Anda di halaman 1dari 36

L I 1 MM Proses Kehamilan

Lo 1.1 fertilisasi , nidasi , hasentasi


PEMBUAHAN
Pembuahan (Konsepsi) adalah merupakan awal dari kehamilan, dimana satu sel telur dibuahi oleh
satu sperma. Ovum yang dilepas oleh ovarium disapu olah mikrofilamen-mikrofilamen fimbira
infundibulum tuba kearah osteum tuba abdominalis. Dan dislaurkan kearah medial. Ovum yang
mempunyai diameter 100 mikron (0.1 mm) ditengah-tengahnya dijumpai nukleus yang berada dalam
metafase pembelahan pertama dan kedua, terapungapung dalam sitoplasma yang kekuningkuninganyaitu vitelus. Vitelus ini mengandung
banyak zat karbohidrat dan asam amino.
Ovum dilingkari oleh zona pelusida. Diluar zona
pelusida ini ditemukan sel-sel korona radiata, dan
didalamnya terdapat ruang perivitelina, tempat
benda-benda kutub. Bahan-bahan dari sel-sela
korona radiata dapat disalurkan ke ovum melalui
saluran-saluran halus di zona pelusida. Jumlah sel
korona radiata dalam perjalanan ovum diampula
tuba makin berkurang, sehingga ovum hanya
dilingkari oleh zona pelusida pada waktu dekat
perbatasan antara isthmus dan ampula tuba, tempat
pembuahan umumnya terjadi.
Hanya satu sperma yang telah mengalami proses kapitasi yang dapat melintasi zona pelusida dan
masuk ke vitelus ovum. Setelah itu, zona pelusida mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh
sperma lain. Proses ini diikuti oleh penyatuan ke dua pronuklei yang disebut zigot, yang terdiri atas acuan
genetic dari wanita dan pria. Pembuahan mungkin akan menghasilkan xx zigot menurunkan bayi
perempuan dan xy zigot menurunkan bayi laki laki.
PEMBELAHAN
Dalam beberapa jam setelah pembuahan, mulailah dihasilkan sel individu baru yang disebut
dengan zygote (zigot). Zigot mulai menjalani pembelahan awal mitosis sampai beberapa kali. Sel sel
yang dihasilkan dari setiap pembelahan berukuran lebih kecil dari ukuran induknya yang disebut
blastomer. Sesudah 3 4 kali pembelahan : zigot memasuki tingkat 16 sel, disebut stadium morula (kira
kira pada hari ke 3 sampai ke 4 pasca fertilisasi). Morula adalah suatu bentukan sel seperti bola (bulat)
akibat pembelahan sel terus-menerus. Morula terdiri dari inner cell mass (kumpulan sel sel di sebelah
dalam, yang akan tumbuh menjadi jaringan jaringan embrio sampai janin) dan outer cell mass (lapisan
sel di sebelah luar, yang akan tumbuh menjadi trofoblast sampai plasenta).

Kira kira pada hari ke 5 sampai ke 6, di rongga sela sela inner cell mass merembes cairan
menembus zona pelusida, membentuk ruang antar sel. Ruang antar sel ini kemudian bersatu dan

memenuhi sebagian besar massa zigot membentuk rongga blastokista. Inner cell mass tetap berkumpul di
salah satu sisi, tetap berbatasan dengan lapisan sel luar. Pada stadium ini disebut embrioblas dan outer cell
mass disebut trofoblas.
Blastosit ini bergerak menuju uterus untuk mengadakan implantasi (perlekatan dengan dinding
uterus). Hasil konsepsi ini tetap digerakkan kearah rongga rahim oleh arus dan getaran rambut getar (silia)
serta kontraksi tuba. Hasil konsepsi tuba dalam kavum uteri pada tingkat blastula.
Hasil utama pembuahan :
Penggenapan kembali jumlah kromosom dari penggabungan dua paruh haploid dari ayah dan dari ibu
menjadi suatu bakal baru dengan jumlah kromosom diploid.
Penentuan jenis kelamin bakal individu baru, tergantung dari kromosom X atau Y yang dikandung
sperma yang membuahi ovum tersebut.
Permulaan pembelahan dan stadium stadium pembentukan dan perkembangan embrio
(embriogenesis)
IMPLANTASI
Pada hari ke-4 atau ke-5 sesudah ovulasi, blastosit sampai di rongga uterus, hormon progesteron
merangsang pertumbuhan uterus, dindingnya tebal, lunak, banyak mengandung pembuluh darah, serta
mengeluarkan sekret seperti air susu (uterin milk) sebagai makanan embrio.

Implantasi atau nidasi adalah masuknya


atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam
endometrium. Pada akhir minggu pertama (hari
ke 5 sampai ke 7) zygot mencapai cavum uteri.
Pada saat itu uterus sedang berada dalam fase
sekresi lendir dibawah pengaruh progesteron
dari korpus luteum yang masih aktif. Sehingga
lapisan endometrium dinding rahim menjadi
kaya pembuluh darah dan banyak muara
kelenjar selaput lendir rahim yang terbuka dan
aktif. Kontak antara zigot stadium blastokista
dengan dinding rahim pada keadaan tersebut
akan mencetuskan berbagai reaksi seluler,
sehingga sel sel trofoblast zigot tersebut akan
menempel dan mengadakan infiltrasi pada
lapisan epitel endometrium uterus (terjadi
implantasi).
Pada saat terjadi nidasi sel-sel endometrium
telah berubah menjadi sel-sel desidua. Pertumbuhan dan perkembangan desidua sejak terjadi konsepsi
karena pengaruh hormon terus tumbuh sehingga makin lama menjadi tebal. Desidua adalah mukosa rahim
pada kehamilan yang terbagi atas:

1. Desidua basalis
Terletak diantara hasil konsepsi dan dinding rahim, disini plasentater bentuk
2. Desidua kapsularis
Meliputi hasil konsepsi ke arah rongga rahim yang lama kelamaan bersatu dengan
desidua vera kosena obliterasi.

3. Desidua vera (parietalis)


Meliputi lapisan dalam dinding rahim lainnya.
Setelah implantasi, sel sel trofoblas yang tertanam di dalam endometrium terus berkembang membentuk
jaringan bersama dengan sistem pembuluh darah maternal untuk menjadi plasenta, yang kemudian
berfungsi sebagai sumber nutrisi dan oksigenasi bagi jaringan embrioblas yang akan tumbuh menjadi
janin.
PLASENTASI
Plasentasi adalah proses pembentukan struktur dan jenis plasenta. Setelah nidasi embrio kedalam
endometrium, plasentasi dimulai. Pada ,manuisa plasentasi berlangsung sampai 12-18 minggu setelah
fertilisasi.Untuk mempertahankan pertumbuhan mudigah/janin selama kehidupan intrauterinya, segera
terbentuk plasenta yaitu organ khusus pertukaran antara darah ibu dan janin. Plasenta berasal dari jaringan
trofoblas dan desidua

1. Pembuatan Lapisan Lembaga


Setelah hari ke-12, tampak dua lapisan jaringan di sebelah luar disebut ektoderm,
di sebelah dalam endoderm. Endoderm tumbuh ke dalam blastosoel membentuk bulatan
penuh. Dengan demikian terbentuklah usus primitif dan kemudian terbentuk pula kantung
kuning telur (Yolk Sac) yang membungkus kuning telur. Pada manusia, kantung ini tidak
berguna, maka tidak berkembang, tetapi kantung ini sangat berguna pada hewan ovipar
(bertelur), karena kantung ini berisi persediaan makanan bagi embrio.
Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terbentuk lapisan mesoderm. Ketiga
lapisan tersebut merupakan lapisan lembaga (Germ Layer). Semua bagian tubuh manusia
akan dibentuk oleh ketiga lapisan tersebut. Ektoderm akan membentuk epidermis kulit
dan sistem saraf, endoderm membentuk saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan,
mesoderm membentuk antara lain rangka, otot, sistem peredaran darah, sistem ekskresi
dan sistem reproduksi.
2. Membran (Lapisan Embrio)
Terdapat 4 macam membran embrio, yaitu :
a. Kantung Kuning Telur (Yolk Sac)
Kantung kuning telur merupakan pelebaran endodermis berisi persediaan
makanan bagi hewan ovipar, pada manusia hanya terdapat sedikit dan tidak
berguna.
b. Amnion
Amnion merupakan kantung yang berisi cairan tempat embrio mengapung,
gunanya melindungi janin dari tekanan atau benturan.
c. Alantois
Pada alantois berfungsi sebagai organ respirasi dan pembuangan sisa
metabolisme. Pada mammalia dan manusia, alantois merupakan kantung kecil dan
masuk ke dalam jaringan tangkai badan, yaitu bagian yang akan berkembang
menjadi tali pusat.
d. Korion
Korion adalah dinding berjonjot yang terdiri dari mesoderm dan trofoblas. Jonjot
korion menghilang pada hari ke-28, kecuali pada bagian tangkai badan, pada
tangkai badan jonjot trofoblas masuk ke dalam daerah dinding uterus membentuk
ari-ari (plasenta). Setelah semua membran dan plasenta terbentuk maka embrio
disebut janin/fetus. Chorion terdiri dari dua lapisan: yang luar dibentuk oleh

primitif ektoderm atau trofoblas , dan dalam dibentuk oleh somatik mesoderm ,
amnion yang bersentuhan dengan yang terakhir ini. Trofoblas ini terdiri dari
lapisan internal atau prismatik sel kubus, yang sitotrofoblas atau lapisan
Langhans, dan lapisan bagian luar dari bernukleus protoplasma kaya tanpa batas
sel, sinsitiotrofoblas. Chorion yang mengalami proliferasi cepat dan berbagai
bentuk proses , vili chorionic, yang menyerang dan menghancurkan desidua
uterus dan pada saat yang sama menyerap dari itu bahan-bahan gizi untuk
pertumbuhan embrio .
3. Plasenta atau Ari-Ari
Plasenta atau ari-ari berbentuk seperti cakram dengan garis tengah 20 cm, dan
tebal 2,5 cm. Ukuran ini dicapai pada waktu bayi akan lahir tetapi pada waktu hari 28
setelah fertilisasi, plasenta berukuran kurang dari 1 mm. Plasenta berperan dalam
pertukaran gas, makanan dan zat sisa antara ibu dan fetus. Pada sistem hubungan
plasenta, darah ibu tidak pernah berhubungan dengan darah janin, meskipun begitu virus
dan bakteri dapat melalui penghalang (barier) berupa jaringan ikat dan masuk ke dalam
darah janin.
Selama aposisi dan invasi epitel endometrium, sel trophoblas berproliferasi
menghasilkan 2 lapis trophoblas. Lapisan dalam disebut sititrophoblas, merupakan sel
mononuklear dengan batas sel yang tegas, disebut juga dengan sel Langhan.
Lapisan luar disebut sinsitiotrophoblas, berupa sel multinuklear dengan batas sel
yang tidak tegas, berasal dari lapisan sitotrophoblas. Lapisan sinsititophoblas
berproliferasi dengan cepat, membentuk massa yang solid dana menebal. Periode
perkembangan ini disebut prelacunar stage Wiskocki dan Streeter.
Pada hari ke 10-13 pasca ovulasi, vakuola kecil muncul dalam lapisan
sinsitiotrophoblas, dan merupakan awal lacunar stage. Vakuola tumbuh dengan cepat dan
bergabung membentuk satu lakuna, yang merupakan prekursor pembentukan ruang
intervillosa. Lakuna dipisahkan oleh pita trabekula, dimana dari trabekula inilah nantinya
villi berkembang. Pembentukan lakuna membagi triphoblas kedalam 3 lapisan yaitu
primary chorionic plate (sebelah dalam), sistim lakuna bersama trabekula dan
trophoblastic shell (sebelah luar). Aktifitas invasif lapisan sinsitiotrophoblas
menyebabkan disintegrasi pembuluh darah endometrium (kapiler, arteriole dan arteria
spiralis). Kalau invasi terus berlanjut maka pembuluh darah pembuluh darah ini
dilubangi, sehingga lakuna segera dipenuhi oleh darah ibu. Pada perkembangan
selanjutnya lakuna yang baru terbentuk bergabung dengan lakuna yang telah ada dan
dengan demikian terjadi sirkulasi intervillosa primitif. Peristiwa ini menandai
terbentuknya hemochorial placenta, dimana darah ibu secara langsung meliputi
trophoblas.
Peningkatan proliferasi sinsitiotrophoblas diikuti dengan fusi sinsitium, akibatnya
trabekula yang tumbuh dan cabang-cabang sinsitium menonjol ke dalam lakuna
membentukvilli primer. Selain terjadi peningkatan dalam hal panjang dan diameter,
primary villi juga diinvasi oleh sitotrophoblas. Kedua proses ini menandai mulainya
villous stage dari perkembangan plasenta. Dengan proliferasi lebih lanjut terbentuk
percabangan primary villi, yang merupakan awal pembentukan villous tree primitif; dan
pada saat yang bersamaan sistim lakuna berubah menjadi ruang intervillus.
Sementara itu perkembangan jaringan mesenkim ektraembrional meluas sampai
kedalam villi sehingga terbentuk villi sekunder. Setelah angiogenesis terjadi dari inti

mesenkim in situ, villi yang terjadi dinamakan villi tertier. Bila pembuluh darah pada villi
ini telah berhubungan dengan pembuluh darah embrio, maka akan terciptalah sirkulasi
fetoplasenta yang komplit. Pada minggu-minggu selanjutnya terjadi maturasi dan
pertumbuhan lebih lanjut cabang-cabang villi dengan penanaman mesenkim pada
cabang-cabang baru yang diikuti oleh angiogenesis.
Sirkulasi plasenta
Pada perkembangan plasenta yang telah sempurna terdapat 2 sistim sirkulasi
darah yaitu sirkulasi uteroplasental (sirkulasi maternal) dan sirkulasi fetoplasental. Kedua
sirkulasi ini dipisahkan oleh membrana plasenta (placental berrier) yang terdiri dari
lapisan sinsitiotrophoblas, sitotrophoblas, membrana basalis, stroma villi dan endotel
kapiler. Sirkulasi utero plasental yaitu sirkulasi darah ibu di ruang intervilus.
Diperkirakan aliran darah ini sebesar 500-600 ml permenit pada plasenta yang
matur. Sirkulasi fetoplasental adalah sirkulasi darah janin dalam villi-villi. Diperkirakan
aliran darah ini sekitar 400 ml per menit. Aliran darah ibu dan janin ini bersisian, tapi
dalam arab yang berlawanan. Aliran
darah yang berlawanan ini (counter
current flow) ini memudahkan
pertukaran material antara ibu dan
janin.
Darah dipompakan lewat janin oleh
jantung janin. Darah meninggalkan
janin melalui pembuluh-pembuluh
arteri pada funikulus umbilikalis dan
berjalan ke plasenta. Pembuluh
arteri umbilikalis ini bercabang di
seluruh permukaan plasenta, tebagi
lagi dan kemudian berakhir dalam
vili korialis. Vili korialis terendam
dalam darah maternal namun tidak
terdapat hubungan langsung antara
darah fetal dan darah maternal.
Karbondioksida dan setiap produk limbah akan diangkut keluar sementara oksigen dan
nutrien diambil lewat sawar plasenta. Darah yang sudah diperbahrui akan kembali ke
janin lewat vena umbilikalis.
a. Darah berkadar oksigen tinggi yang berasal dari plasenta dibawa oleh vena
umbilicalis kiri.
b. Sebagian besar darah dari plasenta melewati jaringan hati secara langsung by
pass menuju vena cava caudalis melalui vena cava caudalis.
c. Sebagian besar darah plasenta yang masuk ke atrium kanan masuk ke atrium kiri
melalui foramen ovale
d. Darah ventrikel kanan dipompa menuju paru-paru, dan sebagian besar sisanya
dipompa langsung menuju aorta melalui ductus arteriosus.
e. Darah dari aorta dibawa kembali ke plasenta oleh sepasang arteri umbilicalis.

Setelah mencapai batas usia tertentu, plasenta mengalami penuaan, ditandai


dengan terjadinya proses degeneratif pada plasenta. Proses ini meliputi komponen ibu
maupun janin. Perubahan pada villi meliputi :
1). Pengurangan ketebalan sinsitium dan munculnya simpul sinsitium (agregasi
sinsitium pada daerah kecil pada sisi villi,
2). Hilangnya sebagian sel-sel Langhans,
3). Berkurangnya jaringan stroma termasuk sel Hofbauer,
4) obliterasi beberapa pembuluh darah dan dilatasi kapiler,
5). Penebalan membrana basalis endotel janin dan sitotrophoblas,
dan 6) deposit fibrin pada permukaan villi. Perubahan pada desidua berupa
deposit fibrinoid yang disebut lapisan Nitabuch pada bagian luar sinsitiotrophoblas,
sehingga menghalangi invasi desidua selanjutnya oleh trophoblas.
Pada ruang intervillus juga terjadi degenerasi fibrinoid dan membentuk suatu
massa yang melibatkan sejumlah villi disebut dengan white infarct, berukuran dari
beberapa milimeter sampai satu sentimeter atau lebih. Klasifikasi atau bahkan
pembentukan kista dapat terjadi daerah ini. Dapat juga terjadi deposit fibrin yang tidak
menetap yang disebut Rohrs stria pada dasar ruang intervillus dan disekitar villi.

Dua komponen tambahan plasenta, neurokinin B (mengandung molekul fosfokholin) dan


lymphocytic suppressor cells /sel penekan limfositik, membantu plasenta untuk melindungi bayi
dari sistem kekebalan wanita

Janin dan plasenta mengandung penentu antigen yang diturunkan dari bapak dan merupakan
sesuatu yang asing bagi ibu. Namun tidak terjadi reaksi penolakan dari ibu. Mekanisme yang
pasti untuk menerangkan hal ini belum jelas, tapi teori yang dikemukakan adalah bahwa : a).
fibrinoid dan sialomusin yang menutupi trophoblas menekan antigen trophoblas, b). hormonhormon plasenta, protein, steroid dan korionik gonadotropin mungkin berperan dalam produksi
sialomusin, c). lapisan Nitabuch kemungkinan menginaktifkan antigen jaringan, d). hanya sedikit
sekali human leucocyte antigen (HLA) pada permukaan trophoblas, sehingga reaksinya kecil
sekali, e). umumnya terdapat maternal-paternal immuno-incompatibility pada derajad tertentu,
sehingga ada blocking antibody yang dihasilkan ibu dan melindungi janin dari reaksi penolakan.

Lo 1.2 Fisiologi kehamilan

Tanda-tanda kehamilan
1. Tanda Tanda Presumptif (dugaan)
a. Amenorhea (tidak datang haid) Wanita harus mengetahui tanggal hari pertama
haid terakhir (HPMT) supaya dapat ditafsir umur kehamilan dan taksiran tanggal
persalinan (HPL). HPL bisa dihitung dengan rumus Nagele : (HPMT + 7) dan
(HT 3) dan (tahun HT + 1).
b. Mual muntah Biasanya terjadi pada bulan bulan pertama kehamilan hingga akhir
triwulan pertama. Karena sering terjadi pada pagi hari, disebut morning sickness.
Bila mual dan muntah terlalu sering hiperemesis.
c. Mengidam kanan atau minuman tertentu terutama pada triwulan pertama.
d. Tidak tahan bau-bauan.
e. Pingsan
Bila berada ada tempat yang ramai, sesak dan padat bisa pingsan
f. Tidak ada selera makan
Hanya berlangsung pada triwulan pertama, kemudian nafsu makan timbul
kembali.
g. Lelah
h. Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri
Disebabkan pengaruh hormone estrogen dan progesterone yang merangsang
duktus dan alveoli payudara.
i. Sering buang air kecil
j. Karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar. Gejala ini akan
hilang pada triwulan kedua kehamilan. Pada akhir kehamilan, hejala ini muncul
kembali karena kandung kemih tertekan oleh kepala janin.
k. Konstipasi/obstipasi
Tonus otot usus menurun oleh pengaruh hormone steroid (ex: progesterone).
l. Pigmentasi kulit
Terjadi karena pengaruh hormone kortikosteroid plasenta, dijumpai di muka
(chloasma gravidarum), areola payudara, leher dan dinding perut (linea nigra).
m. Varises
Terjadi pada kaki, betis dan vulva , biasanya dijumpai pada triwulan akhir.
Ada 3 macam tanda- tanda kehamilan:
1. Tanpa pasti hamil
a. Mendengar denyut jantung janin
Denyut jantung janin adalah diagnosis pasti kehamilan, yang dapat didengarkan dengan fetoskop pada
usia kehamilan 17-19 minggu, dan pada Doppler pada usia kehamilan 10-12 minggu.
b. Meraba dan melihat gerakan janin
Gerakan janin mulai dapat dirasakan pada ibu, diraba oleh pemeriksa pada usia kehamilan 20 minggu ke
atas
c. Pemeriksaan Ultrasonografi

Pada pemeriksaan ultrasonografi , dapat dilihat kantung kehamilan pada usia gestasi 5 minggu,
denyut jantung janin pada usia 7 minggu
d. Pemeriksaan electrocardiografi
e. Pemeriksaan Radiologi
Pada wanita hamil minggu ke 14, akan terlihat gambaran fokki ossifikasi
2. Tanda mungkin hamil
a. Hegar Sign
Pada wanita hamil minggu ke 6, isthmus uteri akan sangat lembek karena peningkatan
kadar estrogen dan progesterone. Sehingga pada pemeriksaan bimanual, corpus uteri
seolah-olah menyatu dengan serviks
b. Goedel Sign
Pada wanita hamil 6-8 minggu, serviks uteri menjadi sangat lembek, yang juga
disebabkan peningkatan kadar estrogen dan progesterone.
c. Piskacek Sign
Adalah suatu tanda dimana uterus membesar tidak rata, karena perkembangan organ
janin
d.Braxton Hicks
Adalah tanda dimana uterus berkontraksi tidak teratur, dan tidak disertai rasa nyeri
e. Pembesaran Perut
Perut akan membesar pada kehamilan dan makin membesar seiring bertambahnya usia kehamilan
f. Ballotement
Suatu tanda dimana volume air ketuban lebih banyak daripada volume bayi , sehingga jika dilakukan
pemeriksaan ballottement, akan terasa lentingan, dan jika bayi melenting seluruhnya disebut ballottement
in toto.
g. Pemeriksaan Hcg
Pada wanita hamil , kadar Hcg akan meningkat, dan urine akan mengandung Hcg
3. Tanda dugaan hamil
Terdapat keluhan dan gejala pada tanda dugaan wanita hamil, yaitu:
Keluhan Hamil
a. Morning Sickness
Biasa terjadi pada minggu ke-6 usia kehamilan, sang ibu akan mengeluh mintah-muntah pada pagi hari,
yang disebabkan peningkatan kadar Hcg yang meningkat.
b. Gangguan Berkemih
Seiring dengan membesarnya dan naiknya uterus ke rongga abdomen, Ibu akan mengeluh jarang
berkemih, dan akan mengeluh sering berkemih bila kepala bayi telah turun ke segmen bawah rahim

c. Mudah lelah
d. Ibu merasakan gerakan fetus
Ibu seolah-olah merasakan gerakan fetus yang mungkin bisa terjadi pada wanita yang sangat
menginginkan kehamilan
Gejala dugaan Hamil
a. Amenorrhea
b. Keluarnya kolostrum
c. timbul striae

d. Chadwick Sign adalah suatu gejala dimana mukosa vagina berwarna keunguan karena terjadi
pelebaran pembuluh darah
PERUBAHAN PADA ORGAN-ORGAN SISTEM REPRODUKSI
1. Uterus
Tumbuh membesar primer, maupun sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterine. Estrogen
menyebabkan hiperpliasi jaringan, progesteron berperan untuk elastisitas atau kelenturan uterus.
a. Ukuran
Untuk akomodasi pertumbuhan janin, rahim membesar akibat hipertrofi dan hiperplasi otot polos rahim,
serabut serabut kolagennya menjadi higroskopik endometrium menjadi desidua ukuran pada kehamilan
cukup bulan 30 x 25 x 20 cm dengan kapitasi lebih dari 4000 cc. Taksiran kasar pembesaran uterus pada
perabaan tinggi fundus:
Tidak hamil: sebesar telur ayam (+ 30 g)
Kehamilan 8 minggu: sebesar telur bebek
Kehamilan 12 minggu: sebesar telur angsa
Kehamilan 16 minggu: pertengahan simfisis-pusat
Kehamilan 20 minggu: pinggir bawah pusat
Kehamilan 24 minggu: pinggir atas pusat
Kehamilan 28 minggu: sepertiga pusat-xyphoid
Kehamilan 32 minggu: pertengahan pusat-xyphoid
Kehamilan 36-42 minggu: 3-1 jari di bawah xyphoid
b. Berat
Berat uterus naik secara luar biasa dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan (40 pekan).
Bentuk dan Konsistensi
Pada bulan bulan pertama kehamilan bentuk rahim seperti buah alpokat. Pada kehamilan empat bulan
berbentuk bulat dan akhir kehamilan bujur telur. Rahim yang kira kira sebesar telur ayam, pada
kehamilan dua bulan sebesar telur bebek dan kehamilan tiga bulan sebesar telur angsa. Pada minggu
pertama, isthmus rahim mengadakan hipertrofi dan bertambah panjang sehingga bila diraba terasa lebih
panjang sehingga bila diraba terasa lebih lunak (soft) disebut tanda hegar. Pada kehamilan lima bulan,
rahim teraba seperti berisi cairan ketuban, dinding rahim terasa
tipis, karena itu bagian bagian janin dapat diraba melalui
dinding perut dan dinding rahim.
c. Posisi Rahim
Pada permulaan kehamilan, dalam letak anteflexi atau retroflexi.
Pada 4 bulan kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis.
Setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam

pembesarannya dapat mencapai batas hati. Rahim yang hamil biasanya mobilitasnya, lebih mengisi
rongga abdomen kanan atau kiri.
d. Vaskularisasi
Aa.uterin dan aa. Ovarika bertambah dalam diameter panjang dan anak anak cabangnya bertambah.
Pembuluh darah balik (vena) mengembang dan bertambah.
Gambaran besarnya rahim dan tuanya kehamilan
Pada kehamilan 16 minggu, kavum uteri seluruhnya diisi oleh amnion dimana desidua kapsularis dan
desidua vera (parietalis) telah menjadi satu. Tinggi fundus uteri terletak antara pertengahan simphisis dan
pusat. Plasenta telah terbentuk seluruhnya.
Pada kehamilan 20 minggu, tinggi fundus uteri terletak 2 3 jari di bawah pusat
Pada kehamilan 24 minggu, tinggi fundus uteri terlatak setinggi pusat.
Pada kehamilan 28 minggu, tinggi fundus uteri terletak 2 3 jari di atas pusat.
Menurut Spiegelberg dengan mengukur tinggi fundus uteri dari simpisis adalah
26,7 cm diatas smpisis.
Pada kehamilan 36 minggu, tinggi fundus uteri terletak 3 jari di bawah
processus xiphoideus.
Pada kehamilan 40 minggu, tinggi fundus uteri terletak sama dengan 8 bulan
tetatpi, melebar ke samping yaitu terletak diantara pertengahan pusat dan
processus xiphoideus.
2. Serviks uteri
Serviks bertambah vaskularisasinya dan menjadi lunak (soft) disebut tanda goodell. Kelenjar endoservikal
membesar dan mengeluarkan banyak cairan mucus, karena pertambahan dan pelebaran pembuluh darah,
warnanya menjadi livide disebut tanda Chadwick.
3. Ovarium (indung telur)
Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi, tidak terjadi siklus
hormonal menstruasi. Masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya uri yang mengambil
alih pengeluaran estrogen dan progesterone (kira kira pada kehamilan 16 minggu dan korpus luteum
graviditas berdiameter kurang lebih 3 cm). Kadar relaxin di sirkulasi maternal dapat ditentukan dan
meningkat dalam trimester pertama. Relaxin mempunyai pengaruh menenangkan hingga pertumbuhan
janin menjadi baik hingga aterm.
4. Vagina dan vulva Vagina
Terjadi perubahan karena pengaruh estrogen. Akibat hipervaskularisasi, vagina dan vulva terlihat lebih
merah atau kebiruan. Warna livid pada vagina atau portio serviks disebut tanda Chadwick. Mukosa
vagina jadi lebih tebal, otot vagina mengalami hipertrofi dan terjadi perubahan susunan jaringan ikat di
sekitar sehingga vagina mudah berdilatasi dan dapat melewatkan janin pada waktu partus.
5. Dinding Perut
Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastik di bawah kulit
sehingga timbul striae gravidarum. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya dan disebut linea
nigra.
6. Mammae
Selama kahamilan payudara bertambah besar, tegang, berat. Dapat teraba noduli noduli, akibat
hipertrofi kelenjar alveoli, bayangan vena vena lebih membiru. Hiperpigmentasi pada puting susu dan
areola payudara. Kalau diperas keluar kolostrum berwarna kuning. Perkembangan payudara ini karena
pengaruh hormon saat kehamilan yaitu estrogen, progesterone dan somatomamotropin.

a. Fungsi hormon yang mempersiapkan payudara untuk pemberian ASI, antara lain:
Estrogen, berfungsi :
Menimbulkan hipertrofi system saluran payudara.
Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga payudara tampak
makin besar.

b.

a.

b.

c.

Tekanan serat syaraf akibat penimbunan lemak, air dan garam menyebabkan rasa
sakit pada payuda
Progesteron, berfungsi :
Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi.
Menambah sel asinus.
Somomamotropin
Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktalbumin dan laktoglobulin.
Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara.
Perubahan payudara pada ibu hamil
Payudara menjadi lebih besar
Areola payudara makin hitam karena hiperpigmentasi.
Glandula Montgomery makin tampak menonjol dipermukaan areola mamae.
Pada kehamilan 12 minggu keatas dari puting susu keluar cairan putih jernih (kolostrum)
yang berasal dari kelenjar asinus yang mulai bereaksi.
Pengeluaran ASI belum berjalan oleh karena prolaktin ini ditekan oleh PIH (Prolaktine
Inhibiting Hormone).
Setelah persalinan, dengan dilahirkannya plasenta pengaruh estrogen, progesterone dan
somotomammotropin terhadap hipotalamus hilang sehingga prolaktin dapat dikeluarkan
dan laktasi terjadi.
7. Sirkulasi darah
Volume darah
Volume dan darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimester pertama.
Volume darah akan bertambah banyak, kira kira 25 % dengan puncaknya pada kehamilan
32 minggu, diikuti curah jantung (cardiac output) yang meningkat sebanyak kurang lebih
30%. Akibat hemodilusi yang mulai jelas kelihatan pada kehamilan 4 bulan, ibu yang
menderita penyakit jantung dapat jatuh dalam keadaan dekompensasio kordis. Kenaikan
plasma darah dapat mencapai 40% saat mendekati cukup bulan.
Nadi dan tekanan darah
Tekanan darah arteri cenderung menurun terutama selama trimester kedua dan naik lagi
seperti pada prahamil. Tekanan vena dalam batas batas normal. Pada ekstremitas atas dan
bawah cenderung naik setelah akhir trimester pertama. Nadi biasanya naik, nilai rata
ratanya 84 kali permenit.
Jantung
Pompa jantung mulai naik kira kira 30%. Setelah kehamilan 3 bulan dan menurun lagi pada
minggu minggu terakhir kehamilan.

8. Sistem respirasi
Wanita hamil sering mengeluh sesak dan pendek napas. Hal ini disebabkan oleh usus yang
tertekan ke arah diafragma akibat pembesaran Rahim sehingga diafragma naik ke atas lalu
pernapasan menjadi dangkal dan cepat (20-24x/menit). Kapasitas vital paru meningkat sedikit
selama hamil. Seorang wanita hamil selalu bernafas dada (thoracic breathing).
9. Saluran pencernaan
Pada bulan bulan pertama kehamilan terdapat perasaan mual (nausea). Mungkin ini akibat
kadar hormon estrogen dan hcg yang meningkat sehingga sekresi asam lambungpun meningkat.
Tonus otot otot traktus digestivus menurun sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga

berkurang. Makanan lebih lama berada di dalam lambung dan apa yang telah dicernakan lebih
lama berada dalam usus usus. Hal ini mungkin baik untuk resorpsi akan tetapi menimbulkan
pola obstipasi yang memang merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil. Tidak jarang
dijumpai pada bulan bulan pertama kehamilan gejala muntah (emesis). Biasanya terjadi pada
pagi hari, dikenal sebagai morning sickness. Emesis, bila terlampau sering dan terlalu banyak
dikeluarkan disebut hiperemesis gravidarum, keadaan ini patologik. Salivasi ini adalah
pengeluaran air liur berlebihan daripada biasa. Bila terlampau banyak, inipun menjadi patologik.
10. Traktus urinarius
Pada bulan bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai
membesar sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan
bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan, bila kepala janin mulai
turun ke bawah pintu atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung
kencing mulai tertekan kembali. Dalam kehamilan ureter kanan dan kiri membesar karena
pengaruh progesterone. Akan tetapi ureter kanan lebih membesar daripada ureter kiri karena
mengalami lebih banyak tekanan dibandingkan dengan ureter kiri. Hal ini disebabkan olehkarena
uterus lebih sering memutar ke arah kanan. Mungkin karena orang bergerak lebih sering
memakai tangan kanannya atau disebabkan oleh letak kolon dan sigmoid yang berada di
belakang kiri uterus. Akibat tekanan pada ureter kanan tersebut lebih sering dijumpai hidroureter
dekstra dan pielitis dekstra. Disamping sering kencing tersebut diatas terdapat pula poliuri.
Poliuri disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan sehingga
filtrasi glomerulus juga meningkat sampai 69 %. Reabsorbsi di tubulus tidak berubah sehingga
lebih banyak dapat dikeluarkan urea, asam folik dalam kehamilan.
11. Kulit
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat alat tertentu. Pigmentasi ini
disebabkan oleh pengaruh Melanophore Stimulating Hormone (MSH) yang meningkat. MSH
ini adalah salah satu hormon yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis. Kadang
kadang terdapat deposit pigmen pada dahi, pipi, dan hidung dikenal sebagai cloasma gravidarum.
Di daerah leher sering terdapat hiperpigmentasi yang sama juga di areola mamae. Linea alba
pada kehamilan menjadi hitam dikenal sebagai linea grisea. Tidak jarang dijumpai kulit perut
seolah olah retak retak, warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru biruan disebut striae
livide. Setelah partus striae livide ini berubah warnanya menjadi putih dan disebut striae
albikantes. Pada seorang multigravida sering tampak striae livide bersama striae albikantes.
12. Sistem Endokrin
a. Kelenjar tiroid : dapat membesar sedikit
b. Kelenjar hipofise : dapat membesar terutama lobus anterior
c. Kelenjar adrenal : tidak begitu terpengaruh
13. Metabolisme
Umumnya kehamilan mempunyai efek pada metabolisme, karena itu wanita hamil perlu
mendapat makanan yang bergizi dan dalam kondisi sehat.
a. Tingkat metabolic basal(basal metabolic rate,BMR) pada wanita hamil meninggi
hingga 15-20%, terutama pada trimester akhr. b)

b. Keseimbangan asamalkali (acic base balance) sedikit mengalami perubahan


konsentrasi alkali:
Wanita tidak hamil :155 mEg/
Wanita hamil : 145 mEg/liter
Natrium serum : turun dari 142 menjadi 135 mEg/liter
Bikarbonat plasma : turun dari 25 menjadi 22 mEg/ liter
c. Dibutuhkan protein yang banyak untuk perkembangan fetus,alat kandungan,
payudara, dan badan ibu, serta untuk persiapan laktasi. d)
d. Hidrat arang: seorang wanita hamil sering merasa haus, nafsu makan kuat, sering
kencing, dan kadang kala dijumpai glukosuria yang mengingatkan kita pada diabetes
melitus. Dalam keadaaan hamil, pengaruh kelenjar endokrin agak terasa, seperti
somatomamotropin, plasma insulin dan hormon-hormon adrenal 17-ketosteroid.
Untuk rekomendasi, harus diperhatikan sungguh-sungguh hasil GTT oral dan GTT
intravena.
e. Metabolisme lemak juga terjadi. Kadar kolesterol meningkat sampai 350 mg atau
lebih per 100 cc. Hormon somatomamotropin mempunyai peranan dalam
pembentukan lemak pada payudara. Deposit lemak lainya terdapat di badan, perut,
paha dan lengan.
f. Metabolisme mineral (1)
Kalsium dibutuhkan rata rata 1,5 gram sehari sedangkan untuk pembentukan
tulang terutama dalam trimester akhir dibutuhkan 30 40 gram.
Fosfor dibutuhkan rata-rata 2 g/hari. 800 mg, atau 30-50 mg sehari.
Zat besi : dibutuhkan tambahan zat besi kurang lebih
Air : Wanita hamil cenderung mengalami retensi air. g)
g. Berat badan wanita hamil akan naik sekitar 6,5-16,5 kg. Kenaikan berat badan yang
terlalu banyak ditemukan pada keracunan hamil pre-eklamasi dan eklamsi) kenaikan
berat badan wanita hamil disebabkan oleh :
Janin , uri, air ketuban, uterus.
Payudara,kenaikan volume darah,lemak, protein,dan retensi air.
h. Kebutuhan kalori meningkat selama kehamilan dan laktasi. Kalori yang dibutuhkan
untuk ini terutama diperoleh dari pembakaran zat arang,khususnya sesudah kehamilan
5 bulan keatas. Namun, bila dibutuhkan, dipakai lemak ibu untuk mendapatkan
tambahan kalori.
i. Wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak
protein. Di Indonesia masih banyak dijumpai penderita defisiensi zat besi dan vitamin
B, oleh karena itu wanita hamil harus diberikan Fe dan roboransia yang berisi mineral
dan vitamin.
j.

Khusus untuk metabolisme karbohidrat, pada kehamilan normal, terjadi kadar glukosa plasma
ibu yang lebih rendah secara bermakna karena :
Ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat
Produksi glukosa dari hati menurun
Produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis) menurun
Aktifitas ekskresi ginjal meningkat
Efek hormon-hormon gestasional (human placental lactogen, hormon2 plasenta lainnya,
hormon2 ovarium, hipofisis, pankreas, adrenal, growth factors, dsb).

14. Sistem Muskuloskeletal


Pengaruh dari peningkatan estrogen, progesterone dan elastin dalam kehamilan
menyebabkan kelemahan jaringan ikat dan ketidakseimbangan persendian. Akibat dari
perubahan fisik selama kehamilan adalah:
a. Peregangan otot - otot
b. Pelunakan ligamen - ligamen
Area yang paling dipengaruhi oleh perubahan:
Tulang belakang (curva lumbar yang berlebihan)
Otot otot abdomal (meregang ke atas uterus hamil)
Otot dasar panggul (menahan berat badan dan tekanan uterus)
Hormon-hormon pada kehamilan
a. Human Chorionic Gonadotropin (hCG) - hCG adalah hormon plasenta pertama.
Hormon ini hanya diproduksi oleh tubuh wanita saat dia hamil. hCG dapat
memastikan bahwa wanita itu terus memproduksi progesteron dan estrogen, dua
hormon penting untuk menjaga bayi di selama 9 bulan. hCG juga menekan respon
imunologi ibu yang bayi dan plasenta adalah benda asing dan menolak mereka.
hCG berfungsi mempertahankan korpus luteum kehamilan.
b. Human Placental Lactogen (hPL)/Human chorionic somatomammotropin.
Hormon ini memiliki sifat mempromosikan pertumbuhan. Ini mendorong
pertumbuhan kelenjar susu dalam persiapan untuk laktasi pada ibu. Hal ini juga
yang mengatur glukosa ibu, protein, lemak sehingga ini selalu tersedia untuk
janin.

HCS memiliki sensistivitas terhadap insulin dan menurunkan penggunaan glukosa


ibu, sehingga membuat glukosa yang tersedia untuk festus lebih besar. Karena
glukosan merupakan zat utama yang di pakai festus untuk meningkatkan
pertumbuhannya, maka arti pengaruh hormon ini menjadi jelas. Lebih lanjut hormon
ini meningkatkan pelapasan asam lemak bebas dari cadangan lemak ibu, sehingga
menyediakan sumber enrgi pengganti untuk metabolisme pengganti ibu selama masa
kehamilan. Oleh karena itu HCS merupakan hormon metabolik umum yang
mempunyai implikasi nutrisi khusus untuk ibu dan fetus.

c. Estrogen. 'Hormon wanita' ini memberikan kontribusi terhadap pembangunan


kelenjar susu wanita dalam persiapan untuk menyusui dan merangsang
pertumbuhan rahim (miometrium) untuk mengakomodasi pertumbuhan janin.
Hormon ini juga meningkatkan kekuatan uterus unuk persalinan.
d. Progesterone. Hormon ini diperlukan untuk menjaga lapisan endometrium rahim
selama kehamilan. Hormon ini mencegah persalinan prematur oleh kontraksi dan
membentuk sumbat mukus di serviks untuk mencegah kontaminasi uterus.
Mempersiapkan kelenjar mamaria untuk laktasi.
e. Relaxin. Melunakkan serviks sebagai persiapan untuk dilatasi serviks saat
persalinan dan melemaskan jaringan ikat antara tulang-tulang panggul.
Faktor-faktor Hormonal lain dalam kehamilan
Sekresi Hypofisis
Kelenjar hypofisis ibu membesar paling sedikit 50 persen selama kehamilan dan meningkatkan
produksi kortikotropin, triptopin, dan prolaktin. Sebaliknya sekresi hypofisis untuk hormon

perangsang folikel dan hormon lutein hampir secara total di tekan akibat efek penhambat estrogen
dan progesteron dari plasenta.
Sekresi kortikosteroid
Kecepatan sekresi gluko kortikoid korteks adrenal mengalami peningkatan sedang selama
kehamilan. Mungkin bahwa glukokortikoid memmabantu mobilisasi asam-asam amino dari
jaringan ibu sehingga asam-asam amino ini dapat di pakai untuk sintesis jaringan pada fetus.
Sekresi kelenjar tyroid
Kelenjar tyroid biasanya membesar sapai 50 persen selam masa kehamilan dan meningkatkan
produksi tiroksin yang sesuai dengan pembesaan tersebut.
Lo 1.3 Fisiologi janin

Perkembangan janin
Ovum
Kehamilan 5 minggu Kantong lengkap dengan diameter 1cm yang terbungkus leh vili korialis, ciri ciri
khas manusia belum ditemukan.
Embrio

Kehamilan 6 minggu
Kantong berdiameter 2,3cm, berat 1 gram. Kepala membesar, terbentuk tonjolan lengan dan
tungkai, jantung primitif mulai berfungsi, denyut jantung terdengar lewat alat elektronik,
sirkulasi dalam bentuk yang primitif, terbentuk hubungan antar pembuluh darah dalam
korion dan antar pembuluh yang sudah tumbuh dengan body stalk.
Kehamilan 10 minggu
Panjang embrio 4 cm, genitalia eksterna terlihat. Membran anus pecah, tangan dan kaki
sudah bisa dikenali, terlihat bentuk manusia.

Janin

12 minggu
Panjang janin 8cm, berat 15 gram, jari tangan serta jari kaki, mata dan telinga, sirkulasi dan
ginjal sudah terbentuk, septum nasi dan palatum telah menyatu, kelenjar endokrin dan sistem
saraf mulai berfungsi.
16 Minggu
Panjang janin 16cm, berat 110 gram, jenis kelamin mudah dikenali, kuku jari tangan dapat
terlihat, denyut jantung terdengar jelas, gerakan janin teraba.
20 Minggu
Panjang janin 22 cm, berat 300 gram, verniks pada kulit, lanugo (bulu buu halus) pada
badan, alis mata, janin kini secara hukum sudah dianggap viable.
24 Minggu
Panjang janin 30cm, berat 600 gram, kulit keriput, lemak terkumpul, perkembangan otak
berlanjut.
28 Minggu
Panjang janin 35 cm, berat 1000 gram, jika lahir bayi ini akan bergerak dengan kuat dan
menangis.
32 Minggu

Panjang janin 42cm, berat 1700 gram, kulit berwarna merah, keriput.
36 Minggu
Panjang janin 46 cm, berat 2500 gram, kuku sudah mencapai ujung jari tangan
40 minggu
Panjang janin 50cm, berat 3400 gram, tubuh bayi sudah terbungkus jaringan lemak, kulit
berwarna merah tidak keriput, semua organ sudah berfungsi kecuali paru paru.

Masa kehidupan intrauterin manusia


Secara umum dibagi menjadi dua tahap:

1. Masa embrional Meliputi masa pertumbuhan intrauterin sampai dengan usia kehamilan 8
minggu, di mana ovum yang dibuahi (zygote) mengadakan pembuahan dan deferensiasi
sel-sel menjadi organ-organ yang hampir lengkap sampai terbebtuk struktur yang akan
berkembang menjadi bentuk manusia. Proses pembentukan organ dari tidak ada menjadi
ada ini (organogenesis) pada beberapa sistem organ, misalnya sistem sirkulasi, berlanjut
terus samapi minggu ke-12, sehingga beberapa sumbermengklasifikasikan pertumbuhan
masa embrional sampai dengan minggu ke-12 (trimester pertama kehamilan).
2. Masa fetal Meliputi masa pertumbuhan intrauterin antara usia kehamilan ke 8-12 sampai
dengan sekitar minggu ke-40 (pada kehamilan normal atau aterm), di mana organisme
yang telah memiliki struktur lengkap tersebut melanjutkan pertumbuhan dan
perkembangan yang pesat, sampai pada keadaan yang memungkinkan untuk hidup dan
berfungsi di dunia luar (ekstrauterin).
TRIMESTER PERTAMA

1. Minggu pertama: disebut sebagai masa germinal. Karakteristik utama masa germinal ini
adalah pembelahan sel. Sejak pembuahan atau fertilisasi ovum oleh sperma, zigot yang
terbentuk membelah diri sampai fase morula-blastula. Menjelang akhir minggu pertama
terjadi implantasi di endometrium kavum uteri.
2. Minggu kedua: terjadi deferensiasi masa seluler embrio menjadi dua lapis 9stadium
bilaminer). Kedua lapisan itu adalah lempeng epiblas (akan menjadi ektoderm) dan
hipoblas (akan menjadi endoderm). Akhir stadium bilaminer ditandai munculnya alur
primitif atau alur sedehana (ptimitive streak).
3. Minggu ketiga: terjadi pembentukan tiga lapis atau lempeng yaitu ektoderm dan
endoderm dengan penyusupan lapisan mesoderm di antaranya, diawali dari daerah
primitive streak. Embrio disebut berada dalam stadium tiga lapis (stadium trilaminer).
Dari perkembangan ptimitive streak terbentuk lempeng saraf (neural plate) dan menjadi
lipatan saraf (neural fold) di bagian kranial. Struktur ini kemudian berkembang menjadi
alur saraf (neural groove) dan nantinya akan menjadi tabung saraf (neural tube)
4. Minggu keempat: pada akhir minggu ke-3 atau ke-4, mulai terbentuk ruas-ruas badan
(somit) sebagai karakteristik pertumbuhan periode ini. Sampai minggu ke-8 samapi ke-12
(akhir trimester pertama) pertumbuhan dan deferensiasi somit terjadi begitu cepat, sampai
dengan akhir minggu ke-8 terbentuk 30-35 somit, disertai dengan perkembangan
berbagai karakteristik fisik lainnya. Beberapa sistem organ melanjutkan pembentukan
awalnya sampai dengan akhir minggu ke-12 (trimester pertama).
TRIMESTER KEDUA

Minggu ke-12 sampai ke-28: karakteristik utama perkembangan intrauterin trimester kedua adalah
penyempurnaan struktur organ umum dan mulai berfungsinya berbagai sistem organ.

1. Sistem sirkulasi: janin mulai menunjukkan adanya aktivitas denyut jantung dan aliran
darah. Dengan alat fetal ekokardiografi, DJJ dapat ditemukan sejak minggu ke-12.
dengan stetoskop laennec DJJ baru dapat terdengar setelah kehamilan 20 minggu. Ada
beberapa struktur anatomik yang terdapat pada masa janin kemudian tertutup atau
mengalami regresi sesudah lahir sampai dewasa, yaitu; foramen ovale, duktus arteriosus
Botalli, arteria dan vena umbilikalis, dan duktus venosus Arantii. Sel darah janin
terutama mengandung HbF (hemoglobin fetal), yang memiliki daya ikat oksigen jauh
lebih tinggi dibandingkan HbA (Hb manusia dewasa) pada suhu dan pH yang sama. HbA
sendiri baru baru diproduksi pada akhir masa fetal, dan pada saat lahir, jumlahnya
mencapai hanya 30% dari seluruh Hb yang terkandung dalam neonatus. Pada kehidupan
ekstrauterin, berangsur-angsur produksi HbF berkurang sampai akhirnya normal tidak
terdapat lagi dalam tubuh individu.
2. Sistem respirasi: janin mulai menunjukkan gerak pernafasan sejak usia 18 minggu.
Pekembangan struktur alveoli paru sendiri baru sempurna pada usia 24-26 minggu.
Surfaktan mulai diproduksi sejak minggu ke-20, tetapi jumlah dan konsistensinya sangat
minimal dan baru adekuat untuk survival ekstrauterin pada akhir trimester ketiga. Aliran
keluar-masu yang terjadi pada pernafasan janin intrauterin bukanlah aliran udara, tetapi
aliran cairan amnion. Seluruh struktur saluran nafas janin sampai alveolus terendam
dalam cairan amnion tersebut.
3. Sistem gastrointestinal: Janin mulai menunjukkan aktivitas gerakan menelan sejak usia
gestasi 14 minggu. Gerakan menghisap aktif tampak pada 26-28 minggu. Cairan empedu
mulai diproduksi sejak skhir trimester pertama, diikuti dengan seluruh enzim-enzim
pencernaan lainnya. Mekonium, isi yang terutama pada saluran pencernaan janin, tampak
mulai usia 16 minggu. Mekonium berasal dari: 1) sel-sel mukosa dinding saluran cerna
yang mengalami deskuamasi dan rontok, 2) cairan atau enzim yang disekresi sepanjang
saluran cerna, mulai dari saliva sampai enzim-enzim pencernaan, 3) cairan amnion yang
diminum oleh janin, yang kadang-kadang mengandung juga lanugo (rambut-rambut
halus dari kulit janin yang rontok) dan sel-sel dari kulit janin atau membran amnion yang
rontok. Oksigenasi janin terutama tetap berasal dari berasal dari sirkulasi meternal-fetal,
melalui plasenta dan tali pusat.
4. Sistem saraf dan neuromuskular: ini merupakan sistem yang palinga awal mulai
menunjukkan aktivitasnya, yaitu sejak usia 8-12 minggu (akhir trimester pertama),
berupa kontraksi otot yang timbul jika terjadi stimulasi lokal. Sejak usia 9 minggu, janin
mampu mengadakan fleksi alat-alat gerak, dengan refleks-refleks dasar yang sangat
sederhana (fleksi satu sisi diikuti juga fleksi sisi lainnya). Terjadi juga berbagai gerakan
spontan (spontaneus movement). Namun ukuran janin pada akhir trimester pertama ini
masih kecil, sehingga gerakan-gerakan janin belum dapat dirasakan oleh ibunya. Sejak
usia 13-14 minggu (awal trimester kedua), gerakan-gerakan janin baru mulai dapat
dirasakan ibunya. Terdapat hubungan antara keadaan emosional ibu dengan tingkat
aktivitas janin (misalnya, saat ibu marah atau gembira, gerak janin lebih sering atau kuat,
sebaliknya waktu ibu sedih atau depresi atau ketakutan, gerak janin lebih sedikit atau
lemah). Hal ini disebabkan oleh pengaruh variasi kadar hormon adrenalin ibu yangjuga
ditransfer ke janin melelui sirkulasi plasenta.

5. Sitem saraf sensorik khusus atau indera: mata yang terdiri dari lengkung bakal lensa (lens
placode) dan bakal bola mata atau mangkuk optik (optic cup) pada awalnya menghadap
ke lateral, kemudian berubah letaknya ke permukaan ventral wajah. Saraf penglihatan
atau nervus optikus merupakan derivar ektoderm, memasuki bola mata dari bagian
posterior. Telinga yang berasal dari vesikel otik (otic vesicles) bergeser ke sisi lateral
kepala, menempati tempatnya yang tetap. Telinga luar memperoleh inervasi sensorik dari
nervus facialis, telinga dalam (organ pendengaran dan keseimbangan) memperoleh
inervasi dari derivat ektoderm nervus vestibulokoklearis. Hidung yang berasal dari bakal
olfaktoris (olfactory placode) merupakan penebalan ektoderm permukaan di daerah
wajah, memperoleh inervsi sensorik dari nervus olfaktorius. Lidah berasal dari lengkung
faring endoderm, kemudian memperoleh inervasi sensorik dari cabang nervus trigeminus
dan nervus facialis, serta inervasi motorik dari nervus hipoglosus dan nervus laryngeus
superior.
6. Sistem urinarius: glomerulus ginjal mulai terbentuk sejak usia 8 minggu. Pada kehamilan
20 minggu jumlah glomerulus diperkirakan mencapai 300-400 ribu. Ginjal mulai
berfungsi sejak awal trimester kedua, dan di dalam vesica urinaria dapat ditemukan urine
janin, yang keluar melalui uretra dan bercampur dengan cairan amnion. Produksi urune
kira-kira 0,05-0,10 cc/menit. Ginjal belum sepenuhnya berfungsi, baik fungsi filtrasi
maupun ekskresi, karena vaskularisasi juga relatif masih sedikit.
7. Sistem endokrin: kortikotropin dan tirotropin mulai diproduksi di hipofisis janin sejak 10
minggu, mulai berfungsi untuk merangsang perkembangan kelenjar suprarenal dan
kelenjar tiroid. Setelah kelenjar-kelenjar itu berkembang, produksi dan sekresi hormonhormonnya juga milau berlangsung. Hormon maternal maupun plasenta juga
didistribusikan dalan jumlah besar ke dalam sirkulasi janin, dan aktivitasnya juga
mempengaruhi pertumbuhan janin, lebih daripada hormon yang diproduksi janin itu
sendiri. Kelenjar-kelenjar reproduksi pria (testis) juga menghasilkan testosteron dan
androstenedion, namun pada wanita (ovarium) tidak ditemukan sekresi estrogen dan
progesteron, kemungkinan karena belum terjadi pematangan teka dan gralukosa folikel
lebih lanjut.
Perubahan setiap bulan:

1. Bulan ketiga: wajah terbentuk makin sempurna, letak organ wajah sesuai tempatnya. Alat
kelamin luar berkembang. Lengkung usus yang terdesak ke arah tali pusat kembali
tercakup dalam rongga abdomen. Mulai terdeteksi gerakan otot atau refleks gerak
sederhana, tetapi belum sampai menimbulkan sensasi pada ibu. Pada akhir ke-12, jenis
kelamin fetus umumnya sudah diidentifikasi melelui pemeriksaan ultrasonografi.
2. Bulan keempat-kelima: tubuh janin memanjang dengan cepat, pertambahan berat
mencapai 500 g. Tumbuh rambut-rambut halus (lanugo), rambut kepala, alis, dan bulu
mata. Gerakan janin mulai dapat dirasakan oleh ibu.
3. Bulan keeanm-tujuh: berat badan bertambah banyak, sampai dengan separuh berat janin
pada kehamilan aterm. Kulit kemerahan dan keriput karena belum terbentuknya jaringan
ikat subkutis. Susunan saraf pusat, kardiovaskular danpernafasan belum berfungsi
sempurna dan diantara ketiganya belum dapat berkoordinasi baik, sehingga jika janin
pada periode ini tidak akan dapat bertahan hidup.

TRIMESTER KETIGA
Minggu ke-28 sampai dengan minggu ke 38-42. Karakteristik utama perkembangan intrauterin pada
trimester ketiga adalah penyempurnaan struktur organ khusus / detail dan penyempurnaan fungsi berbagai
sistem organ. Satu karakteristik perkembangan akhir masa janin adalah perlambatan pertumbuhan kepala
relatif terhadap perumbuhan badan. Pada awal bulan ke-3, ukuran kepala merupakan separuh ukuran
kepala-bokong (crown-rump length / CRL), tetapi sejak awal bulan ke-5, ukuran kepala relatif berkurang
menjadi sepertiga dari CRL, sampai pada saat lahir ukuran kepala hanya seperempat dari CRL. Hal ini
disebabkan peningkatan pertumbuhan badan dan ekstremitas, bersama dengan penurunan pertumbuhan
kepala.
Perubahan setiap bulan:

1. Bulan ketujuh-kedelapan: endapan lemak subkutis meningkat, sehingga janin


memperoleh bentuk membulat atau menggemuk. Produksi kelenjar lemak kulit juga
menghasilkan lapisan vernix caseosa yang melapisi kulit janin. Sejak usia 28 minggu
lengkap, telah terbentuk koordinasi antara sistem saraf pusat, pernafasasn dan
kardiovaskular, meskipun masih sangat minimal. Janin yang lahir pada masa ini dapat
bertahan hidup, namun diperlukan tunjungan hidup berupa perawatan intensif yang
sangat baik untuk mencapai hasil optimal.
2. Bulan kesembilan: pertumbuhan kepala maksimal, lingkar kepala menjadi lingkar
terbesar daripada seluruh bagian tubuh. Pada bayi laki-laki, testis mulai turun ke
tempatnya di dalam skrotum.
Saat lahir: terjadi mekanisme adaptasi berbagai struktur janin. Di antaranya, paru yang semula
kolaps karena belum terisi udara, sejak lahir menjadi mengembang karena terisi udara
pernafasan. Berbagai struktur dalam sistem kardiovaskular menutup. Sejak tali pusat diputuskan,
sirkulasi feto-maternal melalui plasenta dan pembuluh darah umbilikus terputus, dan bayi
terpisah dari sirkulasi ibunya.
.
Proses Terbentuknya janin laki-laki dan perempuan
Proses terbentuknya janin laki-laki dan perempuan dimulai dari deferensiasai gonad. Awalnya sel sperma
yang berkromosom Y akan berdeferensiasi awal menjadi organ jantan dan yang X menjadi organ betina.
Deferensiasi lanjut kromosom Y membentuk testis sedangkan kromosom X membentuk ovarium. Proses
deferensiasi menjadi testis dimulai dari degenerasi cortex dari gonad dan medulla gonad membentuk
tubulus semineferus. Di celah tubulus sel mesenkim membentuk jaringan intertistial bersama sel leydig.
Sel leydig bersama dengan sel sertoli membentuk testosteron dan duktus muller tp duktus muller
berdegenerasi akibat adanya faktor anti duktus muller, testosteron berdeferensiasi menjadi epididimis, vas
deferent, vesikula seminlis dan duktus mesonefros. Karena ada enzim 5 alfareduktase testosteron
berdeferensiasi menjadi dihidrotestosteron yang kemudian pada epitel uretra terbentuk prostat dan
bulbouretra. Selanjunya mengalami pembengkakan dan terbentuk skrotum. Kemudian testis turun ke
pelvis terus menuju ke skrotum. Mula-mula testis berada di cekukan bakal skrotum saat skrotum mkin
lmamakin besar testis terpisah dari rongga pelvis.
Sedangkan kromosom X yang telah mengalami deferensiasi lanjut kemudian pit primer berdegenerasi
membentuk medula yang terisi mesenkim dan pembuluh darah, epitel germinal menebal membentuk sel
folikel yang berkembang menjadi folikel telur. Deferensiasi gonad jadi ovarium terjadi setelah beberapa
hari defrensiasi testis. Di sini cortex tumbuh membina ovarium sedangkan medula menciut. PGH dari
placenta mendorong pertumbuhan sel induk menjadi oogonia, lalu berplorifrasi menjadi oosit primer.
Pada perempuan duktus mesonefros degenerasi. Saat gonad yang berdeferensiasi menjadi ovarium turun
smpai rongga pelvis kemudian berpusing sekitar 450 letaknya menjadi melintang.

Penis dan klitoris awalnya pertumbuhannya sama yaitu berupa invagina ectoderm. Klitoris sebenarnya
merupakan sebuh penis yang tidak berkembang secara sempurna. Pada laki-laki evagina ectoderm
berkembang bersama terbawanya sinus urogenitalis dari cloaca.
Li 2. MM kehamilan dengan Anemia
Lo 2.1 Pengaruh Anemia dlm kehamilan
Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 gr%.
Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobindibawah 11 gr% pada
trimester I dan III atau kadar < 10,5 gr% pada trimester II

Bahaya selama kehamilan


Dapat terjadi karena abortus
Persalinan premature
Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
Mudah terjadi infeksi
Ancaman decompensasi cordes (Hb<6gr%)
Mola hidatidosa
Hiperemesis gravidarum
Perdarahan antepartum
Ketuban pecah dini
Dapat terjadi cacat bawaan
Bayi mudah terkena infeks
Ancaman decompensasi cordes (Hb<6gr%)
Mola hidatidosa
Bahaya terhadap janin
Abortus
Terjadi kematian intra uteri
Persalinan prematur tinggi
Berat badan lahir rendah
Kelahiran dengan anemia
Hiperemesis gravidarum
Perdarahan antepartum
Ketuban pecah dini
Lo 2.2 jenis jenis anemia pada kehamilan
ANEMIA DEFISIENSI BESI
Anemia defisiensi besi merupakan tahap defisiensi besi yang paling parah, yang ditandai oleh penurunan
cadangan besi, konsentrasi besi serum, dan saturasi transferin yang rendah dan konsentrasi hemoglobin
atau nilai hematokrit yang menurun. Pada kehamilan, kehilangan zat besi terjadi akibat pengalihan besi
maternal ke janin untuk eritropoiesis, kehilangan darah pada saat persalinan, dan laktasi yang jumlah
keseluruhannya dapat mencapai angka 900mg atau setara dengan 2 liter darah. Oleh karena sebagian
besar perempuan mengawali kehamilan dengan cadangan besi rendah, maka kebutuhan tambahan ini
berakibat pada anemia defisiensi besi.
Menurut Mochtar (1998), disebutkan bahwa penyebab terjadinya anemia adalah :
Kurang gizi (mal nutrisi)
Kurang zat besi dalam diet (diet pantang telur, daging, hati, ikan)
Mal Absorbsi
Penderita gangguan penyerapan zat besi dalam usus dapat menderita anemia. Bisa terjadi karena
gangguan pencernaan atau dikonsumsinya substansi penghambat seperti kopi, teh atau serat
makanan tertentu tanpa asupan zat besi yang cukup.
Kehilangan banyak darah : persalinan yang lalu, dan lain-lain
Semakin sering seorang anemia mengalami kehamilan dan melahirkan akan semakin banyak
kehilangan zat besi dan akan menjadi anemia. Jika cadangan zat besi minimal, maka setiap
kehamian akan menguras persediaan zat besi tubuh dan akan menimbulkan anemia pada
kehamilan berikutnya.
Penyakit-Penyakit Kronis (TBC Paru, Cacing usus, dan Malaria)
Diagnosis

ANAMNESIS
Keluhan : lekas lelah, kurang konsentrasi, sulit bernafas, mengantuk
Anamnesis makanan : anemia nutrisional.
Pekerjaan pasien : kontak dengan zat-zat kimia, pekerja tani, penyemprot hama, daerah malaria,
alat-alat keselamatan kerja, lingkungan kerja dsb.
Riwayat ikterus ringan sampai kencing berwarna teh pekat, untuk mengetahui apakah pasien
mengalami anemia hemolitik.
Riwayat memakai obat-obatan tertentu, makan jamu, zat-zat pembersih rumah tangga.
Riwayat penyakit seperti apakah menderita penyakit kronik seperti penyakit ginjal, hati,
tuberkulosis, diabetes.
Apakah ada penyakit-penyakit tertentu didalam keluarga seperti talasemia dan penyakit-penyakit
genetik lain.
Suku bangsa dan tradisi-tradisi tertentu.

PEMERIKSAAN FISIK
Tanda-tanda pucat, memar, bintik-bintik merah/biru dibeberapa bagian tubuh.
Kuku dapat dijumpai Koilonychia ( sudah jarang )
Perdarahan gusi, perdarahan gastrointestinal, respiratoar, urogenital. Wajah tampak pucat,
konjungtiva pucat.
Pemeriksaan limpa, hati dan ginjal.
Pemeriksaan gastrointestinal, apakah ada teraba massa.
Pemeriksaan thorax.
Apakah ada ulkus-ulkus kronik pada tungkai, tanda adanya penyakit talasemia, anemia sel sabit
dan adanya pembengkakan tanda trombosis vena dalam.
Keluhan-keluhan seperti kebas-kebas atau tanda-tanda neurologis yang jelas seperti kelainan
refleks yang dapat merupakan tanda kurangnya vitamin B12.

- PEMERIKSAAN PENUNJANG
Terdapat 3 tahap diagnosis ADB:
Menentukan adanya anemia dengan mgnukur kadar hemoglobin atau hematokrit
Memastikan adanya defisiensi besi
Menentukan penyebab dari defisiensi besi yang terjadi
Anemia hipokromik makrositer pada hapusan darah tepi, atau MCV <80 fl dan MCHC ,31% dengan salah
satu dari a,b,c,d:
Dua dari tiga parameter dibawah ini:
Besi serum <50mg/dl
TIBC >350mg/dl
Saturasi transferin <15%
Feritin serum <20mg/l
Pengecatan sumsum tulang dengan biru prusia (Perls stain) menunjukan cadangan besi (butirbutir hemosiderin) negatif
Pemberian sulfas ferosus 3x200mg/hari selama 4 minggu disertai kenaikan kadar hemoglobin
lebih dari 2gr/dl.
Pencegahan
Kondisi anemia adalah suatu kondisi yang mudah dikendalikan dan diperbaiki bila penyebabnya adalah
kekurangan nutrisi atau bahan baku pembentukan hemoglobin. Bila kondisi anemia yang terjadi pada ibu

adalah akibat perdarahan, penyakit darah atau kelainan tubuh lainnya, maka kondisi anemia
membutuhkan perhatian lebih lanjut dan advis dokter.
Perbaikan diet/pola makan
Penyebab anemia terbanyak pada ibu hamil adalah diet yang buruk. Perbaikan pola makan dan
kebiasaan makan yang sehat dan baik selama kehamilan akan membantu ibu untuk mendapatkan
asupan nutrisi yang cukup sehingga dapat mencegah dan mengurani kondisi anemia.
Konsumsilah bahan kaya protein, zat besi dan Asam folat
Bahan kaya protein dapat diperoleh dari hewan maupun tanaman. Daging, hati, dan telur adalah
sumber protein yang baik bagi tubuh. Hati juga banyak mengandung zat besi, vitamin A dan berbagai
mineral lainnya. Kacang-kacangan, gandum/beras yang masih ada kulit arinya, beras merah, dan
sereal merupakan bahan tanaman yang kaya protein nabati dan kandungan asam folat atau vitamin B
lainnya. Sayuran hijau, bayam, kangkung, jeruk dan berbagai buah-buahan kaya akan mineral baik zat
besi maupun zat lain yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah dan hemoglobin.
Batasi penggunaan antasida
Antasida atau obat maag yang berfungsi menetralkan asam lambung ini umumnya mengandung
mineral, atau logam lain yang dapat menganggu penyerapan zat besi dalam tubuh. Oleh karena itu
batasi penggunaannya dan gunakan sesuai aturan pemakaian.
Pencegahan anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan suplementasi besi dan asam folat. WHO
menganjurkan untuk memberikan 60mg besi selama 6 bulan untuk memenuhi kebutuhan fisiologik
selama kehamilan. Namun banyak literatur menganjurkan dosis 100mg besi setiap hari selama 16
minggu atau lebih pada kehamilan. Di wilayah-wilayah dengan prevalensi anemia yang tinggi,
dianjurkan untuk memberikan suplementasi sampai tiga bulan post partum.
Tatalaksana
Saat hamil zat besi dibutuhkan lebih banyak daripada saat tidak hamil. Pada kehamilan memerlukan
tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan
plasenta, kebutuhan zat besi pada setiap trimester berbeda. Terutama pada trimester kedua dan ketiga
wanita hamil memerlukan zat besi dalam jumlah banyak, oleh karena itu pada trimester kedua dan ketiga
harus mendapatkan tambahan zat besi. Oleh karena itu pencegahan anemia terutama di daerah-daerah
dengan frekuensi kehamilan yang tinggi sebaiknya wanita hamil diberi sulfas ferrossus atau glukonas
ferrosus, cukup 1 tablet sehari, selain itu wanita dinasihatkan pula untuk makan lebih banyak protein dan
sayur-sayuran yang banyak mengandung mineral serta vitamin. Terapinya adalah oral (pemberian ferro
sulfat 60 mg / hari menaikkan kadar Hb 1,00 gr% dan kombinasi 60 mg besi + 500 mcg asam folat) dan
parenteral (pemberian ferrum dextran sebanyak 1000 mg (20 ml) intravena atau 2 x 50 ml gr diberikan
secara intramuskular pada gluteus maksimus dapat meningkatkan Hb relatif lebih cepat yaitu 2,00 gr%
(dalam waktu 24 jam). Pemberian parentral zat besi mempunyai indikasi kepada ibu hamil yang terkena
anemia berat). Sebelum pemberian rencana parenteral harus dilakukan test alergi sebanyak 0,50 cc / IC.
Kebutuhan tablet besi pada kehamilan menurut Jordan (2003), dijelaskan bahwa : Pada kehamilan dengan
janin tunggal kebutuhan zat besi terdiri dari : 200-600 mg untuk memenuhi peningkatan massa sel darah
merah, 200-370 mg untuk janin yang bergantung pada berat lahirnya, 150-200 mg untuk kehilangan
eksternal, 30-170 mg untuk tali pusat dan plasenta, 90-310 mg untuk menggantikan darah yang hilang
saat melahirkan.
Dengan demikian kebutuhan total zat besi pada kehamilan berkisar antara 440-1050 mg dan 580-1340 mg
dimana kebutuhan tersebut akan hilang 200 mg (Walsh V, 2007) melalui ekskresi kulit, usus, urinarius.
Untuk mengatasi kehilangan ini, ibu hamil memerlukan rata-rata 30,00-40,00 mg zat besi per hari.
Kebutuhan ini akan meningkat secara signifikan pada trimester terakhir, yaitu rata-rata 50,00 mg / hari
pada akhir kehamilan menjadi 60,00 mg / hari. Zat besi yang tersedia dalam makanan berkisar 6,00
sampai 9,00 mg / hari, ketersediaan ini bergantung pada cakupan diet. Karena itu, pemenuhan kebutuhan
pada kehamilan memerlukan mobilisasi simpanan zat besi dan peningkatan absorbsi.

Komplikasi
Komplikasi anemia dalam kehamilan memberikan pengaruh langsung terhadap janin, sedangkan
pengaruh komplikasi pada kehamilan dapat diuraikan, sebagai berikut :
Bahaya Pada Trimester I
Pada trimester I, anemia dapat menyebabkan terjadinya missed abortion, kelainan congenital, abortus
/ keguguran.
Bahaya Pada Trimester II
Pada trimester II, anemia dapat menyebabkan terjadinya partus premature, perdarahan ante partum,
gangguan pertumbuhan janin dalam rahim, asfiksia intrapartum sampai kematian, gestosis dan mudah
terkena infeksi, dan dekompensasi kordis hingga kematian ibu.
Bahaya Saat Persalinan
Pada saat persalinan anemia dapat menyebabkan gangguan his primer, sekunder, janin lahir dengan
anemia, persalinan dengan tindakan-tindakan tinggi karena ibu cepat lelah dan gangguan perjalanan
persalinan perlu tindakan operatif (Mansjoer dkk, 2008).
ANEMIA MEGALOBLASTIK
Anemia megaloblastik biasanya disebabkan karena kekurangan asam folat, jarang sekali karena
kekurangan vitamin B12. Selama masa hamil asupan folat yang dianjurkan setiap hari adalah 0,4 mg
asam folat (Mochtar, 1998).
Gejala klinis anemia megaloblastik anatara lain mual muntah, cepat lelah, sering pusing, dan
sinkop. Terapi asam folat yang diberikan kepada ibu hamil yang menderita anemia megaloblastik
sebanyak 1gr/hari per oral (Manuaba, 1998).
Diagnosis anemia megaloblastik dibuat apabila ditemukan megaloblas atau promegaloblas dalam
darah atau sumsum tulang. Sifat khas makrositer dan hiperkrom tidak selalu ditemukan, kecuali bila
anemianya sudah berat. Sering kali anamianya normositer dan normikrom karena biasanya berdampingan
dengan defisiensi besi dalam kehamilan. Peribahan dalam leukopoesis, seperti metamielosit datia dan sel
batang datia yang kadang-kadang diserta vakuolisasi, dan hiperpegmentasi grnulisit terjadi lebih dini pada
defisiensi asam folik dan B12. Diagnosis pasti baru dapat dibuat dengan percobaan penyerapan
(absorption test) dan pengeluaran (clearance test) asam folik.
Pengobatannya:
a. Asam folat 15 30 mg per hari
b. Vitamin B12 3 X 1 tablet per hari
c. Sulfas ferosus 3 X 1 tablet per hari
d. Pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lamban sehingga dapat diberikan transfusi darah.
Prognosis untuk anemia megaloblastik cukup baik jika terapi diberikan secra rutin, dan hampir selalu
berhasil. Apabila penderita mencapai masa nifas dengan selamat dengan atau pengobatan, maka
anemianya akan sembuh dan tidak akan kambuh lagi, karena kebutuhan asam folat jauh berkurang ketika
bayi sudah lahir. Anemia megaloblastik yang berat pada kehamilan dan tidak diobati memiliki prognosis
yang buruk, angka kematian bagi ibu mendekati 50% dan bagi anak 50%.
ANEMIA HIPOPLASTIK (8%)
Anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang, membentuk sel darah merah baru.Untuk
diagnostik diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan diantaranya adalah darah tepi lengkap, pemeriksaan
pungsi ekternal dan pemeriksaan retikulosit.
ANEMIA HEMOLITIK (0,7%)
Anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari
pembuatannya.Gejala utama adalah anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah, kelelahan,
kelemahan, serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital.Pengobatannya tergantung

pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya.Bila disebabkan oleh infeksi maka infeksinya diberantas
dan diberikan obat-obat penambah darah.Namun pada beberapa jenis obat-obatan, hal ini tidak memberi
hasil.Sehingga transfusi darah berulang dapat membantu penderita ini.
Li 3 MM Persalinan normal
Lo 3.1 Mekanisme Persalinan Normal
Beberapa Istilah Yang Ada Hubungannya Dengan Partus
Menurut Cara Persalinan
- Partus normal disebut juga partus spontan yaitu proses lahirnya bayi dengan tenaga ibu sendiri, tanpa
bantuan alat-alat, serta tidak melukai bayi dan ibu, yang umumnya berlansung kurang dari 24 jam.
- Partus abnormal yaitu persalinan parvaginan dengan bantuan alat-alat atau melalui dinding perut
dengan operas caesarea.
Menurut Usia Kehamilan
- Abortus (keguguran) adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup (viable) berat janin di
bawah 1000 gram, usia kehamilan di bawah 28 minggu.
- Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada kehamilan 28-36 minggu, janin dapat
hidup tetapi prematur, berat janin antara 1000-2500 gram.
- Partus maturus atau aterm (cukup bulan) adalah partus pada kehamilan 37-40 minggu, janin matur,
berat badan diatas 2500 gram.
- Partus post maturus (serotinus) adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus
yang ditaksir, janin disebut post matur.
- Partus presipatatus adalah partus yang berlangsung cepat, mungkin di kamar mandi, di atas beca dan
sebagainya.
- Partus percobaan adalah suatu penilaian kemajuan persalinan untuk memperoleh bukti tentang ada
atau tidaknya disproporsi sefalopelvik.
Tanda-tanda Permulaan Persalinan
Sebelum terjadi kehamilan/persalinan beberapa minggu sebelumnya, wanita hamil memasuki bulannya
atau minggunya atau harinya yang disebut kala pendahuluan. (Prepatory Stage of Labor). Tandanya
adalah sebagai berikut :
- Lightening atau settling atau dropping yaitu kepala turun memasuki pintu atas panggul terutama pada
primigravida.
- Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteri turun.
- Perasaan sering atau susah kencing (polikisuria) karena kandun kemih tertekan oleh bagian terbawah
janin.
- Perasaan sakit di perut dan di pinggang oleh adanya kontraksi-kontraksi lemah uterus, kadang disebut
false labor pains.
- Serviks menjadi lembek, mulai mendatar, dan sekresinya bertambah bisa bercampur darah (bloody
show).
Tanda-tanda Inpartu
- Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering, dan teratur.
- Keluar lendir bercampur darah (show) yang lebih banyak robekan-robekan kecil pada serviks.
- Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya.
- Pada pemeriksaan dalam : serviks mendatar dan pembukaan telah ada.
Tahap Tahap Persalinan
Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu :
a. Kala I (kala pembukaan)

Waktu untuk pembukaan serviks sampai pembukaan lengkap 10 cm ditandai dengan keluarnya lendir
bercampur darah, karena serviks mulai membuka dan mendatar. Darah berasal dari pecahnya
pembuluh darah kapiler sekitar kanalis servikalis. Kala pembukaan dibagi atas 2 fase yaitu :
1) Fase laten: dimana pembukaan serviks berlangsung lambat sampai pembukaan 3 cm berlangsung
7-8 jam.
2) Fase aktif : berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas 3 subfase.
a) Periode akselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan 4 cm.
b) Periode dilatasi maksimal : selama 2 jam, pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm.
c) Periode deselerasi : berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam pembukaan menjadi 10 cm atau
lengkap.
b. Kala II (kala pengeluaran janin)
Pada kala II, his terkoordinir, cepat, dan lebih lama, kira-kira 2-3 menit sekali, kepala janin telah
turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara
reflektoris menimbulkan rasa mengedan, karena tekanan pada rektum, ibu merasa seperti mau BAB,
dengan tanda anus terbuka.
Pada waktu his kepala janin mulai kelihatan, vulva membuka perineum merenggang, dengan his
mengedan terpimpin akan lahirkan kepala, diikuti oleh seluruh badan janin, kala II pada primi 1 -2
jam, pada multi -1 jam.
c. Kala III (kala pengeluaran uri)
Setelah bayi lahir, kontraksi rahim istirahat sebenar, uterus terata keras dengan fundus uteri setinggi
pusat, dan berisi plasenta yang menjadi tebal 2 x sebelumnya. Beberapa saat kemudian timbul his
pelepasan dan pengeluaran uri, dalam waktu 1-5 menit seluruh plasenta terlepas, terdorong ke dalam
vagina dan akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan dari atas simfisis atau fundus uteri,
seluruh proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir, pengeluaran plasenta disertai
dengan pengeluaran darah kira-kira 100-200 cc.
Ada 3 tanda lepasnya plasenta :
- Perubahan ukuran dan bentuk uterus.
- Tali pusat memanjang.
- Semburan darah.
Perasat-perasat untuk mengetahui lepasnya uri :
- Kustner
Dengan meletakkan tangan disertai tekanan di atas symphisis tali pusat ditegangkan, jika tali pusat
masuk berarti belum lepas, jika diam/maju berarti sduah lepas.
- Strassman
Tegangkan tali pusat dan ketok pada fundus, bila tali pusat bergetar berarti belum lepas, bila
diam/turun berarti sudah lepas.
- Klein
Sewaktu ada his, rahim kita dorong sedikit, bila bergetar kembali berarti belum lepas, bila diam/turun
berarti sudah lepas.
d. Kala IV
Adalah kala pengawasan selama 1 jam setelah bayi lahir dan uri lahir untuk mengamati keadaan ibu
terutama terhadap bahaya perdarahan post partum.

Tiga Faktor penting yang memegang peranan pada persalinan


1. Kekuatan- kekuatan yang ada pada ibu, seperti kekuatan his dan kekuatan mengedan
a. His atau tenaga yang mendorong anak keluar adalah kontraksi otot rahim pada persalinan, pada
bulan terakhir dari kehamilan sebelumnya persalinan dimulai sudah ada kontraksi rahim.
- His pendahuluan: tidak teratur menyebabkan nyeri perut bagian bawah dan lipatan paha tapi
tidak menyebabkan nyeri yang memancar dari pinggang ke perut bagian bawah, mis:
persalinan.
- His persalinan: kontraksi dari otot rahim yang psikologis lainnya yang bersifat nyeri, dan
nyeri ini mungkin disebabkan oleh sel-sel otot saat kontraksi rahim bersifat otonom tidak
dipengaruhi oleh tekanan misalnya: Rangsangan oleh jari-jari yang dapat menimbulkan
kontraksi hi s
Menurut faalnya his persalinan dapat dibagi dalam:
- His pembukaan = his yang menimbulkan pembukaan dari cervix
- His pengeluaran = his yang mendorong anak keluar. His pengeluaran biasanya disertai dengan
keinginan mengejan.
- His pelepasan uri yang melepaskan uri.
His adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari daerah fundus uteri
pada daerah di mana tuba falopii memasuki dinding uterus, awal gelombang tersebut didapat dari
pacemaker yang terdapat di dinding uterus daerah tersebut. Resultante efek gaya kontraksi tersebut
dalam keadaan normal mengarah ke daerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis (jalan laihir)
yang membuka, untuk mendorong isi uterus ke luar. His dapat terjadi sebagai akibat dari :
- Kerja hormon oksitosin
- Regangan dinding uterus oleh isi konsepsi
- Rangsangan terhadap pleksus saraf Frankenhauser yang tertekan massa konsepsi.
His dikatakan baik dan ideal apabila :
- Kontraksi simultan simetris di seluruh uterus
- Kekuatan terbesar (dominasi) di daerah fundus
- Terdapat periode relaksasi di antara dua periode kontraksi
- Terdapat retraksi otot-otot korpus uteri setiap sesudah his
- Serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan kurang mengandung serabut otot,akan
tertarik ke atas oleh retraksi otot-otot korpus, kemudian terbuka secara pasif dan mendatar
(cervical effacement). Ostium uteri eksternum dan internum pun akan terbuka.
Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya nyeri saat his berlangsung adalah :
- Iskemia dinding korpus uteri yang menjadi stimulasi serabut saraf di pleksus hipogastrikus
diteruskan ke sistem saraf pusat menjadi sensasi nyeri
- Peregangan vagina, jaringan lunak dalam rongga panggul dan peritoneum, menjadi rangsang
nyeri.
- Keadaan mental pasien (pasien bersalin sering ketakutan, cemas/ anxietas, atau eksitasi).
- Prostaglandin meningkat sebagai respons terhadap stress
Hal yang penting dinilai mengenai His adalah :
- Amplitudo : intensitas kontraksi otot polos : bagian pertama peningkatan agak cepat, bagian
kedua penurunan agak lambat.
- Frekuensi : jumlah his dalam waktu tertentu (biasanya per 10 menit)
- Satuan his : unit Montevide (intensitas tekanan / mmHg terhadap frekuensi).
b. Tenaga mengedan. Tenaga ini serupa dengan tenaga mengejan waktu kita buang air besar tapi
jauh lebih kuat lagi. Waktu kepala sampai pada dasar panggul, timbul suatu reflex yang

mengakibatkan psien menutup glottisnya, mengkontraksikan otot-otot perutnya dan menekan


diafragmanya kebawah. Tenaga mengejan ini hanya dapat berhasil, kalau pembukaan sudah
lengkap dan paling efektif sewaktu kontraksi rahim. Tenaga ini juga melahirkan placenta setelah
placenta lepas dari dinding rahim.
2. Keadaan jalan lahir
3. Keadaan janinnya sendiri
Mekanisme Persalinan
Turunnya kepala
Bila his cukup kuat kepala akan turun, dan mulai masuk kedalam rongga panggul. Masuknya kepala
melintasi pintu atas panggul dapat terbagi atas dua keadaan
1. Sinklitismus, yaitu bila arah sumbu kepala janin tegak lurus dengan bidang pintu atas panggul.
2. Asinklitismus ialah, yaitu arah sumbu kepala janin miring dengan bidang pintu atas panggul.
Asinklitismus terbagi atas dua bagian :
- Asinklitismus anterior: menurut Naegele ialah apabila arah sumbu kepala membuat sudut lancip
ke depan dengan pintu atas panggul.
- Asinklitismus posterior: menurut Litzman; yaitu keadaan sebaliknya dari asinklitismus anterior.
Keadaan asinklitismus anterior lebih menguntungkan dari pada mekanisme turunnya kepala dengan
asinklitismus posterior karena ruangan pelvis di daerah posterior adalah lebih luas dibandingkan ruangan
pelvis di daerah anterior. Hal asinklitismus lebih penting, apabila daya akomodasi panggul agak terbatas.
Fleksi
Flexi disebabkan karena anak didorong maju dan sebaliknya mendapat tahanan dari pinggir pintu atas
panggul, cervix, dinding panggul dan dasar panggul.
Rotasi (putaran paksi dalam)
Akibat kombinasi elastisitas diafragma pelvis dan tekanan intrauterin disebabkan oleh his yang
berulang-ulang. Di dalam hal mengadakan rotasi ubun-ubun kecil akan berputar kearah depan,
sehingga di dasar panggul ubun-ubun kecil berada di bawah simfisis.
Defleksi / ekstensi
Sesudah kepala janin sampai di dasar panggul dan ubun-ubun kecil dibawah simfisis, maka dengan
suboksipot sebagai hipomoklion, kepala akan mengadakan gerakan defleksi untuk dapat dilahirkan.
Pada tiap his, vulva lebih membuka dan kepala janin makin tampak. Perineum menjadi makin lebar
dan tipis, anus membuka dinding rektum. Dengan kekuatan his bersama dengan kekuatan mengedan,
berturut-turut tampak bregma, dahi, muka dan akhirnya dagu. Pada kepala bekerja dua kekuatan, yang
satu mendesaknya ke bawah dan satunya disebabkan tahanan dasar panggul yang menolaknya keatas.
Putaran paksi luar
Adalah gerakan kembali sebelum putaran paksi dalam terjadi, untuk menyesuaikan kedudukan kepala
dengan punggung anak. Bahu melintasi pintu atas panggul dalam keadaan miring. Di dalam rongga
panggul bahu akan menyesuaikan diri dengan bentuk panggul yang dilaluinya, sehingga didasar
panggul, apabila kepala telah dilahirkan, bahu akan berada dalam posisi depan belakang. Selanjutnya
dilahirkan bahu depan terlebih dahulu baru kemudian bahu belakang. Demikian pula dilahirkan
trokanter depan terlebih dahulu, baru trokanter belakang. Kemudian bayi lahir sepenuhnya
.

3.2 Cara Memimpin Persalinan


Pembagian Fase/Kala Persalinan
Pembagian fase/kala persalinan menurut WIknyosastro, dkk (1999 : 181) sebagai berikut:
Kala 1 Pematangan dan pembukaan serviks sampai lengkap (kala pembukaan)
Kala 2 Pengeluaran bayi (kala pengeluaran)
Kala 3 Pengeluaran plasenta (kala uri)
Kala 4 Masa 1 jam setelah partus, terutama untuk observasi
Tahap Persalinan
Kala 1 fase laten
Fase aktif
Pembukaan serviks
Kala 2
Kala 3

Nullipara
Kurang dari 20 jam
5 8 jam
Rata-rata 1,2 cm/jam
Kurang dari 2 jam
Kurang dari 30 menit

Multipara
Kurang dari 14 jam
2 5 jam
Rata-rata 1,5 cm/jam
Kurang dari 1 jam
Kurang dari 30 menit

Proses Berlangsungnya Persalinan Normal


Persalinan Kala 1 : Fase Pematangan/Pembukaan Serviks
Persalinan kala 1 dimulai pada waktu serviks membuka karena his : kontraksi uterus yang teratur, makin
lama, makin kuat, makin sering, makin terasa nyeri, disertai pengeluaran darah-lendir yang tidak lebih
banyak daripada darah haid. Persalinan kala 1 berakhir pada waktu pembukaan serviks telah lengkap
(pada periksa dalam, bibir porsio serviks tidak dapat diraba lagi). Selaput ketuban biasanya pecah spontan
pada saat akhir kala I.
- Fase laten : pembukaan sampai mencapai 3 cm, berlangsung sekitar 8 jam.
- Fase aktif : pembukaan dari 3 cm sampai lengkap (+ 10 cm), berlangsung sekitar 6 jam.
o Fase akselerasi (sekitar 2 jam), pembukaan 3 cm sampai 4 cm.

o
o

Fase dilatasi maksimal (sekitar 2 jam), pembukaan 4 cm sampai 9 cm.


Fase deselerasi (sekitar 2 jam), pembukaan 9 cm sampai lengkap (+ 10 cm).

Peristiwa penting pada persalinan kala 1 :


a. Keluar lendir / darah (bloody show) akibat terlepasnya sumbat mukus (mucous plug) yang selama
kehamilan menumpuk di kanalis servikalis, akibat terbukanya vaskular kapiler serviks, dan akibat
pergeseran antara selaput ketuban dengan dinding dalam uterus.
b. Ostium uteri internum dan eksternum terbuka sehingga serviks menipis dan mendatar.
c. Selaput ketuban pecah spontan (beberapa kepustakaan menyebutkan ketuban pecah dini jika
terjadi pengeluaran cairan ketuban sebelum pembukaan 5 cm).
Pematangan dan pembukaan serviks (cervical effacement) pada primigravida menurut Wiknyosastro, dkk
(1999 : 183) berbeda dengan pada multipara :
Pada primigravida terjadi penipisan serviks lebih dahulu sebelum terjadi pembukaan - pada
multipara serviks telah lunak akibat persalinan sebelumnya, sehingga langsung terjadi proses
penipisan dan pembukaan.
Pada primigravida, ostium internum membuka lebih dulu daripada ostium eksternum (inspekulo
ostium tampak berbentuk seperti lingkaran kecil di tengah) - pada multipara, ostium internum dan
eksternum membuka bersamaan (inspekulo ostium tampak berbentuk seperti garis lebar).
Periode kala 1 pada primigravida lebih lama (+ 20 jam) dibandingkan multipara (+14 jam) karena
pematangan dan pelunakan serviks pada fase laten pasien primigravida memerlukan waktu lebih
lama.
Persalinan Kala 2 : Fase Pengeluaran Bayi
Persalinan kala 2 dimulai pada saat pembukaan serviks telah lengkap dan berakhir pada saat bayi telah
lahir lengkap. His menjadi lebih kuat, lebih sering, lebih lama, sangat kuat. Selaput ketuban mungkin juga
baru pecah spontan pada awal kala 2.
Peristiwa penting pada persalinan kala 2 adalah :
Bagian terbawah janin (pada persalinan normal : kepala) turun sampai dasar panggul.
Ibu timbul perasaan / refleks ingin mengejan yang makin berat.
Perineum meregang dan anus membuka (hemoroid fisiologik)
Kepala dilahirkan lebih dulu, dengan suboksiput di bawah simfisis (simfisis pubis sebagai sumbu
putar / hipomoklion), selanjutnya dilahirkan badan dan anggota badan.
Kemungkinan diperlukan pemotongan jaringan perineum untuk memperbesar jalan lahir
(episiotomi).
Lama kala 2 pada primigravida + 1.5 jam, multipara + 0.5 jam.
Gerakan utama pengeluaran janin pada persalinan dengan letak belakang kepala :
Kepala masuk pintu atas panggul : sumbu kepala janin dapat tegak lurus dengan pintu atas
panggul (sinklitismus) atau miring/membentuk sudut dengan pintu atas panggul (asinklitismus
anterior/posterior).
Kepala turun ke dalam rongga panggul, akibat : 1) tekanan langsung dari his dari daerah fundus
ke arah daerah bokong, 2) tekanan dari cairan amnion, 3) kontraksi otot dinding perut dan
diafragma (mengejan), dan 4) badan janin terjadi ekstensi dan menegang.
Fleksi : kepala janin fleksi, dagu menempel ke toraks, posisi kepala berubah dari diameter
oksipito-frontalis (puncak kepala) menjadi diameter suboksipito-bregmatikus (belakang kepala).
Rotasi interna (putaran paksi dalam) : selalu disertai turunnya kepala, putaran ubun-ubun kecil ke
arah depan (ke bawah simfisis pubis), membawa kepala melewati distansia interspinarum dengan
diameter biparietalis.

Ekstensi : setelah kepala mencapai vulva, terjadi ekstensi setelah oksiput melewati bawah simfisis
pubis bagian posterior. Lahir berturut-turut : oksiput, bregma, dahi, hidung, mulut, dagu.
Rotasi eksterna (putaran paksi luar) : kepala berputar kembali sesuai dengan sumbu rotasi tubuh,
bahu masuk pintu atas panggul dengan posisi anteroposterior sampai di bawah simfisis, kemudian
dilahirkan bahu depan dan bahu belakang.
Ekspulsi : setelah bahu lahir, bagian tubuh lainnya akan dikeluarkan dengan mudah. Selanjutnya
lahir badan (toraks,abdomen) dan lengan, pinggul / trokanter depan dan belakang, tungkai dan
kaki.
Persalinan Kala 3 : Fase Pengeluaran Plasenta
Persalinan kala 3 dimulai pada saat bayi telah lahir lengkap dan berakhir dengan lahirnya plasenta.
Kelahiran plasenta : lepasnya plasenta dari insersi pada dinding uterus, serta pengeluaran plasenta dari
kavum uteri.
Lepasnya plasenta dari insersinya : mungkin dari sentral (Schultze) ditandai dengan perdarahan baru, atau
dari tepi / marginal (Matthews-Duncan) jika tidak disertai perdarahan, atau mungkin juga serempak
sentral dan marginal. Pelepasan plasenta terjadi karena perlekatan plasenta di dinding uterus adalah
bersifat adhesi, sehingga pada saat kontraksi mudah lepas dan berdarah.
Pada keadaan normal, kontraksi uterus bertambah keras, fundus setinggi sekitar / di atas pusat.
Plasenta lepas spontan 5-15 menit setelah bayi lahir (jika lepasnya plasenta terjadi sebelum bayi lahir,
disebut solusio/abruptio placentae - keadaan gawat darurat obstetrik).
Persalinan Kala 4 : Observasi Pasca Persalinan
Sampai dengan 1 jam postpartum, dilakukan observasi. Menurut Kampono dan M. Moegni (1999) ada 7
(tujuh) pokok penting yang harus diperhatikan pada kala 4 :
Kontraksi uterus harus baik,
Tidak ada perdarahan pervaginam atau dari alat genital lain,
Plasenta dan selaput ketuban harus sudah lahir lengkap,
Kandung kencing harus kosong,
Luka-luka di perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma,
Resume keadaan umum bayi, Resume keadaan umum ibu
Li 4. MM Pentingnya zat gizi dalam perkembangan ibu hamil

4.1 peran zat gizi pada fase kehamilan


Pada kehamilan trimester I (minggu 1-13), kebutuhan gizi masih tetap seperti biasa. Pada kehamilan
trimester II (minggu 13-26), dimana pertumbuhan janin cepat, ibu memerlukan tambahan kalori 285
dan protein lebih tinggi dari biasa menjadi 1,5 g/kg bb. Pada kehamilan trimester III (minggu 27-lahir),
kalori sama dengan trimester II tetapi protein menjadi 2 g/kg bb.
Kalori (energi)
Seorang wanita hamil kebutuhan energi meningkat. Energi ini digunakan untuk pertumbuhan janin,
pembentukan plasenta, pembuluh darah, dan jaringan yang baru.Tubuh memerlukan sekitar 80.000
tambahan kalori pada kehamilan. Dari jumlah tersebut, berarti setiap harinya sekitar sebesar 300 kkal/hari
untuk ibu hamil trimester ketiga. Dengan demikian dalam satu hari asupan energi ibu hamil trimester
ketiga dapat mencapai 2300 kkal/hari. Kebutuhan energi yang tinggi paling banyak diperoleh dari bahan
makanan sumber lemak, seperti lemak dan minyak, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Setelah itu bahan
makanan sumber karbohidrat seperti padi-padian, umbi-umbian, dan gula murni
Protein
protein diperlukan untuk pertumbuhan jaringan pada janin. Ibu hamil membutuhkan sekitar 75 gram
protein setiap harinya, lebih banyak 25 gram dibandingkan yang lain. Jumlah protein yang harus tersedia
sampai akhir kehamilan adalah sebanyak 925 gr yang tertimbun dalam jaringan ibu, plasenta, serta janin.
penambahan sebanyak 17 gram untuk kehamilan pada trimester ketiga atau sekitar 1,3 g/kg/hr. Dengan
demikian, dalam satu hari asupan protein dapat mencapai 67-100 gr.Produk hewani seperti daging, ikan,

telur, susu, keju, dan hasil laut merupakan sumber protein. Selain itu protein juga bisa didapat dari
tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, tempe, tahu, oncom, dan lainnya.
Folat (asamfolat)
Folat merupakan vitamin B yang memegang peranan penting dalam perkembangan embrio. Folat juga
membantu mencegah neural tube defect, yaitu cacat pada otak dan tulang belakang. Kekurangan folat
juga dapat meningkatkan kehamilan kurang umur (prematur), bayi dengan berat badan lahir rendah (bayi
berat lahir rendah/BBLR), dan pertumbuhan janin yang kurang. Sebenarnya, asam folat sangat diperlukan
terutama sebelum kehamilan dan pada awal kehamilan. Namun, ibu hamil tetap harus melanjutkan
konsumsi folat. 600 mg folat disarankan untuk ibu hamil. Folat dapat didapatkan dari suplementasi asam
folat. Sayuran berwarna hijau (seperti bayam, asparagus), jus jeruk, buncis, kacang-kacangan dan roti
gandum merupakan sumber alami yang mengandung folat.
ZatBesi
Zat besi dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein di sel darah merah yang berperan
membawa oksigen kejaringan tubuh. Selama kehamilan, volume darah bertambah untuk menampung
perubahan pada tubuh ibu dan pasokan darah bayi. Hal ini menyebabkan kebutuhan zat besi bertambah
sekitar dua kali lipat. Jika kebutuhan zat besi tidak tercukupi, ibu hamil akan mudah lelah dan rentan
infeksi. Risiko melahirkan bayi tidak cukup umur dan bayi dengan berat badan lahir rendah juga lebih
tinggi. Kebutuhan zat besi bagi ibu hamil yaitu sekitar 27 mg sehari. total besi yang diperlukan selama
hamil adalah 1040 mg. Dari jumlah ini, 200 mg Fe tertahan oleh tubuh ketika melahirkan dan 840 mg
sisanya hilang. Sebanyak 300 mg ditransfer ke janin dengan rincian 50-75 mg untuk pembentukan
plasenta, 450 mg untuk menambah jumlah sel darah merah, dan 200 mg lenyap ketika melahirkan.
Penambahan sebanyak 13 mg untuk kehamilan pada trimester ketiga. Selain dari suplemen, zat besi
bisadidapatkan secara alami dari daging merah, ikan, unggas, sereal sarapan yang telah difortifikasi
zatbesi, dan kacang-kacangan.
Zinc
Dari beberapa studi dilaporkan bahwa ibu hamil yang memiliki kadar zat seng rendah dalam makanannya
berisiko melahirkan prematur dan melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Sedangkan uji klinis
suplementasi zat seng tidak didapatkan kejelasan mengenai keuntungan mengkonsumsi seng dalam
jumlah yang lebih tinggi. Zat seng dapat ditemukan secara alami pada daging merah, gandum utuh,
kacang-kacangan, polong-polongan, dan beberapa sereal sarapan yang telah difortifikasi. Pada umumnya,
wanita tidak membutuhkan tambahan suplemen. Namun anda dapat mengkonsumsi suplemen (sekitar 25
mg zat seng sehari) jika anda dalam kondisi yang kurang sehat.
Kalsium
Janin mengumpulkan kalsium dari ibunya sekitar 25 sampai 30 mg sehari. Paling banyak ketika trimester
ketiga kehamilan. Ibu hamil dan bayi membutuhkan kalsium untuk menguatkan tulang dan gigi. Selain
itu, kalsium juga digunakan untuk membantu pembuluh darah berkontraksi dan berdilatasi. Kalsium juga
diperlukan untuk mengantarkan sinyal saraf, kontraksi otot, dan sekresi hormon. Jika kebutuhan kalsium
tidak tercukupi dari makanan, kalsium yang dibutuhkan bayi akan diambil dari tulang ibu. Kebutuhan
kalsium ibu hamil adalah sekitar 1000 mg per hari. Sumber kalsium dari makanan diantaranya produk
susu seperti susu, keju, yogurt. Selain itu ikan teri juga merupakan sumber kalsium yang baik.
Kekurangan kalsium selama hamil akan menyebabkan tekanan darah ibu menjadi meningka
Vitamin C
Vitamin C yang dibutuhkan janin tergantung dari asupan makanan ibunya. Vitamin C merupakan
antioksidan yang melindungi jaringan dari kerusakan dan dibutuhkan untuk membentuk kolagen dan
menghantarkan sinyal kimia di otak. Wanita hamil setiap harinya disarankan mengkonsumsi 85 mg
vitamin C per hari. Anda dapat dengan mudah mendapatkan vitamin C dari makanan seperti tomat, jeruk,
strawberry, jambu biji, dan brokoli. Makanan yang kaya vitamin C juga membantu penyerapan zat besi
dalam tubuh.
Vitamin A
Vitamin A memegang peranan penting dalam fungsi tubuh, termasuk fungsi penglihatan, imunitas, serta
pertumbuhan dan perkembanga nembrio. Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan kelahiran prematur

dan bayi berat lahir rendah. Vitamin A dapat ditemukan pada buah-buahan dan sayuran berwarna hijau
atau kuning, mentega, susu, kuning telur, dan lainnya.
Hubungan antara status gizi dengan pertumbuhan janin

Peningkatan kebutuhan zat gizi selama kehamilan


Kalori (energy)

Protein

Mineral kalsium
Fosfor

Yodium
Magnesium

Zn (seng)

Vitamin A

Vitamin D
Vitamin C

Asam folat

Peningkatan rata-rata metabolism basal


Pertambahan kebutuhan
Sparing protein
Bagian pertumbuhan janin, plasenta, cairan
amnion, jaringan uterus, mammae, peningkatan
volume darah
Cadangan maternal untuk partus dan laktasi
Pembentukan tulang dan gigi janin serta
peningkatan metabolism kalsium ibu
Volume dan sirkulasi darah ibu bertambah
Cadangan besi janin
Cadangan partus dan menyusui
Metabolic basal meningkat
Produksi tiroksin meningkat
Koenzim untuk metabolism energy dan protein
Activator enzim
Pertumbuhan jaringan dan metabolism sel
Fungsi otot optimal
Mencegah kelainan congenital
Untuk perkembangan otot normal
Mencegah retardasi pertumbuhan janin
Esensial untuk tumbuh sel dan jaringan
Pertumbuhan tulang dan gigi
Mencegah kelainan bawaan
Perbaikan absorpsi kalsium dan fosfor
Proses mineralisasi tulang dan gigi
Perbaikan dan integrias jaringan
Zat semen dalam jaringan ikat dan
vaskularisasi
Peningkatan penyerapan besi
Penngkatan kebutuhan metabolic
Mencegah anemia megaloblastik

Produksi heme untuk hemoglobin


Produksi materi sel inti (RNA- DNA)
5. Menu seimbang pada kehamilan
6. Menu makanan untuk ibu hamil pada dasarnya tidak banyak berbeda dari menu sebelum hamil.
Jadi seharusnya tidak ada kesulitan berarti dalam pengaturan menu makanan selama hamil. Nah,
berikut bahan makanan yang dianjurkan dalam sehari:
Kelompok bahan makanan:
Porsi:
roti, serealia, nasi dan mi
6 piring/porsi
sayuran
3 mangkuk
buah
4 potong
susu, yogurt, dan atau keju
2 gelas
daging, ayam, ikan, telur dan kacang-kacangan
3 potong
lemak, minyak
5 sendok the
gula
2 sendok makan
Berikut tabel contoh menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil
Porsi hidangan
Bahan makanan
Jenis hidangan
sehari
Nasi
5 + 1 porsi
Makan pagi: nasi 1,5 porsi (150 gram) dengan ikan/ daging 1
potong sedang (40 gram), tempe 2 potong sedang (50 gram),
Sayuran
3 mangkuk
sayur 1 mangkok dan buah 1 potong sedang
Buah
4 potong
Makan selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang
Tempe
3 potong
Makan siang: nasi 3 porsi (300 gram), dengan lauk, sayur dan
Daging
3 potong
buah sama dengan pagi
Susu
2 gelas
Selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang
Minyak
5 sendok the
Makan malam: nasi 2,5 porsi (250 gram) dengan lauk, sayur
dan buah sama dengan pagi/siang
Gula
2 sendok makan
Selingan: susu 1 gelas
Adapun faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam meningkatkan kebutuhan
gizi pada ibu hamil adalah (Aritonang, 2010):
1. Buruknya status gizi ibu
2. Usia ibu yang masih sangat muda
3. Kehamilan kembar
4. Jarak kehamilan yang rapat
5. Tingkat aktivitas fisik yang tinggi
6. Penyakit-penyakit tertentu yang menyebabkan malabsorbsi
7. Konsumsi rokok dan alkohol
8. Konsumsi obat legal (antibiotik dan phenytoin) maupun obat ilegal (narkoba).
Li 5 MM Hukum Ibadah magdah pada ibu hamil

Hamil dan menyusui adalah dua kondisi berat yang dialami hampir semua wanita. Dalam
hal inilah kewajiban berpuasa bagi wanita hamil dan menyusui agak berbeda dari kaum

muslimin pada umumnya. Kesukaran yang mereka hadapi diibaratkan orang yang sakit ditengah
ketidakberdayaanya melawan penyakit. Sebab itu, wanita hamil dan menyusui diberikan
keringanan (rukhshah) untuk tidak berpuasa.

Diwajibkan bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa)
untuk membayar fidyah, yaitu dengan memberi makan seorang miskin. (QS. Al- Baqarah :
184).
Sedang hadist Nabi SAW, Sesungguhnya Allah telah memaafkan setengah nilai
shalat dari para musafir serta memberikan kemurahan bagi wanita hamil dan menyusui.
Demi Allah. Rasulullah telah mengatakan keduanya, salah satu atau keduanya. (HR. Nasai
dan Tirmidzi).
Hukumnya kembali ke asal, yakni wajib. Sepanjang mereka tidak merasa berat, yakin sanggup
menjalani serta tidak sampai membahayakan kondisi kesehatan diri dan janinnya.
Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, yang secara garis besar terbagi menjadi empat
pandangan :
Keduanya (wanita hamil maupun menyusui) harus mengganti puasa dan tidak perlu membayar
fidyah. Ini adalah pendapat Mazhab Hanafi , Abu Tsaur dan Abu Ubaid. Dalilnya adalah
mengqiyaskan wanita hamildan menyusui dengan orang sakit. Orang sakit boleh tidak puasa, dan
harus meng-qadha (mengganti) di hari lain, sebagaimana jelas dalam Al- Quran surah AlBaqarah ayat 184 dan 185. Pendapat ini disokong oleh ulama asal Mekkah, Syekh Muhammad
bin Shalih Al- Utsaimin. Menurutnya penjelasan tentang membayar fidayah bagi yang
meningglakan puasa karena uzur tidak ada dalam Al- Quran maupun Sunnah (Hadist).
Bila dia hanya khawatir akan dirinya saja, maka dia harus meng-qadha, tapi bila
mengkhawatirkan pula keselamatan bayinya kalau berpuasa, maka dia harus meng-qadha plus
membayar fidyah.