Anda di halaman 1dari 15

APOTIK MELAWAI

JL. Kramat Raya No. 148 , jakarta pusat


Telp. (021) 3911491 Fax .(021) 3900308
APOTEKER
Elvira S.Farm., Apt
SIPA: 19811008/SIPA/-3173/2014/2309

DR. I.A. SUTANTO


SIP. 1.2.01.3172.3446/5.30.40/07.16.2

Praktek : Jl. Cawang Baru Barat No. 56


Telp : 8190825 Jakarta timut
Jakarta 24/10/2014

SALINAN RESEP
Nama Dokter
: Lukman
Nama Pasien
: Ny. Dwi Sumarni
Tanggal resep
: 25-10-2014
Tanggal pembuatan :08-11-2-14
No.140009
R/ Glucobay 50 No. XC
S.3dd 1
R/ Glucodex 50 No. XV
S.1dd
R/ Diltiazem No. XC
S.3dd 1
R/ Esvat 20 mg No. XXX
S.1dd 1
R/ Neurodex No. XXX
S. 1dd 1

R/ Interpril 10 No. XXX


S.1dd 1 malam P.C
R/ Amlodipin 5 No.XXX
S. 1dd 1 Pagi P.C
R/ Carpiaton 25 No. XV
S. 1dd Pagi
R/ Simvastatin 10 No. XXX
S. 1 dd 1 Malam P.C
R/ Allupurinol 300 No. XXX
S. 1dd 1 Pagi P.C Vial
R/ Glucophage 500 No.XXX
S. 1dd 1 Malam P.C

1. Komposisi dan indikasi obat dalam resep


Resep 1:
Glucobay
Komposisi

: akarbose 50mg;100mg

Indikasi

: terapi penambah untuk diet penderita diabetes mellitus .

Interaksi obat : sukrosa(gula tebu) dan makanan yang mengandung sukrosa


sering menyebabkan gangguan abdomen , bahkan diare selama
pengobatan dengan

glucobay akibat meningkatnya fermentasi

karbohidrat dalam kolon. Dosis terapi antidiabetes yang lain perlu


dikurangi bila ditambahkan glucobay. Karena dapat mempengaruhi
kerja

dari

glucobay

,pemberian

bersamaan

dengan

kolestiramin,adsorben usus, dan enzim pencernaan harus dihindari


Glucodex
Komposisi

: gliklazid 80mg

Indikasi

: diabetes yang didiagnosis setelah dewasa.

Interaksi Obat : Efek hipoglikemi, ditingkatkan oleh salisilat, fenilbutazon, bloker, klofibrat, sulfonamida, antikoagulan kumarin dan MAOI.
Efek hipoglikemi diturunkan oleh kontrasepsi oral, kortikosteroid
dan diuretik tiazid.
Diltiazem
Komposisi

: diltiazem 30 mg; tiap tablet mengandung diltiazem hidroklorida


30 mg

Indikasi

:penderita angina pektoris,menurunkan serangan angina pada


penderita variant angina dan aritmia

Interaksi obat : - diliazem dapat meningkatkan kadar digoxin dalam darah


-

dengan

obat

hipotensi,gagal

penghambat

beta:

bradikardi,sinus

berat,

jantung kongestif dan meningkatkan resiko

penghambat A-V
- obat antihipertensi : dapat meningkatkan efek obat antihipertensi
- carbamazepin: dapat menaikkan tingkat plasma carbamazepin
yang menyebabkan timbulnya gejala toksik oleh carbamazepin

- anestesi : dapat terjadi potensiasi penurunan kontrakktilitas,


konduktivitas,dan otomatisitas jantung seperti dilatasi vaskuler.
Esvat
Komposisi ; simvastatin 5 mg,10 mg, 20 mg.
Indikasi :
1. Terapi induvidu yangmengalami peningkatan resiko arteriosklerosis
vasular yang disebabkan oleh hiperkolesterolmia.
2. Terapi penunjang pada diet ketat, bila respon terhadap diet dan pengobatan
non farmakologi tunggal tidak memadai.
3. Penyakit jantung koroner : mengurangi resiko mortalititas total, dengan
mengurangi kematian akibat jantung koroner, mengurangi resiko infak
miokard non fatal, mengurangi resiko pada pasien yang menjalani
prosedur revaskularisasi miokardial.
4. Hiperkolesterolemia menurunkan kadar kolesterol total dan LDL pada
penderita hiperkolesterolemia primer tipe IIA dan IIB.
Interaksi Obat : Imunosupresan, intrakonazol, gemfibrozil, niasin, eritromisin,
kumarin, antipirin, propranolol, digoksin
Neurodex
Komposisi

: vitamin B1 100 mg , vitamin B6 200mg ,vitamin B12 250 mcg

Indikasi

: gejala kekurangan vitamin neurotropik, kelainan saraf, muntahmuntah selama 3 bulan pertama kehamilan , anemia, penambah
tenaga untuk penyembuhan ,lelah dan usia lanjut.

Resep 2 :
Interpril
Komposisi

: lisinopril 5mg; 10 mg

Indikasi

: hipertensi ,terapi tambahan pada CHF

Amlodipin
Komposisi

: amlodipin 5mg ;10 mg

Indikasi

: pengobatan hipertensi . pengobatan awal leukimia miokardial


yang disebabkan angina stabil dan atau vasoplasma / vasokontriksi
dari vaskulator koroner

Carpiaton
Komposisi

:spironolakton 25 mg dan 100 mg

Indikasi

: hipertensi esensial,udem akibat payah jantung kongestif ,udem


akibat sirosis hati dengan atau tanpa asites ,udem akibat sindrom
nefrotik .

Interaksi obat : penggunaan bersama dengan kalium tambahan atau zat-zat hemat
kalium lainnya
Simvastatin
Komposisi

: simvastatin 10 mg

Indikasi

: mengurangi kadar kolesterol total dan LDL ,sebagai anti


hiperkolesterol primer maupun sekunder

Dosis

: sehari 1x 10 mg (malam hari),sebagai anti hiperkolesterol


ringan:sehari 1x5mg. maksimal sehari 40mg

Allupurinol
Komposisi

: allopurinol 100 mg;300 mg/tab

Indikasi

:hiperurisemia primer(gout) dan hiperurisemia sekunder(mencegah


pengendapan asam urat dan kalsium oksalat),produksi berlebihan
asam urat

antara lain pada keganasan polisitemia vera,terapi

sitostatik
Glucophage
Komposisi

: metformin Hcl 500mg

Indikasi

:sebagai tambahan terhadap diet dan olahraga atau digunakan


bersama sulfonilurea untuk memperbaiki kontrol gula darah pada
pasien dengan DM tipe 2

Interaksi obat :alkohol,vitaminB12,gliburid,furosemid,nifenipin,amilorid,


digoxin,morfinprokainamid,kuinidin,kuinin,ranitidin,triamteren,tri
metropim,vankomisin,tiazid,diuretik,kortikosteroid,fenotiazin,prod

uk

tiroid

,estrogen

kontrasepsi

oral,fenitoin,asam

nikotinat,simpatomimetik,penghambat kanal Ca,INH.


2. Mekanisme kerja obat masing masing
Resep 1:
1. Glucoday (akarbose)
Akarbose menghambat alpha-amilase pankreas secara kompetitif dan
reversible. Dan intestinal brush border alpha gukosidase mengahmbat
adsobsi glukosa dari hidrolisis karbohidrat kompleks dan reduksi
konsentrasi glukosa darah.
2. Gliclazid
Gliclazid menstimulasi sekresi insulin dari sel beta pankreas, dan
mereduksi glukoneogenesis hati, dan menurunkan konsentrasi gula darah.
Juga menghambat pembentukkan platelet pada dosis terapi.
3. Diltiazem
Diltiazem merelaksasi otot polos jantung dengan menghambat influx
(masukkan) ion kalsium selama depolarisasi pada otot polos jantung dan
myocardium. Juga meningkatkan penghantaran O2 di myocardial pada
pasien dengan vasospatic angina dan menghambat konduksi cardiac,
khususnya pada node SA dan AV.
4. Simvastatin
Simvastatin, sebagai agen antilipemic merupakan inhibitor kompetitif dari
HMG CoA reduktase, enzim yang mengkatalis tahapnya cepat dan terbatas
pada biosintesis kolesterol mereduksi kolesterol total, LDL-kolesterol dan
trigliserida dan meningkatkan kadar HDL-kolesterol.
5. Neurodex
Vitamin B1 berperan sebagai koenzim pada dekarboksilasi asam keto dan
berperan dalam metabolisme karbohidrat. Vitamin B6 didalam tubuh
berubah menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat yang dapat
membantu dalam metabolisme protein dan asam amino. Vitamin B12
berperan dalam sintesa asam nukleat dan berpengaruh pada pematangan
sel dan memelihara integritas jaringan saraf.

Resep 2:
1. Lisinopril
Lisinopril kompetitif menghambat ACE dari pengubahan angiotensin I ke
angiotensin II (vasoconstriktor poten) hasilnya terjadi peningkatan
aktivitas plasma renin dan reduksi aldosteron (suatu hormon yang

menyebabkan retensi natrium dan air). Menyebabkan vasodilatasi dan


reduksi BP.
2. Amilodipin
Amilodipin relaksasi periferal dan otot polos jantung.

Amilodipin

menyebabkan vasodilatasi jantung karena penghambatan masuknya ion Ca


ke dalam slow channels atau voltage sensitive channels pada otot polos
jantung

dan

myocardium

selama

depolarisasi.

Amilodipin

juga

meningkatkan penghantaran oksigen di myocardium pada pasien angina


vasospatic.
3. Spironolakton
Spironolakton bekerja di tubulus distal ginjal sebagai antagonis kompetitif
dari aldosteron. Spironolakton meningkatkan ekskresi NaCl dan air.
4. Simvastatin
Simvastatin, sebagai agen antilipemic merupakan inhibitor kompetitif dari
HMG CoA reduktase, enzim yang mengkatalis tahapnya cepat dan terbatas
pada biosintesis kolesterol mereduksi kolesterol total, LDL-kolesterol dan
trigliserida dan meningkatkan kadar HDL-kolesterol.
5. Allopurinol
Allopurinol adalah suatu inhibitor enzim xantin oksidase yang mengubah
hipoxantin menjadi xantin kemudia menjadi asam urea. Peningkatan
produksi asam urea mengurangi gejala hiperuricaemia dan gout.
Penghambatan xantin oksidase untuk menggabungkan substrat hipoxantin
dan xantin tapi sejak clearence ginjal lebih dari 10 menit pada asam urea,
tidak ada risiko nefrolitiasis.

3. Drug releted problem yang muncul


a. Ketepatan obat
b. Ketepatan indikasi
c. Ketepatan regimen pengobatan
d. Ketepatan regimen pemberian
e. Ketepatan ada atau tidaknya interaksi

4. Jenis jenis interaksi obat

Resep 1:
1. LEVEL : MODERAT

Diltiazem - makanan

MONITOR: Seperti banyak agen CNS-aktif, alkohol dapat menunjukkan efek


hipotensi. Pemberian bersama obat antihipertensi termasuk diltiazem dapat
mengakibatkan

efek

aditif

pada

tekanandarahdanOrthostasis.

MONITOR: Jus anggur dapat meningkatkan konsentrasi plasma oral diltiazem


pada beberapa pasien. Mekanisme yang diusulkan adalah penghambatan CYP450
3A4-dimediasi metabolisme lintas pertama di usus dinding dengan senyawa
tertentu hadir dalam jeruk. Dalam sebuah studi dari sepuluh sukarelawan pria
sehat, pemberian 120 mg dosis oral tunggal segera-release diltiazem dalam
kombinasi dengan 250 ml jus jeruk meningkatkan konsentrasi puncak plasma
diltiazem (Cmax) dan paparan sistemik (AUC) dengan rata-rata 22 % dan 20%,
masing-masing, dibandingkan dengan administrasi dengan air. Waktu untuk
mencapai Cmax (Tmax) dan terminal paruh tidak terpengaruh, dan tidak ada
perbedaan yang signifikan secara statistik dalam tekanan darah dan detak jantung
yang diamati selama pemerintahan dengan jus jeruk relatif terhadap air. Dalam
sebuah studi yang berbeda, pemberian berulang dari 200 ml jus jeruk pada 0, 2, 4,
8 dan 12 jam tidak berpengaruh signifikan terhadap Cmax atau AUC dari 120 mg
dosis oral tunggal diltiazem, tetapi meningkatkan paruhnya dari 4,1-5,1 jam.
Rasio untuk N-demethyl dan Deacetyl metabolit untuk diltiazem juga tidak
terpengaruh oleh jus jeruk. Namun, karena interaksi farmakokinetik melibatkan
jus jeruk sering teradi pada tingkat tinggi variabilitas interpatient, sejauh mana
pasien yang diberikan mungkin akan terpengaruh sulit untuk memprediksi.

MANAJEMEN: Pasien harus diperhatikan bahwa alkohol dapat meningkatkan


efek hipotensi dari diltiazem, terutama selama inisiasi terapi dan mengikuti
kenaikan dosis. Perhatian harus dilakukan ketika bangun dari duduk atau posisi
berbaring, dan pasien harus memberitahu dokter mereka, jika mereka mengalami
pusing ringan, sinkop, Orthostasis, atau takikardia. Pasien yang secara teratur
mengkonsumsi jeruk atau jus jeruk harus dipantau untuk meningkatkan efek
samping dari diltiazem seperti sakit kepala, detak jantung tidak teratur, edema,
berat badan yang tidak dapat dijelaskan, dan nyeri dada. Jeruk dan jus jeruk harus
dihindari jika interaksi diduga.
2. LEVEL : MODERAT
Diltiazem -simvastatin
PENYESUAIAN DOSIS: Penggunaan bersama dengan diltiazem secara
signifikan dapat meningkatkan konsentrasi plasma simvastatin dan metabolit

aktif, asam simvastatin, dan berpotensi risiko dari induksi statin miopati.
Mekanisme yang diusulkan adalah diltiazem penghambatan metabolisme
simvastatin melalui usus dan hati CYP450 3A4. Dalam sepuluh relawan sehat,
pemberian 20 mg dosis tunggal simvastatin menyusul dua minggu pengobatan
dengan diltiazem SR 120 mg dua kali sehari menghasilkan peningkatan sekitar 4
kali lipat dalam konsentrasi plasma rata-rata puncak (Cmax) simvastatin dan 3.7lipat peningkatan asam simvastatin dibandingkan dengan pemberian simvastatin
tunggal. Diltiazem juga meningkat rata-rata simvastatin paparan sistemik (AUC)
hampir 5 kali lipat dan paruh eliminasi sebesar 2,4 kali lipat. Demikian pula,
penelitian farmakokinetik lain menemukan bahwa pemberian 80 mg dosis tunggal
simvastatin berikut sepuluh hari pengobatan dengan diltiazem 120 mg dua kali
sehari meningkatkan Cmax dan AUC simvastatin dengan rata-rata 2.9- dan 3.1
kali lipat, masing-masing, sementara Cmax dan AUC asam simvastatin masing
meningkat sebesar 2,7 kali lipat. Dalam sebuah penelitian retrospektif kohort
pasien hipertensi dimulai berturut-turut pada simvastatin selama dua tahun,
pengurangan kolesterol median setelah sekitar 8 minggu pengobatan simvastatin
adalah 33,3% pada pasien yang mengambil diltiazem bersamaan dengan dosis
rata-rata 226 mg / hari ( n = 19), dibandingkan dengan 24,7% pada pasien yang
tidak mengambil diltiazem (n = 116). Para penulis berpendapat bahwa pemberian
bersamaan dengan simvastatin diltiazem kira-kira setara dalam potensi terapi
untuk menggandakan dosis simvastatin. Studi lain terdiri dari 30 pasien Cina
menemukan bahwa pasien yang menerima simvastatin 20 mg / hari memiliki
pengurangan tambahan 1,66% kadar kolesterol LDL saat pemberian bersamaan
dengan diltiazem 60 mg tiga kali sehari selama 4 minggu dibandingkan dengan
pemberian simvastatin saja. Perubahan tambahan kolesterol LDL menunjukkan
korelasi positif tidak signifikan dengan konsentrasi diltiazem melalui serum.
Selain efek farmakologis ditingkatkan, tingkat tinggi statin atau HMG-CoA
reductase aktivitas penghambatan dalam plasma juga dikaitkan dengan
peningkatan risiko toksisitas muskuloskeletal. Miopati dinyatakan sebagai nyeri
otot dan / atau kelemahan yang terkait dengan terlalu tinggi creatine kinase
melebihi

sepuluh

kali

batas

atas

normal

telah

dilaporkan

sesekali.

Rhabdomyolysis juga terjadi jarang, yang mungkin disertai dengan gagal ginjal
akut sekunder untuk mioglobinuria dan dapat menyebabkan kematian. Analisis
data dari uji klinis yang tersedia menemukan bahwa pasien yang diobati diltiazem
bersamaan dengan simvastatin 80 mg / hari memiliki risiko sedikit meningkat
(sekitar 1% kejadian) miopati. Risiko pada pasien yang meminum simvastatin 40
mg

hari

tidak

meningkat

diltiazem

bersamaan.

MANAJEMEN: dosis Simvastatin tidak boleh melebihi 10 mg per hari bila


digunakan dalam kombinasi dengan diltiazem. Manfaat dari kombinasi ini harus
hati-hati ditimbang secara melawan berpotensi meningkatkan risiko miopati
termasuk rhabdomyolysis. Fluvastatin, pravastatin, dan rosuvastatin alternatif
mungkin lebih aman pada pasien yang menerima diltiazem, karena mereka tidak
dimetabolisme oleh CYP450 3A4. Semua pasien yang menerima terapi statin
harus disarankan untuk segera melaporkan setiap dijelaskan nyeri otot, nyeri atau
kelemahan, terutama jika disertai demam, malaise dan / atau urin berwarna gelap.
Terapi harus dihentikan jika creatine kinase yang nyata meningkat tanpa adanya
latihan berat atau jika miopati jika tidak dicurigai atau didiagnosis.
3. LEVEL : MAYOR
Simvastatin makanan
UMUMNYA HINDARI: Penggunaan bersama dengan jus jeruk dapat secara signifikan
meningkatkan konsentrasi plasma lovastatin dan simvastatin dan metabolit asam aktif
mereka. Mekanisme yang diusulkan adalah penghambatan CYP450 3A4-dimediasi
metabolisme lintas pertama di usus dinding dengan senyawa tertentu hadir dalam jeruk.
Ketika 60 mg dosis tunggal simvastatin yang diberikan bersama 200 ml double-kekuatan
jus jeruk tiga kali sehari, paparan sistemik simvastatin (AUC) meningkat 16 kali lipat dan
AUC asam simvastatin meningkat 7 kali lipat. Administrasi dari 20 mg dosis tunggal
simvastatin dengan 8 ons tunggal kekuatan jus jeruk meningkatkan AUC simvastatin dan
asam simvastatin 1,9 kali lipat dan 1,3 kali lipat, masing-masing. Interaksi juga telah
dilaporkan dengan lovastatin, yang memiliki profil metabolik yang mirip dengan
simvastatin. Secara klinis, tingkat tinggi HMG-CoA reduktase aktivitas penghambatan
dalam plasma dikaitkan dengan peningkatan risiko toksisitas muskuloskeletal. Miopati
dinyatakan sebagai nyeri otot dan / atau kelemahan yang terkait dengan terlalu tinggi
creatine kinase melebihi sepuluh kali batas atas normal telah dilaporkan sesekali.
Rhabdomyolysis juga terjadi jarang, yang mungkin disertai dengan gagal ginjal akut
sekunder

untuk

mioglobinuria

dan

dapat

menyebabkan

kematian.

Jarak waktu menyesuaikan dosis : Serat seperti oat bran dan pektin dapat mengurangi
efek farmakologis dari HMG-CoA reduktase inhibitor dengan mengganggu penyerapan
mereka

dari

saluran

pencernaan.

MANAJEMEN: Pasien yang menerima terapi dengan lovastatin, simvastatin, atau angkak
(yang mengandung lovastatin) harus dianjurkan untuk menghindari konsumsi grapefruit
dan jus jeruk. Fluvastatin, pravastatin, Pitavastatin, dan rosuvastatin dimetabolisme oleh
enzim lain dan mungkin alternatif lebih baik dalam beberapa individu. Semua pasien
yang menerima terapi statin harus disarankan untuk segera melaporkan setiap dijelaskan
nyeri otot, nyeri atau kelemahan, terutama jika disertai demam, malaise dan / atau urin

berwarna gelap. Terapi harus dihentikan jika creatine kinase yang nyata meningkat tanpa
adanya latihan berat atau jika miopati jika tidak dicurigai atau didiagnosis. Selain itu,
pasien harus baik menahan diri dari penggunaan oat bran dan pektin atau, jika
menggunakan konkuren tidak dapat dihindari, untuk memisahkan waktu administrasi oleh
setidaknya 2 sampai 4 jam.

Resep 2 :
1. LEVEL : MINOR
amlodipine lisinopril
Kanal kalsium blocker dan angiotensi conversi enzim ( ACE) inhibitor mungkin telah
aditif terhadap efek hipotensi.Sementara obat ini seringkali aman digunakan bersamasama, hati-hati monitoring tekanan darah sistemik disarankan selama coadministration,
terutama saat pertama untuk tiga minggu terapi.

2. LEVEL : MAJOR
spironolactone lisinopril
MONITOR ERAT: Penggunaan bersamaan dengan angiotensin converting
enzyme (ACE) inhibitor dan diuretik hemat kalium dapat meningkatkan risiko
hiperkalemia. Hasil Penghambatan ACE dalam penurunan sekresi aldosteron,
yang dapat menyebabkan peningkatan serum potassium yang mungkin aditif
dengan diinduksi oleh diuretik hemat kalium. Interaksi mungkin ringan pada
kebanyakan pasien dengan fungsi ginjal normal. Dalam review retrospektif dari
127 pasien yang diobati dengan kaptopril, beberapa di antaranya juga menerima
diuretik hemat kalium atau diuretik dengan suplemen kalium, tidak ada hubungan
yang ditemukan antara penggunaan captopril dan perubahan kadar kalium serum.
Dalam penelitian retrospektif lain, enalapril terbukti tidak berpengaruh pada
kalium serum 16 pasien yang memakai furosemide atau amilorid, dan tidak ada
perbedaan dalam kadar serum kalium dari kelompok yag menerima enalapril
dengan diuretik dibandingkan dengan kelompok serupa yang tidak mengambil
enalapril . Namun, mengancam jiwa dan hiperkalemia yang fatal telah dilaporkan
terjadi dalam beberapa hari sampai beberapa minggu setelah menerima kombinasi
pada pasien dengan faktor risiko seperti gangguan ginjal, diabetes, usia tua, berat
atau perburukan gagal jantung, penggunaan bersama suplemen kalium atau obat
lainnya yang meningkatkan kalium serum. Kedua inhibitor ACE dan diuretik
sendiri saja telah dikaitkan dengan hiperkalemia pada pasien dengan gangguan
ginjal. ACE Inhibitor juga dapat menyebabkan kerusakan fungsi ginjal pada
pasien dengan gagal jantung kronis, dan risiko meningkat jika mereka sodium

habis

atau

dehidrasi

setelah

diuresis

yangberlebihan.

MANAJEMEN: Perhatian dianjurkan jika ACE inhibitor digunakan dengan


diuretik hemat kalium, terutama pada pasien dengan gangguan ginjal, diabetes,
usia tua, perburukan gagal jantung, dan / atau risiko dehidrasi. Kalium serum dan
fungsi ginjal harus diperiksa secara teratur, dan suplemen kalium umumnya harus
dihindari kecuali diawasi secara ketat. Pasien harus diberikan konseling diet dan
disarankan untuk mencari bantuan medis jika mereka mengalami tanda-tanda dan
gejala hiperkalemia seperti lemah, lesu, kebingungan, kesemutan dari ekstremitas,
dan detak jantung tidak teratur. Jika spironolactone diresepkan dengan ACE
inhibitor , beberapa peneliti menyarankan dosis tidak melebihi 25 mg / hari.
3. LEVEL : MAJOR
amlodipine simvastatin
MENYESUAIKAN DOSIS: Penggunaan bersama dengan amlodipine dapat
secara signifikan meningkatkan konsentrasi plasma simvastatin dan metabolit
aktif, asam simvastatin, dan berpotensi risiko dariinduksi statin miopati.
Mekanisme kerja, amlodipin menghambat metabolisme simvastatin melalui usus
dan hati CYP450 3A4. Ketika dosis tunggal simvastatin 80 mg diberikan pada
hari ke 10 dari pemberian amlodipine dengan dosis 10 mg satu kali sehari,
puncak konsentrasi plasma simvastatin (Cmax) dan paparan sistemik (AUC)
meningkat rata-rata 1,5 dan 1,8 kali lipat, beroperasi berurut-turut, sedangkan
Cmax asam simvastatin dan AUC meningkat rata-rata 1,6 kali lipat setiap hari.
MANAJEMEN: dosis Simvastatin tidak boleh melebihi 20 mg per hari bila di
kombinasi dengan amlodipine. Manfaat dari kombinasi ini harus hati-hati
terhadap potensi peningkatkan risiko miopati termasuk rhabdomyolysis.
Fluvastatin, pravastatin, dan rosuvastatin alternative yang mungkin lebih aman
pada pasien yang menerima amlodipine, karena mereka tidak dimetabolisme oleh
CYP450 3A4. Semua pasien yang menerima terapi statin harus disarankan untuk
segera melaporkan jika ada nyeri otot, kelemahan, terutama jika disertai demam,
malaise dan / atau urin berwarna gelap. Terapi harus dihentikan jika creatine
kinase sangat tinggi tanpa adanya latihan berat atau jika miopati dicurigai atau
didiagnosis.
4. LEVEL : Allopurinol- simvastatin

Tidak ada interaksi


5. LEVEL : MAJOR
allopurinol lisinopril
Bicarakan dengan dokter Anda sebelum menggunakan allopurinol bersama-sama
dengan lisinopril. Penggabungkn obat-obat ini dapat meningkatkan risiko reaksi
alergi yang parah dan infeksi. Anda harus mencari perhatian medis segera jika
Anda menghambat pernafasan atau sesak napas; tenggorokan terhambat;
pembengkakan wajah, bibir, atau lidah; gatal; ruam; demam; dan / atau nyeri otot
atau kelemahan. Juga memberitahu dokter Anda jika Anda melihat tanda-tanda
infeksi atau pengalaman demam, menggigil, sakit tenggorokan, kelelahan, nyeri
tubuh, atau gejala seperti flu lainnya. Hal ini penting untuk memberitahu dokter
Anda, tentang semua obat lain yang Anda gunakan, termasuk vitamin dan herbal.
Jangan berhenti menggunakan obat apapun tanpa terlebih dahulu berbicara dengan
dokter Anda.
6. LEVEL : MODERAT
spironolactone metformin
MONITOR: diuretik yang disebabkan gangguan ginjal dan dehidrasi dapat
meningkatkan risiko asidosis laktat pada pasien yang bersamaan mengambil
metformin. Selain itu, tiazid dan diuretik lainnya dapat mengganggu kontrol
glukosa dengan menyebabkan hiperglikemia, intoleransi glukosa, diabetes
mellitus onset baru, dan / atau eksaserbasi yang sudah ada sebelumnya diabetes.
MANAJEMEN: dianjurkan untuk menghentikan pemantauan klinis jika diuretik
diberikan bersama agen antidiabetes. Pasien harus dianjurkan untuk memantau
glukosa darah mereka dan segera memberitahu dokter mereka jika mereka
mengalami tanda-tanda kemungkinan asidosis laktat (seperti malaise, mialgia,
gangguan pernapasan, hiperventilasi, lambat atau detak jantung tidak teratur,
mengantuk, perut marah) atau hilangnya kontrol glikemik . Penyesuaian dosis
metformin mungkin diperlukan. Demikian juga, pasien harus diamati untuk
hipoglikemia. jika diuretik ditarik dari rejimen terapi mereka.
7. LEVEL : MODERAT
lisinopril metformin
MONITOR:

Terbatas

mempotensiasi

efek

Data

menunjukkan

hipoglikemik

obat

bahwa

inhibitor

antidiabetik

ACE

oral,

dapat

termasuk

metformin.Mekanisme tidak diketahui. Gejala dan kadang-kadang parah


hipoglikemia telah terjadi.

MANAJEMEN: monitoring Tutup untuk pengembangan hipoglikemia dianjurkan


jika inhibitor ACE yang diberikan bersama metformin, terutama pada pasien
dengan usia lanjut dan / atau gangguan ginjal.Penyesuaian dosis mungkin
diperlukan jika interaksi diduga. Pasien harus diberitahu tentang tanda-tanda dan
gejala hipoglikemia (misalnya, sakit kepala, pusing, mengantuk, mual, lapar,
tremor,kelemahan, berkeringat, palpitasi), bagaimana mengobatinya, dan untuk
menghubungi dokter mereka jika terjadi. Pasien harus diamati untuk hilangnya
kontrol glikemik ketika inhibitor ACE ditarik.

8. LEVEL : MODERATE
Lisinopril makanan
UMUMNYA HINDARI: Sedang-tinggi asupan kalium dapat menyebabkan
hiperkalemia pada beberapa pasien yang menggunakan angiotensin converting
enzyme (ACE) inhibitor. Dalam beberapa kasus, pasien yang terkena dampak
menggunakan garam pengganti yang kaya potasium. ACE inhibitor dapat
mempromosikan

hiperkalemia

melalui

penghambatan

renin

angiotensin-

aldosteron-(RAA)sistem.

MANAJEMEN: Disarankan bahwa pasien yang mengambil inhibitor ACE


disarankan untuk menghindari kalium asupan makanan cukup tinggi atau tinggi.
Perhatian khusus harus diberikan pada kandungan kalium pengganti garam.

9. LEVEL : MINOR
Amlodipin makanan
Konsumsi jus jeruk dapat sedikit meningkatkan konsentrasi plasma amlodipine.
Mekanisme ini penghambatan CYP450 3A4-dimediasi metabolisme lintas
pertama di usus dinding dengan senyawa tertentu hadir dalam grapefruits. Data
telah bertentangan dan signifikansi klinis tidak diketahui. Pemantauan efek
samping saluran kalsium blocker (misalnya, sakit kepala, hipotensi, sinkop,
takikardia, edema) dianjurkan.

Interaksi obat allopurinol + antidiabetika

Meskipun allopurinol mempengaruhi paruh klorpropamid dan tolbutamid, dan


kasus koma diabetes telah terlihat dalam pengambilan pasien gliclazide dan
allopurinol,Tampaknya ada sedikit informasi yang menunjukkan bahwa interaksi
yang signifikan secara klinis biasanya terjadi dengan sulfonilurea.

Interaksi obat antidiabetika

Pioglitazone dan rosiglitazone dapat menyebabkan retensi cairan dan edema


perifer, yang dapat memperburuk atau menyebabkan gagal jantung. ada bukti
bahwa kejadian efek ini lebih tinggi bila pioglitazone atau rosiglitazone yang
dikombinasikan dengan insulin. Insiden hipoglikemia juga dapatin crased
penggunaan bersamaan.Penggunaan bersama tidak perlu dihindari, tapi hati-hati
dibenarkan. Hal ini menunjukkan bahwa dosis rendah digunakan pada awalnya
dan bahwa kombinasi tidak boleh digunakan pada pasien dengan moderat untuk
gagal jantung berat. Jika gejala dan tanda-tanda menunjukkan gagal jantung
kongestif, American Heart Association dan American Diabetes Association
merekomendasikan bahwa perubahan dosis dan penghentian sementara atau

permanen dari thiazolidinedione harus dipertimbangkan. Jika tidak ada bukti


gagal jantung, mereka menyarankan bahwa thiazolidinedione dapat dilanjutkan,
dengan pertimbangan pengurangan dosis atau penambahan diuretik, dan dengan
pengamatan lanjutan dari edema. Perhatikan bahwa, dalam rosiglitazone Inggris
merupakan

kontraindikasi

dengan

insulin,

sedangkan

gabungan

metformin/rosiglitazone adalah persiapan tidak. Dipioglitiazone AS dan


rosiglitazone yang diizinkan untuk digunakan dengan insulin

Anda mungkin juga menyukai