Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN

PRAKTIKUM AZAS TEKNIK KIMIA I


PEMBUATAN PENGHAPUS TINTA DALAM BENTUK
CAIRAN TANPA BEKAS

Oleh:
MALINI ROOS
FAJRUL FALAH
AHMAD KODRI
DESY VENIAWATY P.
FERDINA LIZA
KRISTINA CORRY
YUDIA SANDIANA
MUHAMMAD HANIF
REZA NOVARON

03993130004
03993130005
03993130011
03993130033
03993130035
03993130041
03993130049
03993130050
03993130051

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2001

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK KIMIA

LEMBAR PENGESAHAN
PEMBUATAN PENGHAPUS TINTA DALAM BENTUK
CAIRAN TANPA BEKAS

Nama/ NIM

Fakultas
Jurusan
Mata Kuliah

: Malini Roos
03993130004
Fajrul Falah
03993130005
Ahmad Kodri
03993130011
Desy Veniawaty P.
03993130033
Ferdina Liza
03993130035
Kristina Corry
03993130041
Yudia Sandiana
03993130049
Muhammad Hanif
03993130050
Reza Novaron
03993130051
: Teknik
: Teknik Kimia
: Praktikum Azas Teknik Kimia I

Inderalaya,

Januari 2001

Diketahui Oleh
Ketua Jurusan Teknik Kimia,

Diperiksa dan Disetujui Oleh


Dosen Pembimbing,

Dr. Ir. M. Said, M.Sc


NIP 131674999

Ir. Rosdiana Moeksin


NIP. 131413912

LAPORAN
PRAKTIKUM AZAS TEKNIK KIMIA I
PEMBUATAN PENGHAPUS TINTA DALAM BENTUK
CAIRAN TANPA BEKAS

A. Tujuan
1.

Membuat penghapus tinta buatan dengan bahan-bahan yang dapat kita


peroleh di apotek-apotek.

2.

Menjadikan penghapus buatan ini sebagai salah satu altenatif untuk


berwiraswasta yang dapat mengurangi pengangguran di Indonesia.

B. Tinjauan Pustaka
Seperti kita ketahui, dewasa ini banyak sekali pelajar dari SD, SMP,
SMU sampai dengan Mahasiswa yang membuat kesalahan menulis terutama
dengan menggunakan pena. Hal ini membuat para pengusaha alat tulis membuat
penghapus tinta pena, baik yang berbentuk padat maupun cair.
Antara penghapus padat dan penghapus cair mempunyai perbedaan
yang sangat mencolok, yaitu:
1.

Penghapus padat lebih lambat bekerjanya dan dapat mengotori kertas dan
dapat membuat kertas menjadi tipis dan sobek.

2.

Penghapus padat relatif mudah digunakan.

Sementara itu, pengapus cair memilki karakteristik tersendiri, yaitu:

1.

Penghapus cair lebih cepat kerjanya dan tidak mengotori kertas, akan tetapi
masih meninggalkan bekas.

2.

Lebih susah digunakan karena kita mesti menunggu cairan penghapus kering
terlebih dahulu.
Dalam hal ini, kami sebagai praktikan menawarkan alternatif

penghapus cair untuk tinta pena yang mudah digunakan dan tidak meninggalkan
bekas diatas

kertas. Praktikan membuat penghapus tinta ini dengan

menggabungkan kelebihan-kelebihan dari jenis penghapus padat maupun


penghapus cair.

C. Alat dan Bahan


Alat yang digunakan, yaitu:
1.

Batang Pengaduk.

2.

Beker Gelas 400 ml.

3.

Botol Penyimpan Produk dan Gabus Penutup.

4.

Erlenmeyer 750 ml.

5.

Ember Perendam.

6.

Gelas Ukur.

7.

Waterbath.

Bahan yang digunakan, yaitu:


1.

Aquadest.

2.

Asam Fosfat.

3.

Kalium Permanganat.

4.

Natrium Tiosulfat.

D. Prosedur Percobaan
Untuk Larutan I, yaitu:
1.

Masukkan 200 ml Aquadest ke dalam Erlemeyer.

2.

Masukkan 8,4 gram Asam Fosfat yang telah terlebih dahulu diketahui berat
jenisnya, ke dalam Erlenmeyer.

3.

Masukkan 1,2 gram Kalium Permanganat ke dalam Erlenmeyer dan diaduk


hingga rata.

4.

Panaskan larutan tersebut di dalam Waterbath selama 10 menit.

5.

Kemudian masukkan larutan tersebut ke dalam botol, lalu tutup larutan dan
rendam selama 3 hari.

Untuk Larutan II, yaitu:


1.

Masukkan 200 ml Aquadest ke dalam Erlenmeyer.

2.

Masukkan Natrium Tiosulfat sebanyak 4,0 gram ke dalam Erlenmeyer dan


diaduk hingga rata.

3.

Panaskan larutan tersebut di dalam Waterbath selama 10 menit.

5.

Kemudian masukkan larutan tersebut ke dalam botol, lalu tutup larutan dan
rendam selama 3 hari.

E. Cara Penggunaan Produk


Oleskan

Larutan

pada

tulisan

yang

salah

sampai

rata,

kemudian oleskan pula Larutan II pada tulisan tersebut. Maka tulisan yang
salah tadi akan hilang tanpa bekas dan tidak menyebabkan kerusakan pada
kertas tersebut.

F. Data Hasil Pengamatan


Campuran I
Reaktan
Nama Zat
Kalium Permanganat
Asam Fosfat
Air
Jumlah

Produk
Jumlah
1,2 gram
8,4 gram
200,0 gram
209,6 gram

Nama Zat

Jumlah

Campuran I

200,0 gram

Jumlah

200,0 gram

Campuran II
Reaktan
Nama Zat
Natrium Tiosulfat
Air
Jumlah

Produk
Jumlah
4,0 gram
200,0 gram
204,0 gram

Nama Zat
Campuran II

Jumlah
192,0 gram

Jumlah

192,0 gram

Panas

K[Mn(OH)5PO4](aq)
Ungu

G. Persamaan Reaksi
Campuran I
H3PO4 (l)
Bening

KMnO4 (s) +
Ungu Kehitaman

H2O (l)
Bening

Campuran II
Na2S2O3 5H2O (s)
Bening

5H2O (l)
Bening

Panas

Na2S2O3 (aq)
Bening

10H2O (g)

H. Perhitungan
Campuran I
BM H2O

18,02 gram/ mol

BM H3PO4

98,00 gram/ mol

BM KMnO4

158,03 gram/ mol

BM K[Mn(OH)5PO4] =

274,05 gram/ mol

massa H2O

200,00 gram

massa H3PO4

=
=

massa KMnO4
mol H2O

8,40 gram
=

mol H3PO4

mol KMnO4

massa Campuran I

1,20 gram

200,00 gram
18,02 gram/ mol

11,09878 mol

8,4 gram
98,00 gram/ mol

0,08571 mol

1,2 gram
158,03 gram/ mol

0,00759 mol

200,00 gram (Hasil Praktek)

Campuran II
BM H2O

18,02 gram/ mol

BM Na2S2O3 5H2O =

248,18 gram/ mol

BM Na2S2O3

158,11 gram/ mol

massa H2O

200,00 gram

massa Na2S2O35H2O =
mol H2O

4,00 gram

200,00 gram
18,02 gram/ mol

11,09878 mol
4,0 gram
248,18 gram/ mol

mol Na2S2O3 5H2O =


=
massa Campuran II =

0,01612 mol
192,00 gram (Hasil Praktek)

Perhitungan Secara Teori


Campuran I
Limiting Reaktannya adalah Kalium Permanganat.

H3PO4 (l) + KMnO4 (s) + H2O (l) Panas
Mula-mula = 0,08571
0,00759
11,09878
Bereaksi = 0,00759
0,00759
0,00759
Sisa
= 0,07812
11.09119

massa H3PO4 sisa=

massa H2O sisa

0,07812 mol

7,66 gram

11,09119 mol

199,86 gram

massa K[Mn(OH)5PO4]
=

K[Mn(OH)5PO4](aq)
0,00759
0,00759

98,00 gram/ mol

0,07812 mol

18,02 gram/ mol

274,05 gram/ mol

2,08 gram

Tabel Material Balance Secara Teori Campuran I


Material

Input

Output

gram
8,40
1,20
200,00
209,60

H3PO4 (l)
KMnO4 (s)
H2O (l)
K[Mn(OH)5PO4](aq)
Jumlah

%
4,01
0,57
95,42
100,00

gram
7,66
199,86
2,08
209,60

%
3,66
95,35
0,99
100,00

Campuran II
Limiting Reaktannya adalah Kristal Natrium Tiosulfat.

Na2S2O3 5H2O (s) + 5H2O (l) Panas
Mula-mula =
0,01612
11,09878
Bereaksi =
0,01612
0,08060
Sisa
=
11,01818

massa H2O (l) sisa

massa Na2S2O3

massa H2O (g)

11,01818 mol

198,55 gram

0,01612 mol

2,55 gram

0,16120 mol

2,90 gram

Na2S2O3 (aq) + 10H2O (g)


0,01612
0,16120
0,01612
0,16120

18,02 gram/ mol

158,11 gram/ mol

18,02 gram/ mol

Tabel Material Balance Secara Teori Campuran II


Material
Na2S2O3 5H2O (s)
H2O (l)
Na2S2O3 (aq)
H2O (g)
Jumlah

Input
gram
4,00
200,00
204,00

Output
%
1,96
98,04
100,00

gram
198,55
2,55
2,90
204,00

%
97,33
1,25
1,42
100,00

Perhitungan Secara Praktek


Campuran I
Pada percobaan ini hanya ditimbang berat campurannya, sehingga diasumsikan
bahwa komposisi berat yang diperoleh secara praktek sama dengan komposisi
berat yang diperoleh secara teori.
Material
H3PO4 (l)
KMnO4 (s)
H2O (l)
K[Mn(OH)5PO4](aq)
Jumlah

mol K[Mn(OH)5PO4] =
=

Output Asumsi
gram
%
7.32
3,66
190,70
95,35
1,98
0,99
200,00
100,00

1,98 gram
274,05 gram/ mol

0,00722 mol (yang terbentuk secara praktek)


H3PO4 (l) + KMnO4 (s) + H2O (l) Panas
Mula-mula = 0,08571
0,00759
11,09878
Bereaksi = 0,00722
0,00722
0,00722
Sisa
= 0,07849
0,00037
11,09156

massa H3PO4 sisa=

massa H2O sisa

massa KMnO4 sisa

0,07849 mol

7,69 gram

11,09119 mol

199,87 gram

0,00037 mol

0,06 gram

K[Mn(OH)5PO4](aq)
0,00722
0,00722

98,00 gram/ mol

18,02 gram/ mol

158,03 gram/ mol

Tabel Material Balance Secara Praktek Campuran I


Input

Material

gram
8,40
1,20
200,00
209,60

H3PO4 (l)
KMnO4 (s)
H2O (l)
K[Mn(OH)5PO4](aq)
Jumlah

Output
%
4,01
0,57
95,42
100,00

gram
7,69
0,06
199,87
1,98
209,60

%
3,67
0,03
95,36
0,94
100,00

Campuran II
Pada percobaan ini hanya ditimbang berat campurannya, sehingga diasumsikan
bahwa komposisi berat yang diperoleh secara praktek sama dengan komposisi
berat yang diperoleh secara teori.
Material
Na2S2O3 5H2O (s)
H2O (l)
Na2S2O3 (aq)
H2O (g)
Jumlah

mol Na2S2O3

Output Asumsi
gram
%
190,77
97,33
2,45
1,25
2,78
1,42
196,00
100,00

2,45 gram
158,11 gram/ mol

0,01550 mol (yang terbentuk secara praktek)


Na2S2O3 (aq) + 10H2O (g)
Na2S2O3 5H2O (s) + 5H2O (l) Panas
Mula-mula =
0,01612
11,09878
Bereaksi =
0,01550
0,07750
0,01550
0,15500
Sisa
=
0,00062
11,02128
0,01550
0,15500
massa H2O (l) sisa
= 11,02128 mol 18,02 gram/ mol

198,61 gram

massa Na2S2O3 5H2O (s)

massa H2O (g)

0,00062 mol

248,18 gram/ mol

0,15 gram (yang bersisa)

0,15500 mol

2,79 gram

18,02 gram/ mol

Tabel Material Balance Secara Teori Campuran II


Input

Material

gram
4,00
200,00
204,00

Na2S2O3 5H2O (s)


H2O (l)
Na2S2O3 (aq)
H2O (g)
Jumlah

Output
%
1,96
98,04
100,00

gram
0,15
198,61
2,45
2,79
204,00

Perhitungan Persen Konversi dan Persen Yield


Campuran I
Persen Konversi

massa KMnO 4 (s) bereaksi secara praktek


massa KMnO 4 (s)

Persen Yield

bereaksi sec ara teori

100 %

1,14 gram
100 %
1,20 gram

95,00 %

massa K[Mn(OH)5 PO 4 ](aq) secara praktek


massa K[Mn(OH)5 PO 4 ](aq)

sec ara teori

1,98 gram
100 %
2,08 gram

100 %

%
0,07
97,36
1,20
1,37
100,00

95,19 %

Campuran II
Persen Konversi

massa Na 2S2O3 5H 2O bereaksi secara praktek


100 %
massa Na 2S2O3 5H 2O bereaksi sec ara teori

Persen Yield

3,85 gram
4,00 gram

96,25 %

massa Na 2S2 O3 secara praktek


100 %
massa Na 2S2 O3
sec ara teori

2,45 gram
100 %
2,55 gram

I.

100 %

96,08 %

Pembahasan
Pada percobaan ini dibuat penghapus tinta dalam bentuk cairan tanpa
bekas yang terdiri dari dua campuran, yaitu: Asam Fosfat, Kalium Permanganat
dan Air sebagai campuran pertama; sedangkan Natrium Tiosulfat dan Air sebagai
campuran kedua.
Pada campuran pertama terjadi reaksi pembentukan suatu garam
kompleks yang ditandai dengan perubahan warna didalam larutan. Asam Fosfat
ditambah air menghasilkan larutan bening, yang kemudian ditambah dengan

serbuk Kalium Permanganat yang berwarna ungu kehitaman yang mengkilat,


menghasilkan larutan ungu.
Suatu fenomena lain yang penting dalam pembentukan garam kompleks
pada campuran pertama, yaitu perubahan kesetimbangan kelarutan (Ksp). Ini
dibuktikan pada saat pelarutan Kalium Permanganat, mula-mula Kalium
Permanganat mengendap didalam larutan Asam Fosfat dan Air, kemudian
Kalium Permanganat melarut dan merubah warna larutan menjadi ungu.
Pada campuran kedua antara kristal Natrium Tiosulfat dengan Air,
terjadi reaksi pelarutan dimana diperlukan mol Air sebanyak Air yang terikat
pada kristal tersebut.
Penggunaan

campuran

pertama

dan

campuran

kedua

dapat

menghilangkan tinta spidol, tinta pena pilot dan tinta printer pada kertas,
dengan cara mengoleskannya campuran pertama lalu campuran kedua pada tinta
yang akan dihilangkan pada kertas tersebut.

J.

Kesimpulan
1.

Pada pencampuran antara Asam Fosfat, Kalium Permanganat dan Air akan
terbentuk garam kompleks yang ditandai dengan perubahan warna dan
perubahan kesetimbangan kelarutan (Ksp).

2.

Pada pencampuran antara Karistal Natrium Tiosulfat dan dan Air terjadi
rekasi pelarutan, dimana diperlukan mol Air sebanyak mol Air yang terikat
pada kristal tersebut.

3.

Penghapus tinta ini dapat menghilangkan tinta spidol, tinta pena pilot dan
tinta printer pada kertas.

K. Daftar Pustaka
Dean, John A. 1985. Langes Handbook of Chemistry. Thirteenth Edition. United
States of America: McGraw-Hill, Inc.
Himmelblau, David M dan Ita Ananta, Alih Bahasa. 1996. Prinsip-Prinsip
Dasar dan Kalkulasi dalam Teknik Kimia, Edisi Bahasa Indonesia
Basic Principles and Calculations in Chemical Engineering, 6 th ed. Jilid
1. Jakarta: PT Prehallindo (Prentice Hall Indonesia).
Kitti, Sura. 1996. Kimia 3A Untuk Kelas III SMU. Edisi Pertama.
Jakarta: PT Intan Pariwara.
Underwood, A. L. dan R. A. Day, Jr. 1988. Analisa Kualitatif. Edisi Keempat.
Jakarta: Erlangga.