Anda di halaman 1dari 19

ESTERIFIKASI

ANGGI NOVARITA SIMBOLON

114120044

DAMIRI ANWAR

1141200

BAGUS GANJA

1141200

TOPIK PEMBAHASAN

LATAR BELAKANG PERCOBAAN

Tujuan dilakukannya praktikum esterifikasi didasarkan pada


sifat-sifat reaksi esterifikasi yang khas yaitu sifat reaksi yang
reversible/dapat balik, dan bersifat sangat lambat. Hal-hal
inilah yang nantinya akan dijadikan variable percobaan untuk
mengetahui kondisi optimum dalam pembentukan etil asetat.
Etil asetat merupakan senyawa organik yang bersifat mudah
menguap dan mempunyai aroma yang khas, banyak
digunakan sebagai pelarut dalam industri cat, thiner,
kosmetik, lem, farmasi, dan industri kimia Dikarenakan
banyaknya manfaat dari etil asetat sebagai pelarut di dunia
industry, maka dari itu, pembuatan laporan ini ditujukan untuk
menjelaskan dan lebih mempelajari lagi lebih dalam tentang
esterifikasi, Khususnya tentang etil asetat.

RUMUSAN MASALAH
Apakah pengaruh katalisator (asam sulfat)
terhadap pembentukan ester ?
Berapakah konversi reaksi esterifikasi antara asam
asetat dengan etanol ?
Berapakah jumlah massa ester yang terbentuk
maupun jumlah massa asam asetat yang tidak ikut
bereaksi ?

TUJUAN PERCOBAAN
Mengetahui pengaruh katalisator, suhu dan waktu
reaksi terhadap pembentukan ester.
Menghitung konversi reaksi pada masing-masing
faktor yang mempengaruhi reaksi.
Menentukan jumlah (gram) ester yang terbentuk
serta jumlah (gram) asam asetat yang tidak ikut
bereaksi.

BATASAN MASALAH

Dalam penulisan laporan ini, penulis membatasi


masalah pada pembahasan mengenai
Pembentukan Etil Asetat (esterifikasi) tersebut,
dimana bahan yang digunakan dalam praktikum
ialah asam asetat, etanol, natrium hidroksida, dan
indicator fenoftalein. Adapun jenis ester yang akan
terbentuk ialah etil asetat yang didapat dari reaksi
antara asam asetat dengan etanol. Dengan
variable percobaan yang telah dilakukan yaitu
perbandingan zat pereaksi, katalis, suhu, dan
waktu reaksi (faktor-faktor yang mempengaruhi
esterifikasi).

HIPOTESA PERCOBAAN

Diharapkan dengan penambahan katalis dan


adanya pemanasan, pembentukan etil asetat dapat
berjalan lebih cepat, serta etil asetat yang terbentuk
lebih banyak yang diikuti pula besarnya nilai
konversi etil asetat yang terbentuk.

PENGERTIAN ESTERIFIKASI

Reaksi esterifikasi merupakan reaksi pembentukan


ester dengan reaksi langsung antara suatu asam
karboksilat dengan suatu alkohol.Suatu reaksi
pemadatan untuk membentuk suatu ester disebut
esterifikasi.Ester dapat dihasilkan dengan cara
mereaksikan antara sebuah alcohol dengan asam
karboksilat yang dapat dituliskan sebagai berikut:

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


ESTERIFIKASI

Katalis

Perbanding
an Zat
Pereaksi

Suhu

Waktu
Reaksi

Pengadu
kan

ETIL ASETAT

Etil asetat merupakan salah satu jenis pelarut yang


memiliki rumus molekul CH3COOC2H5.Etil asetat
disintesis melalui reaksi esterifikasi dari asam
asetat dan ethanol, biasanya disertai katalis asam
seperti asam sulfat.

Reaksinya:

C2H5OH + CH3COOH

CH3COOC2H5 + H2O

KARAKTERISTIK ETIL ASETAT


Karakteristik Etil Asetat
1.Tidak beracun dan tidak terhigrokopis.
2.Merupakan pelarut polar menengah yang volatil (mudah
menguap).
3.Dapat melarutkan air hingga 3%, dan larut dalam air
hingga kelarutan 8% padasuhu kamar.
4. Merupakan penerima ikatan hidrogen yang lemah dan
bukan suatu donor ikatan hidrogen karena tidak adanya
proton yang bersifat asam (yaitu hidrogen yang terikat
pada atom elektronegatif seperti flor, oksigen,
dan nitrogen.
5.Kelarutannya meningkat pada suhu yang lebih tinggi.
Namun demikian, senyawa ini tidak stabil dalam air yang
mengandung basa atau asam.

SIFAT KIMIA DAN FISIKA ETIL ASETAT


Sifat Fisika
Berbau Khas

Sifat Kimia
Rumus molekul:
CH3COOC2H5

Titik didih : 77,1 0C


Densitas

: 0,89 gr/cm3

Berat Molekul : 88,12 gr/mol

Mudah menguap
Tidak Beracun
Tidak Higroskopis
Tidak berwarna

MEKANISME ETIL ASETAT

METODOLOGI PERCOBAAN
Alat dan Bahan
ALAT
Labu Erlenmeyer 250 ml
Spatula
Tabung Reaksi
Termometer
Breaker Glass
Penangas Air
Seperangkat Alat Titrasi
Pipet

BAHAN
o Larutan Etanol
o Asam Asetat
o NaOH
o Indikator PP

VARIABEL DAN PARAMETER PERCOBAAN


Variabel Percobaan
Perbandingan zat pereaksi
Katalis
Suhu
Parameter Percobaan
Volume NaOH
Ester yang terbentuk
Konversi reaksi

PROSEDUR PERCOBAAN

DATA PENGAMATAN
Volume NaOH
KONSENTRASI
ASAM ASETAT
M

Standarisasi

Tanpa Pemanasan
Tanpa Katalis

Katalis

Pemanasan
5 mnt

15 mnt

DATA PERHITUNGAN

PENUTUP

Suhu yang tinggi menggeser kesetimbangan


pembentukan ester, sehingga asam asetat semakin
banyak bereaksi dan membutuhkan volume titrasi
NaOH yang semakin sedikit.
Penambahan katalis dapat mempercepat laju reaksi.
Semakin banyak etanol yang digunakan, maka semakin
memungkinkan reaktan untuk bereaksi lebih cepat,
sehingga semakin banyak pula ester yang terbentuk.
Semakin lama waktu reaksi, maka semakin banyak
produk yang dihasilkan, karena ini akan memberikan
kesempatan reaktan untuk bertumbukan satu sama lain.