Anda di halaman 1dari 4

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

TATA LAKSANA KASUS


RSAL Dr. MINTOHARDJO
JAKARTA
2014 2016
(ICD 10: ..)
1. Pengertian (Definisi)
Gangguan Ansietas Menyeluruh (GAM) merupakan
gangguan ansietas kronik yang ditandai dengan
kekhawatiran yang berlebihan, sulit dikendalikan, dan
menetap, yang disertai degan gejala-gejala somatik
dan psikis.
Kecemasan bersifat menyeluruh dan menetap yang
tidak terbatas atau hanya menonjol pada keadaan
situasi khusus tertentu saja (sifatnya freefloating atau mengambang).
2. Anamnesis

Penderita harus menunjukkan ansietas sebagai gejala


primer yang berlangsung hampir setiap hari untuk
beberapa minggu sampai beberapa bulan, yang tidak
terbatas atau hanya menonjol pada keadaan situasi
khusus tertentu saja (sifatnya free floating atau
mengambang)

Gejala-gejala

tersebut

biasanya

mencakup unsur-unsur berikut:


1. Kecemasan (khawatir akan nasib buruk, merasa
seperti di ujung tanduk, sulit konsentrasi, dsb)
2. Ketegangan

motorik

(gelisah,

sakit

kepala,

terasa

ringan,

gemetaran, tidak dapat santai), dan


3. Overaktivitas

otonom

(kepala

22

berkeringat.

jantung

berdebar-debar,

sesak

napas, keluhan lambung, pusing kepala, mulut


kering. dsb)

Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan


berlebihan untuk ditenangkan (reassurance) serta
keluhan-keluhan somatik berulang yang menonjol.

3. Pemeriksaan Psikiatri
khusus

A. DESKRIPSI UMUM
Penampilan
Kesadaran
Kuantitatif : Compos mentis
Kualitatif
: Berubah
Perilaku dan Aktivitas Psikomotor
Pembicaraan
Sikap Terhadap Pemeriksa
B. KEADAAN AFEKTIF
Afek
: Datar
Keserasian : Tidak Serasi
Empati
: Tidak dapat diempati.
KOGNITIF :
GANGGUAN PERSEPSI
Halusinasi
Tidak ada
Ilusi
Tidak ada.
Depersonalisasi
Tidak ada.
Derealisasi
Tidak ada.
PROSES BERPIKIR
Arus Berpikir
a. Produktifitas
: Pasien memberikan
jawaban sesuai dengan pertanyaan.
23

b. Kontinuitas
: Terdapat asosiasi
longgar, logore, dan terkadang irrelevan.
c. Hendaya berbahasa
: Tidak ada.
Isi Pikiran
a. Preokupasi
: Pasien tahu penyebab
dirinya sakit adalah karena guna-guna dari istri muda
suaminya.
b. Gangguan pikiran : Waham kejar (pasien merasa
diguna-guna dan menjadi kambuh).

A. Kriteria Diagnosis

1. Sesuai dengan kriteria anamnesis


2. Sesuai dengan pemerikasaan psikiatri khusus

B. DiagnosisKerja
C. Diagnosis Banding
D. PemeriksaanPenunjang
E. Terapi

Gangguan Ansietas Menyeluruh (ICD 10: F 41.1)


1. Gangguan Panik (ICD 10: ..)
2. Gangguan obsesi Kompulsif (ICD 10: ..)
1. Fungsi Tiroid (ICD 9 CM: ..)
2. EKG (ICD 9 CM: ..)
1. FARMAKOTERAPI
1. Sertalin 25-50 mg/hari
2. Alprazolam 0,25-4 mg/hari
3. Diazepam 2,5-40 mg/hari
4. Lorazepam 2-6 mg/hari
2. TERAPI PSIKOSOSIAL

F. Edukasi
(Hospital Health Promotion)
G. Prognosis
H. Tingkat Evidens
I. Tingkat Rekomendasi
J. PenelaahKritis

1. Psikoedukasi

K. IndikatorMedis

Hamilton Anxiety Rating Scale

Baik atau buruk


IV
C

1.
2.
3.
4.

dr. Rudyhard E. Hutagalung, SpKJ


dr. Eunice P. Najoan<SpKJ
dr. Agus Susanto, SpKJ, SpKL
dr. Pramudya, SpKJ

24

L. Kepustakaan

1. Direktur
Jenderal
Pelayanan
MEdik
Departemen
Kesehatan
RI.
Pedoman
Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di
Indonesia III. Cetakan Pertama. 1993.
2. American Psychiatric Association. Anxiety
Disorder. Diagnostic and Statistical Manual of
Mental Disorders, 4th Ed. Text Revision,
DSM-IV-TR.
American
Psychiatiric
Association, 2000, hal. 429-455.

3. Sadock BJ, Sadock JA. General Anxiety


Disorder. Dalam: Kaplan & Sadocks Synopsis
of Psychiatry Behavioral Science/Clinical
Psyhiatry, 10th Ed. Wolters Kluwer, Lippincott
Williams & Wilkins, Philadelphia 2007, hal.
622-626.

25