Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN KA

DENGAN GANGGUAN SENSORI PERSEPTUAl VISUAL DAN AUDITORIK


DI RUANG PANDU RUMAH SAKIT JIWA PROPINSI BALI DI BANGLI
TANGGAL 15 23 MEI 2009

I .PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan pada tanggal 15 Mei 2009 pukul 11.00 wita di ruang Pandu.
Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan catatan medik klien.
A. Identitas Klien
Ruang Rawat

: Ruang Pandu

Tanggal Masuk

: 15 Mei 2009

Initial

: KA

No R.M

: 013920

Umur

: 18 tahun

Status

: Belum Menikah

Pekerjaan

: Tidak ada

Pendidikan

: SD.

B. Alasan Masuk:
Keluhan utama saat masuk rumah sakit :
Klien datang ke IRD RSJ Bangli diantar oleh kakak kandungnya, klien
dikeluhkan banyak bicara dan tidak bisa diam sejak tadi pagi dan selalu saja
ada yang dimintanya. Klien juga dikatakan selalu mondar-mandir dan tidak
bisa tidur, pergi dari rumah pukul 04.00 pagi, mengatakan mau olah raga dan
baru pulang pukul 19.00 wita.
C. Faktor predisposisi
1. Klien pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya :
Klien sudah pernah dirawat di RSJ sebanyak dua kali dan kali ini klien masuk
untuk yang ketiga kalinya, MRS yang pertama kali bulan Februari 2008
dirawat selama 16 hari dengan keluhan banyak bicara. Saat keluar dari RSJ

Bangli klien sempat bekerja di Jimbaran namun kumat lagi dan MRS di RSJ
Bangli 2 bulan yang lalu (bulan Maret 2009) dan baru keluar 3 hari yang lalu.
2. Keluarga mengatakan klien punya riwayat putus obat kurang lebih satu bulan
sebelum MRS yang kedua karena keluarga tidak mempunyai biaya untuk
membeli obat dan klien tidak masuk ke dalam program JAMKESMAS.
3. Klien mengatakan dirinya pernah diikat kaki dan tangan oleh kakaknya di
rumah. Keluarga mengatakan klien diikat karena klien sulit dikendalikan dan
sering keluyuran.
4. Ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa seperti klien yaitu
pamannya dan sekarang pamannya tersebut telah meninggal.
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan :
Saat pengkajian klien mengatakan bahwa :
- Putus sekolah karena tidak ada biaya.
- Putus cinta dengan pacarnya.
- Sedih karena ditinggal mati ayahnya dua tahun yang lalu
- Pernah diikat dan diborgol oleh kakaknya yang nomor lima.
Dari hasil validasi data pada keluarga, dikatakan bahwa klien juga mengalami
masalah dalam pekerjaannya sebelum mengalami gangguan jiwa.
Masalah keperawatan : Manajemen regimen therapeutik tidak efektif.
Sedih kronis
D. Pemeriksaan Fisik
1. Tanda Vital
Tekanan darah : 120/70 mm Hg, Nadi: 84x / menit, Suhu : 365 oC, Pernafasan:
20 x/menit
2. Pengukuran : BB: 55 kg, TB: 155 cm
3. Keluhan Fisik : klien mengatakan badannya sehat dan tidak ada keluhan
Masalah keperawatan : tidak ada.

E. Status Psikososial
1.Genogram

Keterangan:
: laki laki.
: Perempuan.
X

: Meninggal
: Tinggal Serumah.
: Klien.

Penjelasan :
Klien adalah anak ke-11 dari 13 bersaudara satu orang di antaranya adalah
saudara tiri karena ayah klien menikah 2 kali. Ayah dan ibu kandung klien sudah
meninggal. Sekarang klien tinggal dengan kakak kandungnya yang nomor lima
beserta kakak iparnya. Klien mengatakan dirinya dekat dengan kakak ipar dan
kakak kandungnya yang nomor satu. Klien mengatakan bahwa mereka orang

baik, tetapi klien mengatakan bahwa ia tidak pernah menceritakan masalahnya


kepada mereka.
Masalah keperawatan : Tidak ada.
2. Konsep Diri
a. Citra Tubuh
Klien bertubuh sedang, kulit sawo matang, rambut pendek dan wajah cukup
manis. Saat ditanya apakah ada bagian tubuh yang tidak disukai klien menjawab
merasa malu karena kulitnya hitam, wajahnya kurang cantik.
b. Identitas Diri
Klien mampu menyebutkan namanya, umur, jenis kelamin, alamat, tempat
tinggalnya, dan pendidikan terakhir serta pekerjaannya saat sebelum masuk
RSJ.
c.Peran Diri
Klien mengatakan dirinya pernah bekerja di art shop di Jimbaran tapi berhenti
karena sakit. Saat di rumah klien mengatakan dirinya membantu kakaknya
membantu pekerjaan di rumah seperti menyapu, memasak.
d. Ideal Diri
Klien mengatakan dirinya ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa dan
bangsa dan berbakti kepada orang tua tapi klien tidak menyebutkan profesi
yang menjadi cita-citanya, klien mengatakan keinginannya yang belum
tercapai adalah mendapat pacar.
e. Harga Diri
Klien mengatakan bahwa dirinya malu karena jelek, bodo dan sakit jiwa. Saat
pengkajian klien mengatakan Saya jelek ya, bodo, nggak ada yang mau sama
saya, pacar saya juga mutusin saya. Saat ditanya tentang perasaannya klien
mengatakan merasa sedih dan kecewa karena diputuskan oleh pacarnya satu
tahun yang lalu. Keluarga mengatakan sejak ayahnya meninggal dua tahun

yang lalu klien terlihat sering bersedih dan sejak ada masalah dengan
pekerjaannya klien mulai mengalami gangguan jiwa.
Masalah Keperawatan : Harga diri rendah kronis
3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti bagi klien adalah kakak kandung nomor dua karena
kakaknya yang menyayangi dan memperhatikannya tetapi kakak klien
mengatakan bahwa klien jarang menceritakan masalah pribadinya kepada
saudara-saudaranya.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat :
Keluarga mengatakan sebelum sakit klien adalah orang yang pendiam dan
jarang bergaul dengan masyarakat. Selama dirawat klien jarang bergaul
dengan klien lain, klien sering sibuk sendiri, ngumik-ngumik sendiri tanpa
menghiraukan lingkungan sekitarnya.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Keluarga mengatakan sebelum sakit klien adalah orang yang pendiam, jarang
menceritakan masalahnya kepada saudara-saudaranya. Begitu pula saat
mengalami masalah dengan pekerjaannya, klien tidak bercerita kepada
saudaranya dan keluarga tahu masalah itu dari pacarnya. Setelah peristiwa itu
justru klien menjadi sering ngumik-ngumik sendiri, saat pengkajian klien
tampak ngumik-ngumik sendiri, bicara kacau dan tidak mau berinteraksi
dengan klien lain serta kontak mata kurang karena perhatian klien mudah
beralih.
Masalah Keperawatan: Kerusakan interaksi sosial

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan : Klien beragama Hindu.
b. Kegiatan ibadah : klien mengatakan sering memuja Tuhan .
Masalah Keperawatan : tidak ada
F. Status Mental
1. Penampilan
Penampilan klien cukup rapi, rambut klien tersisir dengan baik, pakaian yang
dikenakan klien cukup rapi dan bersih.
Masalah keperawatan : tidak ada.
2. Pembicaraan
Saat diajak bicara,topic pembicaraan klien mudah beralih .
Masalah keperawatan : tidak ada.
3. Aktivitas Motorik
Saat pengkajian klien menunjukkan psikomotor yang meningkat, sering
mondar-mandir sambil ngumik-ngumik sendiri.
Masalah keperawatan : risiko kekerasan terhadap diri sendiri dan orang
lain
4. Alam Perasaan
Saat pengkajian kadang-kadang klien tampak sedih, merengek-rengek minta
sesuatu tetapi sesaat kemudian klien tampak gembira dan menyanyi bermacam
macam lagu.
Masalah Keperawatan : 5. Afek
Klien menunjukkan afek dan emosi yang berubah-ubah dari semula tampak
sedih tiba-tiba tertawa tanpa sebab
Masalah keperawatan : -

6. Interaksi Selama Wawancara


Pada saat wawancara kontak mata klien kurang, klien jarang menatap lawan
bicara. Perhatian klien saat wawancara mudah beralih dan klien tiba-tiba pergi
begitu saja di tengah-tengah pembicaraan.
Masalah keperawatan : kerusakan interaksi sosial
7. Persepsi
Klien mengatakan mendengar suara-suara dari ayah dan kakeknya dua sampai
tiga kali sehari dan biasanya muncul pada malam hari. Suara-suara itu
mengajaknya ikut mati bersama mereka. Saat ditanya apa yang dilakukan klien
bila mendengar suara itu, klien mengatakan tidak mau diajak mati. Klien juga
mengatakan mendengar suara dewa-dewa yang akan menghaturkan atmanya
ke Pura Dalem Peed. Saat pengkajian klien mengatakan kepalanya seperti
diikat dan melihat bayangan-bayangan berwarna hitam dan putih namun
bayangan tersebut tidak mengganggunya.
Masalah keperawatan : Gangguan sensori perseptual visual dan auditorik .
Risiko kekerasan terhadap diri sendiri dan orang
lain
8. Proses Pikir
Bentuk pikir klien logis, pembicaraan klien sesuai dengan realitas. Selama
pengkajian klien dapat menjawab pertanyaan dengan benar, antara satu
kalimat dengan kalimat yang lain saling berhubungan.
Masalah keperawatan : tidak ada.
9. Tingkat Kesadaran
Saat pengkajian klien sadar baik. Klien menyebutkan nama, umur, alamat, dan
nama orang tuanya, jumlah saudara, berapa kali klien masuk rumah sakit jiwa.
Klien tahu orang yang diajak bicara adalah perawat, klien juga mengetahui di
mana dia berada saat ini dan klien tidak mengalami disorientasi waktu.
Masalah Keperawatan : Tidak Ada

10. Memori
Klien dapat menyebutkan dirinya dari Glagah Linggah, Bangli. Klien dapat
mengingat masa lalunya sebelum dibawa kerumah sakit dan klien juga tahu
bahwa yang membawanya ke RSJ Bangli adalah kakak kandungnya.
Masalah Keperawatan : Tidak Ada
11. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung
Saat pengkajian klien kurang berkonsentrasi karena perhatian klien mudah
beralih dan sempat pergi begitu saja ditengah-tengah wawancara, klien mau
menjawab pertanyaan yang diajukan. Saat ditanya 4 dikali 5 klien mampu
menjawabnya dengan benar yaitu 20.
Masalah Keperawatan : kerusakan interaksi sosial
12. Kemampuan Penilaian
Klien mampu menyebutkan apa yang harus dilakukan sebelum makan (klien
mengatakan cuci tangan) dan klien mengatakan lebih baik mandi dahulu
sebelum makan .
Masalah Keperawatan : Tidak Ada
13. Daya Tilik Diri
Klien menyadari dirinya berada di rumah sakit jiwa karena buduh (gila).
Masalah Keperawatan : Tidak ada
G. Kebutuhan Persiapan Pulang
1. Kemampuan klien memenuhi / menyediakan kebutuhan
Saat ini klien mampu makan dengan bantuan minimal. Saat di rumah klien
mengatakan biasa makan 1- 2 kali sehari karena tidak punya beras. Saat
pengkajian klien sering mengatakan perutnya lapar dan minta nasi atau kue.
Klien minum 6-8 gelas ( 1200-1600 cc ) perhari. Cara makan klien
saat di rumah sakit berjongkok di lantai ruang makan. Sebelum makan klien
tidak mencuci tangan, hanya pada saat setelah makan. Klien mencuci piring
setelah makan.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada


2. BAB dan BAK
Klien mengatakan BAB 1 kali sehari dan BAK 4 kali sehari. Klien BAB
dan BAK pada tempatnya dan dengan cara yang wajar.
Masalah Keperawatan : Tidak Ada
3. Mandi
Klien mengatakan biasanya di rumah mandi 2 kali sehari. Pada saat
pengkajian klien mengatakan sudah mandi. Penampilan klien cukup rapi.
Klien bisa mandi sendiri menggunakan sabun, keramas, menggosok gigi dan
mengelap badannya sehabis mandi. Saat di rumah sakit klien selalu minta
mandi dan cuci rambut karena mengeluh banyak kutu.
Masalah Keperawatan : Tidak Ada
4. Berpakaian
Saat di rumah sakit klien sering melepas pakaiannya dan telanjang tetapi
setelah diberitahu untuk memakai pakaian klien mau memakai baju.
Masalah Keperawatan : Tidak Ada
5. Istirahat dan Tidur
Klien mengatakan sulit tidur baik di rumah maupun di rumah sakit karena
klien selalu ingin berjalan-jalan. Klien juga tidak biasa tidur siang. Keluarga
mengatakan sejak sakit klien jarang tidur dan tidak bisa diam. Pada malam
hari klien sering keluyuran.
Masalah Keperawatan : Gangguan pola tidur.
6. Penggunaan Obat
Saat pengkajian klien mengatakan minum obat yang diberikan oleh petugas
secara teratur, klien mengetahui jenis obat yang diberikan dari warnanya.
Klien mengatakan saat pulang dari rumah sakit tiga hari yang lalu klien
mendapat tambahan obat lagi dua macam sehingga obatnya menjadi lima
macam sehingga klien mengatakan dirinya overdosis. Selama di RSJ klien

minum obat yang dibagikan oleh perawat.


Masalah Keperawatan : Tidak Ada
7. Aktifitas Dirumah
Klien mengatakan kegiatan sehari-harinya di rumah adalah membantu
kakaknya mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu. Setelah pulang dari
rumah sakit tiga hari yang lalu kakak klien mengatakan klien hanya bicara,
mondar-mandir dan keluyuran. Di RSJ klien tampak sering berbicara dengan
petugas dan bernyanyi nyanyi dengan keras.
Masalah Keperawatan : Tidak Ada
H. Mekanisme Koping
Kakak klien mengatakan klien tidak pernah mengungkapkan masalahnya, selalu
memendam masalah yang dihadapinya. Klien mempunyai kepribadian yang
tertutup . Klien tidak punya kebiasaan minum alcohol, bekerja berlebihan tetapi
klien sering marah bila keinginannya tidak dipenuhi. Saat pengkajian klien juga
mengatakan jarang bercerita tentang masalahnya kepada orang lain
Masalah Keperawatan : Koping tidak efektif.
I. Masalah Psikososial dan Lingkungan
Klien tinggal bersama kakak kandung, kakak ipar dan keponakannya. Klien
mengatakan dirinya tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak punya biaya.
Klien pernah bekerja beberapa bulan tetapi berhenti karena sakit jiwanya kambuh.
Bila sakitnya kambuh kakak klien mengajaknya ke RSJ. Klien dikatakan tidak
punya sahabat dan jarang bergaul.
Masalah Keperawatan : kerusakan interaksi sosial
J. Pengetahuan Klien tentang Penyakitnya
Klien mengatakan tahu mengapa dia dibawa ke RSJ Bangli karena buduh
(gila). Klien tahu faktor pencetus sakit jiwanya tetapi tidak tahu tentang koping ,
sistem pendukung, penyakit fisik mapun obat-obatan.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada


K.

Aspek Medik
Diagnosa Medik : Skizofrenia Hebefrenik Episode Berkelanjutan.
Skizoafektif Episode Maniak
Therapi Medik : CPZ injeksi 50 mg
Valdimex injeksi 5 mg
Chlorpromazine : 2 x 100 mg
Haloperidol

: 2 x 5 mg

Trihexyphenidyl : 2 x 2 mg
Carbamazepine

: 2 x 200 mg

L. Daftar Masalah Keperawatan


1. Manajemen terapeutik tidak efektif.
2. Sedih kronis
3. Harga diri rendah kronis.
4. Gangguan sensori perseptual visual dan auditorik
4. Gangguan pola tidur .
5. Risiko kekerasan terhadap diri sendiri dan orang lain.
6. Kerusakan komunikasi verbal

M. Pohon Masalah
Resiko kekerasan terhadap
diri sendiri dan orang lain

Gangguan Pola
Tidur

Gangguan sensori perceptual


visual dan auditorik (CP)

Manajemen
regiment
therapeutik tidak

Kerusakan interaksi sosial

efektif.
Harga diri rendah kronis

Koping tak efektif


Sedih kronis

N. Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan sensori perseptual visual dan auditorik
2. Kerusakan interaksi sosial

3. Harga diri rendah kronis


4. Koping tidak efektif
5. Sedih kronis
6. Risiko kekerasan terhadap diri sendiri dan orang lain.
7. Gangguan pola tidur.
8. Kerusakan komunikasi verbal
9. Manajemen regiment terapeutik tidak efektif.