Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA DASAR
RESIN PENUKAR ION

Nama
NRP
Kelompok
Meja
Tanggal / jam kumpulin
Asisten

:
:
:
:
:
:

Winda Nurdianty
143020222
I
5 (Lima
Putri Lestari

LABORATORIUM KIMIA DASAR


JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2014

RESIN PENUKAR ION


Winda Nurdianty
143020222
Asisten : Putri Lestari
Tujuan percobaan
untuk mengetahui ion-ion yang dapat dipertukarkan dari senyaa hidrokarbon terpolimerisasi serta
untuk mengetahui karakteristik dan kemampuan dari zat penukar ion tersebut.
Prinsip percobaan
berdasarkan pengikatan ion-ion baik ion positif maupun ion negatif oleh resin dengan reaksi:
Resin Kation: MX(aq) + Res-H HX(aq) + Res-M
Resin Anion : HX(aq) + Res-OH H2O(aq) + Res-X.

Metode Percobaan

Gambar 1. Metode Percobaan Resin Penukar Ion

Hasil Pengamatan
Hasil Pengamatan resin penukar ion
NO Pengamatan
Hasil
3+
1
Fe
Tidak mengandung ion Fe3+
2
NaCl
Masih nebgandung ion NaCl
(Sumber: Winda Nurdianty dan Tria Okta Wulandari, Meja 5, Kelompok I, 2014)

Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan hasil pada resin kation influennya agak keruh dan
efluennya menjadi bening dengan reaksi AgNO3 + NaCl AgCl + NaNO3. Sedangkan pada resin
anion influennya merah bening dan efluennya bening dengan reaksi AgNO 3 + NaCl AgCl +
NaNO3. Faktor kesalahan yang dapat terjadi pada resin penukar ion yaitu resin tersebut sudah
tidak layak pakai atau jenuh, resin tersebut tidak lembab karena sebelumnya tidak diberi air, glass
woll kotor dan kurangnya glass woll. Resin penukar ion adalah salah satu metoda pemisahan
menurut perubahan kimia. Resin penukar ion juga mempunyai definisi suatu polimer organik
yang mengandung gugus-gugus bermuatan yang terikat secara kovalen yang dapat berinteraksi
secara elektrostatik dengan ion-ion gerak yang tandanya berlawanan. Mekanisme pertukaran ion
dalam suatu resin meskipun non kristalisasi adalah sangat mirip dengan pertukaran ion-ion kisi
kristal. Pertukaran ion dengan resin ini terjadi pada keseluruhan gel dari resin dan tidak hanya
terbatas pada efek permukaan. Pada resin penukar anion, pertukaran terjadi akibat absorpsi
kovalen yang asam. Jika penukar anion tersebut adalah poliamin, kandungan amina resin tersebut
adalah ukuran kapasitas total pertukaran. Dalam proses pertukaran ion apabila elektrolit terjadi
kontak langsung dengan resin penukar ion akan terjadi pertukaran secara stoikiometri, yaitu
sejumlah ion-ion yang dipertukarkan dengan ion-ion yang muatannya sama, akan dipertukarkan
dengan ion-ion yang muatannya sama pula dengan jumlah yang tentunya sebanding. Influen
adalah larutan yang dimasukkan kedalam kolom. Sedangkan efluen adalah larutan yang
dikeluarkan dari kolom. Efluen mempunyai arti lain yaitu fasa bergerak yang menyebabkan elusi .

Elusi adalah proses mengekstraksi zat yg umumnya padat dr campuran zat dng
menggunakanzat cair (pelarut). indikator befungsi sebagai acuan pengambilan harga yang dapat
memberikan hasil yang maksimal, pengukur berfungsi untuk memprediksi arah,Resin anion
akan di aktifkan menggunakan larutan NaoH yang berfungsi menurunkan total
alkalinitas, kesadahan.
Ketika resin yang terdapat dalam resin penukar ion telah jenuh, maka kita dapat melakukan
regenerasi resin dengan cara:
Menambahkan asam sulfat (H2SO4) atau asam klorida (HCl) pada resin kation. Menambahkan
kaostik soda (NaOH) pada resin anion.
Resin kation akan di aktifkan menggunakan larutan HCl atau H2SO4 yang berfungsi

menurunkan total alkalinitas, kesadahan. Sebagai catatan sistem ini juga menurunkan pH
air yang diproses (<4) Umur media mencapai 10 12 bulan (tergantung influent) dengan
cara:
Backwash adalah Dilakukan sebelum proses regenerasi. Regenerasi adalah Proses ini
dilakukan apabila resin kation sudah jenuh, ini bisa di tandai dengan melihat salah satu
parameter air effluent tidak masuk standart (misalnya: pH naik (>4), alkaliniti dan
kesadahan tinggi (nilai influent mendekati effluent). Sanitasi adalah Dilakukan bila hasil
analisa mikro tidak masuk standart. Pembilasan adalah Dilakukan setelah 3 proses diatas
selesai.
Sebagai catatan sistem ini juga menaikkan pH air yang diproses (>10). Umur media
mencapai 10 12 bulan (tergantung influent) dengan cara:
Backwash adalah Dilakukan sebelum proses regenerasi. Regenerasi adalah Proses ini
dilakukan apabila resin kation sudah jenuh, ini bisa di tandai dengan melihat salah satu
parameter air effluent tidak masuk standart (misalnya: pH turun (<9), alkaliniti dan

kesadahan tinggi (nilai influent mendekati effluent). Sanitasi adalah Dilakukan bila hasil
analisa mikro tidak masuk standar. Pembilasan adalah Dilakukan setelah 3 proses diatas
selesai.
Aplikasi di bidang pangan dari resin penukar ion adalah digunakan dalam proses
pembuatan air demineralisasi, analisis kesadahan air dan juga dapat digunakan dalam
metode pemisahan pemekatan suatu bahan.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan hasil pada resin kation influennya agak keruh dan
efluennya menjadi bening dengan reaksi AgNO 3 + NaCl AgCl + NaNO3. Sedangkan pada resin
anion influennya merah bening dan efluennya bening dengan reaksi AgNO 3 + NaCl AgCl +
NaNO3. Resin penukar ion dapat diregenerasi dengan 2 cara yaitu Menambahkan asam sulfat
(H2SO4) atau asam klorida (HCl) pada resin kation dan menambahkan kaostik soda (NaOH) pada
resin anion.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin. 2008. Metode Pengolahan Kesadahan Air
dengan Menggunakan Resin Penukar Ion.
http://smk3ae.wordpress.com.
Diakses: 26 November 2013.
Fatih, Ahmad. 2011. Kamus Lengkap Kimia. Panji Pustaka, Yogyakarta.
Maneges, Sadewo. 2009. Regenerasi Resin. http://rondy-partner.blogspot.com.
Diakses: 26 November 2013.