Anda di halaman 1dari 9

OSMOREGULASI

Oleh :
Nama
Nim
Kelompok
Rombongan
Jurusan
Asisten

: Tino Prayitno
: JIA006044
:4
: II
: MSP
: Fosa

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN AIR

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
JURUSAN PERIKANAN DAN KELAUTAN
PURWOKERTO
2007

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
Ilustrasi Gambar. Pengambilan sampel darah dari ujung ekor Ikan nila
(Oreochromus niloticus )

Pemotongan ekor ikan

Pengambilan darah

Catatan : Pada saat pengambilan darah ikan diusahakan supaya darah tidak
membeku dengan memberikan perlakuan darah dengan cepat jangan terlalu lama.

(korspula)

(plasma)

Gambar darah setelah dimasukan ke dalam sentrifius

TOLERANSI SALINITAS PADA LARVA IKAN GURAMI


(osprhonemous gouramy)

Tabel hasil pengamatan larva ikan gurameh (Osprhonemous gouramy) dengan


berbagai toleransi salinitas selama 1 jam.
ikan
Kelompok
Perlakuan
Salinitas ppt
Salinitas
hidup
Direct
0-25 ppt
0
0
1.
2.
3.
4.
5
6

Direct

0-25 ppt

Direct
Indirect

0-25 ppt
0-10-25 ppt

0
0

0
0

Indirect

0-10-25 ppt

10%

Indirect

0-10-25 ppt

40%

Perhitungan untuk SR
Kelompok I, II, III dan IV
SR =
=

Nt
100%
No

10
100%
10

= 10%
Kelompok V
SR =
=

Nt
100%
No

10
100%
10

= 10%

Kapasitas Osmoregulasi
Pada praktikum kali ini kami tidak mendapatkan data hasil dari kapasitas
osmoregulasi dikeranakan ketiadaan alat dalam pengukuran.

Pembahasan

Cairan tubuh pada hewan air sangat diperlukan dalam pengaturan tubuh,baik
untuk kebutuhan regulasi maupun metabolisme, sehingga organisme aquatik seperti

ikan perlu mempertahankannya supaya kondisi tersebut konstan. Pengaturan dalam


mempertahankan tekanan tubuh pada ikan dipengaruhi juga dengan adanya effect
of salinity yang menunjukan sejauh mana kemampuan ikan untuk mempertahankan
osmotik tubuhnya melalui proses osmose dan difusi. Proses pengaturan tekanan
osmotik tubuh atau cairan osmotik internal tubuh yang layak bagi kehidupannya
supaya tetap dan seimbang berjalan dengan normal disebut osmoregulasi
(Djuanda,1981)
Agung setiarto (2000) menyatakan bahwa tingkat osmoregulasi dipengaruhi
oleh salinitas tertentu dan akan berpengaruh terhadap tingkat osmolalitas plasma,
jika salinitasnya meningkat maka osmolalitas plasma juga meningkat sedangkan
pada kapasitas osmoregulasinya semakin besar kadar salinitas suatu perairan maka
semakin kecil nilai kapasitas osmoregulasinya.
Berdasarkan hasil percobaan yang kami lakukan terbukti benar atau salah
dengan mengamati hasilnya nilai osmolalitas media dan plasma pada darah ikan itu
sangat dipengaruhi oleh salinitas. Hal itu menunjukan sifat dari ikan air tawar adalah
hipertonik artinya kadar konsentrasi pada tubuh ikan lebih tinggi dibandingkan
dengan mediannya, dan kapasitas osmoregulasinya semakin besar salinitas semakin
kecil kapasitas osmoregulasinya. Semakin tinggi kadar salinitas ikan maka
konsentrasi plasmanya semakin tinggi ( Djuanda,1981).
Air secara terus menerus masuk kedalam tubuh ikan melalui insang. Proses ini
secara pasif berlangsung melalui suatu proses osmosis yaitu, terjadi sebagai akibat
dari kadar garam dalam tubuh ikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan
lingkungannya. Sebaliknya garam akan cenderung keluar. Dalam keadaan normal
proses ini berlangsung secara seimbang. Peristiwa pengaturan proses osmosis dalam
tubuh ikan ini dikenal dengan sebutan osmoregulasi. Tujuan utama osmoregulasi

adalah untuk mengontrol konsentrasi larutan dalam tubuh ikan. Apabila ikan tidak
mampu mengontrol proses osmosis yang terjadi, ikan yang bersangkutan akan mati,
karena akan terjadi ketidak seimbangan konsentrasi larutan tubuh, yang akan berada
diluar dengan memiliki batas toleransi yang sesuai. Pada saat ikan sakit, luka, atau
stress proses osmosis akan terganggu sehingga air akan lebih banyak masuk kedalam
tubuh ikan, dan garam lebih banyak keluar dari tubuh, akibatnya beban kerja ginjal
ikan untuk memompa air keluar dari dalam tubuhnya meningkat. Bila hal ini terus
berlangsung, bisa sampai menyebabkan ginjal menjadi rusak (gagal ginjal) sehingga
ikan tersebut tewas. Selain itu, hal ini juga akan diperparah oleh luka dan atau
penyakitnya itu sendiri. Dalam keadaan normal ikan mampu memompa keluar air
kurang lebih 1/3 dari berat total tubuhnya setiap hari. Penambahan garam kedalam
air diharapkan dapat membantu menjaga ketidak seimbangan ini, sehingga ikan dapat
tetap bertahan hidup dan mempunyai kesempatan untuk memulihkan dirinya dari
luka, atau penyakitnya ( Djuanda,1981).
Air masuk dari medium yang berbeda yaitu dari medium internal dan dari
medium eksternal yang akan menyebabkan ikan air tawar banyak mengeluarkan
urine dan encer, dan garamgaram yang masuk kedalam tubuh melalui makanan dan
absorbsi selektif melalui difusi (Legler, 1998).
Mekanisme osmoregulasi pada ikan gurameh (Osprhonemous gouramy
dikelompokan kepada kategori osmoregulator yaitu hewan yang memiliki konsentrai
osmotik cairan tubuhnya tidak berubah atau konstan meskipun

hewan tersebut

berada dalam konsentrasi yang berubahberubah (Ville et al,1988). Menurut Lagler


(1997), menyatakan konsentrasi darah pada ikan air tawar berkisar kurang lebih
antara 300 osm per liter sedangkan pada hasil praktikum menunjukan batas normal
ratarata menunjukan diatas normal ataupun di bawah normal, hal tersebut

disebabkan dengan adanya faktor- faktor luar yang mempengaruhi hal tersebut dapat
terjadi.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan osmoregulasi dapat disimpulkan bahwa

1. Semua

ikan

air

mempertahankan

tawar

bersifat

tekanan

osmotik

osmoregulator
tubuhnya

yang

sesuai

dapat
dengan

lingkungannya.
2. Semakin tinggi salinitas maka osmolalitas medianya semakin besar
sedangkan osmolalitas plasma semakin tinggi, dan pada kapasitas
osmoregulasinya semakin kecil ( Djuanda,1981).
3. Osmoregulasi pada hewan air

dipengaruhi oleh faktor internal dan

eksternal (Legler, 1998).


4. Salinitas merupakan faktor yang penting yang dapat mempengaruhi
kadar konsentrasi plasma darah atau osmolalitas plasma.

DAFTAR REFERENSI

Djuhanda, T. 1981. Dunia Ikan. Armico, Bandung

Hickman, C.F. 1972. Biology of Animals. The C.V. Mosby Company, Saint Louis.
Kay, I.1998. Introduction to Animal Phsyology. Spinger Verlag: Singapore.
Lagler, K.F. 1998. Ichtiology. John Willey & SonsL: New York.
.
Ville, C.A ; Walter, W.F. and Barnes F.D. 1988. Zoologi Umum. Erlangga: Jakarta.
Setiarto, A. 2000.Oxygen Consuption and Osmoregulation of Adult Kuruma Shrimp.
Aquacultur Indonesia, WWW. Geogle.co .id.UNDIP: Semarang.