Anda di halaman 1dari 13

DIABETES MELLITUS

A. Pengertian
Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam
darah. Pada dasarnya, hal ini terjadi karena tubuh kekurangan hormon insulin-zat
yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Kekurangan insulin di sini bisa berupa
jumlah insulin yang kurang, atau jumlahnya cukup tatapi kerjanya kurang baik.(Sri
Hartini:2009)
Gula darah menjadi tinggi karena 3 hal :
1. Pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin.
2. Kerja insulin yang mengalami hambatan.
3. Atau saat pankreas tidak dapat menghasilkan insulin sama sekali. Pada keadaan
tersebut, bagian pankreas yang menghasilkan insulin terserang infeksi vis atau
reaksi auto-imun.
Dalam perjalanannya, Diabetes menjadi penyakit yang sangat di takuti. Gula darah
yang terus-menerus tinggi akan meracuni tubuh beserta organ-organnya. Kerusakan
tersebut di sebut komplikasi Diabetes yang bisa terjadi di jantung, mata, ginjal, dan
lain-lain.
B. Tipe-Tipe Diabetes
Berdasarkan sebab yang mendasari timbulnya Diabetes dibagi menjadi beberapa
golongan atau tipe. Di antara tipe-tipe Diabetes, yang termasuk tipe utama adalah
Diabetes tipe-1 dan tipe-2.(Sri Hartini:2009)

1. Diabetes tipe-1
Diabetes tipe-1 biasanya mengenai anak-anak dan remaja. Namun, Diabetes ini
ternyata juga dapat terjadi pada orang dewasa.
Diabetes tipe-1, untuk dapat bertahan hidup, bergantung pada pemberian insulin
dari luar. Oleh karena itu, pada waktu yang lalu, istilah yang dipakai adalah
Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDMM). Jumlah kejadiannya hanya 1-10%
dari semua penderita diabetes di dunia. Di Indonesia, hanya kurang lebih sekitar
1% dari semua Diabetes.
Biasanya, pada diebetes tipe-1 gejala dan tanda-tandanya muncul mendadak.
Tiba-tiba cepat merasa haus, sering kencing (anak-anak jadi sering ngompol),

badan mengurus, dan lemah. Apabila insuli tidak segera diberikan, penderita dapat
cepat tidak sadarkan diri, disebut juga koma ketoasidosis atau koma Diabetik.
2. Diabetes Tipe-2
Dari seluruh penderita Diabetes, jumlah Diabetes tipe-2 adalah yang paling
banyak, yaitu 90-99%. Diabetes tipe-2 bisa juga disebut diabetes life style karena
penyebabnya selain faktor keturunan, yang terutama adalah karena gaya hidup
yang tidak sehat. Biasanya, tipe ini mengenai orang dewasa.
Diabetes tipe-2 berkembang sangat lambat, bisa sampai bertahun-tahun. Oleh
karena itu, gejala dan tanda-tandanya sering kali tidak jelas. Diabetisi tipe-2
biasanya meiliki riwayat keturunan diabetes. Apabila tidak ada gejala klasik, yang
biasa dikeluhkan adalah cepat lelah, berat badan turun walaupun banyak makan,
atau rasa kesemutan di tungkai. Kadang-kadang, bahkan ada diabetisi yang sama
sekali tidak merasakan perubahan.
Diabetisi tipe-2 tidak mutlak memerlukan suntikan insulin karena pankreasnya
masih menghasilkan insulin. Mengapa? Pertama, insulin terrsebut masih
diproduksi, tetapi jumlahnya tidak mencukupi. Kedua, dan yang terpenting kerja
insulin tidak efektif karena adanya hambatan pada kerja insulin atau resistensi
insulin.
Di samping itu, kegemukan adalh faktor pemicu resistensi insulin atau diabetes
tipe-2, khususnya kegemukan di daerah perut, kurang bergerak, dan terlalu banyak
makan dengan gizi tidak seimbang.
Upaya penurunan berat badan, khususnya lemak tubuh, akan meningkatkan
kepekaan sel akan insulin sehingga gula pun akan lebih mudah masuk sel, yang
menyebabkan kadar gula dalam darah akan turun. Selain itu, energi dapat
dibentuk dengan lebih baik.
3. Diabetes Gestasional
Adalah Diabetes yang munculnya hanya pada masa kehamilan. Biasanya,
Diabetes ini muncul pada minggu ke-24 (bulan keenam).
Diabetes gestasional biasanya menghilang sesudah melahirkan. Namun, pada
hampir setengahnya, diabetes kemudian akan muncul kembali. Apabila,

diabetesnya tidak menghilang atau pernah menghilang tetapi muncul kembali,


keadaan tersebut bisa disebut diabetes tipe-2 atau tetap disebut diabetes
gestasional.
Diabetes yang disertai kehamilan akan berdampak buruk terhadap bayi dan ibu. Si
jabang bayi dapat tumbuh besar lebih dari besar normal (makrosmia), yaitu berat
lahirnya lebih dari 4 kg (disebut bayi raksasa atau giant baby). Oleh karena itu,
kalau ada bayi yang berat lahirnya lebih dari 4 kg biasanya ibunya punya bakat
diabetes.
C. Individu yang Berisiko Tinggi Diabetes Mellitus

D. Gejala Diabetes Mellitus


1. Sering kali buang air kecil dengan volume yang banyak (poliuri), yaitu lebih
sering daripada biasnya, apalagi malam hari.
Jika kadar gual darah melebihi nilai ambang ginjal (>180 mg/dl), gula akan keluar
bersama urin. Untuk menjaga agar urin yang keluar yang mengandung gula itu
tidak terlalu pekat, tubuh akan menarik air sebanyak mungkin ke dalam urin
sehingga volume urin yang keluar banyak dan kencing pun menjadi sering.

2. Sering kali merasa haus dan ingin minum sebanyak-banyaknya (polidipsi)


Dengan banyaknya urin yang keluar, badan akan terasa kekurangan air atau
kekeringan (dehidrasi). Untuk mengatasi hal tersebut, timbullah rasa haus
sehingga penderita ingin selalu minum; maunya yang dingin, manis, segar, dan
banyak. Tidak jarang, yang dipilih adalh minuman bersoda: dingin, menyegarkan,
manis, dan enak. Hal yang terakhir ini akan sangat merugikan karena membuat
kadar gula semakin tinggi.

3. Nafsu makan meningkat (polifagi) dan kurang tenaga.


Pada diabetes karena insulin bermasalah, pemasukan gula ke dalam sel-sel tubuh
kurang sehingga energi yang dibentuk pun kurang. Inilah sebabnya orang merasa
kurang tenaga. Dengan demikian, otak juga berpikir bahwa kurang energi itu
karena kurang makan, maka tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan
dengan menimbulkan rasa lapar. Jadi, timbullah perasaan selalu ingin makan, lalu
makan terus, banyak, dan yang enak-enak.

4. Berat badan turun dan menjadi kurus


Ketika tubuh tidak bisa mendapatkan energi yang cukup dari gula karena kurang
insulin, sel-sel dalam tubuh akan bergegas mengolah zat-zat lain di dalam tubuh
untuk diubah menjadi energi. Zat-zat yang diubah tersebut adalah lemak dan
protein. Apabila hal tersebut berlangsung cukup lama, penderita akan tampak
kurus dan berat badannya turun.
5. Gejala Lain
Di samping gejala-gejala yang sudah disebutkan sebelumnya, ada pula gejala lain
diabetes. Gejala tersebut biasanya disebabkan oleh komplikasi yang sudah terjadi.
Sering kali, diabetisi dewasa dan berumur tidak menunjukkan gejala sebelumnya
dengan jelas. Yang mereka tunjukkan adalah gejala karena komplikasi itu. Gejala
komplikasi yang paling sering dikeluhkan adalah kesemutan di kaki, gatal-gatal,
atau luka yang tidak sembuh-sembuh. Yang paling merisaukan gatal-gatal di
daerah selangkangan.
E. Manajemen Diabetes Mellitus
Diet (Pengaturan Makan)
Perbedaan diet DM dengan makanan biasa

Penggunaan hidrat arang/ karbohidrat dibatasi.

Jumlah makanan sehari dan pembagiannya diatur dengan baik.

Melaksanakan diet DM dengan aturan 3J (Jadwal, Jumlah, dan Jenis


makanan).

Makanan yang mengandung sumber karbohidrat kompleks :

Sumber karbohidrat/hidrat arang kompleks seperti nasi, lontong, jagung, roti,


ubi, singkong, talas, kentang, sagu, bulgur, mie, bihun, makaroni, dan
makanan lain yang terbuat dari bahan tepung-tepungan.

Makanan yang sebaiknya dihindari :

Gula murni dan makanan yang diolah dengan gula murni, seperti gula pasir,
gula jawa/merah, permen, dodol, cokelat, selai, madu, sirup, limun, minuman
ringan/bersoda, susu kental manis, es krim, kue-kue manis, tart, buah
kalengan, dendeng, dan abon.

Gula pasir atau gula jawa/merah masih dapat digunakan dalam masakan
sebagai bumbu.

Kiat diet DM
1. Makan secara teratur sesuai dengan jumlah dan pembagian makanan yang
telah ditentukan oleh dokter atau ahli gizi anda.
2. Hindari penggunaan gula murni dan makanan yang diolah dengan gula murni.
3. Batasilah penggunaan makanan sumber karbohidrat kompleks.
4. Makanlah sayuran dan buah-buahan.
Bahan makanan yang diperbolehkan :
1. Sumber karbohidrat/hidrat arang, semua bahan makanan hidrat arang.
2. Sumber protein hewani : daging, ayam, ikan, tongkol, tenggiri, bawal,
bandeng, maksimum 50 gram per hari, telur, susu, keju
3.

Sumber protein nabati : tahu maksimum 110 gram per hari, tempe maksimum
50 gram per hari, atau kacang-kacangan maksimum 20 gram per hari.

4. Lemak : minyak satu penukarnya dalam jumlah terbatas.


5. Sayuran : semua sayuran sekehendak kecuali asparagus, kacang polong,
kembang kol, kol, bayam, jamur, maksimum 50 gram per hari.
6. Buah : semua buah-buahan diperbolehkan.
7. Minuman : teh, kopi.
8. Bumbu : semua macam bumbu.
Pentingnya Olahraga bagi Penderita Diabetes
Olahraga secara teratur sangat penting bagi penderita diabetes karena dapat
mengontrol kadar gula darah serta menurunkan berat badan dan tekanan darah.
Penderita diabetes yang berolahraga secara rutin juga lebih jarang untuk mengalami
serangan jantung ataupun stroke dibandingkan yang kurang berolahraga.
Penyebab kenapa olahraga dapat membantu mengontrol kadar gula darah adalah
karena pada saat olahraga, sel-sel di otot bekerja lebih keras sehingga lebih
membutuhkan gula dan oksigen untuk dibakar menjadi tenaga dibandingkan saat
beristirahat. Olahraga juga membantu kerja dari insulin karena gula dalam darah
dialirkan ke dalam sel otot untuk dirubah menjadi energi sehingga otomatis kadar gula
didalam darah akan menurun sehinga akan meringankan kerja dari insulin.
Berikut adalah beberapa manfaat lain dari olahraga secara rutin terhadap penderita
diabetes :

Mengontrol gula darah, terutama pada diabetes tipe 2, sedangkan bagi diabetes
tipe 1 masih merupakan problematik.

Menghambat dan memperbaiki faktor resiko penyakit kardiovaskular yang


banyak terjadi pada penderita diabetes, seperti Penyakit Jantung Koroner
(PJK), stroke dan penyakit pembuluh darah perifer.

Membantu program penurunan berat badan pada penderita diabetes yang juga
mengalami obesitas, terlebih lagi apabila dilakukan bersama dengan
pengaturan pola makan.

Memberikan keuntungan psikologis, olah raga yang teratur dapat memperbaiki


tingkat kesegaran jasmani karena memperbaiki sistem kardiovaskular,
respirasi, pengontrolan gula darah sehingga penderita merasa fit, mengurangi
rasa cemas terhadap penyakitnya, timbul rasa senang dan lebih meningkatkan
rasa percaya diri serta meningkatkan kualitas hidupnya.

Mengurangi kebutuhan pemakaian obat oral dan insulin.

Mencegah terjadinya diabetes yang dini terutama bagi orang orang dengan
riwayat keluarga penderita diabetes ataupun bagi yang masuk dalam golongan
pre diabetes.

Olah raga yang dianjurkan untuk penderita diabetes adalah olahraga aerobic low
impact dan rithmis seperti senam, jogging, berenang dan naik sepeda, sedangkan
latihan resistensi statis tidak dianjurkan (seperti angkat beban dll). Porsi latihan juga
harus diperhatikan, latihan yang berlebihan akan merugikan kesehatan, sedangkan
latihan yang terlalu sedikit tidak begitu bermanfaat. Penentuan porsi latihan tersebut
harus memperhatikan intensitas latihan, lama latihan dan frekuensi latihan.
Secara praktis intensitas latihan yang dilakukan oleh klub klub bagi penderita
diabetes dinilai dengan :

Target nadi / area latihan.

Kadar gula darah sebelum dan sesudah latihan.

Tekanan darah sebelum dan sesudah latihan.

Senam ini sebaiknya rutin dilakukan setiap hari atau setidaknya 2-3 kali seminggu
sehingga akan mendapatkan manfaat yang maksimal. Di rumah sakit ataupun klub
penderita diabetes, biasanya mereka rutin mengadakan acara senam tersebut setiap
pagi selama dua kali seminggu.
Kontrol DM
a. Perencanaan makan yang baik (batasi gula, lemak, dan konsumsi
sayur)

b. Latihan jasmani
c. Uji kadar gula darah secara berkala
d. Minum obat dengan teratur
e. Kontrol berat badan
f. Kontrol tekanan darah
g. Kontrol kadar kolesterol darah
Obat Penurun Gula
a. Obat hipoglikemik oral (OHO)
Berfungsi

untuk

memperbaiki

jumlah

insulin

yang

kurang,

memperbaiki hambatan terhadap kerja insulin atau resistensi insulin


pada sel-sel. Obatnya adalah yang mengurangi resistensi insulin
tersebut, yaitu golongan Biguanid (metformin) dan tiazolidindion
(TZD)
b. Insulin
F. Komplikasi Diabetes
Komplikasi diabetes adalah gangguan baru pada organ-organ tubuh. Berdasarkan
mulai timbulnya dan lama perjalanannya, komplikasi diabetes digolongkan menjadi
komplikasi mendadak (akut) dan komplikasi menahun (kronis). Terdapat beberapa
kelainan yang mendasari komplikasi kronis, yaitu makroangiopati diabetik (kelainan
di pembuluh darah besar), mikroangiopati diabetik (kelainan pada pembuluh darah
kecil-halus), dan neuropati diabetik (kelainannya terdapat pada saraf).
1. Komplikasi mendadak (akut)
Komplikasi akut, komplikasi yang datangnya mendadak tanpa aba-aba. Namun,
jika diatasi, bisa sembuh. Yang termasuk komplikasi akut adalah infeksi yang sulit
sembuh, koma hiperglikemik (koma diabetik), dan hipoglikemi dengan koma
hipoglikemik.
a. Infeksi yang sulit sembuh
Diabetisi juga dapat menglami infeksi, yaitu masuknya kuman ke dalam
tubuh, seperti flu, borok (biasanya di kaki), atau radang paru-paru. Penderita
diabetes lebih mudah terkena infeksi dan lebih sulit sembuh.
Pada keadaan normal, kuman-kuman yang masuk ke tubuh akan dilawan dan
dibunuh oleh pasukan pertahanan tubuh, yaitu leukosit. Pada diabetes, saat
kadar gula darah tinggi lebih dari 200 mg/dl, kekuatan sel-sel darah putih
untuk membunuh turun, dan menjadi leukosit menjadi lemah. Oleh karena itu,

kuman yang masuk lebih sukar dibunuh, dan terus berkembang biak sehingga
infeksi menjadi sukar sembuh, terutama infeksi di kaki.
pada diabetes tipe-2 yang belum terkendali artinya gula darahnya masih tinggi,
apabila terjadi infeksi berat, misalnya infeksi paru atau borok di kaki, gula
darah dapt meningkat sangat tinggi. Dalam keadaan tersebut, gejala klasik
diabetes akan menjadi lebih berat.
b. Koma Hiperglikemik (koma diabetik)
Kadar gula darah yang sangat tinggi disebut hiperglikemi. Keadaan ini bisa
menyebabkan koma pada diabetisi. Koma adalah istilah medis yang
menerangkan bahwa kondisi seseorang kritis dan tidak sadar, hidup tapi
seperti mati. Koma karena hiperglikemi disebut koma hiperglikemik atau
koma ketoasidosik, yang bisa berlangsung sehari hingga beberapa hari. Ada
bermacam-macam koma hiperglikemik, tetapi yang paling sering terjaid
adalah koma diabetik atau koma ketoasidosik.
Biasanya, gejala yang terjadi sebelum koma adalah gejala klasik yang
bertambah hebat, yaitu semakin cepat haus, semakin banyak minum, dan
badan semakin lemah. Jika infeksi tidak cepat diobati dan gula darah tidak
cepat diatur, penyakit ini bisa menjadi lebih berat lagi dan terjadilah
penurunan kesadaran atau koma. Koma semacam ini dapat terjad, baik pada
diabetes tipe-2 maupun pada siabetes tipe-1.
Pada diabetes tipe-1, koma tidak harus didahului dengan infeksi. Koma dapat
terjadi segera begitu diabetisi tidak mendapat suntikan insulin. Atau walaupun
sudah diberi tetapi terlambat atau dosinya kurang dari yang seharusnya. Itulah
sebabnya, siabetisi tipe-1 harus selalu mendapatkan insulin tepat waktu dan
tepat dosis. Tidak jarang seseorang baru ketahuan menderita diabetes tipe-1
karena dia datang dengan koma hiperglikemik.
c. Hipoglikemi dan koma hipoglikemik
Gula darah terlalu tinggi (hiperglikemi) bisa berakibat macam-macam, bahkan
bisa menyebabkan koma. Demikian pula sebaliknya, gula yang terlalu rendah
(hipoglikemi)

juga

tidak

baik.

dibandingkan dengan hiperglikemi.

Bahkan,

dianggap

lebih

berbahaya

Hipoglikemi bukan komplikasi murni diabetes. Keadaan ini adalah komplikasi


pengobatan karena hanya dapat dialami oleh diabetisi yang mendapat obat
penurun gula, khususnya golongan sulfonilurea atau suntikan insulin.
Hipoglikemi terjadi apabila pasien yang sudah minum obat golongan
sulfunilurea, atau suntikan insulin, lalu:
1. Terlambat makan,
2. Lupa makan,
3. Makan tapi jumlahnya kurang,
4. Tiba-tiba muntah-muntah, atau
5. Tiba-tiba harus melakukan kerja fisik berat.
Ciri-ciri gejalanya, tiba-tiba merasa luar biasa lapar, berkeringat dingin,
jantung berdebar-debar, pusing, an linglung. Jika tidak segera diatasi, kesdaran
turun, sampai akhirnya tidak sadarkan diri (koma). Kondisi inilah yang disebut
koma hipoglikemik. Koma hipoglikemik adalah keadaan yang gawat karena
jika tidak cepat diatasi akan mengakibatkan kematian.
2. Komplikasi Menahun (kronis)
Komplikasi kronis biasanya menampakkan diri setelah 10-15 tahun sejak
didiagnosis diabetes. Namun, pada diabetes tipe-2, seringkali beberapa komplikasi
kronis sudah ada sewaktu pasien pertama kali didiagnosis menderita diabetes
tanpa gejala yang jelas sehingga komplikasi pun tidak terpantau. Komplikasi
krosnis khas diabetes disebabkan kelainan pada pembuluh darah besar, pembuluh
darah kecil/halus, atau pada susunan saraf.

Komplikasi kronis yang disebabkan kelainan pembuluh darah halus


(mikroangopati) dapat bermanifestasi/terwujud pada organ-organ: mata
(retinopati) dan ginjal (nefropati yang pada akhirnya perlu cuci darah).

Komplikasi

yang

disebabkan

kelainan

pembuluh

darah

besar

(arterosklerosis) dapat berwujud sebagai penyakit kardiovaskular (PKV)


pada organ jantung (yang bisa menyebabkan serangan jantung), otak (bisa
menyebabkan stroke), dan di tungkai bawah.

Komplikasi yang disebabkan kelainan saraf disebut neuropati.

Walaupun

pembuluh

darah

dan

saraf

ada

di

mana-mana,

manifestasi/wujudnya tampak di beberapa organ saja.


1. Masalah pada Mata
Terdapat beberapa jenis komplikasi diabetes pada mata.
a. Retinopati
Retinopati adalah kelainan yang mengenai pembuluh darah halus pada retina.
Retina terdapat di dalam bola mata bagian belakang dan kerjanya adalah
menangkap cahaya yang datang dari luar setelah menembus lensa mata.
Jika terjadi kerusakan pada pembuluh darah retina, fungsi retina akan
terganggu sehingga terjadilah gangguan penglihatan. Ketika retina terganggu,
gambar yang dilihat mata tidak dapat diproses di otak.
b. Katarak
Istilah katarak menunjukkan buramnya lensa mata. Lensa terdapat di bagian
depan mata dan fungsinya adalah meneruskan sinar ke retina.
Pada orang lanjut usia, katarak merupakan hal biasa. Tetapi pada diabetisi,
kelainan ini dapat terjadi pada umur yang lebih muda.
c. Glaukoma
Glaukoma terjadi karena meningkatnya tekanan dalam bola mata. Keluhannya
adalah rasa nyeri pada mata dan penglihatan berkurang.

2. Komplikasi pada Ginjal


Tugas ginjal adalah membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolik dan juga
membersihkan tubuh dari zat-zat berlebihan lainnya. Tugas tersebut dilakukan
dengan membuang zat-zat sisa tersebut bersama urin.
Untuk melaksanakan fungsi ini, ginjal dilengkapi kumparan-kumparan pembuluh
darah halus yang disebut glomerulus-serupa dengan filter kecil. Jika ginjal sebagai
filter mengalami gangguan dan tidak berfungsi dengan baik, zat-zat sisa tidak
dapat dikeluarkan dengan sempurna. Hasilnya, zat-zat sisa akan menumpuk dan
meracuni tubuh.
a. Nefropati diabetik

Penyakit ginjal diabetik, yang biasa disebut nefropati diabetik, disebabkan


oleh kelainan pembuluh darah halus pada glomerulus ginjal. Pada keadaan
normal, protein yang terkandung di dalam darah tidak akan bisa menembus
ginjal. Namun, jika sel di dalam ginjal rusak, beberapa molekul protein-yaitu
albumin-bisa melewati dinding pembuluh darah halus dan masuk ke saluran
urin.
Pertanda adanya kelainan nefropati adalah terdapatnya albumin di dalam urin.
Awlnya, hanya albumin yang halus (mikro-albumin). Selanjutnya, sejalan
dengan memberatnya komplikasi, akan dijumpai makro-albumin di dalam
urin.
Tingkat Albuminuria
Kategori

Urin 24 jam Urin


(mg/24 jam) tertentu

waktu Urin sewaktu


(mg/mg

(mg/menit)

kreatinin)

< 20

< 30

Mikroalbuminuria 30-299

20-199

30-299

makroalbuminuria > 300

> 200

> 300

Normal

< 30

Jika tidak segera diatasi, nefropati diabetik bisa menyebabkan gagal ginjal.
Mulanya ringan-ringan saja, tetapi pada akhirnya bisa menjadi sangat berat.
Dan satu-satunya cara untuk mengatasi hal tersebut adalah cangkok ginjal
(transpaltasi ginjal).
3. Komplikasi pada Saraf
Sistem saraf juga bisa terkena dampak dari penyakit diabetes. Komplikasi pada
susunan saraf biasanya disebut neuropati. Neuropati dapat terjadi pada saraf dari
beberapa organ berikut.
a. Neuropati pada tungkai dan kaki
Gejala neuropati ini paling terasa pada tungkai bawah dan kaki sebelah kiri
dan kanan. Yang paling sering dirasakan adalah kesemutan. Pada stadium
lebih lanjut, dapat terjadi baal (=kebas; kurang/mati rasa). Kadang-kadang,
dapat juga terasa panas (seperti kena cabai). Yang paling menyiksa, pada

sebagian orang, neuropati dapat menyebabkan nyeri, berdenyut terus-menerus


(neuralgi).
b. Neuropati pada saluran pencernaan
Neuropati pada saluran cerna dapat menyebabkan diare. Diare ini biasanya
terjadi pada malam hari sehingga disebut juga nocturnal diarrhae-diare pada
malam hari. Neuropati pada saluran cerna juga dapat menyebabkan konstipasi
(sulit buang air besar).
c. Neuropati kandung kemih
Neuropati pada kandung kemih dapat menyebabkan kencing tidak lancar.
Keluhan ini makin berat jika disertai infeksi di saluran tersebut.

4. Komplikasi pada (pembuluh darah) tungkai dan kaki


Komplikasi pada pembuluh darah besar di tungkai sering sekali terjadi pada
diabetisi. Yang menyebabkan kelainan ini adalah penebalan dinding pembuluh
darah besar (makroangiopati), lazim disebut aterosklerosis. Dengan penebalan
tersebut, aliran darah ke tungkai dan kaki menjadi tidak lancar dan berkurang. Hal
tersebut menimbulkan beberapa keluhan, di antaranya kaki terasa dingin, kram
(kejang) otot tungkai, dan kulit terasa kering.
Keadaan ini sering sekali didapati bersamaan dangan komplikasi neuropati.
Makroangiopati dan neuropati pada kaki diabetes sering juga disebut dengan
diabetic foot (kaki diabetik). Neuropati yang berperan dalam komplikasi ini
terutama adalah neuropati pada kaki yang menyebabkan mati rasa (baal, kebas).
Mati rasa menyebabkan penderitanya tidak akan merasakan apa-apa walaupun
kakinya terluka parah. Jika tidak cepat diatasi, apalagi kalau kemasukan kuman
(infeksi), kaki yang luka tersebut bisa menjadi borok parah dan bisa terancam di
amputasi (operasi kaki/tungkai).
5. Masalah pada Jantung dan Otak
Komplikasi yang paling ditakuti diabetisi, selain gagal ginjal adalah serangan
jatung dan stroke.
Komplikasi jantung disebabkan oleh arterosklerosis dan penyempitan pada
pembuluh darah besar yang mendarahi jantung (arteria koroneria). Istilah
medisnya adalah penyakit jantung koroner.

Pembuluh darah yang sempit memudahkan terjadinya penggumpalan darah yang


akan menyumbat aliran darah sehingga pasokan ke suatu daerah di jantung akan
terhenti dan matilah bagian jantung di tempat tersebut. Itulah yang disebut infark
miokard atau serangan jantung.
Gejalanya biasanya nyeri tiba-tiba di sebelah dada kiri yang bisa menjalar pada
lengan kiri sampai kelingking dan tidak hilang-hilang.
Jika penyumbatan ini pada pembuluh darah otak, yang akan muncul adalah stroke.
Pada stroke, terjadi kelumpuhan tiba-tiba. Kelumpuhan biasanya terjadi pada
sebelah bagian badan. Kadang-kadang disertai penurunan kesadaran.
Yang membuat pembuluh darah ke jantung dan ke otak menyempit adalah
penebalan dinding pembuluh tersebut. Faktor-faktor yang dapat memperburuk
penebalan dinding pembuluh darah adalah kegemukan, hipertensi, dislipidemi,
kebiasaan merokok, dan stress.
6. Disfungsi Seksual
Pada laki-laki, neuropati dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi (dahulu
disebut impoten). Keadaan itu juga didasari oleh penyempitan pembuluh darah
halus dengan kelainan saraf.
Pada diabetisi, disfungsi ereksi dapat terjadi pada usia yang relatif muda tanpa
sebab lain, dan makin cepat terjadi apabila gula darah selalu tinggi, serta adanya
kebiasaan merokok.
Pada perempuan, disfungsi seksual juga dapat terjadi walaupun tidak jelas, yaitu
cairan pelumas yang berkurang, yang menyebabkan nyeri waktu berhubungan,
kadang-kadang terjadi anorgasme, dan yang sering pula terjadi adalah
menurunnya keinginan untuk berhubungan.
7. Komplikasi pada Hati
Pada diabetes dapat terjadi perlemakan hati atau fatty liver. Selama gula darah
baik, komplikasi ini tidak cepat memburuk. Kunci penjagaannya adalah
pengendalian gula darah yang baik.