Anda di halaman 1dari 4

Hasil Pengamatan

No

Kondisi Tubuh

Frekuensi
nafas/menit

Denyut
nadi
/menit

1.

Santai

88

2.

Setelah lari kecil

18

121

3.

Setelah naik turun tangga

24

129

F.

Pertanyaan
1.

Adakah perbedaan frekuensi nafas dan frekuensi denyut nadi pada berbagai kondisi tubuh? Apa
kesimpulanmu? Ada. Frekuensi nafas, frekuensi denyut nadi dan jenis aktivitas yang dilakukan oleh
seseorang akan saling berkaitan. Di mana saat seseorang melakukan aktivitas ringan seperti duduk
santai maka kebutuhan oksigen yang diperlukan oleh tubuh jumlahnya normal atau relatif sedikit.
Dengan begitu kerja jantung dalam memompa darah yang berisi oksigen yang normal atau yang
relatif sedikit itu akan bekerja normal dengan denyut nadi rata-rata. Tetapi berbeda saat seseorang
melakukan aktivitas berat seperti lari maka nafas akan bertambah cepat sehingga oksigen yang
masuk ke dalam tubuh akan semakin banyak dan menyebabkan kerja jantung dalam memompa
darah yang berisi banyak oksigen bekerja lebih cepat dan denyut nadi akan bertambah cepat
seirama dengan denyut jantung. 2.

Bagaimana hubungan antara frekuensi nafas dengan frekuensi denyut nadi? Hubungan frekuensi
nafas dan frekuensi denyut nadi jelas ada. Hubungannya terjadi saat frekuensi nafas bertambah
maka frekuensi denyut nadi pun juga bertambah. Dapat diartikan bahwa hubungan antara keduanya
adalah sebanding dikarenakan jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi
kerja otot jantung dalam memompa darah yang menimbulkan detak jantung yang tergantung dari
jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh tadi. 3.

Jika denyut nadi merupakan manifestasi kecepatan sistem transportasi (peredaran darah), tariklah
kesimpulan tentang hubungan antara bernafas dengan peredaran darah!

Saat kita bernafas oksigen akan masuk ke dalam tubuh dan mengalir bersama darah menuju ke
seluruh tubuh yang sebelumnya dipompa di jantung. Saat frekuensi nafas kita meningkat maka
denyut nadi pun akan bertambah cepat dikarenakan jumlah oksigen dalam darah yang bertambah
banyak sehingga memperkeras kerja jantung dalam memompa darah. Kesimpulan dari hubungan
bernafas dengan peredaran darah kita yaitu bekerja sinergis yaitu bekerja dengan saling searah atau
sama dimana saat oksigen yang masuk banyak maka peredaran darah akan semakin cepat
sedangkan saat oksigen yang masuk sedikit maka peredaran darah akan semakin lambat. 4.

Bandingkanlah kecepatan nafas antara seorang olahragawan dengan seorang yang bukan
olahragawan. Jika ada perbedaan, hal apakah yang melatarbelakangi perbedaan ini! Kecepatan nafas
seorang olaragawan dengan bukan seorang olahragawan pastilah berbeda. Perbedaan ada pada
kuantitas dan kualitas nafas. Pada hal kuantitas maka seorang olahragawan kecepatan nafasnya
lebih teratur dan cenderung cepat jika dibandingkan dengan seorang yang bukan olahragawan.
Sedangkan dalam hal kualitas maka seorang olahragawan kualitas nafasnya akan lebih panjang yaitu
misalnya dalam menahan nafas kapasitas paru

paru dalam menampung oksigen akan lebih banyak jadi bisa menahan nafas lama. Jadi kecepatan
nafas seorang olahragawan yaitu lebih teratur yang cenderung cepat dengan kualitas nafas yang
bagus yaitu panjang. Hal yang melatarbelakanginya yaitu karena seorang olahragawan pastilah
setiap harinya melakukan aktivitas berat yang melatih kekuatan organ

organ dalam tubuh seperti jogging, lari, atau bersepeda. Dengan hal itu maka frekuensi nafas yang
masuk rata

rata dalam seharinya akan lebih banyak dari seorang yang bukan olahragawan. Sehingga kecepatan
bernafasnya melebihi dari orang normal biasanya dan dengan begitu maka organ

organ pernafasan dalam tubuhnya terbiasa untuk melakukan kerja berat yang membutuhkan
kecepatan nafas yang lebih. 5.

Faktor apa yang mempengaruhi kecepatan bernafas? Ada banyak faktor yang mempengaruhi, salah
satunya saat melakukan percobaan ini yaitu berkaitan dengan kondisi seseorang yaitu dikategorikan
aktivitas berat atau ringan, Lalu ada beberapa faktor lain yaitu faktor usia, jenis kelamin, dan gaya
hidup seperti sering tidaknya melakukan olahraga atau kebiasaan merokok..

Kesimpulan
Setiap individu memiliki frekuensi yang berbeda
beda baik itu frekuensi pernafasan maupun frekuensi denyut nadi dalam keadaan tubuh yang
berbeda
beda pula. Dari percobaan yang dilakukan dapat didapatkan faktor yang paling mempengaruhi
rekuensi pernafasan dan frekuensi denyut nadi adalah aktivitas tubuh. Dimana aktivitas yang
dilakukan dalam percobaan ini berbeda
beda, mulai dari diam sampai dengan naik turun tangga. Pada saat istirahat frekuensi nafas dan
dunyut nadi lebih kecil dibandingkan saat kita melakukan lari
lari kecil bahkan naik turun tangga. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin berat aktivitas yang kita
lakukan maka frekuensi nafas dan denyut nadi pun akan semakin cepat dan sebaliknya jika aktivitas
yang dilakukan tergolong aktivitas yang ringan maka frekuensi nafas dan denyut nadi akan semakin
kecil pula