Anda di halaman 1dari 17

PENDAHULUAN

Obat-obat yang mempengaruhi otot skeletal berfungsi sebagai 2 kelompok obat yang
sangat berbeda. Pertama, kelompok yang digunakan selama prosedur pembedahan dan unit
perawatan intensif untuk menghasilkan efek paralisis pada pasien yang membutuhkan bantuan
ventilator (pelumpuh otot) dan kelompok lain yang digunakan untuk mengurangi spastisitas pada
sejumlah

kelainan

neurologis

(spasmolitik).Obat-obat

pelumpuh

otot

bekerja

pada

transmisi neuromuscular end-plate dan menurunkan aktivitas sistem saraf pusat. Golongan ini
sering digunakan sebagai obat tambahan selama anestesi umum untuk memfasilitasi intubasi
trakea dan mengoptimalkan proses pembedahan dengan menimbulkan imobilitas dan pemberian
ventilasi yang adekuat. Obat-obat spasmolitik biasa disebut pelumpuh otot kerja pusat dan
digunakan terutama untuk menangani nyeri punggung kronis dan kondisi fibromialgia.

Transmisi Saraf - Otot


Neuromuscular junction (NM) adalah region di sekitar neuron motorik dan sel otot.
Membran sel neuron dan serabut otot dipisahkan oleh celah sempit (20 nm) yaitu celah sinaptik.
Saat potensial aksi saraf mendepolarisasi terminalnya, terjadi influks ion kalsium
melalui voltage-gated calcium channel ke dalam sitoplasma sehingga memungkinkan vesikel
berfusi dengan membran terminal dan melepaskan asetilkolin yang disimpan. Molekul
asetilkolin berdifusi sepanjang celah sinaptik untuk berikatan dengan reseptor kolinergik
nikotinik pada bagian khusus membran sel otot, yaitumotor end-plate. Setiap NM memiliki
sekitar 5 juta reseptor, tetapi untuk aktivasi saat kontraksi otot normal hanya dibutuhkan sekitar
500.000 reseptor.
Pada orang dewasa, reseptor NM terdiri dari 5 peptida: 2 peptida alfa, 1 beta, 1gamma,
dan 1 peptida delta. Ikatan dua molekul asetilkolin pada reseptor subunit - dan -
menyebabkan pembukaan channel yang menimbulkan potensial motor end-plate. Magnitudo
potensial end-plate berhubungan secara langsung dengan jumlah asetilkolin yang dilepaskan.
Jika potensialnya kecil permeabilitas dan potensial end-plate kembali normal tanpa penyampaian
impuls dari ujung end-plate ke seluruh membran sel serabutotot. Jika potensial end-plate besar,
membran sel otot yang berdekatan akan terpolarisasi,dan potensial aksi akan diteruskan ke
seluruh serabut otot. Kontraksi otot kemudian akan diinisiasi oleh proses kopling eksitasi-

kontraksi. Asetilkolin dengan cepat dihidrolisis menjadi asetat dan kolin oleh enzim substrat
spesifik asetilkolinesterase. Enzim kolinesterase spesifik atau kolinesterase asli ditemukan
dalamend- plate membran sel motorik yang berdekatan dengan reseptor asetilkolin. Akhirnya,
terjadi penutupan ion channel menimbulkan repolarisasi. Ketika pembentukan potensial aksi
terhenti, channel natrium pada membran sel otot juga menutup. Kalsium kembali masuk ke
reticulum sarkoplasma dan sel otot akan berelaksasi.

Gambar 1. Struktur NMJ

MACAM MACAM OBAT PELUMPUH OTOT NONDEPOLARISASI


1. Atracurium
Struktur Fisik
Atracurium adalah kelompok kuartener, struktur benzylisoquinoline membuat caradegradasi
senyawa ini menjadi unik. Obat ini merupakan gabungan dari 10 stereoisomer.

Metabolisme dan Ekskresi


Atracurium dimetabolisme secara ekstensif sehingga faramkokinetiknya tidakbergantung
pada fungsi ginjal dan hati. Sekitar 10% dari obat ini diekskresi tanpadimetabolisme melalui
ginjal dan empedu. Dua proses terpisah berperan dalammetabolisme. Pertama, hidrolisis ester
yang

dikatalisis

oleh

esterase

nonspesifik,bukan

oleh

asetilkolinesterase

atau

pseudokolinesterase. Kedua, melalui eliminasiHoffmann di mana penghancuran kimia


nonenzimatik spontan terjadi pada pH dansuhu fisiologis.

Dosis
Dosis 0,5 mg/kgBB diberikan melalui intravena dalam 30 60 detik untuk
intubasi. Relaksasi intraoperatif dicapai dengan dosis awal 0,25 mg/kgBB, kemudian dosis
inkremental 0,1 mg/kgBB setiap 10 20 menit. Infus 5 10 g/kg/menit dapat
menggantikan bolus intermiten secara efektif.
Kebutuhan dosis tidak bervariasi sesuai usia, namun atracurium dapat bekerja lebih

singkat pada anak-anak dan bayi dari pada orang dewasa.


Atracurium tersedia dalam solutio 10 mg/mL, yag sebaiknya disimpan pada suhu28C
karena potensinya akan berkurang 5 10% tiap bulan bila terekspos suhuruangan. Pada suhu
ruangan obat ini harus digunakan dalam waktu 14 hari untukmenjaga potensi.

Efek Samping dan Pertimbangan Klinis


Atracurium dapat mencetuskan pelepasan histamin yang bergantung pada dosis
terutama pada dosis di atas 0,5 mg/kgBB.

Hipotensi dan Takikardia


Efek samping kardiovaskuler jarang terjadi kecuali dosis melebihi 0,5 mg/kgdiberikan.
Atracurium juga dapat menimbulkan penurunan transien resistensi vaskulersistemik dan
peningkatan indeks kardiak yang tidak terpengaruh oleh pelepasanhistamin. Injeksi lambat
meminimalkan efek ini.

Bronkospasme
Atracurium harus dihindari pada pasien dengan asma karena bronkospasme berat
dapat terjadi bahkan pada pasien dengan riwayat asma.

Toksisitas Laudanosine
Laudanosine, amin tersier, adalah produk penghancuran atracurium melaluieliminasi
Hoffmann dan telah dihubungkan dengan eksitasi sistem saraf pusat,menyebabkan elevasi
konsentrasi alveolar minimum dan bahkan mencetuskan kejang.Semua hal di atas adalah irelevan
kecuali pasien mendapat dosis total yang sangattinggi atau mengalami kegagalan hati.
Laudanosine dimetabolisme oleh hati dandiekskresi dalam urin dan empedu.

Temperatur dan Sensitivitas pH


Atracurium memiliki metabolisme yang unik sehingga durasi kerja dapat
memanjang akibat hipotermia dan pada cakupan yang lebih sempit oleh asidosis.

Inkompatibilitas Kimia

Atracurium akan berubah menjadi asam bebas bila dimasukkan melalui saluran
intravena yang mengandung cairan alkali seperti tiopental.
Reaksi Alergi
Reaksi anafilaktoid terhadap atracurium telah dilaporkan meskipun jarang terjadi.Mekanisme
yang diduga berperan adalah imunogenisitas langsung dan aktivasi imunyang dimediasi acrylate.
Reaksi antibodi yang dimediasi IgE yang melawan senyawaamonium substitusi termasuk
pelumpuh otot juga telah dilaporkan. Reaksi terhadapacrylate, metabolit atracurium dan
komponen struktural dari beberapa membrandialisis juga dilaporkan terjadi pada pasien yang
menjalani hemodialisis.

2. Cisatracurium
Struktur Fisik
Cisatracurium adalah stereoisomer atracurium yang empat kali lebih poten.
Atracurium mengandung sekitar 15% cisatracurium.

Metabolisme dan Ekskresi


Seperti atracurium, cisatracurium mengalami degradasi dalam plasma pada pH dansuhu
fisiologis melalui eliminasi Hoffman yang tidak tergantung organ. Metabolitnya(acrylate
monokuartener dan laudanosine) tidak memiliki efek blokade saraf-ototintrinsik. Karena
potensinya yang besar, jumlah laudanosine yang dihasilkan lebihsedikit dibandingkan
atracurium. Esterase nonspesifik tidak berperan dalammetabolisme cisatracurium. Metabolisme
dan eliminasi tidak terpengaruh olehkeadaan ginjal maupun hati. Variasi minor dalam pola
farmakokinetik yang berkaitandengan umur tidak menyebabkan perubahan signifikan pada
durasi kerja.

Dosis
Dosis intubasi adalah 0,1 0,15 mg/kgBB dalam 2 menit dan menghasilkanblokade otot
dengan durasi kerja sedang. Rata kecepatan infus adalah antara 1,0 2,0g/kg/menit. Potensi
cisatracurium sama dengan vecuronium dan lebih potendibanding atracurium.
Cisatracurium harus disimpan dalam pendingin (28C) dan harus digunakan
dalam waktu 21 hari bila disimpan pada suhu ruangan.

Efek Samping dan Pertimbangan Klinis


Tidak seperti atracurium, cisatracurium tidak menyebabkan peningkatan kadarhistamin
plasma. Cisatracurium tidak mempengaruhi denyut jantung atau tekanandarah, juga tidak
menimbulkan efek otonom, bahkan pada dosis setinggi 8 kali ED95.
Efek samping cisatracurium yang berkaitan dengan toksisitas laudanosine (dengantingkat
yang lebih rendah karena potensinya yang lebih besar), sensitivitas pH dansuhu, dan
inkompatibilitas kimia.

3. Mivacurium
Struktur Fisik
Mivacurium adalah derivat benzylisoquinoline.

Metabolisme dan Ekskresi


Mivacurium, seperti suksinilkolin, dimetabolisme oleh pseudokolinesterase danhanya
dimetabolisme secara minimal oleh kolinesterase asli. Hal ini memungkinkandurasi kerja yang
diperpanjang pada pasien dengan kadar pseudokolinesterase rendahatau varian dari gen
pseudokolinesterase. Kenyataannya, pasien yang heterozigotuntuk gen atipikal akan mengalami
blok 2 kali lebih lama dari durasi normal, di manahomozigot atipikal akan tetap terparalisis
selama berjam-jam. Homozigot atipikaltidak dapat memetabolisme mivacurium sehingga
blokade saraf-otot dapatberlangsung selama 3 4 jam. Antagonisme farmakologis dengan
inhibitorkolinesterase akan mempercepat pembalikan blokade mivacurium tepat saat
responsterhadap stimulasi saraf menjadi nyata. Edrophonium membalikkan blokademivacurium

lebih efektif dibanding neostigmine karena neostigmine menghambataktivitas kolinesterase


plasma. Meskipun metabolisme dan ekskresi mivacurium tidakbergantung pada ginjal atau hati,
durasi kerja akan memanjang pada pasien dengangagal ginjal atau hati atau pada pasien yang
hamil atau postpartum sebagai akibat darikadar kolinesterase plasma yang menurun.

Dosis
Dosis

intubasi

mivacurium

adalah

0,15

0,2

mg/kg.

Infus

menetap

untuk

relaksasiintraoperatif bervariasi sesuai kadar pseudokolinesterase tapi dapat diinisiasi 4


10g/kg/min. Anak-anak membutuhkan dosis yang lebih tinggi dari pada orang dewasajika dosis
dihitung berdasarkan berat badan, namun tidak demikian bila berdasarkanluas permukaan tubuh.
Mivacurium dapat bertahan selama 18 bulan bila disimpanpada suhu ruangan.

Efek Samping dan Pertimbangan Klinis


Mivacurium melepas histamin dalam jumlah yang sama banyak dengan atracurium.Efek
samping kardiovaskuler dapat diminimalkan dengan injeksi lambat selama 1menit. Namun,
pasien dengan penyakit jantung dapat mengalami penurunan tekanandarah signifikan yang
meskipun jarang dapat terjadi setelah pemberian dosis lebihbesar dari 0,15 mg/kg dengan
suntikan lambat. Waktu onset mivacurium sama denganatracurium (2-3 menit). Keuntungan
utamanya adalah durasi kerjanya yang singkat(20 30 menit), yang masih 2 hingga 3 kali lebih
lama dibanding blok fase I
suksinilkolin, namun setengah dari durasi atracurium, vecuronium, atau rocuronium.Pada anakanak onset lebih cepat dan durasi kerja lebih singkat. Meskipunpemulihannya cepat, dalam
pemberian mivacurium semua pasien harus dimonitoruntuk menentukan apakah pembalikan
farmakologis diperlukan. Durasi kerjamivacurium yang pendek cukup nyata memanjang dengan
pemberian pancuronium.

4. Doxacurium
Struktur Fisik
Doxacurium adalah senyawa benzylisoquinoline yang erat berhubungan dengan
mivacurium dan atracurium.

Metabolisme dan Ekskresi


Relaksans kerja lama dan poten ini mengalami tingkat hidrolisis yang rendah
olehkolinesterase plasma. Seperti obat pelumpuh otot kerja lama yang lain, rute
utamaeliminasinya adalah melalui ekskresi ginjal. Ekskresi hepatobiliaris hanya sedikitberperan
dalam klirens doxacurium.

Dosis
Kondisi intubasi trakea yang adekuat dalam 5 menit membutuhkan dosisdoxacurium 0,05
mg/kg. Relaksasi intraoperatif dicapai dengan dosis inisial 0,02mg/kg diikuti dosis 0,005 mg/kg.
Doxacurium dapat diberikan dalam dosis yangdisesuaikan dengan usia pada pasien muda dan
orang tua, meskipun pada orang tuadapat dijumpai durasi kerja yang memanjang.

Efek Samping dan Pertimbangan Klinis


Doxacurium tidak memiliki efek samping kardiovaskuler dan pelepasan histamin.Karena
potensinya yang lebih besar, doxacurium memiliki onset kerja yang sedikitlebih lambat dari pada
pelumpuh otot nondepolarisasi kerja lama yang lain (4 6menit). Durasi kerjanya sama dengan
pancuronium yaitu 60 90 menit.

5. Pancuronium
Struktur Fisik
Pancuronium memiliki cincin steroid yang ditempati dua molekul asetilkolin yang
termodifikasi (pelumpuh otot biskuartener).

Metabolisme dan Ekskresi


Pancuronium

dimetabolisme

(deasetilisasi)

oleh

hati

dalam

batas

tertentu.

Produkmetaboliknya memiliki aktivitas blokade saraf-otot. Ekskresi terutama melalui


ginjal(40%),

meskipun

sebagian

dari

obat

dibersihkan

oleh

empedu

(10%).

Eliminasipancuronium lambat dan efek blokade saraf-otot diperpanjang oleh gagal ginjal.Pasien
dengan sirosis butuh dosis inisial yang lebih besar karena ada peningkatanvolume distribusi tapi
membutuhkan dosis rumatan yang lebih rendah karenapenurunan klirens plasma.

Dosis
Dosis 0,08 0,12 mg/kg pancuronium memberikan relaksasi yang adekuat untukintubasi
dalam 2 3 menit. Relaksasi intraoperatif dicapai dengan memberikan 0,04mg/kg dosis inisial
diikuti dengan dosis 0,01 mg/kg setiap 20 40 menit.
Anak anak perlu dosis pancuronium yang lebih tinggi. Pancuronium tersediadalam larutan 1
atau 2 mg/mL dan disimpan pada suhu 28C tapi stabil sampai 6bulan pada suhu ruangan.

Efek Samping dan Pertimbangan Klinis


Hipertensi dan takikardia

Efek kardiovaskuler disebabkan oleh kombinasi blokade vagal dan stimulasisimpatis.


Stimulasi simpatis adalah kombinasi stimulasi ganglionik, pelepasankatekolamin dari ujung saraf
adrenergik, dan penurunan pengambilan kembalikatekolamin. Pancuronium harus diberikan
dengan hati-hati pada pasien yang denganpeningkatan denyut jantung akan menimbulkan
gangguan (misal penyakit arterikoronari, stenosis hipertrofik subaortik idiopatik).

Aritmia
Peningkatan konduksi atrioventrikuler dan pelepasan katekolamin meningkatkandisritmia
ventrikuler pada individu yang rentan. Kombinasi pancuronium,antidepresan trisiklik, dan
halotan bersifat aritmogenik.

Reaksi Alergi
Pasien yang hipersensitif pada bromida mungkin mengalami reaksi alergi
pancuronium (pancuronium bromida).

6. Pipecuronium
Struktur Fisik
Pipecuronium memiliki struktur steroid yang sangat mirip dengan pancuronium.

Metabolisme dan Ekskresi


Metabolisme hanya sedikit berperan pada pipecuronium. Eliminasi bergantungpada ekskresi
yang paling utama ginjal (70%) dan biliaris (20%). Durasi kerjameningkat pada pasien gagal
ginjal, tapi tidak pada insufisiensi hepatik.

Dosis
Pipecuronium sedikit lebih poten dibanding pancuronium dan dosis intubasi adalahantara
0,06 0,1 mg/kg. Dosis relaksasi rumatan dapat dikurangi sekitar 20% biladibandingkan dengan
pancuronium. Bayi butuh lebih sedikit pipecuronium pada dasardosis per kilogram dari pada
anak-anak atau dewasa. Profile farmakologipipecuronium tidak berubah secara relatif pada
pasien usia lanjut.

Efek Samping dan Pertimbangan Klinis


Keuntungan

utama

sampingkardiovaskulernya
muskarinikjantung.

pipecuronium
yang

Seperti

kurang

relaksans

dibanding
karena
steroid

pancuronium

penurunan
yang

ikatan

lain,

adalah
pada

pipecuronium

efek
reseptor
tidak

menyebabkanpelepasan histamin. Onset dan durasi kerja mirip dengan pancuronium.

7. Vecuronium
Struktur Fisik
Vecuronium adalah pancuronium yang kurang satu grup metil kuartener (pelumpuhotot
monokuartener). Sedikit perubahan struktur memberi efek sampingmenguntungkan tanpa
mempengaruhi potensi.

Metabolisme dan Ekskresi


Vecuronium dimetabolisme dalam jumlah sedikit oleh hati. Hal ini sangat
bergantung pada ekskresi empedu dan sekitar 25% oleh ekskresi ginjal. Vecuronium
adalah obat yang cukup aman pada pasien dengan gagal ginjal, durasi kerjanya akanmemanjang
dengan sebab yang tidak jelas. Durasi kerja vecuronium yang singkatdisebabkan oleh waktu
paruh eliminasinya yang lebih pendek dan klirens yang lebihcepat dibandingkan pancuronium.
Pemberian vecuronium jangka panjang pada pasienyang dirawat dalam perawatan intensif
menyebabkan perpanjangan blokade (sampaibeberapa hari), yang mungkin disebabkan oleh
akumulasi metabolit aktif 3-hidroksi,perubahan klirens obat, atau perkembangan dari

polineuropati. Faktor risikonya antaralain jenis kelamin wanita, gagal ginjal, terapi kortikosteroid
jangka panjang atau dosistinggi, dan sepsis. Oleh karena itu, pasien-pasien ini harus dimonitor
dengan ketat dandosis vecuronium harus dititrasi dengan hati-hati. Pemberian pelumpuh otot
jangkapanjang

dan

diikuti

dengan

pengurangan

ikatan

asetilkolin

pada

reseptor

nikotinikpostsinaptik yang lama, dapat menimbulkan keadaan yang mirip denervasi kronik
dandisfungsi reseptor dan paralisis. Efek saraf-otot vecuronium memanjang pada pasiendengan
AIDS. Toleransi terhadap obat pelumpuh otot nondepolarisasi juga dapatterjadi setelah
pemakaian lama.

Dosis
Vecuronium ekuipoten dengan pancuronium dan dosis intubasinya adalah 0,08 0,12 mg/kg.
Dosis inisial 0,04 mg/kg diikuti dengan dosis tambahan 0,01 mg/kg setiap15 20 menit
membantu relaksasi intraoperatif. Sebagai alternatif, infus 1 2g/g/menit menghasilkan
rumatan relaksasi yang baik.
Umur tidak mempengaruhi kebutuhan dosis inisial, meskipun dosis tambahanjarang
dibutuhkan pada neonatus dan bayi. Sensitivitas terhadap vecuronium padawanita 30% lebih
dibanding pria yang dibuktikan dengan tingkat blokade yang lebihbesar dan durasi kerja yang
lebih panjang (ditemukan juga pada pancuronium danrocuronium). Penyebab dari sensitivitas ini
mungkin berhubungan dengan perbedaanjumlah massa lemak dan otot, ikatan protein, volume
distribusi atau aktivitasmetabolic. Durasi kerja vecuronium juga dapat memanjang pada pasien
postpartumkarena perubahan dalam aliran darah atau uptake hati.
Vecuronium dikemas dalam bentuk bubuk 10 mg yang direkonstitusi dengan 5 atau
10 mL air bebas tanpa pengawet sesaat sebelum digunakan. Vecuronium dan thiopental
dapat membentuk presipitat yang dapat mengobstruksi aliran dalam kanul vena dan
dapat menyebabkan emboli paru.

Efek Samping dan Pertimbangan Klinis


Kardiovaskuler
Hingga dosis 0,28 mg//kg, vecuronium tidak memiliki efek kardiovaskuler.
Potensiasi bradikardia yang diinduksi opioid dapat diamati pada beberapa pasien.

Gagal Hati
Meskipun

bergantung

pada

ekskresi

bilier,

durasi

kerja

vecuronium

biasanya

tidakmemanjang dengan signifikan pada pasien dengan sirosis, kecuali diberikan dengandosis
yang lebih tinggi 0,15 mg/kg.

8. Rocuronium
Struktur Fisik
Rocuronium adalah steroid monokuartener analog vecuronium, namun dirancang
untuk memberikan onset kerja yang cepat.

Metabolisme dan Ekskresi


Rocuronium tidak mengalami metabolisme dan dieliminasi terutama oleh hati dansedikit oleh
ginjal. Durasi kerjanya tidak terlalu dipengaruhi oleh penyakit ginjal, tapicukup memanjang oleh
gagal hati berat dan kehamilan. Rocuronium tidak memilikimetabolit aktif, dan mungkin
merupakan pilihan yang lebih baik dari pada vecuroniumuntuk infus yang lama (misal pada unit
perawatan intensif). Pasien usia lanjut dapatmengalami durasi kerja yang memanjang karena
massa hati yang menurun.

Dosis
Rocuronium kurang potent dibanding pelumpuh otot steroid lain. Dosis untukintubasi 0,45
0,9 mg/kg i.v dan 0,15 mg/kg bolus untuk rumatan. Dosis yang lebihrendah dari 0,4 mg/kg dapat
memungkinkan pembalikan 25 menit setelah intubasi.Rocuronium intramuskuler (1 mg/kg untuk

bayi, 2 mg/kg untukanak-anak)menyebabkan paralisis pita suara dan diafragma untuk intubasi,
namun belum akanterjadi 3 6 menit kemudian (injeksi deltoideus onsetnya lebih cepat dari
padaquadricep) dan dapat dibalikkan setelah 1 jam.
Infus rocuronium membutuhkan dosis 5 12 g/kg/menit. Rocuronium durasikerjanya akan
memanjang pada pasien usia lanjut. Dosis inisial akan meningkat padapenyakit hati lanjut,
kemungkinan akibat volume distribusi yang lebih besar.

Efek Samping dan Pertimbangan Klinis


Rocuronium pada dosis 0,9 1,2 mg/kg memiliki onset kerja yang mendekatisuksinilkolin
(60 90 detik) sehingga cocok sebagai alternatif untuk induksi urutancepat, tapi dengan durasi
kerja yang jauh lebih panjang. Durasi kerja sedangnyasebanding dengan vecuronium atau
atracurium.
Rocuronium (0,1 mg/kg) adalah obat yang cepat (90 detik)dan efektif (menurunfasikulasi dan
myalgia postoperative) untuk precurarisasi terutama pada pemberiansuksinilkolin. Rocuronium
juga memiliki kecenderungan vagolitik.

Pelumpuh Otot Lain


Pelumpuh otot yang sudah lama seperti tubocurarine, metocurine, gallamine,alcuronium,
rapacuronium, dan decamethonium tidak lagi diproduksi atau digunakan.Tubocurarine adalah
agen pelumpuh otot pertama, yang sering menyebabkan hipotensi dan takikardia karena
melepaskan histamin, memblok ganglia otonom, dan dapatmenimbulkan bronkospasme karena
pelepasan histamin. Metocurine adalah agen yangberhubungan dekat dengan tubocurarine
sehingga memiliki banyak efek samping yangsama. Orang yang alergi iodine dapat mengalami
reaksi hipersensitivitas terhadapmetocurine karena sediaan ini juga mengandung iodide.
Gallamine memiliki sifatvagolitik. Alcuronium adalah obat nondepolarisasi kerja lama dengan
sedikit sifatvagolitik. Rapacuronium memiliki onset kerja cepat, efek kardiovaskuler minimal,
dandurasi kerja yang pendek. Namun, produk ini ditarik dari peredaran karena terjadisejumlah
kasus bronkospasme serius yang tidak dapat dijelaskan yang diduga akibatpelepasan histamin.
Decamethonium adalah agen depolarisasi lama.

Pembalikan Blokade Saraf Otot


Pelumpuh otot depolarisasi tidak dimetabolisme oleh asetilkolinesterase, obat-obatini
akan terdifusi dari NMJ dan dihidrolisis dalam plasma dan hati oleh enzim yang lainyaitu
pseudokolinesterase. Untungnya, proses sangat cepat, karena tidak ada agen khususuntuk
membalikkan blokade agen depolarisasi yang tersedia.
Agen nondepolarisasi yang hanya sedikit dimetabolisme adalah mivacurium.Pembalikan
blokade pelumpuh otot ini tergantung pada redistribusi, metabolisme gradual,dan ekskresi
pelumpuh otot dari tubuh, atau pemberian agen khusus untuk membalikkanpasien, misal
inhibitor kolinesterase yang menghambat aktivitas enzim asetilkolinesterase.Inhibisi ini
meningkatkan jumlah asetilkolin pada NMJ dan dapat bersaing dengan agennondepolarisasi.

Pemilihan Obat
Pemilihan jenis pelumpuh otot yang digunakan dipengaruhi oleh onset kerja, durasikerja,
dan kemungkinan efek samping yang diinduksi oleh obat karena kerja obat padatempat lain
selain NMJ. Efek samping yang tidak diharapkan adalah respons kardiovaskulerkarena pelepasan
histamin yang dicetuskan oleh obat pelumpuh otot nondepolarisasibenzylisoquinolinium. Onset
yang cepat dan durasi yang singkat seperti yang ditimbulkanoleh suksinilkolin dan pada cakupan
yang lebih sedikit (mivacurium) bermanfaat saatintubasi trakea merupakan alasan pemberian
obat pelumpuh otot.Rocuronium adalahsatu-satunya obat pelumpuh otot nondepolarisasi yang
onset kerjanya singkat menyerupai
suksinilkolin, tapi dengan durasi kerja yang lebih panjang. Jika diperlukan blokade saraf-otot
yang dipertahankan dalam periode tertentu maka obat pelumpuh otot nondepolarisasiadalah obat
pilihan untuk dosis intermiten atau sebagai infus kontinu. Saat tidakdiperlukan onset cepat
blokade saraf-otot, relaksasi otot untuk fasilitasi intubasi trakeadapat dipilih obat pelumpuh otot
nondepolarisasi. Beberapa obat pelumpuh ototnondepolarisasi dapat menimbulkan penurunan
tekanan darah sistemik yang signifikanakibat pelepasan histamin (atracurium atau mivacurium)
atau dapat meningkatkan denyutjantung (pancuronium). Efek sirkulasi yang dicetus oleh obat ini
biasa dihindari bilaterdapat keadaan seperti hipovolemia, penyakit arteri koroner, atau penyakit
katup jantung.Sebaliknya, bradikardi yang dicetuskan oleh anestetik opioid yang ditutupi sampai
batastertentu oleh efek peningkatan denyut jantung oleh pancuronium dan tidak dapat

ditutupioleh obat pelumpuh otot nodepolarisasi yang tidak memiliki efek sirkulasi
(vecuronium,rocuronium, cisatracurium, doxacurium, pipecuronium)

DAFTAR PUSTAKA
1. Morgan GE, Mikhail MS, Murray MJ, eds. Neuromuscular blocking agents. In:
Clinical Anesthesiology. 4th ed. McGraw Hills Company. 2006.
2. White PF, Katzung BG. Skeletal muscle relaxants. In: Basic and clinical
pharmacology. 10th ed. McGraw Hills Company. 2007.
3.

Francois

D,

Bevan

DR.

Pharmacology

of

muscle

relaxants

and

their

antagonists. In: Barash PG, Cullen BF, Stoelting RK, eds. Clinical anesthesia. 6th
ed. Lippincott Williams & Wilkins. 2006.
4.

Stoelting

physiology

RK.

in

Neuromuscular

anaesthetic

practice.

blocking
4th ed.

drugs.

Philadephia:

In:

Pharmacology

Lippincott

Williams

and
&

Wilkins. 2006.
5.

Taylor

P.

Agents

acting

at

the

neuromuscular

junction

and

autonomic

ganglia. In:Brunton LL, ed. Goodman & Gilmans the pharmacological basis of
therapeutics. 11th ed. New York: McGraw Hills Company. 2006.