Anda di halaman 1dari 16

Pendiri

BERLIN SIAHAAN

Surat Kabar Umum


nEDISI 071 THN III SENIN 23 FEBRUARI -9 MARET 2014

Pemimpin Redaksi/
Penanggung Jawab
JENRI, SH

nHARGA: @Rp 3.500,Luar Jawa + Ongkos Kirim

Informasi Aspirasi Rakyat

E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
nEDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI - 9 MARET 2014

HOTLINE PASANG IKLAN DAN PENGADUAN KANTOR REDAKSI 021-3190 2301 - 0813 1533 8511

Hakim Ketua Syamsudin, SH Perlu Diperiksa KY

Terdakwa Suap IMB Bekasi Divonis Bebas Pengadilan Tipikor Bandung


Bekasi, METROPOLITAN POS,
Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi berencana
mengajukan kasasi terhadap putusan majelis
hakim pengadilan tinggi tindak pidana korupsi
(tipikor) Bandung yang membebaskan terdakwa Timur Malaka, seorang pejabat Badan
Pelayanan Perijinan Terpadu dalam kasus suap
pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)

senilai Rp 668 juta.


Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bekasi,
Enen Saribanon membenarkan bahwa Tim
Jaksa Penuntut Umum Kejari Bekasi akan
segera mengajukan kasasi itu. Kasus Timur
Malaka sudah diputus bebas oleh Pengadilan Tipikor Bandung. Sikap Jaksa Penuntut
Umum saat itu langsung pikir-pikir. Pada

Profil
Maria Asteria

Wakil Miss
World 2014

akhirnya, jaksa menyatakan kasasi, ungkapnya, saat persidangan.


Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bekasi, Nur Himawan, didampingi Humas Kejari
Bekasi Dicky Darmawan menegaskan kasasi
akan diajukan ke Mahkamah Agung melalui
Pengadilan Tipikor Bandung, Kami diberi

Bersambung Hal 15........Hakim Ketua Syamsudin, SH

Timwas Century
Ancam Sandera
Wapres Boediono
T

Jakarta, Metropolitan Pos

USAI dinobatkan
sebagai Miss Indonesia
2014, Maria Asteria asal
Sulawesi Barat secara
Bersambung Hal 15 .......
Wakil Miss Word

Tersangka Korupsi
Proyek Kemenkominfo
Masih Bebas

Bambang Soesatyo.

Seorang pejabat negara bisa dipanggil paksa jika keterangannya diperlukan untuk kepentingan bangsa dan
Bambang Soesatyo.
negara.

Jaksa Agung, Basri Arief


Medan, METROPOLITAN POS,
Kejaksaan Agung (Kejagung) belum menahan tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan
(MPLIK) tahun 2010-2012 di Kemkominfo yang nilai proyeknya mencapai Rp 145 miliar yakni, Dirut
PT Multidana Rencana Prima Dodi N Achmad.
Yang bersangkutan tidak hadir dalam pemeriksaan yang diagendakan penyidik dan meminta
penjadwalan ulang tanggal 5 Maret 2014, kata
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum)
Kejaksaan Agung (Kejagung) Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Rabu (19/2).

Bersambung Hal 15........ Tersangka Korupsi Proyek Komenkoinfo

Boediono

im Pengawas Bank Century DPR RI sudah mempersiapkan


langkah-langkah bila mantan Gubernur Bank Indonesia,
Boediono tak juga memenuhi upaya pemanggilan paksa
kali kedua pada 19 Februari lalu.
Anggota Tim Was Bank Century, Bambang Soesatyo kepada
JPNN, Kamis (20/2) malam mengatakan, jika merasa benar, Timwas mengharap Boediono bersikap kesatria datang ke DPR sehingga tidak perlu menunggu dipanggil paksa. Menurutnya, DPR
memerlukan keterangannya terkait kasus bailout Bank Century
Rp 6,7 triliun.
Namun, jika dalam upaya pemanggilan paksa yang rencananya
dilakukan Mei 2014 mendatang, maka sesuai Pasal 72 dalam UU
MD3 No.27 tahun 2009, DPR bisa menempuh upaya lain berupa
penyanderaan selama 15 hari sebagaimana bunyi pasal tersebut.
Yakni, seorang pejabat negara bisa dipanggil paksa jika keterangannya diperlukan untuk kepentingan bangsa dan negara.
Kalau menolak panggilan paksa, maka sesuai ayat (4) dan (5)
sanksinya pejabat bisa disandera paling lama 15 hari sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, kata Bambang Soesatyo.
Menurut politikus partai Golkar yang akrab disapa Bamsat
itu, keterangan Boediono penting dan sangat dibutuhkan, teruBersambung Hal 15........
Timwas Century

REDAKSI

EDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI - 9 MARET 2014

Diterbitkan Oleh
PT Sukses Parna Sejahtera

SK MENHUM & HAM RI :


Nomor : AHU-0016178.AH.01.09. Tahun 2011
SIUP Nomor: 03821-05/PM/1.824.271

Penasehat Hukum
Drs. Jatenangan Manalu SE MM H.Hum,
Hotman Sitorus SH MH, Paulus Subandi
SH MH, Poltak Siringoringo SH MH., Sabar
Siahaan SH. Ferdinan Montorori SH.MH.
Pendiri
Jenri, Berlin Siahaan, Robert N
Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan
Berlin Siahaan.
Pemimpin Redaksi
Jenri, SH
Redaktur Pelaksana
Firdaus Panjaitan
Redaktur
Jamadin, Laris Naibaho
Manager Pemasaran
Hasadungan Siregar
Sekretaris Redaksi
Mula Tua
Bagian Keuangan
Yessie M. Sani
Dewan Redaksi
Jenri, SH, Peris, Parel N, Laris Naibaho, SH
Tumbur Limbong, Pabona, Posman Sijabat
Staf Redaksi
Litbang
Onasis, Jonni, Robert N, Marlon N SE.,
Tony N SE., Parel Naibaho, Anton. S
STAF AHLI
Edison Sitanggang, William Satar, SH
(Budaya, Pariwisata & HAKI)
Layout
Tatema Marunduri
Bagian Sirkulasi
Mulatua, Rinaldi Josua
Penasehat
Andar Situmorang SH ML, Jack Monang
Napitupulu, Perdi Sitanggang, Kol. (Pur) Drs.
Lauasa M. Hutagalung, H. Sitanggang,
Drs. Rudolf Naibaho, Hakim Siahaan,
Bindu Marbun

Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B


Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

REKENING BANK :
BANK BCA REK NO : 0948118320
BANK BRI REK NO 086201003057507
A.N: JENRI SITANGGANG

TARIF IKLAN
Iklan Kuping Ukuran Standart
Iklan Warna Ukuran 3R
Iklan Warna Ukuran 4R Photo
Iklan Kolom Ukuran Standart
Iklan 1 Halaman Penuh Warna
Iklan 1/2 Halaman Warna
Iklan Halaman Warna
Iklan 3/4 Halaman Warna

=
=
=
=
=
=
=
=

RP 500.000,RP 1.000.000,RP 2.000.000,RP 50.000,RP 12.000.000,RP 6.000.000,RP 3.000.000,RP 1.500.000,-

DIBUTUHKAN PERWAKILAN,
BIRO DAN WARTAWAN :
1. Depok
2. Ciamis
3. Tasikmalaya
4. Banjar
5. Sumedang
6. Majalengka
7. Cianjur
8. Subang
9. Provinsi Jabar
10. Provinsi Jawa Timur

11. Denpasar
12. Nusa Tenggara
13. Kalimantan Timur
14. Kalimantan Selatan
15. Sumatera Utara
16. Sumatera Barat
17. Sumatera Selatan
18. Lampung
19. Sulawesi

Bagi anda yang berminat


Hubungi Kantor Redaksi
JURISMAN SITANGGANG : 081315338511

Republik Pengader Koruptor


S

ETIAP 9 Desember dunia memperingati Hari Antikorupsi. Di indonesia,


para mahasiswa dan berbagai elemen juga menyerukan perlawanan
terhadap korupsi.
Kata korupsi bukan lagi kata yang asing bagi kita. Korupsi berasal dari bahasa
latin corruptioatau corruptus yang memiliki
arti menyalahgunakan kepercayaan publik.
Korupsi pada umumnya dilakukan oleh kalangan legislatif, eksekutif, yudikatif, pengusaha, bahkan masyarakat tertentu yang
mempunyai kepentingan personal.
Persoalan korupsi tak bisa dimungkiri sudah berakar dan menyebar ke mana
mana, terutama dalam birokrasi pemerintahan di tingkat pusat maupun daerah. Satu
demi satu kasus korupsi dibongkar Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga
tak aneh jika indonesia masuk peringkat
116 negara terkorup di dunia, sesuai data
Transparency International.
Tentu hal itu sangat memprihatinkan
kita. Korupsi merupakan kejahatan luar
biasa, karena menghambat pembangunan
nasional, sekaligus membuat kesejahteraan
masyarakat indonesia terkatung katung.
Dari sekitar 250 juta penduduk, jumlah
orang miskin 28,07 juta orang (11,37 persen), angkatan kerja 118,2 juta orang, jumlah
penduduk yang berkerja 110,8 juta orang,
tingkat pengangguran terbuka mencapai
6,25 persen, (Badan Pusat Statistik) dan
utang luar negeri indonesia pada akhir Juli
2013 tercatat US$ 259,54 miliar atau setara
Rp 2.983 triliun.
Fenomena korupsi di Republik Indo-

nesia bukan lagi dilakukan oleh segelintir


orang, namun sudah seperti pohon benalu
yag menjalar k emana mana. Artinya korupsi di Indonesia sudah seperti sunat massal
yang melibatkan orang banyak. Mengapa
demikian? Pasalnya, korupsi yang dilakukan para pemegang kekuasaan di bumi pertiwi ini tidak hanya di jajaran eksekutif dan
legislati, juga yudikatif. Data Kementerian
Dalam Negeri pada 2012, lebih separuh kepala daerah terlibat kasus pidana, terutama
korupsi. Pertanyaannya, masyarakat harus
percaya kepada yang mana jika tiga lembaga itu sudah tertular virus korupsi?
Kader partai politik yang menguasai
hampir semua jabatan publik justru telah
membangun organisasi untuk saling mendukung dan melindungi diri dari jeratan
korupsi. Bahkan, batas demarkasi antara
politisi dengan nonpolitisi, seperti pengusaha, hampir tak ketahuan dalam penentuan
proyek yang menggunakan dana APBN/
APBD. Semuanya menyatu dalam satu wadah: politik transaksional.
Pelaku sistem demokrasi di negeri ini
benar benar mengalami deisit integritas
dan akuntabilitas. Tiga pilar utama yang
disebut Trias Politica meliputi legislatif,
eksekutif, dan yudikatif, di negeri ini telah
tertular virus korupsi yang sampai saat ini
belum ada vaksin yang benar-benar mampu membasminya. Maka, Indonesia pantas
disebut sebagai negara pengkader koruptor, karena memang tunas-tunas koruptor
sengaja dipelihara untuk saling menjaga
satu sama lain.
Dalam menangani kasus tindak pidana

Efek Jokowi

BEGITU besar pengaruh Jokowi di Indonesia. Tak ada yang menyangka seorang anak tukang kayu bisa menjadi pejabat yang paling
berpengaruh di negerinya. Bahkan ia juga menjadi wali kota terbaik
ketiga di dunia, seperti yang dilansir oleh situs World Mayor. Jokowi
disandingkan dengan Wali Kota Bilbao, Inaki Azkuna, dan Wali Kota
Perth, Lisa Scafidil.
Ada banyak hal yang ia lakukan semasa menjabat menjadi wali
kota Solo. Salah satunya adalah merelokasi pedagang kaki lima (PKL)
ke tempat yang lebih layak. Salah satunya di Banjarsari. Pada saat itu
Jokowi membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan untuk menggelar
pertemuan dengan PKL. Jokowi mengajak PKL untuk makan malam
atau siang di kediaman wali kota di Loji Gandrung.
Butuh waktu yang sangat lama untuk merebut hati PKL. Tak
jarang PKL membawa spanduk yang berisi ancaman kepada wali
kota. Bahkan, kantor wali kota juga diancam dibakar. Namun, ketika
semuanya sudah mulai lunak, PKL pun setuju untuk direlokasi. Diangkutlah barang-barang milik PKL menggunakan 45 truk diiringi
oleh upacara adat Jawa. Dari hasil relokasi tersebut dan didukung
oleh iklan-iklan yang mempromosikan lokasi baru PKL, penghasilan
mereka meningkat tajam. Dan kabarnya hingga ada yang memiliki
omzet sebesar Rp 300 juta per bulan.
Hal-hal seperti inilah yang membuatnya PDIP tertarik untuk
menunjuknya menjadi calon gubernur DKI Jakarta pada 2012 lalu.
Gaya blusukan yang tawarkannya sudah menjadi tren di Indonesia.
Begitu besar efek kepemimpinan tersebut hingga semua orang memakai kata blusukan dalam kegiatan sehari-hari.
Hal serupa juga dilakukan Ganjar Pranowo (gubernur Jawa
Tengah) dan Tri Rismaharini (wali kota Surabaya). Keduanya juga
melakukan blusukan, karena setiap kali bekerja mereka tak segansegan langsung turun ke lapangan. Baju kotak-kotak yang menjadi trade mark Jokowi juga dipakai oleh anggota PDIP lainnya,
seperti Rieke Diah Pitaloka yang pernah menyalonkan diri sebagai
gubernur Jawa Barat, meski akhirnya gagal menang.
Pilpres 2014
Banyak orang yang menilai bahwa sejak Jokowi sukses menjadi

korupsi, KPK tak sepenuhnya mampu, jika


tidak ada keterlibatan masyarakat, khususnya di daerah-daerah. Apalagi, mahasiswa
yang mempunyai tugas, peran, dan fungsi
sebagaimana tercantum di dalam salah satu
tridharma perguruan tinggi, yakni pengabdian masyarakat. Ikut serta berpartisipasi
dalam mengontrol penanganan kasus korupsi adalah salah satu wujud pengabdian
kepada masyarakat.
Sebagai agent of change (agen perubahan), mahasiswa bisa menyampaikan masukan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Apabila ada kebijakan atau
peraturan perundangan yang tak sesuai,
mahasiswa bisa melakukan protes.
Sedangkan sebagai alat kontrol sosial,
mahasiswa juga memiliki tugas mengontrol penerapan berbagai kebijakan dan
peraturan bagi pribadi maupun kelompok.
Begitu juga mahasiswa sebagai iron stock,
yakni mahasiswa diharapkan menjadi manusia tangguh yang memiliki kemampuan
dan akhlak mulia yang nantinya dapat
menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Jadi sudah jelas, mahasiswa harus
selalu siap ketika bangsa ini menjerit memanggil hati idealisme mahasiswa untuk
menyelamatkan negara dari para tikus koruptor! *
Penulis:

Rosim Nyerupa
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP
Universitas Lampung
sumber: beritasatu.com

Penulis: Fajar Yulianto


Mahasiswa jurusan ilmu komunikasi
sumber: beritasatu.com

wali kota Solo dan menang pilkada DKI Jakarta, elektabilitas Jokowi
terus meningkat khususnya dalam bursa capres 2014 mendatang.
Isu yang sering berembus di media menyebutkan Jokowi diprediksi
akan menjadi capres dari PDIP.
Menurut Charta Politica, jika Jokowi ikut bertarung dalam Pilpres 2014 akan mendapatkan perolehan suara yang sangat besar.
Elektabilitas Jokowi mencapai 38,4 persen, mengungguli Prabowo
Subianto yang hanya mendapatkan 11,2 persen. Ini disebabkan kepercayaan publik terhadap beberapa capres yang ada sangatlah kecil. Terlebih, beberapa di antara mereka masih menyimpan cerita
buruk di masa lampau. Ada yang tersandung kasus HAM di era Orba
dan ada yang tak acuh terhadap bencana alam yang disebabkan perusahaannya.
Memang muncul pro-kontra jika Jokowi maju sebagai capres
dalam Pilpres 2014. Seperti halnya ketika menjabat wali kota Solo,
Jokowi dianggap melepas tanggung jawab ketika hendak maju di
pilkada DKI Jakarta. Masa jabatannya saat ini sebagai gubernur DKI
Jakarta pun belum genap dua tahun. Terlebih, Basuki Tjahaja Purnama--yang akrab disapa Ahok-- otomatis menggantikannya sebagai
gubernur bila Jokowi menang pilpres, belum bisa dterima warga
Jakarta. Sebagian masyarakat Jakarta belum bisa menerima ada
pemimpin dari etnis lain atau memeluk agama selain Islam. Lurah
Susan adalah contoh kecil dari kasus tersebut. Padahal, jika dilihat
ketulusan dan kinerjanya, bukan dari agama atau etnis, DKI Jakarta
pasti menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.
Dengan demikian, di atas kertas jika PDIP ingin menang Pemilu
Legislatif 2014, Jokowi bisa menjadi pilihan utama karena elektabilitasnya sebagai capres sangat tinggi. Minimnya kepercayaan
masyarakat terhadap capres lainnya menjadi alasan kuat mengapa
Jokowi kemungkinan besar menang pilpres.
Jokowi memang terbukti telah berkarya untuk Solo dan mengubah sistem kerja para birokrat di DKI Jakarta. Namun, agak disayangkan jika PDIP memanfaatkan seorang Jokowi semata-mata
hanya untuk berjaya di Pemilu 2014. Apakah PDIP betul-betul memanfaatkan kepopuleran Jokowi agar bisa kembali berkuasa? Kita
bisa melihatnya beberapa bulan ke depan. *

Departemen Perhubungan: Manarsar DH Sibuea, Departemen Pertanian & Kehutanan: Koordinator


Liputan Polda Metro Jaya: Mulyawan, Yasir Hans, Mabes Polri: Mangampu S, A. Hasiholan, Drs Abdul Syahri S,
Biro Jakarta Pusat: Mulyawan, Pengadilan Jakarta Pusat: Lambok Gurning, SH, Parsaoran Situmorang, SH
DPRD DKI Jakarta: Nur Mochammad Biro Jakarta Barat: Juli Ostar H, SH, Khairuddin S Biro Jakarta Selatan: Hotdiman, Josmar Simbolon Biro
Jakarta Utara: Peris (Koordinator) Biro Jakarta Timur: Marisi Malau Perwakilan Bekasi: (Kepala), Biro Depok : Biro Bogor : Perwakilan Banten:
Biro Kabupaten Tangerang: Tumbur Limbong (Kepala), G. Harry Simbolon, Alden Robertus Simbolon, Nara N Biro Kotamadya Tangerang: Erwin Sinaga
(Koordinator). Biro Kotamadya Tangerang Selatan: Pabona Marbun (Kepala), PJ. Manorsa S Biro Kerawang: Novi Andre Putra Perwakilan Sumatera
Utara: Biro Humbang Hasundutan: Biro Samosir: Biro Pekanbaru: Biro Batam: Junael Marbun, Robinson Lbn Batu Biro Karimun: Rahotan
Siahaan Perwakilan Jawa Barat: Aidil ASP, Hotman T.P Sitanggang. Biro Bandung : M. Saragih, Biro Bandung Barat : Sahat Sitanggang Biro Tasik
Malaya : Adang Suparman (Kepala) Perwakilan Kalimantan Barat: Matsari, Perwakilan Jawa Timur: Aswin, PERCETAKAN : CV. Grazia Indah (Isi diluar
tanggungjawab percetakan).

METROPOLITAN

EDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI -9 MARET 2014

Tak Setujui PKS, PT JM Harus


Angkat Kaki dari Proyek Monoreal

Kadishub DKI Dilarang


Terlibat Pengadaan Bus

Kita ajukan 5%, tetapi dia keberatan. Dia minta lebih rendah dari
5%. Di mana-mana berlaku 5% dong.
Katanya jalan tol cuma 1%. Mana buktinya? Kalau enggak ada buktinya, saya
tidak mau. Kalau dalam Perpres kan
5%. Logika dong, Anda mau bangun 100
perak, tetapi lima perak saja nggak ada.
Kan aneh. Ini kan jaminan, tukasnya.

Jakarta, METROPOLITAN POS,


emerintah Provinsi (Pemprov)
telah menyerahkan isi kontrak
baru yang tertuang dalam surat perjanjian kerja sama (PKS)
kepada PT Jakarta Monorail (JM). Bila
PT JM tidak menyetujui PKS yang baru
tersebut, maka dipersilakan angkat kaki
dari Jakarta.
Ancaman tersebut keluar dari mulut Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok) usai dipanggil
Gubernur Joko Widodo (Jokowi) untuk
mendampinginya bertemu pihak PT JM
di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (19/2).
Kami mau sodori kontrak berapa
tahun harus selesai. Kalau tidak selesai,
semua yang terbangun itu punya Pemprov DKI. Kalau mereka tidak setuju
dengan isi PKS yang baru ini, angkat kaki
saja. Kita enggak keluarkan duit untuk
bangun monorel, kok, kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (19/2).
Mantan Bupati Belitung Timur mengungkap, ada dua persyaratan yang ditambahkan dalam PKS antara Pemprov
DKI dengan PT JM. Persyaratan yang
pertama adalah, PT JM diberikan tenggat waktu hingga tiga tahun untuk menyelesaikan satu koridor monorel.
Bila dalam waktu tiga tahun pembangunan isik tersebut tidak selesai,
maka seluruh bangunan yang sudah
dibangun termasuk tiang pancang akan
menjadi milik Pemprov DKI Jakarta.
Tiang pancang yang bayar dia (PT
JM), dong. Enggak kita yang bayar. Dia

harus bereskan pembayaran tiang


pancang. Jadi, kalau dia gagal bangun
monorel, ya Pemprov DKI yang dapat.
Enak saja suruh kami yang bayar. Itu
urusan dia dengan PT Adhi Karya, kata
Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu
(19/2).
Persyaratan baru yang kedua adalah
PT JM harus menyerahkan jaminan
bank sebesar 5% dari total investasi
untuk pembangunan isik monorel. Dan
bila PT JM gagal menyelesaikan pembangunan monorel, maka jaminan bank
5% tersebut akan menjadi milik Pemprov DKI.
Jaminan bank tersebut untuk
menunjukkan PT JM memiliki uang untuk membangun monorel. Dengan adanya kepastian keuangan yang dimilik
PT JM, dapat menjadi pegangan bagi
Pemprov DKI untuk mengontrol PT JM.
Kamu mau bangun proyek triliunan,
buktikan kamu punya uang. Mana? Kalau enggak ada duit, berarti kamu bohong. Masa mau bangun satu perak duit
saja enggak ada? Kalau dia gagal, duit
jaminannya punya siapa? Punya Pemprov. Pokoknya kita untung teruslah,
ujar pria yang akrab disapa Ahok ini.
Sayangnya, persyaratan yang kedua ini belum bisa diputuskan karena
PT JM menyatakan keberatan. Sebab,
berdasarkan aturan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk jaminan bank ditentukan
sebanyak 1% dari total investasi pembangunan properti atau infrastruktur

Terancam Mangkrak
Sementara itu dari pertemuan dengan PT Jakarta Monorail (JM) bersama
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo,
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan konsorsium tersebut mengaku tidak memiliki
uang untuk membangun monorel.
Menurutnya, tiga dokumen penting
yaituinancial crossing, kajian teknis
dan legal aspek sudah tidak menjadi
masalah bagi PT JM. Artinya, mereka sudah melengkapinya dan menyerahkannya kepada Joko Widodo. Hanya saja,
persoalan yang mereka hadapi adalah
persoalan keuangan.
Tiga dokumen itu sudah ada. Sekarang kan persoalan duit. Katanya itu
soal duit, kata Basuki di Balai Kota DKI,
Jakarta, Rabu (19/2).
Persoalan keuangan tersebut muncul dari pihak PT JM sendiri. Konsorsium yang sahamnya didominasi oleh
Ortus Holdings ini menyatakan akan
meminjam uang ke bank. Namun, salah
satu persyaratan peminjaman uang dari
bank adalah harus ada surat garansi
dari Pemprov DKI.
Permintaan tersebut tidak mau dikabulkan Pemprov DKI. Karena hal itu
akan membuat resiko besar ada di tangan Pemprov DKI.
Dia bilang pinjam uang ke bank.
Tetapi ada persyaratannya dari bank,
kalau harus ada surat garansi dari Pemprov DKI. Kita nggak mau dong kasih
garansi. Katanya itu persyaratan bangun properti, properti dari mana? Kita
sih santai-santai saja, tuturnya.
Masalah tidak memiliki modal
yang mencukupi bukanlah pertama
kali dialami PT JM. Dari sejarah proses
dibangunnya monorel, PT JM juga pernah mengalami kekurangan investasi
sehingga mengakibatkan proyek ini
mangkrak pada tahun 2007. tim

Kelurahan Kampung Bali Gelar Kerja Bakti Secara Rutin

Jakarta,METROPOLITAN POS.
Lurah Kampung Bali H.M.Saidi S.Sos.
mengapresiasi dan berterimakasih kepada warga Kampung Bali,khususnya
warga RW.04 yang hampir setiap hari
Minggu melakukan kegiatan Kerja Bakti
secara rutin.
Dengan sangat bangga Lurah ini mengatakan bahwa semangat gotong royong
dalam membersihkan wilayah, dan jika
kegiatan ini terus dipertahankan, saluran
akan lancar dan tidak akan ada lagi banjir, terlebih saat ini intensitas hujan di
Jakarta dan sekitarnya terus meningkat.
Semangat gotong royong seperti ini
adalah cara efektif untuk menjaga lingkungan agar tetap bersihujar Saidi.Saat
kerja bakti pada hari Minggu baru-baru
ini (9/2) sang Lurah sudah ada dilokasi
RW 04 sejak pagi-pagi dan masih ada hujan gerimis,tetapi bukan menjadi penghalang untuk ikut kerja bakti mas,lanjutnya.
Pada hari kerja bakti itu selain warga
RW 04 juga di ikuti oleh Staf Seksi Kebersihan dan Lingkungan Hidup,Lisbeth
NH,serta Ketua RW 04 H.Saudi yang
menurut salah satu warga adalah orang
yang sangat perduli terhadap kebersihan
dan keamanan lingkungan.Hampir berjalan dua tahun bertugas di Kelurahan

Kampung Bali H. Saidi tidak hanya berkutat di balik meja,mantan Lurah Senen
ini termasuk rajin kelapangan,hasilnya
nyata,menguasai medan dan mampu
mengatur program kerjanya.
Ketua RW 04 H.Saudi berpendapat,
bahwa kerja bakti harus dilakukan secara terus menerus untuk membersihkan
sampah-yang berserakan dan menguras saluran-saluran niscaya banjir akan
berkurang karena aliran air sudah lancar,
katanya.

Ditambahkan
Ketua
Rw
ini
bahwa,warga di wilayahnya sangat senang
ikut kerja bakti dan bersih-bersih,dan memang sangat perduli, imbuhnya.
Menurut pantauan Metropolitan
Pos, memang wilayah RW 04 Kelurahan
Kampung Bali semakin hari semakin
apik dan bersih. H. Saidi mengharap,
agar warga terutama para pedagang tidak membuang sampah sembarangan,
agar daerahnya nyaman dan tidak kumuh, pintanya. Marisitua Malau

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Mencegah kasus bus gandeng Transjakarta dan Bus
Kota Terintegrasi Busway (BKTB) yang karatan dan rusak tidak terulang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI
mengeluarkan kebijakan baru.
Kebijakan tersebut melarang Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI untuk terlibat dalam pengadaan bus,
baik bus untuk Transjakarta, maupun BKTB.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
(Ahok) mengatakan tugas Kadishub yang baru saat ini
bisa memberikan kuasa kepada suku dinas (sudin) dalam
menjalankan program terkait pengembangan transportasi maupun kemacetan di Jakarta.
Tugas selanjutnya, mantan Bupati Belitung Timur ini
menegaskan Kadishub DKI yang sekarang dijabat Muhammad Akbar, tidak lagi diperbolehkan terlibat dalam
pengadaan barang seperti bus-bus untuk angkutan
umum. Termasuk pengadaan pembangunan halte dan
terminal bus.
Dia (Kadishub) tidak boleh terlibat dalam tender
pengadaan bus, termasuk halte dan terminal. Semua diserahkan ke PT Transjakarta. Dia nggak boleh ngurusin
proyek melulu, kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta,
Selasa (18/2).
Politisi Gerindra ini menginginkan Kadishub yang
sekarang lebih fokur mengurus marka jalan yang sudah
jelek untuk diperbaiki, pembagian shift petugas untuk
pengaturan lalu lintas khususnya di jalur busway.
Serta membuatkan yellow box untuk membantu polisi lalu lintas yang melakukan tilang terhadap kendaraan
bermotor yang melanggar aturan lalu lintas. Kemudian
pasang sistem closed circuit television (CCTV) dan monitornya dipusatkan disuatu tempat sehingga dapat mengawasi lalu lintas dengan baik.
Kadishub yang sekarang lebih baik ngurusin marka
jalan yang jelek, kerja sama dengan Dinas PU jalan mana
yang butuh petugas. Yang penting mikirin pembenahan
lalu lintas dan pengembangan transportasi. Tidak boleh
terlibat dalam proyek, tegasnya. red

Gaji Sopir Baru Bus


Transjakarta Rp 7 Juta

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
(Ahok) menyatakan gaji sopir baru bus Transjakarta 3,5
kali lipat Upah Minimum Provinsi (UMP).
Kita sudah minta dinaikkan gaji sopir busway3,5 kali
UMP untuk sopir articulated bus (bus gandeng) yang operatornya Damri, yang bus sedang 2 kali UMP, kata Ahok
di Balaikota, Jakarta, Jumat (7/2).
Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Udar
Pristono, gaji bus Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB)
Rp 5 juta, untuk sopir Bus Transjakarta single Rp 6 juta,
sementara untuk yang articulated Rp 7 juta.
Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta menerima
sopir baru untuk bus Transjakarta sebanyak 346 unit seiring dengan bertambahnya jumlah armada bus Transjakarta.
Kita nanti perlu 1.531 sopir, mereka pastinya dididik
dulu, didiklat agar disiplin, kata Kadishub Udar Pristono.
Dengan jumlah gaji yang cukup fantastis tersebut,
Ahok berpesan agar para sopir Transjakarta bisa memberikan timbal balik berupa kualitas etos kerja yang baik
pada pekerjaannya.
Dia mesti kerja baik-baik, ada poin-poinnya, kalau
gak ya keenakan. Tidur-tiduran aja dia dapat segitu, kata
Ahok. tim

EDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI - 9 MARET 2014

Anggaran Penertiban Dipertanyakan

Bangunan Bermasalah
Marak Di Kecamatan
Duren Sawit Jaktim
Jakarta, METROPOLITAN POS,
Anggaran penertiban yang di keluarkan Pemprov.DKI
Jakarta untuk melakukan pengawasan di duga sia-sia
belaka,pasalnya masih terdapat bangunan yang didirikan banyak yang menuai masalah,khususnya di wilayah
Kecamatan DurenSawit. Pelanggaran dalam mendirikan
bangunan,di duga kuat akibat kurangnya pengawasan
dari aparat Sudin P2B Jakarta Timur ke lapangan untuk
melakukan pengecekan dan survey.
Sesuai hasil investigasi Metropolitan Pos di lapangan
masih terdapatnya bangunan yang menyalahi ijin bahkan
masih ditemukan bangunan yang tidak ada ijin mendirikan bangunan (IMB) khususnya di Kelurahan Pondok
Kopi dan Pondok Kelapa. Bangunan yang didirikan tanpa
IMB bahkan tidak sesuai dengan peruntukan adalah disebabkan kurang tegasnya oknum Sudin P2B melakukan
pengawasan dan penertiban di lapangan,akibatnya Penghasilan Asli Daerah (PAD) akan berkurang.
Ketika hal ini di konfirmasikan ke Kasi Penertiban Sudin P2B Jakarta Timur,Ebbi P melalui telepon selulernya
hanya menganjurkan langsung saja di konfirmasi ke kasi
kecamatannyakatanya.
Saat Wartawan harian ini meluncur ke Kantor Kecamatan DurenSawit (20/2),dan bincang-bincang dengan
Camat Abubakar sebagai kepala wilayah,menjelaskan
bahwaSetiap hari Senin kami selalu kordinasi,dan meminta masukan-masukan dari seksi-seksi terkait jelasnya.
Ketika ditanyakan soal maraknya bangunan bermasalah di Wilayahnya,Camat,berjanji akan memanggil
Agus secara khusus,dan juga menganjurkan agar langsung konfirmasi ke kasinya.Menurut Sekretaris DPC LSM
Forum Peduli Bangsa Indonesia (FOPBINDO) Alfret, mengatakan memang Sudin P2B Jakarta Timur,tidak diperlukan lagi sebab tidak lagi berfungsi,jangankan menindak
bangunan yang bermasalah menjawab surat saja mereka
tidak mau untuk itu dia meminta ke Inspektorat agar
memeriksa Sudin P2B Jakarta Timur.jelasnya.
Ditambahkan sekjen ini,bahwa Lembaganya sudah
sering mengirim surat Klarifikasi ke Sudin P2B,termasuk
adanya bangunan yang ijinnya di Kelurahan Pondok Kelapa ,namun lokasi bangunan ada di Kelurahan Malaka
Jaya,semuanya lolos begitu saja,sambil bertanya,sanggup
tidak Sudin P2B membongkar bangunan itu,pasti sudah
ada kongkalikong, katanya.
Pembiaran petugas lapangan terhadap bangunan bermasalah menjadi pemasukan yang haram,dan pada akhirnya akan merugikan keuangan Negara dari sektor pajak
dan retribusi bangunan, akibat berkurangnya pendapatan asli daerah akibat penyalahgunaan merupakan bentuk korupsi,imbuhnya. Marisitua Malau

Jokowi: DKI Butuh


Pengawas Mega Proyek

Jakarta,METROPOLITAN POS.
Banyaknya proyek besar yang dilakukan DKI di tahun
ini membutuhkan pengawasan, manajemen kontrol, dan
pemeriksaan lapangan. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi) mengatakan, untuk mengawasi proyek-proyek besar seperti itu pihaknya belum memiliki pengaman.
Kita perlu manajemen yang baik. Kalau untuk yang kecil, inspektorat kita masih mampu. Proyek kita besar sekali,
kita belum punya pengaman. Itu yang mau kita lakukan
denganproject management ofice, kata Jokowi di Balai
Kota, Selasa (18/2).
Beberapa proyek besar DKI yang dilakukan tahun ini
seperti pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), monorel,
TransJakarta, dan apartemen murah untuk rumah susunrumah susun (rusun) di DKI.
Ini kan untuk mendampingi, mengawasi, dan mengontrol. Audit proyek-proyek besar, tapi kita masih berbicara,
katanya.
Ia mengatakan, dengan adanya pengawasan proyekproyek besar tersebut, maka target pekerjaan besar akan
terkontrol. Meskipun saat ini progresnya baru dimulai.
Semua terlibat (pengawasan). Proyek kita kan banyak,
monorel, MRT, rusun, Giant Sea Wall, dan membeli bus, katanya.
Pengawasan yang masih proses penawaran itu juga termasuk proyek-proyek yang sudah berjalan karena Inspektorat DKI tidak mungkin mengawasi sendiri dengan cakupan yang masih terlalu kecil.
Kelemahan Pemprov itu manajemen kontrol, tapi tidak
mungkin saya langsung mengecek. Inspektorat tidak mampu, kita dibantu BPK dan BPKP. Inspektorat kan mengawasi
57 anggaran, pungkasnya. sany

METROPOLITAN

Jokowi Copot 7 Kepala Dinas

Jakarta, METROPOLITAN POS,


ubernur DKI Jakarta, Joko Widodo
(Jokowi) melantik sebanyak 20 pejabat eselon II di Balai Agung, Rabu
(12/2).
Pelantikan tersebut menggantikan beberapa pejabat teras DKI, seperti Kepala
Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono,
Kepala Dinas Pendidikan Tauik udi
Mulyanto, Kepala Dinas Kebersihan Unu
Nurdin, Kepala Dinas Komunikasi dan
Informatika Sugiyanta, dan Kepala Dinas
Kelautan dan Peternakan Ipih Ruyani,
Kepala Dinas Sosial Kian Kelana, serta
Kepala Kesatuan Kebangsaan dan Politik
Zainal Musappa
Ketujuh kepala dinas tersebut dirotasi jabatannya ke dalam Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUP2)
dan jabatan sebelumnya telah digantikan
oleh beberapa pejabat lainnya.
Jokowi mengungkapkan, bukan tanpa
alasan rotasi para pejabat eselon II ini dilakukan. Dengan apa yang terjadi saat ini,
pihaknya telah melihat kinerja mereka
yang sudah tidak sesuai dan sejalan lagi.
Sebetulnya yang baik di sebuah dinas,
badan, dan kantor memang harus jangan
setahun, dua tahun, tiga tahun. Paling tidak 3-4 tahun sehingga penguasaan masalah dimengerti betul, kata Jokowi usai
pelantikan di Balai Agung, Rabu (12/2).
Namun, ia mengatakan, program,

perintah, dan perencanaan yang sudah


dilakukan tidak diikuti dengan baik. Mereka, khususnya yang dirotasi ke TGUP2
tersebut selama ini bekerja hanya untuk
bersenang-senang, seremonial, dan basabasi.
Tapi programnya, kalau sudah diperintah, perencanaan ini tidak diikuti. Kerjanya hanya menyenangkan, seremonial,
Asal Bapak Senang (ABS), dan basa-basi,
kata Jokowi.
Semestinya, kata Jokowi, kerja mereka dilakukan dengan konkret dan nyata
serta hasilnya terlihat. Sebab, Pemprov
DKI Jakarta saat ini pekerjaannya tengah
ditunggu oleh masyarakat sehingga perlu
percepatan pembangunan.
Kerja yang konkret dan nyata. Baunya ada, isiknya ada. Barangnya kelihatan
mata. Itu yang ditunggu rakyat. Kita sekarang ini yang dibutuhkan kerja konkret
yang nyata, katanya.
Beberapa pejabat pengganti ketujuh
kepala dinas tersebut adalah Muhammad
Akbar Kepala Dinas Perhubungan DKI,
Lasro MarbunKepala Dinas Pendidikan,
Saptastri Ediningtyas Kepala Dinas Kebersihan, Masrokhan Kepala Dinas Sosial,
Agus Bambang S Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan, Fatahillah Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan
Politik, serta Darjamuni Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian.

Sajikan Kegiatan Semu dan Seremonial


Sementara Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo (Jokowi) usai melantik 26 pejabat eselon II di jajaran Pemprov DKI di
Balai Kota DKI, Rabu (12/2). Menegaskan
kinerja mereka sedang ditunggu-tunggu
oleh masyarakat dalam segala hal. Karena
tuntutan yang semakin tinggi dari masyarakat, Jokowi meminta para pejabat
yang baru dilantik tersebut tidak melakukan program kegiatan yang basa basi,
semu dan seremonial.
Saya harap, bapak dan ibu jangan
menyajikan hal yang basa-basi, semu dan
seremonial. Saya tahu semua mana yang
benar, serius, konkrit dan nyata. Itu kelihatan semua, kata Jokowi dalam acara
pelantikan dan serah terima jabatan pejabat eselon II di Balai Kota DKI, Jakarta,
Rabu (12/2).
Pejabat yang tidak serius, atau yang
hanya mengejar kegiatan seremonial belaka dapat diketahui oleh dirinya. Sebab, setiap hari, pria asal Solo ini selalu terjun dilapangan. Karena itu, dia tidak menginginkan
ada laporan asal bapak senang (ABS) yang
disampaikan oleh para pejabat DKI.
Jangan lapor ke saya sudah beres Pak,
sudah bagus Pak atau menyajikan sebuah
acara seremonial yang baik. Tapi mohon
maaf kalau hal-hal itu dilakukan tanpa
diiringi dengan kinerja yang baik, tidak
mengikuti apa yang diinginkan masyarakat, anda ditinggal oleh kereta, ujarnya.
Tindakan tegas seperti itu dilakukan,
karena mantan Wali Kota Solo ini ingin
membangun sebuah nilai dan budaya
kerja yang baik di DKI Jakarta. Karena itu,
sistem kinerja dan birokrasi yang baik harus dibangun dengan optimal.
Begitu juga bagi pejabat yang tidak
menjalankan perintah yang diinstruksikannya, maka dia akan mencatat dalam
buku rekam jejak dalam buku catatan
evaluasi kinerja Jokowi.
Kalau saya kasih perintah, saya pasti akan ikuti prosesnya. Jangan sampai
bapak dan ibu tidak mengerjakan perintah saya. Kalau tidak dilaksanakan kan
saya catat, pengaduan masyarakat yang
tidak ditindaklanjuti akan masuk dalam
catatan saya, tuturnya.
Jokowi mengharapkan dengan pelantikan ini, seluruh pejabat yang dilantik
tersebut berada dalam satu rel kereta
yang selama ini dijalankannya. Karena
pengabdian mereka ditunggu oleh masyarakat yang menginginkan Jakarta
berubah.
Dengan pelantikan ini, saya harap
kita semua berada di rel kereta yang selama ini saya sampaikan. Kita ini ditunggu
masyarakat yang ingin Jakarta berubah,
tegasnya. Mulyawan

Jakarta,METROPOLITAN POS,
Wakil Ketua DPRD DKI Boy Bernandi
Sadikin menegaskan, swastanisasi pengelolaan dan pengangkutan sampah selama
ini telah banyak merugikan keuangan
Pemprov DKI Jakarta. Untuk itu swakelola
pengelolaan sampah oleh Pemprov harus
didukung semua pihak.
Pemprov sudah lama terkungkung
dengan swastanisasi sampah selama ini.
Selama dikelola swasta, sampah bertumpuk di mana-mana dan truk pengangkut
sampah yang beroperasi di Jakarta tak
layak jalan. Saat truk mengangkut sampah, air lindi menyebar di jalan raya yang
menimbulkan bau. Ini fakta sebenarnya
dan rakyat merasakannya, tegas Boy kepada Beritasatu.com di Jakarta, Selasa
(11/2).
Politisi PDI-P itu mengaku tak habis
pikir dengan ulah segelintir oknum anggota DPRD di di Komisi D (mitra kerja Dinas Kebersihan) terkait rencana pembelian 200 truk sampah pada 2014. Anggaran
itu tiba-tiba hilang dari ajuan anggaran.
Gila itu oknum anggota DPRD di
Komisi D (Bidang Pembangunan yang

juga membawahi Dinas Kebersihan).


Sangat jelas anggaran 200 truk sampah
diajukan unit terkait kenapa hilang begitu
saja? Ini harus diusut tuntas, ujarnya.
Boy menduga penghilangan mata anggaran pengadaan truk sampah sengaja
dilakukan oknum di Komisi D. Oknum itu
diduga telah bersekongkol dengan pengusaha pengangkutan sampah.
Kalau Pemprov DKI yang kelola sampah sendiri pasti banyak yang ketar-ketir.
Semua persekongkolan anggaran pengangkutan sampah selama ini akan terkuak, ujar putra mantan gubernur DKI
Jakarta Ali Sadikin itu.
Menurutnya, bila Pemprov yang kelola sampah sendiri akan jauh lebih murah dan sampah yang tidak terangkut
akan lebih mudah dipantau. Selain itu
anggaran pengangkutan sampah akan
berkurang signiikan.
Pemprov DKI sudah harus membayar tipping pengelolaan sampah setiap
tonnya. Saat ini hargatipping fee setiap
tonnya mencapai Rp 114.000 dan nilai itu
akan meningkat setiap tahunnya.
Pengelolaan sampah di tempat pem-

buangan akhir Bantar Gebang juga harus


dievaluasi. Pemprov DKI harus mencari
alternatif agar pengelolaan sampah dilakukan di Jakarta saja. Anggaran untuk
pengelolaan dan pengangkutan sampah
selama ini menyedot APBD yang sangat
besar, katanya.
Sementara Wakil ketua DPRD DKI
Jakarta Prya Ramadhani meminta Pemprov mengkaji kembali rencana swakelola dalam pengangkutan sampah. Dia
khawatir kondisinya tidak seperti yang
dibayangkan dari sebelumnya.
Prya yang juga ketua DPD Golkar DKI
ini mengungkapkan jika rencana tersebut
tetap dipaksakan, membuat pihak dinas
kebersihan maupun suku dinas (sudin)
kebersihan yang ada di lima wilayah DKI
malah sibuk mengurusi masalah maintenance (perawatan) atau bahan bakar
minyak (BBM) dari truk-truk pengangkut
sampah.
Jangan sampai Dinas kebersihan harus mengurus BBM, perawatan truk, dan
lain-lain. Pemprov sebaiknya bertindak
selaku regulator dalam pengangkutan
masalah sampah, kata Prya. Jenri

Swastanisasi Sampah Rugikan Pemprov DKI

POLITIK & HUKUM

EDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI -9 MARET 2014

Jawa Rawan Pencurian Suara

lekat itu tergantung daya dukung. Artinya


harus ada orang. Tapi kita juga memiliki
strategi lain, fokus pada TPS yang diidentiikasi sangat rawaan. Ini penting disampaikan ke teman-teman pengawas di
lapangan, tuturnya.

Jakarta, Metropolitan Pos

adan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengemukakan daerah Jawa


merupakan daerah paling rawan
terjadinya pelanggaran pelaksanaan pemilu 2014. Hal itu berdasarkan
pemetaan daerah rawan pelaksanaan pemilu sejak beberapa tahun terakhir yang
dilakukan Bawaslu. Bawaslu melakukan
pemetaan berdasarkan masukan dari berbagai sumber yang ada, termasuk pengawas pemilu lapangan (PPL).
Tingkat kerawanan di Pulau Jawa
itu lebih terkait pada potensi pencurian
suara. Ini sangat berbahaya. Karena jumlah kursi dari Pulau Jawa (untuk DPR
RI) mendekati 50 persen, kata anggota
Bawaslu Daniel Zuhron di Jakarta, Senin
(17/2).
Ia menjelaskan pelanggaran terjadi tidak hanya terkait politik uang, tapi hingga
pencurian suara dari tempat pemungutan
suara (TPS). Para calon legislatif (Caleg)
berusaha memenangkan Pileg dengan
berbagai cara yang tidak halal.

Saat ini datanya sudah ada, tinggal


teman-teman PPL memastikan tingkat
validasinya. Kita minta mereka bekerja
mengenali TPS-TPS meski saat ini (TPS)nya belum dibuat. Jadi bergantung pada
pengenalan medan, ujarnya.
Menurutnya dengan data dan informasi yang ada, Bawaslu akan terus menyempurnakan pemetaan dengan membangun
tabulasi berbasiskan harian untuk seluruh TPS. Pola identiikasi kerawanan di
TPS sudah mulai diperkenalkan ke Kecamatan pada 20 Februari mendatang.
Bawaslu sudah mengenali potensi
pencurian suara. Sekarang tinggal dimantapkan penangkalnya. Mulai dari surat
suara dihitung yang rusak dan rekap ke
atas. Bawaslu bangun logika pengawasan
berdasarkan data pemilu, tegasnya.
Selain di Pulau Jawa, sejumlah daerah
lain di Indonesia juga masuk dalam peta
rawan pelaksanaan pemilu. Hanya bedanya, untuk luar Pulau Jawa kerawanan
lebih dikarenakan kontur geograis.
Kami menyadari pengawasan me-

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Setelah ditelusuri dan diperhatikan,
pada saat ini Polda Metro Jaya benar
benar memberikan pelayanan pembuatan SIM atau STNK atau seluruh jenis
kendaraan roda dua dan roda empat ,
memang dirasakan tertib dan teratur, sehingga diakui oleh kalangan masyarakat
yang sering mengurus Perpanjangan SIM
ata STNK atau Mutasi atau Pindah Alamat
dan lain lain, pada saat sekarang ini mulai
tanpa lebih tertib dan aman, sehingga seluruh warga masyarakat yang datang dari
lima wilayah Ibu Kota Jakarta dan Jabodetabek benar benar merasa puas.
Hal tersebut telah dirasakan oleh
berbagai kalangan masyarakat yang biasa mengurus surat surat kendaraan
Roda dua dan Roda empat, ternyata lebih
menguntungkan sehingga setiap ,warga
masyarakat yang datang diberikan pelayanan dengan penuh rasa kasih dan sayang
serta diberikan kepuasan, apalagi jika
kita memasuki sebuah Gedung Biru yang
sangat terkenal di Polda mulai tertib diberikan satu persatu tanda pengenal kartu Aidi atau pengeenal dari Polda Metro
Jaya , setelah mereka selesai emngurus ,
kartu yang diberikan kepada pengnjung
Polda Metro Jaya harus dikembalikan lagi.
Perencanaan yang memang sudah dipikir secara detail, bahwa pemberian kartu
tanda Aidi kepada semua pengunjung
gedung biru, adalah demi untuk menjaga ketertiban dan memng sudah diatur sedemikian rupa sehingga setip para
biro jasa atau masyarakat yang dating
baik itu ke Gedung Biru ataupun Samsat
Polda Metro Jaya atau pelanana Mutasi
atupun pelayanan pelayanan lainnya di-

berikan dengan penuh ramah tamah dan


tertib , Itulah sebabnya memang diakui
hal tersebut sudah berjalan lebih kurang
selama satu bulan, Polda memang benar
benar memberikan perubahan besar ,terhadap semua pelayanan diberikan dengan baik dan tidak menimbulkan rasa
penat atau gerah.
Wartawan Metropolitan Pos yang memang setiap hari memantau keadaan
dan kesibukan terhadap pelayaan Polda
Metro Jaya, semua masyarakat dilayani
dengan sungguh sungguh
Dan benar benar merasa sangat puas.
Baik itu perpanjangan STNK atau Balik
Nama juga Mutasi dan banyak lagi seperti
halnya rubah bentuk atau rubah plat nomer
dan pindah alamat termasuk yang lainnya.
Gedung biru yang dibuka mulai jam
enam pagi itu sebelumnya sudah antri
nomer pengambilan KTA berkumpul sejak Pukul enam pagi sudah siap berbaris
didepan pintu gerbang untuk mengambil
KTA tanda masuk, sehingga dengan per-

Terbuat dari Kardus


Sementara itu Komisi Pemilihan Umum
(KPU) Jawa Barat (Jabar) mendistribusikan sebanyak 250.000 kotak suara dan
bilik suara yang terbuat dari kardus ke sejumlah kabupaten/kota di provinsi ini.
Kenapa dibuat dari kardus? Karena
itu dilakukan untuk mengganti kotak dan
bilik suara yang rusak, kata Ketua KPU
Jawa Barat Yayat Hidayat, ketika dihubungi wartawan, Senin (17/2).
Ia menuturkan, pemilihan bahan kardus tersebut dinilai lebih eisien dan hemat jika dibandingkan alumunium yang
selama ini dijadikan sebagai bahan utama
pembuatan kotak dan bilik suara.
Walaupun terbuat dari bahan kardus,
namun kami menjamin tingkat keamanan
dan kualitas kotak dan bilik suara tersebut, kata dia.
Menurut dia, pembuatannya bilik-kotak suara dari kardus itu telah terlebih dahulu diuji coba untuk mengetahui kualitas
dan tingkat keamanannya.
Selain itu, pembuatan pun mengacu
pada spesiikasi yang ditetapkan KPU
pusat. Bahkan, kotak suara itu tahan
diduduki, bahkan tidak mudah rusak
meski terkena air, kata Yayat.
Ia mengatakan, pendistribusian kotak
dan bilik suara dari kardus itu telah selesai dilakukan pada Desember 2013.
Hampir semua kabupaten/kota yang
menerima kotak dan bilik suara berbahan
kardus tersebut, katanya.
Dikatakan dia, pembuatan kotak dan
bilik suara berbahan kardus itupun sesuai
instruksi yang dikeluarkan KPU Pusat.
Kotak dan bilik suara berbahan kertas bisa dilipat sehingga bisa digunakan
untuk pemilu berikutnya, kata Yayat.
Tim

Polda Metro Jaya Memberikan


Pelayanan SIM Dan STNK Terbaik

aturan yang berjalan lebih kurang hampir


sebulan dirasakan memang cukup sukses,
sehingga tidak ada yang berebutan.
Seluruh Biro jasa
dari berbagai
wilayah datang untuk memperoleh tanda masuk gedung biru sehingga , semua
pengunjung rata rata memperoleh satu
nomer, tidak ada yang lebih dari satu
karena seluruh pengunjung dijaga ketat
dengan Provos, tapi hasilnya benar benar
memuaskan.
Begitupun pusat pelayanan di Gedung
Samsat Polda Metro Jaya dilaksanakan
dengan tertib dan teratur, sebab memang
sudah menjadi prinsip pokok Polisi selalu memberikan pelayanan terbaik buat
masyarakatnya, agar mereka puas dikemudian hari , jika ada keterlambatan
pelayanan itu adalah hal yang biasa , sebab yang di urus bukan hanya satu orang
bahkan setiap biro jasa jumlah di Polda
datang dari berbagai daerah jumlahnya ratusan orang bahkan ribuan orang
semuanya merasa puas. Yasir Hans

Golput Tidak Bisa


Dipidana
Jakarta, METROPOLITAN POS

Wakil Ketua Komisi II DPR, Bambang Soesatyo, menegaskan tidak memilih dalam pemilu alias golput tak bisa
dipidana, terkecuali orang yang mengintimidasi masyarakat untuk golput.
Golput tidak bisa dipidana, tak ada UU-nya. Kecuali
ada orang kampanye golput dengan intimidasi, kekerasan,
baru bisa dipidana. Karena dia menyebabkan orang tidak
bisa menggunakan hak pilihnya, tegas Arif di Jakarta,
Senin (17/2).
Konstitusi itu menyatakan bahwa memilih itu hak, dipilih itu hak.
Penyelenggara pemilu dan aparat kepolisian bisa mempidana provokator golput bila memang punya bukti adanya intimidasi. Kalau tanpa bukti, maka pemidanaan tak
bisa dipaksakan.
Lebih jauh, Arif meminta para penyelenggara pemilu
seperti KPU melakukan introspeksi diri apabila akhirnya
angka golput di pemilu mendatang itu tinggi. Karena sejak
awal, DPR sendiri sudah meminta KPU melakukan sosialisasi secara intensif dan masif sejak dini.
Makanya, dalam pembahasan anggaran di DPR, alokasi
anggaran untuk sosialisasi juga dilakukan. Dirancang sosialisasi tidak cukup dengan spanduk-spanduk dan dengan baliho-baliho, tapi juga tatap muka langsung dengan masyarakat.
Meski waktunya tidak terlalu banyak, tapi kan masih
bisa dilakukan. Asal manajemen waktunya baik, imbuhnya.
Sebelumnya, di sejumlah media massa dikabarkan Ketua KPU, Husni Kamil Manik, menerangkan bahwa penganjur golput masuk dalam tindak pidana.
Kalau mengkampanyekan itu memang iya (pidana,
red). Di dalam Undang-Undang No 8 tahun 2012 bisa dibaca, ujar Husni.
Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, menambahkan bahwa mengajak seseorang untuk tidak memilih
alias golput sudah masuk pidana. Apalagi, ajakan tersebut
disertai tindakan kekerasan. Memang, untuk memilih atau
tidak hak pemilih.
Kepala Biro Analisis Badan Intelijen Keamanan Polri,
Brigjen Sukamto Handoko juga mencurigai adanya kelompok tertentu yang berusaha ingin menggagalkan pemilu,
salah satunya ajakan kepada masyarakat untuk golput.
Menurutnya, ajakan golput dikategorikan sebagai sebuah pelanggaran hukum dan termasuk tindak pidana pemilu. . tim

Tak Terdaftar DPT,


Bisa Digunakan KTP

Jakarta, METROPOLITAN POS

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Malik menegaskan jika pemilih yang memenuhi syarat untuk
memilih tetap dapat menggunakan hak pilihnya meski namanya tak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)
atau Daftar Pemilih Khusus (DPK).
Kalau tetap tidak masuk dalam DPT dan DPK, maka cukup membawa surat identitas kepedudukan yang sah seperti dengan KTP, paspor, dan kartu keluarga. Bukan SIM.
Untuk pemilih seperti ini diberi hak memilih satu jam terakhir sebelum penutupan TPS, kata Husni di Mabes Polri
Kamis (13/2).
Menurutnya aturan itu sudah dalam bentuk UU.
Sudah ada di Undang-undang dan nanti juga akan dimasukan dalam buku panduan bagi Petugas Pemungut Suara (PPS), sambungnya.
Sedangkan bagi kelompok masyarakat yang sama sekali tidak memiliki identitas kependudukan yang sah, Husni
menambahkan, hingga kini KPU terus melakukan validasi.
Dari 3,3 juta pemilih yang belum valid telah kita validasi sebagian dan sisanya kini tinggal 2,1 juta. Misalnya
saja napi yang di Jakarta saja jumlahnya 11 ribu, lalu ada
kelompok masyarakat yang tinggal di daerah grey area
mirip Tanah Merah di Jakarta lalu juga seperti yang tinggal
di pinggir hutan, sambungnya. tim

EDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI - 9 MARET 2014

Tawuran, Pelajar SMP


Polisi Amankan Sejam
Jakarta,METROPOLITAN POS,
Polsek Metro Cilandak menciduk siswa SMP Terbuka,
Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang terlibat tawuran dengan SMP Pattimura Jagakarsa di Jalan Bango, Cilandak.
Polisi juga menyita sejumlah senjata tajam yang digunakan dalam tawuran itu.
Menurut pengelola SMP Terbuka, Edy Sunarto, anakanak tersebut merupakan siswa tingkat akhir yang pulang lebih awal karena sedang melakukan Uji Coba Ujian
Nasional (UCUN) atau try out. Dari keterangan siswa,
awalnya mereka bilang mau ke rumah temannya, tapi di
tengah jalan bertemu dengan sekolah lain, lalu diolokolok mereka, ujar Edi ketika ditemui di Mapolsek Metro
Cilandak, Selasa (18/2/2014) sore.
Tawuran antarpelajar tersebut berlangsung sekitar
pukul 13.30 siang. Polisi yang saat itu sedang menggelar
Operasi Cipta Kondisi untuk menertibkan lalu lintas langsung mengejar pelaku tawuran dan menggiring mereka
ke kantor polisi.
Tidak ada korban jiwa dalam tawuran tersebut. Namun saat pencidukan, terdapat beberapa anak yang lolos,
terutama anak-anak dari SMP Pattimura. Polisi akhirnya
membawa 7 siswa SMP Terbuka. Polisi menyita barang
bukti senjata untuk tawuran, seperti celurit, samurai,
golok, dan gir.
Kepala Polsek Metro Cilandak Komisaris Sungkono
mengatakan, polisi akan memulangkan tersangka setelah
melakukan perjanjian dengan sekolah dan orangtua agar
anak tak melakukan perbuatan demikian kembali. Urusan selanjutnya kita serahkan ke pihak sekolah, ujar
Sungkono.
Edy mengatakan, untuk membuat efek jera kepada
anak-anak, dia akan membuat peringatan dengan memanggil orangtua masing-masing siswa. Kalau mengulangi lagi finalnya atau jurus akhir dikeluarkan (dari
sekolah), katanya. sani

Status IKIP Berubah,


Kualitas Guru Menurun

Medan, METROPOLITAN POS,


Kualitas guru di Tanah Air menurun pascaperubahan status Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP)
menjadi universitas yang seharusnya dipertahankan untuk menyiapkan calon guru dalam kompetensi pedagogik
yang jelas dan pas.
Termasuk juga peniadaan Sekolah Guru Atas (SGA)
dan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) yang pernah ada
pada masa kolonial hingga tahun 60-an, kata pengamat
politik dan kebudayaan Yudi Latif saat menjadi panelis
dalam acara Konvensi Pendidikan yang diselenggarakan Persatuan Guru RI di Bentara Budaya Jakarta, Rabu.
Ketika IKIP menjadi universitas maka lembaga tersebut kemudian cenderung mengikuti tren pendidikan
tinggi pada umumnya dan tidak fokus lagi pada tugas
membekali dan menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan sebagai seorang guru.
Demikian juga keberadaan SGA dan SPG pada masa
lalu mampu memberikan kontribusi besar pada pembentuk karakter dan pribadi calon guru, kata Yudi Latif yang
juga Direktur Eksekutif Reform Institute.
Ia mengemukakan pendidikan kolonial memang diskriminatif tetapi menghasilkan lembaga pendidikan yang
bermutu, salah satunya pendidikan guru zaman penjajahan Belanda luar biasa hebatnya dan jejak-jejak keberhasilan berlangsung sampai tahun 1960-an.
Sampai-sampai negara tetangga, seperti Malaysia
banyak berutang budi karena banyak belajar dari pengalaman guru-guru kita yang diundang ke negeri mereka,
ujarnya.
Yudi mengatakan masa sekarang memang sudah ada
upaya dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas
guru salah satunya melalui upaya sertifikasi dan beasiswa pendidikan sarjana strata 1 bagi guru-guru SD yang
belum meraih jenjang itu.
Namun demikian, Yudi menilai upaya peningkatan itu
berhenti hanya sampai pada formalitas saja dan tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas dan kapasitas pendidik.
Sebagai contoh, seiring dengan adanya kewajiban
sertifikasi guru, maka banyak guru di daerah dan di desa
yang mengejar untuk meraih pendidikan sarjana strata
satu namun hanya sekadar mendapat ijazah sarjana tetapi tidak tahu kualitas dari perguruan tinggi tersebut.
Banyak universitas dan perguruan tinggi gadungan
masuk ke desa-desa hanya sekadar mencari untung dengan menawarkan ijazah tetapi tidak memperkuat kualitas
dan kapasitas guru. Sekarang ini, seolah-seolah dengan
mendapat gelar sarjana kemudian berarti guru itu sudah
dianggap layak mengajar, ujarnya. tim

PENDIDIKAN & IPTEK

Pendidikan Nasional Tak Tentu Arah

Jakarta, METROPOLITAN POS,

elama ini pendidikan nasional


tidak menentu arah dan tujuannya. Padahal, dalam masyarakat
dunia yang berubah cepat, tujuan pendidikan suatu bangsa haruslah
jelas. Meskipun harus dinamis mengikuti
perkembangan zaman, tujuan pendidikan
nasional harus tetap bertolak pada kebudayaan Indonesia.
Demikian pokok persoalan yang
mengemuka dalam Konvensi Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia
(PGRI) bertema Pendidikan Indonesia
dan Daya Saing Bangsa, di Bentara Budaya Jakarta, dan dibuka pada Selasa
(18/2).
Sejumlah pembicara yang hadir pada
konvensi ini, antara lain, adalah mantan
Presiden BJ Habibie, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPR Marzuki Alie,
Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia Sri-Edi Swasono, Guru Besar Pendidikan (Emeritus) Universitas Negeri Jakarta HAR Tilaar. Acara dibuka oleh Ketua
Umum PGRI Sulistiyo.
Pakar pendidikan HAR Tilaar menegaskan, pendidikan di Indonesia belum
memiliki arah tujuan yang jelas untuk
menyiapkan manusia-manusia yang
cakap, kreatif, dan bertanggung jawab.
Padahal, Indonesia sudah harus menciptakan generasi emas yang diharapkan
bisa memajukan kehidupan bangsa.
Neoliberalisme sudah masuk ke dunia pendidikan sehingga arah pendidikan menjadi tidak jelas seperti sekarang,
kata Tilaar.
Kepala Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Syawal Gultom membenarkan
sistem pendidikan Indonesia harus direformasi karena sistem yang ada selama
ini tidak menjawab kebutuhan zaman.
Salah satu caranya dengan memberlakukan Kurikulum 2013 di semua sekolah
mulai tahun ini.
Karakter anak didik kita terlebih dahulu yang harus diperbaiki dan ini yang
menjadi tujuan Kurikulum 2013. Spektrum sekolah atau pendidikan seperti
apa yang bisa menjawab kebutuhan zaman, itu yang harus dipikirkan, kata Sy-

awal.

Kuncinya pada guru


Tilaar mengatakan, kunci perubahan dalam pendidikan serta membangun sumber daya manusia berkualitas
sepenuhnya ada di tangan guru.
Karena perannya yang sangat penting, guru wajib dilibatkan secara aktif
dalam perumusan kebijakan pendidikan.
Sayangnya, selama ini guru atau organisasi guru tidak dilibatkan secara aktif oleh
pemerintah, kata Tilaar.
Untuk meningkatkan peran guru, Tilaar mengusulkan agar penanganan guru
kembali disentralisasi. Sebab, dengan desentralisasi, guru seperti sekarang. Guru
sering dijadikan komoditas politik oleh
elite politik lokal. Guru sering dalam posisi terjepit karena dilibatkan dalam aktivitas politik.
Syawal menambahkan, kualitas mayoritas guru yang masih rendah bukan
sepenuhnya salah guru. Ini disebabkan
selama ini guru jarang mendapatkan
pelatihan. Oleh karena itu, mulai tahun ini
guru akan memperoleh pelatihan berkala
secara spesiik pada kebutuhan materimateri yang dirasa menjadi kekurangan
setiap guru.
Jusuf Kalla pada kesempatan ini
mengemukakan, pendidikan menjadi
kunci untuk meningkatkan kemampuan
bangsa melakukan sesuatu agar bisa bersaing dengan komunitas internasional.
Kemampuan itu lebih dititikberatkan
pada keterampilan dan penguasaan pada
teknologi yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Ujian nasional
Untuk mengukur kemampuan bangsa, ujar Kalla, bisa dilakukan mulai dari
membuat standar nilai kelulusan yang
tinggi (dilihat dari hasil ujian nasional)
bagi peserta didik. Jika sekarang standar
kelulusan 5,5, bisa jadi tahun depan standar nilai dinaikkan menjadi 6,5.
Harus dinaikkan secara bertahap.
Anak-anak memang harus bekerja keras.
Tidak ada bangsa yang bisa maju tanpa
kerja keras. Tidak ada yang bisa maju
tanpa belajar dan target yang jelas, kata
Kalla.

Bagi Kalla, pelaksanaan ujian nasional


(UN) berlangsung sesuai harapan saat
pertama kali dimulai tahun 2002. Ia berharap, masyarakat tidak terfokus pada
hasilnya saja, tetapi lebih pada proses
pembelajaran. Pasalnya yang paling penting harus diubah adalah suasana atau budaya belajar murid sehingga kualitas belajarnya meningkat.
Yang harus diperbaiki bukan hanya
sarana-prasarana atau fasilitas layanan
pendidikannya, melainkan justru di budaya belajarnya. Kita tidak mempunyai
budaya belajar, tutur Kalla.
Karena itu, Kalla secara tegas menolak jika UN dihapuskan. Jika dihapuskan,
bagaimana membuat standar pendidikan
secara nasional? ujarnya. Selain itu, adanya UN terbukti mendorong murid lebih
giat belajar dan guru juga lebih peduli menyiapkan anak-anaknya untuk ikut UN.
Ketika tidak ada ujian nasional, semua
santai-santai saja karena murid pasti lulus ujian, kata Kalla. Tidak apa-apa saya
disalahkan karena saya berpikir untuk kemajuan bangsa ke depan, tuturnya.
Meskipun demikian, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta Soedijarto berbeda pendapat. Menurut dia, UN bukanlah solusi atau cara meningkatkan
kualitas dan kompetensi peserta didik.
Sebab, sistem evaluasi belajar dengan UN
justru menciptakan generasi yang hanya
bisa menghafal dan tidak belajar untuk
memahami sesuatu.
UN justru akan mengurangi kreativitas belajar sampai menghilangkan semangat untuk menemukan hal-hal baru.
Murid hanya belajar yang akan diujikan.
Tidak akan belajar misalnya meneliti dan
terbiasa membuat karya tulis, kata Soedijarto.

Sinergitas
BJ Habibie yang tampil pertama dalam
konvensi itu menyampaikan pentingnya
sinergitas antara pendidikan dan penanaman nilai-nilai budaya kepada para siswa
di sekolah, termasuk kecintaan pada
bangsa dan Tanah Air.
Habibie mengharapkan proses pendidikan di sekolah tidak sekadar mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi
semata. Proses pendidikan di sekolah
juga sepatutnya mampu memberikan dan
menanamkan nilai-nilai budaya kepada
para siswa. Guru-guru di sekolah diharapkan melakukan proses pembudayaan
sebesar 10-20 persen dari keseluruhan
waktu para siswa ketika berada di sekolah. Sekolah juga diharapkan mampu
meneruskan berbagai nilai budaya yang
sedari awal sudah dimulai dan dibentuk
dari keluarga asal para siswa.
Proses pendidikan dan proses pembudayaan harus berjalan dengan sinergi
dan beriringan, ujar Habibie.
Siswa yang memahami iptek serta tertanam nilai-nilai budaya bangsa di dalam
dirinya akan menghasilkan sumber daya
manusia yang berkualitas. Mereka akan
menjadi generasi muda yang unggul dari
sisi iptek dan juga memiliki daya saing
global tanpa kehilangan kecintaan serta
semangat pengabdian pada bangsa dan
Tanah Air. Jenri

Habibie Wacanakan Sekolah Terpadu Tanpa Kertas


Depok, METROPOLITAN POS,

Mantan Presiden BJ Habibie menawarkan wacana untuk mengembangkan sekolah terpadu tanpa kertas namun mengandalkan pemanfaatan kemajuan teknologi
informasi yang berkembang pesat.
Sekarang masuk dalam area globalisasi dan informasi teknologi. Kita lihat
saja anak-anak sekarang, termasuk cucu
saya sudah pakai iPad. Gambar-gambar
pakai iPad. Walau usianya masih 4 tahun, kata Habibie saat menjadi pembicara kunci pada Konvensi Pendidikan
yang diselenggarakan Persatuan Guru RI
di Bentara Budaya Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut ia mengatakan bangsa

Indonesia harus persiapkan diri dengan


mengembangkan sekolah yang tidak ada
kertas lagi sebab kalau ada kesulitan
siswa bisa berselancar di internet mencari jawabannya.
Ia mengatakan teknologi informasi
dapat menguntungkan proses pendidikan sebab saat ini siswa di sekolah sudah menguasainya.
Namun demikian, ujar Habibie dibutuhkan guru yang lebih canggih dari muridnya dan harus dipersiapkan.
Tidak ada salahnya kita memiliki pilot project. Katakanlah di mulai dari Jakarta biar murah, dan sekolah jarak jauh
untuk daerah yang dibiayai anggaran

pemerintah pusat dan daerah. Dan juga


harus dibantu perusahaan IT dan suatu
tender internasional, katanya
Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI
Sulistiyo menanggapi sekolah terpadu
yang diwancanakan BJ Habibie mengatakan terobosan yg harus dipikirkan
oleh berbagai pihak termaasuk guru agar
proses pendidikan menjadi lebih bermutu.
Saya menangkap apa yang diwancanakan Pak Habibie ini sebagai terobosan yg harus dipikirkan banyak pihak
untuk melakukan lompatan2 karena bila
proses ini dilakukan secara alamiah saja
maka Indonesia akan ketinggalan katanya. tim

POLITIK & HUKUM

EDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI -9 MARET 2014

Sering Bolos Rapat Paripurna

Anggota DPR RI 2009-2014


Tak Pantas Dipilih Kembali

anyaknya anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang membolos


dari rapat paripurna pada Selasa
(18/2), diakui mengecewakan.
Sistem pemilu disebut sebagai dalih untuk
banyaknya anggota DPR yang membolos
itu. Namun diakui pula perlu ada aturan
lebih ketat untuk mengatur masalah
hobi membolos anggota dewan ini.
Rapat tadi siang adalah kenyataan
yang tidak bisa ditutupi atas apa yang
terjadi. Menyedihkan, proses pengambilan keputusan di paripurna tidak berjalan dengan baik. Sistem pemilu juga ikut
berkontribusi soal ini, ujar Wakil Ketua
DPR, Pramono Anung Wibowo, di Kompleks Parlemen, Selasa (18/2/2014).
Selama memimpin sidang, Pramono
mengaku khawatir rapat tersebut tak
akan memenuhi kuorum, jumlah minimal

anggota untuk mekanisme pengambilan


keputusan rapat. Dia mengatakan ada
kontribusi sistem pemilu di balik banyaknya anggota DPR yang bolos karena
banyak anggota DPR yang mencalonkan
diri kembali di Pemilu 2014.
Saat ini, kata Pramono, sebagian besar anggota DPR yang kembali menjadi
calon anggota legislatif pada Pemilu 2014
mulai sibuk kampanye di daerah masingmasing. Tugas menjadi anggota DPR pun
terkalahkan. Maka harus ada perubahan
aturan main, ucap mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini.
Salah satu cara untuk memaksimalkan
tingkat kehadiran anggota dewan dalam
setiap rapat, kata Pramono, adalah dengan mengetatkan aturan melalui revisi
Undang-undang nomor 27 tahun 2009
tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD dan
Tata Tertib DPR. Dalam UU itu sudah dia-

tur bahwa anggota dewan yang 6 kali


berturut-turut tidak mengikuti rapat
maka harus diberhentikan.
Harus ada pengaturan rinci terutama
soal 6 kali berturut-turut tidak hadir dan
kewenangan BK (Badan Kehormatan
DPR, red) harus lebih kuat, ucap Pramono. Soal perlu atau tidaknya data kehadiran para wakil rakyat dibuka lagi ke
publik, Pramono serahkan pada BK DPR.
Seperti diberitakan sebelumnya,
menjelang pelaksanaan pemilihan legislatif DPR mulai sepi aktivitas. Kursi-kursi
kosong dalam rapat paripurna DPR pun
menjadi pandangan yang lazim terjadi.
Rapat paripurna DPR pada Selasa
ini merupakan yang terparah di antara
semua rapat DPR periode 2009 sampai
2014. Baru dalam rapat ini, tingkat kehadiran anggota DPR bahkan tak cukup untuk
memenuhi kuorum pembukaan rapat.
Meski molor satu jam dari jadwal seharusnya dan tetap tak memenuhi kuorum, rapat dibuka pada pukul 11.00 WIB.
Berdasarkan data kehadiran yang ada,
rapat diikuti oleh 226 dari total 560 anggota DPR.
Rapat baru memenuhi kuorum pada
pukul 12.00 WIB sehingga dapat mengesahkan dua RUU dan satu hasil uji kelayakan dan kepatutan. Dua RUU yang
disahkan terkait Bantuan Hukum Timbal
Balik dalam Masalah Pidana, yang satu
antara Indonesia dengan India dan satu
lagi dengan Korea Selatan. Sedangkan
hasil uji kelayakan dan kepatutan yang
disetujui adalah untuk Dewan Energi Nasional. red

Jakarta, Metropolitan Pos


Peneliti dari lembaga survei PolTracking Agung Baskoro mengemukakan
harus diakui identitas igur masih menguat dibanding identitas partai.
Hal itu tidak lain disebabkan belum
berfungsinya partai. Kehadiran namanama alternatif seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widido (Jokowi) dan Wali Kota
Surabaya Tri Risma sebenarnya bisa menjadi harapan bagi pemilih.
Alasannya, mereka tak punya beban
masa lalu dan memiliki track record
yang jelas.
Tantangannya adalah apakah partai
berani mengambil peluang tersebut karena perilaku pemilih perlahan mulai bertransformasi semakin rasional.
Mereka melihat pemimpin yang memang bekerja untuk mereka bukan sekedar bangun wacana dan prihatin saja.
Pemilih yang tidak memberikan suara
atau yang biasa disebut golongan putih
(golput) makin menipis, bila partai berani
bersikap dan memastikan para kandidat
yang mereka miliki, baik sebagai calon
legislatif (Caleg) maupun calon presiden
(Capres) benar-benar bersih dan siap

dibersihkan bila tidak bersih, kata Agung


di Jakarta, Kamis (13/2).
Sementara peneliti dari LSI Adjie Alfaraby mengemukakan tingkat partisipasi
pemilih sangat bergantung pada sejauh
mana pemilih merasa pemilu itu penting
untuk perbaikan nasib mereka ke depan.
Jika melihat tren survei, tingkat partisipasi dalam pileg nanti kurang lebih
sama dengan pemilu sebelumnya atau
golput kurang lebih sama antara 30 sampai 35 persen.
Sebetulnya trust terhadap partai juga
cenderung menurun. Makin minoritas pemilih yang percaya terhadap kerja partai
untuk kepentingan rakyat. Namun partai
terbantu dengan kampanye para caleg.
Dengan sistem suara terbanyak para caleg bahkan sesama internal partai bertarung untuk merebutkan kursi, kata Adjie.
Menurutnya, persaingan antar caleg
membantu suara partai karena kampanye mereka yang masif. Untuk pemilihan
presiden (Pilpres), partisipasi mungkin
bisa lebih tinggi dibanding pileg karena
pemilih memilih tokoh.
Namun jika ada tokoh-tokoh baru
yang populer dan disukai, partisipasi itu

bisa lebih tinggi.


Adapun peneliti senior dari LIPI Siti
Zuhro mengemukakan golput relatif
menurun ketika pemilu relatif menjanjikan di mana partai politik mampu menyodorkan sebagian besar caleg-caleg
berkualitasnya yang amanah.
Apalagi pada saat yang sama, partaipartai juga menawarkan capres-cawapres
sesuai dengan harapan rakyat.
Sehingga animo dan antusiasme
rakyat akan meningkat bila partai politik
mampu memahami aspirasi dan kebutuhan konstituen.
Tak tertutup kemungkinan golput
akan menurun, meskipun belum tentu
bisa menyentuh angka 20 persen. Golput
di pemilu 2014 akan bertengger di kisaran 25 sampai 35 persen mengingat
kepercayaan masyarakat belum benarbenar pulih terhadap partai. Sejauh ini
meskipun muncul sejumlah tokoh-tokoh
yang muncul dari berbagai hasil survei,
nama Jokowi masih tetap diminati. Sosoknya masih tetap memukau dan didukung banyak kalangan dan komunitas,
meskipun ada juga yang tak mendukung
Jokowi, jelasnya. red

Jakarta, Metropolitan Pos

Angka Golput Masih Sekitar 25-35 Persen

DPR Didesak Sahkan UU Perlindungan PRT


Jakarta, Metropolitan Pos
Amnesty Internasional mendesak DPR RI
untuk secepatnya mengesahkan rancangan
Undang-undang (UU) Perlindungan Pekerja
Rumah Tangga (PPRT) sebelum masa kerja
mereka berakhir pada September 2014.
UU ini penting karena pekerja rumah
tangga yang tereksploitasi, memerlukan perlindungan hukum secepatnya, kata Josef Roy
Benedict, Campaigner - Indonesia dan TimorLeste dari Amnesty International Secretariat,
dalam surat elektroniknya diterima di Riau,
Jumat (14/2).

Desakan tersebut disampaikan menjelang


peryaan Hari Pekerja Rumah Tangga Nasional
yang jatuh pada tiap 15 Februari.
Seruan itu disampaikan juga karena jutaan pekerja rumah tangga di Tanah Air hidup
dalam tekanan, beresiko dianiaya, dieksploitasi secara ekonomi, dan bekerja tanpa perlindungan.
Pekerja rumah tangga masih menjadi
warga kelas dua di Indonesia, tulis organisasi
itu dalam siaran persnya.
Sedangkan menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO), ada sekitar 2,6 juta pekerja rumah

Capres Alternatif dari


Pasca Reformasi
Jakarta, METROPOLITAN POS,

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti mengemukakan jika merujuk pada nama, maka akan
kesulitan menyebutkan siapa bakal calon presiden (Capres) yang ideal saat ini.
Alasannya, isu pemilu 2014 sudah dapat dibaca yakni
kebutuhan masyarakat soal kualitas pelaksanaan pemerintahan bersih, efesien dan transparan.
Masyarakat berkeyakinan dengan pemerintahan yang
bersih dan transparan akan menyumbang terwujudnya
kesejahteraan rakyat. Hal itu menjadi alasan isu-isu anti
korupsi berdampingan erat dengan isu kesuksesan pemilu.
Tentu saja partai dan kandidat calon presiden (Capres) yang memiliki igur seperti tuntutan ini yang akan
banyak menyedot partisipasi masyarakat untuk datang ke
tempat pemungutan suara (TPS), kata Ray di Jakarta, Jumat (14/2).
Ia menegaskan, jika bicara kriteria seperti itu, maka
igur-igur tersebut besar kemungkinan ditemukan pada
generasi baru politik pasca reformasi. Secara umum, mereka lebih menawarkan pengelolaan pemerintahan yang
bersih.
Alasannya, sekalipun tak sepenuhnya bersih dari budaya politk Orde Baru (Orba), tetapi mereka lebih bisa berjarak. Kedua, budaya politik mereka merupakan campuran
budaya politik Orba dan reformasi.
Ketiga, dalam budaya poltik reformasi, tabiat korupsi,
kolusi, dan nepotisme (KKN) mulai terkisis. Keempat, kemandirian juga menjadi ikon dari generasi ini, termasuk di
dalamnya kemandirian ekonomi.
Faktor-faktor inilah sedikit banyak membantu generasi lanjutan reformasi ini sedikit banyak memberi harapan
bagi perbaikan kwalitas Indonesia di masa depan, ujarnya.
tim

Dicari, Pemimpin yang


Wujudkan Kedaulatan
Ekonomi
Jakarta, METROPOLITAN POS,

Pengamat ekonomi Econit Hendri Saparini, menilai, untuk


mewujudkan kedaulatan ekonomi, Indonesia membutuhkan
pemimpin yang tidak sekedar menitikberatkan pada igur.
Namun, harus diisi oleh pemimpin yang memiliki paradigma
ekonomi dan strategi.
Pemimpin ke depannya juga tidak sekedar memiliki sifat
baik (jujur, rajin). Tetapi jelas memiliki visi dan garis ideologi
ekonominya, yakni ekonomi konstitusi UUD 1945 dan mampu
mewujudkannya dalam strategi pembangunan yang komprehensif.
Kedaulatan ekonomi mestinya bukan pilihan. Sekarang,
Indonesia mau atau tidak berdaulat secara ekonomi. Kalau
berbicara tentang kedaulatan dan pemenuhan kebutuhan
dasar, maka perlu strategi komprehensif dari seorang pemimpin untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pangan
strategis yang pro terhadap konsumen dan produsen, kata
Hendri dalam seminar nasional XXV AIPI Indonesia dan Tantangan Politik Pasca Pemilu 2014, Rabu (19/2).
Dijelaskan, saat ini perlu peran negara yang efektif dengan paradigma yang jelas dan tegas terhadap tekanan asing
untuk melemahkan sektor pertanian. Kalau mau berbicara
kedaulatan, tidak sekedar ada tidaknya pasal yang mengakomodir. Namun, instrument kebijakan seperti apa yang harus
dilakukan untuk menjalankan semua itu.
Pemimpin harus memiliki kemampuan membaca masalah ekonomi dengan benar dan jujur, serta mampu dan
mau memformulasikan masalah dan mencari solusi dengan
referensi konstitusi UUD 45, Pemimpin juga harus mau dan
mampu memilih strategi untuk memaksimalkan peluang di
era globalisasi dan liberalisasi untuk membela kepentingan
nasional,ucap Hendri.. Hasudungan

tangga di Indonesia pada 2004, tahun terakhir


data tentang PRT diperbarui. Diyakini jumlah
mereka akan terus bertambah tiap tahun.
Di bawah hukum Indonesia, pekerja rumah
tangga tidak menikmati perlindungan yang
sama dengan pekerja-pekerja lainnya. Mereka
seringkali hidup dengan upah yang menyedihkan dalam kondisi yang buruk, dan dihambat
untuk melawan penindasan yang dilakukan
oleh majikan-majikan mereka, beber ILO.
Akan tetapi, naifnya RUU tentang pekerja
rumah tangga, telah masuk agenda legislasi
sejak 2010, namun RUU ini sering ditunda un-

tuk disahkan.
RUU ini penting disahkan menjadi UU,
apalagi sejumlah kasus-kasus yang dramatis
terjadi sepanjang beberapa tahun terakhir
pekerja rumah tangga berada dalam situasi
yang makin rawan di seluruh Indonesia, bunyi pernyataan itu lebih lanjut.
Contohnya, Siti Nur Amalah, yang menjadi berita utama pada Desember 2013,
setelah majikannya di Jakarta membuatnya
kelaparan, memukulinya, dan melakukan pelecehan seksual terhadapnya selama periode
empat bulan di 2012. red

GALLERY

EDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI - 9 MARET 2014

Mantan Gubernur Riau


Dituntut 17 Tahun Penjara

Riau,METROPOLITAN POS,
Mantan Gubernur Riau HM Rusli Zainal dituntut 17 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak
Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru, Kamis (20/2) sore.
Jaksa Penuntut/Umum Riyono yang membacakan tuntutan mengemukakan, terdakwa Rusli Zainal melanggar
tindak pidana korupsi dengan melakukan dan menerima
suap dalam kasus PON XVIII tahun 2012. Selain itu, ia juga
melanggar tindak pidana dalam kasus pemberian Ijin Usaha
Pemberian Hasil Hutan Kayu- Hutan Tanaman (IUPHHKHT).
Jaksa mengatakan tuntutan hukuman yang diajukan
sesuai dengan fakta-fakta pengadilan. Rusli Zainal melanggar UU Tipikor pasal 210 juncto pasal 18 UU Tipikor No 31
1999 yang diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang
Tipikor. Selain itu, yang menjerat mantan Gubernur Riau ini
melanggar pasal 55 ayat 1 KUHP.
Rusli Zainal juga dinyatakan hak-haknya dicabut untuk
dipilih sebagai pejabat publik. Begitu mendengar tuntutan
itu, wajah Rusli Zainal berubah. Sementara itu sejumlah
kaum ibu yang hadir di persidangan menangis begitu mendengar tuntutan hukuman yang memberatkan tersebut.
Demikian pula tidak sedikit yang kemudian memeluk Rusli
Zainal.
Sementara itu, sebelum persidangan Suara Pembaruan
sempat berbincang-bincang dengan mantan Gubernur Riau
di Ruang Tahanan Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Ia megaku
siap pada kasus hukum yang dihadapinya. Bagi Rusli, proses
hukum yang dijalaninya merupakan cobaan.
Di ruang tahanan saat itu, hadir pula antara lain pengacara Eva Nora, mantan Ketua KPU Provinsi Riau T Edy Sabli, dan Komisioner KPU Provinsi Riau Lena Farida. Selama
menjadi tahanan KPK, Rusli Zainal tetap rajin berolahraga,
terutama tenis meja. sani

Fantastis, Pencucian Uang


Akil Capai Rp 181,5 Miliar

Jakarta, METROPOLITAN POS,

idang perdana mantan Ketua MK,


Akil Mochtar yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis
(21/2) berjalan mulus. Akil didakwa Kasus suap dan pemerasan terkait
pengurusan 15 sengketa Pilkada, mantan
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) juga didakwa melakukan pencucian uang sebesar Rp 181,5 miliar.
Jumlah tersebut merupakan total pencucian uang dalam rentang waktu 22 Oktober 2010 hingga 2 Oktober 2013 serta
17 April 2002 sampai 21 Oktober 2010
saat Akil masih menjabat sebagai Anggota DPR.
Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU)
pada Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK), Akil dalam rentang waktu 22 Oktober 2010 hingga 2 Oktober 2013 diduga
telah melakukan pencucian uang besamasama dengan Muhtar Ependi.
Dengan total Rp 161,08 miliar yang
diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana yaitu hasil tindak pidana korupsi, kata Jaksa Ronald
Ferdinand Worotikan saat membacakan
dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta,
Kamis (20/2).
Atas perbuatannya, Akil dijerat Pasal 3
UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pence-

gahan dan Pemberantasan Tindak Pidana


Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1)
ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.
Selain itu, Akil juga dijerat pasal pencucian uang dalam rentang waktu antara
17 April 2002 sampai 21 Oktober 2010.
Yakni menempatkan di rekening M
Akil Mochtar sebesar Rp 6,1 miliar di
BNI, sebesar Rp 7,04 miliar di Bank Mandiri, dan Rp 7,29 miliar di BCA. Kemudian
membayarkan atau membelanjakan uang
untuk kendaraan bermotor dan properti
berupa Toyota Fortuner B 988 TY Rp 405,8
juta serta sebidang tanah dan bangunan di
Jalan Pancoran Indah III No 8 sebesar Rp
1,29 miliar, jelas Jaksa Ronald.
Menurut jaksa, harta kekayaan Akil
tersebut patut diduga sebagai hasil tindak
pidana korupsi berkaitan dengan jabatannya selaku Anggota DPR priode 19992009 serta hakim konstitusi hingga 2010.
Pasalnya, penghasilan Akil yang dilaporkan dalam LHKPN tidak sebanding
dengan harta kekayaan yang dimilikinya.
Sehingga asal usul perolehannya tidak
dapat dipertanggungjawabkan secara sah
oleh terdakwa, kata Jaksa Ronald.
Atas perbuatannya, Akil dijerat Pasal 3
ayat (1) huruf a dan c UU Nomor 15 Tahun
2002 tentang Tindak Pidana Pencucian
Uang sebagaimana telah diubah dengan UU

Nomor 25 Tahun 2003 juncto Pasal 65 ayat


(1) KUHP.

Skenario
Sementara itu terdakwa kasus pencucian
uang, usai menjalani sidang perdana kepada
awak media mengatakan, bahwa tuduhan
yang disangkakan kepada dirinya merupakan scenario untuk menjatuhkannya.
Mantan Ketua MK itu juga menuding bahwa skenario yang ditujukan pada
dirinya sejak menjadi Anggota DPR selama dua periode sampai menjadi Hakim
Konstitusi.
Apanya yang dicuci? Ini skenarionya.
Saya diskenariokan jadi penjahat sejak
menjadi anggota DPR tahun 1999 sampai
jadi hakim konstitusi. Masa dari tahun
1999 sampai 2013 semua hasil korupsi,
kata Akil ditemui seusai sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (20/2) malam.
Tetapi sayangnya Akil enggan menyebutkan siapa sutradara di balik skenario
tersebut. Lebih lanjut, Akil hanya mengatakan bahwa dirinya siap membuktikan
tidak ada hartanya yang diperoleh dari
hasil pencucian uang.
Nanti kita buktikan. Saya kan memiliki
LHKPN (Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara) sejak tahun 1999 sampai 2013, tegas Akil. jenri

Rukmana : Rusun Diwajibkan


Bagi Yang Belum Pernah
Memikili Rumah
Ratu Atut Dalang Kasus Suap Sengketa Pilkada Lebak

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Pembangunan Rumah Susun (Rusun) di Jakarta berorientasi bagi warga yang mempunyai KTP Jakarta, baik di
bantaran kali, korban gusuran maupun korban banjir.
Menurut Kepala Bidang Bangunan Perumahan, Dinas
Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Rukmana,
membangunan Rumah susun diserahkan kepada swasta
sebagai pengembang dengan kewajiban untuk membangun
rumah susun, Pemda hanya menyediakan lahan saja, yang
nantinya menjadi milik Pemda, kata Rukmana.
Rukmana mengatakan Rusun yang ada tidak hanya dimiliki oleh warga Jakarta yang ekonomi lemah, tetapi warga
yang mampu dapat memiliki Rusun bahkan memiliki lebih
dari satu rumah.
pembenahan Rusun di kepimimpinan Jokowi, siperoritaskan untuk warga Jakarta yang belum pernah mempunyai
rumah dan ber-KTP Jakarta wajib menempati Rusun dengan harga sewa Rp.300 ribu per bulan, yang nantinya jika
warga sudah mampu memiliki rumah sendiri harus keluar
dari Rusun, jadi warga yang belum menempati dapat secara bergulir mengisi rusun, tambah Rukmana.
Lebih lanjut Rukmana berharap bagi warga yang menempati rusun dapat memperbaiki tarap hidupnya, sehingga
tidak perlu menempati rumah yang tidak layak. Penbangunan Rusun nasih terus dilakukan, seperti di lahan Pemda
eks.gedung Teknis Jatinegara sedang dibangun Rusun 16
lantai menjadi skala perioritas korban banjir Kampung
Pulo, akan dipindahkan yang nantinya untuk normalisasi
kali,bagi masyarakat umum dapat menempati rusun secara
bertahap, tandas Rukmana. NRM

Jakarta, METROPOLITAN POS,

Gubernur Banten nonaktif, Ratu Atut


Chosiyah, adalah aktor yang memerintahkan Tubagus Chaeri Wardana alias
Wawan, menyiapkan uang sebesar Rp
1 miliar untuk menyuap Akil Mochtar yang ketika itu masih menjabat sebagai
Ketua Mahkamah Konstitusi -, demikian
dikatakan Komisi Pemberantasan Korupsi ketika mendakwa Akil dalam sidang di pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/2).
Selain Akil, dalam perkara itu KPK
sudah menetapkan Atut dan Wawan,
yang adalah adik kandung Atut sendiri,
sebagai tersangka.
Jaksa Pulung Rinandoro, dalam sidang itu, memaparkan keterlibatan Atut
berawal ketika pasangan Calon Bupati
dan Wakil Bupati Lebak dari Partai Golkar, Amir Hamzah dan Kasmin, menggugat keputusan KPUD Lebak yang
memenangkan pasangan Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi sebagai bupati
dan wakil bupati terpilih di MK.
Amir saat itu menggunakan jasa Susi
Tur Andayani sebagai pengacara sekaligus memuluskan gugatan tersebut di
MK.

Terkait gugatan tersebut, tutur


Pulung, Akil mengirim pesan kepada Wawan untuk mengajak bertemu.
Ajakan itu disambut Wawan yang pada
tanggal 25 September 2013 menemui
Akil di rumah dinas Ketua MK RI di Jl.
Widya Chandra III No. 7 Jakarta Selatan.
Keesokan harinya, Susi mengikuti
pertemuan di kantor Gubernur Provinsi
Banten, yang dihadiri Atut - yang juga
elit Golkar di Banten -, Amir, dan Kasmin
untuk membicarakan perihal pengajuan
gugatan tersebut.
Kemudian, Akil meminta Rp 3 miliar
untuk memuluskan gugatan Amir tersebut. Saat itulah Atut mulai berperan.
Perempuan paling berkuasa di Banten
itu mengutus Wawan untuk mengurus
pembayaran ke Akil.
Pada tanggal 30 September 2013
sekitar pukul 22.00 WIB, di Hotel Ritz
Carlton Jakarta Selatan, Wawan hanya
bersedia menyiapkan uang sebesar Rp 1
miliar, kata Pulung.
Selanjutnya, Susi menerima tas travel warna biru yang berisi uang kurang
lebih sejumlah Rp 1 miliar melalui stafnya bernama Ahmad Farid Asyari.
Kemudian, uang dalam tas tersebut

dibawa oleh Susi ketika menghadiri sidang pleno di MK RI yang dipimpin oleh
Akil dengan agenda pembacaan putusan
perkara Nomor: 111/PHPU.D-XI/2013,
yang membatalkan Keputusan KPU Kabupaten Lebak Nomor: 41/Kpts/KPU.
Kab/015.436415/IX/2013
tentang
Penetapan Pasangan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Lebak Periode
2013-2018, dan memerintahkan KPU
Kabupaten Lebak untuk melaksanakan
Pemungutan Suara Ulang (PSU) di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di
Kabupaten Lebak.
Tetapi, uang tersebut batal diberikan oleh Susi karena Akil masih menyidangkan perkara sengketa pilkada Jawa
Timur. Uang dia bawa ke rumah orang
tuanya di Jalan Tebet Barat Nomor 30
Jakarta Selatan.
Sampai akhirnya pada tanggal 2 Oktober 2013, Susi ditangkap di rumah
Amir Hamzah di Jalan Kampung Kapugeran Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Setelah membekuk
Susi, KPK menggeledah rumah orang
tuanya di Tebet, menemukan uang Rp 1
miliar, dan menyitanya sebagai barang
bukti.. tim

INVESTIGASI

EDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI -9 MARET 2014

Lagi, Pejabat Pemprov DKI Ditahan


Jakarta, Metropolitan Pos

Mantan Camat Kramat Jati, Ucok Bangsawan Harahap menjadi tersangka dalam
kasus dugaan korupsi pemotongan anggaran. Saat akan dijebloskan ke Rutan Cipinang,
Ucok yang saat ini menjabat sebagai Kasudinhub Jakarta Barat mengaku tindakannya
tersebut atas perintah atasan.
Instruksi itu yangg harus saya jalankan,
kata Ucok saat ditanyai wartawan di Kejaksaan
Negeri (Kejari) Jakarta Timur, Jumat (14/2).
Meski demikian, Ucok tak ingin menjelas-

kan lebih lanjut atasan yang dimaksud. Ucok


juga mengaku bingung dan tak mengetahui
aliran dana sebesar Rp 673 juta yang dikorupsinya tersebut.
Saya sampai saat ini belum menyadari
kesalahan saya. Tak ada dana, saya bingung.
Dananya di kantor semua, katanya.
Kepala seksi Pidana Khusus, Silvia Desty
Rosalina mengungkapkan akan mengembangkan kasus. Tidak menutup akan adanya
tersangka lain.
Masih kami lakukan pengembangan, ka-

tanya.
Ucok ditahan di Rutan Cipinang setelah
ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Jakarta Timur atas kasus dugaan korupsi penggunaan dana anggaran. Korupsi diduga dilakukan saat ia menjadi Camat Kramat Jati,
Jakarta Timur periode 2009 hingga semester
awal 2013.
Pada hari ini kami dalam proses penyidikan. Tim penyidik Kejari Jakarta Timur
mengeluarkan surat perintah penahanan
terhadap Ucok Bangsawan Harahap, mantan
Camat Kramat Jati dan sekarang Kepala Sudin
Perhubungan Jakarta Barat, ujar Silvi.
Diungkapkan, saat menjadi Camat Kramat

Kasus Videotron Mangkrak


di Kejati DKI
P

Jakarta, Metropolitan Pos

erkara dugaan tindak pidana


korupsi proyek pengadaan videotron di Kementerian Koperasi
dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) sampai saat ini masih
jalan di tempat dan tidak menemui titik
terang.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)
DKI Jakarta Adi Toegarisman mengakui,
mangkraknya perkara tersebut dikarenakan pihak Kejati DKI sampai saat ini
masih menunggu laporan total kerugian
negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Kami masih menunggu perhitungan
kerugian negara dari BPKP. Kalau sudah
keluar ditindaklanjuti ke tahap berikutnya, kata Adi di Kejaksaan Tinggi DKI
Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta
Selatan, Rabu (19/2/2014).
Saat dikonirmasi mengenai keterlibatan Menteri Koperasi dan UKM Syarief
Hasan dalam perkara tersebut, Adi hanya berdalih pihaknya masih menyelidiki
perkara tersebut.
Saya tekankan lagi ini masih proses penyidikan. Kita bekerja sesuai prosedur dan
teknis, berdasarkan bukti, pungkas Adi.
Sampai saat ini Kejati DKI Jakarta
telah menetapkan tiga orang tersangka
dalam kasus korupsi yang telah merugikan negara sebesar Rp17 miliar tersebut, yakni Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK) Kementerian Koperasi dan UKM
Hasnawi Bachtiar, ofice boy PT Imaji
Media yang dijadikan namanya sebagai
direktur, Hendra Saputra, dan anggota

panitia lelang Kasiyadi.


Kendati demikian, pihak Kejati DKI
sampai saat ini masih menyelidiki keterlibatan Riefan Avrian, pemilik PT Imaje
Media sekaligus anak kandung Ketua
Harian Partai Demokrat itu dan peranannya dalam perkara tersebut.

serahkan ke KPK
Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) mengimbau Kepala Kejaksaan
Tinggi DKI Jakarta, Adi Toegarisman agar
segera menyerahkan perkara dugaan
korupsi proyek pengadaan videotron di
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil
Menengah (Menkop UKM) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kalau Kejaksaan tidak mampu sebaiknya serahkan saja ke KPK, kata Sekjen
PPI I Gede Pasek Suardika dalam pesan
singkatnya kepada Sindonews, Jakarta,
Senin (3/2/2014).
Selain itu, PPI juga mengkritisi pernyataan Kajati DKI Jakarta yang mengatakan bahwa perkara tersebut jauh
dari keterlibatan Menteri Koperasi dan
UKM Syarief Hasan, kendati pengadaan
tender tersebut diselenggarakan oleh
kementerian yang saat ini dipimpin
olehnya.
Kuat dugaan kalau kejaksaan sudah
menyimpulkan begitu itu sudah rawan
masuk angin. Kalau tidak mampu saran
saya lempar handuk serahkan saja pada
KPK, tegas Pasek.
Mantan Ketua Komisi III DPR RI
tersebut juga meyakini, ada peran yang
sangat jelas dan keterlibatan dari Riefan

Avrian selaku pemilik PT Imaji Media


yang menjadi pemenang dalam tender
proyek videotron tersebut
Kasusnya jelas sekali untuk mens
rea, modus, dan konstruksinya tidak
mungkin pemilik perusahaan tidak tahu,
aneh juga ada anaknya bancakan proyek
dengan adik iparnya lalu Sang menteri
tidak tahu, papar Pasek.
Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi DKI
Jakarta menegaskan bahwa sampai saat
ini pihaknya tidak akan memanggil Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan
dalam perkara dugaan korupsi proyek
pengadaan videotron di Kementerian
Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
(Menkop UKM).
Pasalnya, menurut Kepala Kejaksaan
Tinggi DKI Jakarta, Adi Toegarisman
perkara tersebut jauh dari keterlibatan
Syarif Hasan, kendati pengadaan proyek
videotron tersebut ada di dalam institusi
yang dipimpin olehnya.
Sampai saat ini tidak sampai kesana. Dalam aturan barang dan jasa itu
jelas letak tanggung jawabnya, kita akan
bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku, kata Adi di Kejaksaan Agung, Jalan
Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis 30 Januari 2014.
Selain itu, Adi menambahkan untuk
saksi Riefan Avrian selaku pemilik PT
Imaji Media sampai saat ini masih belum
ditemukan keterlibatannya dalam perkara tersebut. Untuk itu, pihak Kejaskaan
Tinggi DKI Jakarta masih belum menetapkan anak kandung dari Syarif Hasan
tersebut sebagai tersangka. Tim

KPK: Sutan Belum Tersangka, Masih Diproses


Jakarta, Metropolitan Pos

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengisyaratkan


adanya kemungkinan Ketua Komisi VII
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sutan
Bhatoegana menjadi tersangka berkaitan dengan dugaan aliran dana ke DPR.
Sutan disebut mantan Kepala SKK
Migas Rudi Rubiandini menerima aliran
dana terkait kegiatan di lingkungan SKK
Migas. Jawabannya belum (tersangka),
bukan berarti tidak jadi, kata Abraham
di Jakarta, Rabu (19/2/2014), saat ditanya mengenai status hukum Sutan.
Menurut Abraham, masih ada proses
hukum yang berlangsung di KPK terkait
dugaan aliran dana ke DPR tersebut. KPK
telah meminta Imigrasi untuk mencegah
Sutan dan anggota Komisi VII DPR Tri
Yulianto terkait kasus dugaan gratiikasi
di Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono
Karno.
Pengacara Rudi, Rusdi A Bakar, mengungkapkan bahwa dugaan aliran dana
ke Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat
berawal dari sindiran Sutan Bhatoegana.
Menurut Rusdi, Sutan tidak meminta
uang secara gamblang melainkan dengan cara menyindir kliennya.

Rudi pun pernah mengaku memberikan uang Rp 2 miliar kepada anggota


komisi VII DPR Tri Yulianto untuk disampaikan kepada Sutan. Uang tersebut,
menurut Rudi, akan dibagikan kepada
para anggota Komisi VII DPR sebagai
tunjangan hari raya (THR).
Rusdi juga mengungkapkan, sebelum
adanya permintaan uang dari DPR, Rudi
mendapatkan informasi dari Wakil Ketua SKK Migas saat itu, Johanes Widjanarko bahwa ada kebiasaan pemberian THR
kepada Komisi VII DPR sebagai mitra
kerja SKK Migas. Dia juga mengatakan
bahwa Rudi pernah dimintai Sekretaris
Jenderal Kementerian ESDM Waryono
Karno untuk ikut urunan memberikan
uang kepada anggota DPR.
Sementara itu, Tri saat bersaksi
dalam persidangan kasus Rudi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta,
Selasa (18/2/2014), membantah pernah menerima uang dari Rudi. Kendati
demikian, Tri mengakui, pada 26 Juli
2013 setelah buka puasa, ia bertemu
Rudi di Toko Buah All Fresh.
Senada dengan Tri, Sutan dalam sejumlah kesempatan juga membantah
adanya aliran dana ke Komisi VII DPR.
Politikus Partai Demokrat itu membantah telah menerima uang dari Rudi.

Sindiran Sutan
Mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, melalui pengacaranya, Rusdi A
Bakar, mengungkapkan bahwa dugaan
aliran dana ke Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat berawal dari sindiran
ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana.
Menurut Rusdi, Sutan tidak meminta
uang secara gamblang, tetapi dengan
cara menyindir kliennya.
Itu kan sindiran waktu bulan Ramadhan, sindiran itu kan datang dari
Sutan Bhatoegana, ya ini mau Lebaran
nih, mau ke luar negeri, gimana? kata
Rusdi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu
(19/2/2014) seraya menirukan pernyataan Sutan kepada kliennya.
Rudi pun pernah mengaku memberikan uang Rp 2 miliar kepada anggota
komisi VII DPR Tri Yulianto untuk disampaikan kepada Sutan. Uang tersebut,
menurut Rudi, akan dibagikan kepada
para anggota Komisi VII DPR sebagai
tunjangan hari raya (THR).
Rusdi juga mengungkapkan, sebelum adanya permintaan uang dari DPR,
Rudi mendapatkan informasi dari Wakil
Ketua SKK Migas saat itu, Johanes Widjanarko, bahwa ada kebiasaan pemberian THR kepada Komisi VII DPR sebagai
mitra kerja SKK Migas. Jenri

Jati, Ucok diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan memotong anggaran sebesar 30
persen dari sejumlah kegiatan Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) Kecamatan Kramat
Jati. Setidaknya, Ucok memotong sebanyak 60
mata kegiatan dalam dokumen pelaksanaan
anggaran (DPA).
Berdasar penghitungan sementara, tindak
korupsi yang dilakukan Ucok telah merugikan
negara sebanyak sekitar Rp 673 juta.
Tindak pidana korupsi Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD Kramat Jati periode 2009 hingga semester awal 2013. Perhitungan sementara sebesar Rp 673 juta, jelas
Silvia. Jenri

Diperiksa KPK, Bupati Lebak:


Pengadaan Alat Kesehatan Tak
Sesuai Spesifikasi
Jakarta, Metropolitan Pos

Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia Jayabaya mengakui


bahwa berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) memang didapati proyek pengadaan Alat Kesehatan (Alkes)
di wilayahnya yang tidak sesuai spesiikasi. Namun, terkait
proyek tersebut diperintahkannya untuk ditolak.
Beberapa proyek yang memang dialokasikan dari provinsi dan tidak sesuai dengan spesiikasi dan saya instruksikan
kepada instansi terkait Kabupaten Lebak untuk ditolak kalau
memang alkesnya tidak sesuai dengan spesiikasi yang kita
perlukan. Terutama di RSUD Adjidarmo, kata Iti di kantor
KPK, Jakarta, Rabu (19/2).
Lebih lanjut Iti mengatakan bahwa tidak mengetahui apakah
perusahaan milik adik kandung Ratu Atut Chosiyah (Gubernur
Banten), Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan adalah
pelaksana pengadaan Alkes tersebut atau tidak.
Iti juga mengaku tidak tahu jenis alat yang diperlukan
sehingga harus dilakukan pengadaan tersebut. Sebaliknya,
ia menegaskan kembali bahwa semua pengadaan yang tidak
sesuai spesiikasinya diperintahkan untuk ditolak.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
telah menetapkan Atut dan Wawan terkait dugaan korupsi
pengadaan Alkes di Banten. Belakangan, Atut diduga juga
melakukan pemerasan terkait pengadaan Alkes tersebut.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setidaknya menemukan
tiga indikasi penyimpangan dalam pengadaan alat kesehatan
di Banten yang mencapai Rp 30 miliar.
Ketiga penyimpangan itu adalah alat kesehatan tidak lengkap sebesar Rp 5,7 miliar; alat kesehatan tidak sesuai spesiikasi sebesar Rp 6,3 miliar dan alat kesehatan tidak ada saat
pemeriksaan isik sebanyak Rp 18,1 miliar. Tim

Atut Diduga Bayar Pengacara


Pakai Uang Haram
Jakarta, Metropolitan Pos

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk segera


menelusuri aliran dana Keluarga Ratu Atut Choisiyah yang diberikan kepada tim pengacara. Meskipun tim pengacara dan
kliennya terikat oleh kontrak kerja, KPK perlu memeriksa asal
dana tersebut.
Hal yang sama juga berlaku bagi para artis yang menerima
hadiah dari para koruptor. Sekali pun dikatakan terikat oleh kerja
profesionalisme, KPK tetap menyita mobil-mobil yang diberikan.
Demikian diungkapkan Juru Bicara Banten Crisis Center
(BCC) Rudy Gani di Jakarta, Selasa (18/2).
Sebelumnya, Firman Widjaja, kuasa hukum keluarga Ratut
Atut Chosiyah mengatakan, penetapan tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh KPK kepada Tubagus Chaery Wardana
(Wawan), adik kandung Atut, menunjukkan bahwa lembaga antikorupsi itu hanya mencari-cari kesalahan Wawan. Tindakan
KPK itu, menurut Firman, akan mendatangkan teror terhadap
para profesional.
Menanggapi itu, Rudy mengatakan, KPK harus memeriksa
asal uang yang digunakan untuk membayar Tim Pengacara keluarga Atut.
Harus diberlakukan sama antara uang yang diberikan kepada para artis dan juga kepada Tim Pengacara. Apa pun profesinya, harus bisa diduga dari mana uang itu berasal. Menurut info
yang saya terima, Atut membayar sekitar Rp 24 miliar kepada
Tim Pengacara. Dari mana uang itu? ujar Rudy.
Dikatakan, uang yang didapat dari hasil korupsi tetaplah haram, sehingga apa pun profesinya, jika sudah patut diduga uang
itu dari hasil korupsi, harus diberlakukan sama kepada para
pengacara.
Jika para artis bisa disita mobilnya meskipun dalam pengakuan adalah terkait dengan kerja profesionalnya, hal yang
sama harus diterapkan kepada para pengacara, ujar Rudy yang
juga Ketua bidang Politik Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa
Islam (PB HMI). Tim

10

EDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI - 9 MARET 2014

Terpilih Jadi Presiden,


Mahfud Akan Usulkan
Hukuman Mati Untuk
Koruptor

INVESTIGASI

Setelah Sutan dan Tri,


Rudi Seret Kepala SKK Migas

Jakarta, Metropolitan Pos

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD akan


mengajukan peraturan agar koruptor diberi hukuman mati
bila pihaknya terpilih menjadi presiden.
Saya terpilih jadi presiden ataupun tidak, hukuman
mati harus dijatuhkan kepada koruptor, kata Mahfud dalam
acara Dialog Kebangsaan Dalam Rangka Meniti Persatuan
Bangsa, di Majalengka, Jawa Barat, Selasa (18/2).
Di hadapan ratusan warga Nahdlatul Ulama Majalengka,
Mahfud mengatakan perilaku korupsi sama dengan membunuh rakyat karena mengakibatkan kemiskinan merajalela.
Kemiskinan dimana-mana karena tingkat korupsi yang
tinggi. Perilaku korup membuat sebagian masyarakat kehilangan masa depan, tidak bisa sekolah, tidak bisa makan,
tegasnya.
Maka itu, menurut Mahfud, sama seperti pelaku kejahatan narkoba dan terorisme, seorang koruptor juga harus
diganjar hukuman maksimal berupa hukuman mati. Hal ini
seperti yang diterapkan di Tiongkok yang memberlakukan
hukuman mati bagi para pejabat yang berkorupsi.
Sebenarnya Indonesia telah memiliki instrumen perundangan yang bisa menjerat koruptor dengan hukuman mati,
tetapi syarat dan ketentuan yang berlaku di dalam perundangan tersebut masih diperdebatkan.
Dalam Undang-undang KPK disebutkan bahwa orang
yang melakukan korupsi bisa diancam hukuman mati kalau
dilakukan dalam keadaan krisis. Tapi sampai sekarang, ukuran krisis itu yang diperdebatkan, katanya.
Padahal menurut Mahfud, seseorang yang telah melakukan korupsi dengan angka yang fantastis, patut mendapatkan hukuman mati. Pihaknya menambahkan di masa
kepemimpinan mendiang Abdurrahman Wahid sebagai
presiden, pihaknya pernah mengajukan RUU Pembuktian
Terbalik.
Dengan RUU ini, siapapun yang memiliki kekayaan melebihi batas maksimal pendapatannya, maka orang tersebut
dinyatakan korupsi. Orang tersebut selanjutnya memiliki
waktu untuk membuktikan bahwa kekayaannya tersebut
dimiliki dengan cara yang halal. Bila dirinya gagal untuk
membuktikan hal tersebut, maka orang itu dinyatakan sebagai koruptor. Tim

KPK Geledah Lima Lokasi


Terkait Kasus Sekjen ESDM

Jakarta, Metropolitan Pos

KPK Periksa Kepala Bidang PPPBMN Kementerian ESDM


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan
pemeriksaan terhadap Kepala Bidang Pemindahtanganan,
Penghapusan, dan Pemanfaatan Barang Milik Negara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sri Utami.
Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa
Nugraha mengatakan, Sri Utami diperiksa untuk tersangka
mantan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono Karno.
Diperiksa untuk WK, kata Priharsa di kantor KPK, Rabu
(19/2).
Priharsa menjelaskan, selain Sri Utami, KPK juga turut
memeriksa Kepala Bidang Penatausahaan Barang Milik Negara
Kementerian ESDM Lestari Agung Rahayu dan pihak swasta
bernama Mukhamad Abror.
Nama Sri Utami masuk dalam daftar cegah bepergian ke
luar negeri yang dimintakan KPK kepada Direktorat Jenderal
Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.
Sri Utami dicegah bersama anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat Sutan Bathoegana dan Tri Julianto, dan mantan
Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis di SKK Migas, Gerhard
Rumeser.
KPK menetapkan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi
Sumber Daya Mineral (Sekjen ESDM) Waryono Karno sebagai
tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait
kegiatan di Kementerian ESDM.
Waryono diduga melanggar Pasal 12B dan atau Pasal 11
Undang-Undang No.31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.
Waryono sudah berstatus tersangka sejak 9 Januari 2014 lalu.
Penetapan tersangka Waryono merupakan hasil pengembangan perkara kasus dugaan suap pengurusan proyek di SKK
Migas. Dimana dalam perkara ini, Mantan Kepala SKK Migas
Rudi Rubiandini, pelatih golf Deviardi dan Komisaris PT Kernel
Oil Indonesia sudah dan sedang menjalani proses persidangan.
Dalam proses penyidikan kasus sebelumnya, KPK menggeledah kantor ESDM. Di sanalah, KPK menemukan uang
US$200.000 di ruang kerja Waryono. Uang di ruang kerja
Waryono memiliki kesamaan nomor seri dengan uang suap
yang diterima Rudi. Tim

Jakarta, Metropolitan Pos

antan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha


Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini mulai
membuka fakta pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) ke Komisi VII DPR RI selaku mitra kerja lembaga yang dipimpinnya dahulu.
Namun, dugaan pemberian sejumlah uang ke Komisi VII DPR tidak terjadi
hanya sekali saja di zaman kepemimpinan
Rudi. Sebab, Johannes Widjanarko yang
sudah mengabdi di SKK Migas sewaktu
masih bernama BP Migas mengingatkan
untuk memberikan sejumlah uang ke
DPR.
Terdakwa kasus suap dan pencucian
uang tersebut mengungkapkan, pemberian ke anggota Komisi VII DPR, Tri Yulianto untuk disampaikan ke Ketua Komisi VII
DPR Sutan Bhatoegana akhirnya dilakukannya karena situasi yang mengharuskannya melakukan itu.
Ini pertama kalinya saya melakukan
itu (pemberian ke DPR) karena ketika itu
saya pernah diingatkan oleh wakil saya,

Pak Widjanarko bahwa kita harus menyiapkan THR untuk DPR. Itu disampaikan
di awal-awal saya bertugas sebagai kepala
SKK Migas, ujar Rudi yang ditemui usai
sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (18/2).
Namun, Rudi mengaku menghiraukan
saran Widjanarko yang kini menggantikan posisinya sebagai Kepala SKK Migas
tersebut.
Walaupun, akhirnya Rudi mengaku
kalah oleh situasi dan terpaksa memberikan sejumlah uang ke Komisi VII DPR RI.
Apalagi, ada pergerakan untuk menjatuhkannya dari kursi Ketua SKK Migas ketika
itu.
Dengan kondisi yang membludak dan
sebagianya dengan adanya pergerakan
dengan adanya demonstrasi tersebut dan
Deviardi terus menawarkan jika ada dana
tersebut untuk DPR. Maka saya mengambil THR dari Deviardi itu dan saya serahkan kepada DPR, jelas Rudi.
Sebelumnya, Rudi Rubiandini selaku
terdakwa mengakui memberikan uang
sebesar US$ 200.000 yang disimpan
dalam tas ransel hitam ke Tri Yulianto

pada tanggal 26 Juli 2013 di parkiran sebuah toko buah di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Bahkan, dikatakan Rudi, pertemuan
tanggal 26 Juli tersebut setelah berjanji
bertemu pada tanggal 25 Juli 2013.
Nama Johannes Widjanarko memang
sempat disebut turut terlibat dalam kasus
dugaan suap yang menjerat Rudi Rubiandini.
Bahkan, bekas Wakil Kepala SKK Migas tersebut sempat disebut menerima
uang lebih banyak dari Rudi atas usahanya mengatur tender minyak di lembaga
yang dahulu bernama BP Migas tersebut.
Dalam surat dakwaan Rudi, dikatakan,
sekitar bulan Januari 2013, Johannes Widjanarko selaku Wakil Kepala SKK Migas
di ruang kerjanya di Gedung Wisma Mulia
Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan (Jaksel) menyerahkan uang sebesar 600 ribu
dolar Singapura kepada Deviardi (perantara) atas perintah Rudi.
Kemudian, atas perintah Rudi, Deviardi menyimpan uang tersebut dalam safe
deposit boxmiliknya di Bank CIMB Niaga
cabang Pondok Indah. Red

Dituntut 9 Tahun Penjara, Deddy Akan


Sebut Anas Hingga Cikeas di Pembelaan
Jakarta, Metropolitan Pos

Mantan Kepala Biro Keuangan dan


Rumah Tangga Kementerian Pemuda
dan Olahraga (Kemenpora) Deddy Kusdinar akan mengajukan nota pembelaan
atau pleidoi setelah dituntut 9 tahun
penjara oleh Jaksa Penuntut Umum
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pengacara Deddy, Syamsul Huda,
mengatakan, kliennya akan mengungkapkan sejumlah aktor besar yang bermain dalam proyek pembangunan Pusat
Pendidikan, Pelatihan, dan Pekan Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Nanti pasti kita masukkan dalam
pleidoi, siapa (aktor besar). Ada Andi
Mallarangeng, Anas, Mahcfud Suroso,
bahkan ada Cikeas, Choel, juga lainnya,
ujar pengacara Deddy, Syamsul Huda,
di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
(Tipikor), Jakarta, Selasa (18/2).
Menurut Syamsul, pihak Cikeas yang
dimaksud adalah Sylvia Sholeha atau yang
akrab disapa Bu Pur. Nama Bu Pur, dalam
surat tuntutan Deddy, menerima uang
dari PT Adhi Karya terkait pengurusan
izin kontrak tahun jamak atau multiyears.
Kan, ada tuh tadi (nama) Bu Pur kan.
Ada tadi (di surat tuntutan), kata Syamsul.
Ia berharap nantinya majelis ha-

kim Pengadilan Tipikor akan memutus


perkara Deddy dengan adil. Menurut
Syamsul, kliennya tidak berperan dalam
dugaan korupsi proyek Hambalang.
Kami berharap nanti majelis hakim
bisa menggunakan hati nuraninya. Apa
sih yang ditampilkan oleh Deddy Kusdinar? Kita tahu ada pemain-pemain besar
yang sudah merancang, sudah mendesain ini. Proyek ini tanpa ada daya dari
klien kami, katanya.
Sidang dengan agenda pembacaan
nota pembelaan akan digelar pada 25
Februari mendatang. Selain pembelaan
yang disusun tim penasihat hukumnya,
Deddy juga akan membacakan pembelaan pribadi.
Sebelumnya, Jaksa KPK menuntut
Deddy dengan hukuman 9 tahun penjara
dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan
kurungan penjara. Jaksa juga menuntut
Deddy membayar uang pengganti Rp 300
juta. Apabila tidak dibayarkan, dapat diganti pidana selama 1 tahun penjara.
Jaksa menilai Deddy terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana
dakwaan kedua. Deddy disebut telah
memperkaya diri sendiri dan orang lain,
serta korporasi. Deddy juga dianggap
telah menyalahgunakan kewenangan
selaku petinggi Kemenpora dan selaku

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam


proses pengadaan barang atau jasa.
Di antaranya pengadaan jasa konsultan perencana, pengadaan jasa konsultan
manajemen konstruksi, dan pengadaan
jasa konstruksi pembangunan P3SON. Ia
dianggap terbukti melanggar Pasal 3 Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun
1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20
Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1)
ke-1 joPasal 65 Ayat (1) KUHP. Perbuatannya dinilai telah merugikan keuangan
negara Rp 463,668 miliar. Red

EKONOMI

EDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI -9 MARET 2014

Per Desember 2013, Hutang


Indonesia Rp 2.640 Triliun

Jakarta, Metropolitan Pos

osisi Hutang Luar Negeri (HLN)


Indonesia pada Desember 2013
tercatat sebesar US$ 264 miliar.
Hutang tersebut terdiri dari hutang luar negeri sektor publik 46,8% dan
sektor swasta 53,2%.
Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia Hendy Sulistiowaty mengatakan,
Hutang Luar Negeri Desember 2013 tumbuh 4,06% lebih lambat dibandingkan
dengan pertumbuhan pada tahun sebelumnya yang mencapai 12,0% year on
year (yoy).
Perlambatan HLN, kata dia, disumbang oleh HLN sektor publik yang terkoreksi 2,0 yoy dan sektor swasta yang
tumbuh 11,3%.
Menurut Hendy, HLN sektor publik
sebagian besar berupa hutang jangka
panjang yang mencapai US$ 116,8 miliar.
Kebanyakan dari hutang sektor publik berjangka panjang berupa pinjaman bilateral,
multilateral dan fasilitas kredit ekspor serta obligasi pemerintah. Sementara, HLN
sektor publik berjangka pendek berupa
surat utang jangka pendek SPN, dan SBI.
Hendy mengatakan, HLN sektor swasta didominasi oleh hutang jangka panjang
yaitu sebesar US$ 99,8 miliar. Jika dilihat
menurut instrumen, sebagian besar HLN
swasta berbentuk pinjaman (loan agreement) mencapai US$ 91,3 miliar.

Sebagian besar HLN swasta dimiliki


korporasi non keuangan sebesar 77,3%
sementara HLN perbankan hanya 17,2%,
kata Hendy.
HLN sektor swasta terarah pada sektor keuangan, persewaan and jasa perusahaan (26%), industri pengolahan
(20%), sektor pertambangan dan penggalian (18%) dan sektor listrik, gas dan
air bersih (12%).
Posisi hutang luar negeri Indonesia secara umum masih aman, ujar dia
dalam acara diskusi BI Bareng Media di
Gedung BI, Jakarta, Kamis (20/2).
Hendy mengatakan, rasio HLN terhadap PDB triwulan IV 2013 sebesar 30,2%
sedikit meningkat dari 28,7% pada tahun
sebelumnya. Hal ini, lanjut Hendy, disebabkan masih positifnya net aliran masuk
HLN dalam rangka mendukung kebutuhan pembiayaan kegiatan ekonomi domestik.
Jika dibandingkan negara lain, rasio
hutang Indonesia masih aman. Turki mencapai 45% terhadap PDB, Latvia 137%,
Hungaria 152%, Kroasia 107%, Kolombia
33%, dan Rumania 74%, paparnya.
Sementara itu, Pengamat Ekonomi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
(LIPI) Latif Adam mengatakan, kondisi
hutang luar negeri pemerintah maupun
swasta masih cukup aman.
Menurut dia, hutang luar negeri

pemerintah masih berada di bawah 30%


terhadap PDB. Jika hutang pemerintah
sudah di atas 30%, maka hutang tersebut
dikategorikan sebagai hutang yang tidak
aman, kata Latif.
Lebih lanjut Latif mengatakan, ada
dua indikator yang menentukan apakah
hutang luar negeri pemerintah aman atau
tidak. Pertama, rasio hutang terhadap
PDB dibawah 30%. Kedua, cadangan devisa mampu membayar utang dan membayar impor selama 5 - 7 bulan.
Saat ini, kata Latif, cadangan devisa Indonesia semakin meningkat dan
mendekati angka US$ 100 miliar. Menurutnya, jika kedua indikator tersebut sudah dipenuhi pemerintah, maka secara
keseluruhan hutang pemerintah masih
cukup aman.
Cadangan devisa Indonesia terus
meningkat sehingga mampu membayar
utang, ujar Latif.
Latif mengatakan, hutang luar negeri
swasta juga masih tergolong aman karena
porsinya belum terlalu besar. Justru yang
perlu diwaspadai adalah menjelang akhir
tahun, karena merupakan jatuh tempo
pembayaran hutang luar negeri swasta,
tambahnya.
Menurut Latif, batas aman dari hutang
swasta adalah hutang jangka pendek dan
jangka panjangnya harus currency match
tidak boleh timpang. Jenri

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Pemerintah menyatakan perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 dilakukan paling cepat
Mei mendatang pasca pemilihan umum
anggota legislatif (Pemilu). Perubahan
APBN menjadi pertimbangan pemerintah
karena adanya perubahan asumsi makro,
seperti deviasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan revisi lifting yang jauh
dari asumsi sebelumnya.
Menteri Keuangan Chatib Basri
menjelaskan deviasi asumsi tersebut
membuat outlook dalam pagu APBN juga
berubah. Namun usulan lebih rinci perubahan tersebut masih akan dibicarakan
lebih lanjut dengan internal pemerintahan.
Tentu akan kami kaji lebih jauh. Bila
dirasa perlu, pemerintah akan meminta
untuk adanya APBN Perubahan(APBN-P).
Tentu kami putuskan internal terlebih dahulu. Jika diperlukan APBNP paling cepat
Mei, karena ada DPR baru kan bulan Mei,
ujar Chatib usai rapat kerja dengan Banggar DPR digedung DPR, Rabu (19/2).
Lebih lanjut Menkeu menjelaskan
setelah tahun anggaran 2014 berjalan selama 50 hari, pihaknya mendapati asumsi nilai
tukar rupiah terhadap dolar AS dan produksi
minyak (lifting) meleset dari target.
Dalam APBN 2014, katanya, perhitungan nilai dolar AS ditetapkan Rp 10.500.
Namun saat ini realisasinya sudah mencapai kisaran Rp 11.700 - Rp 12.200 atau

terdepresiasi hingga 19,54%.


Sedangkan untuk target lifting, dalam
APBN 2014 ditetapkan asumsi rata-rata
870 ribu barel/hari. Namun realisasinya
hanya mencapai 804 ribu barel/hari.
Oleh karena itu Menkeu menilai isu
subsidi BBM menjadi krusial dan harus
diselesaikan secepatnya.
Gambaran ini akan berpengaruh
terhadap APBN dan belanja K/L maka
pemeirntah sekarang membahas secara
intensif kemungkinan untuk APBNP, kami
akansampaikan secara resmi pada posisi
yang lebih pasti, tuturnya.
Sebelumnya Dirjen Anggaran Askolani
mengatakan setiap penurunan lifting 10
ribu barel penurunan lifting akan berdampak penurunan penerimaan negara
antara Rp 2-3 triliun, dengan asumsi
kurs dan harga minyak Indonesia (ICP)
tidak berubah. Dia juga mengatakan jika
pelemahan rupiah memberikan keuntungan karena meningkatan penerimaan.
Di sisi pertumbuhan, katanya, pemerintah memproyeksi akan berada dikisaran 5,8%-6% atau masih dalam kisaran
asumsi APBN sebesar 6%. Momentum
pemilu dinilai akan memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi
melalu konsumsi masyarakat sehingga,
yang menjadi pendorong pertumbuhan
ekonomi tahun ini.
Dia juga mengatakan hampir 55% pertumbuhan ekonomi di sumbang oleh kon-

sumsi masyrakat. Sedangkan dari data


sebelumnya, rata-rata sumbangan pemilu
ke pertumbuhan ekonomi berkisar antara
0,2% -0,3%.
Kalau pertumbuhan ekonomi 5,6%
dengan ada pemilu bisa 5,8%, imbuhnya.
Saat dihubungi secara terpisah, Kepala
Ekonom Danareksa Research Institute
(DRI) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan
rencana pemerintah melakukan APBNP
pada bulan Mei sudah tepat. Pasalnya
pola tren ekonomi sudah dapat terlihat
lebih kongkrit dibandingkan pada akhir
kuartal I 2014.
Selama ini terlalu cepat jadi realisasi
tidak bisa tepat. Kalau lihat tahun ini akan
ada pemilu seharusnya semester II jauh
lebih baik karenasentimen positif atas
pemilu kita, tuturnya.
Kendati demikian Purbaya mengingatkan supaya pemerintah dan DPR tidak memangkas belanja-belanja seperti
infratruktur, belanja modal dan belanja
penting lainya supaya sumbangan APBN
terhadap pertumbuhan ekonomi dapat
optimal. Apabila anggaran tersebut dipangkas maka dinilai akan menghambat
penyerapan anggaran.
Dia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai 5,8%,
inlasi 5% serta rupiah Rp 10.500/dolar
AS. Rupiah pada semester II diproyeksi
akan cenderung menguat seiring sentimen positif pasca pemilu. Tim

APBN Perubahan Paling Cepat Mei

11

Alokasi APBD DKI


Banyak Salah Kamar
Jakarta, Metropolitan Pos

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah


menerima koreksi Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) DKI Jakarta 2014 dari Kementerian
Dalam Negeri (Kemendagri). Hasilnya banyak anggaran
salah penempatan. Ada beberapa anggaran yang sudah
dianggarkan oleh pemerintah pusat, namun juga disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Data yang diperoleh wartawan beberapa anggaran
salah kamar di antaranya pengadaan konstruksi bangunan. Anggaran itu mencapai Rp 29,9 miliar untuk rehabilitasi asrama AURI Halim Perdanakusuma, pembelian
kantor gedung PKP (Stikes) sebesar 39,7 miliar dan pembangunan gedung KONI DKI Jakarta sebesar Rp 49,5 miliar. Anggaran tersebut masuk ke dalam pos Dinas Perumahan, Pemukiman dan Gedung Pemda DKI Jakarta.
Kemendagri melakukan koreksi tersebut berdasarkan
Peraturan Pemerintah (PP) No. 38 Tahun 2007 tentang
pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah,
pemerintah daerah dan pemerintah kota dan kabupaten.
Sehingga anggaran pembangunan gedung tersebut bukan
kewenangan Pemprov DKI Jakarta.
Tidak hanya bangunan, tetapi Pemprov DKI Jakarta
juga keliru dalam penganggaran pendapatan bagi hasil pajak penghasilan (Pph). Dalam Peraturan Menteri
Keuangan No.202/PMK.07/2013 tentang perkiraan
perkiraan alokasi bagi hasil pajak tahun anggaran 2014
penghasilan sementara sebesar Rp 11,3 triliun. Tapi anggaran yang diajukan Rp 17, 13 triliun. Sehingga terjadi
kelebihan anggaran sebesar Rp 5,7 Triliun.
Kelebihan anggaran juga terjadi pada Dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS). Pemprov DKI Jakarta yang
menganggarkan sebesar Rp 797,6 miliar arus dipangkas sebesar Rp 74 miliar. Sebab tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No.201/PMK.07/2013 tentang
pedoman umum dan alokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2014 sebesar Rp 723,5 miliar.
Pengamat perkotaan Amir Hamzah mengungkapkan
kekecewaannya dengan adanya koreksi tersebut. Sebab
banyak dari yang dikoreksi Kemendagri merupakan masalah teknis, penempatan anggaran.
Ini membuktikan kualitas birokrasi Pemprov DKI
menurun. Terbukti banyaknya pos anggaran yang salah
kamar. Ini seharusnya tidak terjadi, jelasnya saat dihubungi, Jumat (21/2). Jenri

DPR Desak OJK Audit


Dana Pensiun BNI
Jakarta, Metropolitan Pos

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)


Poempida Hidayatulloh mendesak Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) melakukan audit terhadap lembaga pengelola dana
pensiun Bank Negara Indonesia (Dapenso BNI).
Pasalnya, manajemen BNI telah melakukan pelanggaran hak-hak pensiunan BNI yang jelas-jelas melanggar
konstitusi.
Pelanggaran tersebut di antaranya tidak memberikan
fasilitas jaminan perawatan kepada pensiunan BNI dan keluarga, tidak membayar kekurangan jamsostek, dan tidak
membayarkan kekurangan tunjangan hari tua.
Dapenso BNI telah melakukan pelanggaran terhadap
peraturan perundangan yang berlaku sehingga menyebabkan hak-hak pensiunan BNI belum seluruhnya dipenuhi
yang pada gilirannya mengakibatkan penderitaan isik
maupun moril bagi pensiunan BNI dan telah terjadi proses
pemiskinan terhadap pensiunan BNI yang dilakukan dengan sengaja, terencana, sistematis dan massif, tegas Poempida di Gedung DPR, Jumat (21/02/2014).
Poempida mencontohkan, kekurangan tunjangan hari
tua yang tidak dibayarkan manajemen. Dalam konteks ini,
manajemen BNI telah melanggar ketentuan yang ditetapkan dalam Pasal 61 Ayat (4) UU No 11 Tahun 1992 tentang
Dana Pensiun.
Pelanggaran lain, lanjutnya, manajemen BNI tidak
memberikan pensiun bulanan termasuk kekurangan pemberian yang terjadi sejak pegawai mulai pensiun hingga
saat ini.
Manajemen BNI mengabaikan amanat Peraturan
Pemerintah 76/1992 tentang Dana Pensiun Pemberi Kerja,
terutama pada Pasal 56, tegasnya.
Menurut Poempida, kompleksitas pelanggaran yang dilakukan manajemen BNI dan lembaga pengelola Dapenso
BNI terhadap ribuan pensiunan pegawai BNI harus ada pihak yang bertanggung jawab mengingat kejahatan ini sudah di depan mata.
Institusi yang punya kekuatan untuk bisa membongkar
salah satunya OJK yang bisa bekerja sama dengan Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK). OJK harus segera menindaklanjutinya sebagaimana rekomendasi Komisi IX DPR RI,
tukas politisi Partai Golkar ini. red

12

DAERAH

EDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI - 9 MARET 2014

Geng Tangky Boys Serang Warga


Pakai Celurit dan Air Keras

Bekasi, METROPOLITAN POS,


ekitar 30 orang berjalan dari
Perumahan Akasia menuju
Pasar Kecapi, Pondok Gede,
Bekasi, sekitar pukul 02.10,
Minggu (16/2) lalu. Sebagian dari
mereka menenteng celurit, pedang,
bambu, dan membawa air keras di
dalam botol air mineral.
Sejurus kemudian, mereka memberhentikan sepeda motor di tengah
jalan. Korban Arif Febrian, terpaksa
harus merelakan sepeda motor kesayangannya dirampas komplotan
yang mengatasnamakan diri sebagai
geng Tangky Boys itu lantaran takut dianiaya.
Selain merampas motor, komplotan ini juga merampas telepon
seluler Yono bin Wagino, penjaga
Warnet DCornet, di Pasar Kecapi,
Pondok Gede, Bekasi. Ironisnya, korban pun dibacok karena berusaha
mempertahankan ponsel Blackberry
miliknya. Korban mengalami luka di
punggung kiri dan jari tangan.
Tak puas, gerombolan pemuda itu
kembali menghentikan sepeda motor yang dikendarai Kusnadi dengan
cara ditendang. Sontak korban terjatuh dan langsung disiram air keras.
Selain itu, kelompok yang sebagian
beranggotakan anak di bawah umur
itu, juga menganiaya korban lainnya
atas nama Kristantianto dengan air
keras. Jumlah korban pada malam
dini hari itu, berjumlah empat orang.

Setelah melakukan penyelidikan dan penelusuran, ditangkap 11


orang tersangka. Mereka atas nama
Resqy Kusuma Agung (19), Gilbert
(27), Nurdiansyah (19), Rendy Kusuma alias Tompel (20), FJ alias Bogay (16), TA alias Jomen (14), Rio
Sumantri (18), VDN alias Gicun (16),
FAD (16), IL (16), dan MI (14).
Juru Bicara Polda Metro Jaya,
Komisaris Besar Polisi Rikwanto,
mengatakan menurut keterangan,
sebelum berangkat beraksi kelompok itu menenggak minuman keras.
Memang sebelum melakukan aksinya, mereka mabuk-mabukan dulu.
Minum-minuman keras, kemudian
baru beraksi merampas HP di warnet,
membacok pemiliknya, merampas
motor, menggunakan air keras yang
sebelumnya dibeli dan dimasukan ke
dalam botol air mineral untuk dicipratkan ke korban, ujar Rikwanto, di
Mapolda Metro Jaya, Kamis (20/2).
Dikatakan Rikwanto, salah satu
pelaku sengaja membawa air keras
itu untuk menakut-nakuti calon korbannya.
Jadi, di bagian bawah botol air
mineral dibolongi dan diberi benang.
Kemudian, botol itu diayun-ayunkan
di atas kepala korban. Ada korban
yang terkena tetesannya di pipi, terluka dan saat ini dirawat di RSCM
(Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo), ungkapnya.
Rikwanto menegaskan, 11 pelaku

Macet Parah, Depok Terus


Berlakukan Contraflow

Depok, METROPOLITAN POS,


Perbaikan jalan Raya Lenteng Agung, tepat dibawah
Jembatan UI membuat kemacetan mengular hingga jalan
Margonda Depok.
Untuk mencairkan kemacetan tersebut, Polresta Depok memberlakukan sistem contralow atau lawan arah
di jalan Lentenag Agung Raya.
Namun pemberlakukan ini tak dilakukan setiap waktu, petugas akan melakukannya situasional. Jika arus lalu
lintas lancar maka jalur diberlakukan normal kembali.
Sifatnya situasional, kalau padat ya kita buka jalurcontralow. Jadi sewaktu-waktu saja, ujar Kanit Turjawali
Satlantas Polresta Depok, AKP Untung M di lokasi, Jumat
(21/2/2014).
Menurut Untung, lawan arus akan terus dilakukan
hingga pekerjaan perbaikan jalan di kolong ly over selesai.
Sudah satu minggu kita lakukan contralow. Biasanya
diberlakukan saat jam sibuk pukul 07.00-08.00WIB, ungkapnya.
Lawan arus ini dibuka khususnya untuk arus kendaraan yang menuju Lenteng Agung. Titik contra low mulai
dari Simpang Tumenggung, kemudian kendaraan melawan arah hingga 2KM, dan berakhir di putaran Yon Zikon
15 atau pintu rel kereta (gardu). tim

itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan segera ditahan. 11


orang itu kami kenakan status tersangka dan akan ditahan, tegasnya.
Menyoal apa motif para pemuda
itu melakukan perampasan dan penganiayaan, Rikwanto menyampaikan,
motifnya masalah ekonomi.
Motifnya ekonomi, dengan cara
tidak benar (tindakan kriminal).
Dia merampas HP, menyetop orang,
menakut-nakuti dengan air keras,
kemudian meminta uang, dan motornya diambil. Itu kan kejahatan

murni. Walaupun masih di bawah


umur tetap kami proses, jelasnya.
Sementara itu, Rikwanto mengklaim, Polda Metro Jaya, telah memberikan instruksi kepada PolresPolres untuk menjaga lingkungan
teruma terhadap kelompok-kelompok seperti itu.
Pemetaannya sudah ada. Di Depok ada, Bekasi ada, Jakarta Pusat
ada, semua wilayah ada. Hanya saja,
bukan berarti berkumpul, berserikat
itu tidak boleh. Yang tidak boleh itu
adalah melanggar hukum. Selama

Nasib Pelebaran Jalan


Joglo Tak Jelas

Depok, METROPOLITAN POS,


Sejumlah pengguna Jalan Raya Joglo, Jakarta Barat, menanti penuntasan
pelebaran jalan yang dikerjakan sejak
2009 belum juga selesai. Akibatnya,
arus jalan di wilayah tersebut semakin
parah.
Berdasarkan pantauan di lapangan,
pelebaran Jalan Raya Joglo dikerjakan
mulai dari Tempat Pemakamana Umum
(TPU) Joglo sampai depan PT Copylass.
Kendati sudah dikerjakan sejakn 2009
lalu, pelebaran jalan itu baru dilakukan
di bidang tanah tertentu.
Bahkan, tanah yang sudah mulai
dilebarkan terdapat utilitas tiang listrik
dan pepohonan. Sehingga, pengguna
jalan seperti pengendara roda dua khususnya roda empat tidak bisa menggunakan jalan yang sudah dilebarkan di
bidang tanah tersebut.
Andi Nur Cahyadi (29), warga Ciledug, Tangerang yang setiap hari melintas jalan itu mengatakan, proyek pelebaran Jalan Raya Joglo seperti proyek
akal-akalan pemerintah untuk menghabiskan anggaran. Sebab, hampir empat tahun dirinya melintas, proyek pelebaran jalan tak kunjung tuntas.
Kalau jam sibuk pergi dan pulang
kerja, arus lalu lintas di wilayah Joglo
sangat parah. Kalau motor masih bisa

menyalip melalui jalan yang sudah dilebarkan, kata Andi di atas sepeda motor
Honda CB 150 R, Kamis (20/2/2014).
Pria yang bekerja di wilayah Slipi ini
berharap, agar proyek pelebaran jalan
tersebut segera diselesaikan. Dirinya
khawatir, jika proyek tersebut jadi
proyek gagal nanti malah dimanfaatkan
warga sekitar.
Jalan yang sudah dilebarkan itu
malah menjadi lahan parkir para pemilik usaha di sana. Kalau terus didiamkan, peruntukan jalan lebar akan menjadi tempat parkir, ujarnya.
Selain Andi, Valentino (32), warga
setempat mengungkapkan, sebelum
dilebarkan jalan itu sudah macet. Maka
itu, warga sekitar mendukung proyek
pelebaran jalan tersebut. Tetapi, kalau
mangkrak seperti ini tentu warga yang
dirugikan.
Dia berharap pemerintah sesegera
mungkin menuntaskan proyek tersebut. Karena proyek itu sudak berjalan
dari empat tahun silam.
Aktivitas warga juga terganggu
karena untuk pergi jarak dekat saja ikut
kena macet. Kami berharap agar pemerintah tidak lupa dengan pelebaran jalan mengingat proyek pelebaran jalan
tersebut sudah tidak dilakukan sejak
Oktober 2013 lalu, jelasnya. tim

mereka tidak melanggar hukum, ya


silahkan saja, paparnya.
Rikwanto menjelaskan, jumlah
komunitas-komunitas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, ada puluhan.
Komunitas ada puluhan. Mereka hilang timbul, tidak selalu eksis.
Banyak sekali, menjamur karena memang banyak kegiatan mereka yang
positif seperti touring atau bakti
sosial. Namun, ada juga di antara
mereka memanfaatkan kelompok ini
untuk berbuat tindakan kriminal,
tandasnya. tim

Bareskrim Diminta
Usut Istri Jenderal
Penganiaya PRT

Bogor, METROPOLITAN POS,


Peristiwa penganiyaan sejumlah pembantu rumah tangga (PRT) yang diduga
dilakukan istri purnawirawan Polri berpangkat Brigjen ditanggapi Kapolri Jenderal
Sutarman.
Suaminya sudah pensiun lama (dari
Polri). Tapi saya (monitor) dan sudah arahkan Kabareskrim untuk mengusut kasus
ini, kata Sutarman, Kamis (20/2).
Kabareskrim Komjen Suhardi Alius yang
dihubungi terpisah mengatakan bantuan
yang diberikan adalah dalam pendampingan pada Polres Bogor.
Yang tangani kasus ini tetap Polres Bogor, kata Suhardi yang mengatakan jika
suami pelaku, Brigjen MS, adalah Akpol angkatan 1978.
Pendamping para PRT dari LBH Keadilan Bogor Raya, Syamsul Alam Agus, mengatakan jika ada 16 orang PRT yang diduga
mengalami penyiksaan oleh M, istri MS.
Ada 13 orang yang sudah di evakuasi
oleh Polres Bogor, kata Alam yang merupakan mantan aktivis KontraS ini.
Kasus ini terungkap setelah seorang
PRT bernama Yuli mampu melarikan diri
dan melapor ke polisi. Tak lama kemudian
penyidik korps baju coklat itu pun turun ke
rumah pelaku di kawasan Perumahan Bogor Baru, Bogor Tengah untuk melakukan
penyelidikan. red

DAERAH

EDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI -9 MARET 2014

Hasil CPNS K2 di Kab. Tapteng


Banyak Kejanggalan

Tapteng, Metropolitanpos
Kenapa Yang Baru Mengajar Sebagai Honorer Sejak Tahun 2009 databasenya lolos, dan namanya lulus
CPNS?, Kenapa Yang Sudah Mengajar
Puluhan Tahun Tidak Lulus.?
Itulah pertanyaan-pertanyaan dari
masyarakat Sorkam sekitarnya yang
tidak terima atas hasil Pengumuman
CPNS K2 yang disebarluaskan melalui
salah satu Koran Daerah yang beredar
di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Seperti yang sudah pernah dimuat di
surat kabar harian Metro Tapanuli edisi
14 Februari 2014, Janter Manalu merupakan pegawai honorer yang sudah mengabdi selama puluhan tahun mengatakan
bahwa banyak kejanggalan dalam proses
penjaringan CPNS K2 di Tapteng.
Nomor 1 s/d 10 namanya double,
sehingga menjadi 269 orang. peserta
sebenarnya berjumlah 259 orang, ujar
salah seorang warga Janter Manalu
yang kurang menerima namanya tidak
lulus CPNS K2.
Salah satu yang tidak lulus CPNS K2
Di Tapteng adalah Janter Manalu, seorang
dari kalangan tidak mampu di daerah
yang sudah mengabdi puluhan tahun sebagai Pendidik bahkan Beliau turut serta
dalam membuka Sekolah Rakyat (SMP
AMPERA) di Desa Pahieme Kec. Sorkam

Barat Tapanuli Tengah. Namun namanya


Tidak Lulus CPNS Honorer K2. Sedangkan Nama : Tiamhot Pasaribu Lulusan
SLTA Sederajat, bertempat tinggal di Basung Godang, Desa Sidikalang, Kec. Sorkam Barat Tapanuli Tengah Dinyatakan
Lulus CPNS K2. Tiamhot Pasaribu yang
mempunyai istri Seorang PNS di SMP N
1 Sirau, Kec. Pasaribu Tobing Tapanuli
Tengah ini, baru mengajar mulai tahun
2009. Jadi, seharusnya namanya tidak
ada dalam Database. Karena Persyaratan
yang ditetapkan Pemerintah, Pendidik
yang masuk eriikasi adalah Pendidik
yang sudah mengabdi minimal 05 tahun
lamanya, dan memiliki SK Tahun 2005
s/d 2010 terlampir dari Kepala Sekolah,
dan Dinas Pendidikan yang terkait.
Dari sekolah mana Pengabdian si
Tiamhot Pasaribu ini dipalsukannya
tahun 2005 s/d tahun 2008 itu? cetus
sejumlah warga Desa Sidikalang dan
sekitarnya, Kec. Sorkam Barat.
Ada juga nama lain yang turut curang
dalam hal ini, seperti One Hundred
Manalu yang Lulus CPNS K2 2014. Sejumlah masyarakat tahu bahwa orang
tersebut menyodorkan Uang Pelumas
untuk Kelancaran Database Honorer K2.
Namanya pun Lulus CPNS K2 13 Februari
2014 kemarin Oleh Menpan RB, dikutip
dari situs liputan 6 hasil CPNS K2.com

Saat diwawancarai di kantornya,


Mengenai reaksi dari masyarakat akan
hal tersebut, Kepala BKN Eko Sutrisno ,
menegaskan, BKN akan terus mengawal
proses Honorer hingga Pemberkasannya.
Jika dikemudian hari diketemukan
honorer yang tidak memenuhi persyaratan administrative yang ditentukan. Maka yang bersangkutan tidak
dapat diangkat atau dibatalkan menjadi
CPNS. Pejabat Pembina Kepegawaian
(PPK) wajib memeriksa keabsahan berkas usula tersebut secara seksama.
Jika PPK terbukti Mengusulkan Honorer tidak sesuai Kriteria yang ditetapkan PP No. 56/ 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas PP No. 48/ 2005 tentang
Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi
pegawai Negeri Sipil (CPNS) dapat terancam sanksi administrasi maupun Pidana.
Ini sesuai Surat Edaran Menpan & RB No.
05 tahun 2010, tegas Eko Sutrisno.
Sebagai Pejabat Pemerintah yang Konsekuen sudah selayaknya merevisi ulang
Nama-nama tersebut demi terciptanya Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sesuai Dengan Pancasila sila ke 5. Karena di Kab. Tapanuli Tengah sendiri belum
mengumumkan Hasil CPNS K2 hingga saat
ini. Padahal Menpan & RB telah mengumumkannya melalui website pada Tanggal
13 Februari 2014 lalu. Yessie M. Sani

Anggaran Swastanisasi Sampah


Dialihkan Untuk Beli Truk
Jakarta, METROPOLITAN POS,
Dengan diberhentikannya kontrak
kerja sama dengan pihak swasta, anggaran swastanisasi pengangkutan sampah
akan dialihkan untuk pembelian truktruk sampah.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, meski
kontrak kerja sama dengan swasta terkait
pengangkutan sampah sudah dihentikan sejak Januari 2014, namun anggaran swastanisasi pengangkutan sampah sudah telanjur
dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2014.

Anggaran itu jadinya enggak bisa digunakan, karena kita sudah hentikan kerja samanya. Makanya, anggaran itu akan
dimasukkan ke dalam Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2014, kata Basuki
di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (21/2).
Anggaran tersebut akan dimasukkan
dalam APBD Perubahan 2014 yang akan
disusun sebelum bulan Mei. Anggaran itu
akan dialihkan menjadi anggaran untuk
membeli truk sampah yang sempat dihapus dalam APBD 2014.
Anggarannya akan kita alihkan untuk
beli truk saja. Soalnya dana itu nanti jadi

Silpa. Terus, nanti beli truk sampahnya


kita anggarkn. Makanya kita mau APBD
Perubahan dipercepat penyusunannya
dan pembahasannya, sehingga pengesahannya dapat dipercepat, ujarnya.
Ketika ditanya jumlah truk yang akan
dibeli, Ahok belum dapat memberitahukan, karena kebutuhan truk sampah bagi
warga Jakarta masih dihitung oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa
Pemerintah (LKPP).
Jumlahnya tergantung hasil perhitungan LKPP. Mereka lagi hitung. Nanti kita beli
sesuai hitungan mereka, tutur Ahok. tim

Tunggu Ganti Rugi, Warga Kampung Pulo Bertahan


Jakarta, METROPOLITAN POS,
Relokasi warga bantaran Kali Ciliwung
hingga kini belum berjalan dengan baik
karena banyaknya penolakan warga.
Tak hanya keberatan dan menolak direlokasi ke Rumah Susun Sederhana Sewa
(Rusunawa) Komarudin, Cakung, warga
Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, yang terdampak normalisasi Kali Ciliwung juga menanti kepastian mengenai ganti rugi rumah mereka.
Camat Jatinegara Syoian Taher mengatakan, dari 91 kepala keluarga Kampung Pulo yang sudah mendaftar untuk
direlokasi, sebanyak sekitar 62 keluarga
terveriikasi sebagai warga dan pemilik
rumah.
Namun, dari jumlah tersebut lebih
dari separuhnya menolak pindah ke Rusunawa Komarudin, Cakung.
Mereka menolak dan menunggu
kepastian ganti rugi berapa, kata Syoian
kepada wartawan, Kamis (20/2).
Sebagian besar warga Kampung Pulo
meminta agar dapat direlokasi ke Rusunawa Cipinang Besar Selatan (Cibesel)
karena lokasi Rusunawa Komarudin jauh
dengan tempat mereka mencari nakah
dan beraktivitas.
Sementara warga yang tidak menolak

untuk direlokasi ke Rusunawa juga masih


menunggu kepastian mengenai ganti rugi
rumah mereka.
Setuju, tapi masih menunggu kejelasan soal ganti rugi, tambah Syoian.
Syoian mengaku, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk berkomentar
mengenai ganti rugi. Menurutnya, masalah ganti rugi merupakan kewenangan
tim panitia pembebasan tanah (P2T).
Saya tidak bisa mendahului, itu urusan dari tim P2T, kata Syoian.
Jefyodya Julian, Kepala Unit Pengelola
Rusun DKI Wilayah III menegaskan pihaknya hanya mengalokasikan Rusunawa
Komarudin untuk relokasi warga Kampung Pulo.
Hal itu lantaran Rusunawa Cibesel
yang diinginkan warga Kampung Pulo
telah dialokasikan untuk warga yang direlokasi dari Taman Burung, Pluit, Jakarta
Utara.
Cibesel itu sudah diplot untuk warga
Taman Burung. Sekarang ini sudah diundi
lagi untuk warga Taman Burung, kata Jefyodya.
Diungkapkan, Rusunawa Cibesel
semula memang diperuntukan untuk
warga terdampak normalisasi, termasuk
Kampung Pulo.

Namun, sebelum banjir melanda, warga tak juga menempati rusun tersebut.
Untuk itu, pihaknya menyediakan rusun
tersebut bagi warga Taman Burung yang
terdampak normalisasi Waduk Pluit dan
membutuhkan tempat tinggal segera.
Jadi untuk warga Kampung Pulo
tetap di Rusunawa Komarudin, datanya
lagi diklariikasi pihak kecamatan, katanya. tim

13

Desa Sodong Berbasis System IT

Doni Bambang Priyangga, SE


Tangerang, METROPOLITAN POS,
Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa , Kabupaten
Tangerang, provinsi Banten adalah satu-satunya desa seIndonesia menerapkan program system kerja berbasis
IT (Information Technology). Penerapan system IT atau
computerisasi ini bertujuan mempercepat dalam proses
pelayanan terhadap masyarakat. Dengan di berlakukan
system computerisasi ini pihak pemerintahan desa dengan mudah mendata perkembangan jumlah penduduk.
Menurut keterangan Kepala desa sodong, Doni Bambang Priyangga, SE alumni Universitas Tritayasa Kota Serang Tahun 2006 menuturkan bahwa dengan menggunakan system kerja berbasiskan IT ini bisa dengan mudah
mengetahui data-data desa , misalnya jumlah kelahiran ,
kematian bahkan jumlah penduduk yang sudah punya hak
suara maupun status pekejaan seluruh warga bisa dilihat
dengan cara membuka Web site desa Sodong , ikatanya .
Dikatakan lagi , jadi disaat menjelang menghadapi pemilihan umum atau pesta demokrasi pihak KPU tidak perlu
lagi turun kebawah mendata peserta Pemilu ke bawah ,
karena pihak KPU dengan membuka website desa desa
di seluruh Indonesia ,paparnya lagi . Sebab website desa
ini akan online ke Pemda Kabupaten /Kota Provinsi dan
pusat , oleh karena itu pihak pemerintah kalau bisa seluruh pemerintahaan dari tingkat desa hingga pusat harus
berbasiskan IT , himbaunya .
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Komosi
I dari partai Golkar, Sumardi Situmangun S.pd sangat
setuju sekali sytem IT ini di terapkan di seluruh Indonesia karena sytem ini ternyata faedah nya cukup memperlancar kegiatan-kegiatan pemerintah dalam pemberian
pelayanan adminitrasi dan informasi. Program kerja yang
di terapkan oleh Kepala desa Sodong adalah ide yang
cemerlang bahkan Desa Sodong mungkin satu-satu nya
desa se - Indonesia yang sudah memiliki system IT, tandas nya. NARA N

10 Pejabat Pemkot Depok


Diperiksa Kejaksaan

Tangerang, METROPOLITAN POS,


Dianggap mengertahui kasus korupsi, sebanyak 10
pejabat Pemkot Depok diperiksa Kejaksaan Negeri Depok, Jumat (14/2). Mereka terdiri dari dua kepala dinas,
dua kepala bidang, dua kepala seksi, dan beberapa staf
serta rekanan proyek pemerintah.
Pemeriksaan baru sebatas memintai keterangan.
Mereka bukan sebagai tersangka, bukan pula saksi. Untuk
mengungkap perkara, Kejaksaan wajib mengumpulkan
data dan keterangan, kata Kepala Seksi Intelijen Kejari
Depok, Eka Darma Putra.
Menurut Eka, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa
Barat menyebutkan ada penyimpangan APBD di lingkungan Pemkot Depok pada tahun anggaran 2013 senilai Rp
2,2 miliar untuk dua dinas yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.
Penyimpangan itu terjadi pada pembangunan Gedung
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan
Sawangan senilai Rp 1,1 miliar dan Gedung Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 di Kecamatan Cimanggis senilai Rp 1,1 miliar.
Pembangunan Puskesmas diduga menyalahi bestek.
Begitupun Gedung SMK Negeri 3, hingga kini sejak ditenderkan Oktober 2012, tak ada kegiatan pembangunan.
Kita sudah meminta tim ahli Universitas Indonesia (UI)
menghitung nilai kerugian. Kalau ditemukan penyimpangan akan segera diproses, tutur Eka. tim

14

EDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI - 9 MARET 2014

Kejagung Selidiki Dana Tilang


dan Dana Pengganti
Jakarta, Metropolitan Pos

Tim Kejaksaan Agung (Kejakgung) memeriksa sejumlah


saksi terkait perkara penyelewengan dana tilang dan dana
pengganti perkara korupsi di Kejaksaan Negeri Bandar
Lampung. Penyidik dibawah koordinasi Inspektur III Jaksa
Agung Muda Pengawasan masih bekerja.
Proses sedang berjalan. Biarkan kami bekerja, jelas
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejakgung, Setia Untung
Arimuladi, kepadaRepublika, Rabu (19/2). Pihaknya terus
menggali keterangan dari saksi - saksi terkait.
Untung enggan memaparkan siapa saja saksi yang diperiksa. Pada intinya, jelas Untung, jika berkaitan dengan
perkara ini maka pasti diperiksa.
Sampai saat ini penyidikan sudah berjalan. Nantinya
akan sampai kepada materi untuk diproses lebih lanjut. Penyidik terus menggali keterangan yang paling utama dari
tersangka. Bendahara penerima Kejari Bandar Lampung,
Rika Aprilia, saat ini sudah ditahan.
Untung menjelaskan pengungkapan perkara ini adalah
bukti terlaksananya mekanisme pengawasan internal kejaksaan. Pimpinan, jelasnya sudah mengimbau untuk menjaga integritas. Jadi, jika masih saja ada yang mengabaikan
maka pasti ditindak tegas.
Kejaksaan Agung berpedoman pada hasil audit BPK
pada 2013. Hasil audit tersebut menyebutkan adanya penyelewengan dana tilang dan dana pengganti perkara. Tim
pada Jamwas kemudian menindaklanjuti dengan proses hukum. Kini sudah sampai ke penyidikan.

Belum Setor
Sejumlah Kejaksaan Negeri belum menyetor uang pengganti perkara korupsi hingga puluhan triliun rupiah. Kejaksaan
belum menyelesaikan piutang itu mulai setahun sampai diatas
sepuluh tahun. Hal ini berdasarkan data audit BPK 2012.
Koordinator advokasi dan investigasi FITRA, Ucok Sky
Khadai, menyatakan, Kejaksaan harus mampu bertanggungjawab terhadap keuangan itu. Jika dilihat dari lamanya
piutang yang belum dilunasi, maka sebenarnya patut dicurigai. Jangan jangan uang yang harus disetorkan malah
menjadi bancakan, imbuhnya, saat dihubungi, Rabu (19/2).
Ucok menyatakan uang pengganti perkara adalah pemasukan negara. Uang itu harus disetorkan ke kas negara agar
dapat dikelola. Lagi pula, jelasnya, peraturan perundang
undangan mengatur uang tersebut termasuk kategori PNBP.
Harus disetorkan ke negara, jelasnya.
Ucok menyayangkan kejaksaan terkadang tidak mampu
menyimpan dokumentasi siding sehingga pendataan terkait uang pengganti perkara dan denda tidak terdata dengan baik. Ini keprihatinan, karena PNBP Kejaksaan bergantung pada itu, imbuhnya. Tim

Hindari KPK, Pebisnis dan Dirut


BUMN Pakai Alat Antisadap
Jakarta, Metropolitan Pos

Segelintir kecil orang berduit di Indonesia tampaknya


sudah mengetahui lebih dahulu fenomena penyadapan rahasia oleh berbagai lembaga, baik oleh pihak asing maupun
oleh pihak dalam negeri seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut pengamat Kebijakan Publik, Ichsanuddin
Noorsy, handset untuk menghindari penyadapan sudah bisa
didapatkan dari produsen Singapura.
Harganya Rp 25 - 30 juta per handset, kata Ichsanuddin
di Jakarta, Selasa (18/2).
Sejumlah orang Indonesia sudah pakai, tapi untuk
mencegah KPK menyadap.
Sebenarnya, lanjutnya, harga asli handset itu hanya sekitar USD 1000. Itu sudah termasuk nomor SIM-nya.
Ichsanuddin mengaku fenomena banyaknya pebisnis
dan dirut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memakai
nomor SIM asal Singapura menjadi penanda banyak digunakannya teknologi antisadap.
Bocoran dokumen oleh Edward Snowden menunjukkan
bahwa jutaan pelanggan telekomunikasi seluler di Indonesia dipantau serta dimata-matai oleh pihak asing.
Dipublikasikan New York Times dan Canberra Times, jutaan
pelanggan PT Telkomsel ternyata disadap Badan Keamanan
Nasional Amerika Serikat (NSA) dan Direktorat Intelijen Australia. Nama Indosat juga disebut-sebut dalam laporan itu.
Sepanjang tahun 2013, Australian Signals Directorate
mendapatkan hampir 1,8 juta kunci enskripsi induk yang
digunakan operator selular Telkomsel untuk melindungi
percakapan pribadi dari pelanggannya.
Intelijen Australia juga membongkar semua enskripsi
yang dilakukan Telkomsel.
Intersepsi Australia atas layanan telekomunikasi berbasis satelit di Indonesia dilakukan melalui Shoal Bay Naval
Receiving Station, fasilitas intersepsi satelit yang berlokasi
dekat Darwin.
AS dan Australia juga mengakses panggilan telpon dan lalu-lintas internet yang dilakukan menggunakan kabel bawah
laut yang beroperasi melalui dan ke Singapura. Red

INVESTIGASI

Korupsi di Banten Sebagai Kejahatan Keluarga

KPK Harus Bisa Buktikan

Jakarta, Metropolitan Pos

etua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad harus


segera membuktikan ucapan atau
pernyataannya yang menyatakan
korupsi di Banten adalah kejahatan keluarga. Hal itu perlu dilakukan KPK agar
tidak menjadi itnah terhadap keluarga
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
Pembuktian yang dimaksud tentu
tidak bertujuan untuk mencari-cari
kesalahan keluarga Atut, tetapi harus
berdasarkan fakta hukum. Sebab, masih banyak kasus di Banten yang belum
disentuh oleh KPK, salah satunya terkait
kasus dugaan korupsi dana hibah dan
bansos, serta sejumlah kasus lainnya.
Hal tersebut ditegaskan, Direktur
Eksekutif Aliansi Lembaga Independen
Peduli Publik (ALIPP), Uday Suhada,
di Serang, Selasa (18/2). Suhada mengatakan, jika tudingan yang dilontaran
ketua KPK itu itnah, maka dirinya harus
membela orang yang diitnah itu. Yang
kami lakukan adalah menegakan kebenaran, tegas Suhada.
Menurut Suhada, sejauh ini yang sudah ditetapkan menjadi tersangka baru
dua orang yakni Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan dan Gubernur
Banten Ratu Atut Chosiyah. Sementara
istri TCW alias Wawan yakni Wali Kota
Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany
masih berstatus saksi. Hal yang sama
juga dengan adik tiri Atut yakni Wali
Kota Serang Haerul Jaman masih saksi.
Bahkan, adik kandung Atut yakni Wakil
Bupati Serang Tatu Chasanah, belum pernah diperiksa. Selain itu, putra Atut yakni
anggota DPD RI Andika Hazrumi juga be-

lum pernah diperiksa.


Karena itu, menurut Uday, untuk
membuktikan kebenaran kejahatan keluarga Atut, maka KPK harus segera
memeriksa keluarga Atut lainnya. Seperti Ratu Tatu Chasanah yang saat ini
menjadi wakil Bupati Serang, Andika
Hazrumi sebagai anggota DPD RI asal
Banten, dan keluarga Atut lainya. Kunci
masuk pemeriksaannya yaitu melalui
dana hibah dan bantuan sosial, sebab
dana hibah banyak digelontorkan kepada organisasi yang dipimpin oleh keluarga Atut, tuturnya.
Uday memaparkan, puluhan miliar
uang yang bersumber dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Provinsi Banten tahun anggaran 2012
masuk ke yayasan, organisasi dan lembaga yang diketua oleh adik, anak dan
menantu gubernur, Ratu Atut Chosiyah,
serta jaringan keluarga Atut.
Tatu Chasanah yang mengetuai tiga organisasi kemasyarakatan sekaligus, yaitu
Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi
Banten, Forum Kader Posyandu Provinsi
Banten, dan Gerakan Nasional kesejahteraan Sosial (GNKS) Provinsi Banten. Total
dana hibah yang diterima tiga organisasi
itu tidak kurang dari Rp7,5 miliar.
Anak sulung Atut, Andika Hazrumi,
yang memiliki peranan tiga organisasi,
yakni di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten, Taruna
Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Banten, dan Karang Taruna Provinsi Banten.
Dana hibah yang diterima organisasi
dengan sasaran pemuda karya ini seluruhnya Rp10 miliar.
Istri Andika (menantu Atut-Hikmat

Tomet), Adde Rosi Khoirunnisa, juga mengetuai tiga organisasi yang berbasis kepada wanita karya. Tiga organisasi tersebut
diantaranya Himpunan Pendidikan Anak
Usia Dini (Himpaudi) Provinsi Banten,
Badan Kerja Sama Organisasi Wanita
(BKOW) Provinsi Banten, dan P2TP2A
Provinsi Banten dengan total kucuran
dana hibah Rp5,6 miliar.
Selain itu, Dewan Kerajinan Nasional
Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten
yang dipimpin almarhun suami Atut, Hikmat Tomet, menerima kucuran Rp750 juta.
Dana hibah dari APBD Provinsi Banten
juga diberikan kepada yayasan dan organisasi profesi yang ada hubungan keluarga
dengan Ratu Atut. Majelis Taklim Al-chosiyah dan Yayasan Darussolichin mendapatkan kucuran hibah sebesar Rp6,6 miliar.
Sedangkan Yayasan Amal Sejahtera
menerima dana hibah Rp900 juta. Sedangkan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
Provinsi Banten yang diketuai oleh adik
kandung Ratu Atut, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan (saat ini ditahan dan
telah ditetapkan tersangka oleh KPK, terkait dugaan suap Pilkada Kabuapten Lebak) dikucuri hibah hingga Rp9 miliar.
Tidak hanya itu saja, ratusan miliar
dana hibah dari APBD Provinsi Banten
juga diberikan kepada organisasi seperti,
Forum Guru Ngaji Provinsi Banten menerima kucuran hibah Rp5 miliar. Yayasan Bina
insan Cita Banten menerima hibah Rp3,5
miliar. Lembaga Pemberdayaan Pemuda
Perjuangan Mandiri Banten (LP3MD)
sebesar Rp2 miliar. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten mendapatkan hibah
Rp9,2 miliar.
Selain itu Pemprov Banten pun mengucurkan hibah untuk Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten sebesar Rp11,2 miliar, Forum Majelis
Taklim Provinsi Banten Rp2,1 miliar, KONI
Provinsi Banten Rp31 miliar, Lembaga Tripartit Rp1 miliar, pengrajin sepatu Rp1
miliar, Forum Pembantu Pencatat Nikah
Rp1,5 miliar, hingga forum pengurus jenazah dikucuri Rp500 juta.
Sejumlah pondok pesantren yang menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar
pendidikan umum, juga dikucuri dana
hibah antara Rp1miliar hingga Rp3,5miliar.
Penerima hibah itu diyakini satu garis koordinasi melalui forum pondok pesantren
modern yang menjadi pendukung Ratu Atut
Chosiyah dan Chaeri Wardana yang difasilitasi partai politik. Tim

KPK Selidiki Kasus Aziz Syamsuddin


Jakarta, Metropolitan Pos

Komisi Pemberantasan Korupsi


membuka penyelidikan terkait proyek
pembangunan Kawasan Pusat Kegiatan
Pengembangan dan Pembinaan Terpadu
Sumber Daya Manusia Kejaksaan, Kelurahan Ceger, Jakarta Timur. Proyek ini
diduga melibatkan Wakil Ketua Komisi
Komisi III Dewan Perwakilan Aziz Syamsuddin.
Karena kasus masih dalam proses
penyelidikan, maka kasus ini masih didalami oleh teman-teman penyelidik,
silakan ikuti prosesnya, kata Ketua
KPK Abraham Samad di Jakarta, Rabu
(19/2/2014).
Mengenai
kemungkinan
Aziz
ditetapkan sebagai tersangka terkait
proyek ini, Abraham mengatakan, KPK
membutuhkan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka.
Silahkan ikuti penyelidikan kasus
tersebut. Mudah-mudahan ketemu dua
alat buktinya karena KPK tidak bekerja
secara disuruh-suruh, tapi berdasarkan
penyelidikan, sambung Abraham.
Menurut Abraham, terbuka kemungkinan KPK memintai keterangan dari
Aziz terkait penyelidikan proyek ini.
Siapa pun yang dibutuhkan keteran-

gannya dalam proses penyelidikan, penyidikan, akan tetap diminta keterangannya kalau dibutuhkan. Jadi tidak
usah khawatir, orang yang melebihi Aziz
Syamsuddin saja akan dipanggil KPK,
katanya.
Seperti diberitakan Koran Tempo sebelumnya, Aziz diduga membantu mantan Bendahara Umum Partai Demokrat,
Muhammad Nazaruddin dalam meloloskan usulan proyek Kejaksaan Agung
tersebut di DPR.
Berdasarkan data yang dimiliki Tempo, dugaan keterlibatan itu terekam
dalam catatan keuangan perusahaan
Grup Permai, perusahaan milik Nazaruddin. Dalam dokumen tertanggal 24
April 2010, tercatat dua kali pengeluaran untuk Azis.
Pengeluaran pertama dibukukan
dengan keterangan All Azis dengan
perincian 250.000 dollar AS untuk anggota Komisi Hukum DPR dan 50.000
dollar AS sebagai jatah Azis. Pengeluaran kedua, tertulis keterangan AS, Alwy,
dan Olly, sebesar 500.000 dollar AS.
Sementara itu, Aziz dalam sejumlah
kesempatan membantah dugaan keterlibatannya dalam proyek Kejaksan Agung
tersebut. Aziz mengatakan, usulan anggaran untuk tersebut sudah sesuai den-

gan mekanisme, dan semua fraksi sudah


menyetujuinya. Jenri

SAMBUNGAN

Tersangka, Ajudan
Rusli Zainal Dicegah
ke Luar Negeri
Jakarta, Metropolitan Pos

Setelah ditetapkan sebagai tersangka


oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),
ajudan mantan Gubernur Riau, Rusli Zainal,
yaitu Said Faisal (SF) alias Hendra (H) akhirnya dicegah bepergian ke luar negeri per
tanggal 19 Februari ini.
KPK telah mengirimkan permintaan
cegah bepergian ke luar negeri atas nama
Said Faisal alias Hendra kepada Ditjen Imigrasi terkait penyidikan KPK kasus dugaan
pemberian keterangan tidak benar di pengadilan dengan tersangka SF (Said Faisal),
kata Juru Bicara KPK, Johan Budi Suara
Pembaruan, Rabu (19/2) malam.
Johan menjelaskan bahwa pencegahan
tersebut berlaku selama enam bulan kedepan. Seperti diketahui, KPK menetapkan
ajudan eks Gubernur Riau, Rusli Zainal,
yaitu Said Faisal sebagai tersangka dalam
kasus dugaan suap terkait pembangunan
venue Pekan Olahraga Nasional (PON) di
Pekanbaru, Riau.
Pengembangan terkait penyidikan
dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan kasus pembahasan PON Riau, penyidik KPK telah menemukan dua alat bukti
cukup. Kemudian menyimpulkan dugaan
keterlibatan SF alias H. Yang bersangkutan adalah ajudan dari Gubernur Riau yang
dulu, kata Johan, Senin (17/2) lalu.
Terhadap Said diduga memberikan
keterangan palsu serta membantu pemufakatan jahat. Oleh karena itu, terhadap
Said dijerat dengan Pasal 22 jo Pasal 35
UU Tipikor. Kemudian, dijerat juga dengan
Pasal 15 jo Pasal 12 huruf a atau Pasal 11
UU Tipikor jo Pasal 56 KUHP.
Johan menjelaskan bahwa terhadap Said
diduga memberikan keterangan palsu ketika bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana
Korupsi (Tipikor) di Pekanbaru, Riau.
Dalam sidang tanggal 5 Febuari 2014,

ketika bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Rusli, Said berbohong. Dalam sidang
Said dinilai selalu berbelit dan berbohong
memberikan keterangan.
Walaupun dirinya telah dikronfontir
dengan dua saksi lainnya, yaitu Lukman
Abbas (mantan Kadispora Riau) dan Syafwir (supir PT Waskita Karya) terkait pemberian uang kepada Rusli melalui dirinya.
Semua bermula ketika Jaksa KPK Riyono SH menanyakan, apakah pernah menerima bingkisan yang berwarna coklat berisi
uang dari saksi Syafwir untuk diserahkan
kepada terdakwa Rusli Zainal.
Tetapi, Said menjawab tidak pernah
menerima bingkisan berisi uang hasil patungan dari KSO (kontraktor pembangunan
venue PON) melalui Lukman Abbas tersebut. Telah diperdengarkan juga rekaman
pembicaraan hasil sadapan antara dirinya
dengan Lukman Abbas.
Bahkan, hasil test analist IT membuktikan bahwa suara dalam rekaman tersebut
memang suara Said. Tetapi, ia tetap tidak
mengaku.
Demikian juga saksi Lukman Abbas
mengakui bahwa suara dalam rekaman
yang diputar adalah suara dirinya dan Said.
Tetapi, Said tetap mengelak. Oleh karena terus berbohong dan berbelit, Hakim
Bachtiar Sitompul menegur Said untuk tidak berbohong.
Saudara Jaksa, tolong proses keterlibatan saksi ini. Sebab, semua saksi 100
persen mengatakan dia yang menerima
bingkisan untuk Gubri, dan 98 persen hasil rekaman percakapan antara Hendra
dengan Lukman membuktikan, memang
dia yang menerima bingkisan itu, ujar
Bachtiar.
Namun, Said tetap bersikeras pada
pengakuannya. Ia sempat terdiam usai
mendapat teguran dari Hakim. Tim

Dari halaman 1.................... Tersangka Korupsi Proyek Kemenkominfo


Dalam kasus tersebut Kejagung menduga
pelaksanaan proyek MPLIK oleh PT Multidana
Rencana Prima di Provinsi Sumsel senilai Rp
81 miliar, dan di Provinsi Banten, serta Jabar
senilai Rp 64 miliar tidak sesuai dengan dokumen kontrak. Baik, dalam spesiikasi teknis
serta operasional penyelenggaraan. Jika ditotal nilai proyek di dua provinsi tersebut mencapai Rp 145 miliar.
Selain Dodi, Kejagung juga mentersangkakan Kepala Balai Penyedia dan Pengelola
Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika
(BP3TI) nonaktif Santoso. Keduanya belum
ditahan dan dicegah berpergian keluar negeri
sejak ditetapkan sebagai tersangka Juli 2013.
Dalam penyidikannya, Kejagung juga belum
menetapkan tersangka baru padahal terdapat
enam perusahaan yang melaksanakan proyek
tersebut selain PT Multidana Rencana Prima
yaitu, PT Telkom, PT AJN Solusindo, WIN, PT
Radnet, dan PT Lintas Arta. tim

EDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI -9 MARET 2014

15

Dari halaman 1......................................................... Wakil Miss Word


otomatis akan menjadi
wakil resmi Indonesia di ajang
Miss World 2014 yang akan dihelat di London, Inggris pada
Oktober 2014 mendatang.
Peraih predikat cum laude
dari Universitas Pelita Harapan (UPH) ini pun mengungkapkan kesiapannya mengikuti beauty contest tertua di
dunia tersebut.
Saya akan melakukan
yang terbaik di Miss World
nanti dan ingin menunjukkan
betapa luar biasanya negara
kita. Semoga saya bisa membawa nama baik Indonesia di
mata dunia, kata Maria Asteria di Malam Puncak Miss In-

donesia 2014 yang berakhir


Selasa (18/2) dini hari.
Liliana
Tanoesoedibjo
selaku Chairwomen of Miss
Indonesia Organization sekaligus Ketua Dewan Juri Miss
Indonesia 2014 juga berharap,
Maria nantinya bisa melampaui prestasi yang pernah ditorehkan Vania Larissa di Miss
World 2013 lalu. Ketika itu,
Vania berhasil menempati posisi 7 mengalahkan 129 kontestan lainnya.
Maria terlihat sangat percaya diri. Caranya berbicara
pun lancar, puji Liliana. Hal
yang sama juga diungkapkan
Ines Putri, Miss Indonesia

2012 yang juga bertindak sebagai dewan juri. Maria adalah


paket lengkap, ujar dia.
Maria sendiri mengaku
keikutsertaannya di Miss Indonesia 2014 merupakan
ajang untuk memperbaiki diri.
Ini kesempatan yang sangat
berharga karena saya bisa
melihat kekurangan saya, dan
bisa menjadi orang yang lebih
baik. Di sini saya belajar setiap
hari dan mengetahui sesuatu
yang baru, kata Maria yang
juga pernah menjadi salah
satu delegasi Indonesia untuk
APEC Voice of The Future pada
tahun 2013 di Bali.
tim

terutama terkait soal pernyataannya yang menuding


bahwa pihak yang bertanggung jawab atas membengkaknya bailout Century dari
Rp 632M menjadi Rp.6,7 triliun adalah LPS. Sementara LPS
sesuai UU bertanggung jawab
ke Presiden.
Pertanyaannya,
kenapa
baru sekarang Boediono menembak presiden dan ingin
menyeret presiden dalam pusaran skandal Century? Padahal sejak awal, kesan adanya
skandal yang melibatkan para
petinggi BI ini sulit dihindari
karena pencairan dana yang
begitu besar bukan dengan
pola transfer melainkan penyerahan secara tunai, ujarnya.
Menolak
Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul tertawa lebar atas wacana pemanggilan paksa tersebut.
Menurutnya, Polri tak akan
melakukan permintaan Tim-

was Century DPR untuk menjemput paksa Wapres Boediono.


Itu pasti ditolak oleh
polisi. Aku yakin tidak akan
(dipanggil paksa), janganlah
bikin kodok terbahak termehek-mehek, kata Ruhut di
Gedung DPR, Senayan, Jakarta,
Rabu (19/2).
Menurut Ruhut, langkah
anggota Timwas Century yang
menginginkan pemanggilan
paksa Wapres Boediono itu
justru terkesan merendahkan
peran DPR. Sebab, kasus dana
talangan Rp 6,7 triliun Bank
Century telah masuk ranah
hukum.
Aku hanya bilang kawankawan saya nggak ngerti jangan rendahkan DPR, itu sudah di ranah hukum, Kepada
kawan-kawan kembalilah ke
tugas DPR, fungsinya yang
legislasi dan budgeting, tuturnya.
Anggota Timwas Century
dari Fraksi Partai Golkar Bam-

bang Soesatyo menjelaskan,


dalam Pasal 72 UU No 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR,
DPRD, dan DPD atau MD3,
seorang pejabat negara bisa
dipanggil paksa jika keterangannya diperlukan untuk kepentingan bangsa dan negara.
Bambang
menyatakan,
keterangan Boediono sangat
dibutuhkan, terutama terkait
pernyataannya yang mengatakan bahwa pihak yang
bertanggung jawab atas membengkaknya dana talangan
untuk Bank Century dari Rp
632 miliar menjadi Rp 6,7 triliun adalah Lembaga Penjamin
Simpanan (LPS).
Boediono telah diperiksa
KPK di Kantor Wapres di Jalan
Medan Merdeka Utara, Jakarta
Pusat, Sabtu 23 November
2013. Dia diperiksa sebagai
saksi kasus bailout Bank Century. Saat bailout dilakukan
akhir 2008, Boediono menjabat sebagai Gubernur Bank
Indonesia. Red

waktu tujuh hari untuk


pikir-pikir. Kami keberatan
dengan putusan bebas itu, tidak ada satu pun saksi yang
meringankan terdakwa, kata
Nur Himawan.
Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua Syamsudin,
SH membebaskan terdakwa
Timur Malaka dari tuntutan
jaksa pada sidang putusan yang
dibacakan, Selasa (21/1) lalu.
Putusan itu berbanding terbalik dengan tuntutan jaksa
terhadap terdakwa Timur Malaka yang menuntut hukuman 5
tahun 6 bulan penjara dengan
dendan Rp 200 juta subsidair
tiga bulan kurungan.
Terdakwa juga dituntut
membayar uang pengganti sebesar Rp 668 juta dan bila uang
pengganti itu tidak dibayarkan,
maka diganti dengan penjara selama satu tahun. Jaksa yakin terdakwa terbukti melanggar Pasal

12e UU RI Nomor 31/1999 junto UU RI Nomor 20/2001 junto


Pasal 64 KUHP.
Terdakwa Timur Malaka
sebagai PNS telah menerima
gratiikasi. Terdakwa meminta
Rp 668 juta kepada pengembang, atasnama saksi Adam
Riza dan Yordiansyah untuk
pengurusan 111 berkas Ijin
Mendirikan Bangunan (IMB)
di Perumahan Green Village.
Realisasinya, terdakwa tidak
pernah mengurus ijin tersebut, tandas Nur Himawan.
Nur Himawan menjelaskan, salah satu pertimbangan
majelis hakim Tipikor Bandung bahwa terdakwa didakwa
menerima uang pengurusan
IMB, sementara IMB itu tidak
pernah terbit. Padahal dalam
tuntutan kami sudah jelas
uang itu dipergunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi.
Terdakwa juga mengakuinya,

kata Himawan.
Kasus itu terbongkar 11 Juli
2013 lalu. Hasil pemeriksaan
Inspektorat Kota Bekasi, tersangka Timur Malaka terlibat
dalam penerbitan 111 berkas
perizinan Perumahan Green
Vilage Telukpucung, di kawasan
Bekasi Utara yang diduga palsu.
Inspektorat Kota Bekasi kemudian menyerahkan kasus
itu agar ditangani oleh Kejari
Bekasi.
Surat izin pembangunan perumahan itu tercantum dalam surat berkop
BPPT nomor 503/074//I-B/
BPPT.I/079/2013 tertanggal
09 Mei 2013. Rupanya, tanda
tangan Kepala BPPT, Reny
Hendrawati dalam surat izin
itu diketahui palsu. Pengembang itu membangun 45 unit
rumah tipe 57, 24 unit tipe 74,
5 unit rumah tipe 90, serta 1
unit rumah kantor. Sahat

Dari halaman 1................................... Timwas Century Ancam Sandera

Dari halaman 1......................................... Hakim Ketua Syamsudin, SH

Optimalkan Pemberantasan Korupsi, Perlu Komitmen Penegak Hukum


Jakarta, Metropolitan Pos
Penegak hukum dianggap belum berkomitmen
dalam pemberantasan korupsi. Sebab belum seluruh
lembaga penegak hukum membenahi sistem-sistem
di lembaganya khususnya mengenai transparansi.
Bahkan, pada tingkat daerah, banyak kepala daerah
yang belum memenuhi predikat good governance.
Hal itu diungkapkan Direktur Analisa Peraturan
Perundang-undangan Bappenas Diani Sadia Wati
dalam diskusi bertema Optimalisasi Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Rabu
(19/2).
Secara keseluruhan, masyarakatnya sudah antikorupsi, tetapi kalau dilihat dari pilar-pilarnya be-

lum, katanya.
Menurutnya, secara persepsi, kesadaran masyarakat akan korupsi yang telah meningkat harus
diimbangi oleh sistem di setiap lembaga penegak
hukum termasuk kementerian.
Aparat penegak hukum harus memperlihatkan
suatu transpansi, dari tingkat penerimaan pengaduan, maupun penyidikan. Kita harapkan bahwa reformasi birokrasi yang dilakukan juga dirasakan
oleh masyarakat, ujarnya.
Juru Bicara Ikatan Alumni Lemhannas M
Badruddin mengaku pesimistis akan pemberantasan korupsi di Indonesia. Pasalnya, selain kondisi
pada kementerian dan lembaga sekarang ini belum

mencerminkan kemauan dalam pemberantasan korupsi, sistem politik yang berlaku sekarang ini juga
memperlebar peluang terjadinya korupsi.
Biaya politik yang di Indonesia tinggi. Demokrasi di Indonesia juga seperti Amerika yang cenderung
didominasi kaum kapitalis, katanya.
Sebagai contoh demokrasi di Indonesia pro kepada kapiltalis adalah adanya kebijakan penyelesaian perkara BLBI melalui mekanisme release and
discharge yang dikeluarkan pemerintah dan DPR
pada masa kepemimpanan Megawati melalui Inpres
No 8 Tahun 2002.
Mekanisme tersebut mengatur para obligor yang
pada saat itu menjalani proses hukum dapat dihen-

tikan proses hukumnya jika membayar utang BLBI


kepada BPPN.
Jadi mekanisme release and discharge justru
menjadi pemalakan baru, katanya.
Sosiolog Imam B Prasodjo menilai, maraknya korupsi yang ada sekarang ini terjadi oleh beberapa sebab baik dari sistem yang longgar maupun buruknya
moral aparatur negara. Namun, yang paling parah
adalah para pihak yang diharapkan dapat memberantas korupsi belum mengetahui secara pasti
bagaimana memulai pemberantasan korupsi.
Ibarat dokter yang mengobati penyakit maka
perlu mengetahui penyakitnya, kata Imam.
Tim

16

Silahkan Bergabung Bersama

nEDISI 071 THN III SENIN 24 FEBRUARI - 9 MARET 2014

Informasi Aspirasi Rakyat

HAL 16

SENIN 24 FEBRUARI - 9 MARET 2014

Telp. 021-51393635, 31902301, Fax. 021- 31902301


HP: 0821 2219 5529
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B
Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450

BERLIN SIAHAAN
Pemimpin Umum/Perusahaan

Menuju HUT Ke- IV

Tampil Beda, Edisi Teratur, Eksis Terus, dari Sabang sampai Merauke

Perlu Didata, Memiliki Kartu Pers Banyak

LSM Merangkap Wartawan


Gadungan Ditangkap Polisi
Berdasarkan Hasil Laporan
B

Madura, METROPOLITAN POS,


ila Wartawan tidak jelas laporkan ke Polisi, Humas Pemda data
Wartawan sesuai Media yang
eksis di Humas Pemda setempat.
Kalau diragukan wartawannya hubungi
langsung kantor atau Pemred media untuk menanyakan Media tersebut eksis,
untuk menjerat wartawan gadungan.
Mengaku sebagai anggota Reskrim
Polres Pamekasan bagian tindak pidana
korupsi (Tipikor), Slamet Riyadi (27),
warga Jl Temenggungan, Kelurahan
Parteker, Pamekasan ditangkap aparat
Polres Pamekasan.
Tersangka Slamet, oknum LSM Garuda RI, yang juga mengaku wartawan
dari berbagai media mingguan, di antaranya media Jejak Kasus, Ganyang
Pres dan Transparansi Bangsa, ditangkap lantaran meminta uang kepada
Kepala Kantor Kementerian Agama
(Kankemenag) Pamekasan, sebesar Rp
500.000, untuk biaya pelatihan unit
Tipikor Polres Pamekasan.
Dari tersangka Slamet, petugas menyita uang Rp 500.000, sejumlah kartu
pers, surat keterangan LSM Tranparansi Bangsa, LSM Forum Musyawarah
Rakyat, dua stempel, kondom dan alat
pendekteksi kehamilan.
Menurut Kasubag Humas Polres
Pamekasan, AKP Siti Maryatun, Selasa
(28/1/2014), sebelum ditangkap, sekitar pukul 14.30, tersangka mengirim
SMS kepada Kankemenag Pamekasan,
Muarif Tantowi. Tersangka mengaku
Sertu Anwar, bagian Tipikor Polres Pamekasan, minta uang buat pelatihan
Tipikor di Pamekasan.
Kemudian Kepala Kankemenag
Muarif bersedia membantu dan minta
uangnya diambil ke kantor Kemenag.
Selanjutnya tersangka Slamet bersama
temannya, Doni, warga Jl Temenggungan, mendatangi kantor kemenag, men-

gendarai mobil sewaan Daihatsu Xenia


M 18186 C. Namun Doni yang disuruh
masuk ruangan mengambil uangnya,
sedang Slamet menunggu di mobil, di
pinggir jalan depan kankemenag.
Rupanya ketika Slamet dan Doni
dalam perjalanan menuju kankemenag,
Muarif Tantowi menghubungi Polres
Pamekasan, menanyakan nama Anwar
dari tipikor, minta sumbangan dan sudah disedikan.
Ternyata pihak polres menjelaskan,
polres tidak minta sumbangan, karena
tidak ada pelatihan tipikor dan tidak
ada anggota yang bernama Anwar, apalagi mengaku dari bagian tipikor.
Saat itu juga sejumlah petugas
bergegas menuju kankemenag dan
meminta Muarif jangan keburu menyerahkan uangnya kepada tersangka,
sebelum anggota Polres datang, agar
tersangka tidak kabur.
Begitu Doni ke luar dari ruang
kankemenag dan membawa uang Rp
500.000, petugas langsung menangkap.
Maaf Pak, saya tidak tahu apa-apa. Saya
hanya disuruh Slamet mengambil uang
di bapak itu (Muarif.Red), kata Doni,
memelas minta dilepas.
Selanjutnya tersangka Slamet bersama Doni ditangkap dan dibawa ke
Polres Pamekasan untuk diperiksa. Dari
pemeriksaan itu, Doni dilepas, karena
tidak terbukti. Sedang Slamet ditahan,
bersama barang buktinya.
Tindakan tersangka ini benarbenar sudah mencoreng Polres Pamekasan. Tersangka dinilai keterlaluan
menipu kankemenag minta uang untuk keperluan polres. Apalgi perbuatan
yang dilakukan, bukan hanya sekali ini
mencatut nama polres, kata Maryatun.
AKP Maryatun, menyatakan, selama
ini tersangka diduga melakukan serangkaian penipuan di sejumlah tempat.
Sekarang sudah tiga orang yang mel-

apor ke Polres, di antaranya Amir. Kepada Amir, tersangka Slamet mengaku


tim buser dari Polres untuk menangkap
buronan di pulau.
Dikatakan, untuk meyakinkan aksi
penipuannya, tersangka mengendarai
mobil sewaan, termasuk mobil Xenia hitam yang ikut diamankan ini, menyewa
dalam waktu lama dan belum dibayar.
Kepada masyarakat, manakala ada
orang yang mengaku dari polres minta
uang buat ini dan itu, segera hubungi
kami, karena ini sudah modus penipuan
yang mencatut polres. Bagi warga yang
menjadi korban penipuan, segera melapor ke kami, kata Maryatun.
Kepada Surya, tersangka yang kini
juga dicari sejumlah pemilik mobil
rental, karena memiliki tunggakan atas
mobil yang disewanya mengaku terpaksa mencatut nama polisi, agar dirinya
mudah mendapatkan uang.
Saya tahu, wartawan itu pekerjaanya berkaitan dengan berita, bukan minta uang dan menipu orang lain seperti
saya. Uangnya buat saya pribadi, kata
Slamet. q Aswin

TERSANGKA Slamet, oknum wartawan merangkap LSM ditangkap dan ditahan bersama sejumlah
barang bukti, keterangan LSM, sejumlah kartu pers,
uang Rp 500.000.

Oegroseno: Jabatan
Wakapolri adalah
Hak Tuhan

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Oegroseno
mengaku jika belum ada calon Wakapolri pengganti
dirinya. Jenderal bintang tiga ini juga mengaku tidak punya kandidat siapa calon yang menurutnya cocok menggantikan dirinya di posisi tersebut.
Yang memiliki polisi itu kan rakyat. Rakyat itu warga
masyarakat sampai presiden. Jadi kriteria yang menentukan (bagaimana calon Wakapolri) itu silakan rakyat
yang menentukan, kata Oegroseno di Mabes Polri Jumat
(21/3).
Menurut mantan Kapolda Sumatera Utara ini, kadangkadang nama yang dicalonkan dan sudah ramai disebut di
media malah tidak jadi. Tapi justru yang tidak dicalonkan,
katanya, malah jadi.
Jadi lebih bagus tidak dicalonkan. Ini pengalaman
(saya) loh. Berarti kan biar proses normal saja. Sama
dengan kematian tidak pernah dicalonkan, tahu-tahunya
mati sendiri. Kan itu hak Tuhan. Sama dengan Wakapolri,
itu hak Tuhan, tegasnya.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Sutarman telah memberikan petunjuk soal siapa yang akan membantunya
sebagai Wakapolri pengganti Oegroseno yang memasuki
masa pensiun pada akhir Februari ini.
Menurut Sutarman, calon Wakapolri haruslah perwira
Polri yang sudah bintang tiga, bukan bintang dua yang
promosi ke bintang tiga.
Saat ini stok bintang tiga yang tersedia, selain Oegroseno yang akan memasuki masa pensiun, adalah Irwasum
Komjen Anton Bachrul Alam (Akpol 1980, pensiun Agustus 2014), Kabaharkam Komjen Badrodin Haiti (Akpol
1982, pensiun Juli 2016), dan Kalemdikpol Komjen Budi
Gunawan (Akpol 1983, pensiun Desember 2017).
Yang lain adalah Kaba Intelkam Komjen Suparni Parto
(Akpol 1980, pensiun September 2015), Kabareskrim
Komjen Suhardi Alius (Akpol 1985, pensiun Mei 2020),
dan Kepala BNN Komjen Anang Iskandar (Akpol 1983,
pensiun Mei 2016). q Jenri

Anda Perlu Kami Dalam Pengurusan


Hubungi Biro Jasa Cepat !!!

Akte Notaris Urus : PT, CV, Yayasan, Korps, PMA, IUT, API, NIK, Migas, Pariwisata, UUG, SIUP, TDP, Lap. Pajak.
Phone : 021-51393635, 021-31902301,
Handphone : 0813 1533 8511, (Sany)
0812 8286 8606.