Anda di halaman 1dari 7

Case Report Session

ULKUS DIABETIK

Oleh :
Muhammad Iqbal
1010313030

Pembimbing :
Dr. Raflis Rustam, Sp.B(K)BV

Bagian Ilmu Bedah


Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
Padang
2014

BAB I
LAPORAN KASUS
Seorang pasien perempuan berusia 42 tahun, masuk IGD RSUP Dr. M. Djamil Padang pada
tanggal 19 Oktober 2014 dengan :
Keluhan Utama :
Nafsu makan berkurang sejak 1 bulan sejak masuk rumah sakit
Riwayat Penyakit Sekarang :

Nafsu makan berkurang sejak 1 bulan masuk rumah sakit, makan 1 sdm/kali

Mual (+), muntah setiap kali diisi makanan/minuman sejak 1 bulan ini. Muntah apa
yang dimakan

Tukak yang semakin membesar pada kaki kanan sejak 13 hari sebelum masuk rumah
sakit

Awalnya pasien mengeluhkan gatal dan sering digaruk-garuk hingga kulit lecet 3
bulan yang lalu

Pasien dibawa ke puskesmas untuk mengobati lukanya dan juga mengonsumsi obat
herbal dan keluhan dirasa berkurang

Pasien sudah dikenal menderita diabetes mellitus sejak 1,5 tahun yang lalu. Gula
darah 6x diperiksa terdeteksi high oleh alat, kontrol tidak teratur, terakhir kali 1
bulan yang lalu dan dirawat di RSUD. Pariaman selama 13 hari karena tukak pada
kaki yang tak kunjung sembuh. Saat itu GDS 290 mg/dL, dilakukan debridement luka
dan diberi obat pulang Metformin 3x500 mg

Demam dirasakan sejak 3 bulan ini, tidak tinggi, tidak menggigil, tidak berkeringat
banyak.

Batuk tidak ada

Sesak nafas tidak ada

Putih pada lidah sejak 15 hari yang lalu

BAB dan BAK dalam batas normal

Riwayat Penyakit Dahulu :

riwayat hipertensi (-)

riwayat sakit jantung (-)

riwayat TB, mengonsumsi obat 6 bulan (-)

Riwayat Penyakit Keluarga :


Tidak ada anggota keluarga yang memiliki keluhan yang sama dengan pasien.
PEMERIKSAAN FISIK
-

Keadaan umum: Sedang

Kesadaran: GCS 15

Tekanan darah: 110/90 mmHg

Nadi: 89x/menit, reguler

Napas: 20x/menit

Suhu: 37,80 C

STATUS GENERALISATA
Kepala

: tidak ada kelainan

Rambut

: tidak ada kelainan

Mata

: konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-

Telinga

: tidak ada kelainan

Hidung

: tidak ada kelainan

Leher

: tidak ada kelainan

Gigi Mulut

: Caries (+), candidiasis oral (+)

Jantung

: tidak ada kelainan

Paru-paru

: tidak ada kelainan

Abdomen
Inspeksi : distensi (-)
Palpasi

: H/L tidak teraba, nyeri tekan epigastrium(+)

Perkusi

; timpani

Auskultasi: BU (+) normal


STATUS LOKALISATA
Regio pedis dextra

Inspeksi : ulkus ukuran 10 cm x 6 cm x 4 cm, edema (+), pus (+), eritema (+)

Sensibilitas

Kanan

Kiri

Halus

Buruk

Baik

Kasar

Buruk

Baik

Pulsasi

Kanan

Kiri

A. popliteal

A. tibialis anterior

A. dorsalis pedis

ABI (Ankle Brachial Index) : 0,8


Diagnosis Kerja
Ulkus pedis et regio dextra
Laboratorium
Darah rutin

Hemoglobin

: 10,6 g/dL

Hematokrit

: 32 %

Leukosit

: 9200 /mm3

Trombosit

: 620.000 /mm3

Pemeriksaan Penunjang
Rontgen foto
Osteomyelitis Metatarsal 1, os navikulare dan cuneiforme medial pedis kanan
Diagnosis
Ulkus pedis et region dextra Wagner 3

PENATALAKSANAAN
1. Istirahat/Diet DD 1700 kkal
2. IVFD NaCl 0,9% 8 jam/kolf
3. Nystatin drop 3 gtt V
4. Novorapid 3x 8 unit SC
5. Redressing 2x1 hr
PROGNOSIS
-

Quo ad vitam: ad bonam

Quo ad sanam: ad bonam

Quo ad functionam: ad bonam

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kaki Diabetes
Kaki diabetes merupakan salah satu komplikasi kronik DM yang paling
ditakuti. Saat ini di Indonesia masalah kaki diabetes masih merupakan masalah
yang rumit dan belum terkelola maksimal. Hal ini dikarenakan kurangnya
minat untuk menggeluti kaki diabetes dan masalah biaya besar yang tidak
terjangkau oleh masyarakat.
Di RSUPNCM, masalah kaki diabetes masih merupakan masalah yang besar.
Angka kematian dan angka amputasi yang masih tinggi, masing-masing
sebesar 16% dan 25% (data RSUPNCM tahun 2003).