Anda di halaman 1dari 8

Fat Fit

Hasil buangan dari sludge separator, air pencucian, serta blown down dari unit
klarifikasi

masih mengandung minyak, sehingga seluruhnyaditampung di parit dan

dialirkan ke fat fit. Didalam bak fat fit, cairan tersebut dipanaskan dan akibat perbedaan
berat jenis maka terjadi pengendapan. Minyak yang berat jenisnya lebih rendah akan
berada pada permukaan bagian atas, sedangkan air dan lumpur akan berada pada bagian
bawah. Minyak yang ada pada bagian atas tersebut dipompakan ke drab tank. Selanjutnya
diteruskan ke vertical clarifier tank untuk diproses kembali. Sedangkan air dan lumpur
dialirkan ke unit pengolahan limbah.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :


-

Hindari sampah-sampah, biji, berondolan dan lain-lain agar tidak masuk bak ini, agar
pipa hisap pompa tidak tersumbat.

Hindari kebocoran pada pipa, kran dan pompa yang dapat menyebabkan sebagian
minyak terbuang dan pengotoran diareal bak tersebut.

Gambar Bak Fat Fit


Continuos Settling Tank ( CST )
Fungsi utama dari CST adalah memisahkan minyak, air dan NOS secara gravitasi. Pemisahan
antara minyak dan air adalah dengan perbedaan berat jenis. Dan suhu yang baik untuk
terjadinya pemisahan air dan minyak adalah 900 950C, dimana minyak akan selalu berada
diatas karena berat jenis minyak lebih kecil dari 1 kg/m3, sedangkan berat jenis air adalah 1
kg/m3.

Faktor yang mempengaruhi kinerja CST adalah:


(a)

Tempratur yaitu 90-950;

(b)

Air delusi;

(c)

Stirer atau Agitator;

(d)

Kualitas feeding;

(e)

Blow down, dilakukan secara rutin.

Gambar Continous Settling Tank

Oil Purifier
Untuk pemurnian minyak yg berasal dari tangki masakan yg mengandung air 0,2 0,8 [%]
dan kotoran 0,2 0,4 [%] dipergunakan alat pemisah sentripusi ini yg berputar 7500
[rpm]. Akibat gaya sentrifugal minyak dengan masa jenis lebih ringan bergerak ke arah poros
sedangkan kotoran dan air yang masa jenisnya lebih besar terdorong ke arah sudut (disc),
kotoran dan air dgn masa jenis lebih besar lagi ke arah dinding bowl. Air keluar, padatan
melekat pada dinding bowl yg dilarutkan dengan penyucian.

Kegunaan:
Oil purifier adalah alat untuk mengurangi kadar kotoran dan kadar air dari minyak sawit.

Kondisi fisik:
2 unit Oil purifier untuk memisahkan kotoran dan kadar air yang terkandung dlm minyak
dengan system centrifugal dengan letak mesin vertical, cara kerja sama dengan sludge
separator digerakkan elektromotor bertenaga 7,5 [hp].
Hal-hal yg perlu diperhatikan :
(a)

Tekanan hampa 20 Terr.

(b)

Ujung pipa pengeluaran air dari kondensor harus terendam air (Hot Well Tank)

(c)

Jika tekanan hampa tdk tercapai, laku-kan pemeriksaan pada :

(d)

Kebocoran sehingga udara masuk ke dalam vacuum

(e)

Tekanan uap kurang

(f)

Nozel ejektor tersumbat

(g)

Kran air kondensor tersumbat

Faktor faktor yang mempengaruhi kinerja oil purifier adalah :


(a)

Kontrol valve feeding ;Kondisi gear pump ;

(b)

Strainer ;

(c)

Kebersihan disc; dan RPM

Gambar oil purifier

Vacuum Dryer
Vacuum Dryer berfungsi sebagai alat untuk mengurangi kadar air di CPO secara maksimal
yang berbentuk tabung silinder berkapasitas 10 ton / jam dan dilengkapi dengan nozzle
penyemprot, gelas penduga, dan katup apung pengontrol level CPO dari bahan stainless. Alat
ini bekerja dengan tekanan 0.8 s/d -1.0 Bar.

Faktor faktor yang mempengaruhi kinerja vacuum dryer adalah:


(a)

Tekanan steam

(b)

Kebocoran kebocoran

(c)

Kuantitas dan kualitas feeding

(d)

Kondisi nozzel

(e)

Air pendingin

(f)

Tekanan vacuum yang kering, 760 mmHg

Gambar vacum dryer

Decanter
Kesulitan

yang

dialami

dalam

pengolahan

sludge

terutama

dalam

mekanisme

pengoperasian Sludge Separator dan penggantian Nozzle, maka dipikirkan cara pemisahan
lumpur yang lebih efektif. Cara pemisahan lumpur dalamSludge Separator adalah putaran
horizontal dan vertikal, maka decanter (40) adalah sejenis separator dengan posisi horizontal
memanjang dengan jenis putaran vertikal..
Decanter dapat menggantikan unit-unit pengolahan diStasiun klarifikasi Desander, Sand
Cyclone, Sludge Centrifuge dan Oil Purifier.

Keberhasilan dalam pengoperasian Decanter dipengaruhi oleh :

a.

Komposisi umpan yang akan diolah, karena ratio antara minyak, air dan lumpur
mempengaruhi terhadap daya pisah alat tersebut.

b.

Fungsi alat Decanter tersebut.

c.

Perimbangan kapasitas alat dengan jumlah Sludge yang diolah.

Alat Decanter yang digunakan ada dua jenis yaitu berdasarkan keluaran yaitu
1. Two-Phase Decanter
Alat ini bekerja memisahkan fraksi minyak dengan fraksi air dan fraksi padat atau fraksi
padat dengan cairan, dengan penggunaan tersendiri.

Pemisahan fraksi padat dengan fraksi cair.


Cairan minyak yang masuk dari Crude Oil Tank ke dalamDecanter dipisahkan menjadi dua
fraksi yaitu fraksi padat dan cair. Fraksi padat yang berbentuk lumpur padat diangkut dengan
bak trailer ke kebun, sedangkan fraksi cair dipompakan ke dalam Settling Tank untuk diolah
lebih lanjut. Tujuan pengolahan ini merupakan cara pengurangan bahan padatan dalam cairan
dengan maksud agar pemisahan minyak dalam settling tank
Decanter dapat ditempatkan sebagai pengganti Oil Purifieryakni minyak yang berasal
dari Settling Tank atau Buffer Tank diolah menjadi dua fraksi yaitu fraksi minyak dan fraksi
cairan yang masih mengandung Sludge. Karena prinsip kerja alat ini menggantikan Oil
Purifier maka

mekanisme

pemisahan

berpegang

kepada

kemurnian

minyak,

akibatnya Sludge yang keluar masih mengandung minyak, sehingga perlu diolah lagi dengan

menggunakan Sludge Separator atau Decanter, sedangkan fraksi minyak bersih langsung
diolah ke Vacuum Drier.
Decanter sebagai pengganti Sludge Separator, yaitu mengolah cairan yang berasal
dari Sludge Tankdipisahkan. Cairan dipisahkan menjadi cairan minyak danSludge. Cairan
minyak yang dipisahkan dipompakan keSettling Tank, sedangkan fraksi Sludge dibuang
ke Fa tPituntuk diteruskan ke unit pengolah limbah.

2. Three-Phase Decanter

Alat ini bekerja dengan prinsip yang sama dengan two-phase Decanter, hanya terdapat
perbedaan dari fase fraksi. Pada alat ini dihasilkan 3 fraksi yaitu fraksi minyak,fraksi
air (cair) dan fraksi padat.
Alat ini dapat ditempatkan sebagai pengganti Oil Purifierdan akan menghasilkan fraksi
minyak, fraksi air dan padatan. Fraksi air yang masih mengandung minyak dilanjutkan
pengolahannya pada Sludge Separator, danSludge dan minyak akan terpisah.

Penempatan Decanter

Decanter yang berfungsi memisahkan phase padat, phase minyak dan phase air memberikan
peluang penempatannya dihulu, tengah dan diakhir proses klarifikasi. Umumnya penempatan
di :

1. Hulu Sebelum CST


Cairan hasil pressan yang keluar melalui oil gutter ditampung di crude oil tank, memiliki
kandungan lumpur yang tinggi. Lumpur tersebut jika dipisahkan sebelum masuk kedalam
proses klarifikasi akan lebih baik, karena lumpur tersebut tidak lagi mengendap di dasar
tangki klarifikasi yang dapat menurunkan retention time. Decanter bekerja memerlukan
keseimbangan, maka diperlukan buffer tank tambahan yaitu ditempatkan diatas decanter.
Kalau hanya menggantungkan stabilitas tekanan pada pompa dapat menyebabkan efisiensi
pemisahan lumpur yang rendah dan losis minyak yang tinggi dalam lumpur.
2.Tengah sebelum sludge separator
Cairan yang keluar dari bagian bawah CST mengandung lumpur yang tinggi dan kadar
minyak yang mencapai 10 %. Cairan ini diolah dalam decanter akan menghasilkan : fraksi
padat akan dibuang, fraksi minyak dipompakan ke CST, sedangkan fraksi cair tetap dialirkan
ke sludge tank. Cara ini akan membantu sludge separator dan dapat menggantikan sand
cyclone dan strainer.

3. Hilir klarifikasi
Penempatan decanter di hilir sebagai pengganti sludge separator yang memisahkan lumpur
minyak dan air. Jika di hulu ditempatkan decanter maka pemisah lumpur yang ditempatkan
diakhir klarifikasi adalah sludge separator. Jenis decanter yang digunakan mengganti sludge
separator adalah decanter 2 phase dan decanter 3 phase.

4. Hilir Klarifikasi Sebagai Pengganti Oil Purifier


Pemurnian minyak dilakukan dengan alat oil purifier yang memisahkan minyak dan non
minyak. Karena sifat-sifat ini dimiliki oleh decanter 2 phase maka ada pabrik yang
menggunakan decantermemisahkan minyak dengan lumpur. Metode proses yang diterapkan
adalah cairan minyak yang keluar dari crude oil tank dipompakan ke buffer tank dan dialirkan
kedalam decanter dan akan menghasilkan minyak, lumpur dan cairan. Dalam proses ini yang
menjadi tujuan adalah memisahkan minyak yang bersih tanpa mempertimbangkan kehilangan
minyak pada fraksi padat.