Anda di halaman 1dari 7

Sesi Remidi

Alat Ukur dan Pengukuran


AC dan DC
1.
2.
3.
4.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan DC


Jelaskan apa yang dimaksud dengan DC
Deskripsikan perbedaan antara DC dan AC
Berikan contoh-contoh sinyal DC dan AC

Besaran Listrik
1. Sebutkan beberapa besaran listrik serta instrumen ukurnya
2. Bagaimana prosedur pengukuran resistansi resistor yang runut dengan menggunakan
instrumen analog..
3. Hasil pengukuran resistansi sebuah resistor terbaca sebesar 20 ohm dengan
menggunakan selektor 10x, dan dengan resistor yang sama terbaca 22 ohm dengan
menggunakan selektor 1x. menurut saudara, hasil mana yang lebih akurat dan berikan
alasannya.
4. Jelaskan apa arti dari input impedance 20 k/V pada sebuah volmeter DC
5. Terkait dengan no. 4, berapa nilai impedansi instrumen jika dipilih selektor 50 volt.
6. Jelaskan mengapa pengukuran arus harus dilakukan secara seri
7. Jelaskan mengapa pengukuran beda potensial harus dilakukan secara paralel.
8. Jelaskan mengapa nilai resistansi dalam ampere meter idealnya nol ohm
9. Jelaskan mengapa nilai resistansi dalam voltmeter idealnya tak terhingga ohm.
10. Jelaskan secara runut prosedur pengukuran tegangan jala-jala PLN 220 volt dengan
mengguakan multimeter analog.
Multimeter Digital
1. Apa kelebihan dan kekurangan dari multimeter digital dibandikan dengan multimeter
analog.
2. Jelaskan secara runut prosedur pengukuran tegangan PLN 220 volt dengan menggunakan
multimeter digital
3. Perhatikan gambar DMM berikut;
a. Jelaskan secara runut bagaimana fungsi alat tersebut?
b. Jelaskan apa perbedaan antara satuan dB dan dBm.

Generator Fungsi
1. Jelaskan fungsi dari generator fungsi dan gambarkan rangkaian ekivalen dari sebuah
generator fungsi.
2. Apa arti dari nilai 50 ohm pada generator fungsi.

3. Perhatikan Gambar berikut, jika diinginkan keluaran gelombang sinus 1200 kHz, 5 volt
apa yang harus dilakukan dengan instrumen tersebut

4. Jelaskan fungsi dari masing-masing panel di atas


LINE : saklar digunakan untuk daya ac. LED hijau menyala saat ON.
2. RANGE Hz : saklar tekan (pushbotton) pemilih range frekuensi. pemilih RANGE
saat pembacaan pada dial FREQUENCY menentukan output pada generator.
3. FUNCTION : Saklar pemilih salah satu ditekan dari ketia fungsi. Semua output
level dc diatur secara tepat.
4. FREQUENCY : Pengaturan frequenci yang diinginkan dalam range beberapa saklar
tekan RANGE.
5. OFFSET : Pengaturan titik operasi dc beberapa fungsi. Posisi CAL mengubah dc
offset. Eac+Edc lebih kecil 10 V atau terjadi pemotongan bentuk gelombang.
6. AMPLITUDE : Pengaturan amplitude gelombang puncak ke puncak (peak to peak)
ini dilemahkan dalam step 1:1, 10:1, 100:1, 1000:1; pengaturan VERNIER dari nol
sampai tegangan output maksimum untuk pemilih range secara teliti

7. SYM : Perubahan simetri bentuk gelombang input dan output SYNC. Pada CAL
adalah simetris
8.
SYNC : Sebuah gelombang kotak dengan fasa output 180pada generator. Berguna
untuk sinkronasi diluar instrumen atau pendorong penghitung (driving a counter)
9. OUT PUT : Terminal untuk semua fungsi generator. 20 Vp-p untuk rangkaian
terbuka atau 10 Vp-p pada 50 ohm, pada posisi pelemah 1 : 1.
10. TRIGGER PHASE : Pengaturan fasa awal sinyal output dalam mode ledakan
(burst). FREE RUN melumpuhkan burst.
11. AM : Pemilihan modulasi amplitudo. Difungsikan untuk modulasi internal atau
modulasi exsternal.
12. FM : Pemilihan nodulasi frekuensi. Difungsikan untuk modulasi internal atau
modulasi eksternal.
13. SWP : Pemilih mode sweep (penyapuan). Fungsi ini mengesampingkan AM dan FM.
14. Pemilihan fungsi modulasi. Modulasi eksternal memungkinkan saat semua output
terkunci, dan sinyal yang dipakai adalah jack MOD INT-EXT.
15. % F START : Pemilihan persen modulasi AM, deviasi FM, atau frekuensi start
SWP.
16. Range Hz : Pemilih salah satu dari tiga range frekuensi modulation dengan kontrol
kontinyu dengan masing-masing melalui VERNIER (pengaturan halus). Posisi 0
digunakan untuk pengaturan frekuensi sweep start.
17. MOD INT-EXT : Input eksternal AM atau FM. Bentuk gelombang generaor modulasi
juga sama dengan outputnya saat modulasi internal digunakan.
18. SYM : Merubah kondisi simetri modulation bentuk gelombang output. Pemilihan
CAL 90:10 kemiringan (ramp) untuk SWP dan simetris untuk semua fungsi.
Osiloskup
1. Apa fungsi dari sebuah osiloskup.
2. Sebutkan parameter-parameter sinyal listrik yang dapat diukur dengan sebuah osiloskup
3. Dapatkan sebuah osiloskup digunakan untuk mendeteksi nilai arus yang sedang mengalir
disebuah rangkaian listrik AC? Beri alasan jawaban saudara.
4. Apa kelebihan dan kekurangan mengukur tegangan dengan sebuah osiloskup dibanding
dengan menggunakan volmeter digital atau analog.
5. Apa fungsi dari masing-masing panel dari sebuah osiloskup berikut

Genarator Pulsa
1. Apa perbedaan dan kesamaam fungsi dari sebuah generator fungsi dan generator pulsa
2. Jelaskan apa yang dimasud dengan
a. Gelombang kotak
b. Gelombang segiempat
c. Pulsa
3. Apa yang dimaksud dengan siklus kerja terkait dengan gelombang segiempat
4. Apa yang dimaksud dengan lebar pulsa dan perioda

Kesalahan dalam pengukuran


1. Apa yang meyebabkan terjadinya kesalahan dalam pengukuran besaran listrik

1.

Sinyal Listrik AC

Sinyal AC adalah arus yang mempunyai nilai yang berubah terhadap satuan waktu dengan karakteristik
akan selalu berulang untuk perioda waktu tertentu.
Sinyal AC merupakan bentuk gelombang yang sangat penting dalam bidang elektronika. Alasan utama
penggunaan tegangan AC adalah karena kemudahannya untuk ditransmisikan pada tegangan tinggi dan
dengan arus yang rendah, kemudian dengan mudah tegangannya dapat diturunkan dengan
menggunakan transformator. Sifat Sinyal AC antara lain :

Tegangan AC berubah-ubah potensialnya secara berkelanjutan dari positif ke negatif


Arusnya juga berubah dari arah yang satu ke arah yang lainnya secara berkelanjutan
Satu set perubahan positif ke negatif disebut sebagai satu gelombang
Banyaknya gelombang yang terbentuk dalam 1 detik disebut sebagai frekuensi yang diukur dalam satuan
Hertz (Hz)
1 Hz = 1 gelombang/detik
Sinyal tegangan sinus yang ideal biasa direpresentasikan seperti pada gambar

Amplitudo / Peak Voltage adalah nilai tegangan maksimal yang dicapai sinyal
Peak peak voltage adalah tegangan puncak positif ke puncak negatif nilai idealnya adalah dua kali nilai
amplitudo
Time Periode adalah waktu yang dibutuhkan oleh satu siklus gelombang
1. Sinyal Listrik DC
Sinyal Listrik DC adalah Sinyal yang mempunyai nilai tetap atau konstan terhadap satuan waktu, artinya
diaman pun kita meninjau arus tersebut pada waktu berbeda akan mendapatkan nilai yang sama. Sifat
Sinyal AC antara lain :

Tegangan DC nilainya tetap (selalu positif atau selalu negatif) namun nilainya mungkin bisa berkurang atau
bertambah
Arusnya juga searah dengan nilai laju yang bisa berkurang atau bertambah
Sumber tegangan/arus DC biasa digunakan untuk menyuplai rangkaian elektronik
Sumber DC yang nilainya konstan / stabil / steady paling cocok untuk rangkaian elektronik
Sumber Steady DC biasa diperoleh dari bateray, accu dan power supply yang teregulasi
Sedangkan Smoth DC yang mengandung riak (ripple) biasa dihasilkan oleh sebuah power supply yang
tidak teregulasi,
Tegangan / arus dari sumber Smoth DC yang mengandung riak (ripple) masih bisa digunakan untuk
mensuplay rangkaian elktronik asalkan nilai riaknya tidak terlalu besar

Varying DC tidak cocok untuk rangkaian elektronika