Anda di halaman 1dari 7

Light and Dark Study

_____________________________________________________________________
__________________________________
Bauhaus : Kala Pilar Seni Modern Membusung di Jerman
Oleh: A.Sudjud Dartanto
tuesday, 28 nov 2006
Mari bersama-sama kita bayangkan, pikirkan, dan ciptakan sebuah struktur masa depan baru yang
meliputi bidang arsitektur, seni pahat, seni lukis, sebagai sebuah kesatuan. Suatu hari semua ini
akan menjulang sampai ke langit melalui tangan berjuta-juta seniman. Ini menjadi keyakinan baru
seperti sebuah kristal.

Walter Gropius
Lihatlah hutan gedung pencakar langit di Jakarta, atau kota metropolis lainnya. Sepanjang mata
memandang yang terlihat hanyalah citra bentuk simetris dengan gaya industrial. Nyaris tanpa
aksentuasi sehingga siapapun yang berharap menemukan ornamentasi bakal kecewa. Citra bentuk
arsitektural ini sejalan dengan diktum Ludwig Mies Van Der Rohe dengan Less is More-nya (kurang
adalah lebih) seolah menggilas ornamentasi yang dalam konsep Mies diubah menjadi bentuk abstrak
dan geometric modern. Kelak ciri inilah yang menjadi gaya internasional (international style)
arsitektur modern.
Mies adalah tokoh Bauhaus, sebuah sekolah seni berpengaruh di Jerman. Prinsip-prinsipnya
menegaskan semangat kaum Bauhaus yang bercita-cita membuat perubahan baru dalam seni,
desain dan arsitektur dengan menolak eklektisisme, sebuah era dimana seni intim dengan citra
artistik lokal seperti gaya Victorian dan sebagainya. Selain Mies, juga ada Walter Gropius sebagai
nama penting dan berpengaruh di Bauhaus. Tujuan Bauhaus adalah menyatukan semua kerja

kreatif, menghimpun semua disiplin seni praktis (patung, lukis, kerajinan dan kriya) sebagai
komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu arsitektur.
Lahir dari rahim pasca perang dunia I
Ditengah kecamuk perang dunia pertama, saat pelbagai kepentingan berubah wujud menjadi tank,
senapan, granat dan kemudian tangisan dan darah menjadi hasilnya, dengan mantap Walter
Grapius, seorang Jerman, tergugah untuk ikut memperbaiki ekonomi negaranya yang luluh lantak
akibat perang. Teknologi menjadi kata kunci penyelamatan. Maka dimulailah proyek besar sebuah
integrasi antara teknologi industri dan seni. Gropius berkeinginan untuk membuat lembaga yang
berfungsi sebagai consulting art center for industry and the trades (Bauhaus 1919-1928 p.12).
Lewat Bauhaus, Gropius, sang pendiri Bauhaus, merasa perlu untuk mengintegrasikan antara seni
lukis, patung, kriya dan disain sebagai elemen yang tujuan akhirnya adalah sebuah lanskap
arsitektur yang utuh. Perhatikan arti Bauhaus, dari Bauen yang bararti to build dan hous yang
berarti the house. Selain itu seni panggung, teater juga menjadi bagian dari proyek edukasi Bauhaus
yang resmi didirikan tahun 1919 di Weimar.

Prinsip-prinsip Bauhaus : Walter dan Mies


Bauhaus adalah institusi yang menarik. Tidak hanya merupakan lembaga edukasi, namun sekaligus
Bauhaus mempunyai prinsip yang idelogis sifatnya. Misalnya, bahwa seni harus bertemu dengan
keinginan masyarakat, tiadanya batasan antara seni murni (fine arts) dan seni terapan (applied arts).
Secara eksplisit Bauhaus mengutarakan prinsip idelogisnya antara lain : menyelamatkan seni dari
isolasi terhadap dirinya dan kemudian menemukan kembali dirinya (Whitford, p.11).
Mengembangkan keahlian seni dan kriya (crafts) individual dan bekerjasama dengan
mengkombinasikan semua keahlian, Kedua, membebaskan dan menaikkan status, kriya (crafts),
kursi, lampu, teapot dan lainnya kepada level yang sama dengan lukisan, patung. Dan ketiga,

mengatur kontak kepada pimpinan industri dan kriya (crafts) demi keuntungan mandiri dari
ketergantungan dukungan pemerintah dengan cara menjual disain ke industri.
Menyebut Bauhaus, seperti sulit menyampingkan dua nama : Walter Gropius dan Ludwig Mies Van
Der Rohe. Kedua orang ini cukup aktif meletakkan dasar-dasar penting prinsip-prinsip di Bauhaus
dalam periode kepemimpinan Bauhaus yang berbeda . Misalnya, Walter Gropius (1883-1969),
seorang yang pernah mandapat latihan profesional di Munich, mengembara di Spanyol dan di Italia
ia bergabung dangan Studio Behrens. Jangkauan pemikiran Walter mencakup hampir semua benda
fungsional dan ia ingin memajukan desain produk dengan jalan mengawinkan seni rupa dengan
industri. Dibawah pimpinan Gropius, Bauhaus menjadi pusat pendidikan desain terpenting. Gropius
membuat disain inovatif, yang membawa material dan metode konstruksi dari teknologi modern. Ia
menggunakan teknologi sebagai basis juga menstransformasikan bangunan menjadi presisi dengan
mengikuti kalkulasi matematis.
Kemudian Ludwig Mies Van Der Rohe (1886-1769) : baginya keindahan nampak dalam
kesederhanaan. Pandangan estetisnya ini sering dikaitkan dengan estetika fungsionalis yang populer
pada abad 20. Ia membuktikan pada rancangan bangunannya yaitu Seagram Building di New York,
gedung bertingkat 38 yang memadukan logam dan kaca. Ia untuk beberapa waktu menggantikan
kepemimpinan Walter Gropius d Bauhaus.
Sekolah seni Bauhaus
Bauhus pada awal berdirinya merupakan kombinasi dari Weimar Arts and Crafts School dan
Weimar Art Academy. Siswa sekolah dilatih menjadi seniman dan empu kriya (master of craftman).
Baginya seniman modern harus terbiasa dengan sains dan ekonomi, dan memulai menyatukan
imajinasi kreatif dengan pengetahuan pertukangan kemudian mengembangkan suasana baru dalam
desain fungsional (Bauhaus idem,p.13)

Denah Bauhaus Art School


Kelas seni di Bauhauas memberikan pelajaran kriya (crafts), tipografi desain industri dan komersial ,
patung, lukisan, dan arsitektur. Pengajarnya antara lain pelukis abstrak Paul Klee (Swiss),Wassily
Kandinsky (Rusia) dan pelukis yang juga desainer, Laszlo Moholy-Nagy (Hungaria), dan lainlainnya. Tahun 1923 adalah pameran pertama karya siswa. Salah satu karya interior yang
dipamerkan adalah kantor direktur Walter dan rumah tinggal eksperimental, The Haus Am Horn,
yang dibangun oleh siswa Bauhaus.

Bauhaus pindah, Bauhaus ditutup Nazi


Pada 1925 Bauhaus pindah dari Weimar ke Desau. Di tempat baru ini dibuat bangunan pusat
Bauhaus yang diarsiteki oleh Walter Gropius. Bangunan ini memiliki arti penting dalam sejarah
arsitektur modern. karena bangunan ini dirancang lebih kompleks dan utuh. Jerman ibarat medan
pertarungan ideologi yang tak berkesudahan saat itu, sebuah peristiwa penting terjadi. Saat Bauhaus
tengah masyuk dengan program dan hasilnya yang gemilang, kapak Nazi-Hitler selain aktif
menebas musuh ideloginya ternyata juga menebas Bauhaus, institusi yang ironinya berjasa
membangkitkan ekonomi Jerman dan justru bertempat di Jerman. Dengan ditutupnya Bauhaus
pada 1933 oleh Nazi, Gropius, Mies dan pemimpin fakultas lainnya di Bauhaus melarikan diri ke
Amerika dan disana, Gropius mengajar di Universitas Havard. Justru akibat pelariannya ini,
pengaruh Bauhaus, teori disain, arsitektur dan metode edukasi seninya seperti semakin bersemi di
daratan Amerika dan kian menyebar di negara eropa lainnya.

Chess Set
1. Walter Gropius, Programme of the staatloches Bauhaus in Weimar (1919), dalam Programmes
and Manifestos on Twentieth-Century Architecture,ed. Ulrich Conrads, terj. Michael Bullock
(London: Lund Humphries, 1970), Hal. 25.
Tulisan ini pernah diterbitkan di newsletter Surat YSC (Yayasan Seni Cemeti)Volume.12
http://sudjuddartanto.blogspot.com/2006/11/bauhaus-kala-pilar-seni-modern.html
pameran permanen baru Bauhaus Dessau Bengkel Kemodernan
Titik berat pameran permanen tentang sejarah Sekolah Tinggi Desain yang terkenal ini adalah
masa di Dessau dari 1925 sampai 1932. Dalam kurun waktu ini baik perkembangan sekolah maupun
bengkel-bengkel serta bagian arsitektur bisa mengembangkan daya tarik terbesarnya hanya dalam
waktu 15 tahun berdirinya lembaga tersebut, yakni dari 1925-1932.
Setelah membuat spesialisasi dan perbedaan dari setiap disiplin dalam ilmu desain di abad 19
lembaga bernama Bauhaus ini kemudian menyatakan niatnya untuk menyatukan semua bidang seni
di bawah satu atap. Niat ini menjadi nyata dengan didirikannya Bauhaus pada 1919 oleh Walter
Gropius. Sekitar 200 obyek dan dokumen terpilih dari koleksi yayasan ini menjadi obyek pameran di
gedung Bauhaus yang dibungkus secara arsitektonis guna menunjukkan arah-arah perkembangan
Sekolah Tinggi Desain. Banyak dari obyek yang dipamerkan dalam konteks ini sudah menjadi

karya klasik dari era modern. Salah satunya adalah mebel pipa baja yang terkenal karya Marcel
Breuer atau die Leuchten (Cahaya-cahaya) karya Wilhelm Wagenfeld. Sejumlah biografi terpilih
membuat pengunjung bisa melihat riwayat hidup pengajar dan mahasiswa yang sangat berbeda
setelah sekolah ini ditutup pada 1933. Banyak pengajar, mahasiswa dan rekan-rekan dari Bauhaus
ikut memberi sumbangan terhadap tetap hidupnya gagasan-gagasan Bauhaus dan disebar ke seluruh
dunia hingga saat ini walaupun di masa itu mereka harus berjuang melawan intimidasi dan dikejarkejar oleh rezim NAZI.