Anda di halaman 1dari 7

Psikrometrik

Psikrometrik adalah bidang yang mempelajari tentang bagaimana


menentukan sifat-sifat fisis dan termodinamika suatu gas yang didalamnya
terdapat campuran antara gas-uap. Sebagai contoh adalah menentukan sifat-sifat
dari campuran udara dan uap air. Udara merupakan campuran antara udara kering
dengan uap air yang biasa disebut dengan udara lembab. Pada beberapa proses,
kandungan air sengaja disingkirkan dari udara, tetapi pada proses yang lain air
ditambahkan. Beberapa cara untuk menyatakan jumlah uap air yaitu :

Tekanan uap adalah tekanan parsial dari uap air. Dalam fase gas maka uap
air di dalam atmosfer seperti gas sempurna (ideal).

Kelembaban mutlak yaitu massa air yang terkandung dalam satu satuan
volume udara lengas.

Nisbah percampuran (mixing ratio) yaitu nisbah massa uap air terhadap
massa udara kering.

Kelembaban spesifik didefinisikan sebagai massa uap air persatuan massa


udara basah.

Kelembaban nisbi (RH) ialah perbandingan nisbah percampuran dengan


nilai jenuhnya dan dinyatakan dalam %.

Suhu virtual.
Besaran yang sering dipakai untuk menyatakan kelembaban udara adalah

kelembaban nisbi yang diukur dengan psikrometer atau higrometer. Kelembaban


nisbi berubah sesuai tempat dan waktu. Pada siang hari kelembaban nisbi
berangsur angsur turun kemudian pada sore hari sampai menjelang pagi
bertambah besar.

Psychrometer
Psychrometer adalah alat yang dirancang untuk menentukan kelembaban
udara diatmosfer. Psychrometer adalah alat untuk mengukur suhu udara dan
kelembaban udara secara manual atau secara pengamatan langsung. Prinsip
pengukuran dari alat ini merupakan salah satu teknologi pengukuran kelembaban
udara yang paling akurat saat ini. Nilai kelembaban dihitung dari perbedaan
temperatur diantara kedua termometer. Termometer pertama mengukur suhu
udara kering dan termometer kedua mengukur suhu udara basah.
Komponen psychrometer :
a. Termometer bola kering
b. Termometer bola basah
c. Kain
d. Air suling
Menurut prinsip kerjanya, psychrometer dibagi menjadi dua macam yaitu
psychrometer konvensional dan psychrometer digital. Perbedaannya terletak pada
cara baca yang bersifat real time untuk psychrometer digital dan bersifat tahan
lama dalam segi kualitas untuk psychrometer konvensional. Secara konvensional
psychrometer dibagi menjadi empat tipe yaitu psychrometer bola basah-bola
kering, psychrometer assman, psychrometer whirling, psychrometer rambut.
Perbedaan dari keempat tipe tersebut terdapat pada cara penggunaannya, prinsip
kerja, cara pengamatan dan pembacaannya. Psychrometer Assman merupakan
salah satu alat pngukur kelembaban udara yang memiliki ciri khusus yaitu
terdapat kipas angin yang terletak ditengah tabung yang berfungsi untuk
menghisap udara dari bawah melalui bola.
Cara kerja psychrometer adalah putar alat ini selama kurang lebih 10
menit. Amati suhu basah dan suhu kering pada psychrometer. Untuk dapat
mengetahui kelembabannya dapat digunakan diagram psychrometer chart.

Psychrometric Chart

Psychrometric Chart (PS Chart) adalah sebuah grafik yang menunjukkan


suatu hubungan antara temperature, kelembaban, enltalpi dan kandungan uap air.
Dengan sebuah psychrometric chart dapat diketahui sifat-sifat udara dengan
mengetahui setidaknya 2 sifat udara lainnya. Sebagai contoh : disebuah ruangan
kita ukur suhu WBT dan DBT dengan sling, dengan mengetahui dua suhu tersebut
maka kita dapat menentukan sifat-sifat lainnya (RH, volume spesifik, humidity
ratio, enthalpy). Sifat-sifat udara lainnya itu dapat ditentukan dengan cara mencari
titik perpotongan garis dua besaran yang telah diketahui. Dititik tersebut dapat
diketahui sifat-sifat lainnya. Ada beberapa istilah yang dipakai dalam
Psychrometric Chart ini, antara lain :

Dry Bulb Temperature (DB)


Dry Bulb Temperature atau temperatur bola kering adalah temperature yang
terbaca pada termometer dalam kondisi udara terbuka. Temperature bola
kering menunjukkan kalor sensibel dimana perubahan yang terjadi pada

temperature bola kering maka berakibat pula pada perubahan kalor sensible.
Satuan untuk suhu ini bisa dalam Celcius, Kelvin, Fahrenheit. Seperti yang
diketahui bahwa termometer menggunakan prinsip pemuaian zat cair dalam
termometer. Jika kita ingin mengukur suhu udara dengan termometer biasa
maka terjadi perpindahan kalor dari udara ke bulb termometer.

Wet Bulb Temperature (WB)


Wet Bulb Temperature atau angin temperature bola basah adalah temperature
yang terbaca pada termometer dengan sensor yang dibalut dengan kain basah
untuk menghilangkan radiasi panas.

Dew Point Temperature (DP)


Temperature dew point adalah temperature udara saat saturasi atau
temperature dimana uap air mulai mengembun ketika campuran udara dan
uap air didinginkan. Pada kondisi saturasi, temperature dew point =
temperature bola basah = temperature bola kering dan temperature dew point
menunjukkan kalor laten yang terjadi karena setiap perubahan pada
temperature dew point mengakibatkan perubahan kalor laten.

Specific Humidity (W)


Spesific Humidity atau perbandingan kelembaban dapat disebut juga sebagai
Humidity Ratio dimana dapat didefinisikan massa uap air yang terkandung
dalam 1 kg udara kering.

Relative Humudity (RH)


Relative Humidity atau kelembaban temperature adalah perbandingan antara
tekanan temperature uap air yang ada dalam udara terhadap tekanan saturasi
uap air pada temperature bola kering sama.

Specific Volume (SpV)


Volume spesifik didefinisikan sebagai campuran udara dan uap air atau udara
lembab setiap 1 kg udara kering atau besarnya volume udara dalam satu
satuan massa. (SI : m3/kg)

Enthalpy (h)
Banyaknya kalor yang ada dalam udara setiap satu satuan massa. Enthalpy ini
merupakan jumlah total energi yang ada dalam udara tersebut, baik dari udara
maupun uap air yang terkandung didalamnya.
Psychrometric

Chart

merupakan

tampilan

secara

grafikal

sifat

termodinamik udara antara lain suhu, kelembaban, entalpi, kandungan uap air, dan
volume spesifik. Dalam chart ini dapat langsung diketahui hubungan antara
berbagai parameter udara secara cepat dan persisi, baik yang berkaitan dengan
sifat fisik udara maupun sifat thermiknya.
1. Pemetaan psychrometric chart
Cara terbaik memahami psychrometric chart dalah mengobservasi bagaimana
letak dan posisi setiap garis kurva diletakkan atau dipetakan pada
psychrometric chart. Psychrometric chart menyatakan hubungan antara suhu
bola kering, suhu bola basah, suhu titik embun, kelembaban relatif, panas
total (entalpi), volume spesifik, kelembaban spesifik, panas sensibel dan
panas laten.
2. Cara membaca Chart
Bila ada dua parameter yang diketahui maka kedua parameter tersebut
diplotkan pada chart sehingga ketemu titik potongnya (misalnya titik P).
Kemudian dari titik potong tersebut dapat ditentukan parameter lainnya.
Misalkan diketahui suhu bola kering 95 F dan suhu bola basah 76 F. Dari
kedua data ini kita dapatkan titik potong di titik P. Dengan diketahuinya titik
potong ini maka data lain yang diperlukan dapat diketahui. Besarnya
kelembaban relatif (RH) adalah 42%, kelembaban spesifik (W) adalah 104,5
g/lb, volume spesifik (SpV) adalah 14,3 ft3/lb, suhu titik embun (DP) adalah
68,6 C, enthalpy (h) adalah 39,55 Btu/lb.

TUGAS PRINSIP TEKNIK PANGAN A

PSYCHROMETER DAN PSYCHROMETER CHART

Oleh :
Setia Hikmatul Maula
A1M011015

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
PURWOKERTO
2013