Anda di halaman 1dari 15

Astrid Arisya

Carrisdzhani Octapianita
Elvira Intan Permatasari
Sari Putriastuti

Profil Pemilik
Nama

: Atika Kurnia Sari

Tanggal Lahir : 30 Januari 1984


Pendidikan

SMA N 1 Yogyakarta 1999-2002

Psikologi UGM 2002-2006

Alamat
Ibu dari 2 orang anak
Istri dari Feri Manurung

: Kalaijo Guwongan Pajangan Bantul

Bajuku, Accessories
Merupakan usaha mandiri yang didirikan pada tahun 2007 oleh
Mbak Atika Kurniasari, lulusan Psikologi UGM 06
Pada awal berdirinya, usaha ini berlabel Bajuku Indonesia

Pada tahun yang sama Mba Atika menikah dengan Mas Fery
yang juga seorang pengusaha, dan sepakat untuk melanjutkan
usaha ini dengan lebih serius
Usaha ini mengalami proses pengembangan dan pematangan
hingga sampai pada saat ini.

Bajuku, Accessories
Dalam dua (2) tahun pertama, usaha ini dilalui dengan
perjuangan, ditambah lagi pada masa itu Mba Atika sedang
mengandung.
Saat pertama berdiri, perusahaan ini hanya beranggotakan dua
(2) orang karyawan, saat ini mencapai tiga puluh empat (34)
orang.
Tak ada patokan tertentu pada penjualan-penjualan utama,
yang penting HARUS ada omzet.
Target di bulan-bulan awal penjualan adalah 15 juta/bulan,
namun yang dapat tercapai hanya 2 juta/bulan.

Bajuku, Accessories
Pada tiga (3) tahun pertama, usaha ini tidak melibatkan ilmu
psikologi, yang dipelajari adalah penggunaan corel, marketing,
web design, baru selanjutnya pengembangan SDM.
Pada awalnya usaha ini menjual handy craft, yang merupakan
hasil kerajinan tangan, seperti bros.
Usaha ini berkembang lalu merambah wilayah lain hingga
mencakup produksi gantungan kunci dan tas.

Usaha ini mencari dan mencoba tren-tren baru. Menggunakan


karakter yang sama dan diterapkan pada media yang berbeda.

Bajuku, Accessories
Mba Atika

Yang dibutuhkan dalam lima tahun pertama berdirinya


usaha adalah survive, tidak bisa langsung memasukkan unsur
psikologi di dalamnya. Kita harus konsisten, all out. Setelah settle,
baru kita bisa memasukkan unsur psikologis. Di masa itu, yang
menang dan bertahan adalah yang memiliki value dan struktur
paling bagus.
Pendapat ini muncul karena menurut Mba Atika, yang diperlukan untuk
survive adalah uang, lalu setelahnya bisa me-manage SDM.

Bajuku, Accessories
Mba Atika berpendapat hanya sedikit pengusaha yang serius
dalam pengembangan SDM.
Alasannya adalah karena pengembangan SDM tidak langsung
kentara, berbeda jika yang dilakukan adalah membeli barang.
Karena tidak langsung terlihat, dana yang digunakan untuk
investasi di SDM (training, misalnya) justru masuk ke cost dan
bukannya invest.

Bajuku dan Psikologi


Bajuku membuat acara gathering setiap 3 bulan sekali. Acara ini
diperuntukkan bagi karyawan dan keluarga mereka
Karena basis perusahaan ini agama, setiap minggu ada
pengajian rutin.
Ada acara menginap bersama selama 3 hari. Dalam acara ini
dilakukan brainstorming serta evaluasi. Acara ini juga digunakan
untuk mencari orang-orang yang berpotensi menjadi leader.

Perusahaan yang bisa bertahan itu adalah perusahaan


yang nggak cuma bisa menghasilkan barang/output
yang bagus saja, tapi bagaimana mereka juga mampu
membentuk leader-leader baru yang bisa menjamin
keberlangsungan hidup perusahaannya itu sendiri.

Perusahaan dengan Psikologi di


dalamnya
Perusahaan yang menggunakan unsur psikologis biasanya lebih aware
dengan keadaan karyawan, dan biasanya lebih bisa bertahan lama.
Hal ini karena mereka tidak hanya memikirkan bagaimana menghasilkan
produk yang baik, berkualitas, dan laku di pasar. Namun juga bagaimana
cara menjaga karyawan untuk stay di perusahaan tersebut. Bagaimana cara
untuk tidak hanya memberdayakan karyawan, tetapi juga membantu
mereka untuk mengembangkan segala potensi yang ada di diri masingmasing karyawan tersebut. Karena nantinya, hal ini akan berimbas kembali ke
perusahaan itu sendiri.
Perusahaan yang tidak menggunakan unsur psikologis biasanya lebih fokus
pada produksi, tidak terlalu memikirkan bagaimana pengembangan SDMnya sendiri.

TERIMA KASIH . . .