Anda di halaman 1dari 1

TRANSPORTASI GAS DENGAN PIPA

Setelah diproses, gas akan dialirkan menuju customer. Salah satu moda transportasinya
adalah dengan pipa
Gas yang berasal dari sumbernya
(PGN, Nusantara Regas, Pertamina
Gas dll) dikompresi atau dinaikkan
tekanannya. Hal ini bertujuan agar
gas

sampai

ke

customer

yang

jaraknya jauh dari sumber. Tekanan


yang dibutuhkan dapat ditentukan
dengan menggunakan hukum Darcy.
Gas yang sudah dikompresi ini
dialirkan melalui pipa transmisi. Di
setiap pipa transmisi disediakan PSV
(Pressure Safety Valve) karena untuk
mengalirkan gas dibutuhkan tekanan
yang tinggi (sekitar 15-20 bar) .Tipe
katup (valve) PSV itu sendiri adalah
ESDV atau Emergency Shut Down
Valve, semua ini bertujuan untuk
mengamankan pipa transmisi dan
juga lingkungan serta masyarakat di
sekitar pipa.
Kemudian, dari pipa transmisi menuju kompresor dan dari kompresor menuju underground
storage (tempat penyimpanan cadangan). Karena kompresor merupakan alat yang selalu berputar
maka suatu saat dapat mengalami masalah sehingga ketika ada gangguan pada kompresor. Gas
untuk kebutuhan customer akan diambil dari underground storage. Selanjutnya, gas akan melalui
city gate station yang kemudian akan sampai pada perusahaan distributor yang akan
mendistribusikan gas untuk customer.