Anda di halaman 1dari 7

TUGAS PENDIDIKAN KEWARGENEGARAAN

Adrian Lie
Aga Citra
Ferbiano Elfrinus
Monica Emeralda
Yohanes Hendrikus
Septi Indah
XII IPA 2

1. Jelaskan fungsi dari ideologi!


a. Struktur kognitif, keseluruhan pengetahuan yang dapat merupakan landasan untuk
memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian dalam alam sekitarnya.
b. Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta
menunjukkan tujuan dalam kehidupannya.
c. Norma-norma yang menjadi pegangan dan pedoman bagi seseorang untuk melangkah
dan bertindak.
d. Bekal dan jalan seseorang untuk menemukan identitasnya.
e. Kekuatan yang mampu menyemangati seseorang untuk mencapai tujuan
f. Pendidikan bagi seseorang untuk memahami, menghayati, dan memolakan tingkah
lakunya.
g. Membentuk identitas kelompok atau bangsa.

2. Bandingkan antara ideologi terbuka dan ideologi tertutup!


NO
1

IDEOLOGI TERBUKA

IDEOLOGI TERTUTUP

Bukan merupakan cita-cita yang Merupakan kekayaan rohani, moral, dan


sudah

dalam

masyarakat,

kehidupan budaya masyarakat, jadi bukan keyakinan

melainkan

cita-cita ideologis sekelompok orang melainkan

sebuah kelompok yang digunakan kesepakatan masyarakat


sebagai dasar untuk mengubah
masyarakat
2

Apabila kelompok tersebut berhasil Tidak diciptakan oleh negara, tetapi


menguasai
akan

negara,

ideologinya ditemukan dalam masyarakat sendiri, ia

dipaksakan

masyarakat,

nilai-nilai,

kepada adalah milik seluruh rakyat dan bisa


norma- digali dan ditemukan dalam kehidupan

norma,

dan

berbagai

segi mereka

kehidupan masyarakat akan diubah


sesuai dengan ideologi tersebut
3

Bersifat

totaliter,

artinya Isisnya

mencakup/mengungsi
bidang

kehidupan,

tidak

langsung

operasional

semua sehingga setiap generasi baru dapat dan


karena

itu perlu menggali kembali falsafat tersebut

ideologi tersebut cenderung cepat- dan mencari implikasinya dalam situasi


cepat menguasai bidang informasi
dan

pendidikan

sebab

kekinian mereka

kedua

bidanng tersebut merupakan sarana


efektif

untuk

mempengaruhi

perilaku masyarakat
4

Pluralisme

dan

kebudayaan Tidak pernah memperkosa kebebasan dan

ditidakan, HAM tidak dihormati

tanggung jawab masyarakat melainkan


menginspirasi

masayarakat

untuk

berusaha hidup bertanggung jawab sesuai


falsafah itu.
5

Menuntut
memiliki

masyarakat
kesetiaan

total

untuk Menghargai pluralitas sehingga dapat


dan diterima warga masyrakat sehingga dapat

kesediaan untuk berkorban bagi diterima warga masyarakat yang berasal


ideologi tersebut.
6

dari berbagai latar belakang.

Isi ideologi tidak hanya nilai dan


cita-cita tetapi tuntutan kongkrit
dan

operasional

mutlak,

dan

yang

operasional

keras,
yang

keras, mutlak, dan total

3. Suatu ideologi dapat dikatakan sebagai ideologi terbuka apabila mengandung 3 dimensi,
jelaskan ketiga dimensi tersebut!
a. Dimensi Realita
Bahwa nilai-nilai ideologi itu bersumber dari nilai-nilai riil yang hidup di dalam
masyarakat Indonesia.
b. Dimensi Idealisme

Bahwa suatu ideologi perlu mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai
bidang kehidupan.
c. Dimensi fleksibilitas
Bahwa ideologikeluwesan yang memungkinkan untuk pengembangan pemikiranpemikiran baru yang relevan.

4. Jelaskan arti pentingnya ideologi bagi suatu negara!


a. Negara mampu membangkitkan kesadaran akan kemerdekaan, memberikan orientasi
mengenai dunia beserta isinya, dan memberikan motivasi perjuangan untuk mencapai
apa yang dicita-citakan.
b. Dengan ideologi nasionalnya suatu bangsa dan negara dapat berdiri kokoh dan tidak
mudah terombang-ambing oleh pengaruh ideologi lain serta dalam menghadapi
persoalan yang ada.
c. Ideologi memberikan arah dan tujuan yang jelas menuju kehidupan yang dicitacitakan.
d. Ideologi dapat mempersatukan orang dari berbagai pandangan hidup bahkan dari
ideologi.
e. Ideologi dapat mempersatukan orang dari berbagai agama.
f. Ideologi mampu mengatasi konflik atau ketegangan sosal.

5. Sebutkan ciri-ciri sistem pemerintahan presidensial!


a. Kekuasaan pemerintahan (eksekutif) terpusat pada satu orang.
b. Presiden dibantu oleh menteri-menteri yang diangkat dan bertanggung jawab
kepadanya.
c. Masa jabatan ditentukan dalam jangka waktu tertentu.
d. Presiden dan para menteri tidak bertanggung jawab kepada parlemen.
e. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen.
f. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen.

6. Sebutkan ciri-ciri sistem pemerintahan parlementer!


a. Kedudukan kepala negara tidak dapat diganggu gugat.
b. Kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri bertanggung jawab kepada parlemen.
c. Susunan anggota dan program kabinet didasarkan atas suara terbanyak dalam
kabinet.

d. Kabinet dapat dijatuhkan atau dibubarkan sewaktu-waktu oleh parlemen dan


sebaliknya kabinetpun tidak dapat membubarkan parlemen.
e. Kedudukan kepala negara dan kepala pemerintahan tidak terletak didalam satu
tangan atau pada satu orang.

7. Sebutkan ciri-ciri sistem pemerintahan Indonesia setelah diamandemen!


a. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi yang luas.
b. Bentuk pemerintahan adalah republik, sedangkan sistem pemerintahan presidensial.
c. Presiden adalah kepala negara dan kepala pemerintahan.
d. Presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung satu paket oleh rakyat.
e. Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden.
f. Parlemen terdiri atas dua bagian yaitu DPR dan DPD.
g. Anggota DPR dan DPD merupakan anggota MPR.
h. Adanya lembaga perwakilan di daerah, yaitu DPRD provinsi dan DPRD
Kabupaten/Kota yang anggotanya juga dipilih melalui pemilu.
i. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh MA dan badan peradilan dibawahnya, yaitu
pengadilan tinggi dan pengadlan negeri serta sebuah Mahkamah Konstitusi.

8. Jelaskan kelemahan dan kelebihan di sistem pemerintahan parlementer!


Kelemahan

Kelebihan

Kedudukan eksekutif tergantung pada Pembuatan kebijakan dapat dibuat secara


dukungan mayoritas parlemen

cepat karena mudah terjadi penyesuaian


pendapat antara eksekutif dan legislatif

Kelangsungan kedudukan eksutif tidak Tanggung jawab dalam pembuatan dan


biisa ditentukan karena bisa dibubarkan pelaksanaan kebijakan publik jelas
sewaktu-waktu
Parlemen dijadikan tempat kaderisasi Adanya pengawasan yang kuat dari
partai

parlemen

terhadap

kabinet

sehingga

kabinet berhati-hati dalam menjalankan


pemerintahan

9. Jelaskan 4 fungsi pers menurut UU No. 40 th. 1999!


a. Fungsi Informasi

Masyarakat dapat membeli, berlangganan, atau meminjam surat kabar untuk


mendapatkan informasi tentang beberapa hal.
b. Fungsi Pendidikan
Pers membuat tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga masyarakat
bertambah pengetahuan dan wawasannya.
c. Fungsi Hiburan
Pemberitaan pers teradang berisi artikel yang bersifat hiburab, seperti berbentuk
cerita pendek, cerita bergambar, tts, dan karikatur.
d. Fungsi Kontrol Sosial
Fungsi kontrol sosial meliputi 4 unsur, yaitu social participation, social
responsibilty, social support, dan social control.

10. Jelaskan 5 dampak positif dan 5 dampak negatif kebebasan pers sebelum kebebasan pers
diterapkan!
Dampak positif:
-

Masyarakat dapat memperoleh informasi dengan setransparan mungkin. Masyarakat


bisa mengetahui apa sebenarnya yang terjadi, terutama dalam bidang pemerintahan,
sehingga tidak ada lagi yang bisa ditutup-tutupi. Segala pemberitaan mengenai kasuskasus yang berkaitan dengan aparat pemerintahan dapat diketahui masyarakat luas
dengan transparan.

Masyarakat dapat mengontrol pemerintahan sehingga para aparat akan lebih berhatihati dalam bertindak. Segala berita terutama mengenai politik dan pemerintahan
dapat diekspos dengan bebas dan dapat diserap oleh masyarakat sehingga masyarakat
mengerti dan bisa turut berpartisipasi dalam menjaga pemerintahan agar tetap bersih
dan tidak menyimpang dari tugasnya.

Masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya dengan bebas tanpa ada kekangan dari
pemerintah. Sebelum

kebebasan pers diterapkan,

masyarakat

tidak boleh

menyalurkan aspirasinya yang berhubungan kritikan terhadap pemerintah. Kini,


masyarakat dapat dengan bebas bersuara sehingga pemerintah pun juga bisa diawasi.
-

Pers dapat menyajikan berbagai informasi yang dapat menjadi pembelajaran dan
menambah wawasan konsumennya dengan informasi yang semurni mungkin. Tidak
ada lagi pembohongan massal dari pemerintah. Masyarakat dapat membuka mata
dan mempelajari hal-hal baru.

Tidak ada lagi pemberedelan dengan alasan kepentingan pemerintah. Media massa
berhak menyebarkan segala informasi yang semestinya pantas diterima oleh
masyarakat.

Dampak negatif:
-

Munculnya pemberitaan yang dapat menimbulkan perilaku konsumtif bagi


konsumennya. Banyak informasi di media massa dibuat semenarik mungkin agar
masyarakat tertarik, meskipun materi yang disajikan belum tentu berkualitas.

Timbulnya berita simpang siur di kalangan masyarakat. Banyak media massa yang
menambah-nambah cerita sehingga informasi informasi menjadi tidak jelas dan tidak
asli lagi. Akibatnya, hal tersebut dapat menguntungkan pihak tertentu dan justru
merugikan pihak lainnya.

Adanya pemberitaan yang dapat memprovokasi atau menyulut kebencian


antarkelompok yang dapat mengganggu integrasi masyrakat. Misalnya, adanya
pemberitaan tentang kasus SARA yang dilebih-lebihkan oleh media massa tersebut
sehingga ada pihak-pihak tertentu yang merasa dilecehkan.

Hal-hal buruk, seperti pornografi dan kekerasan dapat beredar dengan cepat dan luas.
Hal ini disebabkan oleh tidak adanya batasan dan larangan yang resmi sehingga
media massa seperti majalah dan informasi di internet yang menyajikan hal-hal buruk
tersebut dapat berkembangan dengan cepat dan luas.

Adopsi kebudayaan barat yang tidak sesuai dengan kebudayaan timur. Berbagai tren
dan kebudayaan dari luar dapat masuk begitu saja dengan bebas dan menginfluensi
masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang cenderung memilih meninggalkan
kebudayaan nasional dan beralih dengan kebudayaan barat.

11. Jelaskan bentuk-bentuk pengekangan terhadap pers di masa orde baru!


-

Pers dipaksa untuk memuat setiap berita yang harus tidak boleh bertentangan dengan
pemerintah. Di era pemerintahan Soekarno dan Soeharto, kebebasan pers ada, tetapi
lebih terbatas untuk memperkuat status quo, ketimbang guna membangun
keseimbangan antarfungsi eksekutif, legislatif, yudikatif, dan kontrol publik
(termasuk pers).

Adanya pembatasan terhadap pers dengan adanya SIUPP (Surat Izin Usaha
Penerbitan Pers) sesuai dengan Permenpen 01/1984 Pasal 33h. Dengan definisi pers
yang bebas dan bertanggung jawab, SIUPP merupakan lembaga yang menerbitkan

pers dan pembredelan. Terjadinya pembredelan Tempo, Detik, dan Editor pada 21
Juni 1994, mengisyaratkan ketidakmampuan sistem hukum pers mengembangkan
konsep pers yang bebas dan bertanggung jawab secara hukum.

12. Menurut anda, apakah pers di Indonesia pada masa reformasi ini telah berfungsi sebagai
semestinya?
Kebebasan yang diperoleh seiring tumbangnya rezim Orde Baru membuat media massa
Indonesia dengan leluasa mengembangkan isi pemberitaan. Namun, di sisi lain,
kebebasan tersebut juga sering kali tereksploitasi oleh sebagian industri media untuk
mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan mengabaikan fungsinya sebagai
instrumen pendidik masyarakat. Banyak media massa yang menyajikan berita politik,
hiburan (seks), dan kekerasan dengan tidak pada tempatnya. Media-media tersebut
cenderung mengumbar berita provokatif, sensasional, ataupun terjebak mengumbar
kecabulan.