Anda di halaman 1dari 69

ASSALAMU ALAIKUM WR. WB.

DAN
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA

Kimia Anorganik Dasar


Pertemuan I (Pekan 12)

Syahruddin Kasim, S.Si, M.Si

Contoh Reaksi (Dijawab)


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Mg(OH)2 = B
H2CO3 = A
NH3 =
B
NH4+ =
B/A
NH2- =
B
H3OCl = B/A
CH3COO- = A/B
SOCl2 = A
Cr(NH3)6Cl3 =A
Fe(CN)6K3 = A
[Co(NH3)6]3+ =A

12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.

HCl = A
HCO3- =A
OH- =B
H3O+ =A
Al(OH)2+ =B
CH3COOH =A
SO2 =A
(NH4)2SO3 =B
CO2 =A
KO2 =A
[Fe(CN)6]3- =A

Soal pH dan

(Dijawab)

1.

NH4+ 0,002 M 30 ml berapakah pH dan -nya jika


diketahui Kb = 1,8 x 10-5 dan jika ditambah NaOH
0,001 M 40 ml berapa pula pH-nya ?.

2.

CH3COONa 0,004 M, Ka = 1,8 x 10-5 maka


berapakah pH dan nya?. , jika ditambahkan
CH3COOH 0,005 M hitung lagi pH-nya ?.

3.

NH3 0,04 M 30 ml , berapakah pH dan -nya jika


diketahui Kb = 1,8 x 10-5 , dan jika ditambah HCl
0,05 M 20 ml, berapa pula pH-nya ?.

4.

NH3 0,035 M, berapakah pH-nya jika ditambahkan


NH4Cl 0,020 M, diketahui Ka = 1,8 x 10-5 .

KIMIA ASAM BASA

Asam,Basa dan Garam


Reaksi Asam Basa
Elektrolit dan Non-Elektrolit
Dissosiasi dan atau ionisasi
Ionisasi Air
Kekuatan Asam dan Basa (pH dan pOH)
Netralisasi.

Konsep Asam Basa


1. Arhenius (tahun 1890)
Asam : Zat yang dalam air melepaskan H+
Basa : Zat yang dalam air melepaskan OH 2. Brounsted-Lowrey (Protonik) tahun 1923
Asam : Ion/molekul yg memberi proton (H+)
Basa : Ion/molekul yg menerima proton (H+)
3. Lewis
Asam :Spesies penerima pasangan elektron
Basa : Spesies pemberi pasangan elektron
4. Sistim oksida Lux dan Flood
Asam :Spesies donor ion oksida
Basa : Spesies akseptor ion oksida

Konsep Asam Basa


4. Cady dan Elsey (Sistem Pelarut)
Asam : Zat terlarut yang terdissosiasi melalui reaksi dlm
pelarut tertentu melepaskan kation karakteristik dari
pelarut.
Basa : Zat terlarut yang terdissosiasi melalui reaksi dlm
pelarut tertentu melepaskan anion karakteristik dari
pelarut.
5. Usanovich (Rx pd senyawa kompleks = Lambat)
Asam : Spesies yg mampu memberikan kation untuk
bergabung dengan anion atau elektron atau
menetralkan basa untuk menghasilkan garam.
Basa : Spesies yg mampu memberikan anion atau elektron
untuk bergabung dengan kation menetralkan asam
untuk menghasilkan garam.

Contoh Reaksi (Jawaban)


1.
2.
3.
4.

5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Mg(OH)2 + H2O MgOH+H2O + OHH2CO3 + H2O HCO3- + H3O+


NH3 + H2O NH4+ + OHH2O + H2O H3O+ + OHNH3 + NH3 NH4+ + NH2H3OCl + NaOH NaCl + 2H2O
NH4Cl + NaNH2 NaCl + 2NH3
SOCl2 + (NH4)2SO3 (NH4)2Cl + 2SO2
CrCl3 + 6NH3 Cr(NH3)6Cl3
FeCl3 + 6KCN Fe(CN)6K3 + 3KCl
[Co(NH3)6]3+ + 6H3O+ [Co(H2O)6]3+ + 6NH4+

Contoh Reaksi (Jawaban)


1.
2.
3.
4.

5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

2PbO + PbS 3Pb + SO2


HClO4 + CH3COOH ClO4- + CH3COOH2+
PbI2 + 2KNH2 PbNH + 2KI + NH3
HgCl2 + 2NH3 HgNH2Cl + NH4Cl
HNO3 + 2H2SO4 NO2+ + H3O+ + 2HSO4BF3 + 2HF H2F+ + BF4NH4Cl + CH3CN CH3Cl + NH4CN
SO3 + H2O H2SO4
CaO + H2O Ca(OH)2
CaO + SO3 CaSO4
NH3 + CO(NH2)2 NH4+ + CONH2NH-

Kekuatan Asam Basa

Kekuatan Asam Basa Tergantung pada :

1.

Kemampuan ionisasi.
2. Ukuran ion dan jarak ikatan.
3. Besar muatan.
4. Bilangan oksidasi.
5. Pengaruh efek elektronik.
6. Nilai konsentrasi.
7. Delokalisasi elektron.
8. Tetapan kesetimbangan.
9. Jenis atom pusat dan ligan.

1.

Kemampuan ionisasi : Semakin mudak


terionisasi, maka semakin kuat sifat asam
atau basa zat ybs.

2.

Ukuran atau jarak ikatan : Semakin panjang


jarak ikatan semakin mudah melepaskan
karakter asam atau basanya, maka sifat
asam atau basanya semakin kuat.

3.

Bilangan oksidasi : Semakin besar bilangan


oksidasi semakin lemah sifat atau karakter
asam atau basa zat tersebut.

4.

Muatan : Semakin besar muatan, maka


energi ikatan semakin kecil akibatnya
jarak ikatan semakin berkurang sehingga
sifat asam atau basanya semakin lemah.

5.

Pengaruh epek elektronik : Semakin besar


kekuatan menarik elektron dan atau sifat
elektronegatifitasnya, maka sipat asamnya
semakin kuat, tentu sifat basanya semakin
lemah.
Nilai Konsentrasi : Semakin besar
konsentrasi asam atau basa ybs, maka
sifat asam atau basanya semakin kuat pula.

6.

7.

Delokalisasi elektron : Semakin terdistribusi


elektron, maka anion semakin stabil (bentuk
ion lebih disukai) sehingga semakin kuat
sifat asamnya dan untuk basa sebaliknya yg
terdistribusi adalah muatan positif.

8.

Tetapan kesetimbangan : Semakin besar nilai


tetapan kesetimbangan, maka sipat asamnya atau
basanya semakin kuat.
Jenis atom pusat dan ligan : Logam alkali,
alkali tanah dan yg bermuatan besar, maka
lebih senang berikatan dengan ligan (basa) yg
kepolarannya kecil, disebut asam atau basa
keras, dan logam transisi dan valensi rendah
lebih senang pada ligan (basa) yg lebih polar, dan
disebut sebagai asam atau basa lunak.

9.

Ionisasi Air Murni

Reaksi : H2O
H+ +
konstanta kesetimbangan :

OH-

[H ] [OH- ]
K
[H2O]

Konsentrasi air murni pada 25 oC : 55,4 mol/L (PV = nRT)


K . [H2O] = [H+] . [OH-] = Kw
K . (55,4) = Kw = [H+] . [OH-] = 1 x 10-14
Derajat ionisasi air () pada 250C = 1,81 x 10-9
[H2O] = 55,4 mol/L
[H3O+] = [OH-]
= [H3O+] = [OH-] = 1,81 x 10-9 x 55,4 mol/L
= [H3O+] = [OH-] = 1,00 x 10-7 mol/L
= (1,00 x 10-7) . (1,00 x 10-7) = (1,00 x 10-14)
Jadi diperoleh : pKw = pH + pOH = 14

Kesetimbangan Asam Lemah

Reaksi HA + H2O
(1-)c
Kesetimbangannya :
[H3O][A ]
K [H 2 O] Ka
[HA]

H3O+ + Ac
c
[H 3 O ][A ]
K
[HA] [H 2 O]

c x c 2c 2
2c
Ka

(1 ) c (1 )c (1 )

Bila kecil, maka 1- = 1, jadi : (Jk 1- tetep ?)


Ka dan
2
Ka. x c 2
2
Ka

Ka c


[H O ] c
Ka x c

pH = - log [H3O+] = pKa log c

Kesetimbangan Basa Lemah

Reaksi A- + H2O
(1-)c
Kesetimbangannya :

HA + OHc
c

[HA] [OH ]
[A ][H 2 O]

2
c .c

c
Kb
Kb
(1 - ) c
(1 )

[HA] [OH ]
K [H 2O] Kb
[A ]

Bila kecil, maka 1- = 1, jadi : (Jk 1- tetep ?)


2
Kb
Kb
x
c
Kb
dan

[OH ] c c

Kb x c
c

pH = 14 - pOH
pOH = -log [OH- ] = pKb log c

Bagaimana dengan Buffer Asam


Reaksi : HA + H2O
Kesetimbangannya :

H3O+ + A-

[H
O
]
[A
]
[H O][A ]
3
K
[
H
O
]

Ka

K
[HA]
[HA] [H 2 O]

[
A
]

log [H 3O ] log Ka log


log Ka log

[HA ]
[A ]

[HA]

Jadi diperoleh :

[A- ]
pH pKa log
[HA]

Bagaimana jk rx-nya :
A- + H2O
HA + OH- pakai Kh

Bagaimana dengan Buffer Basa

Reaksi : A- + H2O
Kesetimbangannya :

[A
]

[OH ] Kb
[HA]

lalu

HA + OH[HA] [OH ]
K [H 2O] Kb
[A ]

[A ]
log [OH ] log Kb log
[HA]

[A
]
[A
]
Jadi pOH pKb log
dan pH 14 pKb log
[HA]
[HA]

Bagaimana jk rx-nya :
HB+ + H2O
B + H3O+ pakai Kh

Hidrolisis Garam Basa

Reaksi : KCN K+ + CNYang terhidrolisis : CN- + H2O


Nilai K :

[HCN ] [OH ]

[CN ] [H2 O]

HCN + OHK [H 2 O] K h

[HCN ] [OH ]
[CN ]

Dari asam lemahnya (HCN), reaksi :

[
H
]
[
CN
]
+
Ka

HCN
H + CN , diperoleh nilai :
[HCN ]

Kh = [HCN ] [OH ] x [H ] [HCN ]

[CN ]

1
Kw
x [OH ] [H ]
x Kw

[H ] [CN ] [H ]
Ka
Ka

Dari K dan Kh, diperoleh : [OH-]2 = Kh x [CN-]


dan Kh = Kw/Ka
pOH = pKw - pKa - log[CN-] dari pH= 14 pOH
shg : pH = pKw + pKa + log [CN-]

Hidrolisis Garam Asam

Reaksi :NH4Cl NH4+ + ClYang terhidrolisis : NH4+ + H2O


Bentuk K :
[ NH 4 OH] [H ]
K

K [H 2 O] Kh

[ NH 4 OH] [H ]

[ NH 4 ]

[ NH 4 ]

[OH ] [H ] Kw

1
Kb
[OH ] [NH4 ] [OH ]
[OH ]

[NH4 OH]

Dari K & Kh diperoleh : [H+]2 = Kh x [NH4+]


dan Kh = Kw/Kb

[ NH 4 OH] [H ]

Dari basa lemahnya (NH4OH ), reaksi :


NH4OH
NH4+ + OH-, diperoleh nilai :
Kh

[ NH 4 ] [H 2 O]

NH4OH + H+

pH= pKw pKb log [NH4+]

Hidrolisis Garam (Asam dan Basa)-nya Lemah

Reaksi : NH4CN
NH4+ + CN- + H2O
(1-) c

c (Pd Kesetimbangan)

Bentuk Kesetimbangannya :

Kh

(1-) c

NH4+ + CNNH4OH + HCN

Kw
Ka x Kb

Kh

Kh

[NH4 OH] [HCN]

cxc
(1 - )c x (1 - )c

[NH4 ] [CN ]

[H ][OH ]

[NH4 OH] [HCN]

[NH4 ] [CN ] [H 2 O]

[H ][OH ]

nilai =

Kw
Ka x Kb

Jika kita gunakan reaksi : CN- + H2O


HCN + OHMaka diperoleh :
c
[Basa]

[OH ] Kb x
Kb x
Kb x
[Garam]
(1 )c

[OH ] Kb x

Kw Kb
Kw

Ka x Kb
Ka

pOH = (pKw+pKb-pKa)
pH = 14 - pOH

ASSALAMU ALAIKUM WR. WB.


DAN
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA

Kimia Anorganik Dasar


Pertemuan II (Pekan 13)

Syahruddin Kasim, S.Si, M.Si

Beberapa Pertanyaan ?.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Bagaimana hubungan tetapan kesetimbangan


reaksi dengan :
Konsentrasi
Tekanan
Energi bebas Gibbs
Potensial reaksi sel
Reaksi tak terdissosiasi sempurna
Kecepatan reaksi
Energi aktifasi reaksi
Padatan dan larutan

1. Konsentrasi
Reaksi : aA + bB
Kesetimbangan :

cC + dD
c
d

C D
K
a
b
A B

2. Tekanan (Reaksi aA
b
B
a
A

P
Kp
P

bB)
b

n B RT
nB


V
V
ba

Kp

RT
a
a
n A RT
nA


V
V

3. Energi Bebas Gibbs


G = Go + RT ln K , dimana G = 0
pada kesetimbangan, dan nFEsel = G

4. Potensial Reaksi Sel


Reaksi : A2+ + B
C + D2+
[C]
0,0591
E

log
Kesetimbangan :
n
[ A]
o
sel

sel

5. Reaksi Tak Terdissosiasi Sempurna


Mg(OH)2 + H2O
MgOH+ + H2O

Rx total : Mg(OH)2 +2H2O

MgOH+H2O + OHMg2+H2O + OH-

Ktotal = K1 x K2

[D]d

[B]b

K1
K2

Mg2+2H2O +2OH-

6. Kecepatan Reaksi (Setimbang, V1 = V2)

Pb(NO3)2 + 2HCl

k1
k2

PbCl2 + 2HNO3

V1 = k1.[PbCl2].[HNO3]2 V2 = k2.[Pb(NO3)2].[HCl]2

7. Energi Aktivasi Reaksi


Energi aktivasi = Energi minimum yg harus
dimiliki oleh suatu reaksi agar dapat bereaksi
menjadi produk (Ea). Jk reaksi aA + bB
P
maka : V = k [A]a [B]b dimana nilai k adalah
tetapan kecepatan reaksi, yaitu k = A.e-Ea/RT
Ea 1
log k log A
.
2,303 .R T

Soal : Dari reaksi CH3I(g)+ HI(g)


CH4(g)+ I2(g)
pada 200oC, nilai k1 = 1,32 x 10-2 mol.L-1.det-1 ,
hitunglah energi aktifasi reaksinya apabila
tetapan Arheniusnya (A = 2,7 x 1013).

8. Padatan dan Larutan


Hubungan kesetimbangan ini disebut juga Ksp.
Ksp adalah : Jumlah mol endapan yang larut
dalam 1 liter pelarut.
Ksp dpt juga disebut sebagai : Angka yg
menunjukkan hasil kali ion-ion yg terdapat
dalam larutan jenuh.
Kesetimbangan akan tercapai : Jika hasil
kali kelarutan ion-ion dalam larutan = Ksp,
namun jika Ksp > hasil kali ion-ion dalam larutan
maka tidak terbentuk endapan dalam larutan
kecuali sebaliknya.

TERIMA KASIH
SELAMAT BELAJAR

DOSEN : Syahruddin kasim

ASSALAMU ALAIKUM WR. WB.


DAN
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA

Kimia Anorganik Dasar


Pertemuan III (Pekan 14)

Syahruddin Kasim, S.Si, M.Si

KIMIA INTI
Kimia Inti adalah Bagian Ilmu kimia yang
mempelajari Radioaktivitas dari unsur-unsur
yang bersifat radioaktif.
Unsur-unsur radioaktif adalah unsur-unsur
yang dapat menghasilkan radiasi dgn energi
tinggi,pada waktu terjadi perubahan pada inti
atomnya.
Radioaktivitas yg dimaksud adalah hal-hal
yang menyangkut perubahan inti atom yg
berlangsung secara spontan. Atom yg demikian
disebut atom yang bersifat radioaktif.

Penemuan Awal
1832, Michael Faraday Menemukan sinar katoda.
1876, E. Goldstein menemukan muatan positif pada sinar katoda
dalam tabung katoda.
1895, Wilhelm K. Rontgen menemukan sinar x yg digunakan
dalam bidang kedokteran.
1897, J.J. Thomson menemukan muatan negatif dalam sinar
katoda.
Sinar katoda yg ditemukan oleh E. Goldstein tersebut apabila
mengenai logam tertentu, misalnya : Tungstan, platina,
uranium, dll, akan memancarkan sinar radiasi secara terus
menerus yang dikenal dengan sinar X. Logam-logamnya
disebut anti katoda.
Sifat sinar katoda berbeda dengan sinar X sbb : Sinar X berupa
gelombang elektromagnetik dgn frekuensi tinggi, tidak
dibelokkan oleh medan magnet, dapat memfluoresensikan
bahan yg dilapisi dgn BaPt(CN)4.

Manfaat Penemuan Awal


Para ahli mulai meneliti lebih intensif tentang Batuan,
terutama uranium sebab uranium dapat mengalami
fluoresensi jika dikenai sinar matahari, pelopornya
adalah H. Becquerel.
Pertanyaan yg muncul dari H. Becquerel adalah :
Apakah sinar Fluoresensi itu sama dengan sinar X ?.
Kesimpulannya : Radiasi disebabkan oleh mineral atau
batuan itu sendiri setelah ditemukan adanya
radioaktifitas pada mineral dalam batuan yang
mengandung uranium.
Penemuan pendukung adalah oleh Pirre dan Marie
Curie yg berhasil mengisolasi unsur radium, thorium
dan Actinium dalam mineral yg mengandung uranium.

Karakteristik Pembelahan Inti Atom


Suatu atom memiliki inti mengandung nukleon yg
dikenal sebagai proton dan neutron yg terikat
secara bersama-sama dengan jari-jari pada inti atom
sangat kecil yaitu sekitar 10-14cm, dimana massa
suatu atom terpusat dalam intinya oleh karena itu
kerapatan atom sangat tinggi mendekati 1013g/cm3.
Nukleon hanya dapat bergerak dalam inti atom,
apabila massa inti bertambah, maka gaya tolak antar
proton bertambah lebih cepat dibanding gaya tariknya
dengan nukleon lain.
Cara yang harus dilakukan untuk mengurangi
gaya tolak ini adalah mengalami pembelahan inti
atom menjadi dua, tiga, dst (peluruhan radioaktif).

Karakteristik Pembelahan Inti Atom


Untuk membuat suatu inti agar stabil, maka parameter yg
harus diperhatikan adalah :
1. Rasio antara jumlah proton dan neutron.
-Paling stabil jika n/p = 1 , Z = 1-20
-Jika Z > 20, maka kemungkinan n > p untuk
mengimbangi gaya tolak antar proton dan maksimum
rasio n/p = 1,6 jika lebih inti akan mengalami fission,
supaya stabil inti
akan melepaskan n dan e.
- Jika Z > 20 tetapi n < p, maka supaya stabil inti akan
memancarkan + dan p serta menangkap e.
- Jika Z > 83 supaya stabil n dan p dipancarkan secara
bersamaan berbentuk partikel alfa ().
2. Besarnya tenaga ikat yg dimiliki.
Semakin besar energi ikat (EI) inti maka inti semakin
stabil, EI = Energi partikel Energi inti terukur .

Jenis-Jenis Pancaran Radiasi


1. Sinar = Sebuah partikel yg dibelokkan oleh
kutub negatif (partikel tsb bermuatan positif
= inti helium) dan berasal dari inti yg
dipancarkan berbentuk sinar radioaktif
dengan kecepatan 0,01 x kec. Cahaya.
2. Sinar = Partikel yg kecepatannya mendekati
kecepatan cahaya dan dibelokkan oleh kutub
positif (partikelnya bermuatan negatif).
3. Sinar = Suatu partikel yg berbentuk
getaran-getaran elektromagnetik (sama dgn
cahaya biasa), dipancarkan pada saat nukleon
yg tereksitasi kembali ke tingkat energi lebih
rendah, tidak bermassa maupun bermuatan.

Jenis-Jenis Peluruhan
Selain peluruhan , , , juga terdapat reaksi peluruhan
dengan melepaskan +, n, peluruhan dengan
penangkapan e dan pembelahan spontan pada inti
berat/besar.
Perbedaan mendasar proses radioaktif dengan reaksi
kimia biasa yaitu :
1. Melepaskan pancara sinar radioaktif.
2. Prosesnya irreversibel.
3. Terbentuk unsur baru.
4. Kecepatan reaksinya tidak bergantung pada suhu,
tekanan, bentuk unsur atau persenyawaan, dll.
5. Melepaskan energi yg besar dan memiliki waktu
paruh.

Deret Radioaktif

90Th 92U 94Pu

a. Thorium 232Th (4n)


Pb
Tl
Th Ra Ac Th Ra Rn Po At Bi Po Pb
b. Uranium 238U (4n + 2)
Np Pu
Pb
Tl
U Th Pa U Th Ra Rn Ra At Bi Po Ra Bi
c. Aktinium (4n + 3) pakai 239U
Pb Po
U Np Pu U Th Pa Ac Th Ra Rn Po Pb Bi Po
Fr
Tl Pb

d. Neptunium 241Pu (4n + 1)


Po
Pu Am Np Pa U Th Ra Ac Fr At Bi Tl Pb
U
Bi

Reaksi Pada Unsur Radioaktif


Unsur radioaktif mengikuti reaksi
peluruhan yang sama dengan reaksi
orde satu.
Persamaan rx orde satu : ln N = ln No
- k.t , jadi menyerupai persamaan
garis lurus dengan tetapan kecepatan
peluruhannya adalah tg .
n
Pers. : n x t1/2 = (1/2) bagian yg
tersisa.

Pembuktian Reaksi Orde Satu

dA
1
Reaksi : A P
Laju reaksi, v
k .A

dt
Persamaan Lajunya :
Hubungan antara k, dA, dan dt adalah :
A
t
-dA/A = k . dt , diintegrasikan :
dA

k dt
Dijabarkan : - lnA = k . t + C,
A
Ao
to
pada saat t = 0 C = - lnA0
- lnA = k . t lnA0
lnA0
lnA0 - lnA = k . t
ln A

lnA = lnA0 k . t
Secara grafik reaksi orde SATU
Digambarkan sebagai berikut :

Waktu (t)

Waktu Paruh (t1/2) dan Dimensi


Tetapan Kecepatan Peluruhan (k)

t1/2 Orde satu

1
t2

2,303 log 2 0,693

k
k

Dimensi k

1
bilangan

waktu menit atau det ik

Reaksi radioaktif lain


1. Reaksi Fisi (reaksi pembelahan inti umumnya inti
berat menjadi 2 bagian yg hampir sama dengan
memancarkan sinar radioaktif).
121Mo + 113Sn + 2n
Rx. 235U + n
2. Reaksi Fusi (reaksi penggabungan dua inti atom
ringan menghasilkan inti atom yg lebih besar dengan
memancarkan sinar radioaktif dan energi yg sangat
besar).
4He + n + Energi
Rx. 2H + 2H
3. Reaksi Transmutasi inti (reaksi dimana inti atom
ditembak dengan partikel dasar atau dengan inti
atom ringan sehingga terbentuk inti atom yang baru.
17O + 1P
Rx. 14N + 4He

Penggunaan Radioisotop
1. Riset ilmiah bidang Kimia (ex, rx zat dlm jaringan),
Fisika (ex, proses penyerapan energi) dan Biologi (ex,
gangguan generatif).
2. Kedokteran (teknik trace utk diagnosa, ex, Ca dan Sr
dalam tulang, As dan Cu dalam otak, Fe dan Cr untuk
darah K untuk otot, Co untuk tumor dan I utk kelenjar
gondok).
3. Oseanografi (H dan O untuk aliran air, I untuk aliran
minyak tanah).
4. Tumbuh-Tumbuhan dan Hewan (C dan O untuk
proses fotosintesis N, P, K, Cl, S untuk pemupukan).
5. Industri (Pengujian bahan tanpa merusak hanya
dengan penyinaran).

TERIMA KASIH
Wassalam
SELAMAT BELAJAR

DOSEN : Syahruddin kasim

KIMIA ANORGANIK DASAR


Oleh :
Syahruddin Kasim, S.Si, M.Si.

KIMIA INTI
Karakteristik Inti Atom
Awan elektron

nukleon
Proton
netron

Dalam model kulit, nukleon yang tersusun dalam inti atom dianggap
sama seperti elektron orbital, karena adanya sifat periodik inti atom.
Pembelahan inti (model tetes cair) : bertambahnya massa inti, gaya
tolak antara proton-proton bertambah lebih cepat dibanding dengan gaya
tariknya, untuk mengurangi gaya tolak ini, maka tetes cair haruslah terbelah
menjadi dua tetes cair yang baru.

Nukleon dan Nukleotida

Jumlah nukleon di dalam inti atom didefinisikan sebagai :


A=N + Z
Dimana A adalah nomor massa, Z nomor atom dan N bilangan netron.
A
Z

XN

Jenis nuklida :
1. Nuklida stabil. Sifat keradioaktifannya tidak terdeteksi.
12
14
Contoh : 1
1 H,

6 C,

7N

2. Radionuklida alam primer. Radioaktif yang ditemukan di alam.


Contoh : 238
9
U
,
waktu
paruh
4
,
5
x
10
tahun
92
3. Radionuklida
alam sekunder. Radioaktif yang ditemukan di alam dengan
waktu paruhnya pendek dan dibentuk secara kontinyu dari radionuklida
alam primer.
4. Radionuklida alam terinduksi. Terbentuk karena interaksi suatu nuklida
dengan radiasi berenergi tinggi. Contoh, 14C yang terbentuk karena
antaraksi sinar kosmik dengan nuklida 14N di atmosfir.

Nuklida-nuklida dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok


yaitu:

1. Isotop. Nuklida yang nomor atomnya (Z) sama, tetapi N dan A


berbeda, sifat kimia dan fisikanya sama.
Contoh : 3 He,
4
12
He,
C, 14 C, 113 Sn, 117 Sn, 119 Sn
2

50

50

50

2. Isobar. Nuklida yang bilangan massanya sama, tetapi nomor


atomnya berbeda, sifat kimia dan fisikanya berbeda.
Contoh : 130
130
130
52 Te,

54 Xe,

56 Ba

3. Isoton. Nuklida yang mengandung jumlah netron yang sama,


sifat kimia dan fisikanya berbeda.
Contoh :
30
31
32
Si,
P,
S
14

15

16

4. Isomer. Nuklida yang mempunyai nomor atom dan bilangan


massa yang sama, tetapi sifat keradioaktifannya berbeda,
karena
susunan proton dan netron dalam inti berbeda.

Kestabilan Inti
1. Semua inti yang mengandung 84 proton ( Z = 84 ) atau lebih tidak stabil.
2. Aturan Ganjil-Genap, inti yang mengandung jumlah proton dan netron
genap lebih stabil daripada inti yang mengandung jumlah proton dan
netron yang ganjil.
3. Bilangan Sakti (Magic Numbers): Inti itu stabil terhadap reaksi inti dan
peluruhan radioaktif jika jumlah proton dan netron sama dengan bilangan
sakti. Bilangan-bilangan ini adalah :
Untuk proton : 2, 8, 20, 28, 50, dan 82
Untuk netron : 2, 8, 20, 28, 50, 82, dan 126.
4. Kestabilan inti dapat dikaitkan dengan rasio kestabilan N/Z, nuklida yang
stabil berada pada daerah pita kestabilan inti. Adapun pola peluruhan
radioaktif berdasarkan N/Z adalah sebagai berikut :

a. Nuklida dengan N/Z N/Z stabil


1. Memancarkan partikel ( elektron )
14
6

14
7

0
1

2. Memancarkan netron, n
3
2

He

4
2

He

1
0

b. Nuklida dengan N/Z N/Z stabil


1. Memancarkan positron, 11
6

11
5

0
1

2. Memancarkan proton, p
33
16

32
15

1
1

41
19

3. Menagkap elektron e41


20

Ca

0
1

c. Nuklida dengan Z > 83


memancarkan partikel alfa, =He
226
88

Ra

222
86

Rn

4
2

Energi Pengikat Inti

Energi yang diperlukan untuk menguraikan inti atau energi yang


dilepaskan jika inti terbentuk disebut energi pengikat inti.
Ukuran energi pengikat proton dan netron disebut defek massa, yaitu
selisih antara massa inti sebernarnya dengan massa proto dan netron.
Defek massa (m) = massa atom (A) massa (p + n + e)
Dengan energi pengikat inti (Eb) ;
Eb = m x 931 MeV
Dan energi ikat rata-rata tiap nukleon ;
Eb rata-rata = Eb/A

massa
massa
massa
1 amu

netron (n) = 1,0086650 sma


proton (p) = 1,0072765 sma
eletron (e)= 0,0054858 sma
= 1,6606 x 10-22 kg

Peluruhan Radioaktif

1. Peluruhan alfa,
Peluruhan atau radiasi terdiri dari pancaran inti atom helium 42He,
yang akan selanjutnya akan membentuk molekul netral setelah
menangkap elektron.
210
84

Po

206
82

Pb

4
2

He

2. Peluruhan beta,
Pada peluruhan ini, netron berubah menjadi proton. Ada 3 macam
peluruhan , yaitu :
Peluruhan negatron (-)
3
1H

4
2 He

0
1

40
19 K

40
80 Ca

0
1

Peluruhan positron (+)


40
21 Sc

40
20 Ca

0
1

54
27 Co

54
26 Ca

0
1 e

0
1

Penangkapan elektron
44
22 Ti

0
1 e

44
21 Sc

50
23 V

50
22 Ti

4. Peluruhan gama,

Sinar adalah radiasi elektromagnetik. Sinar ini dihasilkan oleh proses


trasisi isomer atau akibat ikutan dari pelepasan partikel dan .
60
27 Co

60
27 Co

86
36 Kr

5. Peluruhan netron
87
36 Kr

1
0n

6. Peluruhan netron
87
35 Br

87
36 Kr

86
36 Kr

1
0n

7. Pembelahan spontan
Proses ini hanya terjadi dengan nuklida-nuklida yang sangat besar dan
membelah secara spontan menjadi dua nuklida yang massanya berbeda.

254
98 Cf

108
42 Mo

142
56 Ba

4 01 n

Laju Peluruhan

Peluruhan radioaktif mengikuti hukum laju reaksi orde ke satu. Laju


peluruhan berbanding lurus dengan jumlah atom radioaktif yang tertinggal.

dN
N
dt

keterangan :
dN = perubahan jumlah atom radioaktif per satuan waktu
dt = perubahan waktu
= tetapan peluruhan
N = jumlah atom radionuklida pada waktu tertentu

Integrasi persamaan diatas,

dN
dt
N
N dN
t

dt
No N
to

lnN .t lnN 0
ln

N0
.t atau
N
.t

N0
.t atau
N
N N 0 e .t

ln

Waktu paru peluruhanya adalah :

0,693
t 0,5
atau

0,693

t 0,5

DERET RADIOAKTIF

Deret
radioaktif
merupakan
kelompok unsur yang terbentuk dari
suatu nuklida radioaktif yang berturutturut memancarkan partikel atau .
Ada tiga deret radioaktif alam, yaitu
deret torium, uranium dan aktinium,
dan satu deret radioaktif buatan yang
disebut deret neptunium.

DERET RADIOAKTIF

Transmutasi Inti

Transmutasi inti adalah reaksi yang terjadi karena inti atom suatu unsur

ditembak dengan partikel dasar atau dengan inti ( proyektil ), sehingga


berubah menjadi inti atom unsur baru.
Rutherford (1919); penembakan inti
14
7

4
2

He

17
8

1
1

14

7N

dengan partikel (42He)

Irene Joliot-Curie (1943); berhasil membuat atom fosfor bersifat radioaktif.


27
13

Al

4
2

He

30
15

1
0

Reaksi-reaksi di atas dapat ditulis sebagai berikut :


14
7N

(, p)

17
8O

27
13 Al

(, n)

30
15 P

Reaksi Fisi Dan Fusi


Reaksi fisi adalah reaksi pembelahan inti suatu unsur besar menjadi
menjadi beberapa unsur kecil. Dalam reaksi ini dihasilkan beberapa netron
dan juga sejumlah energi.

Agar reaksi berantai dapat berlangsung,


jumlah bahan pembelah inti harus cukup
besar.
Massa kritik 235U yang dapat menghasilkan
reaksi berantai dalam bom atom 40 Kg.
Atom yang dapat mengalami reaksi fisi adalah
unsur yang memiliki nomor atom di atas 80.
Pembelahan inti selalu menghasilkan energi
kira-kira 200 MeV setiap pembelahan inti.

Energi yang dihasilkan pembelahan 235 g 235U


setara dengan energi yang dihasilkan dari
pembakaran 500 ton batu bara.

Reaksi Fusi
Pada reaksi fusi, terjadi proses penggabungan dua atau beberapa inti ringan
menjadi inti yang lebih berat.
2
1H

3
1

4
2 He

1
0n

Atom yang mengalami reaksi fusi adalah atom dengan inti ringan (A < 20),
karena inti ringan kurang stabil. Untuk meningkatkan kesetabilan maka dua
inti ringan cenderung bergabung untuk menigkatkan kesetabilannya.
Reaksi ini menghasilkan energi yang cukup besar dan menyebabkan
banyak inti yang lain bergabung secara serentak sehingga menimbulkan
ledakan.
Reaksi fusi tidak mudah dilakukan karena membutuhkan energi yang cukup
tinggi (108 K) untuk mengeluarkan seluruh elektron dalam atom.
Reaksi ini dapat terjadi pada matahari dan bitang-bintang lainya karena
suhunya cukup tinggi.

Penerapan Kimia Inti


1. Penetapan Umur Radioaktif
Penentuan umur organik alam: Radioisotop 14C dihasilkan secara
kontinyu dilapisan atas atmosfer melalui penangkapan netron sinar
kosmik oleh nitrogen.

14
7

1
0

14
6

1
1

tetapi segera terurai kembali,


14
7

14
6

0
-1

t0,5 = 5730 tahun

Penentuan umur radioaktif untuk bahan yang lebih tua digunakan


40K dan 40Ar.
40
19

0
-1

40
18

Ar

t0,5 = 1,3 x 109 tahun

Untuk mengukur mineral yang mengandung uranium, digunakan


metode uranium-timbal, dengan t0,5 4,5 x 109 tahun.

2. Isotop Sebagai Perunut


Dalam bidang ilmu kimia, radioisotop digunakan untuk mempelajari
mekanisme reaksi kimia, baik sintesis maupun biosintesis.
Dalam bidang kedokteran radioisotop banyak digunakan untuk
mendiagnosa suatu penyakit.
Contoh :

24Na

untuk mengikuti peredaran darah manusia


131I untuk mempelajari kelainan kelenjar tiroid.
32P untuk mengetahui letak tomor otak
45C untuk mengetahui kangker tulang
59Fe untuk mengetahui kecepatan pembentukan darah

3. Isotop Sebagai Sumber Radiasi


menghasilkan sinar beta untuk pengobatan kanker
32P dipakai untuk menyembuhkan penyakit polycythemia (kelainan
sel darah merah)
137Cs dan 60Co untuk mensterilkan insekta dan jamur tanaman dan
untuk merusak enzim yang membuat kentang coklat waktu masak.

60Co

2. Isotop Sebagai Sumber Energi


Saat ini banyak dibangun rekator atom, baik untuk maksud-maksud
penelitian ataupun sebagai sumber tenaga, seperti tenaga listrik.
Uranium yang telah dimurnikan hanya mengandung 0,07% 235U dan
sisanya 238U, sedangkan yang digunakan untuk bahan bakar 235U.
Untuk mengatasi maslah ini digunakanlah
mengalami reaksi rantai.
- Produksi
238
92

239Pu

dari

U 01n

239
92

- Produksi

233U

dari

Th 01n

232
90

239Pu

dan

233U

yang dapat

238U

239
93

Np

0
1

239
93

Pu

0
1

0
1

232Th

Th

233
90

Pa

233
91

0
1

233
92

Pada pembelahan 235U, 233U dan 239Pu dapat dikendalikan sehingga


reaksi berantai berlangsung tanpa ledakan yang mengakibatkan
malapetaka.

Reactor diagram

South Texas Project

Reactor examples

Pressurized water

Boiling water

The Nuclear Option

South Texas Project, Matagorda County, Texas

Containment building
4 foot thick wall

KIMIA INTI

Mempelajari struktur inti dan prilakunya :


Kestabilan, keradioaktifan dan transmutasi inti.
Struktur inti : Proton dan neutron, keduanya
disebut : Nukleon.
Inti : Diameter 0,0001 = 1000 f.
Atom : Diameter = 1 = 10-8 cm.
Simbol : Proton = Z dan Neutron = N

Model

Jenis nuklida : Stabil, radioaktif, radioaktif


sekunder & stabil terinduksi jadi radioaktif.
Pengelompokan nuklida

1. Isotop :

He
2

2. Isobar :

Te

P
9

Xe

68

54

66

32

16

17

130

31

15

4. Isomer :

130

52

3. Isoton :

He

16 16

18
8

F
9

(PR = buat 3)

Kinetika Reaksi Inti

dA
1
Reaksi : A P
Laju reaksi, v
k .A

dt
Persamaan Lajunya :
Hubungan antara k, dA, dan dt adalah :
A
t
-dA/A = k . dt , diintegrasikan :
dA

k dt
Dijabarkan : - lnA = k . t + C,
A
Ao
to
pada saat t = 0 C = - lnA0
- lnA = k . t lnA0
lnA0
lnA0 - lnA = k . t
ln A

lnA = lnA0 k . t
Secara grafik reaksi orde SATU
Digambarkan sebagai berikut :

Waktu (t)

Waktu Paruh (t1/2) dan Dimensi


Tetapan Kecepatan Peluruhan (k)

Orde satu

1
t2

2,303 log 2 0,693

k
k

Dimensi k

1
bilangan

waktu menit atau det ik

TERIMA KASIH
Wassalam
SELAMAT BELAJAR

DOSEN : Syahruddin kasim