Anda di halaman 1dari 7

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Definisi istilah promosi kesehatan dalam ilmu kesehatan masyarakat (health
promotion) mempunyai dua pengertian. Pengertian promosi kesehatan yang pertama
adalah sebagai bagian dari tingkat pencegahan penyakit. Level and clark, mengatakan
adanya 4 tingkat pencegahan penyakit dalam perspektif kesehatan masyarakat.
Oleh sebab itu, promosi kesehatan dalam konteks ini adalah peningkatan kesehatan.
Sedangkan pengertian yang kedua, promosi kesehatan diartikan sebagai upaya
memasarkan, menyebarluaskan, mengenalkan atau menjual kesehatan.
Praktik pendidikan kesehatan pada waktu yang lampau, sekurang kurangnya
sampai pada tahun 80-an, terlalu menekankan perubahan perilaku masyarakat. Para
praktisi pendidikan kesehatan telah bekerja keras untuk memberikan informasi kesehatan
melalui berbagai media dan teknologi pendidikan kepada masyarakat, dengan harapan
masyarakat mau melakukan hidup sehat seperti yang diharapkan.
Dari hasil studi yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) dan para
ahli pendidikan kesehatan, terungkap memang benar bahwa pengetahuan masyarakat
tentang kesehatan sudah tinggi, tetapi praktaik mereka masih rendah. Hal ini berarti
bahwa perubahan atau peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan tidak
diimbangi dengan peningkatan atau perubahan perilakunya.
Belajar dari pengalaman pelaksanaan pendidikan kesehatan dari berbagai tempat
selama bertahun tahun tersebut, disimpilkan bahwa pendidikan kesehatan tersebut
belum memampukan ( ability ) masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, tetapi baru
dapat melakukan ( willingness ) masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.

1.2 Rumusan Masalah


Di dalam makalah ini kami akan membahas tentang beberapa materi yang ada dalam
Sistem Perkemihan
1. Bagaimana penjelasan dari pengkuran dan indikator perilaku kesehatan?
2. Apa saja indikator dari perilaku kesehatan?
1

1.3 Tujuan Penulisan


1.3.1 Tujuan Umum
Tujuan umum penulisan makalah ini adalah agar kita dapat lebih mengetahui
tentang pengukuran dan indikator perilaku kesehatan.
1.3.2 Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari penulisan makalah ini adalah agar para mahasiswa keperawatan
mengetahui, memahami, dan mengerti dari pengukuran dan indikator perilaku kesehatan
diantaranya:
1.

Untuk mengetahui bagaimana penjelasan dari pengkuran dan indikator perilaku


kesehatan??

2.

Untuk mengetahui Apa saja indikator dari perilaku kesehatan?

1.4 Manfaat Penulisan


Manfaat penulisan makalah dan asuhan keperawatan ini adalah untuk menambah
pengetahuan dan wawasan para mahasiswa keperawatan, khususnya keluarga besar STIKES
EKA HARAP agar dapat lebih mengetahui dan mengerti tentang pengukuran dan indikator
perilaku kesehatan.

1.5 Metode Penulisan


Metode yang kami gunakan dalam pembuatan makalah ini adalah metode pustaka.
Metode Pustaka adalah metode dengan cara membaca dan mengumpulkan data-data dari
buku yang menyangkut pembahasan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengukuran Dan Indikator Perilaku Kesehatan


Perilaku kesehatan adalah respons seseorang terhadap stimulus atau objek yang
berkaitan dengan sehat-sakit penyakit dan factor-faktor yang mempengaruhi sehat-sakit
seperti lingkungan, makanan, munimanan dan pelayanan kesehatan.
Seperti telah diurai sebelumnya,bahwa perilaku mencakup 3 domain, yakni :
Pengetahuan (Knowledge),Sikap (Attitude), dan tindakan atau praktik (Prctice). Oleh
sebab itu mengukut perilaku dan merubahnya, khususnya perilaku kesehatan juga
mencakup kepada 3 domain tersebut. Secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :
2.1.1 Pengetahuan kesehatan (health knowledge)
Pengetahuan tentang kesehatan adalah mencakup apa yang diketahui oleh
seseorang terhadap cara-cara memlihara kesehatan. Pengetahuan tentang cara-cara
memelihara kesehatan ini meliputi :
1) Pengetsahuan tentang penyakit menuklar dan tidak menular (jenis penyakit dan
tanda-tandanya atau gejalanya,penyebabnya, cara penularannya,cara pencegahannya,
cara mengatasi atau mengatasi sementara).
2) Pengetahuan tentang factor-faktor yang terkait dan/atau mempengaruhi kesehatan
antara lain : gizi makanan, sarana air bersih, pembuangan air limbah, pembuangan
kotoran manusia, pembuangan sampah, perumahan sehat, polusi udara, dan
sebagainya.
3) Pengetahuan tentang fasilitas pelayanan kesehatan yang professional maupun yang
tradisional.
4) Pengetahuan untuk menghindari kecelakaan baik kecelakaan rumah tangga,maupun
kecelakaan lalu lintas, dan tempat-tempat umum dan seterusnya.
Oleh sebab itu, untuk mengukur pengetahuan kesehatan seperti tersebut diatas,
adalah dengan mengajukan pertanyaan pertanyaan secara langsung (wawancara) atau
melalui pertanyaan-pertanyaan tertulis atau angket. Indicator pengetahuan kesehatan
adalah tingginya pengetahuan responden tentang kesehatan, atau besarnya presentase
kelompok responden atau masyarakat tentangvariabel-variabel atau komponen3

komponen kesehatan. Misalnya beberapa % sesponden atau masyaralkat yang tahu


tentang cara-cara mencegah penyakit demam berdarah, atau beberapa % masyarakat
atau responden yang mempunyai pengetshusn yang tinggi tentang ASI eksklusif, dan
sebagainya.
2.1.2 Sikap terhadap kesehatan (health attitude)
Sikap terhadap kesehatan adalah pendapat atau penilaian orang terhadap hal-hal yang
berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan, yang mencakup sekurang-kurangnya 4
variabel yaitu :
1) Sikap terhadap penyakit-penyakit menular dan tidak menular(jenis penyakit dan
tanda-tandanya

atau

gejalanya,

penyebabnya,cara

penularannya,cara

pencegahannya, cara mengatasi atau menanganinya sementara.


2) Sikap terhadap factor-faktor yang terkait dan/atau mempengaruhi kesehatan, antara
lain : gizi makanan, sarana air bersih, pembuangan air limbah, pembuangan kotoran
manusia, pembuangan sampah, perumahan sehat, polusi udara, dan sebagainya.
3) Sikap tentang fasilitas pelayanan kesehatan yang professional maupun tradisional.
4) Sikap untuk menghindari kecelakaan, baik kecelakaan

rumah tangga, maupun

kecelakaan lalu lintas, dan kecelakaan ditempat-tempat umum.


Pengukuran sikap dapat dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung.
Pengukuran sikap secara langsung dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan tentang stimulus atau objek yang bersangkutan. Misalnya, bagaimana
pendapat responden tentang imunisasi pada anak balita, bagaimmana pendapat
responden tentang keluarga berencana, dan sebagainya. Pertanyaan secara langsung
juga dapat dilakukan dengan cara memberikan pendapat dengan menggunakan kata
setuju atau tidak setuju terhadap pertanyaan-pertanyaan terhadap objek tertentu,
dengan menggunakan skala Lickert. Misalnya : Beri pendapat anda tentang
pernyataan-pernyataan dibawah ini dengan memberikan penilaian sebagai berikut :
5 : bila sangat setuju
4 : bila setuju
3 : bila biasa saja
2 : bila tidak setuju
1 : bila sangat tidak setuju
4

Contoh :
a) Demam berdarah adalah penyakit yang sangat berbahaya
b) Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan kematian ibu
c) Penderita HIV/AIDS tidak perlu dikucilkan atau diisolasi, dan sebagainya.

Sikap juga dapat di ukur dari pertanyaan-pertanyaan secara tidak langsung, misalnya:
a) Apabila anda diundang untuk mendengarkan ceramah tentang Napza, apakah
andau mau hadir?
b) Seandainya akan dibangun Polindes di desa ini, apakah anda mau membantu
dana?, dan sebagainya.
2.1.3 Praktik Kesehatan (health practice)
Praktik kesehatan atau tindakan untuk hidup sehat adalah semua kegiatan atau
aktivitas orang dalam rangka memlihara kesehatan. Tindakan atau praktik kesehatan
ini juga meliputi 4 faktor seperti pengetahuan dan sikap kesehatan tersebut di atas,
yaitu :
a) Tindakan atau praktik sehubungan dengan pencegahan penyakit menular dan tidak
menular dan praktik tentang mengatasi atau menangani sementara penyakit yang di
derita.
b) Tindakan atau praktik sehubungan dengan gizi makanan, sarana air bersih,
pembuangan air limbah, pembuangan kotoran manusia, pembuangan sampah,
perumahan sehat, polusi udara, dan sebagainya.
c) Tindakan atau praktik sehubungan dengan penggunaan (utilisasi) fasilitas
pelayanan kesehatan.
d) Tindakan atau praktik untuk menghindari kecelakaan baik kecelakaan rumah
tangga, maupun kecelakaan lalu lintas, dan kecelakaan ditempat-tempat umum.

Pengukuran atau cara mengamati perilaku dapat dilakukan melalui dua cara, secara
langsung, maupun secara tidak langsung. Pengukuran perilaku yang paling baik adalah
secara langsung, yakni dengan pengamatan (observasi), yaitu mengamati tindakan
5

subjek dalam rangka memelihara kesehatannya, misalnya dimana responden


membuang air besar, makanan yang disajikan ibu dalam keluarga untuk mengamati
praktik gizi, dan sebagainya.
Sedangkan secara tidak langsung menggunakan metode mengingat kembali (recall).
Metode ini dilakukan melalui pertanyaan-pertanyaan terhadap subjek tentang apa yang
telah dilakukan berhubungan dengan kesehatan.
Contoh : Untuk mengetahui perilaku gizi ibu terhadap anak balitanya, dengan
menanyakan makanan apa saja yang diberikan kepada anaknya selama 24 jam
terakhir. Untuk mengetahui perilaku ante natal care, dapat menanyakan apakah pada
kehamilan terakhir melakukan periksa hamil, berapa kali, dimana, dan sebagainya.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Perilaku kesehatan adalah respons seseorang terhadap stimulus atau objek yang
berkaitan dengan sehat-sakit penyakit dan factor-faktor yang mempengaruhi sehat-sakit
seperti lingkungan, makanan, munimanan dan pelayanan kesehatan.
Seperti telah diurai sebelumnya,bahwa perilaku mencakup 3 domain, yakni :
Pengetahuan (Knowledge),Sikap (Attitude), dan tindakan atau praktik (Prctice).

3.2 Saran
Setelah membaca dan memahami isi makalah ini, diharapkan perawat, mahasiswa calon
perawat atau para pembaca bisa mempelajari dan mengetahui apakah yang dimaksud dengan
pengukuran dan indikator kesehatan.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan senantiasa mengalami perbaikan dalam
setiap pembuatan makalah yang akan datang.