Anda di halaman 1dari 2

Prinsip Kerja Spirometer

Spirometer menggunakan prinsip salah satu hukum dalam fisika yaitu hukum Archimedes. Hal
ini tercermin pada saat spirometer ditiup, ketika itu tabung yang berisi udara akan naik turun
karena adanya gaya dorong ke atas akibat adanya tekanan dari udara yang masuk ke spirometer.
Spirometer juga menggunakan hukum newton yang diterapkan dalam sebuah katrol . Katrol ini
dihubungkan kepada sebuah bandul yang dapat bergerak naik turun. Bandul ini kemudian
dihubungkan lagi dengan alat pencatat yang bergerak diatas silinder berputar.
2.4

Cara Kerja

Sebenarnya cara kerja spirometer cukup mudah yaitu sesorang disuruh bernafas (menarik nafas
dan menghembuskan nafas) di mana hidung orang itu ditutup. Tabung yang berisi udara akan
bergerak naik turun, sementara itu drum pencatat bergerak putar (sesuai jarum jam) sehingga
pencatat akan mencatat sesuai dengan gerak tabung yang berisi udara.
Manfaat Spirometer
Pengukuran Laju Metabolisme
Dalam penetapan laju metabolisme, konsumsi Oksigen umumnya diukur dengan menggunakan
spirometer yang diisi dengan O2 dan suatu sistem yang mengabsorpsi CO2. Bandul Spirometer
dihubungkan dengan alat pencatat yuang bergerak diatas suatu silinder yang berputar, sementara
bandul bergerak naik turun.Dengan menarik garis sepanjang grafik yang dibuat,akan diperoleh
suatu kemiringan tertentu yang sebanding dengan besarnya konsumsi O2.Jumlah O2 yang
dipakai (dalam ml) persatuan waktu dikoreksi pada suhu dan tekanan standar,kemudian
dikonversikan menjadi energi yaitu dengan dikalikan 4,82 kcal/L O yang dipakai.
Laju metabolisme dipengaruhi banyak faktor.Yang terpenting adalah kerja otot.Konsumsi O
meningkat tidak hanya pada kerja otot,tetapi juga setelahnya sepanjang diperlukan untuk O
debt.Pemberian makanan juga akan meningkatkan laju metabolisme,karena adanya spesific
dynamic action (SDA).SDA suatu makanan adalah besarnya energi yang diperliukan untuk
proses asiimilasi makanan tersebut dalam tubuh.Sejumlah protein yang dapatr menghasilkan 100
kcal,akan meningkatkan laju metabolisme sebesar 30 kcal.Hidrat arang dalam jumlah yang sama
akan menyebabkan peningkatan sebesar 6 kcal,dan lemak akan meningkatkan laju metabolisme
sebesar 4 kcal.Tentu saja ini berarti bahwa jumlah kalori yang dihasilkan oleh ketiga jenis bahan
makanan tersebut akan dikurangi oleh besarnya SDA,dan energi yang diperlukan untuk proses
asimilasi ini dapat diperoleh dari makanan itu sendiri atau diambil dari simpanan energi
tubuh.Penyebab SDA belum jelas.SDA mungkin sebagian disebabkan karena kenaikan
perangsangan simpatis setelah makan,dengan peningkaytan pengeluaran epinefrin dan
norepinefrin dan akibatnya terjadi peningkatan laju metabolisme.SDA protein mungkin juga

dihubungkan dengan proses deaminasi asam amino dalam hati.SDA dari lemak mungkin
disebabkan karena adanya stimulasi langsung terhadap proses metabolisme oleh adanya asam
lemak bebas.Sedang pada hidrat arang mungkin merupakan manifestasi kebutuhan energi ekstra
untuk membentuk glikogen.Efek stimulasi daripada makanan terhadapa proses metabolisme
dapat berlangsung selama 6 jam atau lebih.