Anda di halaman 1dari 25

PROCESSING

AID
Febri Aulia Masitha
Inas Muslimah J
Khairina Azmi Zahidah

Putu Calista Gitta K

OUTLINE
Mekanisme
Fungsi

Pengertian

Pengujian

Processing
Aids

Klasifikasi

Meningkatkan
properties

Aditif

Processing
Aid
Modifier

KLASIFIKASI ADITIF PROCESSING


AID
Polimerpolimer

Lubricant
internal
Dispersi
(deaglomerasi)

Polimer-Aditif
Processing Aid
Distribusi

PolimerPermukaan
mesin

Lubricant
external
Release (saat
pelepasan dari
mold)

PROCESSING AID
Aditif yang digunakan untuk

menghambat timbulnya masalahmasalah selama pemrosesan polimer

FUNGSI PROCESSING AID SEBAGAI


EXTERNAL LUBRICANT
Flow lebih mudah mengalir
Penghematan energy
Eliminasi fraktur pada permukaan/melt fracture
Pengisian mold yang lebih baik
Eliminasi timbulnya die drool/die buildup
Tekanan pemrosesan yang lebih rendah
Temperature pemrosesan yang lebih rendah
Penundaan proses pembersihan mesin dan pengurangan

changeover

MELT FRACTURE
Terjadi karena tekanan yang berubah-ubah disebabkan karena ketika

permukaan polimer menempel pada dinding dies -> tekanan


meningkat-> terlepas-> tekanan menurun (slip/stick phenomena)
Permukaan menjadi tidak rata -> kecenderungan untuk patah

Flow Rate

DIE DROOL

MEKANISME PROCESSING AID


Partikel-partikel processing aid akan berdispersi ke dalam polimer

lalu karena tidak miscible dengan resin polimer akan menempel


pada dies sehingga membentuk lapisan (coating)
Lapisan ini dapat mengurangi shear stress pada permukaan

polimer

Traditional Model
Partikel bermigrasi ke permukaan dies seperti
tetes hujan
Partikel PA yang lebih kecil terdispersi merata > menyelimuti permukaan dies
Boundary Layer Model
Partikel mengikuti arah aliran air lalu kontak
dengan permukaan dies
Partikel yang menempel adalah yang berada
dalam boundary layer
Partikel besar akan menyebabkan ketebalan
coating meningkat

MEKANISME
PENCEGAHAN DIE
DROOL

FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS
PROCESSING AID
Konsentrasi PA: konsentrasi meningkat, kecepatan pembentukan

lapisan meningkat, mempersingkat waktu proses pelapisan.


Ukuran partikel PA : semakin kecil ukuran partikel -> lebih mudah

terdispersi. semakin besar ukuran partikel -> kecepatan coating


terbentuk dan ketebalan coating akan meningkat.
Viskositas PA: viskositas PA harus cocok dengan viskositas

lelehan polimer.

PENGUJIAN

CONTOH-CONTOH PROCESSING AIDS


SEBAGAI EXTERNAL LUBRICANT
Jenis PA

Keterangan

Fluoropolymer

Untuk pemrosesan LLDPE dan LDPE


Paling umum digunakan

Metallic stearate

Terdiri dari dua bagian : rantai asam lemak dan


unsur logam
Memiliki titik leleh yang tinggi
Contoh :
Calcium stearate (untuk PP,PE,PS,PVC)
Magnesium stearate (untuk ABS,PA)
Aluminium stearate (untuk PA)

CONTOH-CONTOH PROCESSING AIDS


SEBAGAI EXTERNAL LUBRICANT
Jenis PA

Keterangan

Olefin oligomer

MWD rendah
Mengurangi torque, menurunkan temperatur
barrel
Untuk pemrosesan PP dan HDPE

Methyl
Methacrylate/ethyl
acrylate

Untuk pemrosesan PVC


Meningkatkan transfer panas dari dies ke
polimer
Meningkatkan proses fusi pada temperatur
yang lebih rendah

AGEN DISPERSI
Tambahan
pigmen atau
filler pada
plastik
Berpotensi
membentuk
aglomerat atau
gumpalan
Agen dispersi
(Dispersing
Agent)

APA YANG TERJADI SAAT PROSES


DISPERSI?
1.

Wetting

Pembasahan permukaan filler dengan


Energi bebas permukaan

resin.

APA YANG TERJADI SAAT PROSES


DISPERSI?
2. Dispersion

Adanya gaya saat pemrosesan plastik, partikel filler akan


tersebar atau terdispersi.

APA YANG TERJADI SAAT PROSES


DISPERSI?
3. Stabilization

Penambahan agen dispersi akan mencegah


terjadinya
re-aglomerasi dari filler. Yang akan menjaga terdispersinya filler
pada produk plastik.

AGEN DISPERSI
Contoh :
Octyl
triethoxylsilane
pada dispersi
pigmen TiO2

Kemasan
film
(produk
blow film)

Pipa&tab
ung

Aplikas
i
PA

Botol,dru
m,tangki
(ekstruks
i blow
molding)

Kabel
dan
isolasi
kabel

Contoh processing aid sebagai agen pendispersi : PV X kopolimer


yang mengandung gugus karboksilat dan gugus hidroksil
(http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S095522190600709
6)
contoh aplikasi processing aid pada PVC :
- PVC lebih mudah diekstruksi, artinya dipanaskan dan dialirkan
melalui suatu cetakan berbagai bentuk, sehingga dihasilkan produk
memanjang yang profilnya mengikuti bentuk cetakan tersebut,
misalnya produk pipa, kabel dan lain-lain
- PVC lebih mudah di lelehkan dan disuntikkan (cetak-injeksi) ke
dalam suatu ruang cetakan tiga dimensi untuk menghasilkan produk
seperti botol, dash board, housing bagi produk-produk elektronik
seperti TV, computer, monitor dll.
-

Proses kalendering menghasilkan produk berupa film dan

lembaran dengan berbagai tingkat ketebalan, biasanya dipakai


untuk produk alas lantai, wall paper , dll.
Dalam teknik cetak-tiup (blow molding), lelehan PVC ditiup di

dalam suatu cetakan sehingga membentuk produk botol,


misalnya.
Resin PVC yang terdispersi dalam larutan juga dapat digunakan

sebagai bahan pelapis/coating, misalnya untuk lapisan bawah


karpet dll.

- Baion Process Aids : merupakan contoh salah satu dispersant


processing aid mana mekanisme kerja dari baion ini dapat
menurunkan viskositas selama proses mixing, calendering, ekstrusi
maupun injection molding. Dapat meningkatkan dispersi material dan
aliran selama proses.

Ijal: pas bentukan coating yang dicari dispersinya atau

ketebalannya? Mekanisme yang paling umum?


Fajar: pas pendispersian.
Lulu: mekanisme yang berbeda atau terjadi barengan? Kapan

make partikel besar kapan make yang kecil?


Ucup: