Anda di halaman 1dari 29

Kata Pengantar

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
limpahan rahmat-Nyalah maka kami boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat
waktu.
Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada Yth :
1. Bapak Deni Danial Kesa, selaku Dosen mata kuliah e-business dan teknologi perbankan.
2. Keluarga dan teman teman kami yang mendukung pembuatan makalah ini.
3. Larry Page dan Sergey Brin selaku pencipta google yang sangat membantu pembuatan
makalah kami.
4. Coffee Toffee Margonda Depok yang menyediakan tempat cozy bagi kami mengerjakan
makalah ini.
Berikut ini kami mempersembahkan sebuah makalah inovasi produk yang berjudul Less Card
Society with Palm Print, yang menurut kami dapat menjadi salah satu bentuk inovasi produk
didunia perbankan yang mungkin kedepannya dapat direalisasikan.
Kami terlebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada
kekurangan dan ada tulisan yang kami buat masih memiliki beberapa kekurangan.
Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga
Allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

Depok, 11 November 2014

Kelompok 1

Statement of Authorship
Kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah terlampir adalah murni
pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa menyebutkan
sumbernya.
Materi ini belum/tidak pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah pada mata
ajaran lain kecuali saya menyatakan dengan jelas bahwa kami menggunakannya.
Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau
dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiatisme.
Nama Mahasiswa

Fajrin Rivaldi (1206285333)


Fika Fatmawati (1206222074)
Melissa Esther Meditya (1206285314)
Revi Rosiana Sari
Yukitri Adiawardani (1206220232)

Mata Ajaran

E-Business dan Teknologi Perbankan (A)

Judul Makalah/Tugas

Less Card Society with Palm Print

Nama Pengajar

Dr. Deni Danial Kesa, S.Sos., MBA., Ph.D

Tandatangan

( Fajrin)

( Fika )

( Melissa)

(Revi)

(Yukitri)

Daftar Isi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah

satu

sektor

yang

paling

dipengaruhi

oleh

peranan

teknologi

dalam

perkembangannya dewasa ini adalah perbankan. Sebelumnya mari kita lihat kilas balik dari
asal mula dan perkembangan mengenai perbankan.
Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan
kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes
atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat
penukaran uang. Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha
yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya
kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka
meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Bank sendiri pertama kali didirikan dalam bentuk seperti sebuah firma pada umumnya
pada tahun 1690, pada saat kerajaan Inggris berkemauan merencanakan membangun kembali
kekuatan armada lautnya untuk bersaing dengan kekuatan armada laut Perancis akan tetapi
pemerintahan Inggris saat itu tidak mempunyai kemampuan pendanaan kemudian
berdasarkan gagasan William Paterson yang kemudian oleh Charles Montagu direalisasikan
dengan membentuk sebuah lembaga intermediasi keuangan yang akhirnya dapat memenuhi
dana pembiayaan tersebut hanya dalam waktu dua belas hari.
Kemudian

dalam

perkembangan

selanjutnya,

kegiatan

operasional

perbankan

berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang atau yang disebut sekarang ini kegiatan
simpanan. Berikutnya kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan peminjaman uang.
Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali kepada
masyarakat yang membutuhkannya. Jasa-jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan
perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
Perkembangan perbankan yang begitu pesat dalam kegiatannya membuat semakin
berkembangnya produk perbankan. Rata rata produk perbankan sekarang menggunakan kartu

(card) sebagai sarana produknya. Kami akan membahas tentang penggunaan kartu di
teknologi perbankan serta pengurangannya.

1.2 Rumusan Masalah


Penggunaan teknologi dalam perkembangan sektor perbankan relatif lebih maju. Hal ini
dapat dilihat dari pengembangan sistem dan perangkat kerasnya sebagai alat untuk
memuaskan kebutuhan para penggunanya seperti ATM, SST, RTGS, sistem kliring
elektronik, dan internet banking. Sehingga menimbulkan beberapa pertanyaan terkait
pengembangan teknologi dalam perbankan ini, yaitu :
1. Apakah yang dimaksud dengan e-banking ?
2. Bagaimanakah asal mula dibuatnya ATM ?
3. Siapakah pelopor dalam pengembangan dan pembuatan ATM ?
4. Apa pengaruh card di zaman sekarang ?
5. Bagaimana kondisi teknologi ATM dewasa ini ?

1.3 Tujuan
Kemajuan teknologi merupakan sesuatu yang tidak bisa kita hindari, karena kemajuan
teknologi akan berjalan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi
tercipta untuk memberikan manfaat positif bagi manusia, khususnya dalam sektor perbankan.
Oleh karena itu, diharapkan melalui karya ilmiah ini penulis dapat memberikan beberapa
manfaat, seperti :
1. Pemahaman mengenai e-banking
2. Penjelasan mengenai sejarah ATM
3. Penjelasan mengenai perkembangan ATM dan siapa yang meloporinya
4. Penjelasan mengenai apa saja pengaruh yang dapat dirasakan dari hadirnya sebuah
fasilitas card dalam kehidupan sehari-hari
5. Pengetahuan tentang kondisi teknologi ATM pada masa sekarang

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 e-Business
e-Business atau Electronic business dapat didefinisikan sebagai aktivitas yang berkaitan
secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa
dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi,dan salah satu
aplikasi teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal, melingkupi sistem,
pendidikan pelanggan, pengembangan produk, dan pengembangan usaha. Secara luas sebagai
proses bisnis yang bergantung pada sebuah sistem terotomasi. Pada masa sekarang, hal ini
dilakukan sebagian besar melalui teknologi berbasis web memanfaatkan jasa internet.
Terminologi ini pertama kali dikemukakan oleh Lou Gerstner, CEO dari IBM.

Marketspace adalah arena di internet, tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli
secara bebas seperti layaknya di dunia nyata (marketplace). Mekanisme yang terjadi di
marketspace pada hakekatnya merupakan adopsi dari konsep pasar bebas dan pasar
terbuka, dalam arti kata siapa saja terbuka untuk masuk ke arena tersebut dan bebas
melakukan berbagai inisiatif bisnis yang mengarah pada transaksi pertukaran barang atau
jasa.

Seluruh perusahaan, tanpa peduli ukuran dan jenisnya, dapat menerapkan konsep e-Business,
karena dalam proses penciptaan produk maupun jasanya, setiap perusahaan pasti
membutuhkan sumber daya informasi.

2.1.1 Tujuan

Sebagai penggunaan internet dan web untuk transaksi bisnis. Lebih formalnya, secara digital
memungkinkan terjadinya transaksi komersial antara organisasi dan individu.

2.1.2 Manfaat

Bagi Perusahaan
Memperluas pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global, sehingga perusahaan
bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, memilih pemasok terbaik, dan menjalin relasi
dengan mitra bisnis yang dinilai paling cocok.
Menekan biaya menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan, dan mengakses
informasi berbasis kertas (paperbased information).
Memungkinkan perusahaan mewujudkan bisnis yang sangat terspesialisasi.

Bagi Customer
Memungkinkan konsumen berbelanja atau melakukan transaksi lainnya setiap saat (24 jam
sehari) dan dari hampir semua lokasi.
Memberikan pilihan produk dan pemasok yang lebih banyak kepada pelanggan.
Memungkinkan konsumen dalam mendapatkan produk dan jasa yang lebih murah, karena
konsumen bias berbelanja di banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.

Bagi Masyarakat Luas


Memungkinkan lebih banyak orang bekerja di rumah dan lebih jarang bepergian untuk
berbelanja, sehingga kemacetan dan polusi udara bisa berkurang.
Memungkinkan beberapa jenis barang dijual dengan harga murah, sehingga bisa terjangkau
oleh orang yang kurang mampu.

2.2 Automatic Teller Machine (ATM)


ATM (bahasa Indonesia: Anjungan Tunai Mandiri atau dalam bahasa Inggris: Automated
Teller Machine) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk
mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang
"teller" manusia. Banyak ATM juga mengijinkan penyimpanan uang atau cek, transfer uang
atau bahkan membeli perangko.

ATM sering ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, seperti restoran, pusat perbelanjaan,


bandar udara, pasar, dan kantor-kantor bank itu sendiri.

2.2.1 Perangkat Keras


ATM biasanya terdiri dari perangkat berikut:

CPU (untuk mengontrol antarmuka pengguna dan perangkat transaksi)

Pembaca Magnetik dan/atau Chip kartu (untuk mengidentifikasi pelanggan)

Papan ketik PIN (mirip dalam tata letak papan kunci touchpad atau kalkulator), sering
diproduksi sebagai bagian rangka yang aman.

Kriptoprosesor Aman, umumnya dalam bagian rangka yang aman.

Monitor (digunakan oleh pelanggan untuk melakukan transaksi)

Tombol fungsi (biasanya dekat dengan layar) atau layar sentuh (digunakan untuk
memilih berbagai aspek transaksi)

Mesin pencetak rekam (untuk menyediakan pelanggan dengan catatan transaksi mereka)

Ruang penyimpanan (untuk menyimpan bagian-bagian mesin yang membutuhkan akses


terbatas)

Housing (untuk estetika dan untuk melampirkan tanda tangan)

Karena tuntutan komputasi lebih berat dan jatuhnya harga arsitektur mesin seperti-Personal
Computer,

ATM

sudah

beralih

dari

arsitektur

perangkat

keras

kustom

menggunakan mikrokontroler dan/atau aplikasi-spesifik sirkuit terpadu untuk mengadopsi


arsitektur perangkat keras dari sebuah Personal Computer, seperti, koneksi USB untuk
peripheral, Ethernet dan komunikasi IP, dan menggunakan sistem operasi komputer pribadi.
Meskipun tidak diragukan lagi lebih murah untuk menggunakan perangkat keras komersial "di
luar cangkang", hal ini membuat ATM berpotensi rentan terhadap jenis masalah yang sama
ditunjukkan oleh Personal Komputer konvensional.

2.2.2 Perangkat Lunak


Dengan migrasi ke komoditas perangkat keras Personal Computer, sistem operasi standar
komersial "di luar cangkang", dan lingkungan pemrograman dapat digunakan di dalam ATM.
Platform Khas sebelumnya digunakan dalam pengembangan ATM termasuk RMX atauOS/2.
Hari

ini

sebagian

besar

operasi Microsoft Windows,

ATM

di

seluruh

terutama Windows

XP

dunia

menggunakan

Professional atauWindows

sistem
XP

Embedded. Sejumlah kecil penyebaran dapat masih menjalankan versi Windows OS


seperti Windows NT,Windows CE, atau Windows 2000.

Terdapat pula industri keamanan komputer yang berpandangan bahwa sistem operasi desktop
masyarakat umum memiliki resiko yang lebih besar sebagai sistem operasi untuk mesin
pengeluaran uang daripada jenis lain dari sistem operasi seperti (aman) Sistem operasi waktunyata (RTOS). RISKS Digest memiliki banyak artikel tentang kerentanan kas mesin sistem
operasi.
Linux juga menemukan beberapa penerimaan di pasar ATM. Contoh dari hal ini
adalah Banrisul, bank terbesar di selatan dari Brasil, yang mengganti sistem operasi MSDOS di ATM nya dengan Linux. Banco do Brasil juga me-migrasikan ATM-nya ke Linux.
Dengan terjadinya sistem operasi Windows dan XFS di ATM, aplikasi perangkat lunak yang
memiliki kemampuan untuk menjadi lebih cerdas. Hal ini telah menciptakan generasi baru
ATM aplikasi yang umum disebut sebagai aplikasi diprogram. Jenis aplikasi ini
memungkinkan sebuah host yang sama sekali baru teraplikasi di mana terminal ATM dapat
melakukan lebih dari hanya sekedar berkomunikasi dengan switch ATM. Sekarang sedang
diberdayakan untuk terhubung ke server konten lain dan sistem video perbankan.
Perangkat lunak ATM terkemuka yang beroperasi pada platform XFS diantaranya Triton
PRISM, Diebold AgilisEmPower, NCR APTRA

Edge, Absolute

Systems

Absolute

INTERACT, KAL Kalignite, Phoenix Interactive VISTAatm, dan Wincor Nixdorf ProTopas.

2.2.3 Penggunaan
Pada ATM paling modern, pelanggan diidentifikasi dengan memasukkan Kartu ATM plastik
dengan strip magnetik atau kartu pintar plastik dengan chip, yang berisi kartu yang bernomor
unik dan beberapa informasi keamanan seperti tanggal kedaluwarsa atau Kode keamanan
kartu (CVV). Otentikasi ini disediakan oleh pelanggan saat memasukkan nomor identifikasi
pribadi (PIN). ATM terbaru di Royal Bank of Scotland beroperasi tanpa kartu untuk menarik
uang tunai hingga 100. Pelanggan awalnya harus mendaftarkan nomor ponsel merekadan
dan bank akan memberikan kode enam digit untuk masuk ke ATM untuk menarik uang tunai
tersebut.[2]

Menggunakan ATM, pelanggan dapat mengakses akun bank mereka untuk membuat
penarikan, uang tunai melalui kartu debit, dan memeriksa saldo rekening mereka serta
membeli kredit ponsel prabayar . Jika mata uang yang ditarik dari ATM berbeda dengan
rekening bank dalam mata uang (misalnya: Penarikan Yen Jepang dari rekening bank berisi

Dolar AS), uang tersebut akan dikonversi pada nilai tukar resmi pasar. Dengan demikian,
ATM sering memberikan salah satu kemungkinan harga tukar terbaik resmi untuk wisatawan
asing, dan juga banyak digunakan untuk tujuan ini.

2.2.4 Alternatif Penggunaan


Meskipun ATM awalnya dikembangkan hanya sebagai dispenser uang tunai, alat ini telah
berkembang untuk memasukkan banyak fungsi-bank lainnya yang terkait. Di beberapa
negara,

khususnya

yang

memanfaatkan

jaringan

ATM

lintas-bank

terintegrasi

(misalnya: Multibancodi Portugal), ATM mencakup banyak fungsi yang tidak berkaitan
langsung dengan pengelolaan rekening bank sendiri, seperti:

Pengakuan deposit mata uang, penerimaan, dan daur ulang[4][5]

Membayar tagihan rutin:

Utilitas/kebutuhan rumah tangga (televisi kabel, PAM, dsb.)

Tagihan telepon

Tagihan listrik

Asuransi

Pajak

Mencetak rekening koran

Memperbarui buku tabungan

Memuat nilai uang ke Kartu Prabayar

2.3 Card
Kartu bank merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan
dan dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan. Perkembangan penggunaan
kartu plastik dalam berbagai bentuk menunjukkan bahwa alat ini tidak hanya digunakan
sebagai alat pembayaran saja, tetapi juga untuk tujuan lain seperti penarikan uang tunai.
Berdasarkan pertimbangan dapat dibawa bepergian dengan praktis, dapat digunakan sewaktuwaktu dan kemudahan penggunaan yang lain kartu plastik ini semakin luas digunakan untuk
berbagai macam transaksi keuangan. Kartu plastik ini dapat berupa kartu kredit, kartu debit,
kartu penarikan uang tunai melalui anjungan tunai mandiri (automated teller machine
ATM).
Perusahaan yang menerbitkan berbagai bentuk kartu plastik ini dapat digolongkan sebagai
salah satu bentuk lembaga keuangan bukan bank, karena kartu plastik tersebut pada dasarnya
dapat digunakan sebagai alat untuk kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana dari dan
kepada masyarakat.

2.4 Kondisi ATM dan Card Saat Ini


2.4.1 Kondisi ATM saat ini
Pelopor Mesin ATM
Luther George Simjian adalah salah seorang Penemu dan ilmuwan yang berumur cukup
panjang. Ia dilahirkan di Turki pada 28 Januari 1905, dan meninggal pada 23 Oktober 1997
dalam usia 92 tahun.
Simjian muda hijrah ke Amerika Serikat pada usia 15 tahun, karena dipisahkan dari
keluarganya pada masa Perang Dunia I. Setelah bertemu dengan kerabatnya di Connecticut,
dia mulai belajar mandiri dengan bekerja sebagai Fotografer sesuai dengan bidang
ketertarikannya. Pada awal mulanya, Simjian belajar di Universitas Yale dengan
mengambil bidang Kedokteran. Namun minatnya berubah ketika Pihak Universitas
memberikan pekerjaan di Laboratorium Foto. Pada tahun 1928, dia telah menduduki
jabatan Direktur pada Departemen Fotografi di Universitas tersebut.
Pada tahun 1934 Simjian pindah ke New York, di mana dia mengembangkan mesin X-ray
warna dan self-posing portrait camera, yang memungkinkan subyek untuk melihat ke

dalam cermin dan melihat gambar yang tepat yang akan diambil. Denagn berbekal
penemuannya ini, Simjian mendirikan sebuah perusahaan manufaktur kamera dan menjual
lisensi untuk menggunakan kamera tersebut di studio mini yang diletakkan dalam
Departement Store dengan nama Photoreflex yang kemudian diganti dengan nama
Reflectone. Perusahan inilah yang kemudian terus melakukan pengembangan optik, dan
perangkat elektro mekanik.
Ketika Simjian menawarkan ide untuk membuat pelanggan bank melakukan transaksi
finacial tanpa bertemu dengan teller, ia diragukan banyak orang. Tak kenal menyerah, pada
tahun 1939, Simjian mendaftarkan 20 paten yang berkaitan dengan perangkat temuan
barunya tersebut, dan menawarkan temuannya kepada sebuah perusahaan besar yang
sekarang dikenal dengan nama Citicorp. Baru setelah 6 bulan kemudian, Citicorp merespon
tawaran Simjian tersebut.
Tampaknya, orang yang akan menggunakan mesin ini hanyalah sejumlah kecil pelacur
dan penjudi yang malu dan tidak mau bertemu muka dengan tellers tulis Simjian.
Ups, ternyata hari ini pada setiap sudut jalan, kita dapat dengan mudah menemukan mesin
ajaib ini. Apa yang menjadi keraguan banyak orang pada masa tersebut sangat tidak
terbukti. Atm sudah menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan bagi kebanyakan orang
yang tinggal di perkotaan. Penemuan Simjian yang pada awalnya diragukan, kini telah
membantu banyak orang dengan hadirnya kemudahan melalui mesin ATM.

Penggunaan Mesin ATM


1.Di Dunia
Dengan adanya ATM ini membuat kehidupan kita menjadi lebih mudah, karena
saat ini jaringan ATM sudah bisa lintas Negara bahkan lintas benua contohnya anda
bisa transaksi penarikan uang tunai di negara manapun apabila anda memegang
kartu Master yang bergambar Cirrus Maestro, anda bisa mengambil uang tunai di
ATM yang ada logo Cirrus Maestro, demikian juga dengan kartu Visa anda yang
bergambar Visa Electron, anda bisa mengambil uang yang ada di ATM yang ada
logo Visa Electron. Pemakaian ATM di Negara-negara maju sudah sangat baik
sehingga rata-rata perhari bisa mencapai 500 1000 transaksi perhari.

2. Di Indonesia
Meskipun ATM sudah sangat populer hampir semua orang di Indonesia ini
mengenal dan mendengar kata-kata ATM tetapi tingkat penggunaannya masih
belum optimal untuk ukuran Bank besar dengan jaringan luas seperti BCA,
transaksi finansialnya sekitar 800 ribu transaksi perhari, dari sekitar 2500 ATM jadi
rata-rata transaksi di ATM hanya sekitar 320 transaksi perhari, jumlah ini
sebenarnya belum optimal apabila dibandingkan dengan biaya investasi yang
dikeluarkan. Untuk rata-rata penggunaan ATM per hari diseluruh Indonesia untuk
semua bank masih kurang dari 300 transaksi per hari.

2.4.2

Kondisi Card Sekarang


Semakin berjalannnya waktu semakin banyak pula produk bank yang berkembang,
perkembangan produk tersebut juga diiringi oleh penggunaan kartu yang cukup banyak.
Untuk saat ini jenis jenis kartu yang di gunakan di dunia perbankan ada :

a. Kartu kredit (credit card)


Kartu kredit adalah suatu jenis alat pembayaran sebagai pengganti uang tunai, yang
sewaktu-waktu dapat ditukarkan apa saja yang kita inginkan dimana saja ada cabang yang
dapat menerima kartu kredit dari bank, atau perusahaan yang mengeluarkannya.
Dengan mempunyai kartu kredit, seseorang dapat melakukan pembelian barang dan jasa
pada tempat-tempat khusus yang menjalin kerja sama dengan perusahaan kartu kredit yang
bersangkutan tanpa harus menggunakan uang tunai. Pembayaran dilakukan dengan cara
menggesekkan kartu kredit pada perangkat yang sudah disiapkan oleh penjual barang dan
jasa, sehingga transaksi pembelian tersebut tercatat pada alat tersebut dan dapat dicetak.
Pembayaran atau angsuran oleh pihak lain yang ditunjuk.

Macam-Macam Kartu Kredit :

1. Kartu kredit lokal

Yaitu kartu kredit yang hanya dapat dilakukan dalam suatu wilayah tertentu, misalnya di
seluruh wilayah negara Indonesia saja. Semakin pesatnya penggunaan kartu kredit ini

menyebabkan beberapa perusahaan jasa penerbit kartu kredit sendiri guna memberikan
pelayanan yang lebih mudah dan praktis bagi nasabahnya.

Misalnya : Hero, Astra Card, Garuda Executive Card, dll.

2. Kartu kredit internasional

Yaitu kartu kredit yang dapat digunakan lintas negara atau dapat digunakan di seluruh
negara. Kartu kredit internasional yang dapat dipergunakan melakukan transaksi di
berbagai tempat dunia.

Misalnya : Visa, Master Card, Dinners Club, Carte Blanc, American Express.

Kegunaan dari Kartu Kredit :

1. Sebagai alat ganti pembayaran.

Kartu kredit dapat dipergunakan sebagai alat ganti pembayaran, sehingga kita tak perlu
membawa banyak uang tunai, yang dapat berisiko hilang atau jatuh di jalan.

2. Sebagai cadangan.

Kartu kredit juga dapat digunakan sebagai cadangan untuk keperluan mendadak, seperti
jika tiba-tiba ada keluarga yang sakit dan perlu di rawat di rumah sakit, maka pembayaran
uang muka dapat menggunakan kartu kredit, hal ini tak merepotkan dibanding jika kita
harus ke ATM dulu atau mencairkan uang di Bank.

3. Membantu melakukan pembayaran atas tagihan rekening rumah tangga.

Pada kartu kredit ada fasilitas one bill, artinya kita bisa meminta kepada Bank penerbit
kartu kredit untuk sekaligus membayarkan tagihan atas rekening: listrik, tagihan
telkom/hand phone, tagihan PDAM, tagihan internet serta tagihan-tagihan lainnya dengan

sepengetahuan intansi yang mengeluarkan tagihan tersebut. Dengan demikian setiap bulan
kita tidak disibukkan membayar ke beberapa instansi, namun pembayaran dapat dilakukan
sekaligus melalui kartu kredit, yang langsung dilakukan pendebetan setiap bulannya.

b. Charge card

Charge card merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan
dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran transaksi pembelian barang dan jasa yang
pembayaran pelunasannya harus dilakukan oleh pembeli secara sekaligus pada jangka
waktu tertentu setelah kartu digunakan sebagai alat pembayaran.

Pembayaran dilakukan pada akhir bulan yang sama dengan tanggal transaksi atau bulan
berikutnya dengan disertai biaya tambahan. Penyelenggara kartu ada yang menetapkan
biaya tambahan, tetapi ada juga yang tidak, sehingga pelunasan yang dibayarkan oleh
pemilik kartu ada yang terdiri dari pokok pinjaman beserta tambahan dan ada pula yang
berupa pokok pinjaman saja.[5]

Pemegang charge card ini harus melunasi seluruh tagihan yang disodorkan kepadanya
tanpa diberi waktu untuk menunda atau mengangsur. Apabila pembayaran tidak dilakukan
secara penuh dari tagihan yang akan dikenakan denda keterlambatan sebesar presentase
tertentu. Pada setiap pembayaran tagihan tidak dikenakan tingkat bunga.

Di antara keistimewaan paling menonjol dari kartu ini adalah diharuskannya menutup total
dana yang ditarik secara lengkap dalam waktu tertentu yang diperkenankan, atau sebagian
dari dana tersebut. Biasanya waktu yang diperkenankan tidak lebih dari tiga puluh hari,
namun terkadang bisa mencapai dua bulan. Kalau pihak pembawa kartu terlambat
membayarnya dalam waktu yang telah ditentukan, ia akan dikenai denda keterlambatan.
Dan kalau ia menolak membayar, keanggotaannya dicabut, kartunya ditarik kembali dan
persoalannya diangkat ke pengadilan.

c. Kartu debit (Debit Card)

Kartu debit atau merupakan suatu alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga
keuangan (issuer) dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran transaksi pembelian
barang dan jasa dengan cara mendebit atau mengurangi saldo rekening simpanan pemilik
kartu (card holder) serta pada saat yang sama mengkredit saldo rekening penjual
(merchant) sebesar nilai transaksi barang dan jasa.

Sistem penggunaan kartu debit ada yang sudah online dan ada juga yang belum online.
Sistem yang belum online berarti bahwa pada saat pemilik kartu menggunakan kartunya
untuk berbelanja maka transaksi pendebitan rekening simpanannya tidak secara otomatis
pada saat bersamaan.

Pendebitan rekening pemilik kartu dan pengkreditan rekening penjual pada bank pengelola
kartu hanya akan dilakukan setelah merchant menyerahkan bukti penggunaan kartu
(pembayaran dengan kartu debit) pada toko atau tempat usahanya. Sistem ini mengandung
resiko bahwa saldo rekening simpanan pemilik kartu tidak cukup untuk menutupi transaksi
pembelian yang dilakukan. Apabila sistem ini telah online, maka pada saat itu juga
merchant dapat melihat saldo rekening simpanan pemilik kartu bank pengelola kartu debit
tersebut. Dengan cara ini merchant dapat menentukan apakah kartu tersebut masih cukup
untuk menutupi nilai transaksi yang akan dilakukan ataukah tidak. Pada saat bersamaan
mesin atau peralatan yang ada pada merchant dapat melakukan pendebitan rekening
simpanan pemilik kartu debit dan sekaligus pengkreditan rekening merchant sendiri.
Dengan demikian, setiap kali pemilik kartu menggunakan debitnya untuk berbelanja, maka
pada saat yang bersamaan saldo rekening pinjamannya akan berkurang dalam nilai yang
sama.[6]

Adanya kartu ini syaratnya bahwa si pemilik harus terlebih dahulu mempunyai kartu
rekening atau ATM dari pihak bank bersangkutan. Kalau kartunya sedang On-Line Debit,
transfer akan berjalan sempurna pada hari tersebut. Namun kartu tersebut sedang Off-Line
Debit proses transfer tersebut bisa membutuhkan waktu beberapa hari. Kartu ini tidak
memberikan pinjaman kepada pemiliknya dan tidak memberikan peluang kepadanya untuk
melakukan transaksi pembelian melebihi jumlah dana yang dia miliki dalam rekeningnya.

Bank yang mengeluarkan kartu ini tidak membayar jumlah dana yang dikeluarkan dari
kasnya kepada para pedagang untuk kemudian menagihnya dari pemilik kartu. Namun
kartu ini hanya berfungsi mendebit rekening pemilik kartu untuk ditransfer ke rekening
pedagang bersangkutan. Fungsinya mirip dengan cek. Kartu Debit semacam ini banyak
digunakan di negara-negara yang memang berkeinginan menerapkan budaya konsumtif dan
mendorong masyarakat agar menabungkan uangnya di bank-bank yang ada.

Kegunaan kartu debit

Kartu Debit berguna sebagai alat bantu untuk melakukan transaksi dan memperoleh
informasi perbankan secara elektronis.

d. Cash card

Merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan yang dapat
digunakan alat penarikan uang tunai secara manual melalui teller bank atau melalui ATM,
tetapi pembayan tidak dapat dilakukan di luar bank. Cash card tidak dapat digunakan
sebagai alat pembayaran dalam transaksi jual beli barang atau jasa sebagaimana dengan
Credit Card, Charge Card, Debit Card. Penerbitan kartu penarikan uang tunai ini dengan
tujuan untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada nasabah yang telah
memiliki simpanan di bank yang bersangkutan. Bank menetapkan limit penarikan tunai
atau di transfer melalui ATM. Untuk penarikan melalui ATM pemegang kartu diberikan
kartu identifikasi pribadi (Personal Identification Number, PIN) dan untuk pemegang kartu
harus menjaga kerahasiaan PIN tersebut.

e. Private Label Card

Private label card, merupakan kartu yang diterbitkan oleh suatu badan usaha (bukan bank)
dan penggunaan kartu hanya sebatas pada perusahaan yang mengeluarkan.

f. Smart Card

Smart card merupakan kartu yang berfungsi sebagai rekening terpadu, kartu ini dapat
dihubungkan dengan rekening pribadi, dan dapat menyimpan dan memperbaruhi data
dalam micro chip sehingga pemegang kartu dapat mengetahui keadaan semua rekeningnya.

g. Check Guarantee Card

Check guarantee merupakan kartu yang digunakan sebagai jaminan dalam penarikan cek
dan dapat pula digunakan untuk menarik uang tunai. Kartu jenis ini sangat populer di eropa
terutama inggris. Disamping itu, kartu tersebut dapat juga digunakan dalam melakukan
penarikan uang melalui ATM.

BAB 3
PROYEK LESS CARD SOCIETY WITH PALM PRINT

3.1 Definisi Sistem Palm Print


Palm print merupakan sistem yang mengindentifikasi telapak tangan sebagai suatu akun
data CIF, atau akun data checking BI nasabah bank yang dikoordinasikan oleh BI karena
adanya perbedaan karakteristik telapak tangan manusia. Palm Print juga sebagai pengganti
Kartu-Kartu yang selama ini sangat berpengaruh di dunia perbankan.

3.2 Tujuan Sistem Palm Print


Palm Print mempunyai beberapa tujuan, diantara lain:

1. Mempermudah kerja nasabah atau pelanggan.


Palm Print yang cara kerjanya hanya dengan menempelkan telapak tangan sangat
mempermudah nasabah, karena kita tahu bahwa tangan adalah organ tubuh yang
selalu melekat di tubuh kita, jadi tidak akan pernah lupa terbawa.

2. Memberikan keamanan dan kenyamanan pada nasabah atau pelanggan.


Karena tiap orang pasti berbeda sidik jarinya maka Palm Print merupakan sistem
yang cukup aman untuk digunakan. Mengurangi tingkat kriminalitas juga, seperti
pencurian atau penyalahgunaan kartu kredit/debit oleh orang lain.

3. Menciptakan trend teknologi terbaru dan tercanggih dan bermanfaat.


Teknologi perbankan yang semakin lama semakin pesat membuat penemuan ini
diharapkan menjadi salah satu reformer teknologi di dunia Perbankan.

4. Menciptakan sistem all in one, semua data nasabah atau pelanggan tersimpan
di satu tangan.

Data nasabah berada dalam satu tangan. Satu tangan digunakan sebagai akun data
CIF di suatu bank dan akun data BI Checking.

3.3 Manfaat Sistem Palm Print


Sistem Palm Print mempunyai beberapa manfaat yang cukup banyak dan menguntungkan,
diantaranya:
1. Sistem Palm Print menggantikan fungsi berbagai kartu di perbankan, sehingga
nasabah di permudah dalam bertransaksi.
2. Sistem Palm Print dapat digunakan untuk membayar tiket beberapa transportasi
umum, seperti tiket untuk kereta, pesawat terbang, kapal.
3. Sistem Palm Print dapat digunakan untuk pembayaran transaksi seperti makan di
restoran ataupun berbelanja di outlet-outlet (Merchant)
4. Sistem Palm Print juga dapat digunakan untuk melakukan transaksi tarik tunai di
ATM.

3.4 Desain Mesin ATM Sistem Palm Print

3.6 Material Mesin ATM Palm Print


Material mesin ATM yang menggunakan system Palm Print sebenarnya tidak jauh berbeda
dengan material mesin ATM lain. Hanya disini ada sedikit pengurangan yaitu di tombol pin
yang diganti menjadi tombol touchscreen, lalu Slot card juga di hilangkan karena
digantinya card dengan Palm Print. Lalu ada sensor pendeteksi datangnya manusia
sehingga bila tidak ada yang memakai mesin ATM otomatis akan sleep. Berikut kami
rinci material material yang digunakan:

ATM Machine
Verified Supplier

: Shenzhen MI Technology Co., Ltd.

Description

: 17" inch Touch-screen LCD, self-service, kiosk, etc.

People Motion Sensor


Verified Supplier
Description

: H&T KOREA CO., LTD.


: Radar Motion Sensor can be installed at an ATM

to sense the motion of people and objects

3.7 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Palm Print


Kelebihan menggunakan sistem palmprint adalah :
1. Menampilkan data otentik , sehingga menciptakan suatu sistem keamanan yang
akurat.
2. Menunjang kelancaran pelaksanaan transaksi keuangan.
3. Menghindari kecurangan, seperti: penyalah gunaan kartu atm untuk bertransaksi, dll
4. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas serta produktivitas perbankan di Indonesia
5. Proses data nasabah cepat dan mudah serta cara penggunaan yang sangat mudah
6. Teknologi universal untuk segala kebutuhan dan keinginan, untuk siapa saja baik
perorangan ataupun instansi pemerintah dan swasta
7. Telapak tangan seseorang jauh lebih sulit untuk dipalsukan dibanding kartu
identitas.
8. Seseorang tidak dapat lupa akan sidik jari telapak tangannya, seperti lupa akan
password.
9. Seseorang tidak dapat menebak pola sidik jari telapak tangannya, seperti menebak
password/pin
10. Seseorang tidak dapat meninggalkan sidik jari telapak tangannya seperti
meninggalkan card.

Kekurangan menggunakan palmprint adalah:


1. Human error, seperti scan palmprint sulit diterima. Hal ini bisa dikarenakan kondisi
telapak tangan yang tidak normal, seperti basah, kotor, terlalu kering ataupun
terkelupas.
2. Dalam melakukan transaksi, tidak dapat diwakilkan oleh orang lain.

3.8 Fungsi dan Mekanisme Sistem Palm Print


Sistem Palm print merupakan sistem yang dapat membantu kebutuhan transaksi
masyarakat karena penggunaannya yang sangat mudah tanpa harus membawa alat transaksi
kemana-mana, sehingga mereka yang merasa repot untuk membawa alat pembayaran
seperti uang cash, kartu ATM atau kartu kredit tidak perlu khawatir lagi karena adanya
system palm print ini.
Mekanisme Pendaftaran Sistem Palm Print
1)

Pertama-tama calon pengguna harus membuka rekening di bank jika belum


memiliki rekening sebelumnya.

2)

Apabila sudah memiliki rekening, maka nasabah harus mendaftarkan palmprint


miliknya di bank tersebut.

3)

Palmprint yang sudah terdaftar akan dikirim ke BI sebagai database pemilik dan
pengguna palmprint

4)

Setelah pembuatan palmprint milik nasabah tersebut berhasil, dilakukan


pengecekan untuk mengetahui apakah palmprint milik nasabah tersebut sudah
berfungsi dengan baik atau belum

5)

Jika sudah, maka palmprint milik nasabah tersebut sudah bisa digunakan untuk
transaksi.

Ilustrasi Pendaftaran Sistem Palm Print

Mekanisme penggunaan sistem Palm Print di Mesin ATM :

Mekanisme penggunaan sistem Palm Print di Merchant untuk berbelanja:

Konsumen Berbelanja
di minimarket

Pilih Jenis Transaksi


Debit/ Uang
Elektronik

Masukan jumlah
pembayaran

Membayar dan
bertransaksi di kasir
menggunakan
Elektronik Palmprint
Capture

Masukan sandi
akun

Konsumen melakukan
scan telapak tangan di
alat EPC

Memilih bank untuk


transaksi

Transaksi
Berhasil!

3.10 Keunggulan dibandingkan Sistem yang Sekarang


Keunggulan Mesin Palm Print
Security (keamanan) yang kuat.
Pelanggan atau nasabah tidak perlu khawatir dengan segala bentuk kejahatan pencurian
data atau uang. Karena teknologi palm print yang menggunakan telapak tangan sangat
memungkinkan nasabah merasa aman. Hal ini karena telapak tangan kita menjadi sistem
keamanan kita

Mudah digunakan
Mesin palm print sangat mudah digunakan kapanpun dan dimanapun, karena cara kerjanya
hanya perlu menempelkan telapak tangan ke layar internet dan mesin yang tersedia di
sekitar anda. Dengan adanya palm print maka semua keperluan kita bisa dilakukan tanpa
harus repot mengeluarkan kartu dari dompet dan menginput password atau kode pim.

My hand is my card
Sistem kerja palm print dengan menggunakan teknologi yang sangat canggih memudahkan
kita melakukan aktivitas serta menghindari terjadinya hilang data atau kartu. Karena
dengan palm print ini tidak akan terjadi yang namanya kartu hilang atau tertinggal, karena
kartu (data) adalah tangan saya.

Sistem kerja yang cepat


Palm print merupakan teknologi yang sangat canggih. Karena itu proses yang dilakukan
oleh teknologi ini sangatlah cepat sehingga nasabah dibuat nyaman dengan terciptanya
teknologi terbaru ini.

3.11 Ketentuan
Teknologi palmprint adalah alat untuk memudahkan para nasabah dalam
melakukan transaksi diseluruh perbankan di indonesia dan juga menghindari adanya
manipulasi data nasabah yang sangat mudah dilakukan apabila masih diberlakukan kartu
sebagai alat transaksinya.
Sampai saat ini dan untuk masa yang akan datang palmprint merupakan salah satu cara
yang paling aman karena palmprint tidak bisa dimanipulasi. Palmprint telah terbukti cukup
akurat, aman, mudah dan nyaman untuk dipakai sebagai identifikasi bila dibandingkan
dengan system lainnya seperti retina mata atau DNA.
Hal ini dapat dilihat pada sifat yang dimiliki oleh sidik jari telapak tangan, antara lain :
1.

Perennial nature, yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada

kulit manusia seumur hidup.


2.

Immutability, yaitu sidik jari seseorang tidak pernah berubah, kecuali

mendapatkan kecelakaan yang serius.


3.

Individuality, pola sidik jari adalah unik dan berbeda untuk setiap orang.

Dari ketiga sifat ini, palmprint dapat digunakan sebagai sistem identifikasi yang
dapat digunakan dalam aplikasi teknologi informasi seperti :
Authentification System, yaitu untuk akses data yang sifatnya rahasia dan
terbatas (misalnya data nasabah pada perbankan).

3.12 Sasaran Konsumen


Sasaran Program ini untuk masyarakat Indonesia yang sudah cukup memahami
kecanggihan teknologi, terutama untuk masyarakat yang berusia produktif yaitu 17-65
tahun.

BAB IV
PENUTUP

4.1

Kesimpulan
PalmPrint merupakan inovasi dalam industri perbankan berbentuk sistem yang
mengindentifikasi telapak tangan sebagai suatu akun data CIF bank umum dan akun data
checking BI nasabah bank. Selain itu, palmprint juga berguna sebagai pengganti kartukartu ATM, kredit, dan uang elektronik.
PalmPrint bertujuan sebagai

4.2

Saran