Anda di halaman 1dari 12

WARGA NEGARA DAN KEWARGANEGARAAN

A. Pengertian Warga Negara


1. Warga Negara secara umum : Anggota suatu negara yang mempunyai keterikatan timbal
balik dengan negaranya
2. Warga Negara Indonesia menurut Pasal 26 UUD 1945 adalah : Orang-orang bangsa
Indonesia asli dan bangsa lain yang disahkan Undang-undang sebagai warga negara
3. Bangsa Indonesia asli adalah Orang-orang pribumi / penduduk asli Indonesia yang ;
(Lahir, besar, berdomisili, berkarya di Indonesia, serta mengakui Indonesia sebagai tanah
airnya)
4. Warga Negara Indonesia Menurut ( Pasal 4 UU No. 12 Tahun 2006 Tentang
Kewarganeggaraan ) yaitu:

Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundangan dan/atau berdasarkan perjanjian


pemeirntah RI dengan negara lain sebelum Undang-undang ini berlaku sudah menjadi
WNI.
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI .
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah WNI dan ibu WNA.
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ibu WNI dan ayah WNA.
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI, tetapi ayahnya tidak
mepunya kewarganegaraan atau hukum asal ayahnya tidak memberiikan
kewarganegaraan pada anak tersebut.
Anak yang lahir diluar perkawinan yang sah dari ibu WNI, dan jika ayahnya WNA maka
harusdisertai pengakuan dari ayahnya.
Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari
perkawinan yang sah dan ayahnya WNI.
Anak yang lahir di wilayah RI yang pada waktu lahir tidak jelass status kewarganegaraan
ayah ibunya.

5. Bangsa lain Menurut Penjelasan UUD 1945 adalah Peranakan Belanda, Cina, Arab, dll. Yang
menetap di wilayah RI dimana mereka mengakui Indonesia sebagai Tanah Air-nya, dan bersikap
setia kepada NKRI B. Dasar Hukum

Di Negara Indonesaia di atur dalam:


UUD 1945 pasal 26
UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI + Peraturan Pelaksananya

C. Cara Memperoleh Kewarganegaraan 1. Asas Kelahiran


a. Ius Soli (Menurut Tempat Kelahiran) yaitu; Penentuan status kewarganegaraan seseorang
berdasarkan tempat dimana ia dilahirkan. Seseorang yang dilahirkan di negara A maka ia
menjadi warga negara A, walaupun orang tuanya adalah warga negara B. asas ini dianut oleh

negara Inggris, Mesir, Amerika dll b. Ius Sanguinis (Menurut Keturunan/Pertalian Darah) yaitu;
Penentuan status kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan dari negara mana seseorang
berasal Seseorang yg dilahirkan di negara A, tetapi orang tuanya warga negara B, maka orang
tersebut menjadi warga negara B.(dianut oleh negara RRC)
2. Naturalisasi Adalah suatu perbuatan hukum yang dapat menyebabkan seseorang memperoleh
status kewarganegaraan, Misal : seseorang memperoleh status kewarganegaraan akibat dari
pernikahan, mengajukan permohonan, memilih/menolak status kewarganegaraan a. Naturalisasi
Biasa Syarat syarat :
1. Telah berusia 21 Tahun
2. Lahir di wilayah RI / bertempat tinggal yang paling akhir min. 5 thn berturut-turut atau
10 tahun tidak berturut-turut
3. Apabila ia seorang laki-laki yg sdh kawin, ia perlu mendpt persetujuan istrinya
4. Dapat berbahasa Indonesia
5. Sehat jasmani & rokhani
6. Bersedia membayar kepada kas negara uang sejumlah Rp.500 sampai 10.000 bergantung
kepada penghasilan setiap bulan
7. Mempunyai mata pencaharian tetap
8. Tidak mempunyai kewarganegaraan lain apabila ia memperoleh kewarganegaraan atau
kehilangan kewarganegaraan RI
b. Naturalisasi Istimewa Naturalisasi ini dapat diberikan bagi mereka (warga asing) yang telah
berjasa kepada negara RI dengan penyataan sendiri (permohonan) untuk menjadi WNI, atau
dapat diminta oleh negara RI 3. Permasalahan dalam Pewarganegaraan a. Apatride adalah
Seseorang yang tidak memiliki status kewarganegaraan Contoh : Seorang keturunan bangsa A
(Ius Soli) lahir di negara B (Ius Sanguinis) Maka orang tsb bukan warga negara A maupun warga
negara B b. Bipatride adalah Seseorang yang memiliki kewarganegaraan rangkap Contoh :
Seorang keturunan bangsa C (Ius Sanguinis) lahir di negara D (Ius Soli). Sehingga karena ia
keturunan negara C, maka dianggap warga negara C, tetapi negara D juga menganggapnya
sebagai warga negara,karena ia lahir di negara D c. Multipatride : Seseorang yang memiliki 2
atau lebih kewarganegaraan Contoh : Seorang yang BIPATRIDE juga menerima pemberian
status kewarganegaraan lain ketika dia telah dewasa, dimana saat menerima kewarganegaraan
yang baru ia tidak melepaskan status bipatride-nya Permasalahan tersebut di atas harus di hindari
dengan upaya:

Memberikan Kepastian hukum yang lebih jelas akan status hukum kewarganegaran
seseorang
Menjamin hak-hak serta perlindungan hukum yang pasti bagi seseorang dalam kehidupan
bernegara

4. Cara Memperoleh Kewarganegaraan Indonesia ( Berdasarkan Penjelasan UU No. 62 Tahun


1958 )

Karena kelahiran
Pengangkatan
Dikabulkannya Permohonan
Pewarganegaraan (Opsi/Repudiasi)
Akibat Perkawinan
Turut Ayah atau Ibu
Pernyataan

PERSAMAAN KEDUDUKAN WARGA NEGARA DALAM KEHIDUPAN


BERMASYARAKAT, BERBANGSA, DAN BERNEGARA
1. Hubungan Warga Negara dengan Negara.
Sebagaimana telah diterangkan terdahulu, bahwa hubungan antara warga Negara dengan Negara
erat kaitannya dengan penerapan ideology dan teori ketatanegaraan yg di aut Negara tersebut.
Menurut teori yg di kemukakan oleh Machiavelli dan Shang Yang, warga Negara atau rakyat di
tempatkan sebagai objek kekuasaan.
Machiavelli berpendapat bahwa Negara yg kuat harus dipimpin oleh seorang raja yg
dipersonifikasikan sebagai harimau yg kuat, berotak cerdas seperti kancil. Demikian juga
sepenggal Shang Yang jika ingin Negara kuat maka penguasa Negara harus kuat dan rakyat
atau warga Negara harus lemah. Sedangkan menurut penganjur teori demokrasi JJ Rousseau
Montesquieu menyatakan bahwa justru rakyat memiliki hak ikut serta menentukan jalanya
pemerintahan maka kedudukan rakyat atau warga Negara menjadi kuat.
Montesquieu membagi dan memisahkan kekuasaan menjadi tiga, yaitu legislative, eksekutif dan
yudikatif. Ketiga lembaga pemegang kekuasaan itu harus terpisah (separation of power) sebab,
sebagaimana yg dikatakan oleh Lord Acton, ahli politik modern terkenal manusia cenderung
ingin berkuasa, dan kekuasaan yg berada di satu tangan akan cenderung disalahgunakan (terjadi
kesewenang-wenangan). Toeri trias politika dari Montesquiue muncul sebagai reaksi balik atas
pelaksanaan pemerintahan monarki di Perancis yg bersifat absolute-otoriter.
a. Teori Marxis
Menurut teori Marxis Negara hanyalah sebuah panitia yg mengelola kepentingan kaum borjuis.
Di sini berate, sebenarnya Negara tidak memiliki kekuasaan yg nyata. Kekuasaan nyata ada pada
kelompok atau kelas yg dominan dalam masyarakat tersebut. Kelompok ini adlah keum borjuis
dalam system kapitalitas, kaum bangsawan dalam system feudal, kaum buruh dalam system
sosialis. Terdapat dua system kelas social (dalam perkumpulan khusus), yaitu mereka yg
berperan serta dalam struktur kekuasaan (sebagai penguasa) dan mereka yg tidak berpartisipasi
dalam kekuasaan (harus tunduk pada kekuasaan).
b. Teori Pluralis
Negara merupakan alat dari masyarakat, dalam masyarakat terdapat banyak kelompok yg
berbeda beda kepentingannya. Tidak ada kelompok yg terlalu dominan. Untuk menjadi

mayoritas, kepentingan yg beragam ini melakukan kompromi, misalnya kaum pengusaha


menginginkan pajak yg ringan. Sedangkan kaum pekerja menginginkan pajak yg tinggi bagi
orang yg kaya supaya Negara dapat membiayai proyek social. Semua kepentingan harus
dikompromikan, politikuslah yg bisa membuat formula di mana kepentingan sebagian besar
masyarakat terpenuhi, dialah yg mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Negara.
c. Teori Organis
Teori ini bersumber pada pandangan Hegel, yg menyatakan bahwa Negara bukan merupakan alat
dari masyarakat. Negara merupakan alat dari dirinya sendiri. Negara mempunyai misinya sendiri,
yakni misi sejarah untuk menciptakan masyarakat yg lebih baik daripada yg ada sekarang.
Sebagai lembaga di atas masyarakat,negaralah yg tahu apa yg lebih baik bagi masyarakat secara
keseluruhan. Pandangan ini merupakan alat dasar dari terbentuknya Negara-negara kuat yg
sering kali bersifat otoriter, bahkan totaliter.
d. Teori Elite Kekuasaan
Elite kekuasaan sebagai kelas social dari orang-orang yg memiliki asl-usul dan pendidikan yg
sama, yg memiliki dasar-dasar social dan psikologis yg menyatukan mereka atas kenyataan
bahwa mereka adalah tipe social yg serupa dan menjurus pada fakta kemudahan saling berbaur.
Teori ini pada dasarnya mengatakan bahwa meskipun masyarakat terdiri dari bermacam macam
kelompok yg pluralistis, tetapi dalam kenyataan kelompok elite penguasa datang hanya dari
kelompok masyarakat tertentu. Penerapan setiap teori akan menghasilkan kensekuensi hubungan
yg berbeda beda, misalnya jika pemerintah Negara yg mendominisi warga Negara/masyarakat
atau memiliki otonomi yg mutlak maka akan menimbulkan kehidupan politik yg mudah yang
tidak demokratis dan tentunya mudah sekali terjadi penindasan pemerintah terhadap warga
negaranya. Atas dasar pemikiran falsafah keseimbangan antara otonomi pemerintah dengan
warga Negara perlu di kembangkan secara harmonis untuk menghindarai akibat negative yg
dapat di timbulkan karena ketimpangan otonomi antara pemerintah Negara dengan sector
masyarakat atau warga Negara.
2. Hubungan Warga Negara dengan Negara Menurut Bangsa Indonesia
Hubungan warga Negara dengan Negara menurut bangsa Indonesia berkembang dari waktu ke
waktu. Di antara para bapak pendiri (the founding fathers) Negara RI pada mulanya terdapat
perbedaan pandangan. Ir. Soekarno dalam pidato 1 juni 1945 di muka Sidang BPUPKI
menyatakan Negara Indonesia yg kita dirikan haruslah Negara gotong royong.sedangkan
Drs. Mohammad Hatta dalam tanggapannya tentang dimasukkannya hak-hak asasi dalam UUD
menyatakan kita menghendaki Negara pengurus, kita membangun masyarakat baru yh
berdasarkan kepada gotong-royong.
Tampak dari kedua tokoh pendiri Negara kita tersebut perbedaan konsep, meskipun tujuna dan
semangatnya sama. Ir. Soekarno yg sejak awal perjuangannya mengedepankan nasionalismenya
agar Indonesia yg bersemangatkan gotong-royong. Jauh dari individualism yg mengutanakan
kepentingan individu (warga Negara), dan jauh dari model dan konsep negara yg berbau Barat,
Negara yg akan didirikan hendaknya sesuai dengan jiwa asli Indonesia.
Drs. Mohammad Hatta dengan hati-hati mengingatkan bahwa bagaimanapun jaminan

perlindungan terhadap hak-hak warga Negara sangat diperlukan.


Sementara itu, Mr. soepomo dalam siding BPUPKI(31 Mei 1945) menunjukkan tiga pikiran
ideology, yaitu paham individualisme, paham kolektivisme, dan paham integralistik. Beliau
dengan sangat menyakinkan menolak paham interglastik yg diniai lebih sesuai dengan semangat
kekeluargaan yg berkembang di daerah pedesaan. Tentang teori interglastik,
Mr. Soepomo, menyatakan Negara merupakan suatu susunan masyarakat yg integlar,segala
golongan,segala bagian,segala anggotanya berhubungan erat satu sama lain dan merupakan
persatuan masyarakat yg organis. Dalam pandangan Mr. Soepomo Negara tidak untuk
menjamin kepentingan seseorang atau golongan , akan tetapi menjamin kepentingan rakyat
seluruhnya sebagai persatuan.
Teori intergralistik yg di kemukakan Mr. Soepomo di atas , tidak sama dengan intergralistik di
Jerman atau kolektivisme di Russia, individualism di Eropa Barat dan Amerika Serikat,
melainkan suatu cara pandang intergralistik yg tidak menghendaki Negara kekuasaan dimana
pada rakyatnya masih di hargai hak untuk berserikat dan berkumpul dan menyatakan pendapat
atau kemerdekaan untuk berpikir.
Jadi dengan demikian, bangsa Indonesia memandang bahwa warga Negara memiliki hak dan
kewajiban yg sama untuk bersama-sama ikut menentukan jalannya pemerintahan dan untuk
berpartisipasi dalam pemerintahan sebagai salah satu cirri Negara demokratis.
3. Persamaan Jaminan Perlidungan Hak-hak Penduduk dan Warga Negara Dalam UUD 1945.
Dalam setiap konstitusi Negara terdapat ketentuan mengenai bentuk Negara, bentuk
pemerintahan, struktur pemerintahan, hubungan dan tata cara kerja Negara, dan hak dan
kewajiban waga Negara. Di samping hak warga Negara, secara otomatis terdapat juga hak dan
kewajiban pemerintah Negara. Semua itu dicantumkan untuk memberikan batasan-batasan hak
dan kewajiban sehingga jelas dan dapat dilaksanakan demi terlaksananya kehidupan bernegara
secara baik sesuai dengan tujuan Negara. Di dalam UUD 1945 terdapat pasal-pasal yg berisi
jaminan persamaan kedudukan yg dicantumkan dalam pasal-pasal tentang perlindungan hak-hak
asasi warga Negara yakni pasal 27 sampai 34, dan setelah amendemen ke-4 tahun 2002 di
tambah dengan pasal 28A sampai 28J.
4. Persamaan Kedudukan Warga Negara
a. Persamaan Kedudukan dalam Memiliki Hak hidup
Pada hakikatnya manusia berkedudukan sama di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, hanya
keimanan dan ketakwaannya yg mungkin berbeda. Harkat dan mertabat manusia sama. Oleh
karena itu bersamaan pula dalam memiliki hak untuk hidup dan kehidupannya. Hak hidup adalah
salah satu hak asasi manusia yg paling asasi sehingga tidak seorangpun berhak mengganggu dan
apa lagi merampasnya. Dengan persamaan kedudukan sesame warga Negara untuk hidup maka
perilaku warga Negara atau pemerintah yg merugikan hidup dan kehidupan warga Negara
termasuk perbuatan aniaya dapat di tuntut secara hukum di pengadilan.
b. Persamaan Kedudukan dalam Hidup Berkeluarga
Hidup berkeluarga menjadi hak bagi setiap orang (warga Negara). Suatu keluarga akan hidup
tenteram dan bahagia apabila dapat di tinggal menjadi satu tanpa di bebani status

kewarganegaraan anggota keluarga yg bermasalah. Dengan undang-undang kewarganegaraan yg


baru disahkan dan berlaku sejak tahun 2006 di harapkan tidak ada lagi warga Negara yg
direpotkan oleh persoalan sttus warga Negara anak-anaknya.
Sebalum tahun 2006 sering terdapat bahwa suatu keluarga di mana anak-anak hasil perkawinan
dengan suami berkewarganegaraan asing tidak mendapatkan status sebagai warga Negara
Indonesia dan harus mendapatkan surat izin tinggal sementara di Indonesia.
c. Persamaan Kedudukan untuk Bertempat Tinggal.
Sentiment dan isu penduduk asli dan pendatang (perantau) di beberapa daerah di Indonesia
sering menjadi pokok penyebab konflik berdarah akhir-akhir ini. Sesugguhnya apabila
masyarakat Indonesia menyadari bahwa semua warga Negara berkedudukan yg sama dalam
hidup dan menempati atau tinggal di wilayah kedaulatan Republik Indonesia maka hal demikian
tidak akan terjadi. Kesadaran bahwa warga Negara Indonesia beranekaragam (multietnis)
hendaknya menjadi kesadaran semua pihak. Syarat putera bagi calon kepala daerah bukanlah
berdasarkan semangat nasionalisme yg luas.
d. Persamaan Kedudukan dalam Memperoleh Pekerjaan dan Penghidupan yang Layak bagi
Kemanusiaan.
Setiap warga Negara berhak untuk berusaha dan mengusahakan kehidupan yg layak. Untuk itu
sesuai dengan ketentuan alenia ke-4 Pembukaan UUD 1945, Negara berkewajiban untuk
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta berkewajiban
pula untuk memajukan kesejahteraan umum. Penagaturan dalam pengelolaan sumber alam akan
dapat menyejahterakan rakyat apabila ada keberpihakan kepada rakyat dan warga Negara.
Karena itulah pengusaan sumber-sumber kekayaan alam oleh Negara di maksudkan untuk
mengatur agar tidak jatuh ke tangan orang perseorangan atau pihak asing sehingga merugikan
kepentingan rakyat banyak.
e. Persamaan Kedudukan dalam Beragama
Sesuai sengan ketentuan Pasal 29 ayat (2) UUD 1945, tiap-tiao warga Negara berhaj memilih
dan memeluk agama serta kepercayaan serta berhak menjalankan ibadah menurut agama dan
keyakinannya. Tidak ada seorangpun dapat melarang atau memaksa kepada seseorang atau
kelompok masyarakat untuk memeluk agama dan beribadah sesuai dengan ajaran agama tertentu.
Hak beragama adalah hak asasi yg merupakan pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa.
f. Persamaan Kedudukan dalam Menunaikan Hak dan Kewajiban Membela Negara.
Hak ikut bela Negara dalam kehidupan masyarakat dapat diwujudkan dengan siskamling. Dalam
pelaksanaan siskamling dapat terlihat secara nyata menfaat keikut sertaan warga dalam menjaga
keamanan lingkungannya. Dalam kenyataan di masyarakat dapat terjadi orang yg melakukan
siskamling hanya orang-orang tertentu saja, sementara sebagian orang yg lain hanya membayar
denda. Di sisi lain juga terjadi adanya warga yang tidak pernah melakukan siskamling juga tidak
mau membayar denda. Bila hal ini terjadi maka sebaiknya diselidiki dahulu apakah ia memang
warga yg tidak mampu ataukah ia warga yg sengaja tidak mentaati aturan. Lain masalah apabila
yg tidak mau mentaati aturan tersebut adalah orang yg secara sengaja dan tidak mempunyai

halangan seperti hal-hal tersebut di atas aturan maka mereka patut di berikan sanksi, misalnya
denda di lipat gandakan dengan aturan yg di sepakati bersama.
g. Persamaan Hak untuk Berusaha di Bidang Ekonomi.
Selaku warga Negara, kita berhak mengembangkan usaha ekonomi untuk memenuhi kebutuhan
hidup kita. Negara Indonesia yg berdasar Pancasila mengembangkan ekonomi Pancasila atau
demokrasi ekonomi. Sistem demokrasi ekonomi tidak mengenal monopoli baik oleh swasta
mupun Negara. Warga Negara (swasta) dapat berusaha dan mengembangkan kerja sama dalam
lembaga dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan (kooperatif). Karena itulah UU NO.
5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat harus di
dukung dan diimplementasikan secara nyata.
h. Persamaan Hak untuk Berkumpul dan Mengeluarkan Pendapat.
Kebebasan menyampaikan pendapat di jamin sepenuhnya dalam UUD dan peraturan hukum
lainnya. Di Indonesia setiap warga Negara berhak untuk menyuarakan aspirasi dan
kepentingannya selaras dengan jiwa demokrasi Pancasila. Dalam UU Menyampaikan Pendapat
di muka Umum disebutkan hak setiap orang untuk menyampaikan pendapat dalam bentuk unjuk
rasa, rapat umum, pawai, dan mimbar bebas. Siapapun bisa menggunakan hak berpendapat
selama dengan cara-cara yg sopan, tertib,dan tidak mengganggu kepentingan umum (anarkis).
i. Persamaan Hak untuk Memperoleh Pendidikan dan Perlindungan Anak.
Sebagau warga Negara setiap anak berhak tumbuh berkembang sesuai dengan kodratnya sebagai
mahkluk Tuhan. Anak-anak berhak mendapatkan pendidikan, asuhan, pengarahan sehingga
menjadi dewasa. Tiap warga Negara wajib menjaga anak sebagai investasi masa depan bangsa,
mereka harus di lindungi dari perilaku kekerasan. Perilaku kekerasan terhadap anak sering terjadi
di mana-mana dan ada kecenderungan meningkat jumlahnya akhir-akhir ini. Untuk itu partisipasi
warga Negara dan masyarakat dan terlebih-lebih Komnas HAM dan perlindungan anak
memainkan peran yang sangat penting dalam upaya menaggulangi masalah ini.
j. Persamaan Kedudukan dan Hak untuk Mengembangkan Kebudayaan.
Dalam pasa 32 ayat (1) UUd 1945, di sebutkan bahwa begara memajukan kebudayaan nasional
Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara
dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Sejalan dengan ketentuan tersebut, pada masa
Presiden KH Abdurrahman Wahid sejumlah larangan menggunakan bahasa, tulisan dan
kebudayaan Cina berlaku selama Orde Baru telah di cabut. Sejak itu nuansa kebebasan
mengekspresikan budaya mewaranai kehidupan bangsa Indonesia setara dan sama haknya
dengan pengembangan kebudayaan yg lain. Budaya daerah termasuk bahasa daerah yg bernilai
luhur dan meniggikan harkat dan martabat kemanusiaan hendaknya di lestarikan dan di
kembangkan secara wjar dan dinamis.
5. Persamaan Kedudukan Warga Negara dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
a. Hak dan Kewajiban untuk Membela Negara dan Pertahannan Keamanan
Dalam UUD 1945 di sebutkan dalam Pasal 30 ayat (1) yaitu Tiap-tiap warga Negara berhak dan
wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara. Ini berarti bahwa semua saja

tanpa diskriminatif, warga Negara dapat dan wajib membela Negara. Secara lebih rinci hal-hal
ini diatur dengan Undang-Undang Pertahanan dan Keamanan.
b. Persamaan Kedudukan di Hadapan Hukum dan Pemerintahan.
Dalam Pasal 27 ayat (1) di sebutkan bahwa segala warga Negara bersamaan kedudukannya di
dalam hikum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dam pemerintahan itu dengan
tidak ada kecualinya. Ini berarti tidak di akuinya diskriminasi di bidang hukum dan politik di
Indonesia.
c. Persamaan Hak untuk Mengeluarkan Pendapat dan Aspirasi.
Diizinkannya penyampaian orasi dalam unjuk rasa, demontrasi mimbar bebas dalam
menyampaikan pendapat merupakan bukti dan komitmen pemerintah dan bangsa Indonesia
untuk memajukan demokrasi. Berbagai peraturan hukum memberikan kesempatan dan cara-cara
menyampaikan pendapat bagi warga Negara terhadap pemerintah maupun terhadap sesama
warga Negara dengan sesuai batasan-batasan selayaknya sesuai dengan system dan nilai-nilai
budaya bangsa Pancasila.
d. Persamaan Hak untuk Berpolitik/ Mendirikan Partai Politik dan Ikut Serta dalam Pemilihan
Umum.
Setiap warga Negara di jamin hak-hak politiknya sepeti mendirikan partai politik, ikut serta
menggunakan hak pilih, baik hak pilih aktif (memilih) maupun pasif (di pilih) dalam pemilihan
umum dan sebagainya. UU No. 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik mengatur lebih rinci
tentang partai politik.
e. Persamaan Hak untuk Mengembangkan Kebudayaan.
Pada masa Presiden KH Abdurrhaman Wahid dikeluarkan pencabutan larangan menggunakan
bahasa Cina. Dengan pencabutan itu, berarti peluang untuk memakai bahasa Cina oleh warga
Negara keturunan di buka kembali. Sepanjang kesenian atau kebudayaan tersebut tidak
bertentangan dengan norma hukum dan aturan masyarakat setempat maka pengembangan
kebudayaan tersebut dapat di lestarikan dan di kembangkan oleh warga Negara di wilayah itu. Di
harapkan pengembangan kebudayaan dapat mempercepat persatuan dan kesatuan bangsa sejalan
dengan kebhinekaan bangsa Indonesia. Tidak hanya simbol-simbol lahirlah yg dikembangkan,
namun secara substansial dapat menyatu padukan semangat nasionalisme sejati. Untuk itu di
perlukan kesadaran semua pihak demi membangun dan memajukan Negara dan bangsa
Indonesia yg adil,makmur, sejahtera, dan demokratis.
f. Persamaan Hak Mendapat Perlindungan Keamanan dan Bebas dari Penyiksaan.
Selama ini perlindungan keamanan bagi para pekerja Indonesia baik di g.dalam maupun di luar
negeri relative kurang. Tidak jarang terjadi mereka mengalami penyiksaan fisik bahkan sampai
meninggal dunia. Untuk itu keterampilan dan pengetahuan para buruk harus ditinggkatkan. Biro
jasa pengiriman tenaga kerja Indonesia harus lebih di tertibkan, jangan sampai pengiriman
tenaga kerja ilegal yg selalu menimbulkan masalah di luar negeri terulang dan selalu menjadi
masalah pemerintah dan bangsa Indonesia. Selain itu peran Kedutaan Besar Republic Indonesia
di Negara di mana di mana buruh Indonesia ditempatkan harus memikirkan nasib mereka dan

mempunyai konseling,pembiaan serta pembelaan tehadap para buruh tersebut. Mereka sebagai
warga Negara berhak mendapatkan fasilitas, layanan, dan perlindungan hak-hak asasinya.
g. Persamaan Hak untuk Mengembangkan Olahraga dan Seni.
Olah raga dan seni merupakan cabang kegiatan umat manusia yg mengandung nilai universal.
Tidak sedikit melalui kegiatan ini didapatkan manfaat yg banyak bagi kepentingan bangsa dan
Negara. Sifat-sifat kesukuan, kedaerahan, golongan, dan lain sebagainya dapat di tembus dan
menggerakkan semangat kebersamaan serta nasinalisme yg tinggi. Nama harum bangsa dan
Negara dapat diraih melalui aktivitas olah raga dan kesenian. Untuk meningkatkan aktifitas di
bidang olahraga sangat di perlukan adanya dukungan dari Negara dan peran serta sponsor dari
pihak lain. Sponsor dari pihak ketiga dapat berupa penyediaan dana serta fasilitas penunjang bagi
atlet juga nasional. Sedangkan Negara, selain memberikan pembinaan bagi para atlet nasional yg
berprestasi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
h. Persamaan Hak untuk Memajukan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Peran olimpiade sains dan teknologi sangat diperlukan dalam memajukan persamaan hak di
bidang ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Rangsangan bagi kemajuan di bidang sains dapat di
peroleh dengan memberikan penghargaan yg setimpal dengan prestasi serta jaminan hidup yg
memadai.
i. Membangun Perekonomian Nasional.
Perekonomian nasional dapat di perankan oleh siapapun dan di manapun dengan menghargai
masyarakat setempat , dan mengangkat kesejateraan masyarakat setempat. Selan itu para pelaku
usaha di manapun berada harus memerhatikan nilai-nilai moral dan menerapkan etika bisnis yg
saling menghargai. Dengan demkian akan tercipta kerja sama yg saling membutuhkan dan saling
menguntungkan. Dari uraian di atas, dapat di pahami bahwa pada dasarnya setiap manusia
termasuk kita bangsa Indonesia ingin hidup tenteram, damai, dan sejahtera. Sebagai anggota
masyarakat kita memiliki harga diri dan mengakui bahwa orang lainpun juga memiliki harga diri.
Demikian pula sebagai kelompok masyarakat, bangsa Indonesia mempunyai kebanggaan dan
berusaha mempertahankan harga diri kita di mata internasional.
Untuk itu kita perlu memupuk kerja sama sesama warga Negara dalam upaya membangun
masyarakat dan bangsa Indonesia. Menurut UUD 1945. Kita di beri kebebasan untuk bekerja
sama, memiliki kebebasan berorganisasi, baik organisasi politik, kemasyarakatan (social),
ekonomi, dan sebagainya dalam kerangka Negara kesatuan RI. Dalam berorganisasi, anggota
masyarakat semakin di names dan berpartisipasi aktif serta mengambil peran positif apabila
memiliki kebebasan, ketertaraan serta hal-hal lain yg tidak diskriminatif. Untuk itu kemerdekaan
mengeluarkan pendapat di Indonesia terlebih-lebih di era reformasi sekarang, kecuali telah di
jamin dalam UUD 1945 Pasal 28, juga di jabarkan dalam UU organiknya secara lebih luas dan
bebas. Kita sebagai bangsa yg besar semakin kuat dan berkarya besar apabila dapat memupuk
dan menghargai prinsip-prinsip persamaan sesama warga Negara Indonesia, yaitu prinsip bahwa
;
1. Setiap warga Negara bersamaan kedudukannya di hadapan hokum
2. Setiap warga Negara bersamaan kedudukannya tanpa memandang suku dan daerahnya.

3. Warga Negara bersamaan kedudukannya tanpa membedakan jenis kelaminnya.


4. Seriap warga Negara bersamaan kedudukannya tanpa membedakan agama yg di anutnya.
5. Setiap warga Negara bersama tanpa membedakan warna kulit.
6. Setiap warga Negara bersamaan kedudukannya tanpa membedakan tinggi rendahnya tingkat
pendidikan, jabatan, maupun gelarnya.
Dengan mencermati isi atau kandungan pasal-pasal UUD 1945, kita dapat menyimpulkan bahwa
UUD 1945 mengakui persamaan hak dan kewajiban warga Negara di berbagai bidang
kehidupan, hanya penerapannya yg perlu diusahakan berama. Hal ini memerlukan semangat
persatuan, semangat pengorbanan, kerja keras bersama untuk membangun Indonesia yg lebih
sejahtera sesuai dengan cita-cita kemerdekaan.
SYARAT MENJADI KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA
Syarat dan tata cara memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia; Kehilangan
kewarganegaraan Republik Indonesia; Syarat dan tata cara memperoleh kembali
kewarganegaraan Republik Indonesia; Ketentuan pidana . Menghargai Persamaan Kedudukan
Warga Negara. Dalam kehidupan bermasyarakat, kedudukansetiap warga negara adalah sama,
yaitu menjadi anggota masyarakat yang memiliki hak dan kewajiban yang sama tanpa harus
dibeda- bedakan. Menghargai Persamaan Kedudukan Warga Negara. Dalam kehidupan
bermasyarakat, kedudukansetiap warga negara adalah sama, yaitu menjadi anggota masyarakat
yang memiliki hak dan kewajiban yang sama tanpa harus dibeda-bedakan. . Kasus-kasus
kewarganegaraan di Indonesia juga banyak yang tidak sepenuhnya dapat diselesaikan melalui
cara pertama dan kedua saja. Sebagai contoh, banyak warganegara Indonesia yang karena
sesuatu, bermukim di Belanda, di Republik Rakyat Cina,
Menghargai Persamaan Kedudukan Warga Negara di Indonesia Dalam NKRI, semua warga
negar mempunyai kedudukan yang sama dalam bidang ekonomi, politik, hukum, sosial, budaya,
agama dan pertahanan keamanan. Persamaan Kedudukan Warga Negara dalam Berbagai Aspek
Kehidupan Kedudukan Warga Negara dan Pewarganegaraan Indonesia Persamaan Kedudukan
Warga Negara dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara Menghargai
Persamaan Kedudukan Warga Negara Kedudukan dan Status Warga Negara Kewarganegaraan
Indonesia Cara Memperoleh dan Hilangnya Warga Negara Syarat dan Tata Cara Memperoleh
Kewarganegaraan Indonesia Persamaan Kedudukan Dalam Bidang Politik Persamaan
Kedudukan Dalam Menghargai persamaan kedudukan warga negara dalam berbagai aspek
kehidupan 5 sengketa internasional dan cara penyelesaian oleh Mahkamah Internasional 5.3
Menghargai
Menghargai persamaan kedudukan warga negara tanpa Menghargai Persamaan Kedudukan
Warga Negara Kedudukan dan Status Warga Negara Kewarganegaraan Indonesia Cara dalam
Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara Menghargai Persamaan Kedudukan
Warga Negara Kedudukan dan Status Warga Negara Kewarganegaraan Indonesia Cara
MENGHARGAI PERSAMAAN KEDUDUKAN WARGA NEGARA Bagaimana Cara orang
asing bisa masuk menjadi warga negara Indonesia? Tentunya melalui Cara Kerja Answers; Poin
& Tingkat; Pedoman Komunitas; Leaderboard; Papan MENGHARGAI PERSAMAAN

KEDUDUKAN WARGA NEGARA Pemahaman rakyat Penduduk Warga negara


Documents that related with MENGHARGAI PERSAMAAN KEDUDUKAN WARGA
NEGARA FILETYPE:DOC EdyWinarno.Com rumus togel tahun 2011-2012 com-cerita mami
hyper sek-contok cara Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong, Harga diri
sebagai warga masyarakat, Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan pendapat,
Menghargai keputusan bersama, Prestasi diri , Persamaan kedudukan warga negara . Tahun 2006
merupakan tahun yang direncanakan akan disosialisasikannya pemberlakuan Kurikulum
Berdasar Standar Isi 2006. Dengan disosialisasi Cara download materi. penyajian materi di blog
ini dibagi menjadi 2 cara: ditulis apa adanya Menghargai persamaan kedudukan warga negara
dalam berbagai aspek kehidupan. Kompetensi Dasar : 5.1. Mendeskripsikan kedudukan warga
negara dan pewarganegaraan di Indonesia. 5.2. Menganalisis persamaan kedudukan warga
negara dalam kehidupan bermasyarakat, .. b. Isteri seorang warga negara. c. Keturunan dari
seorang warga negara yang kawin dengan wanita warga negara Asing. d. Anak yang lahir dalam
daerah RI yang oleh orang tuanya tidak diketahui dengan cara yang sah.
12 Tahun 2006 Menurut UUD 1945; Cara Memperoleh Warga Negara. Keturunan; Jika orang
tua berkewarganegaraan Indonesia, anak yang dilahirkanakan memperoleh kewarganegaraan
Indonesia. Kelahiran; Seseorang memperoleh kewarganegaraan Indonesia karena . Menghargai
Persamaan Kedudukan Warga Negara. Dalam kehidupan bermasyarakat, kedudukansetiap warga
negara adalah sama, yaitu menjadi anggota masyarakat yang memiliki hak dan kewajiban yang
sama tanpa harus dibeda-bedakan.
Persamaan kedudukan di dalam hukum. 6. Pasal 28. Kemerdekaan berserikat dan berkumpul.
2.2.3 Lain-lain. 1. Ketetapan MPR RI No. XVII/MPR/1998 tentang hak asasi. 2. UU No. 39
tahun 1999 tentang HAM Di media massa kita sering mendengar betapa sering warga negara,
bahkan pemerintah itu sendiri, melanggar nilai-nilai demokrasi. Orang-orang kurang menghargai
kebabasan orang lain, kurang menghargai perbedaan, supremasi hukum kurang ditegakan,
kesamaan kurang di praktekan,
cara sosiologis (sustantif) dalam kehidupan empirik. Anggapan Menghargai persamaan
kedudukan warga negara dalam berbagai aspek kehidupan. 5.1 Mendeskripsikan kedudukan
Menghargai Persamaan Kedudukan Warga Negara Tanpa Membedakan Ras, Agama, Gender,
Golongan, Budaya dan Suku. Sebagaimana kita ketahui, semboyan bangsa Indonesia adalah Ada
2 cara : 1. Naturalisasi biasa. mengajukan permohonan kepada 3 Responses to MENGHARGAI
PERSAMAAN KEDUDUKAN WARGA NEGARAArticulate The global leader in rapid elearning. Powered byBAB 4 Menganalisa Hubungan Dasar Negara dengan Konstitusi Link
downloadnya ada disini. BAB 5 Menghargai Persamaan Kedudukan Warga Negara Link
downloadnya ada disini. BAB 6 Manganalisa Sistem Politik di Indonesia Persamaan kedudukan
di dalam hukum. 6. Pasal 28. Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. 2.2.3 Lain-lain. 1.
Ketetapan MPR RI No. XVII/MPR/1998 tentang hak asasi. 2. UU No. 39 tahun 1999 tentang
HAM. 2.3 Sejarah dan Perkembangan Demokrasi Di media massa kita sering mendengar betapa
sering warga negara, bahkan pemerintah itu sendiri, melanggar nilai-nilai demokrasi. Orang-

orang kurang menghargai kebabasan orang lain, kurang menghargai perbedaan, supremasi
hukum kurang