Anda di halaman 1dari 3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Kayu Manis adalah sejenis pohon penghasil rempah-rempah. Terhitung ke dlm type
rempah-rempah yang sangat beraroma, manis, serta pedas. Orang biasa memakai rempah-rempah
ke dlm makanan yang dibakar manis, atau anggur panas. Kayu manis memiliki nama latin
Cinnamomum verum, sin. C. zeylanicum.

Klasifikasi ilmiah

:Kayu Manis

Kerajaan

:Plantae

Divisi

:Magnoliophyta

Kelas

:Magnoliopsida

Ordo

:Laurales

Famili

:Lauraceae

Genus

:Cinnamomum

Spesies

:C. verum

Kromatografi Lapis Tipis (KLT) merupakan cara pemisahan campuran senyawa menjadi
senyawa murninya dan mengetahui kuantitasnya yang menggunakan. Kromatografi juga
merupakan analisis cepat yang memerlukan bahan sangat sedikit, baik penyerap maupun
cuplikannya.
KLT dapat dipakai dengan dua tujuan. Pertama, dipakai selayaknya sebagai metode
untuk mencapai hasil kualitatif, kuantitatif, atau preparatif. Kedua, dipakai untuk menjajaki
system pelarut dan system penyangga yang akan dipakai dalam kromatografi kolom atau
kromatografi cair kinerja tinggi.
KLT dapat digunakan untuk memisahkan senyawa senyawa yang sifatnya hidrofobik
seperti lipida lipida dan hidrokarbon yang sukar dikerjakan dengan kromatografi kertas. KLT
juga dapat berguna untuk mencari eluen untuk kromatografi kolom, analisis fraksi yang
diperoleh dari kromatografi kolom, identifikasi senyawa secara kromatografi, dan isolasi
senyawa murni skala kecil. Pelarut yang dipilih untuk pengembang disesuaikan dengan sifat

kelarutan senyawa yang dianalisis. Bahan tipis seperti silika gel adalah senyawa yang tidak
bereaksi dengan pereaksi pereaksi yang lebih reaktif seperti asam sulfat. Data yang diperoleh
dari KLT adalah nilai Rf yang berguna untuk identifikasi senyawa. Nilai Rf untuk senyawa
murni dapat dibandingkan dengan nilai Rf dari senyawa standar. Nilai Rf dapat didefinisikan
sebagai jarak yang ditempuh oleh senyawa dari titik asal dibagi dengan jarak yang ditempuh oleh
pelarut dari titik asal. Oleh karena itu bilangan Rf selalu lebih kecil dari 1,0.
Dan untuk uji histokimianya supaya dapat digunakan untuk mengidentifikasi serbuk daun
dengan penambahan reagen kimia. Histokimia dapat dipakai dengan tujuan supaya tahu
kandungan apa yang terdapat dalam serbuk.
Dibawah ini adalah contoh-contoh dari reaksi histokimia:

Reaksi identifikasi terhadap turunan Tanin

Ekstrak metanol serbuk dimasukkan dalam plat tetes, kemudia di tambahkan :


-FeCl3 1 N, jika diperoleh warna biru hitam berarti mengandung pirogalotanin
-FeCl3 1 N, diperoleh warna hijau kekuningan yang mwngandung warna katekol

NaOH, jika diperoleh warna merah sampai merah coklat berarti mengandung
pirogalotanin.

Reaksi Identifikasi tehadap Dioksiantrakinon

Sedikit serbuk dimasukkan kedalam tabung reaksi, lalu di tetesi dengan KOH 10 % b/v
dalam etanol 95%, jika mengandung dioksantrakinon akan menghasilkan warna merah.

Reaksi Identifikasi terhadap Fenol

Sedikit serbuk dimasukkan ke dalam vial, ditambahkan air, lalu ditutup dengan kaca objek
yang diatasnya diberi kapas yang telah di basahi dengan air, kemudian di panaskan. Setelaha
da uap yang berupa titik cairan pada kaca objek , diambil dan ditambahkan FeCl3, jika
mengandung fenol akan menghasilkan warna biru hitam.

Reasi Identifiasi terhadap


Ekstrak metanol srbuk dimasukan ke dalam masing-masing tabung reaksi kemudian di

tetesi :
-HCl 0,5 N dan pereaksi Meyer, ika mengandung Alkaloid maka akan menghasilkan endapan
putih kekuningan.
-HCl 0,5 N dan pereaski Bauchardat, jika mengandung alkaloid akan menghasilkan endapan
jingga kecoklatan.

Reaksi Identifikasi terhadap Steroid

Serbuk dihaluskan dengan etanol kemudian di didihkan selama 15 menit lalu disaring, filtrat
di uapkan sampai kering. ekstrak Kering ditambahkan dengan dietil etersetelah terlebih
dahulu disuspensikan engan sediit air, bagian yang larut dalam dietil eter dipisahkan. lapisan
dietil eter kemudian ditetesi dengan pereaksi Lieberman-Bauchardat, jiak menganung steroid
akan menghasilkan warna merah atau merah jambu.

Reaksi Identifikasi terhadap Karbohidrat

Serbuk di kocok dengan air lalu di masukkan dalam tabung reaksi kemudian di tetesi :
- Pereaksi Mollish, jika mengandung karbohidrat akan menghasikan cincin ungu
- Pereaski Luff, jika mengandung karbohidrat akan mengahsilkan endapan merah
- Pereaksi fehling A dan B, jika mengandung KArbohidrat akan menghasilkan endapan
kuning jingga.

Reaksi identifikasi terhadap Pati dan eleuron

- Serbuk ditempatkan diatas kaca objek , kemudian di tetesi dengan larutan iodin 0,1 N, jika
mengandung pati akan berwarna biru da warna kuning coklat jika mengandung aleuron
- Sedikit serbuk dimasukkan ke dalam tabung reaksi lalu di tetesi dengan pereaksi Luff dan
di panaskan, jika mengandung pati akan menghasilkan endapan merah bata.

Anda mungkin juga menyukai