Anda di halaman 1dari 20

SOSIALISASI PRODUK DALAM

NEGERI MENUJU PRODUK


EKSPORT
Oleh:
Drs. H. Rusfandie.,MM.

Membanjirnya produk luar negeri tentu


membawa dua akibat yaitu positif dan
negatif. Positifnya adalah pilihan
produk semakin banyak, persaingan
akan meningkatkan daya kompetitif
bagi produk lokal. Negatifnya tentu
(kalau tidak hati-hati) akan mematikan
produk lokal, meningkatnya konsumen
impor dan yang paling parah adalah
membanjirnya PENGANGGURAN DAN
BERUBAHNYA KITA MENJADI
BANGSA KULI.

Dalam Al Quran Allah


berfirman pada surah Al Hasyr
ayat 18


Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah


dan hendaklah setiap memperhatikan apa yang telah di
perbuatnya untuk hari esok (Akhirat), dan bertaqwalah
kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa
yang kamu kerjakan.

Maksud ayat ini ada 2 segi:


1. Kehidupan duniawi, bahwa segala hal yang
telah kita perbuat dalam mengisi hidup ini,
setiap saat harus diteliti dan direnungkan,
kemudian dijadikan dasar untuk
merencanakan kehidupan masa depan yang
lebih baik.
2. Kehidupan akhirat, bahwa hari akhirat ini di
umpamakan hari esok, artinya lihat sekali,
apakah telah kita persiapkan bekal berupa
amal saleh selama di dunia ini untuk
kehidupan hari esok agar kita tidak merugi.

Apabila kita ambil pengertian yang pertama, kita mempunyai


kewajiban meningkatkan ekonomi yang kuat dengan cara yang halal,
salah satunya melalui peran kita dalam membangun produk-produk
dalam negeri.

Di ayat lain Allah berfirman pada surah ali imran ayat 112.


Artinya:
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika
mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian)
dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah
dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka
kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan
yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan
melampaui batas

Dengan ayat tersebut diatas sudah jelas, bahwa


siapapun yang hidup di dunia, perlu
hablumminallah dan hablumminannas, yakni
berhubungan dengan Allah dan berhubungan
dengan Manusia.
Hablumminallah = ibadah wajib dan sunnah
Hablumminannas = bergaul dengan manusia
lainnya (Muamalah bil maruf) sesamanya.
Apabila tidak melaksanakan kedua itu, akan
mendapatkan kehinaan baik didunia ataupun
diakhirat

Dalam ayat lain Allah berfirman:

Dia telah menciptakan kamu dari bumi


(tanah) dan menjadikanmu
pemakmurnya (surah Hud ayat 61)

Dalam pergaulan sehari-hari yang disebut


hablumminannas, rasulullah memberikan
kebebasan penuh kepada para sahabat
asalkan tidak bertentangan dengan hukum
syara dengan kata lain dihalalkan menurut
agama islam: sebagaimana sabda beliau :


kamu lebih mengerti dariku mengenai
urusan kehidupan duniamu (H.R
Muslim)

Yang dimaksud urusan kehidupan dunia adalah


seperti:
1.
2.
3.
4.
5.

Kekeluargaan
Kemasyarakatan
Kenegaraan
Perekonomian
Dan lain-lain

Termasuk produksi kita bangsa Indonesia, pada


umumnya dan di kota banjarbaru pada
khususnya.

Macam-macam produk bisa


berupa:

Makanan
Minuman
Pakaian (terutama batik dan sasirangan)
Obat-obatan
Tas dan sepatu
Kendaraan
Pariwisata
Elektronik
Alat olahraga
Alat kesenian
Dan lain-lain

Dalam memproduksi, kita harus benar-benar


bekerja dengan serius dan jujur, sehingga
menghasilkan produksi yang bermutu tinggi
dan tidak mengecewakan konsumen.
Rasulullah bersabda:


Artinya : mudahkanlah mereka, dan jangan
dipersulit mereka, gembirakanlah mereka, dan
jangan mengecewakan mereka (H.R Bukhari)

Maksud hadist tersebut diatas


adalah:
1. Setiap pekerja harus memudahkan konsumen,
jangan dipersulit. Gembirakanlah para konsumen
dan jangan membuat mereka kecewa.
2. Setiap pekerja harus melaksanakan pelayanan
prima (melaksanakan pelayanan yang terbaik
(memuaskan)).
3. Pelayanan yang ikhlas akan mendapat ganjaran
pahala dari Allah SWT, nilainya ibadah
4. Pada hakikatnya pelayanan sesama kita adalah
menolong sesama kita (hablumminannas).

Di lain hadist Rasulullah bersabda:


Dan Allah selalu menolong hambanya, selama
hamba itu menolong saudaranya. (H.R Muslim)
Kemudian dalam hidup dan kehidupan kita,
dianjurkan oleh Rasulullah agar setiap saat
bertambah baik, termasuk hasil produksi kita di
banjarbaru, pada khususnya dan secara nasional
harus meningkat.

Sebagaimana sabda beliau:


Barang siapa hari ini lebih baik dari kemaren
dia termasuk orang yang beruntung; barang
siapa hari ini serupa dengan kemaren dia
termasuk orang yang rugi; barang siapa hari
ini lebih jelek dari kemaren dia termasuk
yang terlaknat.

Hadist ini menerangkan semua aspek


kehidupan secara umum.
Seperti:

nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan seseorang


Pendidikan
Ekonomi
Sosial budaya
Keamanan
Produk dalam negeri

Semua di atas perlu ditingkatkan setiap saat

Untuk peningkatan mutu produk dalam


negeri menuju produk eksport perlu ilmu,
agar dapat bersaing dengan negara-negara
lain.

Rasulullah bersabda:
Menuntut ilmu di fardhukan (Diwajibkan)
bagi kaum muslimin laki-laki dan kaum
muslimin perempuan.

Kemudian ada lagi beliau bersabda :

Tuntutlah ilmu dari buayan sampai ke


liang lahat
Pada hadist lain Rasulullah bersabda:

Tuntutlah ilmu, walaupun di negeri


cina

Dalam pemasaran hasil produk dalam negeri kepada konsumen


disebut jual beli. Islam telah mengatur jual beli ini, sebagaimana
firman Allah dalam surah Al Baqarah ayat 275:


Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti
berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan
mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat),
sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli
dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari
Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah
diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah.
Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni
neraka; mereka kekal di dalamnya

Pada ayat lain Allah Berfirman:









Wahai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu memakan harta kamu di antara kamu
dengan jalan yang bathil kecuali dengan jalan
perniagaan yang berdasarkan kerelaan di antara
kamu. Dan janganlah kamu membunuh diri
kamu, sesungguhnya Allah Maha Penyayang
Kepadamu. (An nisa ayat 29)

KESIMPULAN
1.

2.

3.
4.
5.
6.

Untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat maka


perlu halumminallah dan hablumminannas
Dalam kehidupan di dunia perlu adanya tolong
menolong sesama hamba Allah. Dan sebagai umat kita
wajib berusaha untuk memperoleh masa depan yang
lebih baik.
Untuk kemakmuran di dunia sangat diperlukan jual beli
yaitu menukar suatu barang dengan barang yang lain
dengan cara yang tertentu (Aqad) Fiqh islam hal 268.
Peningkatan produk indonesia sangat dibutuhkan tenaga
yang profesional.
Cinta tanah air adalah sebagian dari iman (Pepatah arab)
Mencintai produk indonesia berarti kita meningkatkan
perekonomian bangsa kita sendiri, akhirnya NKRI ini
menjadi negara yang maju, mandiri di bawah keridhoan
Allah SWT.