Anda di halaman 1dari 43

Design Percobaan

PP 2014

Design percobaan: Pendahuluan


Definisi :

Semua proses yang diperlukan dalam merencanakan dan


melaksanakan percobaan (Luas); proses merencanakan percobaan
(Sempit)
Mencakup:

Langkah-langkah yang berurutan & menyeluruh/lengkap yang


dibuat terlebih dahulu serta cara melaksanakan percobaan
data; analisis secara objektif interferensi yang valid terkalit
masalah yang diteliti
Design yang baik:

Pengaturan variable2 dan kondisi2 eksperimental dilakukan


secara seksama, ketat, dan tertib

Fungsi
Memperoleh keterangan maksimum tentang cara/proses

merencanakan dan melaksanakan percobaan


Contoh:

Bagaimana pengaruh insektisida terhadap hama


tanaman jagung. Terdapat 10 jenis insektisida,
terdapat 20 petak/plot tanah untuk ditanami jagung

Fungsi (cont)
Pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan dalam

mendesain percobaan :
Ciri-ciri apakah yang akan dianalisa sehingga dapat
diukur?
Faktor-faktor apa yang mempengaruhi ciri-ciri yang
akan dianalisa?
Macam-macam faktor apa yang akan diteliti dalam
percobaan?
Berapa kali pengulangan?
Sampai berapa besar suatu pengaruh dapat dianggap
penting/signifikan?
Langkah2 dan jenjang perencanaan
percobaan perlu dipikirkan

Ciri & Prinsip Dasar


Desain Percobaan
Ciri-ciri desain percobaan :
Variabel-variabel & kondisi diatur ketat dan

dikontrol
Variabel yang diteliti selalu dibandingkan dengan

variabel kontrol
Menggunakan analisis variance :
Meminimumkan variance error/variabel yang tidak
termasuk dalam variabel yang diteliti

Jenis2 Percobaan
Design2 pra-eksperimental: mengandung

sedikit ciri2 design percobaan


Design eksperimental semu: mengandung

sebagian ciri2 design percobaan


Design eksperimental yang sebenarnya:

mengandung ciri2 lengkap design percobaan

Ciri & Prinsip Dasar Desain Percobaan


Ciri2 design percobaan:

Variabel2 serta kondisi yang diperlukan diatur

ketat dan dikontrol. Manispulasi variabel


dilakukan secara langsung dan tidak langsung
Variable2 diteliti selalu dan dibandingkan
dengan variabel kontrol
Analisis variance, fungsi:
Meminimalkan variance dari error
Meminimalkan variance dari variabel yang tidak

diteliti
Memaksimalkan variance dari variabel yang diteliti
dan berkaitan dengan hipotesisa yang dibangun

Ciri & Prinsip Dasar Desain Percobaan (cont)


Validitas dalam desain percobaan
terkait dengan permasalahan alat ukur
mengukur konsep yang digunakan dalam
penelitian:
Validitas internal: perbedaan hasil yang

diperoleh benar2 disebabkan oleh variabel2 yang


diteliti, bukan variabel lain perbedaan karena
perlakuan yang diberikan

Ciri & Prinsip Dasar Desain Percobaan (cont)


Validitas eksternal: generalisasi hasil

percobaan untuk memberikan ukuran


terhadap populasi secara mantab
hasil percobaan cukup representatif
mewakili populasirandomisasi atau
sampling maksimal
Design percobaan diusahakan

meningkatkan validitas internal dan


eksternal

Ciri & Prinsip Dasar Desain Percobaan (cont)


Tiga prinsip dasar design percobaan

yang penting:
Replikasi validitas internal
Randomisasi validitas eksternal
Kontrol internal validitas internal

1. Replikasi/Pengulangan
Estimasi error (confident interval) mengukur

interval kepercayaan dan menentukan


signifikan/tidaknya beda yang diperoleh
Pengaruh mean dari tiap faktor Sx = 2 / n
= error percobaan; N = banyaknya replikasi
Error percobaan dapat disebabkan oleh:
Kesalahan percobaan
Kesalahan pengamatan
Kesalahan pengukuran
Variasi bahan yang digunakan dalam percobaan
Pengaruh kombinasi faktor2

1. Replikasi/Pengulangan (cont)
Error percobaan dapat dikurangi dengan
Melakukan percobaan dengan lebih hati2
Menggunakan bahan atau material

percobaan yang lebih homogen


Mengadakan stratifikasi yang lebih hati-hati
terhadap material percobaan
Melakukan percobaan dengan hati-hati
Menggunakan design percobaan yang lebih
cocok

1. Replikasi/Pengulangan (cont)
Jumlah replikasi bergantung pada:
Tersedianya material percobaan
Luas, jenis, bentuk unit percobaan
Variabilitas material percobaan
Derajat ketelitian yang diinginkan

Jumlah replikasi sedemikian rupa sehingga degree of


freedom (Anova) 10-15

2. Randomisasi
Replikasi error percobaan uji signifikansi
Uji signifikansi valid jika dilakukan

randomisasi:
Pengamatan didistribusikan secara
bebas/perlakuan diberikan secara random
Mengurangi bias (pilih kasih)

3. Kontrol internal
Banyaknya perimbangan, blocking dan

pengelompokan dari unit2 percobaan


Tujuan: prosedur uji lebih kuat, lebih efisien dan
lebih sensitif
Perlu kontrol internal yang sesuai

3. Kontrol internal (cont)


Pengelompokan/grouping: membagi unit

percobaan dalam
kelompok yang homogen.
Contoh: pengaruh sejenis obat dengan 3 dosis
terhadap manusia 3 kelompok unit percobaan:
kelompok 1 (dosis A), kelompok 2 (dosis B),
kelompok 3 (Dosis C) tiap kelompok harus
homogen dan mendapatkan suatu perlakuan

3. Kontrol internal (cont)


Blocking:
Unit percobaan di bagi dalam kelompok yang

homogen (blocking), dan tiap kelompok dibagi


dalam beberapa kelompok lain (perlakuan)
kelompok pertama dinamakan blocking dan dari
masing2 blok dibuat perlakuan yang berbeda
Digunakan bila unit percobaan tidak homogen
Contoh: 3 jenis insektisida (A, B, dan C) terhadap
24 ekor ayam (12 ayam kampung, 6 ekor ayam
white leghorn, dan 6 ekor ayam rhode island) 3
blok

Contoh blocking (cont)


24 ekor
ayam

Blok I
12 ayam
4 ayam
perlakuan A
4 ayam
perlakuan C

4 ayam
perlakuan B

Blok II
6 ayam
2 ayam
perlakuan A
2 ayam
perlakuan C

2 ayam
perlakuan B

Blok II
6 ayam
2 ayam
perlakuan A

2 ayam
perlakuan B

2 ayam
perlakuan c

Jumlah perlakuan pada tiap blok sama dengan jenis perlakuan yang ingin
dicoba
Jumlah unit percobaan dalam tiap blok tidak harus sama

3. Kontrol internal (cont)


Balancing:
Membagi unit percobaan dalam kelompok, blok,

dan menentukan jumlah unit percobaan pada satu


perlakuan keseimbangan hasil percobaaan
lebih baik
Kontrol internal Mengurangi pengaruh
confounded
Contoh: jagung dengan 2 pupuk (A dan B) plot
jagung: A dicoba di desa Samahhani dan B di desa
sare
Hasil: A>B perhektarnya disebabkan karena
perbedaan dua pupuk tsb atau beda kesuburan
tanah tiap desa
Kesimpulan: efek pupuk dan efek plot confounded

3. Perlakuan dan faktor


A. Perlakuan
Perlakuan / treatment: set khusus yang dikenakan
atau dilakukan terhadap sebuah unit percobaan
Contoh: agronomi jenis pupuk, jumlah pupuk,
dsb.; peternakan turunan lembu, campuran
makanan ternak, dsb.; ilmu sosial umur, jenis
kelamin, jumlah tahun sekolah, dsb.
Perlakuan kombinasi bila lebih dari satu perlakuan,
misal: pengaruh jarak tanam dan varietas padi
terhadap hasil
Misalnya: tiga jarak tanam; 4 jenis varietas padi 4
perlakuan dalam 3 level yang berbeda perlakuan

3. Perlakuan dan faktor (cont)


B. faktor dan faktorial
Peneliti melakukan lebih dari satu perlakuan dari
satu variabel bebas (faktor)
Variabel bebas faktor (a, b, c) ; nilai2 dari
faktor disebut level dari faktor; faktorial adalah
hasil kali dari jumlah faktor2 tsb. (a ada 3 level, b
2 level, c 4 level maka 3x2x4 faktorial)

Kebaikan dan kelemahan design


percobaan
Kebaikan
Terjalin kerja sama antara ahli
dengan peneliti dalam
menganalisa dan interpretasi
data
Membuat preplanning yang
sistematis
Perhatian yang ditujukan pada
hubungan tertentu dalam
mengukur dan mengenal sumber
variasi
Jumlah uji ditentukan lebih
dahulu dengan tingkat
kepercayaan yang tinggi
Pengelompokan pengukuran
pengaruh tepat

Kelemahan
Design dan analisis
dinyatakan dalam bahasa
statistik
Mengeluarkan biaya yang
besar dan waktu yang lama

Langkah-langkah pokok (check


list)
Penjelasan tentang masalah

(cakupan,outline,hubungan)
Pengumpulan keterangan yang tersedia
Pembuatan program mengenai desain percobaan
Rencana program pendahuluan (hilangkan
variabel pengganggu dng kontrol,randomisasi
dan balancing)
Tetalaah kembali design yang akan digunakan
dengan pertimbangan yang masak
Rencana pelaksanaan percobaan (
metode,bahan,teknik)
Analisis data

Design Praeksperimental
Design percobaan yang tidak mencukupi semua

syarat2 dari suatu design percobaan sebenarnya


Beberapa design pra eksperimental
One shot study case
Design one group pretest-posttest
Design randomized control group only

Design Praeksperimental (Cont)


One-shot study case:
Perlakuan hanya pada kelompok unit percobaan

pengukuran
Tanpa
kontrol
Pengukuran (pretest)
-

Perlakuan

X1

Pengukuran (posttest)

T1

Keuntungan mengembangkan prakarsa /design

untuk penelitian eksploratori atau penelitian


pendahuluan
Kelemahan tidak ada kontrol = validitas ekternal
tidak ada = kesimpulan tidak terjamin ketepatannya;
tidak mempunyai dasar perbandingan

Design Praeksperimental (cont)


Design one group pretest-posttest:
Perngukuran dilakukan dua kali, sebelum dan sesudah

perlakuan

Pengukuran (pretest)

T0

Perlakuan

Pengukuran (posttest)

T1

Keuntungan pretest dan postest bisa digunakan

untuk perbandingan= bias variabel pilihan / variabel


motalitas bisa dihilangkan dengan menjamin bahwa
kedua test tersebut adalah semua anggota unit
percobaan
Kelemahan validitas internal kurang; banyak error

Design Praeksperimental(cont)
Design randomisasi control group only:
Polpulasi dibagi atas dua kelompok secara random
Kelompok pertama: kelompok perlakuan; kerdua: kontrol

perbedaan hasil akibat perlakuan

Prosedur:
Pilih unit percobaan secara random dari polulasi
Jaga homoginitas dari kedua kelompok
Gunakan perlakuan terhadap kelompok percobaan dan

tanpa pada kelompok kontrol


Ukur hasil perlakuan
Hitung mean

Design randomisasi control group


only
(cont)
Keuntungan validitas tinggi karena ada

randomisasi dan kontrol; pengaruh confounded


antara pengukuran pertama dan kedua tidak ada
karena pretest tidak ada
Kekurangan pengaruh luar belum tentu hiilang:
error hstory, maturasi, instrumentasi, error testing

Design eksperimental semu


Design percobaan yang belum secukupnya

mempunyai sifat-sifat suatu percobaan


sebenarnya
Banyak kekurangan dalam randomisasi, replikasi,
kontrol internal
Banyak dilakukan dalam penelitian sosial

Design percobaan sebenarnya


Design dimana aturan untuk menempatkan

perlakuan pada unit percobaan dibuat


sedemikian rupa, sehingga memungkinkan
membuat perbandingan antarkelompok dengan
validitas tinggi dan dapat mengontrol sumber2
variasi pada percobaan tsb.
Complete block desain : sederhana, beberapa
perlakuan saja
Incomplete block desain : banyak
perlakuan,tetapi semua perlakuan tidak dapat
ditempatkan pada block yg homogen.
Split-plot design : percobaan faktorial

Design percobaan sebenarnya


(cont)
Berdasarkan jenis faktor (tunggal/ganda), design

percobaan sebenarnya dibagi menjadi tiga


kelompok:

Design sederhana dalam ilmu


natura
Beberapa design sederhana dalam ilmu natura:
Randomized block design
Randomized completed block
Latin square design

Lattice design

Design sederhana dalam ilmu natura


(cont)
Randomized block design/completed randomized

design untuk percobaan homogen dan kondisi


dapat dikontrol.
Randomisasi dilakukan dengan menempatkan
perlakuan
secara random terhadap unit percobaan
Contoh: 4 jenis insektisida (A, B, C, D) dengan 5
kali pengulangan Layout
(replikasi)
terakhir
(Randominasi)

Design sederhana dalam ilmu natura


(cont)
Design randomized completed block (pertanian)
Unit percobaan dibagi menjadi beberapa blok
Jumlah blok sama dengan jumlah replikasi
Tiap blok mengandung semua perlakuan yang diberikan
Adanya blocking menghasilkan heterogenitas antara blok dan
homogenitas yang tinggi dalam masing-masing blok

Unit percobaan dibagi atas blok


jumlah blok sama dengan jumlah replikasi

Tiap blok dibagi dalam plot jumlah plot tiap blok sama

dengan jumlah perlakuan


Randomisasi dilakukan dimasing-masing blok karena tiap blok
harus mengandung semua perlakuan

Design sederhana dalam ilmu natura


(cont)
Design latin square perlakuan sedemikian rupa

sehingga tiap perlakuan muncul hanya sekali


dalam tiap kolom dan baris error kolom dan
baris
Syarat: jumlah perlakuan sama dengan jumlah
replikasi
Untuk percobaan dengan 4-8 perlakuan
Contoh: 5 perlakuan (A, B, C, D, E) dengan 5
replikasi; perlakuan ditentukan dengan
randomisasi

Design sederhana dalam ilmu natura


(cont)
Design lattice design block tidak komplit;

digunakan jika jumlah perlakuan terlalu besar


sehingga tidak bisa dilakukan design2
sebelumnya error sukar dikontrol
Incomplete block design: digunakan design
balance lattice dan partially balance lattice
dengan syarat jumlah perlakuan harus pangkat
dua (52= 16, 25, 81)
Jumlah plot dalam tiap blok = akar jumlah
perlakuan
Contoh: percobaan dengan 64 perlakuan; jumlah
plot/blok adalan 64 = 8; untuk 36 perlakuan
jumlah plot/blok adalah 6

Design lattice (cont)


Kemudahan Design lattice jumlah blok tidak

perlu sama dengan jumlah perlakuan


Khusus untuk partial balance lattice: jumlah
replikasi dapat dibuat tergantung unit percobaan
yang tersedia.
Contoh: percobaan dengan 9 percobaan dengan
design lattice ingin dibuat menjadi 3 block
tiap blok terdapat 9 = 3. Jika dipilih balance
lattice jumlah replikasi 3+1 = 4
Perlakuan: A, B, C, D, E, F, G, H, J. Bentuk
balance lattice:

Design lattice (cont)


Perencanaan:
unit percobaan dibagi dalam r replikasi
Tiap replikasi dibagi menjadi t plot percobaan (t

jumlah perlakuan
Replikasi dibagi atas k buah block (k = t)
Tiap block berisi k buah block percobaan
Jumlah plot percobaan adalah r x t = r k2

Contoh: 9 perlakuan dengan 3 block dan jumlah


replikasi 4 (design balance lattice)

Design lattice (cont)


Rencana design:

Randomisasi penempatan perlakuan dilakukan secara

random, randomisasi terdiri dari:


randomisasi replikasi
Randomisasi blok untuk setiap replikasi

Percobaan faktorial
Percobaan faktorial: percobaan dengan

perlakuan yang terdiri dari beberapa level


sehingga memungkinkan kombinasi level
Contoh: percobaan 22 faktorial yang terdiri dari

dua perlakuan dan tiap perlakuan terdiri dari dua


level (2 varietas padi dengan 2 level pupuk)

Percobaan faktorial (cont)


A 0 kg pupuk urea
B 0 kg pupuk urea
A 75 kg pupuk urea
B 75 kg pupuk urea

Faktorial adalah sebuah percobaan terkait dengan bagaimana

cara perlakuan dibentuk bukan sebuah design yang ada


adalah percobaan faktorial dengan bermacam-macam design,
misalnya: percobaan faktorial dengan design completely
randomized desgin, lattice, dsb.

Percobaan faktorial (cont)


Keuntungan: dimungkinkan untuk mengetahui

interaksi antar faktor


Prinsip randomisasi, replikasi, dan blocking harus
diterapkan error yang terjadi dapat diukur
Contoh:percobaan pemupukan 3 varietas padi

dengan 5 level pupuk percobaan 3x5 faktorial


Bila design yang dipilih randomized complete
block maka percobaan tersebut adalah 3x5
faktorial dengan design randomized complete
block

Percobaan faktorial (cont)


Perlakuan berjumlah 15

Design randomized complete


block dengan 4 replikasi
percobaan dibagi 4 block
Tiap block berisi semua
perlakuan (15)
Penempatan perlakuan dan
blocking dilakukand dengan
randomisasi
Layout akhir