Anda di halaman 1dari 2

POKJA MEA KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM

Indonesia tanah Airku-ASEAN Dunia Usahaku

SEKILAS TENTANG MEA

ASEAN sebagai gabungan bangsa-bangsa Asia Tenggara yang beraggotakan 10 negara (Indonesia, Thailand,
Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja) memiliki pandangan
terbuka, hidup dalam perdamaian, stabilitas dan kemakmuran, serta terikat bersama dalam kemitraan dalam
pembangunan yang dinamis. Untuk itu, pada tahun 2003, para pemimpin ASEAN telah bersepakat untuk
membangun suatu masyarakat ASEAN pada tahun 2020. Dalam perkembangannya para pemimpin Negara
anggota mempertegas komitmennya dan memutuskan untuk mempercepat pembentukan masyarakat ASEAN
pada tahun 2015.

Pembentukan Komunitas ASEAN 2015 berlandaskan pada 3 pilar, yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASEAN
Security Community), Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community), dan Komunitas Sosial Budaya
ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community). Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC)
2015, akan diarahkan kepada pembentukan sebuah integrasi ekonomi kawasan dengan mengurangi biaya
transaksi perdagangan, memperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis, serta meningkatkan daya saing sektor
UMKM.

Pemberlakuan AEC 2015 bertujuan untuk menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil, makmur,
berdaya saing tinggi, dan secara ekonomi terintegrasi dengan regulasi efektif untuk perdagangan dan investasi,
yang di dalamnya terdapat arus bebas lalu lintas barang, jasa, investasi, dan modal serta difasilitasinya kebebasan
pergerakan pelaku usaha dan tenaga kerja.

Implementasi AEC 2015 akan berfokus pada 12 sektor prioritas, yang terdiri atas 7 (tujuh) sektor barang (industri
pertanian, peralatan elektonik, otomotif, perikanan, industri berbasis karet, industri berbasis kayu, dan tekstil) dan
5 (lima) sektor jasa (transportasi udara, pelayanan kesehatan, pariwisata, logistik, dan industri teknologi informasi
atau e-ASEAN).

Kementerian Koperasi dan UKM memiliki concern dan komitmen dalam mendukung upaya mengantisipasi
pelaksanaan MEA melalui koordinasi, sinkronisasi, sinergi dan kerjasama mulai dari aspek hulu, middle dan hilir
dalam kerangka pemberdayaan pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

REGULASI
1.

2.
3.
4.

2007 Cebu Declaration On The Acceleration Of The Establishment Of An Asean Community By


2015 Signed By Heads Of State/Government In Cebu, The Philippines On 13 January 2007. (Download
file)
Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2014 tentang Peningkatan Daya Saing Rangka Menghadapi Masyarakat
Ekonomi ASEAN. (Download file)
Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun 2014 tentang Komite Nasional Persiapan Pelaksanaan Masyarakat
ekonomi Association of Southeast Asian Nations. (Download file)
Piagam Asean Chapter of The Association of Southeast Asean Nations. (Download file)

AKTIVITAS
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Penyebarluasan informasi tentang MEA melalui kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kerja Sama Teknik di
Bidang KUKM, tanggal 3-5 September 2014, di Nanggroe Aceh Darussalam.
Workshop/Forum Konsultasi Penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha Koperasi berbasis
perempuan/wanita dari seluruh Indonesia, di Hotel Bidakara, tanggal
Sosialisasi MEA pada acara peringatan Hari Koperasi Ke-64 Tahun 2011 Tingkat Provinsi NTT, di Waingapu
Kabupaten Sumba Timur, tanggal 30 Juli 2014.
Sosialisasi MEA pada acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kodanua.
Rapat Koordinasi Pembahasan Antisipasi Terhadap Diberlakukannya MEA di Berbagai Sektor, di Hotel Sangri
La.
Sebagai tindak lanjut arahan Presiden telah dirintis pembentukan Kelompok Kerja Persiapan dan
Pelaksanaan MEA Bidang KUKM pada Kementerian Koperasi dan UKM.
Menyusun program/kegiatan terkait dengan langkah strategis KUMKM Indonesia dalam persiapan dan
antisipasi menghadapi MEA dan telah dibahas bersama dengan Komisi VI-DPR RI.
Persiapan KUMKM Indonesia Menghadapi MEA dilakukan melalui pendekatan multidimensi, mencakup:
a. Peningkatan wawasan para pelaku KUMKM terhadap MEA dan peluang usaha;
b. Peningkatan efisiensi dalam proses produksi dan manajemen usaha;
c. Peningkatan daya serap pasar produk KUMKM;
d. Peningkatan kapasitas SDM pelaku KUMKM;
e. Penciptaan iklim usaha yang kondusif.

Attachments:
File

Description

2007 Cebu Declaration

2007 Cebu Declaration on The Acceleration of The Establishment of An ASEAN by 2015

Inpres No. 6 Tahun 2014

Peningkatan Daya Saing Nasional Dalam Rangka Menghadapi Masyarakat Ekonomi


Association of Southeast Asean Nations

Kepres Nomor 37 Tahun 2014


Komite Nasional...
Piagam ASEAN

Komite Nasional Persiapan Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Association of Southeast Asean


Nations
Chapter of The Association of Southeast Asean Nations