Anda di halaman 1dari 3

RESUME

PENGARUH KEPEMIMPINAN DALAM PROSES


PERUBAHAN SEHUBUNGAN DENGAN DISAHKANNYA
UU NO. 38 TAHUN 2014 TENTANG KEPERAWATAN

OLEH :
I GEDE NYOMAN ARDI SUPARTHA
NPM. 1406522986

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
UNIVERSITAS INDONESIA
2014

Resume Kepemimpinan Dalam Keperawatan


Pengaruh Kepemimpinan Dalam Proses Perubahan Sehubungan Dengan
Disahkannya UU No. 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan

Kesimpulan
Konsep berubah adalah suatu konsep yang menjelaskan mengenai proses
perubahan suatu system kearah yang lebih baik, atau sebaliknya. Dapat
disimpulkan bahwa, walaupun perubahan kearah yang lebih baik menjadi
tujuan semua organisasi yang dipimpin oleh seorang pemimpin, namun
dalam prosesnya dikarenakan oleh kepemimpinan atau pengambilan
keputusan yang tidak tepat sehingga arah perubahan justru menjadi lebih
buruk. Sehingga dapat dikatakan kecapakan seorang pemimpin sangat
berperan dalam proses perubahan.
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk keluar dari budaya lama untuk
memulai proses perubahan yang lebih adaptif, menegaskan bahwa seorang
pemimpin dalam proses perubahan sangat dibutuhkan untuk mempimpin arah
perubahan kearah yang adaptif. Berbagai gaya kepemimpinan akan mewarnai
perilaku seorang pemimpin dalam menjalankan tugasnya dan hal ini tentunya
mempengaruhi

arah

perubahan.

Bagaimanapun

gaya

kepemimpinan

seseorang tentunya akan diarahkan untuk kepentingan bersama yaitu


kepentingan anggota dan organisasi.
Pemimpin yang efektif memiliki karakteristik terbuka pada perubahan yang
seharusnya dapat memprediksi masa depan. Pemimpin harus bisa melihat
keberhasilan yang tidak terjadi saat ini, dan dapat mengetahui semua yang
akan membantu keberhasilan suatu tujuan di masa depan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam proses perubahan seorang
pemimpin harus memiliki kejelian dalam mengambil keputusan, pemikir

kritis, penengah, advokat, visioner, evaluator,

agar perubahan yang

dilakukan tepat dan menguntungkan atau kearah yang adaptif.


Dengan diresmikannya Undang-undang No. 38 Tahun 2014 tentang
Keperawatan, yang berisikan 13 Bab dan 66 pasal, memberikan batasan yang
jelas bagi tenaga keperawatan untuk melakukan praktek kerja keperawatan
professional dan memberikan payung hukum yang dapat melindungi praktek
kerja dari kriminalisasi praktek keperawatan. Hal ini menjadi tolak ukur
kepada perawat untuk menjadi lebih professional, kearah yang jauh lebih
adaptif.

Saran
Mengingat bahwa pentingnya peran kepemimpinan dalam proses perubahan
dan dalam hal ini ditekankan pada diresmikannya UU No. 38 Tahun 2014,
hendaknya :
1.

Perawat perlu memperdalam pembelajaran tentang kepemimpinan


untuk memberikan landasan berpikir kritis, ketepatan mengambil
keputusan, visioner

2.

Perawat menjaga kualitas kerja keperawatan kepada pasien, keluarga,


dan masyarakat untuk meningkatkan penilaian keperawatan di
masyarakat luas

3.

Perawat senantiasa adaptif terhadap pembaharuan SOP tindakan


keperawatan yang lebih modern

4.

Perawat berperan aktif dalam proses perubahan praktek kerja


keperawatan yang berkenaan dengan butir-butir pasal Keperawatan agar
undang-undang yang disahkan tidak sekedar menjadi undang-undang
yang tidak diaplikasikan.

5.

Perawat mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai sertifikat


profesi atau sertifikat kompetensi dan Surat Izin Praktik Perawat (SIPP)
sebagai bukti pemberian wewenang untuk menjalankan Praktik
Keperawatan.

Anda mungkin juga menyukai