Anda di halaman 1dari 5

TUGAS TERSTRUKTUR

STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN II

MEMBRAN EKSTRA EMBRIONAL PADA REPTIL (OVOVIVIPAR)

Disusun Oleh :
Fitri Atus Solihah
Dien
Novi Amelia
Retno Susilowaty
Dyan Liana
Zahra Rahmawati
Anita Khairunisa
Wiwien Zulaikhah

(B1J010050)
(B1J012028)
(B1J012012)
(B1J012028)
(B1J012046)
(B1J012064)
(B1J012082)
(B1J012100)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2013

I. PENDAHULUAN

Membran

ekstra

embrionik

merupakan

perluasan-perluasan

berlapis

membran dari jaringan-jaringan embrio. Pada dasarnya membran-membran tersebut


adalah lipatan-lipatan yang pada akhirnya tumbuh mengelilingi embrio dan
menghasilkan empat kantung pada embrio yang sedang tumbuh. Masing-masing
membran terbentuk dari sel-sel yang berasal dari dua lapisan nutfah berbeda.
Salah satu adaptasi yang terjadi dalam evolusi yang sangat penting bagi
kehidupan hewan vertebrata di darat adalah terbentuknya suatu cara agar embrio
selalu berada dalam keadaan basah. Hal ini mulai terjadi ketika reptilia pertama
meletakkan telurnya di darat dan telur-telur tersebut dapat berkembang. Keberhasilan
ini dapat terjadi karena telur diselubungi dengan cangkang dan berbagai selaput dan
menyelubungi tubuh embrio. Selaput-selaput ini awalnya berasal dari tubuh embrio
itu sendiri dan melakukan fungsi yang vital seperti nurisi, pertukaran gas dan
pembuangan atau penyimpanan bahan-bahan buangan. Selain itu selaput-selaput ini
berfungsi untuk menjaga agar embrio berada dalam keadaan lingkungan yang basah
seperti halnya pada hewan-hewan pendahulunya. Beberapa reptil dan mamalia, tidak
membentuk cangkang tetapi menggantikannya dengan perkembangan intra-uterus
yang lebih cocok. Walaupun demikian, bentuk dan fungsi dari selaput ekstra embrio
tetap dipertahankan.
Selaput atau membran ekstra embrionik berkembang dan berfungsi pada
kehidupan pra lahir atau menetas. Selaput atau membran tersebut tidak menjadi
bagian dari tubuh embrio dan dikeluarkan dari tubuh pada waktu partus atau
beberapa saat setelah partus. Membran tersebut terdiri dari kantung kuning telur,
kantung amnion, allantois, dan chorion.

II. PEMBAHASAN

Ovovivipar adalah cara perkembangbiakan pada hewan selain dengan cara


ovipar (bertelur) dan vivipar (beranak). Hewan yang berkembangbiak secara
ovovivipar memiliki ciri khas dimana embrio berkembang dan tumbuh didalam telur
yang berada didalam tubuh induk, ketika embrio telah menjadi individu baru
(anak) maka telurpun menetas dan anak hewan tersebut dikeluarkan seolah-olah
seperti beranak/melahirkan. Karenanya hewan ovovivipar disebut juga hewan
bertelur dan beranak. Contoh hewan ovovivipar diantaranya adalah beberapa jenis
reptil seperti kadal dan ular serta beberapa jenis ikan seperti ikan pari, dan jenis ikan
hiu. Karenanya meski ikan ini bertelur kita tidak pernah melihat telurnya di sarang.
Di awali dari implantasi, empat membran ekstraembrionik terbentuk selama
perkembangan embrio reptilia, yaitu yolk sac, amnion, korion, dan alantois. Keempat
membran tersebut homolog dengan membran ekstra embrionik aves dan mamalia.
Masing-masing dari empat membran utama yang menyokong embrio
merupakan lembaran sel-sel yang berkembang dari lembaran epithelium yang berada
di sisi luar proper embrio. Kantung kuning telur meluas di atas massa kuning telur.
Sel-sel kantung kuning telur akan mencerna kuning telur, dan pembuluh darah yang
berkembang di membran itu akan membawa nutrient ke dalam embrio. Lipatan
lateral jaringan ekstraembrionik menjulur di atas bagian atas embrio itu dan menyatu
untuk membentuk dua membran tambahan, yaitu amnion dan korion, yang
dipisahkan oleh perluasan ekstraembrionik selom. Amnion membungkus embrio
dalam kantung yang penuh cairan, yang melindungi embrio dari kekeringan, dan
bersama-sama dengan korion menyediakan bantalan bagi embrio agar terlindung dari
guncangan mekanis. Membran keempat, yaitu alantois, berasal dari pelipatan ke luar

perut belakang embrio. Alantois adalah kantung yang memanjang ke dalam selom
ekstraembrionik. Alantois berfungsi sebagai kantung pembuangan untuk asam urat,
yaitu limbah bernitrogen yang tidak larut dari embrio. Sementara alantois terus
mengembang, alantois menekan korion ke membran vitelin, yaitu lapisan dalam
cangkang sel telur. Bersama-sama, alantois dan korion membentuk organ respirasi
yang melayani embrio (Campbell, 2004).
Komparasi antara lima kelas vertebrata, diantaranya :
KELAS

KOMPARASI
YOLK SAC

PISCES

AMPHIBI

REPTIL

AMNION

KORION

ALLANTOIS

Berkembang

Tidak

Tidak

Tidak memiliki

baik

memiliki

memiliki

Berkembang

Tidak

Tidak

baik

memiliki

memiliki

Berkembang

Berkembang

Berkembang

Berkembang

baik

baik

baik

baik dan terus

Tidak memiliki

ada

selama

perkembangan
embrio.
AVES

Relatif

tidak Berkembang

Berkembang

Berkembang

baik

baik

baik

Bersifat

Berkembang

Berkembang

Berkembang

sementara

baik

berkembang
baik
MAMALIA

(pada baik

baik

manusia

(berdiferensiasi

bersifat

menjadi korio-

rudimenter

allantois)

dan

menjadi

bagian

di

dalam

tali

pusar)

III. KESIMPULAN

1. Reptil ovovivipar merupakan hewan yang berkembangbiak dengan embrio


yang tubuh serta berkembang didalam tubuh telur induknya dan telur menetas
menjadi

individu

baru

lalu

dikeluarkan

seolah-olah

seperti

beranak/melahirkan.
2. Empat membran ekstra embrionik terbentuk selama perkembangan embrio
reptilia yaitu yolk sac, amnion, korion, dan alantois.
3. Perbandingan antara lima kelas vertebrata dilihat dari membran ekstra
embrional antara lain Pisces dan Amphibi hanya memiliki yolk sac
sedangkan pada Reptil, Aves, Mamalia memiliki keempatnya yaitu yolk sac,
amnion, korion, dan allantois.