Anda di halaman 1dari 18

TEGANGAN SISA

Tegangan sisa ialah tegangan dari dalam atau yang


terkunci dari dalam pada suatau bagian atau rakitannya.
Sistem tegangan dalam hal ini terbebas dari gaya dalam
atau perubahan panas.

Tegangan sisa sebagai akibat dari tegangan thermal


seperti pada pengelasan dan perlakukan panas
Tegangan sisa yang disebabkan karena transformasi
fasa(seperti baja karbon)
Tegangan sisa karena deformasi plastisyang tidak
merata yang disebabkan gaya-gaya mekanis seperti
pada pengerjaan dingin selama pengerolan, penempaan,
pembentukan logam atau pekerjaan lain yang dilakukan
dengan mesin

Tegangan sisa sangat tinggi biasanya terjadi di daerah


las dan daerah HAZ
Teganga sisa maksimum biasanya sampai tegangan
luluh (yield stress)
Pada bahan yang mengalami transformasi fasa
minsalkan baja karbon rendah, tegangan sisa mungkin
berfariasi pada permukaan dan bagian dalam dari logam
induk

Selama pengelasan, logam las dan logam induk


mengalami siklus thermal berupa pemanas dan
pendinginan.
Siklus thermal ini menyebabkan terjadinya tegangan dan
regangan yang selanjutnya mengakibatkan adanya
tegangan sisa (residual stress)dan distorsi (distorsion).
Tegangan sisa bisa menyebabkan penggentasan,
berkurangnya ketahanan lelah, menurunnya kekuatan las
dan ketahanan korosi.

Tegangan sisa yang disebabkan oleh proses pengelasn


dapat mempengaruhi sifat-sifat mekanis struktur las
seperti patah getas, kelelahan, dan retak karena
kombinasi tegangan dan korosi
Pengaruh tegangan sisa menurun jika tegangan yang
bekerja pada bahan meningkat.
Pengaruh tegangan sisa pada struktur las bias diabaikan
jika tegangan yang bekerja pada struktur tersebut
melebihi tegangan luluhnya
Pengaruh tegangan sisa menurun setelah pembenan
berulang.

1. Metode pemotongan (Sectioning technique)


Tegangan sisa diukur dengan menggunakan strain gauge yang
bekerja berdasarkan perubahan tahanan listrik.

2. Metode pengeboran (hole drilling technique)


Strain gauge disusun dengan posisi sudut 0o, 45o, dan 900 dan
kemudian dibuat lobang ditengahnya. Adanya regangan saat
pengeboran akan terukur oleh strain gauge. Regangan ini berasal
dari pembebasan tegangan sisa.

3. Metode sinar X
Prinsip kerja pengkuran sinar X berdasarkan sifat tegangan sisa yang
dapat mempengaruhi struktur kristal. Jika sinar x mengenai bahan
maka sebagian dari sinar tersebut mengalami difraksi dan
membentuk pola-pola lingkaran yang bias dilihat pada film

1. Pengurangan tegangan sisa sebelum dan selama pengelasan


Ketelitian ukuran
Ukuran bagian yang akan dilas teliti sehingga tidak
memerlukan pengerjaan lagi pada proses fabriksi yang berarti
mengurangi tegangan sisa
Alur (groove)
Jika sambungan tumpul (butt joint),lebar alur dibuat sesempit
mungkin untuk mencegah terjadinya masukan panas yang
tinggi. Dengan demikian lebar daerah yang terkena panas tidak
meluas sehingga mengurangi tegangan sisa
Las lapis banyak
Jika plat yang dilas cukup tebal, maka pengelasan dilakukan
berulang-ulang.
Urutan pengelasan
Tegangan sisa bias dikurangi dengan memperhatikan urutan
pengelasan yang tepat

2. Pengurangan tegangan sisa setelah


pengelasan
Pembebasan tegangan sisa setelah pengelasan biasanya
mengunakan cara annealing .
Disamping mengurangi tegangan sisa, proses annealing juga
memperbaiki struktur micro dan menghindari terjadinya distorsi
dan retak.
Proses annealing dilakukan dengan cara memanaskan bahan
pada suhu recristalisasi yaitu 0,5 TM (suhu cair logam).

Perlakuan panas adalah suatu proses pemanasan dan


pendinginan logam dalam keadaan padat dengan tujuan
untuk mengubah sifat-sifat mekanik dan struktur mikro
dari logam tersebut.
Pada perlakuan panas akan terjadi distorsi atau
perubahan dimensi yang seharusnya tidak boleh terjadi
terutama untuk komponen-komponen permesinan yang
mempunyai presisi atau toleransi yang tinggi seperti dies
dan roda gigi.

Melalui perlakuan panas yang tepat, maka tegangan


dalam dapat dihilangkan, besar butir dapat diperbesar
ataupun diperkecil dan ketangguhan dapat ditingkatkan.
Secara umum perlakuan panas meliputi:
Pemanasan sampai suhu dan kecepatan tertentu.
Mempertahankan suhu untuk waktu tertentu sehingga suhu
merata.
Pendinginan dengan media pendingin seperti udara, air, oli dan
pendinginan di dalam dapur listrik.

Gambar 2. Diagram TTT Untuk Baja


Hypoeutectoid

Pada diagram TTT di samping,


garis ordinat menunjukkan
temperatur sedangkan
garis absis menunjukkan
waktu.
Melalui diagram TTT ini, kita
dapat mengetahui :
kapan transformasi austenit
dimulai serta
waktu yang dibutuhkan untuk
membentuk austenit
sempurna. Untuk mencapai
martensit, kecepatan
turunnya suhu dapat relatif
dipercepat dengan
menggunakkan media
pendingin air. Seiring dengan
turunnya suhu, pembentukan
mendekati seratus persen

Proses pengerasan merupakan proses perlakuan panas


yang diterapkan untuk menghasilkan benda kerja yang
keras. Perlakuan panas ini dilakukan dengan
memanaskan baja sampai ke temperatur austenisasinya
kemudian menahannya pada temperatur tersebut untuk
jangka waktu tertentu dan didinginkan dengan laju
pendinginan yang sangat tinggi atau diquench. Pada
proses pengerasan, perlu diperhatikan bahwa benda
kerja yang akan dikeraskan harus bebas dari scale
(terak), oli dan sebagainya agar kekerasan yang
diinginkan dapat dicapai.

Tegangan sisa akibat machining (proses permesinan)


atau pengerjaan dingin logam sebelum perlakuan panas.
Tegangan termal (thermal stresses) akibat perbedaan
laju pemanasan/pendinginan antara permukaan dan
bagian dalam dari baja.
Tegangan akibat transformasi fasa (transformation
stresses) pada waktu pendinginan.

Untuk pengerjaan dingin logam diperlukan tekanan yang


lebih besar daripada pengerjaan panas.
Logam mengalami deformasi tetap bila tegangan
melebihi batas elastis.
Karena tidak mungkin terjadi rekristaliasai selama
pengerjan dingin, tidak terjadi pemulihan dari butir yang
mengalami distorsi atau perpecahan.

Tegangan sisa ialah tegangan dari dalam atau yang terkunci


dari dalam pada suatau bagian atau rakitannya. Sistem
tegangan dalam hal ini terbebas dari gaya dalam atau
perubahan panas.
Tegangan sisa disebabkan oleh proses pengelasn dapat
mempengaruhi sifat-sifat mekanis struktur las seperti patah
getas, kelelahan, dan retak karena kombinasi tegangan dan
korosi
Tegangan sisa dapat dihilangkan dengan strees relief aneling.
Runtuhnya Jembatan HISAKI (Hirosima Nagasaki) di
perkirakan karena akibat adanya bekas peremajaan jembatan
yang meliputi perbaikan kecil seperti pengelasan bagian yang
keropos di tengah bagian dek jembatan. Hingga menimbulkan
tegangan sisa yang terjadi di bagian tersebut dan terjadi
pemusatan konsentrasi.

Anda mungkin juga menyukai