Anda di halaman 1dari 3

Indonesia adalah sebuah negara yang berpotensi untuk menjadi negara

industri, hal ini ditunjang dengan adanya struktur perekonomian yang mengalami
perubahan kemajuan yang drastic karena pesatnya pertumbuhan gugus industri dan
UKM di Indonesia. UKM sebagai pelaku usaha berskala kecil dan menengah yang
tangguh dalam menghadapi krisis moneter tumbuh menjadi bagian integral dari
keseluruhan kegiatan ekonomi dan memperkuat basis perekonomian dalam negeri.
UKM sebagai salah satu industri yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap
produk Nasional di Indonesia. Menurut survey yang telah dilakukan oleh Badan Pusat
Satistik tahun 2010, hasil olahan kekayaan alam Indonesia dari sektor peternakan,
perikanan dan pertanian adalah bahan baku yang digunakan dalam bisnis makanan.
Konsumsi kerupuk rambak di Indonesia sangat besar, terbukti dari animo
masyarakat yang begitu besar dan keberadaannya yang tersebar luas. Kerupuk
rambak ini sering digunakan sebagai makanan selingan dan pelengkap makanan nasi,
bahkan tidak sedikit orang yang menganggap sebagai lauk pauk setiap hari.
Berdasarkan hasil

penelitian

yang dilakukan oleh

Badan Penelitian dan

Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI menyatakan bahwa, kerupuk


rambak merupakan kerupuk yang paling bergizi dibandingkan dengan dengan
kerupuk tapioka, terigu dan kedelai. Kandungan yang ada didalam kerupuk rambak
meliputi 82,9 % protein, 16% karbohidrat, 3,84% lemak per 100 gram serta 0,04 %
mineral.
Hewan ternak potong seperti sapi dan kerbau memiliki keunggulan diantara
lain mulai dari daging dan susu yang bisa langsung dikonsumsi, kulitnya pun juga
masih bisa dipisahkan untuk diolah kembali menjadi bahan pada industry sepatu, tas,
ikat pinggang bahkan bahan makanan seperti kerupuk rambak serta kotoran sapi yang
digunakan untuk pupuk. Banyaknya manfaat yang terdapat pada tubuh hewan ini
membuat sebagian orang tertarik untuk membuat sebuah UKM yang bergerak di
bidang makanan. Salah satunya adalah usaha makanan kerupuk rambak.
Pada Industri kerupuk rambak jenis kulit yang digunakan untuk inputan tidak
membutuhkan spesifikasi ketebalan dan kebersihan tertentu, hanya saja kulit yang

digunakan adalah kulit yang sehat terhindar dari penyakit dan biasanya menggunakan
kulit sapi dan kerbau. Kulit untuk pembuatan kerupuk rambak banyak disediakan
oleh peternak tradisional dipasaran. Dapat disimpulkan bahwa kualitas jenis kulit
yang digunakan pada industri kerupuk rambak lebih rendah dari pada yang
digunakanpada industri pengelolaan kulit, namun hal ini tidak berpengaruh pada
kandungan gizi yang terdapat pada kulit. Zat yang terdapat pada kerupuk rambak dari
bahan kulit sapi dan kerbau akan berubah menjadi zat yang berbahaya jika produk
kulit yang dijadikan kerupuk rambak adalah produk sisa atau limbah dari industri
kulit.
Di Indonesia masih banyak produk rambak yang dihasilkan dari limbah kulit,
oleh karena itu para konsumen harus selektif dalam memilih produk kerupuk rambak
yang akan dikonsumsi. Di Indonesia masih banyak produk rambak yang dihasilkan
dari limbah kulit, oleh karena itu para konsumen harus selektif dalam memilih produk
kerupuk rambak yang akan dikonsumsi. Industri pengolahan kerupuk rambak di
Indonesia memang tidak banyak berkembang dikarenakan harga bahan baku dari
kulit yang cukup mahal dan nilai ekonomis yang didapatkan lebih rendah jika
dibandingkan dengan pengolahan pada industry kulit.
Namun target market share yang dijanjikan pada industri ini cukup besar.
Pada hari-hari tertentu seperti lebaran, permintaan akan kerupuk rambak akan
meningkat tajam. Para pengrajin kerupuk rambak harus bekerja keras dan bahkan
terkadang harus melakukan penambahan jumlah pekerja untuk mencapai target
pesanan. Indonesia adalah sebuah negara yang berpotensi untukmenjadi negara
industri, hal ini ditunjang dengan adanya struktur perekonomian yang mengalami
perubahan kemajuan yang drastic karena pesatnya pertumbuhan gugus industri dan
UKM di Indonesia. UKM sebagai pelaku usaha berskala kecil dan menengah yang
tangguh dalam menghadapi krisis moneter tumbuh menjadi bagian integral dari
keseluruhan kegiatan ekonomi dan memperkuat basis perekonomian dalam negeri.
Para peternak kerbau dan sapi mencoba memanfaatkan segala fungsi yang ada pada
tubuh hewan tersebut.

Profil Industri Kecil Menengah


Kelompok melakukan pengamatan terhadap produk rambak kulit sapi milik
Bapak Abdullah dengan nama Rambak Petis Pak Dul. Usaha Kecil menengah ini
beralamatkan di Jagalan, Jebres, Surakarta. Dalam memperoleh bahan baku maupun
proses produksinya Pak Dul dibantu oleh dua orang. Yaitu Istrinya dan adik iparnya.
Dalam prosesnya telah terpapar bagaimana tugas masing-masing antara lain :
a. Bapak Dul, bertugas untuk memperoleh bahan baku serta sebagai pemberi
pertimbangan kapan waktu yang tepat untuk mulai produksi.
b. Istri pak Dul, bertugas untuk mengemas produk rambak serta distribusi
untuk sampai ke konsumen atau masyarakat.
c. Adik Ipar Pak Dul, bertugas untuk melaksanakan proses produksi, dari
awal bahan datang hingga produk telah jadi.