Anda di halaman 1dari 7

TUGAS KELOMPOK AUDITING II

AUDIT TERHADAP SIKLUS PRODUKSI DAN PENGUJIAN PENGENDALIAN TERHADAP


SIKLUS PRODUKSI

NAMA KELOMPOK:
1. )

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI


2011

PENGUJIAN PENGENDALIAN TERHADAP SIKLUS PRODUKSI


Siklus produksi terdiri dari dari dua transaksi: Transaksi manufaktur dan aktivitas penghitungan fisik
persediaan .
Jaringan prosedur yang membentuk transaksi manufaktur:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Prosedur order produksi


Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang
Prosedur pemgembalian barang gudang
Prosedur pencatatan biaya tenaga kerja langsung
Prosedur pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik dan kos produk selesai
Prosedur pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik sesungguhnya , biaya pemasaran,
dan biaya administrasi dan umum.

Jaringan prosedur yang membentuk aktivitas penghitungan fisik sediaan adalah:


1.
2.
3.
4.

Prosedur penghitungan fisik


Prosedur komplikasi
Prosedur penentuan kos sediaan
Prosedur adjustment kos sediaan

PERANCANGAN PROGRAM AUDIT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN TERHADAP


SIKLUS PRODUKSI
Rerangka perancangan

1. Pemahaman system informasi akuntansi untuk pelaksanaan transaksi: manufaktur dan


penghitungan fisik sediaan.
2. Penentuan kemungkinan salah saji dalam setiap tahap pelaksanaan transaksi manufaktur dan
penghitungan fisik sediaan.
3. Penentuan aktivitas pengendalian yang diperlukan untuk mendekteksi dan mencegah salah
saji dalam setiap tahap pelaksanaan transaksi: Manufaktur dan penghitungan fisik sediaan.
4. Penentuan prosedur audit untuk mendekteksi efektivitas aktivitas pengendalian.
5. Penyusunan program audit untuk penujian terhadap transaksi.
PERANCANGAN PROGRAM AUDIT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN TRANSAKSI
MANUFAKTUR
Fungsi Yang Terkait: Nama & Unit organisasi pemegang fungsi
1.
2.
3.
4.

Fungsi penjualan
Fungsi otorisasi produksi
Fungsi produksi
Fungsi perencanaan dan pengendalian produksi
pengawasan
5. Fungsi gudang
6. Fungsi akuntansi biaya
7. Fungsi akuntansi umum

= bagian penjualan
= departemen produksi
= bagian produksi
=bagian perencanaan dan
= bagiann gudang
= bagian akuntansi biaya
=bagian akuntansi umum

DOKUMEN

Surat order produksi adalah surat perintah yang dikeluarkan oleh departemen produksi, yang
ditujukan kepada bagian-bagian yang terkait dengan proses pengolahan produk memproduksi
sejumlah produk dengan spesifikasi, cara produksi, fasilitas produksi jangka waktu seperti
yang tercantum didalam surat order prokduksi tersebut.
Kartu jam kerja: kartu untuk mencatat jam kerja tenaga kerja langsung yang dikonsumsi
untuk memproduksi produk yang tercantum di dalam surat order produksi.
Buku permintaan dan pengeluaran barang gudang= formulir yang digunakan oleh fungsi
produksi untuk meminta bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi produk yang
tercantum di dalam surat order produksi.
Bukti pengembalian barang ke gudang adalah fomulir yang digunakan oleh fungsi produksi
untuk mengembalikan bahan baku dan bahan penolong ke fungsi gudang.
Bukti memorial adalah dokumen yang digunakan sebagai dasar pencatatan depresiasi aktiva
tetap berwujud, amortisasi aktiva tetap berwujud,amortisasi sewa & aktiva tidak berwujud,
dan pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk berdasarkan tariff yang ditentukan di
muka.
Bukti kas keluar adalah dokumen yang digunakan untuk mencatat biaya-biaya yang dibayar
lewat kas.
Laporan produk selesai adalah laporan produk selesai dibuat oleh fungsi produksi untuk
memberitahukan selesainya produksi pesanan tertentu.
Catatan akuntansi yang digunakan dalam transaksi manufaktur :

1. Jurnal pemakaian bahan baku


2. Jurnal umum
3. Register bukti kas keluar
4. Kartu kos produk
5. Buku pembantu sediaan
6. Buku pembantu biaya
Bagan alir sistem informasi akuntasi amnufaktur :
Gabungan jaringan prosedur prosedur bagan alir sistem akuntansi
1. Prosedur order produksi untuk mengkoordinasikan kegiatan pengolahan produk
guna memenuhi pesanan pembeli atau kebutuhan produk untuk jangka waktu tertentu
2. Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang
3. Prosedur pengembalian barang gudang
4. Prosedur pencatatan biaya tenaga kerja langsung
5. Prosedur produk selesai dan pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik
6. Prosedur pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya, biaya administrasi dan
umum dan biaya pemasaran
7. Prosedur pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya, biaya administrasi dan
umum dan biaya pemasaran yang berasal dari pengeluaran kas dan yang
menggunakan register kas keluar dan jurnal umum
Aktivitas pengendalian yang diperlukan dalam transaksi manufaktur
1. Pemisahan fungsi akuntansi biaya dari fungsi produksi, fungsi gudang dan fungsi
yang menganggarkan biaya
2. Pemisahan fungsi gudang dari fungsi produksi
3. Surat order produksi otorisasi oleh kepala fungsi produksi
4. Daftar kebutuhan bahan dan daftar kegiatan produksi dibuat oleh fungsi perencanaan
dan pengendalian produksi dan diotorisasi oleh kepala fungsi produksi
5. Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang diotorisasi oleh kepala fungsi
produksi yang bersangkutan
6. Kartu jam kerja diotorisasi oleh kepala fungsi produksi yang bersangkutan
7. Penggunaan tarif biaya overhead pabrik untuk membebanan biaya overhead pabrik
kepada produk
8. Bukt i kas keluar diotorisasi oleh fungsi pembuat bukti kas keluar

9. Surat order produksi, bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang, Bukt i kas
keluar,

bukti

memorial,

bernomor

urut

tercetak

dan

penggunaannya

dipertanggungjawabkan
10. Penggunaan kartu kas produk untuk mencatat kes produk yang diproduksi
11. Penggunaan laporan produk selesai untuk penyerahan produk selesai dari fungsi
produksi ke fungsi gudang dan untuk gudang dan untuk dasar pencatatan kos produk
jadi dalam buku pembantu sediaan
12. Secara periodik dilakukan rekonsiliasi kartu biaya dengan akun kotrol biaya di dalam
buku besar
13. Penggunaan panduan akun dan pelaporan biaya produk dan pada waktu yang tepat.
PENYUSUNAN

PROGRAM

AUDIT

UNTUK

PENGUJIAN

PENGENDALIAN

TERHADAP TRANSAKSI MANUFAKTUR


LAKUKAN PENGAMATAN TERHAAP PEMISAHAN FUNGSI AKUNTASI DARI
FUNGSI PRODUKSI, FUNGSI PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA DAN FUNGSI
PENYIMPANAN GUDANG
AMBIL SAMPEL KARTU KOS PRODUK YANG PRODUKNYA TELAH SELESAI
DIPRODUKSI. Akuntan mengambil sampel arsip kartu kos produk untuk produk yang telah
selesai diproduksi yang disimpan oleh fungsi akuntasi biaya.

PENJELASAN

PROGRAM

AUDIT

UNTUK

PENGUJIAN

PENGENDALIAN

TERHADAP TRANSAKSI MANUFAKTUR


Kartu kos produk yang dipilih kemudian diperiksa mengenai:
1. Surat order produksi yang melampirinya
2. Otorisasi yang tercantum di dalam surat order produksi
3. Daftar kebutuhan bahan makanan yang melampirinya
4. Daftar kegiatan produksi yang melampirinya
5. Bukti permintaan dan peamkaian barang untuk pemakaian bahan baku yang bersangkutan
6. kartu jam kerja dan tariff upah yang dipakai
7. Bukti memorial yang bersangkutan dengan pembebanan biaya overhead pabrik

AMBIL SAMPEL KARTU BIAYA

PERIKSA BUKTI DIGUNAKANNYA FORMULIR BERNOMOR URUT TERCETAK


DAN PERTANGGUNGJAWABAN PEMAKAIAN FORMULIR TERSEBUT.
PERIKSA ADANYA PENGECEKAN INDEPENDEN TERHADAP POSTING KE BUKU
PEMBANTU DAN JURNAL.

RANCANGAN

PROGRAM

AUDIT

UNTUK

PENGUJIAN

PENGENDALIAN

AKTIVITAS PENGHITUNGAN FISIK SEDIAAN


FUNGSI YANG TERKAIT
Nama Fungsi dan Unit Organsiasi Pemegang Fungsi
1. Fungsi Penghitungan fisik : Tim Penghitungan Fisik Persediaan
2. Fungsi akuntansi biaya

: Bagian Akuntasi biaya

3. Fungsi akuntansi umum

: Bagian Akuntasi Umum

TIM PENGHITUNGAN FISIK SEDIAAN. Tim yang terdiri dari fungsi pemegang kartu
penghitungan fisik, fungsi penghitung dan fungsi pengecek. Tujuan penghitungan fisik
sediaan adalah untuk meminta pertanggungjawaban atas barang yang disimpan oleh fungsi
gudang dan pertanggungjawaban atas ketelitian dan keandaalan data sediaan yang dicatat
pada kartu sediaan oleh funsgi akuntasi biaya.
FUNGSI AKUNTANSI BIAYA. Bertanggung jawab untuk mencantumkan kos satuan
sediaan yang dihitung dalam daftar hasil penghitungan fisik sediaan (inventory summary
sleet).
FUNGSI AKUNTASI UMUM. Bertanggung jawab untuk mencatat jurnal adjustment sebagai
ahsil penghitungan fisik sediaan ke dalam jurnal umum.

DOKUMEN
Dokumen sumber (source documents), yaitu dokumen yang diapkai sebagai dasar pencatatan
ke dalam akuntansi, dan dokumen pendukung (corroborating documents atau dokumen
penguat), yaitu dokumen yang membuktikan validitas terjadinya transaksi.
KARTU PENGHITUNG FISIK.

BUKTI MEMORIAL (JOURNAL VOUCHER). Sebagai dasar pencatatan depresiasi aktiva


tetap berwujud, amotisasi sewa dan aktiva tidak berwujud, dan pembebanan biaya overhead
pabtik kepada produk berdasarkan tariff yang ditentukan di muka.
DAFTAR HASIL PENGHITUNGAN FISIK.

CATATAN AKUNTASI
Catatan akuntansi yang digunakan dalam aktivitas penghitungan fisik sediaan adalah:
1. BUKU PEMBANTU SEDIAAN
Salah satu tujuan penghitungan fisik sediaan adalah untuk meng-adjust catatan dalam
buku pembantu sediaan berdasarkan hasil penghitungan fisik sediaan.
2. JURNAL UMUM
dalam penghitungan fisik sediaan, jurnal umum digunakan untuk mencatat adjustment
sediaan berdasarkan data yang dikumpulkan dalam daftar hasil penghitungan fisik
sediaan.

AKTIVITAS

PENGENDALIAN

YANG

DIPERLUKAN

DALAM

AKTIVITAS

PENGHITUNGAN FISIK SEDIAAN


1. Pemisahan penghitung dengan pengecek
2. Penggunaan kartu penghitungan fisik sediaan bernomor urut tercetak
3. Pemegang kartu penghitungan fisik sediaan mempertanggungjawabankan pemakaian
kartu tersebut dan pencatatannya ke dalam daftar hasil penghitungan fisik sediaan
4. Pengecekan secara independent pencantuman kos sediaan ke dalam daftar hasil
penghitungan fisik sediaan
5. Pengecekan secara independent terhadap perkalian antara kuantitas dan kos per unit
dalam daftar hasil penghitungan fisik sediaan
6. Pengecekan secara indepenen posting ke dalam buku pembantu sediaan berdasarkan
daftar hasil penghitungan fisik sediaan.
7. Penduan akun dan review pemberian kode akun

PENJELASAN PROGRAMAUDIT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN TERHADAP


AKTIVITAS PENGHITUNGAN FISIK SEDIAAN
PELAJARI INSTRUKSI YANG DIBUAT UNTUK PENGHITUNGAN FISIK SEDIAAN.
LAKUKAN PENGAMATAN TERHADAP PENGHITUNGAN FISIK SEDIAAN
LAKUKAN HITUNG UJI (TEST COUNT)
LAKUKAN PENGUJIAN KOMPILSI (COMPILATION TEST)
LAKUKAN PENGUJIAN KOS (PRICING TEST).
Dalam pengujian harga ini auditor melakukan kegiatan:
1. Memilih unsur sedian yang dicatat di dalam daftar hasil penghitungan fisik dan kemudiat
mengusut kos satuan yang dicantumkan di dalam daftar hasil penghitungan fisik ke dalam
kartu sediaan yang bersangkutan
2. Memeriksa ketelitian perkalian kuantitas dan ahrga satuan di dalam daftar hasil
penghitungan fisik
LAKUKAN ADJUSTMENT TEST. Adjustment test dilakukan oleh auditor untuk
memperoleh keyakinan mengenai digunakannya data hasil penghitungan fisik sediaan untuk
mengadjust catatan akuntasi sediaan.