Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan yang tidak

normal dari sel-sel tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Sel-sel kanker ini
dapat menyebar kebagian tubuh lainnya dan dapat menyebabkan kematian. Angka
kematian di dunia yang disebabkan oleh kanker mencapai 13% atau mencapai 7,4
juta pada tahun 2008, dimana kasus kanker terbanyak yang terjadi adalah kanker
paru-paru, perut, hati usus, kanker servix dan kanker payudara. Salah satu kanker
yang dapat menyebabkan kematian adalah kanker payudara yang dialami oleh
wanita. Kanker payudara adalah tumor ganas yang berasal dari kelenjar payudara.
termasuk saluran kelenjar air susu dan jaringan penunjangnya. Penyebab pasti
kanker payudara tidak diketahui Menurut WHO, tahun 2000 diperkirakan 1,2 juta
wanita terdiagnosis kanker payudara dan lebih dari 700000 meninggal karenanya.
Berdasarkan data dari Badan Registrasi Kanker Ikatan Dokter Ahli Patologi
Indonesia (AIPI) tahun 1998 di 13 rumah sakit di Indonesia kanker leher
menduduki peringkat pertama dari seluruh kasus kanker sebesar 17% diikuti
dengan kanker payudara 12,2 % (Kepmenkes 796/Menkes/SK/VII/2010).
Menurut penelitian lenggogeni mahasiswi jalur A program studi ilmu kesehatan
masyarakat fakultas kedokteran

Unand dengan judul faktor-faktor yang

berhubungan dengan tindakan deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan


payudara sendiri menyatakan bahwa di sumatera barat kejadian kanker (5,6%)
lebih tinggi dari rata-rata nasional yaitu (4,3%), yaitu urutan tertinggi keenam dari
33 provinsi di Indonesia berdasarkan riskesdas Nasional tahun 2008, Di RSUP
dr.M.Djamil tahun 2010, kanker payudara adalah jenis yang tertinggi dari seluruh
kejadian kanker. Di instalasi Rawat Jalan RSUP dr.M.Djamil tahun 2010, kasus
kanker payudara berjumlah 1758 kasus, sedangkan di instalasi Rawat Inap
berjumlah 209 kasus.
Di Instalasi Rawat Inap terdapat 11% penderita (22 orang) berusia 30
tahun ke bawah, usia termuda adalah 22 tahun. Bahkan, di Instalasi Rawat Jalan

usia

termuda penderita adalah 15 tahun. Penderita kanker payudara di

RSUP dr.M.Djamil terbanyak (54 %) berasal dari Kota Padang (Lenggogeni,


2011). Meskipun demikian, riset mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat
meningkatkan resiko pada individu tertentu, yang meliputi; keluarga yang
memiliki riwayat penyakit serupa, usia yang makin bertambah, tidak memiliki
anak, kehamilan pertama pada usia di atas 30 tahun, periode menstruasi yang
lebih lama (menstruasi pertama lebih awal atau menopause lebih lambat), faktor
hormonal (baik estrogen maupun androgen).
Kanker dikenal sebagai penyakit ditakuti karena proses penyembuhan dan
pengobatannya sangat mahal yang dapat mencapai puluhan juta rupiah.
Penyembuhan kanker secara medis biasanya dapat diatasi dengan kemoterapi,
operasi, dan radioterapi Akibat yang ditimbulkannya juga sangat fatal. Contohnya
saja pengobatan kanker secara kemoterapi, kemoterapi bukan hanya menyerang
sel kanker saja tetapi dapat menyerang sel yang masih sehat, sehingga memiliki
efek samping seperti mual, dan rambut rontok, sehingga diperlukan alternative
untuk pengobatan penyakit kanker dengan obat herbal dengan biaya yang murah
dan diolah sendiri mencapai puluhan ribu rupiah saja. Sehingga orang yang
kurang mampu dapat menggunakan obat alternative ini sebagai pengobatan
penyakit kanker. Obat alternative itu dapat berupa obat herbal seperti daun sirsak.
Tanaman sirsak merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan
sebagai obat kanker payudara dan sebagai pengganti kemoterapi Daun sirsak
memiliki manfaat untuk membunuh sel kanker. Kandungan acetogenin dalam
daun sirsak mempunyai manfaat untuk menyerang sel kanker dengan aman dan
efektif secara alami tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti
yang terjadi pada kemoterapi. Daun sirsak mengandung senyawa acetogenin,
minyak

essensial,

reticuline,

loreximinae,

coclaurine,

annomurine,

dan

higenamine. Oleh karena itu daun sirsak dapat dijadikan obat herbal alternative
untuk membunuh sel kanker. Jadi semua kalangan dapat menggunakan obat herbal
ini.

B.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas, maka perumusan

masalahnya adalah:
1. Bagaimana penyebab kanker payudara terhadap wanita?
2. Apa kandungan senyawa Acetogenin dapat membunuh sel kanker
payudara?
3. Bagaimana mengolah daun sirsak sehingga dapat membunuh sel kanker
payudara?
C.

Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui penyebab kanker payudara terhadap wanita.
2. Untuk mengetahui pengolahan daun sirsak sebagai obat herbal
pembunuh sel kanker payudara.

D.

Manfaat penulisan
Bagi Masyarakat :

Memperkenalkan kepada masyarakat daun sirsak sebagai obat herbal

untuk membunuh sel kanker payudara


Mengatasi masalah masyarakat kalangan bawah yang mengidap kanker

payudara dan dapat disembuhkan dengan daun sirsak


Mecegah kematian pada wanita yang mengalami kanker payudara

Bagi penulis :

Untuk menambah wawasan penulis dengan adanya obat herbal daun sirsak

untuk membunuh sel kanker payudara


Sebagai salah satu syarat untuk menjadi calon anggota PPIPM 29

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Grand Theory dan Penelitian yang relevan


1. Kanker
Kanker merupakan suatu kondisi dimana sel telah kehilangan
pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan
yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali serta mengancam nyawa
individu penderitanya (Baradero, 2008).
WHO menyebutkan, pada tahun 2004 angka kematian akibat kanker
diperkirakan mencapai 7 juta orang, dua kali lebih banyak dibandingkan
angka kematian HIV/AIDS bahkan UICC (union internationale contre le
cancer) memperkirakan jumlah penderita kanker dinegara berkembang pada
tahun 2020 bisa mencapai 10 juta orang, dengan 16 kasus baru setiap
tahunnya. Apalagi penyakit kanker bisa menyerang siapa saja tidak mengenal
status social ekonomi, jenis kelamin dan usia penderita. Angka kematian
akibat kanker diperkirakan akan terus bertambah, karena kecendrungan
pasien mengobatinya ketika stadium lanjut.
2. Kanker Payudara

Gambar 1. Kanker payudara

Menurut Nuracmah, (1999) kanker payudara merupakan penyakit


yang dapat mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia. Setiap jenis
pengobatan terhadap penyakit ini dapat menimbulkan masalah-masalah
fisiologis, psikologis, dan social pada penderita. Perubahan citra tubuh akibat
perubahan fisik yang menyertai pengobatan telah ditemukan menjadi respon
psikologis yang amat menekan bagi pengidap kanker payudara. Kondisi ini
telah membuat wanita tersebut mengalami kecemasan terhadap proses
pengobatan sehingga cenderung mempengaruhi konsep diri wanita tersebut
yang pada akhirnya dapat mempengaruhi hubungan interpersonal dengan
orang lain termasuk pasangan hidup.
Kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang jaringan
payudara, jaringan payudara tersebut terdiri dari kelenjar susu (kelenjar
pembuat air susu), saluran kelenjar (saluran air susu) dan jaringan penunjang
payudara (mardiana, 2007). Penyebab langsung kanker payudara hingga saat
ini belum diketahui, namun Hawari (2004) merujuk hasil penelitian
simanjuntak T.M (1977) yang telah melakukan penelitiannya dibagian bedah
FKUI/RSCM periode 1971-1973, menemukan beberapa factor resiko pada
kanker payudara yang sudah diterima secara luas oleh kalangan pakar kanker
(oncologist) didunia yakni, :

Wanita yang berumur lebih dari 25 tahun yang mempunyai kemungkinan


lebih besar untuk mendapat kanker payudara dan resiko ini akan

bertambah sampai umur 50 tahun dan setelah monopouse


Wanita yang tidak kawin resikonya 2-4 kali lebih tinggi daripada wanita

yang kawin dan mempunyai anak


Wanita yang melahirkan anak pertama setelah berumur 35 tahun

resikonya 2 kali lebih besar


Wanita yang mengalami menstruasi pertama (menarche) yang usianya
kurang dari 12 tahun atau resikonya 1,7 hingga 3,4 kali lebih tinggi
daripada wanita dengan menarche yang dating pada usia normal atau lebih
dari 12 tahun

Wanita yang mengalami masa menopausenya terlambat lebih dari 55

tahun, resiko nya 2,5 hingga 5 kali lebih tinggi


Wanita yang pernah mengalami infeksi, trauma atau tumor jinak

payudara, resikonya 3 hingga 9 kali lebih besar


Wanita dengan riwayat keluarga ada yang menderita kanker payudara
pada ibu, saudara perempuan ibu, saudara perempuan, kakak/adik

resikonya 2 hingga 3 kali lebih besar


3. Obat Herbal
Obat herbal merupakan bahan atau ramuan yang berupa tumbuhan
dapat digunakan untuk pengobatan penyakit. Keampuhan obat herbal banyak
dibuktikan melalui berbagai pengalaman. Berbagai macam penyakit yang
sudah tidak bisa disembuhkan melalui pengobatan kedokteran, ternyata bisa
diobati dengan pengobatan herbal. Contohnya penyakit kanker.
4.

Daun Sirsak

Gambar 2. Daun sirsak


Indonesia merupakan daerah beriklim tropis sehingga banyak
tanaman yang tumbuh di Negara ini. Kekayaan alam tumbuhan obat
Indonesia terdiri atas 30.000 jenis tumbuhan dari total 40.000 jenis

tumbuhan didunia , dimana 940 jenis diantaranya merupakan


tumbuhan berkhasiat obat, diantaranya bahkan dapat mengobati kanker,
salah satunya adalah sirsak.
Sirsak (Annona muricata L) berasal dari amerika serikat. Sirsak
merupakan tanaman dengan tinggi pohon sekitar 5-6 meter. Batang coklat
berkayu, bulat, bercabang. Mempunyai daun berbentuk telur atau lanset,
ujung runcing, tepi rata, pangkal meruncing, pertulangan menyirip,
panjang tangkai 5 mm hijau kekuningan. Bunga terletak pada batang atau
ranting, daun kelopak kecil, kuning kuning keputih-putihan, benang sari
banyak berambut, tidak buah sejati,daging buah berwarna putih dan berbiji
hitam, akar pohon berwarna coklat muda dan merupakan akar tunggang.
Di Indonesia sirsak tumbuh dengan baik pada daerah yang ketinggian
kurang dari 100 meter diatas permukaan laut.
Klasifikasi dari Tumbuhan Sirsak
Regnum : Plantae
Divisio

: Spermatophyte

Classis

: Dicotyledoneae

Ordo

: Ranales

Familia

: Annonaceae

Genus

: Annona

Species

: Annona muricata L.

Senyawa bioaktif yang ditemukan dalam sirsak ini bernama


annonaceous acetogenin. Bahan bioaktif ini terbukti memiliki sifat anti
bakteri, anti jamur, anti kanker, melawan berbagai parasit/cacing,
menurunkan tekanan darah, depresi, stress, dan menormalkan system saraf
yang kurang baik. Annonaceous acetogenin terbukti memiliki kemampuan
sitotoksik 10.000 kali lebi kuat daripada terapi kemoterapi.(Rieser Mj,

Fang XP, dan Mc laughhlin, 1997). Sifatnya yang sitotoksik ini


sangat berguna untuk menyerang sel kanker yang pertumbuhannya sangat
cepat di dalam jaringan tubuh. Walaupun sifatnya sitotoksik, yaitu bersifat
racun terhadap sel namun annonaceous acetogenin tidak menyerang sel
normal dan hanya menyerang sl kanker secara spesifik.
Senyawa acetogenin yang terdapat dalam daun sirsak berperan
sebagai inhibitor sumber energy untuk pertumbuhan sel kanker. Kekuatan
energy menyebabkan sel tidak bisa membelah dengan baik. Acetogenin
yang ikut masuk kedalam tubuh akan menempel pada reseptor dinding sel
dan merusak ATP di dinding mitokondria. Akibatnya produksi energy di
dalam sel kanker akan terhenti dan akhirnya sel kanker akan mati. berapa
penelitian tentang Khasiat Daun Sirsak untuk Kanker telah di ungkap
secara nyata dan berkesinambungan dari tahun ke tahun. Penelitian tentang
manfaat daun sirsak sudah di mulai dari tahun 1951 oleh seorang Profesor
yang berasal dari Puerto Rico bernama Clery Salazar dan kemudian
dilanjutkan dengan penelitian pada tahun 1976 di Amerika oleh National
Cancer Institute. Dan Hasilnya Benar-benar positif Daun Sirsak sebagai
penghancur sel kanker paling efektif (Otto, 2005).
Tabel 1 : Aktivitas Acetogenin dalam Membunuh Sel Kanker
Senyawa

Penghambat sel kanker (ED 50)

acetogenin

Annopentocins 1,71
A

1,63

6,07

10-2

E
x 1,14

10-1
x 3,56

1,64

10-2

Annopentocins 2,06x
C

x 17,93

10-2

Annopentocins 2,74
B

2,97

1,24

F
3,58 x
10-1

3,79

x 2,12

10-1

10-1

2,68

x 2,28

10-1

10-1

x 1,62 x
10-1
x 4,28 x
10-1

<10-2

Cis-

x <10-2

10-1

anomuricin
dan

6,11

1,22

x 1,32

<10-2

10-1

trans-

anomuricin
Sumber : Zuhud E, 2011
Keterangan:
A. Sel kanker paru-paru, B.Sel kanker payudara, C. Sel kanker usus, D. Sel
kanker ginjal E. Sel kanker prostat, F. Sel kanker pancreas
Tabel 2: Penghambat Acetogenin terhadap sel kanker
Senyawa
acetogenin

(ED50) penghambat Sel Kanker


(Mg / Ml)
A

Muricoreacin 0,23

1,3

0,57

0,71

0,025

2,3

Murihexocin

1,1

3,8

1,3

2,5

0,86

0,49

0,013

0,21

0,055

0,027

0,11

0,0042

C
Adryamicin

Sumber : Zuhud E, 2011


Keterangan :
A. Sel kanker paru-paru, B.Sel kanker payudara, C. Sel kanker usus, D. Sel
kanker ginjal E. Sel kanker prostat, F. Sel kanker pancreas

10

b. kerangka pikir/ kerangka konseptual

Penyebab kanker
payudara

Kandungan
daun sirsak

Kanker payudara

Daun sirsak

Pemanfaatan daun sirsak sebagai obat herbal


untuk membunuh sel kanker

Tanda kanker
payudara

Cara
pengolahan

BAB III
METODE PENULISAN
A.

Desain/ Jenis Penelitian atau Penulisan


Jenis penulisan yang digunakan adalah jenis deskriptif. Digunakan dalam

meneliti suatu kelompok manusia, suatu objek, kondisi, pemikiran, dan peristiwa.
Jenis deskriptif digunakan karena data membantu tujuan yang ingin dicapai yaitu
mensosialisasikan penggunaan daun sirsak sebagai obat herbal alternatf untuk
membunuh sel kanker payudara
B. Instrumen/ Teknik Pengumpulan Data
Penyusunan makalah ini menggunakan penelitian pustaka atau study
literatur. Penelitian pustaka adalah penelitian dengan menggunakan literatur atau
telaah kepustakaan dan mencari sumber-sumber informasi (literatur, internet,
dan buku) .
C. Sistematika Penulisan
1. Pendahuluan
Pada pendahuluan berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan
penulisan, dan manfaat penulisan
2. Kajian Pustaka
Kajian pustaka terdiri dari grand teory dan penelitian yang relevan
serta kerangka berfikir/ kerangka konseptual
3. Metode Penulisan
Metode yang umum digunakan dalam menyusun makalah ini
adalah metode deskriptif. Metode deskriptif bertujuan untuk membuat
deskrips, gambaran, atau paparan secara sistematik, factual dan akurat
mengenai fakta-fakta , sifat-sifat dan kaitan antara fenomena dan yang
dibahas.

11

12

4. Pembahasan
Pembahasan berisi jawaban permasalahan yang diajukan dan
penjelasan mengapa dan bagaimana, serta solusi terhadap permasalahan
yang dikaji
5. Penutup
Bab penutup terdiri dari dua sub-bab yaitu simpulan dan saran.
Simpulan merupakan penegasan kembali dari apa yang telah ditulis pada
pembahasan makalah. Simpulan harus sesuai dengan tujuan penulisan
yang telah dinyatakan sebelum. Saran merupakan rekomendasi yang
ditulis yang harus relevan dengan apa yang dibahas. Ditunjukkan kepada
orang yang jelas akan merasakan dampak dari permasalahan ini.

BAB IV
PEMBAHASAN
A.

Daun Sirsak Membunuh Sel Kanker


Saat ini telah banyak berbagai penyakit yang di alami oleh masyarakat di

Indonesia, salah satunya adalah penyakit kanker.

Kanker merupakan penyakit

yang menakutkan bagi semua orang. Berbagai macam jenis penyakit dari kanker
ini ada kanker leher rahim, kanker paru-paru, kanker ginjal, kanker payudara dan
lain sebagainya. Salah satunya kanker payudara yang kini menjadi perhatian
wanita dimana kanker payudara merupakan kanker yang menyebabkan kematian
nomor 2 setelah kanker leher rahim. Penyebab dari kanker ini belum diketahui
secara pasti tetapi ada beberapa faktor yang menyebabkan wanita dapat
mengalami penyakit ini seperti riwayat keluarga yang mengalami penyakit serupa,
usia yang makin bertambah, tidak memiliki anak, kehamilan pertama pada usia
diatas 30 tahun, periode mestruasi yang lebih lama (menstruasi pertama lebih
awal dan menopause yang lebih lambat).
Wanita harus memperhatikan tanda-tanda apabila terjadinya kanker
payudara. Tanda awal yang dari kanker payudara ini ditemukannya benjolan yang
terasa berbeda pada payudara. Jika ditekan benjolan ini tidak terasa nyeri.
Awalnya hanya berupa benjolan kecil saja tetapi lama kelamaan benjolan ini akan
membesar dan akhirnya melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada
kulit payudara. Jadi wanita harus sering mengecek keadaan payudara sendiri
sehingga kanker ini tidak terjadi. Pengobatan modern kanker payudara yang
menggunakan operasi, radioterapi dan kemoterapi saat ini membutuhkan biaya
yang sangat mahal bisa mencapai puluhan juta rupiah dan juga dapat mnimbulkan
efek samping dari pengobatan modern tersebut. Masyarakat dengan kalangan atas
saja jika mengidap penyakit kanker ini yang bisa melakukan operasi. Bagaimana
masyarakat dengan

kalangan bawah?, salah satu solusi untuk menjawab

pertanyaan itu adalah masyarakat bisa menggunakan obat herbal seperti daun
sirsak yang dapat membunuh sel kanker daun sirsak mempunyai khasiat yang
manjur untuk membunuh sel kanker.

13

14

Semua kalangan bisa menggunakan obat herbal ini dan tidak memiliki efek
samping. Daun sirsak yang mengandung senyawa kimia acetogenin ini dapat
membunuh sel kanker yang ada di dalam tubuh. Acetogenin dapat menjaga sistem
kekebalan tubuh dan mencegah infeksi yang mematikan. Senyawa acetogenin
yang terdapat dalam daun sirsak berperan sebagai inhibitor sumber energi untuk
membunuh sel kanker. Kekuatan energy mengakibatkan sel tidak dapat membelah
dengan baik. Acetogenin yang ikut masuk kedalam tubuh akan menempel pada
reseptor dinding sel dan berfungsi merusak ATP di dinding mitokondria.
Akibatnya produksi energy dalam sel kanker akan terhenti dan sel kanker akan
mati.
B.

Pengolahan Daun Sirsak


Adapun berbagai cara pengolahan daun sirsak untuk pengobatan kanker

payudara dapat diuraikan sebagai berikut :


1. Pada pengobatan kanker payudara, daun sirsak (10-15 lembar) direbus
dengan 3 gelas air (600 cc) hingga tersisa 1 gelas air rebusan. Pada saat
merebus sebaiknya menggunakan kendi atau panci yang terbuat dari tanah
liat agar kemurnian zat yang ada pada daun sirsak tetap terjaga. Air
rebusan di minum selagi hangat setiap hari, pagi atau sore hari selama 3
4 pekan. Perlu diperhatikan, pengambilan daun sirsak sebaiknya di mulai
dari daun ke-4 atau ke-5 ujung pucuk. Hal ini di karenakan pada daun
yang terlalu muda, senyawa belum banyak terbentuk. Sementara pada
daun yang tua sudah mulai rusak sehingga kadarnya berkurang.
2. Memanfaatkan daun sirsak kering 10- 15 lembar di rebus dengan 2
gelas air (400cc) sehingga tersisa 1 gelas air rebusan. Proses perebusan
membutuhkan waktu

1-1,5

jam

saja,

jadi

lebih cepat prosesnya

dibanding cara yang sebelumnya. Proses pengeringan sebaiknya tidak di


lakukan di bawah sinar matahari terik karena di khawatirkan akan merusak
senyawa dalam daun sirsak. Daun sirsak kering memiliki senyawa yang
tetap sama dengan daun sirsak basah karena yang berkurang dalam
proses pengeringan hanya kadar airnya. Sementara, senyawa dalam daun
tetap terjaga. Penyimpanan daun sirsak

15

3. Dalam lemari pendingin maksimal sepekan sejak pemetikan karena


proses pendinginan yang lama di khawatirkan akan merusak senyawa
dalam daun selain aroma daun yang tidak enak karena proses
fermentasi.
4. Pengolahan daun sirsak yang lain yaitu dengan cara memblender 3-5
lembar daun sirsak basah dengan menambahkan gelas air (50cc) air
hangat untuk membantu proses penghancuran. Sebelum diblender, daun
sebaiknya dipotong menjadi 3-4 bagian agar lebih cepat hancur. Setelah
hancur, masukan daun ke wadah dengan penutup rapat, lalu tambahkan 1
gelas air panas kedalamnya dan aduk sampai rata. Tutup wadah dengan
rapat agar panas tetap terjaga dan proses ekstraksi senyawa dapat
maksimal. Biarkan selama 15-20 menit, setelah itu saring olahan untuk di
ambil airnya dan minum selagi hangat. Bila tidak ada blender, pengolahan
daun sirsak bisa juga dengan cara di gerus menggunakan cobek dengan
teknik pengolahan yang sama dengan cara di blender. Pengolahan dengan
cara di blender atau di gerus tidaklah semaksimal ekstraksi senyawa daun
sirsak di bandingkan dengan teknik pertama (perebusan daun basah) dan
teknik ke-2 (perebusan daun kering), tetapi lebih efesien. Hasil olahan
pada kedua teknik umumya beraroma langu yang cukup menyengat. Untuk
menekan aromanya bisa di tambahkan sedikit perasan buah nanas atau
buah lain yang lebih di sukai. Dan jangan menambahkan gula aren murni,
madu, atau gula pasir bila rasanya tidak anda sukai, karena sudah
melalui proses kimiawi.

16

C. Implementasi daun sirsak sebagai sel pembunuh kanker payudara


1. Sosialisasi
Tidak semua masyarakat mengetahui apa saja obat-obat herbal yang
dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit, salah satunya adalah daun
sirsak. Kurangnya pengetahuan dari masyarakat menjadikan tanaman ini
hanya sekedar tumbuh saja tidak ada dimanfaatkan. Untuk itu masyarakat
harus tahu apa saja obat herbal yang dapat digunakan sebagai pengobatan
alternative, seperti daun sirsak. Penyuluhan harus dilakukan terhadap
masyarakat di tiap-tiap daerah di kota padang agar berkurangnya kematian
akibat kanker payudara ini.

BAB V
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Penyebab dari kanker ini belum diketahui secara pasti tetapi ada beberapa

factor yang menyebabkan wanita dapat mengalami penyakit ini seperti riwayat
keluarga yang mengalami penyakit serupa, usia yang makin bertambah, tidak
memiliki anak, kehamilah pertama pada usia diatas 30 tahun, periode mestruasi
yang lebih lama (menstruasi pertama lebih awal dan menopause

yang lebih

lambat. Senyawa acetogenin yang terdapat dalam daun sirsak berperan sebagai
inhibitor sumber energi untuk membunuh sel kanker. Kekuatan energy
mengakibatkan sel tidak dapat membelah dengan baik. Acetogenin yang ikut
masuk kedalam tubuh akan menempel pada reseptor dinding sel dan berfungsi
merusak ATP di dinding mitokondria. Akibatnya produksi energy dalam sel
kanker akan terhenti dan sel kanker akan mati.
B.

Saran
Bagi pembaca dan masyarakat agar dapat mengetahui obat herbal yang

dapat dijadikan pengobatan berbagai penyakit dan bagi wanita agar memeriksa
payudara jika terdapat tanda-tanda yang telah dijelaskan di atas segeralah periksa
ke rumah sakit agar kanker payudara tidak lagi menjadi penyakit yang
menyebabkan kematian pada wanita.

17

DAFTAR PUSTAKA
Baradero.2008.Seni Asuhan Keperawatan Pada Klien Kanker.Jakarta:ECG
Hawari,D.H.2004.Psikiater Kanker Payudara Dimensi Psikoreligi.Jakarta:Balai
Penerbit FKUI
Mardiana,L.2007.Kanker Pada Wanita: Pencegahan & Pengobatan Dengan
Tanaman Obat.jakarta:penerbit swadaya
Nurachmah,E.1999.Dampak Kanker Payudara dan Pengobatannya Terhadap
Aspek Bio Psiko-Sosia-Spiritual,Klien yang Berpartisipasi dalam
Kelompok

Pendukung.Jurnal

Keperawatan

Indonesia.jakarta

Universitas Indonesia
Otto,S.2005.Buku Saku Keperawatan Onkologi.jakarta:ECG
Redaksi

agromedia.2008.Buku
Agromedia Pustaka

Pintar

Tanaman

Obat.jakarta

selatan:PT