Anda di halaman 1dari 21

PENELITIAN

GAMBARAN PERILAKU IBU NIFAS TENTANG VULVA HYGIENE DI


RB/BKIA Ny. HARIJATI
PONOROGO

OLEH :
HARIJATI
NIM. 09621012

PRODI DIII KEBIDANAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
2012

GAMBARAN PERILAKU IBU NIFAS TENTANG VULVA HYGIENE DI


RB/BKIA Ny. HARIJATI PONOROGO

KARYA TULIS ILMIAH


Diajukan Kepada Program Studi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya Kebidanan

OLEH :
HARIJATI
NIM. 09621012

PRODI DIII KEBIDANAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
2012

ii

iii

iv

MOTTO DAN UCAPAN TERIMA KASIH


motto
Ilmu adalah sarana untuk mendapatkan setiap keutamaan

Waktu adalah hari ini, hari kemarin tidak mungkin kembali, hari esok masih tak
pasti,... jalanilah hidupmu dengan sepenuh hati......

Harta yang paling akrab adalah amal, pengawal yang paling waspada adalah diam,
bahasa yang paling manis adalah senyum, ibadah yang paling indah adalah khusu
Jangan pernah berhenti perbaiki diri.....

Ucapan Terima Kasih

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
serta hidayah-Nya kepada saya sehingga Karya Tulis ini
dapat saya selesaikan dengan lancar.
Ucapan terima kasih saya ucapkan untuk:
1. Seluruh Dosen dan Karyawan Prodi D3 Kebidanan terutama Ibu Elmie
Muftiana, S. Kep. Ns dan Ibu Inna Sholicha Fitriani S. ST selaku
pembimbing KTI.
2. Teman-teman Prodi D3 Kebidanan Progsus angkatan I terima kasih ats
inspirasi dan kerjasamanya selama ini.
3. Buat responden dan mb2 perawat di RB/BKIA Ny. Harijati terima kasih
atas kerja sama dan bantuannnya selama ini. (terima kasih.......)
4. Special buat papa, dan anak-anakku tercinta yang selalu memberi
semangat, dukungan dan doanya sehingga saya dapat menyelesaikan
Karya Tulis Ilmiah ini. I LOVE U so Much

vi

ABSTRAK

GAMBARAN PERILAKU IBU NIFAS TENTANG VULVA HYGIENE


DI RB/BKIA Ny. HARIJATI PONOROGO
Oleh : Harijati
Salah satu penyebab langsung kematian maternal terbesar selain
perdarahan, eklamsia, dan komplikasi masa nifas adalah infeksi. Diantara infeksi
pada masa nifas adalah infeksi yang terjadi karena perlukaan jalan lahir. Infeksi
pada masa nifas menyokong tingginya mortalitas dan morbiditas maternal di
Indonesia yaitu sekitar 38 % dari jumlah ibu post partum. Akibat dari perawatan
perineum yang tidak benar dapat menyebabkan timbulnya infeksi perineum.
Untuk menghindarinya perlu dilakukan perawatan vulva hygiene. Vulva hygiene
adalah membersihkan alat kelamin wanita bagian luar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Perilaku Ibu Nifas
tentang Vulva Hygiene di RB/BKIA Ny. Harijati Ponorogo. Teknik sampling
dalam penelitian ini adalah Consecutive Sampling. Sampel yang digunakan
sebanyak 30 responden yaitu sebagain ibu nifas yang mengalami luka jahitan
perineum baik episiotomi maupun laserasi di RB/BKIA Ny. Harijati Ponorogo.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kemudian hasil
penelitian diolah berdasarkan rumus Skor T.
Dari hasil penelitian terhadap 30 responden di RB/BKIA Ny. Harijati
didapatkan bahwa 26 responden (86,67%) berperilaku positif dan 4 responden
(13,33%) berperilaku negatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden
(86,67%) berperilaku positif tentang vulva hygiene. Hal ini dipengaruhi oleh umur
yang matang, tingkat pendidikan dan informasi yang didapat.
Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya,
diharapkan menindaklanjuti tentang gambaran perilaku ibu nifas tentang vulva
hygiene.

Kata Kunci

: Perilaku, Ibu Nifas, Vulva Hygiene.

vii

ABSTRACT
DESCRIPTION OF THE BEHAVIOR OF MOTHER PUERPERAL VULVA
HYGIENE IN RB / BKIA Ny. HARIJATI PONOROGO
By: Harijati
One of the largest direct cause of maternal death in addition to
hemorrhage, eclampsia, and complications during childbirth is an infection.
Among puerperal infection is an infection that occurs due to injury of the birth
canal. Puerperal infection in supporting the high maternal mortality and
morbidity in Indonesia is about 38% of post partum mothers. As a result of
improper perineal care can lead to conditions that affected lokea perineum and
moisture will lead to the development of bacteria that can cause infection of the
perineum. To avoid infection should be treated perineum vulva called vulvar
hygiene. Vulvar hygiene is to clean the outside of the female genitalia.
The aims of the research titled to determine the behavior description of
the Vulva Mother Ruling Hygiene in RB / BKIA Ny. Harijati Ponorogo. Sampling
technique used in this study is Consecutive Sampling. The sample used a sample
of 30 respondents in the study is sebagain mothers who experience childbirth
stitches either an episiotomy or perineal laceration in the RB/BKIA Ny. Harijati
Ponorogo. Instruments used in this study is a questionnaire using the results of
the study prepared by the formula Score T.
From the results of a study of 30 respondents in the RB / BKIA Ny.
Harijati found that 26 respondents (86.67%) well-behaved and 4 respondents
(13.33%) behaving badly.
The results showed that most respondents (86.67%) of vulvar hygiene
behave well. This is influenced by a mature age, educational level and the
information obtained.
The results of this study are recommended for further research, are
expected to follow up on the picture of maternal behavior on postpartum vulva
hygiene.

Keywords: Behavior, Ruling Mother, Vulva Hygiene.

viii

KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan
Karya Tulis Ilmiah dengan Judul Gambaran Perilaku Ibu Nifas Tentang Vulva
Hygiene di RB/BKIA Ny. Harijati Ponorogo.
Peneliti mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada segenap
pihak yang telah membantu terselesaikannya Karya Tulis Ilmiah ini, kepada yang
terhormat :
1. Siti Munawaroh, S.Kep. Ns,M.Kep selaku Dekan Faskultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
2. Elmie Muftiana, S. Kep. Ns selaku pembimbing I yang banyak memberikan
bimbingan, masukan dan arahan untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.
3. Inna Sholicha Fitriani S. ST selaku pembimbing II yang banyak memberikan
bimbingan, masukan dan arahan untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.
4. Seluruh Dosen di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Ponorogo yang telah memberi kesempatan dan fasilitas untuk mengikuti dan
menyelesaikan pedidikan D III Kebidanan di

Universitas Muhammadiyah

Ponorogo.
5. Rekan-rekan mahasiswa program khusus yang mengikuti pedidikan D III
Kebidanan di Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan semua pihak yang
telah memberikan bantuan, saran serta doa dalam menyelesaikan Karya Tulis
Ilmiah ini.
6. Suami dan anak-anakku tercinta yang selalu memberi semangat, dukungan dan
doanya sehingga saya dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

ix

DAFTAR ISI

Halaman Judul Depan ............................................................................................. i


Halaman Judul Dalam ............................................................................................ ii
Halaman Persetujuan Pembimbing ....................................................................... iii
Pernyataan Keaslihan Tulisan ............................................................................... iv
Halaman Pengesahan ............................................................................................. v
Motto dan Ucapan Terima Kasih .......................................................................... vi
Abstrak Bahasa Indonesia .................................................................................... vii
Abstrak Bahasa Inggris ....................................................................................... viii
Kata Pengantar ...................................................................................................... ix
Daftar Isi ............................................................................................................... xi
Daftar Tabel ........................................................................................................ xiv
Daftar Bagan ........................................................................................................ xv
Daftar Lampiran .................................................................................................. xvi
BAB 1 PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah ................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................... 4
C. Tujuan Penelitian ............................................................................................ 4
D. Manfaat Penelitian .......................................................................................... 4
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................... 5
A. Konsep Dasar Perilaku .................................................................................... 5
a. Pengertian perilaku ..................................................................................... 5
b. Bentuk Perilaku .......................................................................................... 6
xi

c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku .............................................. 6


d. Pengukuran Perilaku .................................................................................. 7
B. Konsep Dasar Nifas ........................................................................................ 9
a. Pengertian nifas .......................................................................................... 9
b. Tahapan dalam Masa Nifas ........................................................................ 9
c. Perubahan yang Terjadi pada Masa Nifas ................................................ 10
d. Kebutuhan Dasar pada Masa Nifas .......................................................... 24
C. Konsep Dasar Vulva Hygiene ....................................................................... 28
a. Pengertian Vulva Hygiene ........................................................................ 28
b. Manfaat Vulva Hygiene ........................................................................... 28
c. Cara Melakukan Vulva Hygiene .............................................................. 29
d. Waktu Melakukan Vulva Hygiene ........................................................... 30
e. Dampak dari Vulva Hygiene .................................................................... 30
D. Kerangka Konsep .......................................................................................... 31
BAB 3 METODE PENELITIAN ........................................................................ 32
A. Desain Penelitian ........................................................................................... 32
B. Kerangka Kerja ............................................................................................. 33
C. Variabel Penelitian ........................................................................................ 34
D. Definisi Operasional ..................................................................................... 34
E. Populasi dan Sampel ..................................................................................... 35
a. Populasi .................................................................................................... 35
b. Sampel ...................................................................................................... 35
F. Sampling dan Besar Sampel .......................................................................... 36
G. Pengumpulan Data ........................................................................................ 36
xii

H. Waktu dan Tempat Penelitian ....................................................................... 37


a. Waktu Penelitian ...................................................................................... 37
b. Tempat Penelitian ..................................................................................... 37
I.

Analisa Data .................................................................................................. 37


a. Pengolahan Data Umum ........................................................................... 37
b. Data Khusus ............................................................................................. 38

J.

Etika Penelitian ............................................................................................. 39


a. Informed Concent ..................................................................................... 39
b. Tanpa Nama (Anonimity) ......................................................................... 40
c. Kerahasiaan (Confidentiality) ................................................................... 40

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................................. 41


A. Keterbatasan .................................................................................................. 41
B. Data Demografi Tempat Penelitian ............................................................... 41
C. Hasil Penelitian ............................................................................................. 41
a. Data Umum .............................................................................................. 42
b. Data Khusus ............................................................................................. 44
D. Pembahasan ................................................................................................... 45
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 49
A. Kesimpulan ................................................................................................... 49
B. Saran ............................................................................................................. 49
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... xiv

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Definisi Operasional Gambaran Perilaku Ibu Nifas tentang Vulva
Hygiene di RB/BKIA Ny. Harijati Ponorogo .................. 34
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur ....................................... 42
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan .............................. 43
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan ................................ 43
Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Informasi yang Didapat ......... 44
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Perilaku Ibu Nifas
Tentang Vulva Hygiene ....................................................................... 44

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Konsep Gambaran Perilaku Ibu Nifas tentang Vulva
Hygiene di RB/BKIA Ny. Harijati Ponorogo.................................. 31
Gambar 3.1 Kerangka Kerja Gambaran Perilaku Ibu Nifas tentang Vulva Hygiene
di RB/BKIA Ny. Harijati Ponorogo .................................................. 33

xv

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Salah satu penyebab langsung kematian maternal terbesar selain
perdarahan, eklamsia, dan komplikasi masa nifas adalah infeksi. Sedangkan
penyebab secara tidak langsung lainnya seperti terlambat mengenali tanda
bahaya karena tidak mengetahui tanda kehamilan dalam resiko tinggi,
terlambat mencapai fasilitas untuk persalinan dan terlambat untuk
mendapatkan pelayanan (Depkes RI, 2008).
Diantara infeksi pada masa nifas adalah infeksi yang terjadi karena
perlukaan jalan lahir. Perlukaan jalan lahir dapat terjadi karena kesalahan
sewaktu memimpin suatu persalinan tetapi dapat juga terjadi karena laserasi
atau tindakan episiotomi (Wiknjosastro, 2000: 170). Episiotomi dilakukan
dikarenakan mempunyai beberapa manfaat diantaranya yaitu mencegah
robekan perineum, mengurangi regangan otot penyangga kandung kemih atau
rektum yang terlalu kuat dan berkepanjangan, mengurangi lama tahap kedua
(Bobak dkk, 2005: 344-345).
Infeksi pada masa nifas menyokong tingginya mortalitas dan
morbiditas maternal di Indonesia yaitu sekitar 38 % dari jumlah ibu post
partum. Kejadian infeksi nifas di Indonesia memberikan kontribusi 10%
penyebab langsung obstetrik dan 8% dari semua kematian ibu (Depkes RI,
2008). Ditambahkan oleh Trijanto (2008), di Jawa Timur angka kejadian
infeksi nifas mencapai 38 ibu postpartum atau 8% dari 487 jumlah kasus
kematian maternal. Sedangkan di Kabupaten Ponorogo tahun 2010 kematian

1
xvi

ibu postpartum sebanyak 15 ibu postpartum, dintaranya dikarenakan infeksi


nifas yaitu sebanyak 1 postpartum (Dinkes Ponorogo, 2010).
Menurut Suwiyoga (2004) akibat dari perawatan perineum yang
tidak benar dapat mengakibatkan kondisi perineum yang terkena lokea dan
lembab akan mengakibatkan perkembangan bakteri yang dapat menyebabkan
timbulnya infeksi perineum. Munculnya infeksi pada perineum dapat
merambat pada saluran kandung kencing ataupun pada jalan lahir yang dapat
berakibat pada munculnya komplikasi infeksi pada kandung kencing maupun
pada jalan lahir. Infeksi tidak hanya menghambat proses penyembuhan luka
tetapi dapat juga menyebabkan kerusakan pada jaringan sel penunjang,
sehingga akan menambah ukuran dari luka itu sendiri, baik panjang maupun
kedalaman dari luka itu sendiri.
Menurut Denise (2006) untuk menghindari infeksi perineum perlu
dilakukan perawatan vulva yang disebut vulva hygiene. Vulva hygiene adalah
membersihkan alat kelamin wanita bagian luar. Menurut Dinkes (2008) vulva
hygiene adalah membersihkan daerah vulva pada ibu yang telah melahirkan
sampai 42 hari pasca salin. Ditambahkan oleh Siswono (2001) bahwa manfaat
vulva hygiene yaitu untuk menjaga vagina dan daerah sekitarnya tetap bersih
dan nyaman, mencegah munculnya keputihan, bau tak sedap dan gatal-gatal
serta menjaga pH vagina tetap normal (3,5-4,5).
Perawatan vulva dilakukan setiap pagi dan sore sebelum mandi,
sesudah buang air kecil atau buang air besar dan bila ibu nifas merasa tidak
nyaman karena lokea berbau atau ada keluhan rasa nyeri. Cara perawatan
vulva adalah cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan perawatan luka,
setelah BAK atau BAB cebok dari arah depan ke belakang, ganti pembalut
setiap kali basah atau setelah BAK dan BAB (askep-maternitas, 2008).

xvii

Agar luka jahitan perineum tidak terjadi infeksi maka menggunakan


pembalut yang bersih setiap 4-6 jam sekali kemudian eratkan sehingga
pembalut tidak bergerak maju mundur, setiap kali cebok menggunakan sabun
dan luka bisa diberi betadin (Elsenberg, 2006: 509). Sedangkan menurut
Siswono (2001), vulva hygiene yang benar dapat mencegah terjadinya flour
albus. Kebiasaan melakukan vulva hygiene dapat mencegah terjadinya infeksi
karena daerah vagina merupakan daerah yaang sensitif untuk tercemar
kuman.
Di Rumah Bersalin tersebut telah mengupayakan membekali
informasi, obat (betadin dan kassa) dan mengajari bagaimana cara melakukan
vulva hygiene, dengan tujuan sebelum pulang ibu telah dapat melakukan
vulva hygiene. Sehingga vulva hygiene dapat ibu lakukan dengan benar di
rumah. Namun setelah dilakukan pengamatan terdapat ibu-ibu yang takut
untuk melakukan vulva hygiene dengan baik dan benar. Karena saat
dilakukan pemeriksaan luka perineum masih terdapat lendir dan darah yang
terdapat di bagian vulva dan perineum.
Dari data awal di RB/BKIA Ny. Harijati mulai tanggal 18 Mei 2011
sampai 20 Mei 2011 terdapat 4 ibu post partum dengan luka jahitan. Ternyata
terdapat 2 ibu postpartum yang perilaku vulva hygienenya kurang baik dan 2
ibu postpartum yang sudah melakukan perilaku vulva hygiene dengan baik.
Dari pernyataan masalah tersebut di atas maka mendorong peneliti
untuk mengetahui gambaran perilaku ibu nifas tentang vulva hygiene di
RB/BKIA Ny. Harijati Ponorogo.
B. Rumusan Masalah
xviii

Dengan memperlihatkan latar belakang masalah yang telah diuraikan


di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
Bagaimana perilaku ibu nifas tentang vulva hygiene di RB/BKIA
Ny. Harijati Ponorogo?
C. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui perilaku ibu nifas tentang vulva hygiene di
RB/BKIA Ny. Harijati Ponorogo.
D. Manfaat Penelitian
a.

Teoritis
a) Untuk menambah pembendaharaan kepustakaan sebagai sarana
memperkaya ilmu pengetahuan khususnya tentang vulva hygiene.
b) Memberikan wahana baru mengenai fenomena yang berhubungan
dengan perilaku vulva hygiene dan sebagai bentuk aplikasi dari mata
kuliah metode penelitian dan biostatistika.

b.

Praktis
a) Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan cara memberikan
penyuluhan dan cara perawatan pada ibu nifas tentang vulva hygiene.
b) Untuk menambah pengetahuan ibu nifas tentang perilaku vulva
hygiene sehingga ibu nifas dapat menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.

xix

DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati dan Wulandari, 2009. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra


Cendikia Press
Anggraini Y, 2010. Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Rihama
Bobak dkk, 2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi IV. Jakarta: EGC
Danim S, 2003. Metode Penelitian Kebidanan Prosedur, Kebijakan dan Etik.
Jakarta: EGC
Elsenberg A, 2006. Apa Yang Anda hadapi Bulan-Perbulan. Jakarta: Arcan
Ely, Neil dan Paul, (2009). Perawatan Organ Reproduksi Eksternal Wanita.
http://www.blog at Wordpress.com. diakses tanggal 14 Mei 2011
Herawati P, 2010. Hubungan perawatan perineum dengan Kesembuhan Luka
Perineum pada Ibu Nifas Hari Keenam di BPS Ny. Suhersi Mojokerto.
Karya Tulis Ilmiah tidak diterbitkan. Surakarta: Universitas Sebelas Maret
Hesvaseptoraleza,
2010.
Pre-eklamsia
Contoh
Proposal.
http://hesvaseptoraleza.blogspot.com/2010/04/bab-i-pendahuluan-1.html
diakses tanggal 14 Mei 2011
Hidayat A. A, 2008. Metodologi Penelitian Kebidanan dan teknik Analisa Data.
Jakarta: Salemba Medika
http://askep-maternitas.blogspot.com/2008_08_01_archive.html diakses tanggal
14 Mei 2011
http://creasoft.wordpress.com/2008/04/21/perawatan-luka-perineum-pada-postpartum/ diakses tanggal 14 Mei 2011
Meilansari T, 2009. Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Vulva Hygiene
Dengan Penyembuhan Luka Perineum Hari Ke-6 di BPS Lastak Anang
Arief Sidoharjo. Karya Tulis Ilmiah tidak diterbitkan. Sidoharjo: Akademi
Kebidanan Siti Khotijah Muhammadiyah Sepanjang
Notoatmodjo S, 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Rineka Cipta
___________, 2005. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka
Cipta
___________, 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: rineka Cipta
xx

Nursalam, 2003. Konsep dan Penerapan Metodologi Ilmu Keperawatan. Jakarta:


Salemba Medika
_________ dan Pariani, 2001. Pendekatan Praktis Metodologi Riset keperawatan.
Jakarta: Salemba Medika
Prawiroharjo, 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo
Sujiyatini, 2010. Catatan Kuliah Asuhan Ibu Nifas Askeb III. Yogyakarta:
Cyrillus Publisher
Tim Widyatamma, 2011. Kamus Saku Kebidanan. Jakarta: Widyatamma

xxi