Anda di halaman 1dari 8

Jumlah Tempat Tidur : 659

Tenaga Farmasi :
Apoteker
Asisten Apoteker
NAA

: 20
: 42
: 25

Jenis Pelayanan Medik


Penyakit Dalam
Bedah
Anak
Obgyn
Bedah Syaraf
Neurologi
THT
Mata
Poli Pegawai
Kulit & Kelamin

Kardiologi
Bedah Ortophedi
Bedah Urologi
Poli Khusus
Gigi Dan Mulut
Jiwa
Gizi Klinik
Poli Chek Up &
Poli Nyeri

DISPENSER
Petugas yang menyerahkan obat langsung
kepada pasien , dan menjamin bahwa
pasien mengerti sepenuhnya bagaimana
memperoleh manfaat dari pengobatan .

KRITERIA :

Apoteker , seorang Profesional


lulusan SI Farmasi .

Asisten Apoteker .
Tenaga Madya Farmasi ( D3 ) .

Contoh Informasi diberikan Pada Saat Penyerahan Obat


-Amoksilin diberikan sebelum makan dan pemakaiannya diminum
sampai habis selama satu kurun waktu pengobatan
(1 Course of treatment)
-Obat Maag dikunyah dulu baru ditelan
-Supositoria (ultraprof) diberikan lewat dubur
-Tablet Vagina (plagystatin) lewat vagina
-Tetes mata pada saat pemberiannya jangan kena pupil mata
-Salep kulit (Betasin Krem) pemakaiannya dibersihkan dulu
sebelum dioles
-Informasi aturan pakai 3 x 1 per hari atau tiap 8 jam
-Asam Mefenamat diberikan sesudah makan
-Misoral tablet (ketokonasol) sementara makan
-Pemakaian rifampisin mengakibatkan urin penderita berwarna
merah
-Dll

Penyimpanan
-Harus disimpan jauh dari jangkauan anak
-Harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan
terlindung dari cahaya
-Dan sebagainya

Selain itu dispenser berperan juga dalam sistem pelayanan kesehatan :


- Pengadaan obat: menjamin ketersediaan obat yang berkualitas
- Distribusi
: membawa obat secara aman kemanapun dia akan
diberikan., menjamin kondisi transportasi,
penyimpanan, sehingga tidak mempengharuhi kualitas
obat.
- Peresepan
: dispesnser diminta untuk meminta obat sesuai dengan
resep dokter.
- Pendistribusian / penyerahan : dispenser menyerahkan obat kepada
pasien disertai pemberian informasi.
- Pemantauan : dispenser memantau pengobatan jangka lama untuk
kondisi kronik seperti hipertensi, diabetes dan
asma
Dispenser juga berperan dalam :
- Komunikasi dengan dokter : obat, dosis, interaksi, ketersediaan dll
- Kepatuhan tentang pedoman pengobatan : peresepan harus sesuai
dengan pedoman pengobatan.
- pendidikan terhadap pasien dan masyarakat dalam hal obat dan
penggunaannya.