya seringkali mengalami mimpi yang menakutkan pada waktu tidur di malam hari.

(tidak)
( ya)

( ya )

( ya )
15.

Tangan dan kaki saya biasanya cukup hangat. ( tidak )

16.

Saya mudah berkeringat meskipun hari tidak panas. ( ya )

17.

Ketika saya merasa malu, kadang- kadang keringat saya bercucuran, hal ini sangat
menjengkelkan saya. ( ya )

18.

Saya hampir tidak pernah berdebar- debar dan saya jarang bernafas tersengal- sengal. (
tidak )

19.

Saya sering merasa lapar terus menerus. ( ya )

20.

Saya jarang terganggu untuk rasa sembelit(sakit perut) karena sukar buang air besar.
(tidak)

21.

Saya sering terganggu oleh sakit perut. ( ya )

22.

Ketika saya mengkhawatirkan sesuatu, sering kali saya tidak dapat tidur.

23.

Tidur saya sering terganggu dan tidak nyenyak.

24.

Seringkali saya bermimpi tentang sesuatu yang sebaiknya tidak diceriterakan kepada orang
lain.

25.

( ya )

Saya mudah merasa segar. ( tidak )

( ya )

( ya )

26.

Saya merasa lebih sensitif dari kebanyakan orang lain. ( ya )

27.

Saya seringkali mengkhawatirkan diri saya terhadap suatu hal.

28.

Saya menginginkan kebahagiaan seperti orang lain yang saya lihat. (ya)

29.

Biasanya saya selalu tenang dan tidak mudah kecewa atau putus asa. (tidak)

30.

Saya mudah menangis. ( ya )

31.

Saya seringkali mencemaskan terhadap sesuatu hal atau seseorang. ( ya)

32.

Saya merasa gemetar tiap waktu. ( ya )

33.

Menunggu membuat saya gelisah.

34.

Pada waktu- waktu tertentu, saya merasa tidak tenang, sehingga tidak dapat duduk terlalu

( ya )

( ya)

lama atau diskusi terlalu lama. ( ya)


35.

Kadang- kadang saya merasa gembira sekali sehingga saya sulit untuk tidur. ( tidak)

36.

Kadang- kadang saya merasa bahwa saya mengalami kesukaran yang bertumpuk- tumpuk.
( ya )

37.

Saya mengetahui bahwa saya kadang- kadang merasa khawatir tanpa suatu alasan. (ya)

38.

Bila dibandingkan dengan teman- teman saya yang lain, maka saya tidak sepenakut
mereka. ( tidak )

39.

Saya seringkali merasa khawatir terhadap suatu hal yang saya tahu bahwa hal itu tidak
akan menyulitkan saya.

( ya )

40.

Pada suatu saat saya seringkali merasa sebagai orang yang tidak berguna.

41.

Saya mengalami kesukaran untuk merumuskan perhatian terhadap sesuatu pekerjaan. (ya)

42.

Saya biasanya pemalu. ( ya )

43.

Biasanya saya yakin pada diri sendiri. ( tidak )

44.

Saya seringkali dalam keadaan tenang. ( tidak )

45.

Hidup ini merupakan beban bagi saya setiap waktu.

46.

Kadang- kadang saya berfikir bahwa saya tidak punya arti apa- apa.

47.

Saya benar- benar merasa kurang percaya diri.

48.

Kadang- kadang saya merasa bahwa diri saya akan hancur.

49.

Saya merasa takut akan kesukaran- kesukaran yang harus saya hadapi dalam krisis. ( ya )

50.

Saya sepenuhnya percaya diri saya sendiri.


Favorable
: 35
Unfavorable : 15

( ya )

( ya )
( ya )

( ya )

( Tidak )

( ya )