Anda di halaman 1dari 27

KUMPULAN RUMUS MATEMATIKA TINGKAT SEKOLAH

MENENGAH ATAS DAN


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Nama

: MIRANDA

Kelas/Semester

: XII/LIMA

Program Keahlian

: TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

SMK NEGERI 1 MARTAPURA


TAHUN PELAJARAN

2014/2015

LEMBAR PENGESAHAN

Penulis

Guru Mata Pelajaran

MIRANDA

TIRTA TRIGUNA, S.Pd MM

NIS. 989

NIP. 198505012010011030

Mengetahui/Disahkan:

Kepala Program
SMK Negeri 1 Martapura

ANDRI SETIAWAN, S.Kom


NIP. 197509292009041001

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenan-Nya, penyusunan
makalah kumpulan rumus matematika tingkat Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah
Kejuruan ini dapat saya selesaikan. Kumpulan Rumus Matematika ini saya susun berdasarkan
apa yang telah saya dapat dan pelajari dari mulai kelas sepuluh sampai dengan kelas dua belas
saat ini. Kumpulan Rumus Matematika ini saya buat dengan bahasa yang sederhana, diharapkan
dapat membantu dan memudahkan kita untuk mempelajarinya.

Martapura, November 2014


Penulis,

Miranda

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDULi
LEMBAR PENGESAHANii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISIiv

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang1
B. Tujuan..2

BAB II KUMPULAN RUMUS MATEMATIKA BESERTA CONTOH


Isi
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..
B. Saran
C. Daftar Pustaka.

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pembuatan Makalah
Kumpulan Rumus Matematika tingkat Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah
Kejuruan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya yang sangat sulit dalam memahami dan
mempelajari palajaran yang telah dilewati, khususnya dalam hal mencari rumus matematika..

B. Tujuan Pembuatan Makalah

1. Mengembangkan daya kreativitas siswa.

BAB II
KUMPULAN RUMUS MATEMATIKA

1.1 Logaritma
Sifat-sifat logaritma:
1.

2.

3.

4.

5.

Log ( a.b ) = pLog a + pLog b


Log = pLog a - pLog b
Log an=n. pLog a

Log b =
ab = bLog b

6. An Log b = . aLog b
7. An Log bm =

Log b

8. Aa log b = b
9.

Log 1 = 0

10. pLog a . aLog b = pLog b


Contoh!
2Log 4
Jawab:
= 2Log 22 . 2Log 2
=2.1
=2
Sifat-Sifat Pangkat
Jika a dan b bilangan real serta n, p, q bilangan bulat positif, maka berlaku:
a) ap aq = ap+q
b) ap : aq = ap-q
c)

a p q = a

d)

a bn = anbn

e)

ba n ba

pq

n
n

1.4 bentuk akar

Definisi bentuk Akar


Jika a bilangan real serta m, n bilangan bulat positif, maka berlaku:
1

a) a n n a
m

a n am

Operasi bentuk akar


Untuk setiap a, b, dan c bilangan positif, maka berlaku hubungan:
a c + b c = (a + b) c
a c b c = (a b) c

a b

ab

a b

= (a b) 2 ab

a b

= (a b) 2 ab

1.5 merasionalkan penyebut


Untuk setiap pecahan yang penyebutnya mengandung bilangan irrasional (bilangan yang
tidak dapat di akar), dapat dirasionalkan penyebutnya dengan kaidah-kaidah sebagai
berikut:
a)
b)

a
b

a b a b

c
a b

c
a b

c
a b

c(a b )
a b 2
a b

c
a b

a b

c( a b )
a b
a b

a b

1.6 persamaan kuadrat


Bentuk umum persamaan kuadrat

: ax2 + bx + c = 0, a 0

1) Nilai determinan persamaan kuadrat : D = b2 4ac


2) Akarakar persamaan kuadrat dapat dicari dengan memfaktorkan ataupun dengan rumus:
x1, 2

b D
2a

3) Pengaruh determinan terhadap sifat akar:


a) Bila D > 0, maka persamaan kuadrat memiliki 2 akar real yang berbeda
b) Bila D = 0, maka persamaan kuadrat memiliki 2 akar real yang kembar dan rasional
c) Bila D < 0, maka akar persamaan kuadrat imajiner (tidak memiliki akarakar)

4) Jumlah, selisih dan hasil kali akarakar persaman kuadrat


Jika x1, dan x2 adalah akarakar persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, maka:
a) Jumlah akarakar persamaan kuadrat

: x1 x 2 b
a

b) Selisih akarakar persamaan kuadrat : x1 x 2

D
, x1 > x2
a

c) Hasil kali akarakar persamaan kuadrat : x1 x 2 c


a
d) Beberapa rumus yang biasa digunakan saat menentukan jumlah dan hasil kali akar
akar persamaan kuadrat
a. x12 x22 = ( x1 x2 ) 2 2( x1 x2 )
b. x13 x23 = ( x1 x2 )3 3( x1 x2 )(x1 x2 )
Catatan:
Jika koefisien a dari persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, bernilai 1, maka
1. x1 + x2 = b
2. x1 x 2 D
3. x1 x2 = c
1.7 pertidaksamaan kuadrat
Bentuk BAKU pertidaksamaan kuadrat adalah
ax2 + bx + c 0, ax2 + bx + c 0, ax2 + bx + c < 0, dan ax2 + bx + c > 0
Adapun langkah penyelesaian Pertidaksamaan kuadrat adalah sebagai berikut:
1. Ubah bentuk pertidaksamaan ke dalam bentuk baku (jika bentuknya belum baku)
2. Cari nilai pembentuk nolnya yaitu x1 dan x2 (cari nilai akarakar persamaan
kuadratnya)
3. Simpulkan daerah himpunan penyelesaiannya:

Trigonometri Dasar

y
r
cos = x
r
y
tan =
x

sin =

Perbandingan trigonometri sudut Istimewa (30, 45, 60)


Nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa dapat dicari dengan menggunakan segitiga
siku-siku istimewa (gambar. 1 dan gambar.2)
sin
cos
tan

30
45

1
3

60

gambar 1

gambar 2

Perbandingan Trigonometri sudut berelasi


Perbandingan trigonometri sudut berelasi dapat dicari dengan menggunakan bantuan
lingkaran satuan seperti pada gambar 3
1. Sudut berelasi (90 )
a) sin(90 ) = cos
b) cos(90 ) = sin
c) tan(90 ) = cot
2. Sudut berelasi (180 )
a) sin(180 ) = sin
b) cos(180 ) = cos
c) tan(180 ) = tan
3. Sudut berelasi (270 )
a) sin(270 ) = cos
b) cos(270 ) = sin
c) tan(270 ) = cot
4. Sudut berelasi ( )
a) sin( )
= sin
b) cos( )
= cos
c) tan( )
= tan

1.17 Kuantor Universal dan Kuantor Eksistensial


Kuantor Universal adalah suatu pernyataan yang berlaku untuk umum, notasinya x
dibaca untuk semua nilai x

Kuantor Eksistensial adalah suatu pernyataan yang berlaku secara khusus, notasinya x
dibaca ada nilai x atau beberapa nilai x

Ingkaran dari pernyataan berkuantor


1) ~(x) (~x)
2) ~(x) (~x)
1.18 Penarikan Kesimpulan
Jenis penarikan kesimpulan ada 3 yaitu:

1) Modus Ponens
(MP)

2) Modus Tollens
(MT)

3) Silogisme

p q : premis 1
p
: premis 2
q : kesimpulan

p q : premis 1
~q
: premis 2
: kesimpulan
~p

1.19 Jarak
1) Garis Tegak Lurus Bidang
Sebuah garis tegak lurus pada
sebuah bidang jika garis itu tegak
lurus pada setiap garis di bidang itu.
2) Jarak Titik dan Garis
Jarak titik A dan garis g adalah
panjang ruas garis AA, dengan titik
A merupakan proyeksi A pada g.
3) Jarak titik dan bidang
Jarak antara titik A dan bidang
adalah panjang ruas garis AA
dengan titik A merupakan proyeksi
titik A pada bidang.
4) Jarak Antara Dua Garis Sejajar
Menentukan jarak dua garis sejajar
adalah dengan membuat garis yang
tegak lurus dengan keduanya. Jarak
kedua titik potong merupakan jarak
kedua garis tersebut.
5) Jarak Garis dan Bidang yang Sejajar
Menentukan jarak garis dan bidang
adalah dengan memproyeksikan
garis pada bidang. Jarak antara garis
dan bayangannya merupakan jarak
garis terhadap bidang.

6) Jarak Antar titik sudut pada kubus

diagonal sisi

AC =

diagonal ruang CE =
ruas garis

EO =

p q : premis 1
: premis 2
qr
p r : kesimpulan

koordinat kutub
Jika koordinat cartesius titik P adalah (x, y), koordinat kutub P adalah (r, a)
dengan:
r=

, dan

a = arc
jika koordinat kutub titik P adalah (r, a), koordinat cartesius titik P adalah:
(r cos , r sin )
1.4 Satuan Pengukuran Sudut
Satuan pengukuran sudut yaitu derajat dan radian.
10 =

radian, dan 1 rad =

1.6 perbandingan trigonometri dalam segitiga siku-siku


B

C
Sisi AC dan BC merupakan sisi siku-siku, sedangkan sisi AB adalah sisi miring
Sin

Cos

Tan

Cosec =
Sec

Cot

1.5 aturan sinus dan cosinus


C
b

Aturan sinus
=

Aturan sinus digunakan untuk menentukan:


Panjang sisi segitiga jika diketahui panjang salah satu sisinya dan besar
dua sudutnya,
Besar dua sudut segitiga jika diketahui panjang dua sisinya dan besar satu
sudut yang bersebelahan dengan satu sisi yang diketahui.
Aturan cosinus
a2 = b2 + c2 2bc . cos A
b2 = a2 + c2 2ac . cos B
c2 = a2 + b2 2ab . cos C
1.6 Luas Segitiga
Bila diketahui panjang dua sisi dan satu sudut yang mengapit
luas segitiga ABC = bc sin A
= ac sin B
= ab sin C
Bila diketahui panjang ketiga sisi
Luas segitiga ABC =
Dengan s =
1.7 Rumus Trigonometri Untuk Jumlah Dan Selisih Dua Sudut
Cos ( ) = cos . cos sin . sin
Sin = sin . cos cos . sin
Tan =

1.8 Relasi Dan Fungsi


Relasi dari himpunan A kehimpunan B adalah suatu aturan atau hubungan yang
memasangkan anggota-anggota himpunan A keanggota-anggota himpunan B
Fungsi dari himpunan A kehimpunan B adalah suatu relasi khusus yang
memasangkan setiap anggota himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B.
1.9 pola bilangan, barisan bilangan, dan notasi sigma
Barisan bilangan adalah susunan anggota suatu himpunan bilangan yang
diurutkan berdasarkan pola (aturan) tertentu

Anggota barisan bilangan disebut suku barisan dinyatakan sebagai:U1, U2, U3,
Un

Notasi sigma digunakan untuk menuliskan penjumlahan suku-suku barisan


bilangan
Penjumlahan berurut suku-suku dari suatu barisan disebut deret
Bentuk umum deret dinyatakan sebagai:U1+U2+U3+Un

12 hubungan garis dan bidang


Garis terletak pada bidang, yaitu apabila setiap titik pada garis tersebut terletak/berimpit
dengan bidang
Garis sejajar bidang, yaitu apabila garis dan bidang tidak mempunyai titik persekutuan
(tidak pernah berpotongan)
Garis menembus bidang, yaitu apabila garis dan bidang tersebut mempunyai tepat satu
titik persekutuan (titik potong)
1.3 jarak pada bangun ruang
Jarak antara dua titik, yaitu panjang garis yang menghubungkan kedua titik tersebut
Jarak titik kegaris, yaitu panjang garis yang ditarik dari suatu titik dan tegak lurus
kegaris tersebut
Jarak antara titik dengan bidang, yaitu panjang garis tegak lurus dari titik ke bidang
atau panjang garis lurus dari titik ke titik proyeksinya pada bidang itu
Jika antara dua garis bersilangan, yaitu apabila kedua garis tersebut tidak sejajar dan
terletak pada dua bidang yang berbeda
Jarak antara dua garis sejajar
Jarak antara garis dan bidang sejajar, yaitu panjang ruas garis yang terbentuk dari
suatu titik pada garis ke titik proyeksinya pada bidang tersebut
Jarak antara dua bidang yang sejajar, adalah panjang ruas garis yang terbentuk dari
suatu titik sembarang pada bidang ke titik proyeksinya pada bidang yang lain.

1.14 besaran vector dan scalar


Besaran vector adalah besaran yang memiliki besar (paanjang atau nilai) dan arah
Besaran scalar adalah besaran yang hanya memiliki besar, tapi tidak memiliki
arah
1.15 kesamaan kedua vaktor
Dua buah vector dikatakan sama jika kedua vector tersebut mempunyai besar dan
arah yang sama
1.16 penjumlahan dan pengurangan vector
Hasil penjumlahan dua vector merupakan resultan vector
Mengurangi vector sama dengan menjumlahkan vector dengan lawannya

1.1 Notasi Faktorial


Rumus:
n! = n ( n-1 ) ( n-2 )321
0!

=1

Notes: n : adalah bilangan asli


! : adalah faktorial
Contoh:
4!
Jawab:
=4x3x2x1
= 24
1.2 Permutasi
Rumus:
nPn

= n . ( n-1 ) . ( n 2 )321

Atau
nPn

= n!

Contoh:
3P2
Jawab:
=

= =6

1.3 Kombinasi
Rumus:
nCk

,kn

Contoh:
Berapa banyak cara untuk memilih 4 anggota dari 9 anggota suatu himpunan.
Jawab:
nCk

=
9=n,4=k
9C4 =
=

. . . .

= 126 cara

1.4 Frekuensi harapan


Rumus: Fr ( A) = P ( A ) . n
Contoh:
Peluang seorang anak terkena penyakit polio adalah 1% dari 8000 orang anak. Berapa kira-kira
yang terjangkit penyakit polio?
Jawab:

P(polio) = 1%
N = 8000
Fr ( polio ) = 1% . 8000

= 80 orang anak

. 8000

1.5 Median
a. Median data tunggal
Misalnya, x x x x merupakan datum yang terurut. Untuk menentukan mediannya adalah sebagai
berikut;
Jika n ganjil, maka
Median=X
Dimana X

adalah datum ke

Jika n genap, maka


Median= ( X +X =1 )
b. Median data berkelompok
Rumus
Me = tb + (

)p

1.6 Modus
Rumus:
Mo = tb + (

)p

1.7 kuartil
Ada tiga macam kuartil, yaitu:
Kuartil pertama ( kuartil bawah )

Kuartil kedua ( kuartil tengah )


Kuartil ketiga ( kuartil atas )
Yang dinotasikan dengan Q, Q, dan Q

1.8 persamaan lingkaran


Persamaan lingkaran yang berpusat di O ( 0,0 ). Persamaan lingkaran dengan pusat O (
0,0) dan jari-jari r adalah:
Rumus:
x + y = r

Persamaan lingkaran yang berpusat dititik P ( a,b )


Rumus:
( x-a ) + ( y-b ) = r
1.9 garis singgung lingkaran
Persamaan garis singgung lingkaran yang melalui titik pada lingkaran dengan pusat O (
0,0 )
Persamaan garis singgung lingkaran x + y = r yang melalui titik A ( x,y ) adalah
xx + yy = r
Garis singgung yang melalui suatu titik pada lingkaran dengan pusat P ( a,b ) dan jarijari r.
Persamaan garis singgung lingkaran ( x-a )+9( y-b ) = r
Yang melalui titik A ( x, x ), adalah:
( x-a ) ( x-a ) + ( y-b ) ( y-b ) = r
Jika diketahui persamaan lingkaran dalam bentuk umum, persamaan garis singgung
lingkaran x+ y + Ax + By + c = 0 dititik ( x, y ) yang terletak pada lingkaran adalah:

yy

xx

A x

B y

c=0

1.9 persamaan garis singgung dengan gradient tertentu


Persamaan garis singgung bergradien m pada sebuah lingkaran yang berpusat di ( a, b ) dan
berjari-jari r dapat ditentukan dengan rumus berikut:
Yb=m(xa)r
sehingga persamaan garis singgung bergradien m pada lingkaran yang berpusat di ( 0,0 )
dan berjari-jari r adalah;
y = mx r

1.10 garis singgung persekutuan


Garis singgung persekutuan luar ( GSPL )
PQ =

Garis ginggung persekutuan dalam ( GSPD )


AB =

1.5 Notasi Faktorial


Rumus:
n! = n ( n-1 ) ( n-2 )321
0! = 1

Notes: n : adalah bilangan asli


! : adalah faktorial
Contoh:
4!
Jawab:

=4x3x2x1
= 24

1.6 Permutasi
Rumus:
nPn

= n . ( n-1 ) . ( n 2 )321
Atau

nPn

= n!

Contoh:
3P2
Jawab:
=

= =6

1.7 Kombinasi
Rumus:
nCk

,kn

Contoh:
Berapa banyak cara untuk memilih 4 anggota dari 9 anggota suatu himpunan.
Jawab:
nCk

=
9=n,4=k

9C4 =
=

. . . .

= 126 cara

1.8 Rataan ( mean )

Rataan hitung untuk data tunggal

Rumus:
=

Rataan hitung untuk data yang dikelompokkan

Rumus:
1.9 Frekuensi harapan
Rumus: Fr ( A) = P ( A ) . n
Contoh:
Peluang seorang anak terkena penyakit polio adalah 1% dari 8000 orang anak. Berapa
kira-kira yang terjangkit penyakit polio?
Jawab:
P(polio) = 1%
N = 8000
F = 1% . 8000

= 80 orang anak

. 8000

Median
c. Median data tunggal
Misalnya, x1, x2, x3, .. xn merupakan datum yang terurut. Untuk menentukan mediannya
adalah sebagai berikut;
Jika n ganjil, maka
Median=X
Dimana X

adalah datum ke

Jika n genap, maka


Median= ( X +X =1 )

d. Median data berkelompok


Rumus
Me = tb + (
Modus
Rumus
Mo = tb + (

)p

)p

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

dengan era teknologi modern saat ini, semangat belajar harus dipacu, baik secara ilmu
pengetahuan maupun pemahaman tentang pelajaran matematika, karena ilmu matematika
merupakan ilmu yang tidak akan pernah hilang.

B. Saran

C. Daftar Pustaka
D. Fathkul A, kurmen, Msi, S. Teguh Arifin, Rumus-rumus Matematika lengkap untuk SMU dan SMK
kelas I, II, dan III, Apollo, Surabaya, 1999
E. Tri Adjie Utama, Intisari Matematika SMA, Bintang Indonesia Jakarta, Bandar Lampung, 2009

F. Kasmina, Suhendra, Dwi Susanti, Matematika untuk SMK dan MAK kelas XII,
Erlangga, Jakarta, 2008