Anda di halaman 1dari 5

PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

NOMOR
TENTANG
PEDOMAN PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN BAGI
WARGA MISKIN ATAU TIDAK MAMPU DI KOTA SEMARANG
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA SEMARANG,
Menimbang

a. bahwa berdasarkan Pasal 9 Peraturan Daerah Kota


Semarang
Nomor
4
Tahun
2008
tentang
Penanggulangan Kemiskinan Kota Semarang, maka
setiap warga miskin mempunyai hak atas
pelayanan kesehatan;
b. bahwa untuk mewujudkan pelayanan kesehatan
bagi warga miskin dan tidak mampu di Kota
Semarang agar lebih optimal dan terarah dalam
rangka
meningkatkan
derajat
kesehatan
masyarakat Kota Semarang pada umumnya,
diperlukan petunjuk pelaksanaannya;
c. bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut
diatas, maka perlu diterbitkan Peraturan Walikota
Semarang
tentang
Pedoman
Pelaksanaan
Pelayanan Kesehatan Bagi Warga Miskin dan Tidak
Mampu di Kota Semarang.

Mengingat

1. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang,


Pembentukan Daerah-daerah Kota Besar dalam
lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa
Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta;
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang
Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia
tahun 1992 nomor 100, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia nomor 3495);
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia tahun 2004 nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4437). Sebagaimana
telah diubah beberapa kali, terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang
Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32
Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia


Nomor 4844);
4. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang
Sistem Jaminan Sosial Nasional (Lembaran negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 150);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1976
tentang Perluasan Kotamadya Daerah Tingkat II
Semarang (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1976 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3079);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1992
tentang Pembentukan Kecamatan di wilayah
Kabupaten Kabupaten Daerah Tingkat II
Purbalingga, Cilacap, Wonogiri, Jepara dan Kendal
serta Penataan Kecamatan di Wilayah Kotamadya
Daerah Tingkat II Semarang (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 89);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005
tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578);
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun
2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan
Daerah
sebagaimana
telah
diubah
dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun
2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
9. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
125/Menkes/SK/II/2008
tentang
Pedoman
Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan
Masyarakat Tahun 2008;
10. Perda Propinsi Jawa Tengah Nomor 1 Tahun 2009
tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan Propinsi
Jawa Tengah;
11. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 7 Tahun
2000 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan
(Lembaran Daerah Kota Semarang Tahun 2000
Nomor 26 Seri D);
12. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 11 Tahun
2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
(Lembaran Daerah Kota Semarang Tahun 2006
Nomor 11 seri E);

13. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 4 tahun


2008 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Kota
Semarang (Lembaran Daerah Kota Semarang Tahun
2008 Nomor 16).
MEMUTUSKAN :
Menetapkan

PERATURAN
WALIKOTA
TENTANG
PEDOMAN
PELAKSANAAN
PELAYANAN KESEHATAN BAGI WARGA
MISKIN DAN TIDAK MAMPU DI KOTA SEMARANG
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan :


1. Daerah adalah Kota Semarang.
2. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan Perangkat Daerah sebagai unsur
penyelenggara Pemerintah Daerah.
3. Walikota adalah Walikota Semarang.
4. Dinas Kesehatan adalah Dinas Kesehatan Kota Semarang.
5. Pusat Kesehatan Masyarakat Kota Semarang yang selanjutnya disingkat
Puskesmas

adalah

Pusat

Kesehatan

Masyarakat

yang

memberikan

pelayanan kesehatan tingkat dasar di Kota Semarang.


6. Pemberi Pelayanan Kesehatan Tingkat I yang selanjutnya disingkat PPK I
adalah Unit Pelayanan Kesehatan dasar atau Puskesmas.
7. Pemberi Pelayanan Kesehatan Tingkat II yang selanjutnya disingkat PPK II
adalah Unit Pelayanan Kesehatan yang merupakan rujukan dari pelayanan
dasar, antara lain : Rumah Sakit dan sederajatnya, Balai Kesehatan Indra
Masyarakat (BKIM), Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM).
8. Rumah Sakit adalah Rumah Sakit Pemerintah dan atau swasta yang
memberi pelayanan kesehatan bagi Warga miskin Kota Semarang.
9. Komite Medik adalah wadah non struktural yang terdiri dari tenaga ahli
atau profesi yang dibentuk untuk memberikan pertimbangan strategis
kepada

pimpinan

rumah

sakit

dalam

rangka

peningkatan

dan

pengembangan pelayanan rumah sakit.


10. Warga miskin adalah warga miskin Kota Semarang yang mempunyai Kartu
Tanda Penduduk (KTP) dan atau Kartu Keluarga (KK) Kota Semarang.

11. Warga tidak mampu adalah warga Kota Semarang yang memiliki Kartu
Tanda Penduduk (KTP) dan atau Kartu Keluarga (KK) Kota Semarang, yang
secara ekonomi tidak mampu dan mendapat Surat Keterangan Tidak
Mampu (SKTM) dari Kepala Kelurahan yang diketahui Camat setempat.
12. Surat Keterangan Miskin (SKM) adalah Surat Keterangan dari Kepala
Kelurahan

yang

diketahui

Camat

yang

menerangkan

bahwa

yang

Semarang

yang

bersangkutan betul-betul miskin atau tidak mampu.


13. Kartu

Jaminan

Kesehatan

Masyarakat

Miskin

Kota

selanjutnya disebut Kartu Jamkesmaskot adalah kartu peserta Jaminan


Kesehatan Masyarakat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Semarang
dan biayanya ditanggung oleh Pemerintah Kota Semarang
BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 2
Maksud diterbitkannya Peraturan Walikota ini adalah sebagai Pedoman bagi
Pemberi

Pelayanan

Kesehatan

(PPK)

dalam

melaksanakan

pelayanan

kesehatan bagi warga miskin dan tidak mampu di Kota Semarang.


Pasal 3
Tujuan diterbitkannya Peraturan Walikota ini adalah untuk memberikan
pelayanan kesehatan bagi warga miskin dan tidak mampu di Kota Semarang
secara optimal guna lebih meningkatkan kesejahteraan warga miskin dan
tidak mampu di Kota Semarang.
BAB III
PELAKSANAAN
Pasal 4
(1.)

Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan


bagi Warga Miskin dan Tidak Mampu sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Walikota ini dilakukan oleh PPK yaitu :
a. Puskesmas;
b. Balai Kesehatan Indra Masyarakat (BKIM) dan Balai Kesehatan Paru
Masyarakat (BKPM) dan
c. Rumah Sakit yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah.

(2.)

Pelaksanaan

pelayanan

kesehatan

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan c ditetapkan dengan


Perjanjian Kerjasama.

(3.)

Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan


sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagaimana tercantum dalam
Lampiran Peraturan Walikota ini, dan merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari Peraturan Walikota ini.
BAB IV
PENGAWASAN
Pasal 5

Pengawasan pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi warga miskin dan tidak


mampu Kota Semarang dilakukan oleh Pengawas Pusat dan Daerah.
BAB V
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 6
Peraturan Walikota ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan
Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Semarang.
Ditetapkan di SEMARANG
pada tanggal
WALIKOTA SEMARANG
H. SUKAWI SUTARIP
Diundangkan di semarang
pada tanggal
SEKRETARIS DAERAH
KOTA SEMARANG
H. SOEMARMO HS.
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN

NOMOR