Anda di halaman 1dari 13

RANCANG BANGUN SISTEM

PEMISAHAN BARANG DENGAN RFID


BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATmega 32L

PROPOSAL PENELITIAN

PENELITI:
1.

M. Febriansyah, ST., MT

2.

Muhammad baagir

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT


INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2010

PROPOSAL PENELITIAN
No :

Judul:

/ IV / 2010

RANCANG BANGUN SISTEM PEMISAHAN BARANG


DENGAN RFID BERBASIS MIKROKONTROLER AVR
ATmega 32L

Diajukan oleh :
Peneliti Utama / Penanggung Jawab
Anggota
Fakultas dan Program Studi
Waktu Pengajuan
Tempat Penelitian
Biaya Penelitian Yang Diperlukan
Jangka Waktu Penelitian

M. Febriansyah, ST., MT
Muhammad baagir
FTI Teknik Elektro
2012
Jabodetabek
Rp. 4.500.000,4 Bulan

Jakarta, 25 April 2010

Mengetahui,
Kepala Pusat Penelitian LPPM

Ketua Peneliti,

Ir. Adib Chumaidy, MT.


Nip: 01.83313

M. Febriansyah, ST., MT.


Nip : 01.
Menyetujui,

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Ir. Margono Sugeng MT


Nip :
1

RANCANG BANGUN SISTEM PEMISAHAN BARANG


DENGAN RFID BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATmega 32L

ABSTRAK

Pengelolaan barang menjadi kebutuhan di dalam suatu manufacturing.


Pengelolaan yang baik akan dapat meningkatkan efektifitas kerja, dan menghemat waktu
yang lebih jauh akan meminimalkan biaya pengelolaan barang. Salah satu proses
pengelolaan barang yang merupakan bagian terpentingnya yaitu pengelompokan /
pemisahan barang untuk jenis atau kategori tertentu dapat dipisahkan. Penelitian ini
bertujuan untuk mendesain suatu sistem pemisahan barang dengan menggunakan
teknologi RFID. Teknologi RFID ini berkenaan dengan penempatan sebuah chip mikro /
tag di sebuah barang sebagai pengganti kode-kode balok (bar codes) yang sudah popular
digunakan. Pengidentifikasian pada penelitian ini bertujuan untuk membedakan 3 jenis
tag barang yaitu, tag A, tag B, dan tag C. Namun jika terdapat tag yang tidak terdapat
pada database maka tag tersebut dapat dimasukkan ke dalam kategori barang reject.
Dengan menggunakan teknologi RFID ini maka proses identifikasi barang menjadi
sangat akurat dan cepat. Adapun pada sistem ini menggunakan mikrokontroler ATmega
32L sebagai kontroler sistem ini, dan dilengkapi dengan display PC yang menampilkan
animasi dari pergerakan proses pemisahan barang sehingga dapat dipantau oleh operator
dengan mudah.

Kata kunci : pemisahan barang, rfid, tag.

I.

LATAR BELAKANG
Pada saat ini manusia sudah dapat meningkatkan kemampuannya membuat suatu

terobosan baru terutama dalam hal peningkatan teknologi khususnya otomatisasi. Hal ini
ditujukan tak lain untuk memudahkan kerja daripada manusia itu sendiri, sehingga
segala sesuatu menjadi praktis dan efisien dengan tingkat ketilitian yang cukup tinggi.

Adapun masih ada beberapa perusahaan manufacturing yang masih belum


menggunakan

teknologi

RFID

akan

mempunyai

masalah

dengan

proses

pengindetifikasian yang belum sempurna dan kurang efisien yang diakibatkan dari
human error, dan juga masih menggunakan pencatatan manual yang dapat
mengakibatkan data yang sudah direcord kurang akurat. Selain itu juga masih
mengalami kendala saat monitoring proses produksi yang sedang berjalan.
Proses pemisahan barang di line produksi pada industri - industri
manufacturing mempunyai sistem kerja yang cukup rumit dan berisiko tinggi terhadap
kesalahan kerja sehingga dibutuhkan operator yang handal untuk mengisi point - point
pada line produksi guna mendukung produksi yang sedang berlangsung.

II.
2.1

TINJAUAN PUSTAKA.
Mikrokontroler ATmega 32L
Mikrokontroler AVR sudah menggunakan teknologi RISC dimana set

instruksinya dikurangi dari segi ukurannya dan kompleksitas mode pengalamatannya.


Pada awal era industri komputer, bahasa pemrograman masih menggunakan kode mesin
dan bahasa assembly. Dalam AVR dengan arsitektur RISC 8 bit, semua instruksi
berukuran 16 bit dan sebagian besar dieksekusi dalam 1 siklus clock. Berbeda dengan
mikrokontroler MCS-51 yang instruksinya bervariasi antara 8 bit sampai 32 bit dan
dieksekusi selama 1 sampai 4 siklus mesin, dimana 1 siklus mesin membutuhkan 12
periode clock.
Dalam perkembangannya, AVR dibagi menjadi beberapa varian yaitu AT90Sxx,
ATMega, AT86RFxx dan ATTiny. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing
varian adalah kapasitas memori dan beberapa fitur tambahan.
Fitur yang tersedia pada ATmega 32L adalah :
Frekuensi clock maksimum 16 MHz
Jalur I/O 32 buah, yang terbagi dalam PortA, PortB, PortC dan PortD
Analog to Digital Converter 10 bit sebanyak 8 input
Timer/Counter sebanyak 3 buah
3

CPU 8 bit yang terdiri dari 32 register


Watchdog Timer dengan osilator internal
SRAM sebesar 512 byte
Memori Flash sebesar 32 Kbyte dengan kemampuan read while write
Interrupt internal maupun eksternal
Port komunikasi SPI (Serial Pheriperal Interface)
EEPROM sebesar 512 byte yang dapat diprogram saat operasi
Analog Comparator
Komunikasi serial standar USART dengan kecepatan maksimal 2,5 Mbps
Mikrokontroler type AVR ATmega 32L dari perusahaan ATMEL ini, terdiri atas
40 pin dengan 4 port (port A, port B, port C dan port D) yang dapat berfungsi sebagai
input / output seperti gambar 2.1 dibawah ini :

Gambar 2.1. Konfigurasi Pin ATmega 32L


2.2

Detektor

2.2.1. LED (Light Emitting Diode)


LED merupakan dioda yang mengubah energi listrik menjadi energi cahaya.
Biasanya lebih dikenal dengan sebutan Light Emitting Diode (LED), yaitu

semikonduktor dengan sambungan pn yang memancarkan cahaya bila dioperasikan


dalam bias maju. Karena LED merupakan dioda dengan sambungan pn, maka memiliki
karakteristik elektris yang sama dengan dioda umumnya, yaitu mengkonduksikan arus
bila dioperasikan dalam bias maju dan menyekat arus bila dioperasikan dalam bias
mundur. Selain itu LED juga menghasilkan energi cahaya secara efisien jika
dioperasikan dalam bias maju.
Umumnya LED dirangkai secara seri dengan resistor untuk membatasi arus maju
pada LED seperti pada gambar 2.7. Arus maju IF untuk LED adalah antara 5mA sampai
25mA dengan tegangan maju VF sekitar 2V. Intensitas cahaya yang dipancarkan LED
besarnya sesuai dengan arus maju (forward current, IF) yang diberikan. Daya output
yang dihasilkan diubah menjadi energi cahaya dengan intensitas yang besarnya
proporsional dengan arus maju, Semakin besar IF, semakin besar intensitas cahayanya.

VF

IF

R=

VBIAS - VF
IF

Output Cahaya

VBIAS
(a) Rangkaian Bias Maju

Gambar 2.2.1. Prinsip dasar LED

IF
(b) Perbandingan output cahaya
dengan arus maju

2.2.2. Photodioda
Photodioda adalah komponen semikonduktor yang peka terhadap cahaya.
Komponen ini digunakan untuk mendeteksi masuknya sejumlah intensitas cahaya di
bawah 1pW/cm2 sampai intensitas di atas 100 mW/cm2. Pada sensor warna, photodioda
dipilih sebagai receiver dari LED infra merah karena photodioda memiliki respon 100
kali lebih cepat terhadap sinyal cahaya dibandingkan dengan phototransistor maupun
LDR.

Gambar 2.2.2. Tampilan fisik photodioda


Sebuah photodioda yang baik paling tidak memiliki respond time 500 nano detik
atau kurang. Namun saat photodioda mendapatkan cahaya infra merah terdapat arus
bocor yang relatif kecil sehingga harus ada rangkaian lain yang didisain untuk
menguatkan arus tersebut. Adapun bentuk fisik photodiode ditunjukan pada gambar 2.8.
+I

-V

+I

+V

-V
0%
50%

-I

100%
Iluminansi
menaik

-I

Gambar 2.2.3. Karakteristik Kurva I-V (Arus Tegangan) photodioda


Karakteristik arus tegangan photodioda dengan tanpa cahaya sama seperti
dioda penyearah biasa. Ketika photodioda dibias maju (forward biased), ada kenaikan
arus secara eksponensial. Ketika diberikan reverse bias, muncul arus saturasi reverse
yang kecil. Hubungan yang ditunjukkan dari gambar 2.2.3 menetapkan tiga buah
pernyataan sebagai berikut:
(a). V = 0, pada keadaan ini, arus menjadi arus saturasi reverse.
(b). V = +V, pada keadaan ini, arus meningkat secara eksponen. Keadaan ini dikenal
dengan mode forward bias.

(c). V = -V, Ketika reverse bias diberikan ke photodioda, arus akan berkelakuan
sesuai dengan intensitas cahaya yang diterima oleh photodioda.

2.3

Radio Frequency Identification (RFID)


Teknologi RFID digunakan untuk proses identifikasi menggunakan frekuensi

radio untuk membaca informasi dari sebuah devais kecil yang disebut tag atau
transponder (Transmitter + Responder). Tag RFID akan mengenali diri sendiri ketika
mendeteksi sinyal dari pembaca RFID (RFID Reader). RFID mengkombinasikan
keunggulan yang tidak tersedia pada teknologi identifikasi yang lain. RFID dapat
disediakan dalam devais yang hanya dapat dibaca saja (Read Only) atau dapat dibaca
dan ditulis (Read/Write), tidak memerlukan kontak langsung maupun jalur cahaya untuk
dapat beroperasi, dapat berfungsi pada berbagai variasi kondisi lingkungan, dan
menyediakan tingkat integritas data yang tinggi. Sebagai tambahan, karena teknologi ini
sulit untuk dipalsukan, maka RFID dapat menyediakan tingkat keamanan yang tinggi.
Pada sistem RFID terdapat empat komponen utama dalam penerapannya, seperti
dapat dilihat pada gambar 2.3.1 dibawah :

Gambar 2.3.1. Sistem RFID


Tag RFID
Merupakan devais yang menyimpan informasi identifikasi objek. Tag RFID sering juga
disebut sebagai transponder.

Gambar 2.3.2. Jenis-jenis Tag RFID


Antena
Antena memiliki fungsi untuk mentransmisikan sinyal frekuensi radio antara reader
RFID dengan tag RFID.
Reader RFID
Merupakan devais yang kompatibel dengan tag RFID yang akan berkomunikasi secara
wireless dengan tag RFID.
Software Aplikasi
Merupakan aplikasi pemrograman pada komputer yang berfungsi untuk membaca (read)
data dari tag RFID melalui RFID reader. Perangkat lunak ini dapat juga dipergunakan
untuk menulis (write) data ke tag RFID khusus melalui gelombang elektromagnetik.

2.4

Motor DC
Motor pada penelitian ini berfungsi sebagai sistem penggerak atau aktuator yang

mengubah besaran berupa tegangan menjadi sistem gerak mekanis. Prinsip - prinsip
kerja dari motor DC seperti pada operasi kemagnetan dasar, dimana polaritas arus yang
mengalir melalui kawat lilitan akan menentukan tempat kutub magnetik utara dan
selatan pada kawat lilitan. Prinsip penting lainnya meliputi nilai arus yang mengalir
melalui lilitan. Pada motor DC, nilai arus pada lilitan akan menentukan nilai torsi,
kecepatan tangkai motor dan banyaknya putaran tiap menit atau sering disebut rotation
per minute (rpm).
8

2.5

Solenoid
Solenoid merupakan komponen yang merubah energi listrik ke energi mekanik

dengan memanfaatkan induksi medan magnet pada kumparan melalui gerakan mekanik
yang terbatas atau hanya sesaat, sedangkan motor berbeda dengan solenoid, yaitu
merubah energi listrik ke dalam energi mekanik yang berputar secara terus menerus
atau continue. Solenoid akan bekerja apabila dialiri dengan arus listrik sehingga akan
menyebabkan bergeraknya kontaktor. Medan magnet tersebut akan hilang bila
pemberian tegangan dihentikan.
Normalnya sebuah solenoid dibuat dari gulungan kumparan kawat yang
mengelilingi sebuah inti besi lunak. Ketika arus mengalir melewati kumparan, inti besi
bergerak terhadap bagian tengah solenoid. Berikut ini gambar 2.5 menunjukan rangkaian
dalam dari sebuah solenoid :

Gambar 2.5. Solenoid

III. METODELOGI PENELITIAN


Metodologi penelitian yang akan dipergunakan dalam proses penelitian ini
adalah sebagai berikut :
a. Proses Pengumpulan Data
Disini peneliti mengumpulkan data - data dan informasi penunjang mengenai sistem
pemisahan barang secara umum sehingga proses perancangan penelitian dapat dibuat.
Metode pengumpulan data yaitu :
9

1. Explorasi dan studi literatur


Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literatur, jurnal, browsing internet
dan bacaan - bacaan yang ada kaitannya dengan sistem pemisahan barang produksi
baik berupa textbook (manual book) atau paper.
2. Observasi
Teknik pengumpulan data - data dan informasi dengan cara melakukan peninjauan
langsung ke industri - industri yang menggunakan sistem pemisahan barang.

b.

Tahap perancangan sistem dan metode implementasi


Perancangan sistem dimulai dengan menganalisa data - data yang diperoleh dari
observasi

dan

perancangan

model

yang

diinginkan

kemudian

dengan

menggunakan diagram alir dibuat tahap - tahap perancangannya.


IV

MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN.


Maksud dan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk :
1.

Menganalisa dan merancang suatu sistem pemisahan barang menggunakan


teknologi RFID.

2.

Membuat algoritma sistem pemantauan pergerakan proses pemisahan barang.

3.

Menganalisa efektifitas penggunaan teknologi RFID pada proses pemisahan


barang.

RUANG LINGKUP.

Ruang lingkup penelitian antara lain terdiri dari :


1. Menerapkan sistem pemisahan barang dengan memanfaatkan teknologi terbaru.
2. Melakukan analisa dan perbandingan dari sisi kelebihan dan kekurangan
berbagai sistem pemisahan barang pada industri manufacturing.
3.

Melakukan perancangan untuk sistem pemantauan real time yang jarang sekali
diterapkan dalam konteks sistem pemisahan barang dalam dunia indutri.

10

4. Menganalisa respon time yang terjadi saat sistem pemantauan mendeteksi error
pada sistem pemisahan barang.
5.

Menyimpulkan hasil analisis dan pengamatan.

VI. JADWAL DAN PELAKSANAAN PENELITIAN.


Bulan Pekerjaan
No

Jenis Kegiatan
April

Mei

Juni

Juli

Persiapan
Observasi dan studi literatur
Perancangan perangkat keras
Perancangan perangkat lunak
Uji Coba system
Implementasi sistem
Pembuatan laporan

2
3
4
5
6
7

VII RENCANA PEMBIAYAAN


Buku Referansi
No
1
2
3
4
5
6

Nama Buku
Teknik perancangan sistem kontrol
Pemrograman database dengan Delphi 7
Mikrokontroler AVR dengan bahasa C
Praktis belajar Borland Delphi 8
Copy Manual book system paletizer
Copy Manual book system warehousing

Jumlah
1
1
1
1
1
1

Harga Satuan Jumlah


Rp.125.000,- Rp.125.000,Rp.80.000,Rp.80.000,Rp.100.000,- Rp.100.000,Rp.75.000,Rp.75.000,Rp.50.000,Rp.50.000,Rp.50.000,Rp.50.000,T o t a l Rp.480.000,-

Transport Lokal
Jumlah
Orang
2

Dari

Tujuan /Kegiatan

ISTN

ISTN

Mencari Referensi
Observasi perusahaan
Software dan hardware

Uang Transport

Jumlah

Rp.100.000,- / Orang

Rp.200.000,-

Rp.250.000,- / Orang

Rp.500.000,-

T o t a l Rp.700.000,-

11

Honorararium
No

Nama

1
2

Peneliti Utama
Anggota

Jabatan
Peneliti Utama
Anggota

Pendidikan

Honor (rupiah)

S2
S1
Total

1.400.000,800.000,2.200.000,-

Harga
Rp. 150,Rp.55.000,Rp.150.000,Total

Jumlah(rupiah)
150.000,220.000,750.000,1.120.000,-

Lain-lain
No
Jenis Pengeluaran
1 Foto copy
2 Pembuatan laporan
3 Uji Fungsi / Rancangan

Jumlah
100
4
5 kali

Rekapitulasi
No
1
2
3
4

Uraian
Buku Referensi
Transport Lokal
Honorarium
Lain lain
Total

Jumlah Harga (dalam Rupiah)


480.000,700.000,2.200.000,1.120.000,4.500.000,-

DAFTAR PUSTAKA
[1]
[2]
[3]
[4]
[5]
[6]

Iswanto, ST. 2004. Design dan Implementasi Sistem Embedded Mikrokontroller


ATMega8535 dengan Bahasa Basic. Yogyakarta: Gava Media.
Kadir, Abdul. 2005. Pemrograman Database dengan DELPHI 7 Menggunakan
Access ADO. Yogyakarta: Penerbit Andi Yogyakarta.
Pujianto. 2007. Praktis Belajar Borland Delphi 8.0 Bagi Pemula. Yogyakarta :
Graha Ilmu.
Winoto, Ardi. 2008. Mikrokontroller AVR ATMega8/32/16/8535dan
Pemrogramannya dengan Bahasa C pada WINAVR. Bandung : Informatika
http://www.google.com/RFID.html/
http://www.yahoo.com/RFID.html/

12

Anda mungkin juga menyukai